Tips Langsing Mengapa Saya Susah Kurus?

Tips-Langsing-Mengapa-Saya-Susah-Kurus?

Tips langsing mengapa saya susah kurus? Mengapa saya tidak bisa menurunkan berat badan?

Saya selalu mendengar pertanyaan ini. Biasanya diikuti kalimat lanjutan seperti, “Teman gue, si Skinnybitch pake diet rendah karbo tinggi lemak, terus turun deh 70 Kg, gue udah ikutin caranya, tapi kenapa gue masih gembrot aja, sih?”

Atau, “Si Dugong itu pake diet Paleo, langsing deh sekarang, kok gue enggak, ya?”

Mengapa? Mengapa? Mengapa?
Jawabannya….
Karena obesitas itu disebabkan oleh multi faktor. Sebaiknya kita melihat lagi diagram HOT (Hormonal Obesity Theory) untuk lebih jelasnya.

Tips Langsing Mengapa Saya Susah Kurus?

Coba kita perhatikan lagi, INSULIN adalah PENDORONG UTAMA OBESITAS. Dan yang menyebabkan insulin memuncak itu banyak, yaitu:
1. Tepung atau pati
2. Karbohidrat
3. Protein hewani
4. Kortisol
5. Fruktosa

Dan faktor krusial lain yang sering dilupakan adalah RESISTENSI INSULIN. Penyebabnya, KADAR INSULIN ANDA SELALU TINGGI SETIAP SAAT, dan jika lingkaran setan ini belum diputus, percuma saja. RESISTENSI INSULIN tergantung pada berapa lama Anda telah mengalami obesitas. The fat get fatter. Orang gemuk akan semakin membulat seperti bola volley.

Jika Anda mengalami obesitas sudah sejak zaman kuda gigit besi, maka kita membutuhkan waktu semakin lama untuk ngempesinnya atau membuat si lemak meluruh. Orang gemuk harus lebih sabar, tidak bisa instan.

Selain itu, ada juga faktor penangkal gemuk/ incretin seperti:
1. Cuka
2. Serat
Keduanya membantu mencegah insulin melonjak tinggi.

Jadi apakah kuncinya? Sekali lagi, banyak faktor yang berkontribusi mengapa badan kita mengembang sedemikian rupa. Analoginya adalah mobil mogok. Kita tidak bisa langsung menuduh si mobil kehabisan bensin, atau businya sudah aus. Jika masalahnya mesinnya konslet, memenuhi tangki dengan bensin bukanlah solusi. Jika masalahnya busi sudah renta, mengganti knalpot tidak menyelesaikan masalah.

Begitu pula dengan obesitas.

Namun kemudian, banyak website yang mengatakan dengan menggebu-gebu bahwa mengganti baterai adalah obat untuk mobil mogok. Atau website lain disesak-i testimonial bahwa mengisi bensin sampai meluber membuat mobil mereka melesat bagai pesawat jet. Lantas orang-orang saling menyerang website tersebut mengatakan mengganti baterai malah membuat mobilnya makin sekarat. Sebaliknya, setelah mereka mengganti knalpot, mobilnya menjadi seperti kereta Shinkansen, melaju kencang mengalahkan angin. Jadi sangat jelas, kunci untuk bisa menghidupkan mobil nyaris mati adalah dengan mengganti knalpotnya.

Itulah realita yang terjadi di wacky world of weight loss alias dunia aneh perdietan. Ketika kamu mencoba untuk meluruhkan lemak, orang-orang berasumsi HANYA ADA SATU MASALAH UNTUK SEMUA ORANG. Namun, coba kamu pikirkan lagi deh, emang beneran kayak gitu? Contoh kasus, jika masalahmu adalah resistensi insulin, maka mengurangi karbohidrat bukanlah strategi yang jitu (intermittent fasting a.k.a berpuasa mungkin lebih SANGGUP MENYELESAIKAN MASALAH). Jika masalahmu adalah kurang tidur cantik atau stres, lantas solusinya kamu malah menambahkan serat, saya jamin, hal itu tidak mengubah apa-apa, lemakmu tetap akan bercokol di sana.

Menghapus gula di menu keseharian kita bagus untuk orang yang memiliki kecenderungan makan atau minum dengan asupan gula berlebih. Mereka menulis buku dan website tentang bahwa GULA ADALAH IBLIS. Sementara ada sebagian orang berpikir konyol menganggap bahwa tepung atau pati adalah SYAITON NIR ROJIM alias setan yang terkutuk. Ada lagi yang mengatakan bahwa masalah mayor kegemukan adalah stres. Ada pula yang menyalahkan kalori. Mereka semua saling mengejek dan saling menjatuhkan satu sama lain, dan memenuhi internet dengan testimonial.

