Ingin Ramping dan Kurus? Baca Trik Makan Saat Lebaran dan Liburan

Hello, Geng. Kali ini saya akan menerjemahkan tips dari Megan Ramos (asisten dokter Jason Fung di program IDM. Faktanya, setiap kali lebaran kita bergulat dengan ancaman bahwa kita akan membulat lagi. Rasanya, semua puasa yang dilakukan di bulan ramadhan ini menjadi sia-sia. Namun, dengan mengikuti trik yang akan diceritakan oleh Ramos, saya yakin, si ancaman hanya akan jadi angin lalu. Dan Anda tetap kece sampe akhir hayat.

Cekidot.

Megan Ramos: saya harus akui, memang liburan dan pesta adalah masa yang terlegit, tetapi juga waktu yang paling rawan. Terutama mala-petaka-ber-volume-akbar yang mengancam lingkar pinggang kita. Saya adalah penggila liburan ultra fanatik. Apa pun tradisi yang nangkring depan mata, rasanya sangat asoy, apalagi bisa menghabiskan waktu dengan orang yang saya cintai.

Karena semuanya tentang pesta dan bersenang-senang, liburan biasanya mengubah segalanya, termasuk:

  1. Pola makan—apa yang dikonsumsi, dan.
  2. Jam memamahbiak.

Saya adalah penggemar puasa garis keras, tetapi pesta juga tetap prioritas saya, dong.

Alasan mengapa liburan dan vakansi ‘brilian’ bingit—karena kita ‘terpaksa’ makan lebih banyak dalam jangka waktu singkat. Berdasarkan hasil observasi, orang yang paling sakses melangsing adalah orang yang mengubahnya dengan konstan. Jadi mereka nggak terus-terusan diet, atau nggak melulu memamah biak. Ini tentang harmoni atau seimbang.

Banyak pasien yang telah berdiet selama bertahun-tahun, merasa terguncang saat rutinitas mereka berubah, dan mereka stres karena menjajal berbagai siasat, lalu pontang-panting mencari metode paling pas.

Sejujurnya, saya nggak pernah tertekan. Mengapa? Because life happens. Ketika saya udah nggak liburan, saya akan kembali beraktivitas sesuai rutinitas, dan tentunya saya akan mengikuti rejimen puasa lagi, dong.

Jadi, no problem. But when life is wacky, I embrace it as a time to feast. Namun, ketika sesuatu nggak seperti keadaan normal, ya udah, selow aja, saya mengasese fakta bahwa hari itu saatnya saya berpesta.

Dan liburan adalah waktu yang manis sekali sekaligus aneh, tapi tetap saja, ini waktunya untuk berpestaaaaaaaaa!

Oleh karena itu, mari kita bahas tentang segenap tips dan trik yang telah saya dan pasien saya praktikkan untuk bertahan, agar lingkar pinggang nggak terlalu melebar.

Kiat menjaga berat badan ketika Liburan & Pesta:

1. JANGAN PERNAH MUNCUL KE PESTA DENGAN PERUT LAPAR

Ide molek di dunia salah satunya makanlah hidangan berlemak di rumah sebelum Anda nemplok pesta apa pun. Mengapa? Dua alasan:

  1. Karbohidrat kehilangan daya menggodanya jika Anda udah merasa kenyang.
  2. Ini adalah upaya preventif supaya Anda nggak ngemil.

Ada berjibun orang penasaran dan berasumsi telah salah mengikuti diet, terutama untuk pasien yang telah menuruti diet-rendah-karbohidrat-tinggi-lemak (keto) dalam jangka panjang, mereka putus asa, dan akhirnya join dengan program IDM. Mengapa? Karena mereka nggak juga memetik hasil yang diinginkan.  Itu jarang terjadi di program kami.

Lantas, sebenarnya, apakah isu fundamentalnya?

MEREKA MENGEMIL!

Terlepas, apakah Anda mengudap kacang almond, telur, atau acar, itu masih dikategorikan MENGEMIL. Makanlah sampai super kenyang di jam makan Anda, sehingga Anda nggak kebelet mengemil di musim liburan ini.

Ini adalah ikhtiar dari para pasien dan diri saya sendiri, untuk menghindari membengkaknya tubuh saat holiday season, meski hidangan mereka adalah diet keto atau rendah karbohidrat yang telah kafah.

Memotong camilan menghasilkan perbedaan yang kolosal banget.

Nggak punya waktu untuk makan? No issue. Kita bisa meracik teh atau kopi berlemak/ Bulletproof Coffee, atau caplok aja alpukat. Bawalah selalu dark chocolate. Saya selalu membawa dark chocolate 90%, atau seenggaknya 70%, dan membaginya menjadi beberapa bagian, lalu memasukkannya ke tempat makan plastik sebelum saya pergi ngumpul. Mengapa demikian? Karena ini akan membikin orang lain nyaman ketika saya memamah cokelat, sebagai salah satu trik supaya mereka nggak maksa kue jahe. Saya juga hepi-hepi aja tuh makan cokelat.

