Mau Hepi? 3 Cara Cepat Yang Bisa Kamu Lakukan Hari Ini

“Very little is needed to make a happy life; it is all within yourself, in your way of thinking.”

“Ingin bahagia? Sesungguhnya sangat sedikit yang dibutuhkan; semua stok-nya ada di dalam dirimu, segalanya tergantung pola pikirmu.” Marcus Aurelius Antoninus

“If you want happiness for an hour — take a nap.’
If you want happiness for a day — go fishing.
If you want happiness for a year — inherit a fortune.
If you want happiness for a lifetime — help someone else.”
Chinese Proverb

“Seandainya kamu ingin hepi selama satu jam—tidur siang.”
Jika kamu mau bahagia seharian—-pergilah memancing.
Pabila agan menginginkan kebahagiaan selama setahun—mewarisi banyak uang.
Jikakau  Anda mendambakan hepi seumur hidup – bantu orang lain.”
Pepatah China

“When one door of happiness closes, another opens, but often we look so long at the closed door that we do not see the one that has been opened for us.” Helen Keller

“Ketika salah satu pintu kebahagiaan telah menutup, pintu lain akan terbuka, tapi seringkali kita menatap kosong lama sekali pada pintu yang ditutup sehingga kita tidak bisa melihat pintu yang sudah menganga tepat di muka kita.” Helen Keller

 Datangnya si hepi tidak harus berasal dari sesuatu yang gigantis atau kejadian luar biasa. Ia juga bisa datang dari sesuatu yang lebih kecil, bahkan dari kebiasaan sehari-hari.

Jadi, hari ini saya hanya ingin berbagi 3 tips-cepat yang membuat saya lebih bahagia, dengan menerapkan kebiasaan ini, membuat saya bersiul-siul riang menjalani detik demi detik yang dulunya terasa sesak dan hampa.

Start by setting a low bar for happiness.

Mengubah parameter si hepi di level serendah mungkin.

Gini, Bro. Ketika kamu bangun di pagi hari katakan pada diri sendiri kalimat ini, “Buddy, gue netapin bar yang rendah buat si hepi hari ini, sepakat?”

Berdasarkan pengalaman saya, ketika saya berujar pada diri saya sendiri, dan mencoba mengingatnya pada siang hari, saya jadi bisa menghargai hal-hal lain.

Makanan, pekerjaan saya, cuaca, kejadian kecil hari ini, adalah sesuatu yang patut kita syukuri, belum tentu datangnya setiap hari. Langit biru hari ini, mungkin akan digantikan langit kelabu esok hari. Sup ayam pedas detik ini akan disubtitusi dengan roti bakar di kemudian hari. Hal-hal kecil yang dulunya biasa menjadi istimewa ketika saya mencoba menghargainya. Ambil jeda beberapa detik untuk memperhatikan dan berterimakasihlah. Bersyukur dengan apa yang telah kita miliki.

Pertanyaan besarnya, dengan saya mengapresiasi hal-hal kecil di rutinitas saya, apakah saya menjadi tidak termotivasi melakukan sesuatu yang lebih wah, menjolok mimpi saya misalnya?

Not in my experience.

Justru sebaliknya. Saya berubah menjadi lebih baik. Saya memandang hidup dengan cara 180 derajat berbeda dari sebelumnya. Bahan bakar saya menjadi full tank. Inspirasi saya membludak. Dan saya menjadi tahan banting serta sanggup mengeksplorasi serta bekerja lebih efisien, dan ini mencakup pekerjaan besar ataupun kecil.

Saya rekomendasikan tips ini, coba saja kalian uji dan mari kita lihat bagaimana ini akan memperlicin segalanya. Tentunya, lama kelamaan kamu akan melupakan tentang bar rendah tadi. Lantas flow-nya akan menjadi natural dan ini akan menciptakan gap yang besar.

Help someone out.

Membantu orang lain.

Cara paling simpel dan paling ampuh untuk membuat hepi adalah membantu orang lain, terutama yang sedang tertimpa masalah.

Bagaimana cara membantu seseorang? Dengan memberi mereka nilai, apa pun bentuknya. Mungkin kalian bingung dengan kalimat ini, tampak abstrak? Oke, saya berikan beberapa ide mengenai ini, yaitu:

Menawarkan beberapa bantuan praktis. Jadi langsung take action aja, misalnya membantu teman pindahan kos-kosan, atau memasak makan malam.

Memberikan saran yang ciamik. Teman kita mungkin tidak selalu menginginkan nasehat tapi jika mereka meminta maka berikan saran terbaikmu berdasarkan pengalamanmu.

Hugs. Memberikan orang lain sebuah pelukan. Memeluk dan dipeluk membuat nyaman, dan membuat situasi orang lain setidaknya menjadi lebih baik. Tidak usah berkata apa-apa, cukup hanya sebuah pelukan.

Memberi dorongan dan motivasi untuk seseorang. Ada banyak keputusasaan di dunia ini. Jadi sebagai gantinya, jadilah pengecualian dan beri motivasi orang lain untuk percaya pada dirinya sendiri dan yakin dengan apa yang ingin mereka lakukan.

