Ingin Kurus dan Ramping? Baca Mengenai Minuman Pengganjal dan Penghilang Lapar

Sumber Gambar

Dari mana sumber gula? Salah satunya adalah dari minuman manis. Apakah contohnya? Minuman bersoda, teh manis, jus buah, fruit punch, minuman bervitamin, smoothies, shakes, lemonade, cokelat, susu beraroma, es kopi, dan minuman ber-energi. Contoh minuman panas yang rasanya manis contohnya cokelat, moccachino, caffé mocha, kopi panas, dan teh manis hangat. Minuman trendi yang mengandung alkohol juga mengandung gula tingkat tinggi. Misalnya adalah “Hard’ lemonade, wine dingin beraroma,‘cider’ beers, serta minuman tradisional termasuk Bailey’s Irish Cream, margaritas, daiquiris, pina coladas, dessert wines, ice wines, sweet Sherries, and liqueurs. Minuman manis artisial, seperti yang disebutkan juga sama buruknya. Jadi kita boleh minum apa, dong?

Minuman yang terbaik adalah air putih biasa atau sparkling water. Irisan lemon, orange atau mentimun membuat minuman lebih segar. Beberapa minuman tradisional juga lezat.

Kopi

Legenda mengatakan bahwa kopi itu ditemukan oleh pengembala kambing Ethiopia yang dengan cerdik melihat bahwa kambingnya lebih lincah setelah memakan buah merah dari pohon kopi. Setelah melaporkannya ke vihara lokal, para biksu mengubah buahnya menjadi minuman yang diseduh untuk membantu mereka tetap terjaga selama berdoa berjam-jam. Kemudian kopi disebarkan oleh pedagang Arab, Eropa, kemudian Amerika. Saat ini, kopi dinikmati oleh seluruh penduduk dunia, kadang divariasikan dengan metode brewing dan berbagai teknik khas meminum kopi.

By: Dokter Jason Fung  (Beverages – How to Lose Weight VI)

Berbagai bukti kopi bagus untuk diseruput

Karena kandungan kafeinnya memang tinggi, oleh karena itu kadangkala dianggap kebiasaan yang tidak sehat. Tetapi, penelitian terbaru telah sampai pada kesimpulan yang berlawanan. Kopi merupakan sumber utama antioksidan. Ini juga merupakan sumber magnesium dan lignan yang kaya, dan tentunya bermanfaat untuk kesehatan manusia. Kopi juga kayaknya  berperan protektif terhadap Diabetes tipe 2.

Dalam tinjauan 2009, setiap cangkir sanggup menurunkan risiko diabetes sebesar 7%, bahkan sampai enam cangkir per hari masih tidak masalah. Investigasi Prospektif Eropa ke dalam sub populasi Kanker dan Nutrisi (EPIC) memperkirakan bahwa minum setidaknya 3 cangkir teh atau kopi setiap hari mengurangi risiko diabetes sebesar 42%. Studi Kesehatan China Singapura menunjukkan penurunan risiko 30% lebih jika kita minum 4 cangkir kopi per hari. Perlindungan ini terbukti bahkan di kopi tanpa kafein, menunjukkan bahwa sebagian besar manfaat berasal dari antioksidan. Kopi tampaknya juga mengurangi angka kematian total.

Sebuah analisis besar pada tahun 2012 tentang Diet dan Kesehatan AARP menemukan bahwa kematian total berkurang sebesar 10-15% pada mereka yang minum enam cangkir kopi.

Other large-scale studies such as the Nurses’ Health Study and Health Professionals Follow Up Study found that most major causes of death, including heart disease were reduced.

Penelitian berskala besar lainnya seperti Studi Kesehatan Perawat dan Profesi Kesehatan Lebih Lanjut telah menemukan, bahwa sebagian besar penyebab utama kematian, bahkan penyakit jantung pun berkurang. Kopi dapat mencegah penyakit neurologis Alzheimer, penyakit Parkinson, sirosis hati dan kanker hati.

Simpanlah bijih kopi di dalam wadah kedap udara dari kelembaban, panas dan cahaya yang berlebihan. Rasa hilang dengan cepat setelah digiling, jadi jika kamu ingin rasa kopi yang enak, berinvestasilan pada penggiling kopi yang berkualitas nomor wahid. Giling si bijih kopi segera sebelum menyeduh.

Pada hari-hari panas, kopi es sederhana mudah dan murah untuk dibuat. Cukup menyeduh secangkir kopi regular dan dinginkan di lemari es semalaman. Kayu manis, minyak kelapa, ekstrak vanili, ekstrak almond dan krim bisa digunakan untuk memberi rasa kopi tanpa mengubah sifatnya yang sehat. Hindari menambahkan gula atau pemanis.

Teh

Legenda mengatakan bahwa Kaisar China menemukan teh pada tahun 2737 SM. Dia sedang menikmati secangkir air hangat, ketika tiba-tiba selembar daun tertiup angin dan hinggap di minumannya. Saat air berubah warna, kaisar menyesap minumannya dan terkejut dengan rasa yang ‘amikal’ dan unik. Selama berabad-abad kemudian, teh dianggap sebagai royalti untuk tujuan pengobatan dan keagamaan. Teh menyebar ke Jepang pada abad ke-6, dimana teh hijau dikembangkan dan dipopulerkan.

