Tips Langsing, Kurus dan Ramping

Rahasia Langsing Kurus Minum Cuka Apel!

Rahasia-Langsing-Kurus-Minum-Cuka-apel

Rahasia langsing kurus minum cuka aja, Sob. Ini saran beneran atau bercanda? Mungkin itu yang ada di pikiran Anda.

Langsing bukan masalah estetika. Itu nomor buncit yang perlu kita lirik. Masalahnya adalah, semakin lebar ukuran pinggangmu, itu menandakan adanya masalah di organ metabolismemu. Visceral fat, atau buncit bisa menandakan fatty liver atau hati berlemak atau bahkan diabetes tipe 2. Oleh karena itu saya menyarankan kamu untuk memperhatikan bagian tengah tubuhmu ini.

Jangan salah paham, saya tidak bermaksud merusak trend body positive, dengan menggembar-gemborkan untuk menjaga ukuran pinggangmu. Badanmu adalah hak kamu seutuhnya, dan kamu bebas untuk memperlakukannya sesuka hatimu. Namun, jika ada di antara dirimu yang ingin lebih sehat, mungkin penuturan dokter ini bisa sedikit membantu. Silakan dikonsumsi tulisan beliau di bawah ini.

By: Dokter Jason Fung

Cuka encer adalah tonik tradisional untuk menurunkan berat badan. Memang, obat ini telah disebut sejak tahun 1825, ketika Brillat-Savarin menulis tentang bahayanya. Sebelumnya, seorang penyair Inggris, Lord Byron telah mempopulerkan tonik penurun berat badan dan kabarnya, selama berhari-hari hanya makan biskuit dan kentang yang direndam dalam cuka. Cara populer untuk menggunakan cuka adalah dengan menelan beberapa sendok teh sebelum makan, atau meminumnya (diencerkan dalam air) menjelang tidur. Cuka Apel tampaknya berkhasiat seperti itu karena mengandung cuka (asam asetat) serta pektin dari sari apel (sejenis serat larut).

Benarkah?

Cuka telah digunakan sejak jaman dahulu kala. Anggur, dibiarkan berubah sendiri dan tidak diotak-atik, akan berubah menjadi cuka (asam asetat). Memang, kata itu berasal dari bahasa Latin vinum acer (sour wine). Orang dahulu pada awalnya menemukan fleksibilitas zat ajaib ini untuk membersihkan apa pun. Sebelum antibiotik ditemukan, khasiat antimikroba dari cuka sering digunakan untuk penyembuh. Luka sering dicuci dengan anggur dan cuka. Karena sifat antimikroba, cuka juga telah digunakan untuk mengawetkan makanan (acar). Saeurkraut dan kimchi, di sisi lain, menggunakan fermentasi untuk menghasilkan asam laktat yang prosesnya sedikit berbeda.

Sebagai minuman, rasa asam cuka yang tajam tidak pernah menjadi popular, meski rumor mengatakan bahwa Cleopatra selalu melarutkan mutiara dalam cuka sebagai minuman. Tetapi, tetap saja, buktinya toh cuka tetap digunakan sebagai bumbu kentang goreng, dipakai dalam dressing (balsamic vinegar) dan bahan dasar dalam pembuatan sushi rice (cuka beras).

Tidak ada long term data yang membuktikan bahwa cuka sebagai obat pelangsing. Namun, penelitian short time yang lebih kecil telah dilakukan akhir-akhir ini. Satu studi yang diterbitkan pada tahun 2004 berjudul “Cuka meningkatkan sensitivitas insulin terhadap makanan berkarbohidrat tinggi pada subyek dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2”. Cuka diberikan sebelum mereka makan karbohidrat tinggi—jus jeruk dan bagel. Sampelnya adalah dua kelompok, yaitu yang mengalami resistensi insulin dan subyek normal.

Efek cuka sudah jelas. Yaitu sebagai pengontrol, tapi hasilnya lebih mencolok pada orang pra-diabetes, cuka menurunkan kadar glukosa yang tinggi pada roti sebanyak 34%. Selain itu, lonjakan insulin berkurang secara signifikan. Karena insulin adalah pendorong obesitas dan diabetes, efek ini, mirip dengan serat. Dan, mungkin sangat bermanfaat dalam jangka panjang.

Sebuah studi lanjutan pada tahun 2010 mengenai “Pemeriksaan sifat antiglikemik cuka pada orang dewasa sehat.” Terlihat lebih detail tentang efek cuka. Dua dosis yang berbeda diperiksa dan ditemukan bahwa 10 gram (sekitar 2 sendok teh) sama efektifnya dengan 20 gram. Meminum cuka sebelum makan lebih efektif daripada mengkonsumsi 5 jam sebelum makan.

Dan, efek yang sama ditemukan juga pada nasi. Dalam “Indeks glisemik makanan campuran tunggal dan campuran di antara makanan Jepang yang umum dengan nasi putih sebagai makanan referensi”, para penulis menemukan bahwa cuka menurunkan indeks glikemik nasi putih hampir 40%. Penambahan makanan lain seperti acar dan kedelai fermentasi (Natto) juga menurunkan indeks glikemik beras secara signifikan. Dengan cara yang sama, mengganti mentimun segar dengan acar mentimun juga mengurangi indeks glisemik dari makanan uji sebesar 35%.

Kentang, disajikan dingin dan dikucuri dengan cuka sebagai salad juga menunjukkan indeks glisemik yang jauh lebih rendah daripada kentang biasa. Penyimpanan dingin juga dapat mendukung pengembangan resisten pati, dan cuka menambah manfaatnya. Indeks glikemik dan insulin turun masing-masing 43% dan 31%.

Studi lain “Vinegar Ingestion at Bedtime Moderates Waking Glucose Concentrations” telah melihat cuka bermanfaat pada gula darah. Peserta adalah pasien diabetes tipe 2 yang tidak memakai insulin. Mereka diberi 2 sendok makan cuka sari apel pada waktu tidur dan gula darah diukur pada pagi hari. Cuka memang dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe dua, namun pengaruhnya relatif kecil.

Kurva respon dosis cuka pada efek insulin darah juga diukur. Dr. Ostman menguji berbagai dosis cuka pada roti putih (50g karbohidrat) dan menemukan bahwa cuka dosis tinggi secara progresif dapat menurunkan respons insulin.

Hal terpenting yang perlu kita ketahui adalah bahwa jumlah karbohidrat sama dalam semua kasus. Cuka tidak hanya menggusur jumlah kalori karbohidrat, namun juga ternyata semakin memberi efek perlindungan pada respon insulin.

Rasa kenyang juga telah diukur sebagai respons terhadap roti putih dan berbagai dosis cuka. Jika hanya memakan roti putih tanpa cuka, skor rasa kenyang yang dihasilkan sangat rendah. Ada hubungan linier progresif antara skor kenyang dan jumlah cuka yang tertelan. Semakin banyak menelan cuka, maka akan semakin kenyang. Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi cuka menghasilkan asupan kalori sedikit lebih rendah sepanjang sisa hari (kira-kira 200-275 kalori lebih sedikit). Efek ini juga diperhatikan pada produk kacang tanah. Menariknya, kacang tanah juga dilaporkan mengalami penurunan respon glikemik sebesar 55%.

Rahasia-langsing-kurus-minum-cuka-aja

Bagaimana asam asetat menghasilkan efek menguntungkan ini? Ini adalah masalah dugaan. Dalil mengenai hal ini adalah bahwa asam tersebut mengganggu pencernaan pati. Ada kemungkinan hal itu berpengaruh pada penghambatan amilase saliva dan oleh karena itu secara khusus mengganggu penyerapan karbohidrat. Memang, efek pada lemak dan protein bisa diabaikan. Mekanisme utama lainnya yang merupakan postulat adalah bahwa cuka mengurangi pengosongan lambung. Ada data yang bertentangan di sini, dengan setidaknya satu penelitian menunjukkan pengurangan respons glukosa sebesar 31% namun tidak memperlambat pengurangan lambung secara signifikan.

Namun, pada akhirnya, jauh lebih penting untuk menyadari bahwa cuka memang bisa melangsingkan dibandingkan mempertanyakan bagaimana cara kerjanya. The large Nurse’s Health yang cukup makro menunjukkan manfaat kardiovaskular yang substansial dengan menggunakan minyak dan cuka sebagai saus pada salad. Hal ini dianggap sebagai efek diet asam alfa linolenat. Tetapi, Dr. F Hu menunjukkan bahwa mayones, yang mengandung sejumlah asam alfa linolenat serupa tampaknya tidak memberikan perlindungan pada jantung. Mungkin bedanya disini adalah konsumsi cuka. Ini hanya sebuah studi asosiasi yang tidak bisa dibuktikan, tapi yang pasti sebuah hipotesis menarik mengingat apa lagi yang kita ketahui tentang cuka.

Bahasan rahasia langsing kurus minum cuka, semakin bikin penasaran.

Sumber Gambar: gimmesomeoven.com

Bagaimana dengan keamanan? Brillat-Savarin telah memperingatkan bahaya tentang penggunaan cuka bertahun-tahun yang lalu. Tapi, yaelah. Come on. Cuka telah dikonsumsi ribuan tahun. Dan seharusnya aman dong dikonsumsi manusia. Hanya saja jangan berharap bisa cepat menurunkan berat badan dengan hanya menelan cuka. Bahkan di antara para pendukung cuka, mereka percaya bahwa efek cuka pada penurunan berat badan sangat kecil.

Dengan menambahkan cuka sebagai faktor pelindung ke dalam Teori Obsesitas Hormonal, kita dapat melihat bahwa sebenarnya ada sejumlah perubahan diet yang dapat kita buat untuk mengurangi kadar insulin. Dan semuanya tidak ada yang baru. Penggunaan serat dan cuka dalam peperangan di masa lalu telah lama dibahas dan selalu menjadi bagian dari pengobatan tradisional. Mungkin kita harus melihat lebih seksama pada apa yang telah dipercaya dan tampak kuno, daripada pada metode terbaru dan terhebat.

Jadi pertanyaan apa teka-teki dan rahasia langsing kurus minum cuka ajalah, sudah terjawab, ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *