Ingin Kurus dan Ramping? Baca Tentang Cara Menghancurkan Lemak Tubuh

Sumber Gambar

Kamu tahu, model teori obesitas yang jadul dan terbelakang? Di bawah ini gambarnya.

Kesimpulannya, makan banyak disebabkan karena adanya hormon mediasi, dan bukan karena orang itu rakus. Dan fakta lain yang lebih mencengangkan, makan banyak tidak menyebabkan kita menggemuk, dan makan sedikit tidak menyebabkan kita menjadi ramping. Mungkin bisa saja kamu melangsing, tapi dengan mengurangi porsi, kamu akan mengalami diet yoyo, alias bisa sih jadi ramping, tapi tidak permanen. Untuk bukti yang lebih WOW mari kita menilik kasus Sam Feltham.

Smash the Fat – Calories Part XI

Ini didasari karena adanya ambigu antara eksperimen overeating (makan banyak) versi purbakala dan jaman now alias kekinian, Sam Feltham memutuskan untuk melakukan penelitian fantastis dengan objek dirinya sendiri. Dia makan sebanyak 5 ribu kalori/ hari, dengan komposisi rendah karbohidrat, tinggi lemak (LCHF) dengan menu alami (bukan makanan palsu a.k.a olahan) selama 21 hari. Dasar penelitiannya adalah sebuah premis bahwa yang menyebabkan badan kita membulat bukan karena kalori yang berlebihan namun karena konsumsi karbohidrat olahan. Jika premis itu benar, maka ia tidak akan menggemuk meski jumlah kalorinya sangat tinggi (ingat, tingkat karbohidrat berada di level seminimal mungkin, tingginya kalori berasal dari lemak alami). Wunderbar!

By: Dokter Jason Fung

Contoh dietnya bisa dilihat di sini. Total kalori 5.794 per hari dengan makronutrisi terdiri dari karbohidrat 10%, lemak 53%, dan protein 37%. Jika mengikuti kalkulasi perhitungan kalori standar, seharusnya berat badannya menjadi 7,3 kg. Aktualnya, berat badannya hanya naik sebanyak 1,3 kg.

Yang lebih membuat kita terpelanting lagi adalah, ukuran pinggangnya malah mengecil sekitar 3 cm, yang artinya, memang benar berat badannya naik, namun berupa masa otot. Jika kamu perhatikan lebih seksama, kelebihan kalori tidak membuat kita menimbun lemak. Skala simpel kalori-masuk versus kalori-keluar sungguh tidak relevan.

Lantas, ada beberapa orang yang beradu pendapat bahwa Sam memiliki metabolisme yang cepat, tidak peduli apa yang dia makan, dia tidak akan menggemuk. Benarkah seperti itu? Apa yang akan terjadi jika Sam menendang diet LCHF (rendah karbohidrat tinggi lemak)? Apa yang akan terjadi jika Sam mengonsumsi 5.000 kalori tetapi mengikuti standar American Diabetes Association yang mana tinggi akan asupan karbohidrat?

Hasilnya sungguh brilian. Selama 21 hari dengan diet tinggi karbohidrat sebanyak 5.000 kalori. Lebih dari 21 hari, ia makan 5.793 kalori/ hari dengan makanan palsu yang terdiri dari tepung dan gula.

Makronutrisinya terdiri dari:

  1. Karbohidrat sebanyak 64%.
  2. Lemak sebesar 22%.
  3. Protein porsinya 14%.

Menariknya, ini serupa benar dengan apa yang direkomendasikan oleh para ahli gizi kepada kita. Lantas, bagaimana hasilnya? Apakah dengan kalori yang sama ia menggemuk atau meramping? Kamu bisa melihat dengan mata kepalamu sendiri, berat badannya naik, dan sesuai dengan prediksi formula kalori—naik sebanyak 7.1 kg. Ukuran pinggang melar menjadi 9,25 cm.

Lihatlah gambarnya! Lipatan dagu yang aduhai, Batman. Hanya dalam jangka waktu 21 hari, cowok ganteng ini juga mempunyai love handles alias lipatan pinggang. Inilah yang akan terjadi jika kamu menuruti apa kata badan otoritas obesitas.

Sekarang kamu sudah mendapat gambaran yang sangat jelas, kan? Ada sesuatu yang lebih rumit daripada mengurangi kalori. Dengan jumlah kalori yang sama, satu diet—rendah karbohidrat, tinggi lemak, makanan natural, membuat kita meramping (ukuran pinggang pun mengecil). Di sisi lain, gaya diet standar yang disarankan oleh American Heart Association malah menaikkan berat badan kita sebanyak 15 pound. Jadi, penyebabnya bukan kelebihan kalori dong. Sepakat? Jika kita bersikap cuek pada model CRAP dan kalori, kemudian kita bisa fokus pada pertanyaan yang relevan.

Apa yang menyebabkan badan menggemuk? Apa etiologi obesitas? Pastinya bukan menghitung kalori.

Kita telah mendapatkan realita bahwa tubuh mempunyai setelan tertentu untuk berat badan. Jika kamu mencoba menaikkannya, tubuh akan mengupayakan agar dia kembali melangsing. Jika kamu berusaha menurunkannya, tubuh malah melonjakkan timbangan. Jadi, pertanyaan super pentingnya, apa yang mengontrol pengaturan berat badan?

Satu-satunya cara untuk mengurangi berat badan dengan sukses adalah dengan menurunkan BSW. Tetapi, kita bisa melakukan hal itu jika kita mengerti apa yang mengatur termostat berat badan?

Analoginya begini. Katakanlah kamu mengatur termostrat di rumahmu menjadi 30 celcius, yang mana sangat panas dan bikin uring-uringan. Supaya menjadi sejuk, kamu membeli AC. Memang sih, AC telah mendinginkan ruangan, namun termostatmu menyalakan heater sehingga AC dan heater saling beradu dan berkelahi satu sama lain.

Nah, begitu pula dengan berat badan. Kita mengurangi kalori, namun mengabaikan BSW. Kamu mencoba melangsing, namun tubuhmu mengembalikan lagi berat yang hilang. Kita lapar. Metabolisme mulai dimatikan.

Bukankah jauh lebih mudah jika kita mengatur termostat menjadi 21 celsius—temperatur yang nyaman, dibandingkan melawan tubuh kita sendiri? Alasan mengapa diet sangat sulit karena kita berantem dengan tubuh kita sendiri. Dan inilah tantangan selanjutnya, kita harus mencari tahu, apa yang sebenarnya mengendalikan BSW?