Mengapa Kita Menggemuk? Mari Kita Bedah si Bukti

Sumber Gambar

Pernahkah Anda mendengar ungkapan “The Proof is in the Pudding?” Atau kayak gini, “The proof of the pudding is in the eating.” Ini artinya apaan, sih? Ini maksudnya, tidak peduli apa yang Anda pikirkan, Anda perlu melihat hasilnya untuk benar-benar menilai sesuatu.

Misalkan Anda berpikir bahwa menambahkan kapur barus ke resep puding akan membuatnya lebih baik. Anda mungkin akan menemukan berbagai alasan mengapa—akan membuat warna lebih ringan, akan membikin teksturnya lebih ciamik, akan meningkatkan rasa. Tapi semua ini tidak penting pada akhirnya. Satu-satunya pertanyaan yang perlu Anda tanyakan adalah ini —“Bagaimana rasanya?”

By: Dokter Jason Fung (The Proof is in the Pudding – More Turds in the PunchBowl)

Buktinya terletak pada hasil—rasa puding yang sudah jadi. Faktanya ada di puding. Jadi mari kita menerapkannya pada obesitas.

Teori nutrisi yang dominan dari setengah abad terakhir adalah Kalori masuk, Kalori keluar. Kita telah keliru percaya bahwa kalori yang berlebihan inilah yang menyebabkan obesitas. (Anda dapat meninjau seri Kalori untuk mempelajari lebih lanjut mengapa hal ini salah).

Dalam paradigma ini, mengurangi ‘kalori masuk’ akan menyebabkan penurunan berat badan. Selanjutnya, olahraga yang meningkat akan melonjakkan ‘kalori keluar’ dan karena itu, juga menyebabkan penurunan berat badan. Lemak, yang sangat padat kalori (9 kalori/ gram dibandingkan dengan sekitar 4 untuk karbohidrat dan protein), harus disingkirkan.

Jadi di sini kita memiliki diet rendah lemak dan rendah kalori dikombinasikan dengan durasi olahraga yang menggila. Ini sangat rapi diringkas oleh Eat Less, Move More approach. Dan ini adalah resep diet standar selama setengah abad terakhir. Kita bisa menemukan semua jenis mekanisme (calori in, calori out) mengapa ini harus sukses, tapi apakah itu? Apa hasilnya? Semuanya tergantung impak.

The proof is in the pudding. Nah, inilah hasilnya. Epidemi obesitas global yang sangat merajalela. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Atlanta baru-baru ini memperbarui peta obesitas untuk Amerika Serikat dan hasilnya sangat mengerikan. Tidak ada negara bagian yang memiliki tingkat obesitas di bawah 20%. Saya ulangi sekali lagi.

Sampai akhir 1995, tidak ada negara bagian yang memiliki tingkat obesitas lebih tinggi dari 20%.

Jadi mari kita jelajahi kedua fakta tak terbantahkan ini:
 1. Fakta #1— Saran penurunan berat badan secara konvensional adalah Kurangi Makan,  bergerak Lebih Banyak, atau Pengurangan Kalori sebagai Primer (CRaP).

2. Fakta #2—Obesitas makin meledak di seluruh tempat sialan itu.

Mengingat dua fakta ini bersama, hanya ada 2 kemungkinan.

Gerakan Gemuk, yang melupakan fakta bahwa gemuk bisa mengundang masalah kesehatan

Salah satu probabilitasnya adalah sarannya bagus, tapi orang sama sekali tidak bisa mengikutinya. Ini akan menjadi imajinasi nyata. Tidak ada yang benar-benar ingin menjadi gemuk. Ketika dokter menyarankan orang untuk berhenti merokok, mereka berhenti merokok. Ketika dokter menyarankan untuk menonton tekanan darah dan kolesterol mereka, mereka mengawasi BP dan kolesterol mereka. Saat dokter menyarankan untuk meningkatkan olahraga, mereka menambah porsi olahraga. Jadi mereka tidak mengikuti saran dokter untuk bergerak lebih banyak dan makan lebih sedikit?

Keyakinan ini adalah jalannya si cowards di mana-mana dan juga dikenal sebagai ‘Blame the Victim’. Jauh lebih mudah menganggap saran yang kita berikan itu super, dan kesahannya terletak pada pasien. Siapa suruh nggak mau nurut. Ini mengubah kesalahan psikologis dari pemberi advis ke pengambil saran.

Just as ignorant people may have once believed “Those blacks brought the violence upon themselves by sitting in the white-only section”, ignorant people now believe that “Those fat people brought this on themselves”.

Sama seperti orang-orang ignorant mungkin pernah percaya “Orang-orang kulit hitam membawa kekerasan pada diri mereka sendiri, siapa suruh kulitnya nggak putih,” orang-orang ignorant sekarang percaya bahwa “Orang-orang gemuk ini membuat diri mereka semakin bulat karena ogah dengerin petuah dokter.”.

Selanjutnya, data tersebut tidak mendukung anggapan bahwa orang tidak mengikuti wejangan ini. Orang memang sebenarnya mengurangi asupan lemak secara signifikan, sama seperti yang direkomendasikan dokter. Lemak telah diganti dengan karbohidrat, seperti Pedoman Diet 1977. Yang paling membuat saya takut, adalah + 91% minyak nabati (bergidik). Jadi, bukan orang tidak mengikuti nasehatnya. Mereka udah ngerjain hal itu kok. Jadi kita tidak bisa menuduh bahwa alasan diet gagal karena orang tidak mendengarkan. Apakah orang Amerika memakan lebih banyak kalori? Tidak juga.

Korelasi antara obesitas dan peningkatan konsumsi kalori baru-baru ini dipecah. Data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) di Amerika Serikat dari tahun 1990 sampai 2010, tidak menemukan hubungan antara peningkatan konsumsi kalori dan penambahan berat badan. Sementara obesitas meningkat pada tingkat 0,37 persen per tahun, asupan kalori tetap stabil. Wanita sedikit meningkatkan asupan kalori harian rata-rata dari 1.761 kalori menjadi 1.781, namun pria sedikit menurun dari 2.616 kalori menjadi 2.511. Jadi, apa satu-satunya kemungkinan yang tersisa? Saran untuk makan kurang dan Bergerak lebih banyak adalah cacat kolosal. Ini adalah respons yang teramat sahih. Kenyataannya, mengingat tingkat keparahan epidemi obesitas, kemungkinan besar, saran konvensional untuk bergerak lebih banyak, kurangi asupan adalah keliru.

Sumber Gambar

Mari kita lihat apa tingkat keberhasilan metodologi CRaP. Inilah paper menarik yang merinci kerusakan yang telah kami lakukan. Periset di Inggris melihat hampir 175.000 pria dan wanita gemuk kecuali mereka yang mendapat operasi bariatrik.

Sebagian besar, kita bisa berasumsi mendapat saran CRaP untuk mengurangi kalori. Selama 9 tahun follow up, berapa yang mampu mencapai berat badan normal? Tingkat keberhasilan rata-rata 1 dari 210 untuk pria, dan 1 di 124 untuk wanita. Untuk keduanya, katakanlah 1 dalam 167 atau 0,006. Itu, adalah peluang keberhasilan 0,6% dan kemungkinan kegagalan 99,4%. Tapi bagi mereka yang paling gemuk (BMI> 40), kemungkinan turun menjadi 1 pada 1290 untuk pria dan 1 di 677 pada wanita. Untuk keduanya, katakanlah 1 pada 983,5 atau 0,001. Itu adalah peluang sukses sebesar 0,1% atau kemungkinan kegagalan 99,98%. Tapi saya tidak benar-benar membutuhkan sebuah studi untuk meyakinkan Anda tentang kebenaran. Ini berbau fakta. Anda sudah mengetahuinya. Makan Kurang, Bergerak lebih banyak, tidak pernah, tidak pernah sanggup menyelesaikan masalah. Lagi pula, siapa yang belum mencoba metode CRaP? Hadapilah, kita semua sudah mencobanya. Dan kita semua gagal. Tingkat kegagalan 99,898%? Yeah, sounds about right to me.

Saran diet itu salah. Namun otoritas gizi seperti Kevin Hall Lembaga Kesehatan Nasional terus berkhotbah, dan berkoar-koar. Mari keluar dari menara gading dan masuk ke dunia nyata, karena di situlah kita semua tinggal, bukan laboratorium metabolisme Anda. Tapi inilah yang paling penting untuk dimengerti.

Entah itu yang pertama (saran bagus yang orang tidak ikuti) atau kemungkinan kedua (saran buruk yang diikuti orang), IT DOESN “T MATTER. Sarannya masih mentah atau bisa jadi busuk. Jika Anda memberi petuah, tapi nggak seorang pun bisa ngikutin, artinya si usul masih amburadul. Jadi, sekali lagi, dilihat secara logis, saran Pengurangan Kalori sebagai Primer (CRaP) tengik karena kita memiliki obesitas dan epidemi diabetes yang mengamuk. Buktinya ada di puding. Apa yang harus dilakukan? Sekali lagi satu-satunya kesimpulan rasional adalah MENGUBAH SARAN itu.