Dengarkan saja. Terkadang orang tidak menginginkan bantuan. Mereka hanya ingin curhat atau perlu seseorang untuk mendengarkan saat mereka memikirkan segalanya dan melepaskan emosi yang terpendam. Ini mungkin tidak tampak seperti bantuan besar, tapi bisa menjadi sangat penting bagi seseorang yang membutuhkannya. Jadi duduk di sana dengan 100% memusatkan perhatian kepadanya—jangan duduk di sana memikirkan sesuatu yang lain—cukup sediakan kedua telinga.

Membantu orang lain memandang sebuah perspektif baru. Untuk orang yang sedang ditimpa problem, mungkin mereka akan terbungkus dalam keruwetan dan membikin gunung masalah mencuat dari gundukan tanah. Tapi kamu bisa membantu dengan membubuhkan perspektifmu. Kalian berdua bisa membicarakannya, mungkin menertawakannya dan bahkan menemukan kesempatan yang ngumpet dalam kepusingan di kepala seseorang. Sebelum berdialog denganmu, mungkin dia merasa langit jatuh, namun dengan wacana baru, dia akan menemukan sesuatu yang ternyata malah berkilau.

Dan ingatlah untuk menepuk punggungmu sendiri dan hargai dirimu karena sanggup membantu seseorang keluar dari problematikanya. Jangan mengecilkan kontribusimu atau menganggap itu angin lalu.

Ambil jeda dan luangkan momen untuk diam-diam merenungkan bagaimana kamu telah melakukan sesuatu yang baik.

 

Be kind to yourself.

Jadilah sahabat yang baik untuk diri sendiri.

Bersikap baik kepada diri sendiri adalah hal yang sangat membantu untuk healthy self-esteem atau percaya diri yang sehat dan merupakan bensin untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

Ada banyak cara untuk bersikap lebih manis terhadap dirimu sendiri, tetapi tiga hal ini juga ampuh, yakni:

Change your input to things that are kind and constructive.

Jangan mengkritik dirimu sendiri seolah-olah kamu penjahat kelas kakap. Berilah masukan yang ramah dan konstuktif pada dirimu sendiri.

Pesan toksik dari orang-orang di sekitarmu atau manusia dengan radius jauh seperti media, iklan dan masyarakat biasanya malah membuat kamu meninju dirimu sendiri.

Jadi, sedikit demi sedikit, ganti asupan harian dan mingguanmu dengan input yang membuatmu lebih bugar.

Ini bisa menjadi motivasi untuk teman dan keluarga, bisa juga menolong seseorang yang situasinya hampir sama denganmu.

Mebiasakan membaca buku-buku praktis pengembangan diri atau blog juga bisa membantumu dengan solusi yang nyata, dan membantumu menghadapi tantangan di depan mata dan tujuan apa yang ingin kamu genggam.

Lebih banyak menginvestasikan waktu di alam dan situasi yang tenang untuk rileks dan mengisi batere dirimu sendiri. Luangkan waktu untuk bersantai.

Compare yourself to yourself.

Membandingkan dirimu dengan dirimu lagi.

Membandingkan apa yang kamu punya dan hasil yang telah kamu raih dengan prestasi orang lain adalah hal yang bisa membunuh motivasi dan membikin minder. Untuk apa? Hanya membuatmu lelah. Karena faktanya, akan ada seseorang yang selalu melangkah lebih dulu. Di atas langit pasti ada langit.

Jadi fokus sama diri sendiri aja. Hargai apa yang sudah kita capai. Ini sesuatu yang penting dan harus digarisbawahi, karena merupakan motivator yang powerful, konsentrasi pada dirimu sendiri bisa menjadi pengingat setinggi apa kamu telah menanjak dan berapa ratus kilo meter kamu telah berlari.

Give yourself a break.

Beristirahatlah.

Kadang saya mendengar bahwa kamu harus selalu positif dan selalu menjadi pemenang setiap saat supaya bisa seinchi lebih dekat dengan tujuanmu. Man, ini crap banget. Sampah abis, dan bener-bener nggak masuk logika. Memang sih terdengar inspiratif di teorinya. Tapi, realitasnya kita ini tidak sempurna. Setiap makhluk di bumi ini tidak ada yang perfecto. Jadi, menangislah jika memang sedih. Marahlah jika memang kesal. Normal-normal sajalah.

Hidup memang seperti ini. Kadang tingggi, kadang rendah. Kamu bisa ngejalanin hidup ala kamu sendiri. Kadang saya merasa lemas dan tidak memiliki energi, atau bahkan saya takut melakukan sesuatu. Dan ini wajar. And that’s OK. Ini tidak apa-apa.

Alih-alih memaksakan diri mewujudkan citra sempurna yang dimiliki orang lain dan/ atau memukuli badan Anda sendiri agar selalu berdiri tegap, lebih baik menetapkan standar manusia untuk diri Anda sendiri. Beri waktu dirimu untuk leha-leha sejenak. Beristirahat dari rutinitas. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, lebih baik kita beri diri kita jeda, dan tetap mengucapkan selamat pada diri kita sendiri. Santai saja.