Skincare dari Siput Lendir itu Bikin Kita Cantik, Mitos atau Fakta?

 

Sumber Gambar

Melakukan eksperimen itu asyik. Tapi, saat saya mendengar bahwa lendir siput itu manfaatnya segunung, sejujurnya saya agak skeptis, bingung, boleh dibilang a bit downright grossed out a.k.a jorok bingit dah ah, bener nggak?

Faktanya, baru mendiskusikannya sama temen kantor aja udah merinding jijik gitu. Bayangin aja, itu lendir siput diolesin ke sejujur wajah. Hmm, yucks. Tetapi, saat saya meriset sedikit, bagaimanapun, saya merasa terkonversi atau tertantang. Tapi kayak biasa, di produk kecantikan memang lumrah kalau kita menemukan bahan dasar yang ajaib, seperti:

  1. Lanolin (minyak wol domba).
  2. Ambergris (muntahan paus).
  3. Carmine (sisik serangga).
  4. Guanine (sisik ikan).

    Sumber Gambar

Tapi, akhir-akhir ini saya melirik produk Korea, sejak mereka mempromosikan formulasi dan konten dengan transparan, plus ngasih bukti nyata before dan after. Tapi, sebenarnya, jawaban apa, sih, yang kita dapet atas pertanyaan, “apakah lendir siput baik untuk kulit?”

Jawabannya, “Yoi, sista. Bagus banget lho.”

Inilah teorinya:

Lendir yang disekresikan oleh siput (dikenal sebagai snail mucin) mendongrak tubuh untuk memulihkan luka dan melindungi bakteri serta sinar UV. Membantu merangsang produksi kolagen dan elastin, melindungi dari radikal bebas, menenangkan peradangan, memperbaiki jaringan yang rusak, dan meningkatkan hidrasi—yang mengarah ke kulit lebih jernih, cerah, halus.

Jadi si lendir siput kaya akan:

  1. Protein
  2. Asam hyaluronic
  3. Anti-mikroba
  4. Peptida tembaga—tapi yang ini untuk penggunaan manusia.

Lendir siput cocok untuk hampir semua jenis kulit. Manfaatnya adalah:

  1. Memudarkan bekas jerawat dan bintik-bintik gelap.
  2. Menghaluskan keriput.

 

Sumber Gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *