Ingin Kurus dan Ramping? Baca Tentang Resistensi Insulin

Sumber Gambar

Insulin adalah pendorong utama obesitas. Tapi apa yang mendorong insulin? Dalam beberapa kasus, makanan tertentu mendorong peningkatan insulin. Tetapi, di sini jelas ada beberapa faktor penentu tentang obesitas yang belum kita ketahui. What am I talking about? Pertimbangkan ini. Ada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas sepanjang hidup mereka. Bagi mereka, sangat sulit menurunkan berat badan secara permanen. Di sisi lain, ada juga orang yang baru mengalami kegemukan. Bagi mereka, menurunkan berat badan jauh lebih mudah. Mengapa begitu?

Beberapa teori obesitas yang sudah jadul, tidak memahami efek ini. Evaluasi teori Pengurangan Kalori sebagai Primer (CRAP), juga dikenal sebagai kalori masuk dikurangi kalori keluar. Menurut teori cacat ini, seharusnya tidak ada perbedaan antara mereka yang telah mengalami obesitas selama 1 bulan dibandingkan mereka yang telah memilikinya selama 1 dekade. Tidak ada perbedaan obesitas baru ataupun obesitas pemain lama.

By: Dokter Jason Fung (Insulin Resistance – Hormonal Obesity VIII)

Tetapi, siapa pun yang pernah berusaha melangsing tahu benar sebuah fakta bahwa semakin lama obesitas maka untuk merampingnya pun semakin sulit. Jadi durasi sangat dominan. Pertimbangkan juga hipotesis karbohidrat-insulin. Menurut teori ini, termin waktu tidak penting. It should make no difference. Selama kamu mengurangi karbohidrat, kamu bisa menjadi ramping. Namun, semua orang yang telah berjuang dengan berat badan mereka mengetahui bahwa durasi berpengaruh banyak. Obesitas yang telah terjadi selama berbulan-bulan akan lebih mudah diturunkan dibandingkan obesitas yang sudah bertahun-tahun. Obesitas masa kecil menunjukkan masalah yang sama. Anak kecil yang mengalami obesitas, akan mengalami kegemukan juga di masa dewasa. Mengapa? Mengapa jauh lebih sulit bagi mereka untuk menurunkan berat badan?

Bahkan anak kecil yang berusia 6 bulan (hanya meminum susu asi, dan tidak sanggup berjalan kaki) juga mengalami epidemi obesitas. Mengapa? Jadi jelas bahwa waktu juga sangat berpengaruh.

Jika kita memang menerima konsep bahwa yang menyebabkan kegemukan adalah insulin, mengapa insulin yang telah berada di level tinggi dalam jangka waktu panjang sulit untuk diturunkan. Ada sesuatu yang jelas hilang di sini. Apakah itu? Resistensi insulin.

Apakah resistensi insulin itu? Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Agar memiliki efek yang diinginkan, ia harus mengikat reseptor di tubuh yang memberi sinyal apa langkah selanjutnya. Dalam contoh ini, insulin bekerja pada reseptor insulin untuk membawa glukosa ke dalam sel. Ini sangat mirip anak kunci dan gembokya. Insulin adalah kuncinya. Ini harus pas ke dalam gembok (reseptor). Pada saat kunci dan gembok disatukan, pintu akan terbuka, dan akan memasukkan glukosa ke dalam sel.

Semua hormon bekerja dengan cara yang sama. Tidak ada yang spesial mengenai insulin dan insulin reseptor. Dalam kasus resistensi insulin, kunci (insulin) tidak lagi pas dengan baik ke pintu (reseptor insulin). Karena kunci dan gembok tidak lagi sebagus semula, oleh karena itu pintu tidak dapat terbuka seluruhnya, sehingga glukosa tidak dapat masuk maksimal. Yang terjadi adalah sel sekarang merasakan bahwa glukosa di sel jumlahnya terlalu sedikit. Sehingga tubuh kita mengidam glukosa. Sel membutuhkan lebih banyak glukosa. Untuk mendapatkan lebih banyak glukosa, tubuh menghasilkan lebih banyak insulin (kunci ekstra). Kunci dan gembok masih kurang pas, tapi karena masih banyak kunci, sel bisa mendapatkan cukup glukosa. Inilah situasi yang disebut resistensi insulin.

Sumber Gambar

Mengapa kita peduli? Karena resistensi insulin menyebabkan tingkat insulin sangat tinggi. Kita harus peduli dengan kadar insulin yang tinggi karena insulin adalah pendorong utama obesitas. Saat kita mengalami obesitas, kita didorong oleh faktor hormonal untuk makan lebih banyak untuk mencapai target berat badan kita. Tidak hanya asupan karbohidrat tinggi yang menyebabkan kadar insulin tinggi, resistensi insulin tinggi juga menyebabkan kadar insulin tinggi. Seperti yang akan segera kita lihat, resistensi insulin inilah yang menyebabkan efek obesitas bergantung pada waktu.

Namun, ada satu pertanyaan penting yang belum terjawab. Apakah penyebab utama yang menyebabkan resistensi insulin? Apakah masalah dengan kunci (insulin) atau gembok (reseptor insulin). Sangat mudah mengukur insulin dan menjadi sangat jelas apakah insulin merupakan hormon yang sama (baik berasal dari orang obesitas ataupun non obese). Tidak ada perbedaan urutan asam amino atau kualitas terukur lainnya. Karena itu, kita harus menyimpulkan bahwa masalahnya bukan dengan kuncinya (insulin). Masalahnya terletak pada gemboknya (reseptor).

Sumber Gambar

Reseptor insulin tidak merespon dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Ini adalah resistensi insulin. Apa yang menyebabkan resistensi insulin? Untuk mulai mengerjakannya, kita bisa melihat sistem biologis lainnya. Kita dapat menemukan contoh resistensi biologis di banyak tempat dan ini bisa memberi kita petunjuk tentang apa yang menyebabkan resistensi insulin. Meskipun tidak semua contoh mungkin berlaku khusus untuk masalah insulin/ reseptor insulin, namun mungkin akan menjelaskan beberapa masalah dan menunjukkan di mana harus memulai.

Misalnya, di dunia ini ada masalah besar mengenai resistensi antibiotik. Saat kita menggunakan lebih banyak antibiotik, maka akan bertendensi seleksi alami untuk antibiotik menyebabkan si bakteri/ organisme itu cenderung menjadi tahan banting, dan tetap bisa bertahan dan bereproduksi. Oleh karena itu, dengan terus menggunakan antibiotik, cenderung terjadi resistensi antibiotik. Dengan memahami konsep ini, kita bisa melihat bahwa senjata kunci untuk mencegah berkembangnya resistensi antibiotik adalah dengan mengurangi penggunaan antibiotik.

Artinya, penggunaan antibiotik menyebabkan resistensi antibiotik. Di bagian dunia di mana pemakaian antibiotik sangat terbatas, biasanya jarang terjadi resistensi antibiotik. Di belahan dunia di mana antibiotik digunakan secara bebas, ada banyak resistensi antibiotik.  

Sumber Gambar

 Bagaimana dengan virus? Apa yang menyebabkan kita tahan terhadap virus seperti diptheria dan polio misalnya? Sebelum vaksin tersedia secara luas, diketahui adanya virus menyebabkan kamu menjadi resisten terhadap infeksi lanjutan. Sebenarnya, adanya vaksin berawal dari premis ini. Dengan menyuntikan virus yang lemah atau mati, kita bisa membangun kekebalan tubuh tanpa benar-benar menyebabkan penyakit. Artinya, virus menyebabkan resistensi virus. Dan antibiotik menyebabkan resistensi antibiotik. Contoh-contoh ini, tentu saja, tidak berlaku secara langsung terhadap resistensi insulin. Namun, itu mulai memberi kita petunjuk bahwa resistensi sebenarnya dapat dibawa oleh agen itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya, bisakah insulin menyebabkan resistensi insulin?