Ingin Ramping Dan Kurus? Baca Tentang Piramida Makanan Yang Sesat

Sumber Gambar

Beginilah cara kita memahami obesitas di tahun 1950an. Makanan tertentu membuat kita gemuk. Mereka adalah gula dan grup hidangan bertepung. Permen, camilan, dan makanan penutup membuat kita gendut. Begitu pula dengan roti, sereal, dan pasta. Lalu ada juga makanan lain yang tidak menyebabkan obesitas sama sekali. Makan brokoli dan apel tidak membuat kita gemuk, tidak peduli berapa banyak kalori yang kita makan.

Klik di sini untuk bagian Obesitas Hormonal I.

Segalanya mulai berubah di tahun 60an dan 70an. Lemak mulai difitnah sebagai penjahat dan dalang utama penyakit jantung. Perdebatan sengit terjadi antara sisi anti-lemak dan anti-karbohidrat. Masalah majornya adalah jika kita mengurangi porsi lemak, artinya kita harus menambah karbohidrat bahkan jika bisa berpiring-piring nan mumbul. Itu artinya karbohidrat mempunyai dua mata pisau yang tajam yaitu tidak baik untuk kesehatan secara general dan menggemukkan, terjadinya pun dalam waktu yang bersamaan.

Sumber Gambar

Satu-satunya jalan disonansi kognitif ini adalah mengatakan bahwa karbohidrat tidak lagi menggemukkan. Sebaliknya, kalorilah yang membikin kita menjadi gendut.

Tentu saja tidak ada bukti bahwa ini merupakan fakta. Itu hanya berupa asumsi. Ini, tentu saja, cenderung membuat ASS keluar dari U dan ME. Not just an ass, as it turns out, but an obese ass.

The Odious Dietary Guidelines 1977 – Hormonal Obesity II

Perdebatan ini diselesaikan oleh Senator George McGovern pada tahun 1977, bukan oleh para ilmuwan, namun oleh para politisi. Dia memutuskan, setelah beberapa hari bertemu dengan para jurnalis dan ilmuwan, lemak adalah kriminal, dan karbohidrat olahan sama polosnya seperti biarawati di sebuah biara. Dosa yang dikandung gula dibebaskan. Damai sejahtera menyertai kalian, sirup jagung fruktosa tinggi. Jadi, inilah hasilnya dari the odious Dietary Goals. Saran nutrisi dari seorang politisi. Pertanyaan lanjutannya, kita bukan keledai yang tidak sanggup berpikir kan?

By: Dokter Jason Fung

Kenali juga, bahwa ini adalah terobosan penting dari tradisi. Sebelum tahun 1977, tidak ada instansi pemerintah yang memberi tahu kita apa yang harus disantap. Ibu kita memberi tahu kita apa yang harus dimakan dan apa yang terlarang. Jika kita mengalami obesitas, mereka menyuruh kita untuk jangan mengunyah permen dan makanan bertepung (roti, pasta, kentang). Dan hei, coba tebak—biasanya dengan cara itu saja sudah cukup untuk mengendalikan masalah berat badan.

Sekarang Big Brother memiliki rekomendasi spesifik tentang apa yang harus dimakan dan tidak boleh ditelan. Ini diajarkan di semua sekolah negeri. Pamflet diproduksi jor-joran. Ibu kita bahkan tidak sempat memprotes. Rendah lemak. Rendah Lemak Jenuh. Dengan sadar kita telah menambah asupan karbohidrat agar bisa menciutkan persentase lemak. Makanan yang tadinya berefek membuat buncit sekarang dijadikan makanan sehat. Kita tidak boleh mengurangi asupan roti jika ingin melangsing. Kita harus makan lebih banyak roti. Gula? Itu baik-baik saja selama kamu menyantap makanan rendah lemak.

Dengan minimnya bukti ilmiah dan semangat maniak yang kebablasan, karbohidrat yang menggemukkan telah mengubah gandum sehat menjadi tepung tidak sehat.

Transformasi yang sungguh menakjubkan. Apakah ada bukti? Oh, itu tidak penting, Gan. Jaman now  adalah masanya ortodoksi gizi. Segala sesuatu yang berbeda adalah kafir. Jika kamu tidak mengikuti barisan, kamu diejek. Hasilnya adalah piramida-makanan yang termasyur menjadi salah satu pelajaran yang diselipkan di sekolah. Inilah kejayaan kontrafakta. Dasar piramida—makanan yang harus kita makan setiap hari—roti, pasta, nasi dan kentang.

Pesan utamanya adalah semuanya oke-oke saja asalkan rendah lemak. Lemak adalah masalah utama, begitu yang diajarkan kepada kita. Puncak keekstreman kekacauan itu terjadi pada tahun 1995, yaitu dengan adanya proklamasi pamflet “Rencana Makan untuk Orang Amerika: Diet Asosiasi Jantung Amerika.”

“Untuk mengendalikan jumlah dan jenis lemak, asam lemak jenuh dan kolesterol diet yang Anda makan, pilihlah makanan ringan dari kelompok makanan lain seperti … kue rendah lemak, kerupuk rendah lemak … pretzel yang tidak enak, permen keras, permen karet, gula pasir, sirup, madu, selai, jelly, selai jeruk.”

Dengan kata lain—permen, yang rendah lemak adalah makanan ringan yang sehat untuk kita semua. Hore!  Biarkan mereka makan kue! (asalkan rendah lemak – kamu bisa mengonsumsi gula dan tepung sesuai keinginan hatimu). Lalu apa yang terjadi dengan konsumsi makanan kita? Item makanan berlemak tinggi seperti mentega, telur dan daging merah menurun, sementara konsumsi dan biji-bijian dan gula menanjak. Sukses!

Sumber Gambar

Inilah yang diinginkan pemerintah. Diet Amerika berkurang dari konsumsi lemak rata-rata 45% menjadi 35%. Masyarakat menanggapi pedoman diet baru dengan sangat patuh.

 Jika kita melihat konsumsi gula, kita melihat ada peningkatan dari tahun 1820 sampai 1920an. Ini adalah hasil dari melonjaknya ketersediaan gula seiring dengan perkebunan gula yang tersebar di seluruh Amerika Selatan dan Karibia. Hal-hal yang diratakan dari tahun 1920 sampai 1977 atau lebih. Saat itulah persediaan gula kita melimpah ruah.

Tapi ibu kita masih memberitahu jangan memakan terlalu banyak makanan manis atau kita akan menjadi seperti pesumo. Jika dosa gula diusir, konsuminya akan terus meroket sampai dengan tahun 2000.

Cerita tentang gandum juga sangat mirip. Konsumsi gandum telah menurun sampai dengan tahun 1977. Lantas, kita melihat lonjakan tajam dalam konsumsi gandum sampai dengan tahun 2000.

Sekitar waktu yang sama, dokter menasihati pasien untuk berhenti merokok—tingkat merokok turun dari 33% menjadi 25%. Para dokter meminta para pasien untuk memperhatikan tekanan darah mereka. Hipertensi (tekanan darah tinggi) turun 40% dari tahun 1976-1996. Lantas, kami menyuruh orang-orang untuk menonton kolesterol darah mereka. Hiperkolesterolemia (kolesterol darah tinggi) turun 28% pada rentang yang sama.

Beberapa orang mengabaikan peringatan kesehatan masyarakat, tetapi, kami mendengarkan dan mematuhi. Berapa imbalan untuk rasa hormat yang besar terhadap ortodoksi nutrisi saat ini?

 Well, let me show you.

Postingan sebelumnya Hormon Obesitas Bagian 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *