Tips Langsing, Kurus dan Ramping

Rahasia Kurus Langsing Mengapa Olahraga Sia-Sia

Rahasia-Kurus-Langsing-Mengapa-Olahraga-Sia-Sia

Rahasia kurus langsing mengapa sebagian kecil para pakar berkata bahwa sesungguhnya mengerjakan olahraga itu sia-sia? Sebelumnya, kita telah membahas tentang Women’s Health Initiative study yang mencengangkan. Hampir 50.000 wanita berpartisipasi dalam penelitian ini. Studi ini terus dipantau dan diikuti, diet rendah lemak, rendah kalori dan meningkatkan porsi olahraga mereka hingga 10% selama 7 tahun.

 Dengan kata lain, mereka mengikuti:

  1. Diet rendah lemak.
  2. Menerapkan strategi pembatasan kalori.
  3. Meningkatkan porsi olahraga.

Strategi ini, yang sekarang disahkan oleh Michelle Obama, tentu saja, adalah sebuah kegagalan monumental. Gaya hidup semacam itu tidak bisa membuat kita meramping. Logika Michelle pasti mirip seperti ini:

“Karena strategi Eat Less Move More ini gagal dengan sangat mengerikan, kita lantas harus mengumpulkan ratusan juta dolar untuk mempromosikannya! Saya sangat pintar sehingga kepala saya muter-muter. Yuk nemuin Barry.”

Sebelumnya kita telah membedah mengenai gagalnya teori Eat Less Move More di seri Kalori. Dan, sekarang mari kita melanjutkan meneliti lebih lanjut mengenai porsi olahraga. Camkan, bahwa olahraga itu sangat baik buat kita. Tidak diragukan lagi. Tapi itu sama sekali tidak efektif untuk menurunkan berat badan. 

Lebih dari 90% pertempuran melawan obesitas harus difokuskan pada makanan. Diet adalah Batman. Olahraga adalah Robin. Baru-baru ini telah diterbitkan makalah tentang “Kegiatan Fisik dan Pencegahan Kenaikan Berat Badan, Studi Kesehatan Wanita” yang diterbitkan di JAMA 2010; 303 (12): 1173-1179. Buring dkk, membedah  lebih dalam mengenai olahraga dan studi tentang Inisiatif Kesehatan Wanita. Yang mengikuti studi ini adalah 39.876 dari tahun 1992-2004. Mereka dikelompokkan menjadi 3 kelompok yang mewakili olahraga mingguan tingkat tinggi, sedang dan rendah. Kelompok latihan terendah (<7.5 MET hours per week) sesuai dengan tingkat latihan kurang dari 150 menit per minggu. Yang tertinggi lebih dari satu jam sehari berolahraga.

Kamu mungkin berekspektasi bahwa yang melakukan olahraga selama sejam dibandingkan orang yang tidak melakukan olahraga akan melangsing dengan lebih cepat. Bisa diamati 8 tahun berikutnya. Sayangnya, kamu salah. Pada awalnya (waktu di titik 0), kamu dapat melihat adanya perbedaan berat badan di antara 3 kelompok. Memang, orang yang berolahraga akan cenderung kurang berat. Sejauh ini bagus. Tetapi, jika kita melihat 10 tahun ke depan, tidak ada perubahan yang signifikan di antara tiga grup itu. Bahasan mengenai rahasia kurus langsing mengapa kita perlu tahu bahwa olahraga itu sia-sia mulai menarik nih, Sob.

Sumber Gambar

Berat yang kamu harapkan bisa dienyahkan selama periode 3 tahun adalah 0,12 kg atau lebih dari ¼ lb. Ya, kamu membacanya dengan benar. Jika kamu berolahraga setiap hari selama satu jam selama 3 tahun, kamu berharap bisa membuang ektra lemak sebanyak ¼ pound, namun kenyataannya itu sama saja dengan orang yang tidak melakukan apa-apa. Lantas apa dong gunanya? Dengan kara lain, olahraga selama 3 tahun sama saja seperti kamu buang air besar, tidak ada impak apa-apa.

Yeah, I said it. Deal with it.

Harus kita akui bahwa olahraga memang bagus untuk banyak hal. Tapi, bukan untuk melangsing. Dan faktanya, inilah studi terbesar yang sudah kita lakukan.


Sebuah studi baru-baru ini 2009 oleh Timothy Church di Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan yang berjudul “Perubahan Berat Badan, Ukuran perubahan pinggang dan tanggapan Kompensasi dengan Dosis Latihan yang Berbeda antara Wanita Postmenopause yang Tangguh dan Gagal” tidak menemukan perbedaan dalam berat badan yang hilang dalam kelompok yang diacak dengan intensitas olah raga yang berbeda. Empat kelompok secara acak memiliki intensitas latihan yang berbeda. Tidak ada perbedaan berat badan secara keseluruhan.

By: Dokter Jason Fung  (Exercise in Futility – Exercise III)

Menariknya, dalam jumlah latihan yang lebih tinggi cenderung berkurang berat badan dibandingkan perkiraan. Menariknya, semakin tinggi intensitas olahraga, berkurangnya berat badan malah lebih sedikit, tidak seperti yang diharapkan. 

Percobaan acak lainnya dari latihan “Efek Latihan pada Berat dan Lemak Tubuh pada Pria dan Wanita” oleh McTiernan et al, Obesitas (2007) 15, 1496-1512 menunjukkan efek minimal olahraga pada penurunan berat badan. Dalam percobaan ini, 100 wanita dan 102 pria diacak menjadi dua kelompok.

Kelompok 1 tetap mempertahankan gaya hidupnya sebagai couch potatoes alias malas bergerak. Grup kedua berpartisipasi melakukan olahraga aerobik selama 6 hari/ minggu selama setahun. Pada awalnya, para pria kehilangan 211 pound dan perempuan kehilangan 172 pound. Reps.  Sets.  Cardio. Resistance.  Spinheads.  Yogatudes.  Gun shows. Semakin banyak orang memakai celana yang terlalu ketat. Tapi hei, apakah itu sepadan? Yo go girl!

Setelah 1 tahun rata-rata penurunan berat badan untuk wanita adalah… 3 kilogram SAJA. Untuk pria itu…HANYA 4 pound. Color me unimpressed.  Syok? Saya juga. Hasil penelitian mengatakan olahraga tidak terlalu efektif untuk menurunkan berat badan.  Mungkin, kamu lantas berpikir bahwa porsi olahraganya tidak cukup. Bagaimana dengan maraton? Apakah itu kurang cukup, Mr. Varsity?

Sebuah studi di Denmark menggumpulkan beberapa orang yang sebelumnya bergaya hidup selow alias tidak terlalu banyak bergerak. Lantas mereka melatih selama 18 bulan untuk marathon. Hasilnya dipublikasikan di sini: Asupan makanan dan komposisi tubuh pada atlit pemula selama masa pelatihan untuk menjalankan marathon International Journal of Sports Medicine, Mei 1989; 10 (1 suppl.): S17-21 Janssen GM

Gesekan tak berujung (antara paha bagian dalam). Bermil-mil di dreadmill. Tetapi, apakah semua itu sepadan?  Berapa banyak para pria kehilangan lemak tubuhnya? Hanya 5 pon. Lantas berapa rata-rata para wanita sanggup mengenyahkan lemak tubuh? Nol besar. Gelinding.

Oh, crap. That’s a bloody pain in the arse.

Mungkin semua lemak berubah menjadi otot tanpa lemak. Maaf sobat—penelitian tersebut mencatat bahwa “tidak ada perubahan komposisi tubuh”. Dengan kata lain, lemaknya tetap bertahan sebagai lemak. 

Pengaturan Makan Seperti Ini Lebih Efektif untuk Melangsing dibandingkan dengan Olahraga saja.

Seri BBC yang fantastis pada bagian dua membahas tentang tema, “Orang-orang yang Membuat Kami Tipis” Jacques Peretti mengeksplorasi hubungan antara olahraga dan penurunan berat badan.Industri olahraga eksis bukan untuk membantu mengusir lemak tubuhmu, tetapi untuk menggemukkan dompet mereka sendiri. Itu merupakan mesin untuk memisahkanmu dari uangmu. Strateginya oke juga oy. Mereka paham betul bahwa motivasi manusia menjadi member gym adalah untuk melangsing.

Lantas, mengapa sih olahraga tidak efektif untuk menurunkan berat badan? Karena ada sesuatu yang dinamakan KOMPENSASI. Tubuh beradaptasi dengan berbagai cara untuk menyeimbangkan metabolisme. Salah satu mekanisme tersignifikan kompensasi adalah dengan memangkas aktivitas di luar olahraga. Cara kerja kompensasi yang lain adalah dengan meningkatkan asupan kalori untuk merespon olahraga. Salah satu rahasia kecil yang kotor dari teori hukum kalori-masuk-kalori-keluar adalah adalah saat kamu jor-joran berolahraga, asupan kalori cenderung melonjak naik.

Sebagai bukti, kamu bisa melihat artikel ini “Total energy intake, adolescent discretionary behaviors and the energy gapdi Int J Obes (Lond). 2008 Des; 32 Suppl 6: S19-27 oleh Sonneville KR, dan Gortmaker SL. Artikel tersebut berasal dari penelitian di Harvard School of Public Health, studi kohort prospektif yang diikuti 538 siswa dan memeriksa bagaimana aktivitas yang berbeda menyebabkan defisit energi.

Jadi, kamu mungkin berharap bahwa aktivitas fisik yang aduhai durasinya (lama banget, Brur) sanggup menyebabkan defisit kalori. Sayangnya harapan kamu meleset. Dari penelitian ini:
“Meskipun aktivitas fisik dianggap sebagai aktivitas defisit energi, perkiraan kami tidak mendukung hipotesis ini. Membaca/ melakukan pekerjaan rumah adalah satu-satunya kegiatan discretionary yang diperiksa yang tampaknya netral energi.”

Jika anak-anak diminta untuk melakukan olahraga 2 jam lebih lama, berapa banyak kalori yang akan dibakar? Hasilnya cukup mencengangkan, anak-anak ini mengunyah makanan lebih banyak sekitar 292 ekstra dibandingkan asupan normal mereka sehari-hari. Sekali lagi, biang keroknya adalah KOMPENSASI. Sebenarnya hasil penelitian yang menunjukan hasil serupa banyaknya adalah segepok alias banyak banget. Atau, kamu sebenarnya tidak usah melancong jauh-jauh untuk membuktikan hal ini atau melakukan studi njelimet, cukup gunakan saja logikamu. Mereka tidak mungkin membuat pepatah “olahraga adalah untuk mempertajam nafsu makan” tanpa alasan yang jelas, bukan begitu, Einstein?

Intinya begini.

Studi mengonfirmasi bahwa olahraga, meski sehat untukmu, sama sekali tidak efektif untuk mengobati obesitas.

Sekarang Anda mengerti kan rahasia kurus langsing mengapa ternyata mengerjakan olahraga jor-joran sia-sia aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *