Ingin Kurus dan Ramping? Baca Tentang Peran Serat Sebagai Antidot

Sumber Gambar

Peran utama serat adalah anti-nutrisi. Bagaimana si mekanisme serat sehingga penyerapan nutrisi bisa diperlambat di saluran pencernaan? Dengan mengunakan metode bulking dan viskositas. Saat kamu makan, insulin diproduksi. Dan, manfaat spesial dari serat adalah mengulur absorpsi glukosa yang mana bertendensi melonjakkan insulin.

Penelitian ini mengilustrasikan pengaruh serat. Tiga belas pasien diabetes tipe 2 diberi makanan cair karbohidrat 55%  yang identik. Satu-satunya perbedaan adalah penambahan serat dalam satu kelompok. Hasilnya? Lonjakan insulin dan glukosa menukik tajam. Karena insulin merupakan pendorong signifikan pada obesitas dan diabetes, apapun yang cenderung mengurangi insulin sangat bermanfaat. Esensinya, serat berperan sebagai semacam ‘antidote’ pada karbohidrat (racun). Ini berhasil hebat, karena hampir semua makanan nabati, dalam keadaan alami dan tidak diolah mengandung berbagai tingkat serat! Alam telah mengemas si racun dengan penawarnya. Diet protein dan lemak biasanya tidak mengandung serat karena kamu tidak memerlukan obat penawar jika kamu mengambil racunnya. Bahaya muncul saat kamu mengolah seluruh makanan tanaman dengan menghilangkan serat (seperti pada gula putih dan tepung putih). Sekarang kamu menelan racun tanpa penawar.

Diet kebarat-baratan, yang mana merupakan karbohidrat olahan tinggi mengekspos kita pada insulin dalam kadar tinggi karena kita telah melepaskan efek pelindungnya, yaitu kita telah memangkas karbohidrat dari si serat. Masyarakat tradisional lainnya juga mengonsumsi karbohidrat tingkat tinggi. Orang Okinawa misalnya makan ubi. Sekitar 80% dari makanan mereka adalah karbohidrat. Namun, mereka juga memakan banyak serat yang memberikan proteksi. Sampai saat ini, mereka adalah salah satu masyarakat berusia panjang di bumi—salah satu populasi Zona Biru.

Toksisitas tidak terletak pada makanan, si racun terletak pada prosesnya. Ini menjelaskan interaksi antara asupan serat dan diabetes tipe 2. Dr. Walter Willett dari Harvard meneliti the large Nurse’s Health Study 1 and 2. Dengan diet indeks glikemik tinggi, kamu dapat melihat bahwa risiko diabetes tipe 2 bergantung pada asupan serat.

Jika kamu melakukan diet indeks glisemik tinggi dan memiliki asupan serat sereal tinggi (kiri atas) maka risiko diabetes tipe 2 tidak melambung. Di sini rujukannya adalah 1.0 yang berarti bahwa segala sesuatu yang mendekati 1.0 mengindikasikan tidak ada peningkatan risiko.

Intinya, orang-orang ini mengambil tingkat ‘racun’ tingkat tinggi (indeks glikemik tinggi) namun juga mengkonsumsi ‘penawar’ tingkat tinggi (serat) pada saat bersamaan. Kelompok yang mengambil indeks glisemik rendah (tingkat racun rendah) namun tingkat serat yang rendah (tingkat penawar yang rendah) juga tidak memiliki peningkatan risiko diabetes.

Tapi lihat saja apa yang terjadi saat kamu mengonsumsi makanan dengan indeks glisemik tinggi (tingkat racun ‘tinggi’) dan tingkat serat rendah (tingkat antidote yang rendah). Rasio odds naik ke 1,75. Diterjemahkan ke dalam bahasa, ini berarti bahwa risiko pengembangan diabetes meningkat sebesar 75% dengan melakukan kombinasi mematikan ini.

By: Dokter Jason Fung (The Role of Fibre II – Hormonal Obesity XVII)

 

Sumber GambarInilah efek samping sebenarnya dari karbohidrat olahan. Pengolahan butiran sereal menghilangkan serat dan lemak. Ini juga memiliki efek menaikkan indeks glikemik. Biji-bijian (kebanyakan gandum) diproses lebih lanjut oleh penggiling tepung mekanis, bukan penggiling batu tradisional, yang mana menggiling gandum menjadi bubuk yang sangat halus.

Karena penggilingan ini, tubuh merasa sangat mudah menyerap dan oleh karena itu indeks glikemiknya menjadi dominan. Ini jauh dari temuan yang terisolasi.

Dalam studi Tindak Lanjut Profesi Kesehatan terhadap 42.759 pria dengan follow up 6 tahun, pada dasarnya hasil yang sama ditemukan oleh Dr. Willett. Diet dengan kadar glikemik tinggi (racun) dan juga serat tinggi (antidote) tidak memberi  risiko ekstra pada diabetes tipe 2. Low glycemic load (racun) dan serat rendah (antidot) juga tidak memiliki peningkatan risiko.

Tapi glycemic load tinggi (racun) dan serat rendah (antidote) meningkatkan risikonya hingga 217% dari level minimum. Yikes!

Dalam kohort prospektif terhadap 59.000 wanita kulit hitam, hasil yang sama dikonfirmasi. Wanita-wanita ini dibagi menjadi 5 kelompok.

Kelompok Q5 memiliki diet glycemic load teroptimal dan Q1 memiliki nilai terminimum. Dibandingkan dengan kelompok terendah, kelompok Q5 memiliki 23% peningkatan risiko diabetes. Mereka kembali dipecah menjadi 5 kelompok berdasarkan asupan serat sereal. Kelompok asupan tertinggi memiliki 18% risiko diabetes lebih rendah. Kita sekarang dapat memodifikasi Teori Obesitas Hormonal kita untuk mencakup efek perlindungan serat.

Karbohidrat dalam keadaan alami mereka, kecuali madu, selalu mengandung serat. Toksisitasnya terletak pada pengolahannya. Faktanya, toksisitas pengolahan tidak hanya berhenti pada karbohidrat tapi juga untuk semua makanan.

Lemak olahan misalnya, adalah beberapa agen aterogenik paling potensial di dunia makanan. Karena lemak alami jenuh seperti minyak kelapa dan lemak babi menjadi iblis, kita mulai beralih ke lemak tak jenuh ganda yang diolah seperti canola dan minyak jagung. Karena mereka tidak terlalu tahan banting karena kecenderungan menjadi lebih cepat tengik, produsen makanan mulai menghidrogenasi mereka.

Hasilnya? Lemak trans.

Salah satu dari sedikit hal yang menurut ahli gizi modern itu buruk bagi kita. Daging juga baru saja menjadi makanan olahan. Ini juga menjadi jelas bahwa daging olahan mungkin jauh lebih berbahaya bagi kita daripada yang tidak diproses. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan angka kematian. Studi lain mengaitkan daging olahan dengan kanker. Nitrat, misalnya, yang digunakan dalam banyak daging olahan mungkin merupakan zat berbahaya. Bagaimanapun, toksisitasnya terletak pada pemrosesannya. 

Di sinilah akar permasalahannya, mengapa junk food sangat berbahaya bagi kita. Dengan definisi yang sangat akurat, junk food adalah makanan olahan. Mungkin tinggi karbohidrat, tinggi lemak atau tinggi protein.

It almost does not matter.

Ini adalah makanan olahan yang dimasukkan ke dalam tubuh kita, tetapi sayangnya, tubuh kita tidak berevolusi untuk menangani yang bersifat racun. Penulis makanan yang luar biasa Michael Pollan selalu menasehati kita untuk makan makanan nyata, bukan hidangan ‘palsu’ yang seolah-olah layak dimakan.

What amazing wisdom delivered so succinctly!