Ini esensi logikanya: ketika nenek Anda memergoki Anda mengemut dark chocolate. Beliau akan mengira Anda makan dessert, oleh karenanya, dia berasumsi bahwa suasana hati Anda pasti sedang hepi.

Si nenek nggak akan menghabiskan waktu berjam-jam dengan menyakinkan Anda untuk menjumput sepotong kue cokelat, karena dia berasumsi bahwa toh Anda sedang menikmati cokelat.

Itu adalah win-win solution, tidak ada yang merasa kalah. Ketika orang melihat Anda makan cokelat, mereka langsung berpikir Anda sedang bersenang-senang, yang berarti Anda pasti bersenang-senang.

Ketika orang lain mendapati Anda sedang makan cokelat, mereka spontan berpikir bahwa, Anda memang sedang indulging/ menikmati momen itu, yang artinya Anda sudah pasti punya good time ketika bersama mereka.

Ha! Meski itu MUNGKIN jauh dari realita, tapi itulah yang dipertimbangkan oleh mereka kala itu.

Seringnya, lebih simpel begini dibandingkan kamu berdiet nonstop selama beberapa minggu ketika holiday season.

Saat ini, teman dan keluarga saya sangat menyokong diet ala saya, bahkan mereka sekarang jadi follower lho. Juga, saya nggak takut tuh mengemut terang-terangan dark chocolate saya, mereka nggak akan memandang saya eksentrik atau apa pun lah.

Cokelat adalah strategi yang ciamik dan pastinya rasanya enak dong, jadi Anda nggak akan merasa bete di musim vakansi ini. Bawalah fat bomb/ bom lemak Anda yang yummy untuk pencuci mulut.

Beberapa tahun yang lalu, sebelum saya menikah, dan ibu mertua saya nggak yakin apa yang saya lakukan untuk mencari nafkah, suami dan saya mengatakan bahwa saya telah menggarap sejumlah eksperimen dengan beberapa desserts, dan bertanya apakah kami bisa membuat hidangan penutup untuk pesta dinner di rumah ibu mertua. Kemudian kami membuat fat bomb selai kacang dan ngehits dong.

Kami harus punya dessert sehat yang super duper kami cintai, ditambah kami merasa puas ternyata mereka lebih memilih menenggak minyak kelapa dibanding tepung olahan.

Anda juga bisa menawarkan senampan daging, keju, sayuran, sebagai lauk pauk. Liburannya hebat, kita juga bebas stres.

Sebenarnya hal-hal yang membuat spaneng akan terselesaikan jika kita tau strateginya, sehingga kita nggak usah merobek kulit kepala kita.

2. Saya selalu merekomendasikan agar mereka menelepon tuan rumah 2 hari sebelumnya

Tanyakan apakah mereka mau daging, keju, sayuran, bacon, atau bussel sprouts. Saya beneran ngomong gitu lho. Alasannya? Hidangan tadi terdengar lezat, dan tuan rumah biasanya mengatakan ya dengan senang hati dibanding menolak ide itu.

Saya membuat siasat supaya mereka membiarkan saya membawa makanan ke pesta ketika saya mungkin aja tergelincir.

Ini sungguh seperti magnet full pesona dan berunsur mejik baik, sehingga saya selalu mengantongi makanan back up di sebuah acara yang mana biasanya nyaris semuanya makanan ‘terlarang’.

Simpanlah sedikit minyak zaitun di tas Anda. Saya ngelakuin ini ke mana pun saya pergi. Alasannya? Saya bisa mengubah makanan rendah lemak menjadi berlemak oke, hanya dengan sebotol kecil minyak zaitun.

Brussel sprouts kukus dengan daging kalkun putih. Nggak ada lemaknya? Nggak masalah! Cukup hanya dengan menuangkan 3 sendok makan minyak zaitun favorit saya, voila, sekarang makanan lemak adiluhung telah tersaji dengan shantik.

3. PILIHLAH DESSERT YANG PALING NGGAK MENARIK

Sebagian orang menyangka bahwa mereka mesti membeli hidangan penutup untuk keluarga mereka. Saya juga ngerasain hal yang persis sama.

Sekarang saya nggak peduli, dan memang butuh waktu sampe di tahap itu. Lalu, apa sih yang biasa saya buat jika terpaksa menghidangkan dessert? Saya membeli kue wortel karena saya benci kue wortel.

Jika Anda kepepet harus membeli ‘makanan sampah’ pastikan jenis kudapan yang Anda BENCI!