Yang paling parah, mereka semuanya mulai bertengkar tentang siapa sih yang jadi penjahatnya?
1. Karbohidrat
2. Gula
3. Tepung
4. Kalori
5. Stres
6. Kurang tidur
7. Serat
8. Protein hewani
9. Rumput yang bergoyang?
10. Dll…

Kamu harus paham bahwa bisa jadi semuanya benar. Obesitas bukan hanya disebabkan oleh satu faktor. Tidak ada solusi tunggal. Diet rendah gula bekerja sangat menakjubkan pada beberapa orang, tapi sama sekali tidak berpengaruh untuk orang lain. Hanya dengan mengganti baterai akan bekerja untuk sebagian mobil yang mogok dan tidak untuk mobil bapuk lainnya.

JADI KENAPA SAYA SULIT SEKALI UNTUK BISA MELANGSING?

Karena target kamu salah sasaran. Kamu harus menemukan penyebabnya apa, lantas menentukan strategi untuk menghantamnya.

Contoh 1 – Katakanlah kamu menderita sindrom nyeri kronis, atau fibromyalgia. Hal ini meningkatkan tingkat stresmu, akibatnya kortisol di dalam tubuhmu senantiasa berada di level tinggi. Hal ini menyebabkan rangsangan glukosa dan insulin menanjak. Pasti ini mengakibatkan kenaikan berat badan. Karena kortisol adalah masalahmu, maka kamu perlu menurunkan kortisolmu.


Ini bisa termasuk perawatan medis:
1. Mengobati rasa sakit kronis,
2. Akupunktur,
3. Pijat,
4. Meditasi,
5. Yoga, dll.

Pada saat tingkat kortisolmu merendah, maka kenaikan berat badan pun bisa dicegah, bahkan lemak yang tak diinginkan bisa dienyahkan. Mengurangi asupan karbohidrat atau memangkas kalori bukan obat yang tepat. Karena masalahnya, sekali lagi di KORTISOL, BUKAN KARENA INSULIN.

Contoh 2 – Misalkan kamu mengalami kesulitan tidur secara kronis atau insomnia. Kita tahu bahwa kurang tidur bisa menstimulasi kadar kortisol tiba di titik teratas, dan tentu saja akan menyebabkan penambahan berat badan. Menurunkan gula dalam makananmu tidak akan membuatmu melangsing, karena itu bukan masalahmu. Mungkin kamu perlu mencari pekerjaan baru, atau membersihkan kasurmu, atau membuat nyaman tempat bobokmu, atau sekadar tidur aja lebih banyak.

Contoh 3 – Contoh kasus, problematika utamamu adalah siklus resistensi insulin. Siklus setan ini telah berkembang selama beberapa dekade dan resistensi insulin saat sekarang telah menjadi stimulus utama mengapa tingkat insulinmu senantiasa tinggi. Mengurangi karbohidrat mungkin bukan pengobatan yang paling efektif. Mengapa? Karena gara-garanya adalah resistensi insulin. Memang benar, menghilangkan karbohidrat akan menurunkan insulin dan mengurangi lingkaran setan, namun siklus ini telah berjalan selama beberapa dekade. Tips langsing mengapa saya susah kurus? Perlu kita bahas tuntas.

Jadi apa yang harus kamu lakukan? Ingat bahwa pertanyaan tentang resistensi insulin sebagian besar merupakan pertanyaan tentang ‘KAPAN HARUS MAKAN’. Oleh karena itu, untuk mengatasi resistensi, kamu membutuhkan periode insulin rendah yang berkelanjutan. Ini berarti puasa akan lebih efektif daripada pembatasan simpel karbohidrat. Kamu juga memerlukan waktu, karena ini terjadi bukan kemarin sore, dan akan membutuhkan waktu cukup lama juga untuk menamatkan riwayatnya.

Contoh 4 – Katakanlah temanmu mengkonsumsi suplemen serat dan menjadi kurus. Tapi ternyata itu tidak tepat untukmu. Mengapa? Karena masalah temanmu mungkin memakan karbohidrat terlalu banyak dan menambahkan serat akan membantu mengurangi lonjakan insulin. Tetapi, jika masalahmu bukan itu, maka percuma saja menambahkan serat, karena bukan itu perkaranya.

Contoh 5 – Mengapa Asian Rice Eater/ Asia si pemakan tinggi nasi pada tahun 1990an tidak mengalami epidemi obesitas? Saat itu, China makan makanan berkarbohidrat tinggi (nasi putih). Tapi mereka juga makan hampir tanpa gula, sangat sedikit protein hewani, kadar cuka selalu tinggi (acar sayuran), serat melimpah dan tidak ada makanan ringan. Itu berarti bahwa semua jalur lain untuk insulin dimatikan karena mereka hanya makan nasi. Mereka juga makan banyak faktor pelindung. Mereka tidak makan terus menerus, jadi tidak mengalami resistensi insulin. Mereka hampir tidak memiliki gula dan karena itu tidak mengalami resistensi insulin. Hasil akhirnya? Tidak ada obesitas.


