Tips Langsing, Kurus dan Ramping

Rahasia Langsing Tahu Kapan Tubuh Bakar Lemak

Rahasia-Langsing-Tahu-Kapan-Tubuh-Bakar-Lemak

Rahasia langsing tahu kapan si tubuh membakar lemaknya. Benarkah demikian?

Alohaaaa, jumpa lagi dengan Sarah. Lebaran sudah tiba, yeaaay. Selain saya merasa hepi karena bisa mudik (lupakan tentang macet yang tidak masuk akal, selama masih bisa dicari jalan keluarnya, semua baik-baik aja), saya juga bahagia karena bisa ngegiling terus. Inilah masa feast atau pesta, dimana saya bisa makan apa aja. Lantas, Sarah, pertanyaan besarnya apakah kamu nggak takut menggemuk? Dulu, mungkin ya, sehingga saya tidak bisa menikmati masa dimana saya bisa mengunyah apa aja karena was-was akan membulat. Tetapi, karena saya mengerti setelah feast ada masa fast, maka saya lebih joie de vivre…

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penuturan dokter yang satu ini.

By: Dokter Jason Fung

Untuk memahami bagaimana tubuh menggemuk atau melangsing, Anda harus mengerti bagaimana tubuh menggunakan energi. Tubuh hanya memiliki dua fase—fase makan dan fase puasa. Saat kita makan, hormon insulin naik dan insulin dirilis. Semua makanan merangsang pelepasan insulin, meskipun levelnya berbeda, kecuali lemak murni yang tidak menyebabkan pembebasan insulin sama sekali. Insulin sebenarnya adalah jenis sensor nutrisi. Dia akan dilepaskan ketika kita mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat atau protein. Makanan olahan, terutama karbohidrat menyebabkan pelepasan insulin dengan level tertinggi.

Tubuh kita membutuhkan sumber energi secara kontinu untuk tugas rumah tangga metabolik dasar—menjaga jantung memompa darah, detoksifikasi hati dan ginjal, paru-paru mengisap udara, fungsi otak dll. Tentunya kita memerlukan sumber energi untuk semua pekerjaan itu dan harus terus menerus tersedia. Karena kita tidak makan makanan sepanjang waktu, kita memiliki sistem penyimpanan energi makanan (di hati dan sebagai lemak tubuh) untuk saat dimana kita tidak makan.

Kesalahan utama yang sering kita lakukan adalah, kita percaya bahwa penurunan berat badan adalah masalah kompartemen sederhana. Artinya, orang berpikir bahwa semua kalori masuk ke kompartemen tunggal dan diambil dari tempat yang sama.

Perhatikan persamaan keseimbangan energi: Lemak = (Kalori In) – (Kalori Out). Ini selalu dianggap benar. Misalkan berat badan Anda stabil, dan Anda makan 2000 kalori dan membakar 2000. Bagaimana jika Anda ingin menurunkan berat badan? Anda berharap agar Anda mengurangi kalori diet hingga 1500, tapi tubuh tetap akan membakar sebanyak 2000. Seiring waktu Anda BERMIMPI kehilangan lemak tubuh. SAYANGNYA, itulah yang tidak terjadi.

Sebenarnya ada dua tempat yang berbeda dimana tubuh kita bisa memperoleh energi:
1. Makanan
2. Tempat cadangan makanan (glikogen dalam hati, atau lemak tubuh)


Tapi inilah poin KRITIS. Anda hanya bisa mendapatkan energi dari kedua sumber itu, tapi tidak pada saat bersamaan.

Bayangkan sebuah jalur kereta api. Misalkan Anda membutuhkan 2000 kalori agar fungsi metabolisme dasar tetap normal. Ada dua jalur yang berbeda dimana energi bisa berasal—makanan atau cadangan makanan. Anda tidak bisa mendapatkan energi dari dua sumber sekaligus, Anda harus memilih. Jika Anda mengambil energi dari jalur pertama, Anda tidak bisa mendapatkannya dari yang kedua dan sebaliknya. Hmm, rahasia langsing tahu kapan si tubuh membakar lemaknya makin bikin penasaran.

Pada saat fase makan, kadar insulin tinggi. Selama waktu itu, masuk akal untuk mendapatkan energi Anda dari makanan yang Anda makan. Jadi yang terjadi adalah kita mematikan pembakaran energi makanan yang disimpan dalam bentuk lemak dan glikogen. Untuk tipikal orang yang berpikir secara teknis, kita mengatakan bahwa insulin menghambat lipolisis dan glukoneogenesis. Ini adalah fakta fisiologis yang terkenal.

Sepanjang hari, dengan asumsi Anda makan 3 kali sehari, ini adalah keadaan normal. Tapi apa yang terjadi saat Anda pergi tidur? Karena Anda tidak makan, Anda sedang berpuasa. Tingkat insulin turun. Anda sekarang perlu menarik sebagian energi makanan yang telah Anda simpan agar organ vital Anda tetap berjalan. Inilah alasan mengapa Anda tidak mati dalam tidur setiap malam.

Saat Anda berpuasa, kadar insulin turun. Inilah sinyal untuk mengalihkan sumber energi dari makanan ke cadangan makanan. Anda menarik energi yang tersimpan keluar dari hati (glikogen) dan jika itu tidak cukup, lemak tubuh. Secara teknis, kita mengatakan bahwa kita memulai glikogenolisis, glukoneogenesis dan lipolisis ketika tingkat insulin turun.

Jika Anda berpuasa selama 24 jam, misalnya, apa yang terjadi adalah tubuh Anda menginginkan 2000 kalori untuk tagihan energi hari itu. Karena Anda mempunyai banyak lemak tubuh, tidak masalah memasok 2000 kalori itu. Kira-kira 1/2 pon lemak akan memasok dengan mudah dan tubuh mengatakan “Wah, saya memiliki banyak lemak, ambil yang Anda inginkan”. Penting untuk disadari bahwa ini adalah proses yang benar-benar alami. Manusia telah mengembangkan mekanisme penyimpanan makanan ini, dan tidak ada yang secara inheren tidak sehat. Ini adalah bagian yang natural dari keseimbangan hidup manusia, fase makan dan fase puasa.

Picture Source: helpforheroes.org.uk

Cara lain untuk mengatakannya adalah Anda dapat membakar lemak atau menyimpannya. Anda tidak bisa melakukan keduanya secara bersamaan. Tubuh kita tidak sebodoh itu. Jika makanan berlimpah, Anda menyimpan energi makanan. Jika makanan langka, Anda membakar energi cadangan makanan (lemak tubuh). Regulator hormonal kunci disini adalah insulin. Perubahan kadar insulin inilah yang menandakan tubuh kita masuk ke mode penyimpanan lemak atau mode pembakaran lemak. Bahasan tentang rahasia langsing tahu kapan si tubuh membakar lemaknya semakin menarik, Sob.

Katakanlah Anda ingin menurunkan berat badan namun Anda mengadopsi saran konvensional untuk mengurangi lemak dan kalori makanan, namun makan 6 kali sehari. Jika Anda melakukan saran ini, Anda menjaga tingkat insulin tetap tinggi karena Anda banyak makan roti rendah lemak, pasta dan nasi dan memamahbiak sepanjang waktu. Hal ini juga terjadi pada diabetes tipe 2, dimana resistensi insulin menyebabkan kadar insulin tetap tinggi.

Karena insulin tinggi, mau tidak mau Anda hanya akan mendapatkan energi dari makanan Anda, dan tidak bisa mendapatkan dari gudang lemak tubuh Anda. Anda mengurangi asupan kalori Anda dari 2000 kalori menjadi 1500 dan berharap akan melangsing. Jika Anda melakukan ini, memang akan berhasil pada awalnya, tapi kemudian tubuh Anda harus menyesuaikan diri. Karena Anda tidak bisa menggapai gudang lemak Anda, jika Anda hanya mendapatkan 1500 kalori, Anda harus mengurangi pengeluaran kalori Anda menjadi 1500 juga.

Jadi, Anda merasa lelah, lapar, kedinginan, karena metabolisme tubuh Anda mulai memadamkan mesin. Tapi bagian terburuknya? Anda tidak akan melangsing lagi!Penurunan berat badan Anda mulai berada di fase plateau, dan Anda merasa semuanya hanya omong kosong. Seiring waktu, Anda mulai menggemuk lagi. Jadi Anda memutuskan bahwa Anda sudah muak, lantas meningkatkan asupan kalori sampai 1700—masih lebih rendah dibandingkan dulu pada saat pertama kali memulai diet . Tapi, karena Anda mengkonsumsi 1700 kalori tapi hanya membakar 1500 kalori, berat badan Anda dengan cepat kembali seperti sebelum diet. Terdengar familiar?

Kunci langsing jangka panjang yang sukses bukanlah mengurangi kalori. Anda harus mengurangi insulin. Karena insulin adalah saklar yang menentukan apakah tubuh Anda sedang membakar energi makanan atau menyimpan energi makanan (body fat). Jika Anda membakar makanan, maka Anda tidak membakar lemak. Sesederhana itu. Kunci untuk mengakses gudang lemak tubuh Anda adalah mengurangi insulin. Anda harus membiarkan tubuh Anda masuk ke keadaan ‘berpuasa’.

Jadi, pertanyaan rahasia langsing tahu kapan si tubuh membakar lemaknya sudah terjawab, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *