Menghilangkan Satu Gram Lemak Bisa Mengusir Diabetes

Sumber Gambar

Beneran nih, dengan hanya membuang satu gram lemak dari pankreas bisa menjungkirbalikkan diabetes tipe 2? Ya, betul sekali, itu juga yang dibilang Dr. Taylor dari Inggris baru-baru ini. Beliau mendalilkan dalam makalah terbarunya, lho.

Ah, Imposible itu. Kok, bisa?

  1. Sedikit latar belakang. T2D ditandai oleh dua cacat utama. Terjadi resistensi insulin tingkat dewa, terutama di hati. Maksudnya gimana, sih? Bahasa sederhananya begini. Tugas insulin adalah mengolah energi makanan (gula) ke dalam hati untuk disimpan (glikogen). Setelah glikogen penuh, hati mengubah kelebihan karbohidrat menjadi lemak dengan proses DeNovo Lipogenesis (DNL). Jika tempat penyimpanan (hati) kosong, energi makanan masuk dengan mudah. Namun, bila liver Anda lemaknya segraok dan tong penyimpanan dijejali sampai meledak, si insulin akan merasa SANGAT KESULITAN ketika mendorong gula dan lemak ke dalam liver. Esensinya, ini adalah resistensi insulin.

Sumber Gambar

Sepertinya kerja si insulin nggak becus. Tapi sebenarnya, problem krusial dari semua ini adalah hati mereject gula (lihat postingan terakhir) karena sudah penuh. Perlahan-lahan resistensi insulin merayap menyebabkan gula darah menanjak secara bertahap.

Dalam studi Whitehall, sekelompok pasien sehat difollow selama bertahun-tahun. Beberapa dari pasien ini akhirnya didiagnosis menderita diabetes tipe 2. Para periset kemudian kembali dan mengeluarkan sampel darah yang diarsipkan dari pasien ini untuk melihat seperti apa gula darah mereka sebelum diagnosis. Pada awalnya, gula darah hanya melonjak secara gradual, yang mencerminkan resistensi insulin yang meningkat level demi level. Menanggapi gula darah yang semampai ini, tubuh mengeluarkan kadar insulin yang lebih tinggi. Apakah tujuannya? Untuk membawa gula darah turun ke dasar seperti sedia kala.

2. Resistensi insulin sedang ‘diatasi’ dengan kadar insulin yang lebih tinggi. Pada akhirnya, ini adalah proposisi yang merugikan diri sendiri. Karena insulin mendorong lebih banyak gula di hati yang empuk nan berlemak, ini hanya menciptakan lebih banyak resistensi insulin. Insulin menyebabkan resistensi insulin. Tapi, pada gilirannya, resistensi insulin menyebabkan kadar insulin lebih menjulang.

Siklus self-reinforcing klasik a.k.a lingkaran setan. Tapi sesuatu terjadi sekitar 2 tahun sebelum diagnosis diabetes tipe 2. Jumlah insulin turun dari tingkat yang sangat banter. Sementara kadar keseluruhannya masih adiluhung, tidak cukup tinggi untuk membasmi resistensi insulin dan glukosa darah mulai meningkat.

Sumber Gambar

Quickly. Tak lama kemudian, gula darah levelnya sudah di atas batas normal, hal yang sudah cukup untuk membuat diagnosis klinis diabetes tipe 2. Ini kadang disebut ‘kegagalan sel beta’. Sel beta di pankreas biasanya memproduksi insulin. Coba Anda bayangkan, bahwa mereka ‘terbakar’ karena harus mensekresikan begitu banyak insulin dalam durasi cukup lama untuk mengatasi resistensi insulin. Dengan demikian, mereka mengatakan bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis dan progresif dengan sel beta yang secara berangsur-angsur terbakar sehingga menyebabkan penyakit memburuk dari waktu ke waktu.

By: Dokter Jason Fung  (Losing a single gram of fat can reverse diabetes? – T2D 9)

Tapi ada kemungkinan lain.
Dr. R. Taylor dari Newcastle, mengemukakan, dalam hipotesis siklus kembarnya, bahwa sel beta tidak benar-benar terbakar habis. Sebaliknya, mereka hanya tersumbat dengan lemak. Pankreas berlemak so to speak.

Resistensi insulin yang terlihat pada fase pertama adalah karena hati berlemak. Lemak di hati dapat diekspor ke organ lain dan beberapa di antaranya ‘ditiupkan’ ke pankreas. Pankreas berlemak ini menyebabkan disfungsi sel beta, bukan gagal.

Hal ini didukung oleh studi COUNTERPOINT yang menggunakan diet kalori sangat rendah (600 kalori/ hari) selama 8 minggu. Sel beta pulih perlahan seiring dengan penurunan lemak pankreas.

Sumber Gambar

Ini membuktikan bahwa sel-sel tidak terbakar habis seperti yang selalu disugestikan. Sebagai gantinya, mereka hanya tersumbat, dan perlu dibersihkan dengan baik.

This was a great start.

Tetapi asosiasi belaka tidak cukup untuk membuktikan sebab-akibat. Apakah degradasi lemak pankreas itu simpelnya hanya karena berat badan yang merosot secara keseluruhan? Jadi Dr. Taylor melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui peran lemak pankreas. Ia memilih pasien yang menjalani operasi bariatric karena pasien meramping dengan konsisten. Dia membagi mereka menjadi dua kelompok – satu dengan diabetes tipe 2 dan satu tanpa (NGT atau toleransi glukosa normal). Kedua kelompok diimbangi dengan usia (49) dan berat badan (120kg). Penurunan berat badan pasca operasi juga serupa pada kedua kelompok (13kg penurunan berat badan setelah 8 minggu). Glukosa darah puasa pada kelompok diabetes tipe 2 turun dari 9,4 mmol/ L menjadi 6,4 dan A1C turun dari 7,6% menjadi 6,2%. Terlepas dari kenyataan bahwa pasien ini masih di atas 100 kg, mereka telah menunggingkan diabetes tipe 2 mereka.

Berhasil Mengusir Fatty Liver

Karena kelompok NGT tidak menderita diabetes, gula darah puasa menurun sedikit saja. Insulin puasa melandai pada kedua kelompok, meskipun, mencerminkan peningkatan resistensi insulin. Ini semua seperti yang diharapkan. Sekarang, ini menjadi lebih menarik ketika Dr. Taylor mengukur lemak intra-organ dengan menggunakan teknologi MRI yang canggih.

Apa perbedaan 2 orang dengan usia dan berat badan yang sama, tapi satu memiliki diabetes tipe 2 sementara yang lainnya tidak. Mengapa hal itu terjadi?

Hal ini jelas bukan hanya karena si berat badan. Perbedaan vitalnya adalah jumlah lemak di hati dan pankreas. Pasien diabetes tipe 2 memiliki kadar lemak pankreas yang jauh lebih tinggi.

Keadaan ini unik karena diabetes tipe 2 tidak ditemukan pada penderita obesitas non diabetes. Sebelum operasi, respon insulin fase pertama juga jauh lebih rendah. Artinya, pankreas tersumbat dengan lemak dan karena itu, tidak mampu mengeluarkan cukup insulin.
8 minggu setelah operasi bariatrik, lemak pankreas pada pasien diabetes tipe 2 sama dengan NGT. Respon insulin juga telah dinormalisasi. Dengan kata lain, sel beta tidak gagal sama sekali.

Itu adalah kondisi reversibel. Secara klinis, diabetes tipe 2 ditendang.

Kelompok non diabetes memiliki kadar lemak normal di pankreas sebelum dan sesudah operasi. Fitur pembeda major antara kedua kelompok pasien yang sama beratnya adalah ada tidaknya pankreas berlemak.

Ini mungkin menjawab pertanyaan mengapa seseorang mendapat diabetes tipe 2 dan yang lainnya tidak. Pankreas gendut penuh lemak. Apa yang terjadi dengan lemak hati?

Kelompok diabetes tipe 2 pada awalnya memiliki tingkat lemak hati yang jauh lebih tinggi. Setelah 8 minggu pasca operasi, telah menurun ke tingkat kelompok pra-operasi NGT. Resistensi insulin dinormalkan dan secara klinis, diabetes tipe 2 juga mengalami remisi. Jadi apa perbedaan antara 2 orang yang sama gemuk, tapi yang satu punya diabetes tipe 2 dan yang lainnya tidak?

Ini semua tentang hati berlemak yang menyebabkan resistensi insulin, dan pankreas berlemak yang menyebabkan disfungsi sel beta. Ini bukan hanya tentang berat total. Ada 2 masalah dalam diabetes tipe 2—resistensi insulin dan disfungsi sel beta.

