Apakah Penyebab Utama dari Jerawat? Hormon Insulin

Sumber Gambar

Beberapa bulan yang lalu wajah saya lebat dengan jerawat. Saya super gelisah. Karena saya jarang mengalami hal itu. Lantas, saya cari solusinya, dong. Setelah menggeledah beberapa basis info, destinasi tiba pada dokter Berg. Ternyata, penyebab jerawat, paling krusialnya adalah karena hormon insulin. Simpelnya, jika kita tidak memonitor kadar insulin kita, jerawat itu akan kronik alias tumbuh lagi dan lagi.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa penyebab jerawat adalah karena:

  1. Hormon Testosteron.
  2. DHT (Dihydrotestosterone).

Bisa jadi memang benar, sih. Tetapi, kedua hormon tersebut nggak ngaruh-ngaruh amat jika dibandingkan monstrositas dari insulin. Mengapa demikian? Karena kadar insulin yang tinggi menyebabkan kadar sebum Anda menjadi super melimpah, plus meningkatkan DHT juga. Jadi efeknya ekstra.

Sebetulnya, insulin bukanlah sejenis hormon ‘iblis’, bahkan substansial banget . Tetapi, menjadi

Sumber Gambar

boomerang a.k.a  senjata makan tuan jika kadarnya SELALU menjulang. Karena mengetahui fakta tersebut, saya lantas melakukan beberapa eksperimen.

Percobaan pertama adalah puasa selama 3 hari berdasarkan puasa panjang dokter Jason Fung. Sebetulnya, puasa yang saya lakukan tidak sepenuhnya puasa, saya masih memakan buah, sayur, minyak kelapa, kacang koro, selai kacang, buah kranberi kering, madu, kelapa parut dan kaldu.

Tapi ternyata meski puasa saya asal-asalan seperti itu, jerawat saya bisa hilang tuh. Asumsi saya, karena insulin saya memang menanjak ketika makan, hanya saja tidak permanen. Atau dengan kata lain saya nggak ngalamin resistensi insulin.

Mayoritas, kita mengantongi tingkat insulin yang tinggi, dan kemungkinan besar Anda juga mengalami hal yang sama. Jadi, sekarang terjawab sudah, mengapa jerawat tumbuh subur di wajah Anda, penyebabnya, si ‘penjahat’ nomor wahid adalah insulin yang semampai.

Penasaran? Sekarang, mari kita melompat pada solusi.

Kok, bisa Insulin Kita Melonjak?

Apa, sih, peran dasar dari insulin? Menyalurkan nutrisi ke dalam sel, tetapi zat ‘gizi’ yang digondol saat ini kebanyakan adalah karbohidrat. Lantas, si nutrisi dari karbohidrat itu akan menjadi apa, dong? Itu adalah sumur energi kita. Insulin inilah yang bertugas mengekstrak makanan menjadi bahan bakar. Dari kecil kita sudah dibrainwash untuk mengamini bahwa sumber tenaga yang jempolan adalah dari karbohidrat.

Sumber Gambar

Begini cara kerjanya

Per karbohidrat yang Anda lahap kemudian akan diubah menjelma jadi glukosa—bentuk gula dalam darah Anda. Anda comot karbohidrat—akan diubah menjadi glukosa (gula dalam darah). Sepiring kentang dipecah lalu menjabat jadi glukosa, dan sepotong kue manis akan berprofesi jadi glukosa juga.

Oleh karena itu, makan karbohidrat apapun menyebabkan eskalasi gula darah dan inilah yang melibatkan insulin. Apa, sih, benefit lain dari insulin? Glukosa yang bergelimang akan disalin menjadi glikogen—format energi yang mudah dipake, kemudian mengangkutnya ke gudang penyimpanan glikogen. Si glikogen ini akan selalu siap sedia setiap saat dan dengan spontan difungsikan saat kita berjalan, bersepeda, angkat beban dan olahraga versi apa pun.

Jadi, sebenarnya, insulin adalah hormon yang vital. Oleh sebab itu, si insulin ini akan selalu melilit dalam segenap aktivitas fisik. Tanpa itu kita nggak bertenaga dan akan mati. Namun, masalahnya adalah, zaman sekarang ini, kita bukannya defisit insulin, tetapi malah meluber alias tumpeh-tumpeh.

Sumber Gambar

Nah, cara untuk mengeksploitasi insulin adalah dengan olahraga. Karena gudang glikogen kapasitasnya minim, maka jika glikogen tumpah-ruah, akan ditimbun menjadi lemak, terkunci di sekitar organ perut (hati, ginjal, dll).