Kita harus mengikuti nasihat George Costanza (dari Seinfeld). Ketika dia menyadari bahwa semua keputusannya aus, dia dengan sengaja melakukan kebalikan dari instingnya, dan hasilnya bagus. Ini hanya sitkom, tapi mungkin ada sesuatu di sini. Jika kita melakukan segalanya berlawanan dengan apa yang kita ketahui (diet Costanza), mungkin kita lebih baik dari kita yang sekarang. Yang sangat krusial untuk dipahami adalah ini.

Kita harus berhenti berbohong pada diri kita sendiri. Kita membual kepada diri sendiri bahwa kita memberikan nasihat yang apik.

Kita berdusta pada diri sendiri, bahwa orang akan baik-baik saja jika mereka mengikuti model-Eat-Less-Move-More. Itu sama sekali tidak benar. Ini adalah kibulan yang kita katakan pada diri kita sendiri sehingga kita tidak harus menghadapi kebenaran nyelekit bahwa kita kalah.

Sangat sulit untuk menghadapi fakta-menggigil yang mengatakan bahwa semua pelatihan medis, sumber daya dan uang telah menjadi limbah. Kita belum membantu siapa pun. Sebaliknya, kita telah memperburuknya. Setelah 50 tahun, kita membuat masalah semakin rombeng.

Jadi, sebaliknya, kita berbohong kepada diri sendiri bahwa ini adalah masalah yang sulit, dan kita melakukan yang terbaik yang kita bisa. Kita harus berhenti berpura-pura bahwa kita melakukan order dengan rancak. Kami adalah dokter yang inferior. Kami adalah ahli gizi yang runyam. Kami melakukan pekerjaan yang benar-benar mengerikan dalam mengelola obesitas. Buktinya, seperti yang mereka katakan, ada di puding.

Tapi sangat sulit untuk mengatakan yang sebenarnya. Anda menjadi sepopuler kotoran dalam punchbowl. Sebagai contoh, Nina Teicholz baru-baru ini menulis sebuah artikel brilian dan berani yang berusaha membawa perubahan nyata dalam panduan diet USDA. Untuk ini dia terus menerus diserang oleh individu tertentu seperti Dr. David Katz.

Mari ikuti logika di sini. Kami telah memberi saran diet rendah lemak dan kalori dikurangi (fakta). Kami telah mengembangkan obesitas kritis dan epidemi diabetes (fakta). Jadi, secara logis, mengubah arah mungkin merupakan hal yang baik. Tentu saja, bukan begitu cara orang seperti Dr. David Katz melihatnya.

Sumber Gambar

Dia berulang-ulang mempertimbangkan ulasan kami saat ini. Why is he so stupid? The proof is in the pudding. Nasihat kami saat ini menggiring kita ke dalam kekacauan ini. Kami tidak akan keluar dari situ dengan mengikuti saran basi yang sama.

Tidak masalah bahkan sedikit pun dia nggak ngerasa. MENGAPA  Anda pikir saran saat ini bagus.? It failed. Face it. But I don’t really think he is that stupid.  Melainkan merupakan kasus disonansi kognitif.

Yang benar adalah bahwa orang-orang berpengaruh seperti Katz yang sombong telah mempertaruhkan reputasinya atas advis ini, dan lebih baik bagi mereka bahwa jutaan orang dihukum karena obesitas, diabetes, kebutaan, amputasi, cuci darah dll, daripada nama baik mereka dilingkari.

Dia lebih suka berbohong pada dirinya sendiri, daripada mengakui kebenaran yang ada di depan matanya. Jauh lebih mudah baginya untuk menyalahkan jutaan korban di sini. Misalnya, dia menulis “DGAC (Diet Diet Advisory Committee)”. Sangat baik kecuali untuk epidemi diabetes yang menjadi berlipat ganda.

Dia menulis di artikel lain “I have neither eggs, nor eggplants to sell you” memuji pedomannya. Itu hanya buku-buku Anda yang penuh dengan wejangan bodoh. Hanya dengan mengakui kebenaran, bisakah kita memulai katarsis. Kita bisa memulai penyembuhan, tapi hanya dengan menghadapi kebenaran yang dingin, keras, dan sulit. Kami gagal.

Untuk obesitas, seperti untuk diabetes tipe 2, kita mendapatkan ‘F’ untuk ‘Fat’. Waktunya mengubah nasehat the sooner, the better.