Contoh 6
– Misalkan kamu makan makanan pati yang sangat tinggi, seperti ubi jalar. Pada saat yang sama kamu sangat membatasi protein hewani. Akankah itu berhasil? Tentu bisa. Apakah meningkatkan karbohidrat? Iya, tapi menurunkan protein hewani. Kamu juga meningkatkan serat makanan secara signifikan. Ini mungkin cukup untuk mempengaruhi keseimbangan dan mengurangi insulin, sehingga kamu bisa menurunkan berat badanmu.

Saya harus menegaskan bahwa saya bukan anti karbohidrat. Itu hanya satu bagian dari teka-teki—meskipun tepung dan gula olahan cenderung mengambil bagian yang agak besar dari puzzle itu. Mereka pasti obesogenik, tapi ada cara lain untuk mengimbanginya sehingga secara keseluruhan insulin tidak meningkat.

Saya anti-hiperinsulinemia. Insulin menyebabkan obesitas. Jika karbohidrat menaikkan insulin maka karbohidrat akan menyebabkan obesitas. Dan solusinya bisa sangat mudah dikerjakan, hapus semua karbohidrat dalam hidangan makanmu. Namun, bukan hanya itu penyebab insulin meledak. Bagaimanapun, Kitavans makan makanan karbohidrat sangat tinggi dan ternyata memiliki tingkat insulin yang lebih rendah dari 95% populasi Swedia. Orang-orang Okinawa makan dengan diet hampir 70% ubi jalar, dan mereka tidak obesitas sama sekali. Tentu saja, kedua populasi tersebut tidak mengonsumsi gula, dan tidak ada tepung terigu.

Tips langsing mengapa saya susah kurus dan Kortisol


Kesalahan diagnosis nomor satu yang kami lihat dalam program Manajemen Diet Intensif adalah stres kronis/ kortisol. Kami melihat para pasien berkonsultasi dan mengeluh sulit untuk menjadi langsing. Kemudian, setelah meneliti sejarahnya, kami menemukan bahwa beberapa faktor non-diet bertanggung jawab untuk penambahan berat badan. Misalnya, menemukan seseorang yang mengonsumsi obat anti-psikotik. Beberapa dari obat itu meningkatkan insulin. Atau ternyata kami mendeteksi sindrom rasa sakit. Atau kurang tidur.

Nah, tak heran perubahan pola makan pun tak ada bedanya. Itu bukan masalahnya. Penyebabnya selama ini adalah kortisol/ stres. Dan jika itu masalahnya agak sulit juga untuk memperbaikinya. Meski banyak cara untuk mengurangi tingkat stres dan kortisol seperti:
1. Meditasi
2. Doa
3. Agama
4. Yoga
5. Akupunktur
6. Pijat

Namun, ada bukti bagus bahwa beberapa hal seperti mindfulness meditation atau meditasi kesadaran dapat berdampak pada penurunan berat badan.

Di University of California, San Francisco, sebuah percobaan dilakukan dengan meditasi kesadaran dan menunjukkan bahwa mereka dapat mengurangi kadar kortisol. Ini tidak mengherankan karena meditasi telah dilakukan selama ribuan tahun sebagai metode penghilang stres. Penurunan kortisol ini sejajar dengan penurunan lemak perut.

Yang penting untuk diketahui tentang hal ini adalah bahwa meditasi tidak mengubah stressor sebenarnya. Misalnya, anggap atasanmu membuatmu gila. Kamu mendapatkan banyak tekanan. Meditasi tidak akan mengubah sedikitpun. Apa yang akan berubah adalah respons tubuh terhadap stres. Pada akhirnya, itulah yang penting. Dengan menurunkan respon kortisol, terjadi penurunan lemak perut. Mungkin saja, Bos kamu masih the jerk seperti sebelumnya, tapi berkat meditasi ini kamu bisa mengubah respons tubuhmu terhadap stressor ini. Tips langsing mengapa saya susah kurus? Adalah bahasan yang asik atau memusingkan?

Satu hal penting tentang menghilangkan stres. Agak sedikit menggelitik dan cukup menakjubkan bagaimana agama yang terorganisir telah menemukan penangkalnya. Misalnya dengan:
1. Doa (serupa dengan meditasi) bisa menghilangkan stres
2. Keyakinan akan kekuatan atau pengakuan yang lebih tinggi, atau pasrah akan takdir karena menganggap semua telah ada yang mengatur, sanggup merilisi stres.
3. Pertemuan mingguan, seperti misa atau pengajian (sense of community and continuity) bisa untuk menghilangkan stres.
4. Sesi kelompok kecil (persahabatan dan sense of belonging/ rasa memiliki) merupakan pertolongan stres.
5. Puasa. Ya, puasa. Semua praktik yang sangat penting untuk kesehatan baik ini telah dilakukan ribuan tahun yang lalu, sangat ampuh mematikan stres juga.

Pertanyaan tentang tips langsing mengapa saya susah kurus? Sekarang sudah terjawab kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *