Kebohongan Besar Tentang Diabetes Tipe 2

 

Sumber Gambar

Ada banyak hal yang ngawur tentang diabetes tipe 2 (T2D) namun kebohongan terbesar dari semuanya adalah: T2D adalah penyakit kronis dan progresif. Pesan ini telah menyebar sangat luas dan sering diulang lagi dan lagi, sehingga orang bahkan tidak menangkap adanya kontroversi. Of course it is true. Semua orang bilang begitu. Jika Anda mengidap diabetes tipe 2, Anda akan memilikinya seumur hidup. Ini akan menjadi lebih buruk dan kemudian Anda akan menjadi buta. Anda akan segera  disuntik insulin, get used to it!

Faktanya, ‘pihak berwenang’ semuanya setuju.

Mereka adalah salah satu yang bersuara paling lantang, yang memproklamasikan diabetes tipe 2 sebagai penyakit kronis dan progresif. Anda terkena diabetes tipe 2, Anda tidak akan pernah sembuh, jadi nggak usah usaha, deh.

By: Dokter Jason Fung  (The Biggest Lie – T2D 2)

Pernyataan ini ada di situs American Diabetes Association dan di situs lainnya seperti Persatuan Diabetes Australia. Diabetes akan mengalami ‘perkembangan alami’, itu adalah kalimat yang diabetes Australia sebarkan. Membuatnya terdengar cukup cihuy sebenarnya. Jangan khawatir jika Anda memakai insulin, karena begitulah adanya. Terima sajalah. Ini akan menjadi lebih buruk, tapi jangan khawatir, Anda selalu bisa menjalani dialisis jika ginjal Anda rusak.”

Hanya ada satu masalah kecil dengan pernyataan bahwa diabetes tipe 2 bersifat kronis dan progresif. Itu KELIRU. Ini adalah kibulan murni dan sederhana, plus super. Ada banyak orang yang ingin Anda percaya dengan tipuan kolosal ini. Ada uang yang harus dikeruk dan pemegang saham yang wajib dijaga agar tetap bahagia. Dan tentu saja tidak akan terjadi jika kalian mengetahui bahwa diabetes tipe 2 sebenarnya adalah penyakit diet yang dapat dibalik sepenuhnya dan dapat disembuhkan.

Bagaimana Anda bisa menjual obat jika orang berhenti terkena penyakit ini? Lalu dari mana asal ide ini? Mari kembali sedikit dan jelajahi ini secara rinci. Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang ditandai dengan gula darah tinggi atau glukosa darah (BG). Pada diabetes tipe 1, BG meningkat karena kurangnya insulin untuk mendorong BG ini keluar dari darah dan masuk ke dalam sel. Tetapi, diabetes tipe 2 bukan kekurangan insulin. Sebaliknya, tingkat insulin cukup tinggi dan masalahnya dirasakan karena resistensi insulin. Artinya, ada banyak insulin di sekitar, tapi sepertinya tidak bekerja dengan baik.

 Jika Anda melihat di atas pada riwayat alami diabetes tipe 2, Anda dapat melihat bahwa ada dua fase. Ada kenaikan gula darah yang lembut hampir 15 tahun sebelum diagnosis diabetes tipe 2. Ini sejajar dengan peningkatan resistensi insulin. Saat orang menjadi gemuk, resistensi insulin berkembang seiring berjalannya waktu. Hal ini juga terbukti sebagai pra diabetes atau glukosa puasa yang bobrok mulai bertumbuh.

Dari gambar di atas, Anda dapat melihat, bahwa saat Anda mengukur orang normal dan kurus terhadap obesitas pada diabetes tipe 2, resistensi insulin semakin meningkat. Alasan untuk perkembangan ini telah kita bahas sebelumnya tentang resistensi insulin. Esensinya, level insulin tinggi yang terus-menerus menyebabkan perkembangan resistensi insulin (IR).

IR tinggi ini menyebabkan kadar insulin lebih tinggi, mengapa? Karena mencoba ‘mengatasi’ IR. Namun, dalam jangka panjang, insulin yang lebih tinggi ini hanya mengarah ke IR yang lebih jangkung. Ini adalah lingkaran setan, dan makin lama Anda diserang si insulin level atas, semakin buruk jadinya. Inilah yang dinamakan, obesitas tergantung lamanya waktu.

Insulin tinggi ini, tentu saja menyebabkan obesitas. Saat Anda mengalami lebih banyak resistensi insulin, Anda mungkin akhirnya didiagnosis sebagai IFG (glukosa puasa yang terganggu). Ini mengacu pada tes standar (tes toleransi glukosa oral – OGTT). Dalam tes ini, Anda diberi minuman yang sangat manis dan glukosa darah diukur pada berbagai waktu sesudahnya. Terkadang, itu berlangsung selama 2 jam, kadang-kadang selama 5.

Dalam kondisi normal, BG meningkat dengan cepat setelah minuman bergula tapi segera setelah itu, ia turun kembali ke kisaran normal. Di IFG, BG naik/ lebih tinggi dan panjang, jauh lebih lambat untuk kembali turun ke kisaran normal. Tetapi, tidak begitu tinggi sehingga diabetes tipe 2 didiagnosis. Jadi, ini dianggap sebagai tahap pertengahan jalan menuju diabetes tipe 2.

Baru-baru ini, ada tendensi untuk menyebut ‘pra-diabetes’ ini untuk menekankan fakta bahwa ini adalah penyakit yang sama dengan diabetes tipe 2, namun tidak pada kadar yang sama. Ini juga secara halus memperkuat anggapan bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis dan progresif dan pada akhirnya, Anda akan menjadi penderita diabetes. Namun, ini hanya bohong, tapi these big whopping lies  ini sering ditopang oleh tipuan kecil, dan terdiri dari dusta yang lebih kecil, sangat kecil dan mikro kecil. Ini seperti mengatakan  seorang anak SD  adalah ‘sekolah pra-medis’ atau ‘pra-CEO’ atau ‘konglomerat pra-real estat’.

Tampaknya menyiratkan bahwa hal-hal ini tak terelakkan. Memang, mungkin saja ada tahap bahkan sebelum tahap IFG yang terdeteksi abnormal. Ivor Cummins di www.thefatemperor.com baru-baru ini menulis beberapa karya Dr. J. Kraft, yang mengukur OGTT di lebih dari 16.000 pasien, namun bukan hanya mengukur glukosa, dia juga menghitung  tingkat insulin. Apa yang dia temukan adalah bahwa ada beberapa pola yang dapat dilihat yang mengidentifikasi metabolisme glukosa abnormal. Dalam situasi wajar, setelah meminum cairan bergula, insulin dan glukosa meningkat dan kembali stabil.

Sumber Gambar

Dalam situasi IFG, glukosa darah naik di atas batas wajar. Namun, di antara kedua tahap tersebut adalah situasi dimana insulin darah naik jauh di atas situasi jamak dan ini membuat kadar glukosa darah drop. Dengan kata lain, hiperinsulinemia kompensasi mencegah hiperglikemia yang akan mengingatkan kita pada kondisi ‘pra-diabetes’. Jadi, jika Anda hanya melihat gula darah, Anda akan kehilangan fakta bahwa tubuh bekerja keras untuk memompa insulin agar gula tersebut tetap termonitor.

Intinya, ini adalah pre-pre-diabetes. Ini adalah informasi yang sangat berguna karena semakin cepat Anda memulihkan resistensi insulin, semakin mudah mengobatinya, karena ini adalah lingkaran setan. Namun, pengukuran insulin ini saat ini tidak rutin dalam tes skrining, dan gagasan ini umumnya tidak tertangkap dalam pendekatan medis konvensional. Tapi ada fase kedua perkembangan diabetes tipe 2. Selama masa resistensi insulin meningkat, gula darah merayap subtil naik ke atas. Tubuh terus memproduksi lebih banyak insulin untuk ‘mengatasi’ resistensi insulin, yang menjaga BG dalam rentang yang relatif normal. Setelah satu dekade, tiba-tiba ada perubahan, dimana kemiringan kurva melengkung sangat tinggi. Pada titik ini, jumlah insulin yang diproduksi oleh tubuh tidak lagi mengikuti resistensi dan benar-benar mulai turun. Ini dianggap kegagalan sel beta. Ini mengacu pada sel beta di pankreas, yang memproduksi insulin.

Seperti yang dapat Anda lihat dalam grafik “Sel Disfungsi Beta Cell”, jumlah insulin yang diproduksi awalnya naik dan naik, dan kemudian mulai turun. Karena tubuh sekarang memproduksi lebih sedikit insulin, meski ada peningkatan resistensi insulin, glukosa darah meroket ke atas.

Segera setelah itu, diabetes tipe 2 pun terdiagnosis. Mengapa sel beta tiba-tiba gagal? Ini dianggap sebagai ‘kelelahan’ sel. Teorinya adalah bahwa sel beta telah dipaksa untuk memproduksi insulin secara berlebihan untuk mengatasi resistensi insulin.

Produksi insulin dengan volume banyak dalam jangka waktu yang lama (sekitar satu dekade atau lebih) menyebabkan ‘kelelahan’ sel beta dan produksi insulin kemudian turun. Sel beta mulai kecapekan satu demi satu dan ini menyebabkan perkembangan kronis diabetes tipe 2.

Karena itu penyakit ini kronis dan progresif dan tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk itu. Anda harus belajar menerimanya. Anda akan menjalani pengobatan seumur hidup.

A nice, neat story. Too bad that for the majority (98%) of people, it is simply a lie. Stay tuned….