Cara Efektif Menurunkan Berat Badan (1)

Sumber Gambar

Kita akan memulai membedah mengapa kita bisa mengalami obesitas, dan bagaimana cara untuk mengenyahkan lemak membandel. Mungkin banyak juga yang menjadi penasaran. Beneran nggak nih? Jangan-jangan cuma mau jualan alat atau produk?

Hal mendasar dan terpenting, dari semua metode penurunan berat badan yang rasional akan dimulai dengan mencari secara menyeluruh dan seksama, apa yang menyebabkan naiknya berat badan?

Apakah etilogi dari obesitas?

Saya “membuang” waktu cukup lama untuk menuliskan artikel ini karena ingin mengetahui penyebab yang substansial dan cukup detail. Saya telah menuliskan tentang hormon obesitas. Kamu juga bisa me-review tulisan yang berjudul Kalori, dan mengapa kalori sebenarnya tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

By: Dokter Jason Fung (How to Lose Weight I)

Saya juga telah menuliskan mengapa olahraga hanya merupakan bagian kecil saja dalam menurunkan berat badan. Setelah kita memahami bahwa INSULIN adalah kunci penting dan sangat sangat super penting kaitannya dengan kenaikan berat badan, kita bisa menembak dengan tepat musuh kita: KEGEMUKAN. Karena insulin adalah penyebab utama kegemukan maka kita harus menurunkan insulin.

Jangan Lupakan Minyak Sehat

Kegemukan bukan kerena adanya ketidakseimbangan kalori, tetapi ketidakseimbangan HORMON. Obesitas adalah penyakit karena insulin yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, pengobatannya adalah dengan menurunkan insulin. Ini tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ini tentu saja tidak semudah dengan hanya:

  1. Membatasi kalori
  2. Mengurangi konsumsi karbohidrat
  3. Meniadakan gula
  4. Mengkonsumsi serat sebanyak mungkin
  5. Menambah porsi buah-buahan dan sayuran.

Itu tidak cukup untuk menurunkan kadar insulin. Ada dua faktor super penting yang menyebabkan naiknya kadar insulin Faktor pertama adalah makanan yang kita makan. Makanan tertentu cenderung menaikkan insulin dibandingkan makanan lain. Ada juga makanan-makan yang melindungi terhadap lonjakan insulin.

Nah, pertanyaan lanjutannya, memangnya makanan-makanan apa sajakah yang bisa menaikkan, dan makanan apa yang bisa memblokir naiknya insulin.

Apakah kita harus memakan:

  1. Makanan rendah kalori?
  2. Rendah karbohidrat?
  3. Rendah lemak?
  4. Rendah protein hewani?
  5. Lemak setinggi mungkin?
  6. Dan lain-lain sebagainya…

Namun, sebetulnya, ada hal yang tidak akan mempengaruhi insulin, apa pun yang kita makan insulin tetap saja bisa tidak dapat diturunkan lagi. Faktor ini adalah resistensi insulin. Resistensi insulin yang tinggi akan menyebabkan tingkat insulin yang tinggi. Fruktosa bukan hanya satu-satunya faktor yang dapat meningkatkan resistensi, ada banyak faktor lain juga.

Ini adalah berkaitan dengan pertanyaan BERAPA KALI KITA MAKAN?

Pertanyaan ini sebetulnya seringkali diabaikan, padahal bentangan tentang teori dan penelusuran tentang obesitas begitu luasnya. Baik di internet, maupun di jurnal akademik, KAPAN KITA MAKAN entah mengapa lupa kita pikirkan, dan luput kita bahas. Resistensi insulin berkembang dari waktu ke waktu.

Hal ini menjelaskan faktor KAPAN KITA MAKAN mempengaruhi obesitas. Mayoritas orang menjadi gemuk rata-rata sekita 500 gram sampai dengan 1 kg per tahun. Namun, tetap saja saya akan membahas pertanyaan pertama APA YANG KITA MAKAN

Saya akan membahas tiga besar makronutrisi utama yaitu:

  1. Karbohidrat
  2. Protein
  3. Lemak

 

Sarapan dengan lemak sehat, protein, dan sayuran. Skip makan malam.

Dan pilihan-pilihan sehat di antara mereka. Lalu kita akan mendiskusikan pertanyaan kedua KAPAN KITA MAKAN dan apa implikasinya yang mengejutkan. Ini akan menggiring kita pada obat kuno untuk obesitas, yang sampai dengan saat ini telah dilupakan. Kita mulai peduli dengan faktor ini.

Semenjak resistensi insulin-tinggi dikenal sebagai penyakit Diabetes tipe 2, ini juga menjadi dasar pengobatan yang rasional untuk diabetes tipe 2.

Obat-obatan untuk Diabetes tipe 2, saya yakin sebetulnya tidak berguna. Ini rencana umum yang akan saya jelaskan. Jadi mari kita mulai petualangan kita. Sebenernya ada dua temuan menonjol daei semua studi diet yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Awalnya, dalam jangka waktu pendek, semua diet bekerja. Namun, dalam jangka waktu panjang semua diet gagal. Apakah yang saya bicarakan? Sesungguhnya semua penurunan berat badan mengikuti semua kurva yang sama yang dinamakan DIET YOYO, ini sangat familiar di kalangan pelaku diet di seluruh dunia.

Baik diet Mediteria, Atkins, Diet kuno—rendah lemak rendah kalori—semua diet dalam jangka waktu pendek memang berhasil. Semua diet tentu saja bekerja. Namun, setelah 6 bulan sampai dengan satu tahun, berat badan secara tiba-tiba mengalami Plato diikuti dengan kenaikan berat badan meskipun diet telah dilakukan dengan disiplin.

Hal ini terjadi pada semua diet. Dan pertanyaan pentingnya adalah MENGAPA?

Jika Anda ingin menurunkan berat badan secara permanen sebenarnya ada dua proses yang harus dilewati. Yaitu:

  1. Jangka pendek
  2. Jangka panjang.

Dan resistensi turunnya berat badan adalah HOMEOSTASTIS. Penjelasannya begini. Wilayah hipotalamus otak menentukan Body Set Weight (BSW). Ini adalah lemak kita “thermostat”. Insulin bertindak mengatur BSW yang lebih tinggi.  Nah, dalam jangka pendek kiya bisa menggunakan berbagai metode diet dan semuanya pasti berhasil.

 

Namun, setelahh kita di bawah BSW, tubuh mulai mengaktifkan mekanisme untuk menaikkan berat badan lagi. Resistensi berat badan pertama kali ditunjukkan oleh Drs. Leibel dan Hirsch pada tahun 1984. Orang obesitas yang telah kehilangan berat badan membutuhkan sedikit kalori.

Metabolisme tubuh mereka akan melambat secara dramatis. Tubuh menolak penurunan berat badan dlam jangka waktu panjang. Fakta ini dikenal luas dan telah dibuktikan secara ilmiah dan dan impirik.

Analoginya seperti ini, bayangkan suhu di ruangan rumah Anda adalah rendah, dan Anda merasa kedinginan. Lantas Anda memasang pemanas listrik kecil. Pastinya rumah Anda akan memanas. Dan semua merek tampaknya bekerja dengan baik. Dan ini merupakan solusi jangka pendek untuk masalah ini.

Melangsing Permanen Tanpa Diet Yoyo

Setelah beberapa saat, semua thermostat merasa telah melakukan tugasnya dengan baik, semua suhu telah naik. Lallau kemudian AC membuat temperature kembali turun. Akhirnya, setelah pertempuran naik turun, rumah selalu menjadi sang juara. Suhu melayang bebas ke bawah, dan kita semua merasa dingin lagi. Ini adalah problematika jangka panjang. Semuanya pemanas gagal jika telah mengenal jangka panjang. Masalah utamanya adalah HOMEOSTATIS. Sementara kita telah menyesuaikan suhu, sementara thermostat belum.

Sekarang, mari kita terapkan hal ini pada termologi obesitas. Tingginya insulin menyebabkan level BSW thermostat juga terlalu tinggi. Kemudian kita memutuskan untuk menurunkan berat badan. Kita dapat mengikuti semua metode diet, dan dalam jangka pendek pasti berhasil. Namun apakah yang terjadi dalam jangka waktu panjang.

Masalahnya adalah kita belum menangani masalah resistensi insulin. Resistensi insulin menyebabkan hormone insulin tetap tinggi. BSW yang diterapkan masih diseting di tingkat tinggi. Tubuh memberikan respon dengan meningkatkan berat badan seperti semula. Sinyal hormonal kelaparan meningkat, memaksa kita untuk makan.

Jika itu tidak berhasil, tubuh melakukan taktik lain yakni pengularan total energy (TEE) dikurangi. Ini persis seperti pengalaman beberapa peserta di Minnesota Starvation Experiment. Saat metabolime menurun, ini membuat kita semakin sulit menurunkan berat badan. Akhirnya setelah seperti permainan jungkat-jungkit, BSW pada akhirnya menang. Kita sudah terlalu sering mendengar pengalaman ini. KITA KEMBALI GEMBROT. Masalahnya adalah HOMEOSTATIS.

Kembali lagi ke pertanyaan semula. Mari kita memisahkan dua pertanyaan:

  1. Pertanyaan pertama metode diet apakah yang cocok untuk menurunkan berat badan dalam jangka waktu pendek?
  2. Apakah kita tetap dapat menurunkan berat badan, atau minimal dapatkan kita mempertahankan berat badan ideal kita?

Pertanyaan pertama bisa dijawab dengan: APA YANG KITA MAKAN? Pertanyaan kedua bisa diperdalam lagi, MENGAPA SEMUA DIET GAGAL DALAM JANGKA WAKTU PANJANG?

Dan jawabannya adlah ini adalah masalah resistensi insulin dan mereset ulang insulin BSW tersebut. Pertanyaan ini harus dapat dipecahkan sehingga dapat menemukan pengobatan yang komprehensif untuk obesitas.