Dalam pemahaman standar diabetes tipe 2, keduanya adalah dua proses patofisiologis yang berbeda, yaitu:
1. Pertama, Anda mengalami resistensi insulin. Hal ini menyebabkan sekresi insulin sehingga menyebabkan kelelahan sel beta. Secara lebih simpleks, kondisi ini, sebenarnya, memiliki dua sebab yang terpisah dan berbeda.
2. Dan ini semua bisa terjadi dalam beberapa tahun.

Lelaki ini, mengenyahkan Diabetes dan Fatty Liver Dengan Puasa

Pertanyaan pentingnya, sejak kapan sekresi hormon menyebabkan kelelahan organ?

a. Apakah hiper sekresi hormon tiroid menyebabkan kelelahan tiroid? Tidak.

b. Apakah sekresi kortisol yang lebay menyebabkan kelelahan adrenal? Nggak.

c. Apakah terlalu banyak olahraga menyebabkan kelelahan otot? Nope.

d. Apakah over thinking menyebabkan kelelahan otak? Ya ENGGAKLAH.

Faktanya, over stimulasi lebih sering menyebabkan hipertrofi, bukan atrofi. Artinya, olahraga yang meningkat menyebabkan pertumbuhan organ tubuh, bukan fibrosis. Bahkan jika ada “kelelahan”, proses ini seringkali membutuhkan beberapa dekade.

Hipotesis siklus kembar lebih masuk akal. Ini berarti bahwa tidak ada dua proses terpisah yang menghasilkan diabetes tipe 2. Hanya ada 1 masalah—akumulasi lemak intra-organ berlebihan (karena hiperinsulinemia).

Seperti yang ditunjukkan Dr. Taylor, begitu Anda menyingkirkan lemak intra-organ, resistensi insulin dan kegagalan sel beta hilang. Dalam hal ini, pengangkatan satu gram lemak dari pankreas dapat membalikkan diabetes tipe 2!

Melihat diabetes tipe 2 dari sudut pandang ini juga membersihkan paradoks lain. Insulin adalah hormon penyimpan energi. Jadi dua efeknya adalah mengurangi produksi glukosa hati (HGP) dan untuk meningkatkan penyimpanan lemak melalui DeNovo Lipogenesis (DNL). Jadi beberapa peneliti telah menyebut paradoks di diabetes tipe 2 bahwa hati adalah resistan terhadap insulin karena tidak mematikan HGP, pada saat bersamaan insulin sensitif karena ada banyak lemak di hati via DNL.

Tentu saja tidak ada paradoks nyata, hanya sebuah kesalahan pemahaman yang krusial tentang insulin dalam pandangan konvensional. Ingat bahwa hati itu seperti balon yang terlalu menggelembung.

Kerja insulin menjadi maha sulit, sehingga mendorong lebih banyak lemak dan gula ke a fatty overstuffed liver. Jadi, ia mencoba untuk meringankan dirinya dengan mencangkul keluar glukosa (HGP).

Itulah bagaimana Anda memiliki efek co-existent. Perhatikan bagaimana operasi bariatrik mengurangi produksi hati berlemak dan glukosa hepar?

Sumber Gambar

The clinical implications are simply mind-boggling.

Pertama, ini menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 bukanlah penyakit progresif kronis. Dua masalah (hepar hepatik dan disfungsi sel beta) adalah kondisi reversibel sepenuhnya dan disebabkan oleh akumulasi lemak intra-organ yang sama. Itu adalah berita yang menakjubkan, lho.

Ini berarti ada harapan bagi jutaan pasien diabetes tipe 2 yang putus asa bahwa mereka telah menjalani hukuman seumur hidup. Kedua, itu berarti kita perlu lebih fokus pada apa yang menyebabkan hati berlemak dan pankreas bergajih. Kita bisa menyembuhkan diabetes dengan mengeluarkan satu gram lemak.

Tapi bagaimana kita mengusir satu gram lemak dari pankreas?

Nah, kita tahu bahwa operasi bariatric adalah solusi. Tetapi, ada banyak komplikasi dan risiko. Kita harus mencari alternatif yang lebih aman dan sederhana. Apakah jawabannya? Sesungguhnya, jawabannya sungguh enteng, pankreas berlemak bisa dibersihkan hanya dengan melakukan medical bariatrics alias puasa. Puasa itu gratis, simpel, dan efektif.