Logikanya adalah, jika Anda ogah kalo si glikogen menjadi karung lemak, maka Anda harus melakukan jumpalitan-olah-raga-jor-joran. Tapi, nggak mungkin juga Anda berolahraga selama 24 jam. Dan ini bukan solusi yang solutif. Siasat insulin menata benteng—agar glikogen nggak masuk lagi—adalah dengan merakitnya sehingga resisten terhadap insulin, dengan kata lain, dia tidak responsif ketika dirangsang oleh insulin.

Ditambah, bukanlah hal yang sehat jika kadar glukosa dalam darah di level selalu rabung. Anda kudu memangkasnya. Tubuh Anda harus mengusut jalan keluar untuk membasminya.

Bagaimana formulanya? Dia akan merespons dengan cara memompa insulin sehingga insulin berubah menjulang lagi dan lagi. Targetnya? Agar bisa menjejalkan aneka rupa glukosa kalo perlu sampe gudang pol. Siklus terus berlanjut, berulang-ulang, bertahun-tahun, menjadi lingkaran setan, dan gudang insulin menjadi lebih resisten terhadap insulin, akibatnya pankreas harus menggenjot insulin dengan kadar yang ekstra jangkung.

Lalu, Bagaimana bisa Insulin Menyebabkan Jerawat

Jika Anda menderita insulin resisten, berlandaskan siklus tadi, derajat insulin rata-rata Anda selalu lebih adiluhung dibanding orang sehat.  Buntutnya adalah bahwa produksi sebum Anda akan mendekati atap.

Sebum adalah minyak yang konsisten banget memblokir pori-pori kulit Anda. Ini dipabrikasi di kelenjar sebasea pada kulit Anda, dan insulin menstimulasi mereka untuk menjadi aktif. Semakin deras insulin, sebum yang dirakit semakin banyak. Hal ini melahirkan suatu kondisi di mana pori-pori Anda tersumbat, dan hanya masalah waktu sebelum jerawat panen.

Bakteri P. Acnes akan membanjiri permukaan kulit yang mampet, lantas akan diserang dengan meradang, dan pori-pori di sekitarnya akan membengkak dan menjadi merah. Dengan kata lain, jerawat akan lahir, mending kalo cuma satu, biasanya, sih, berduyun-duyun. Sangat sulit menyingkirkan masalah apabila persentase insulin yang tinggi. Insulin akan memicu terbentuknya IGF-1, kemudian menstimulasi sebum dalam jumlah gigatis, bonus lain, androgen meloncat, trio kombo inilah yang menyebabkan jerawat.

Jika Anda mempunyai sistem kekebalan yang sempurna, Anda memang bisa lolos, sih. Sistem

Sumber Gambar

tubuh Anda akan menjadi sangat aktif sehingga pada akhirnya menjadi bahan kimia inflamasi, peradangan kronis ini disebabkan oleh serangan pada bakteri.

Mengapa roti dan pasta adalah penyebab jerawat yang masif

Tetapi, jika Anda mengontrol insulin, maka pori-pori nggak akan pernah terblokir. Hal lainnya adalah, Anda juga harus BERUSAHA SANGAT KERAS untuk  mengekang peradangan. Namun dengan adanya bakteri yang menyusup ke dalam pori-pori yang siap tempur dengan kuda-kuda menyerang, sistem kekebalan yang aktif banget, ditambah secubit saja ada kesempatan, bisa jadi oportuniti manis untuk melahirkan jerawat. Tetapi jika bakteri tidak menerobos, tubuh dengan sistem kekebalan tubuh yang apik nyaris tidak akan menelurkan jerawat.

Solusi sederhana

Nah, sekarang jika Anda menjadi freaking out atau takut akan penyebab jerawat, kalem aja, semua ada jalan keluarnya.  Dilema ini sangat sederhana untuk ditamatkan, dan jika Anda mengikutinya, impaknya akan sangat signifikan.

Hal perdana dan super esensial yang harus Anda lakukan adalah puasa intermitten, kurangi karbohidrat dan menambah porsi olahraga. Dan yang ter-urgen adalah jumlahnya harus akurat. Untuk mencegah resistensi insulin, maka hormon insulin Anda harus setakar. Insulin Anda akan menjadi lebih sensitif dan gudang glikogen juga nggak kepenuhan. Oleh karena itu, jika Anda berjerawat, hal paling fardu yang perlu Anda lakukan adalah menumbuhkan sensitivitas insulin. Caranya? Sekali lagi, Anda harus menjaga gudang glikogen Anda tidak berjejal. Anda sebaiknya menyusutkan asupan gula, nasi, biji-bijian, kentang, dan sumber karbohidrat lain.