Sejarah Teh di Inggris

Setelah abad 17, teh mencapai pantai Inggris, dimana ia mendapatkan nama beken dan naik daun di kalangan kelas aristokrat. Setelah air, teh merupakan minuman paling ngehits di dunia. Ada beberapa varietas dasar teh. Teh hitam adalah yang paling umum, dikonsumsi oleh hampir 75% manusia. Daun yang diolah sepenuhnya difermentasi sehingga memberi warna hitam khas. Teh hitam cenderung mengandung kafein lebih tinggi. Teh oolong adalah ‘semi-fermentasi’ yang berarti ia mengalami periode fermentasi yang lebih singkat. Teh hijau adalah teh ‘non-fermentasi’. Daun yang baru dipanen segera menjalani proses penguapan untuk menghentikan fermentasi, memberikan rasa yang lebih halus dan floral.

Teh hijau secara alami jauh lebih rendah dalam kafein daripada kopi, yang membuat minuman ini ideal bagi mereka yang sensitif terhadap efek stimulannya. Teh hijau menyumbang efek menguntungkan karena konsentrasi besar dari kelompok antioksidan kuat yang disebut katekin, terutama yang disebut EGCG (epigallocatechin-3-gallate). Fermentasi mengubah katekin menjadi beragam theaflavin, membuat teh hijau menjadi sumber yang lebih kaya daripada teh hitam atau oolong.

Theaflavin dalam teh hitam mungkin juga memiliki efek kesehatan yang menguntungkan, meski berbeda dengan teh hijau.

Potensi antioksidan teh hijau dan teh hitam sebanding. Polifenol dalam teh juga diyakini dapat meningkatkan metabolisme, yang dapat membantu ‘membakar lemak’. Banyak manfaat kesehatan  berasal dari konsumsi teh hijau, termasuk peningkatan oksidasi lemak saat berolahraga, peningkatan pengeluaran energi istirahat (34), mengurangi risiko dari berbagai jenis kanker.

Sebuah meta-analisis penelitian menegaskan bahwa teh hijau membantu menurunkan berat badan, meski hanya berkisar 1-2 kg. Katekin berperan dalam menghambat enzim pencernaan karbohidrat sehingga menurunkan kadar glukosa, dan melindungi sel beta pankreas.

Studi Kesehatan China Singapura menunjukkan bahwa meminum lebih dari satu cangkir teh hitam per hari mengurangi risiko diabetes sebesar 14%.

Penelitian lain menunjukkan penurunan 18% pada risiko Diabetes Tipe 2 bagi mereka yang minum 3-4 gelas per hari. Semua teh bisa dinikmati baik sebagai minuman panas maupun dingin. Spesies teh sangat banyak dan tak terbatas sehingga bisa disesuaikan dengan selera. Rasa bisa ditambah dengan penambahan kulit lemon, kulit jeruk, kayu manis, kapulaga, polong vanili, mint dan jahe. Teh herbal adalah infus herbal, rempah-rempah atau bahan tanaman lainnya dalam air panas. Penambahan berbagai rempah ini membuat minuman spektakuler meski tanpa ditambah gula, dan bisa dinikmati panas atau dingin. Ini bukan teh sejati karena tidak mengandung daun teh.

Tetapi, sekali lagi, varietasnya tak ada habisnya. Beberapa tipe yang populer termasuk mint, chamomile, jahe, lavender, lemon balm, kembang sepatu, dan rosehip teas. Penambahan kayu manis atau bumbu lainnya bisa melambungkan rasa eksotis.

Kaldu

Hampir setiap tradisi kuliner budaya mencakup kaldu tulang yang bergizi dan lezat. Tulang hewan direbus dengan penambahan sayuran dan rempah-rempah untuk penyedap rasa.

Apakah kolagen yang terkandung dalam kaldu adalah kunci kulit kencang awet muda?

Waktu mendidih yang lama (4-48 jam) melepaskan sebagian besar mineral, gelatin dan nutrisi. Penambahan sejumlah kecil cuka selama memasak membantu melepaskan beberapa mineral yang tersimpan. Bone broths sangat tinggi dalam asam amino seperti prolin, arginin dan glisin serta mineral seperti kalsium, magnesium dan fosfor. Tulang hewan sering tersedia di etalase supermarket dan cukup murah. Mereka juga sangat enak, membutuhkan sedikit waktu persiapan. Mereka bisa dibuat dalam batch besar dan dibekukan. Setelah dingin, kaldu bisa membeku seperti Jello karena kandungan gelatin tinggi. Sebagian besar kaldu yang disiapkan secara komersial tidak memiliki kesamaan dengan broth buatan sendiri. Kaldu dikemas sering mengandalkan rasa artifisial dan MSG untuk memberi rasa. Mineral, nutrisi dan gelatin juga nihil dalam kaldu kalengan.