Tips Kurus Cantik Insulin Bikin Gemuk

Tips-Kurus-Cantik-Insulin-Bikin-Gemuk

Tips kurus cantik beneran ya, bahwa si insulinlah yang bikin gemuk? Pada postingan sebelumnya, kita telah membedah hubungan antara insulin dengan obesitas. Kaitannya, bukan hanya bumbu pelengkap penyebab gemuk, namun sebagai pelaku utama.

Selama beberapa dekade kita telah keliru, mengira yang menyebabkan kegemukan adalah kalori (teori CRAP). Hipotesis ini bagaikan jembatan yang belum kelar dibangun, namun dipaksa untuk dipakai. Studi demi studi menunjukkan bahwa mengurangi kalori TIDAK menyebabkan kurus. Pasien demi pasien telah mencoba menurunkan berat badan dengan membatasi kalori, namun tingkat gagalnya 100%, dan konsisten gagal maning gagal maning. Tapi, kita nggak bisa menyalahkan model kalori begitu aja dong, lantas apa sih yang menyebabkan kita batal melangsing? Salahkan saja pasiennya.

Karena pasien selalu gagal melangsing, atau berhasil menjadi ramping namun menggemuk lagi (diet yoyo), hanya ada 2 kemungkinan:

  1. Saran untuk mengurangi porsi makan, diet ketat, makan hidangan rendah lemak, tambah porsi olahraga adalah saran yang salah.
  2. Atau pasiennya bandel bin bader alias tidak mau mengikuti saran di atas tadi.

Dan sepertinya, orang-orang berasumsi para pasien tidak patuh, sehingga para dokter dan ahli gizi ini lantas memarahi, mengejek, meremehkan, menegur, mencaci dan menghujat. Kemudian kita berteriak-teriak lagi, kurangi porsi makan, bergerak lebih aktif. Seolah-olah kedua saran itu bisa menyembuhkan masalah mereka. Lagi pula, piramida makanan tidak mungkin salah, kan? Iya toh? Tapi, sialnya, meski pasien telah mengikuti anjuran tadi, si lemak membandel tak mau enyah juga. As a nagging tooth.

Para dokter, pastinya, tertarik dengan hipotesis Crap bagaikan semut tertarik pada gula. Obesitas bukan karena kita telah gagal paham mengenai akar masalahnya, namun sederhana saja, karena pasien pemalas dan rakus. Itu adalah permainan favorit mereka—menyalahkan pasien. Tapi, tentu saja, masalah utamanya  adalah hipotesis CraP. Itu salah total.

By: Dokter Jason Fung (Insulin Causes Weight Gain – Hormonal Obesity IV}

Jika kamu menambah porsi makanmu alias menambah kalori, penambahan itu tidak akan menyebabkan kamu menggemuk, jadi, jika kamu mengurangi porsi makanmu, artinya, kamu juga tidak akan melangsing. Olahraga pontang-panting juga sia-sia, dan pembahasan lebih dalam akan kita beberkan di postingan selanjutnya. Jadi, jika begitu, apa dong yang sebenarnya merupakan etiologi obesitas? Insulin.

Apa yang terjadi bila kita memberi dosis tinggi insulin kepada pasien? Insulin membuat pasien bertambah gemuk. Semakin banyak insulin yang dia konsumsi, semakin banyak bobot yang ia dapatkan. Hampir tidak masalah berapa banyak kamu makan dan seberapa lama durasi olahragamu. Kamu akan terus membulat.

Kami telah mendemonstrasikan prinsip ini dengan melakukan percobaan yang aduhai dan intensif pada para pasien diabetes. Para peneliti telah menunjuk 14 pasien  diabetes dan menambah insulin sampai gula darahnya berangsur normal. Pada awalnya, mereka hanya minum pil. Selama 6 bulan, insulin ditingkatkan sampai dengan 100 unit per hari. Berat Badan meningkat sebesar 8,7 kg (19 lbs). Dan lucunya, asupan kalori harian mereka telah kita kurangi hingga 300 kalori/ hari. Dengan kata lain, meski makan lebih sedikit, berat badan pasien bertambah dan semakin menggila. Itu berarti bahwa bukan kalori yang mendorong kenaikan berat badan. Penyebab absolutnya adalah insulin!

Sumber Gambar

Coba pikir sekali lagi. Insulin adalah sinyal hormonal bagi tubuh untuk menimbun lemak—Body Set Weight (BSW). Jika insulin meningkat, kita meningkatkan BSW kita. Untuk mencapai bobot baru yang lebih tinggi ini, kita perlu makan lebih banyak atau mengurangi total pengeluaran energi (TEE). Jadi insulin membuat kita gemuk. Agar berubah menjadi gendut, si tubuh akan makan lebih banyak atau mengurangi TEE. Perilaku makan sebakul adalah sebagai respons terhadap sinyal hormonal untuk menggemuk. Dalam penelitian ini, dosis insulin meningkat secara masif alias besar-besaran. Di bawah sinyal hormonal ini, tubuh mencoba menambah berat badan (meningkatkan BSW). Seiring bertambahnya berat badan, pasien mencoba membatasi kalori. Karena mereka makan lebih sedikir, tubuh mereka terpaksa ‘dimatikan’ agar menghemat energi untuk menambah berat badan. TEE diturunkan. Kita merasa lelah, dingin, dan lapar.  Dan berat badan masih saja merangkak naik. Kedengarannya seperti diet rendah kalori model jadul a.k.a konvensional. Diet, olahraga, lemas lunglai lemah lesu dan masih saja belum bisa menurunkan berat badan. Faktanya, jika kita lebih teliti, ada korelasi langsung antara dosis total dan penambahan berat badan. Semakin banyak insulin yang diberikan, pasien semakin menggemuk. Semakin tinggi kadar insulin, semakin banyak bobot yang didapat. Insulin menyebabkan obesitas.

 Sebuah studi yang lebih baru (N Engl J Med 2007; 357: 1716-30 Holman RR) menunjukkan efek yang sama persis.

Dalam penelitian ini, 708 penderita diabetes diberikan insulin per oral atau diminum. Apa yang terjadi dengan berat badan mereka? Naik dong. Bukan surprise sih sebenarnya. Setiap ahli klinis sudah mengetahui bahwa insulin membuatmu menggemuk. Dan pasien yang diberi dosis tertinggi menggemuk paling drastis. Mereka yang mendapat sedikit, mendapatkan bobot paling sedikit. Insulin tidak hanya menyebabkan obesitas secara general, tapi juga bisa menyebabkan pertumbuhan lemak lokal. Mereka yang rutin menyuntikkan insulin terkadang mengalami lipohipertrofi.

Ini semakin memperkuat anggapan kita bahwa insulin adalah sinyal untuk menimbun lemak. Ada juga sih yang membantah bahwa obat diabeteslah yang bisa menyebabkan kita menimbun lemak. Saat kita mengurangi gula darah, gula diambil dari darah dan diubah menjadi lemak. Jika ini benar, pengobatan diabetes apa pun harus menyebabkan kenaikan berat badan yang sama. Kita bisa membandingkan pengobatan diabetes tipe 2 dengan obat yang berbeda. Beruntungnya, penelitian ini sudah selesai dilakukan. Ini adalah UKPDS gigantis (Pembelajaran Diabetes prospektif yang dilakukan oleh Inggris).

Begini penjelasannya. Ada beberapa pil untuk diabetes (oral hypoglycemics). Sulphonylureas (SU) adalah kelas pengobatan yang akan merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Jika insulin menyebabkan obesitas, seperti teori obesitas hormonal, maka kelas obat ini seharusnya membuat kita menggemuk.

Metformin adalah kelas pengobatan yang lain. This is an entirely different kettle of fish. Hal ini dianggap sebagai sensitizer insulin. Artinya, membantu insulin dalam tubuh bekerja lebih efisien. Obat ini tidak meningkatkan kadar insulin serum. Obat ini kece badai.

Sekarang kita bisa membandingkan efek berbeda dari 3 jenis obat—insulin, SU, dan metformin. Mereka semua memiliki efek mengurangi gula darah, namun efeknya pada kadar insulin dalam tubuh berbeda satu sama lain. Insulin akan menaikkan kadar darah paling banyak, SU akan menaikkan kadar tapi tidak sebanyak insulin, dan metformin tidak sama sekali. Apa efeknya terhadap berat badan? Seperti yang kita duga, kelompok insulin meningkatkan berat badan paling banyak. Klorpropamida dan gliburide (sulphonyureas) juga meningkatkan berat badan, tapi tidak sebanyak insulin. Kelompok metformin bersifat netral pada berat badan. Kelompok ini tidak menyebabkan pasien menggemuk. Jadi insulin, dan gliburide (yang mana meningkatkan kadar insulin) keduanya membuat pasien menjadi gemuk. Metformin, yang mengobati gula darah namun TIDAK menaikkan kadar insulin tidak menaikkan berat badan. Tips kurus cantik itu gampan apa susah hayo?

Sumber Gambar

Sejak dipublikasikannya UKPDS, ada obat baru yang diperkenalkan untuk mengobati diabetes.  Ini adalah kelas pengobatan DPP4. Mekanisme kerja obat ini adalah meningkatkan kadar insulin sebagai respon terhadap makanan. Obat ini tidak menyebabkan peningkatan tingkat insulin yang terus-menerus. Seperti yang kita harapkan, DPP4 bersifat netral pada berat badan. Dalam penelitian ini, glipizide (sulfonilurea yang meningkatkan kadar insulin), menyebabkan penambahan berat badan. Januvia, yang tidak menaikkan kadar insulin terus-menerus, tidak menyebabkan pasien menggemuk. Ini terlepas dari kenyataan bahwa gula diperlakukan ke tingkat yang sama. Hasilnya sangat konsisten. Obat yang meningkatkan kadar insulin menyebabkan kenaikan berat badan.

Menurunkan kadar insulin menyebabkan kita melangsing. Dengan hal ini, seharusnya membuat kita semakin menyadari pentingnya faktor hormonal pada obesitas.

Baru-baru ini, penelitian lain yang berjudul “Resistensi insulin dan peradangan memprediksi perubahan berat badan kinetik” menunjukkan bahwa prediktor kuat dari kembalinya di berat badan adalah resistensi insulin. Bukan willpower. Bukan asupan kalori. Bukan dukungan orang sekitar.

Insulin. Insulin. Insulin. Ini semua tentang insulin. Tips kurus cantik ternyata mudah saja.

Di bawah pengaruh insulin, tubuh kita menerima instruksi untuk “menimbun lemak”. Sebagai responnya, kita makan lebih banyak dan/ atau mengurangi pengeluaran energi. Ini bukan tindakan sukarela.

Ingat ini: Pertanyaannya adalah BUKAN cara menyeimbangkan kalori, pertanyaannya adalah bagaimana menyeimbangkan hormon kita. Dalam kebanyakan kasus, pertanyaan krusial bukanlah bagaimana mengurangi kalori tapi bagaimana cara mengurangi insulin.

Jadi sekarang kalian tahu kan tips kurus cantik itu apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *