Rejimen Puasa Panjang Untuk Meramping

Sumber Gambar

 

Puasa dibagi berbagi jenis, tergantung durasi. Selain tujuan klasifikasi, tujuan fisiologis juga dijadikan alasan. Tidak ada garis pemisah mengandung magic. Nah, postingan kali ini akan membahas puasa lebih dari 24 jam.

Puasa 24 jam

Masa puasa ini pada dasarnya adalah makan malam bertemu dengan makan malam, atau sarapan pagi, makan lagi nanti saat sarapan, apa pun yang kamu suka. Misalnya, kamu akan makan malam jam 7 malam dan kemudian puasa sampai makan malam hari berikutnya jam 7 malam. Dalam rejimen ini, kamu tidak puasa sehari penuh, karena kamu masih makan sehari sekali pada periode puasa. Ini sangat mirip dengan gaya ‘Warrior’ meskipun, masih ada jendela makan selama 4 jam, jadi secara teknis merupakan periode puasa 20 jam.

Periode puasa ini memiliki beberapa kelebihan penting, yaitu:

  1. Pertama, karena durasi yang lebih lama, ia cenderung menjadi lebih efektif.  Oleh karena itu, kamu masih makan setiap hari, sehingga obat yang perlu diminum dengan makanan tetap bisa dikonsumsi. Misalnya, metformin, atau suplemen zat besi, aspirin, semuanya harus ditelan bersama makanan dan bisa disantap pada satu kali makan pada hari puasa.
  2. Selain itu, teknik ini yang paling mudah untuk dipraktikan sehari-hari. Kebanyakan orang, akan makan malam bersama keluarga setiap hari. Karena kamu masih makan malam, rutinitas berpuasa ini bisa jadi tidak akan diketahui oleh orang lain, sehingga lebih memudahkan prosesnya, karena kamu hanya melewatkan sarapan dan makan siang. Hal ini sangat mudah selama hari kerja. Kamu cukup minum secangkir kopi pagimu, tapi skip sarapan pagi. Kamu bisa bekerja saat makan siang sehingga bisa melewatkan maksi, dan pulang ke rumah untuk makan malam. Ini menghemat waktu dan uang. Tidak harus memasak atau mencuci untuk sarapan pagi. Kamu menghemat satu jam saat makan siang dimana kamu bisa bekerja, dan pulang ke rumah untuk having dinner tanpa ada orang yang menyadari bahwa kamu telah berpuasa selama 24 jam.

By: Dokter Jason Fung (Longer Fasting Regimens – Part 7)

Eat Stop Eat

Jadwal puasa 24 jam yang dilakukan satu atau dua kali per minggu ini direkomendasikan oleh Brad Pilon dalam bukunya Eat, Stop, Eat. Brad adalah seorang binaragawan yang merupakan pelopor dalam mempopulerkan puasa intermittent dan telah melakukan kajian menyeluruh tentang sains di balik puasa.

Sumber Gambar

The 5:2 Diet

Puasa lainnya adalah 5: 2 yang diperjuangkan oleh Dr. Michael Mosley, produser TV dan dokter yang paling dikenal karena mempopulerkan tren ini. Dia muncul dalam program BBC bernama Horizon berjudul “Eat, Fast, and Live Longer”. Meskipun ada beberapa model puasa yang dihasilkan oleh pelopor seperti Martin Berkhan dan Brad Pilon, mereka belum benar-benar memukul arus. Dengan dokumenter BBC dan buku yang segera terbit, para peminatnya mulai menguat, terutama di Inggris. Buku yang berjudul “The Fast Diet” menjadi best seller di Inggris dan segera di follow-up dengan dirilisnya buku-buku sejenis. Basic diet itu tidak cukup 24 jam puasa, seperti Brad Pilon deskripsikan. Sebagai gantinya, diet 5: 2 terdiri dari 5 hari diet normal. Pada dua hari lainnya, kamu bisa makan total 500 kalori. 500 kalori itu bisa dikonsumsi semua dalam sekali makan. Jika, misalnya, kamu makan malam, maka akan identik dengan Eat, Stop, Eat diet. Namun, kamu juga bisa menyebarkan 500 kalori itu ke dalam beberapa jam makan. Kedua pendekatan dan perbedaannya secara fisiologis nyaris mirip.

Alternatif Harian Puasa (ADF)

Inilah strategi diet yang paling banyak diriset. Sebagian besar dilakukan oleh Dr. Krista Varady, asisten profesor nutrisi di University of Illinois – Chicago. Dia menulis sebuah buku tentang strateginya dalam The Every Other Day Diet, meskipun kesuksesannya tidak bisa mengimbangi blockbuster metode 5:2. Meski sepertinya kamu dalam beberapa hari, hanya makan sekali, tetapi faktanya tidak begitu. Kamu bisa makan sampai 500 kalori pada hari puasa, seperti pada diet 5: 2. Tetapi, hari puasa dilakukan dua hari perminggu sehinga ini tampak seperti rejimen yang intensif. Keuntungan esensial dari rejimen ini adalah bahwa lebih banyak penelitian tersedia mengenai rejimen ini daripada yang lain. Kita akan mempertimbangkan studi ini secara lebih rinci di postingan selanjutnya.

Before dan After Setelah Melakukan Intermittent Fasting

36 jam puasa

Seiring progresif dan semakin lama kamu berpuasa, ada manfaat yang didapat lebih cepat, tapi ada juga risiko komplikasi. Karena saya sering menangani penderita diabetes tipe 2 dan sulit mengobati kasus obesitas, saya cenderung tertarik pada masa puasa yang lebih lama, namun kamu harus mengerti bahwa saya selalu memantau tekanan darah, kerja darah dan kemajuan mereka dengan sangat seksama. Jangan membuat puasa menjadi pekerjaan yang membuat kamu stres, jika kamu merasa tidak enak badan, kamu harus berhenti. Kamu boleh lapar, tapi kamu seharusnya tidak merasa mual atau sakit. Estimasi fundamental lainnya adalah bahwa pengobatan harus dipantau dengan hati-hati oleh dokter. Masalah majornya ialah jika kamu meminum obat diabetes dan kamu berpuasa, kemungkinan kamu akan mengalami hipoglikemik dan itu sangat berbahaya. Gula darah yang rendah tidak menjadi komplikasi per se, karena pada umumnya ini adalah  tujuan puasa. Memang benar, kita ingin gula darah menjadi rendah. Tetapi, bukan berarti kamu overmedicated atau kelebihan ‘obat’ pada hari itu.

Kamu harus bekerja sangat hati-hati dengan dokter untuk menyesuaikan obat dan memonitor gula. Selain itu, ada beberapa obat tertentu yang dapat menyebabkan nyeri lambung pada saat perut kosong. NSAIDS, ASA, suplemen Besi dan metformin adalah obat sentral di sini. Secara umum, obat diabetes dan insulin HARUS dikurangi pada hari puasa untuk menghindari hipoglikemia. Berapa banyak jumlahnya, harus diawasi oleh doktermu.

SAYA TIDAK MEREKOMENDASIKAN PASIEN YANG SEDANG MEMINUM OBAT UNTUK MELAKUKAN PUASA JANGKA PANJANG TANPA BERKONSULTASI DENGAN DOKTER MEREKA.

Puasa 36 jam berarti kamu berpuasa sepanjang hari. Kamu selesai makan malam pada hari 1 pada pukul 7 malam misalnya, dan kamu akan melupakan semua makanan pada hari ke 2, dan tidak makan lagi sampai sarapan pukul 7 pagi pada hari ke 3. Jadi totalnya 36 jam puasa.

Sumber Gambar

42 jam puasa

Kami sering menyarankan klien kami untuk melakukan rutinitas dengan melewatkan sarapan dan berbuka puasa pada siang hari. Cukup simpel untuk mengikuti periode puasa 16: 8 pada hari reguler. Setelah beberapa hari, mayoritas orang mulai terbiasa membuka hari mereka dengan hanya segelas air dan secangkir kopi. Jika kamu mengkombinasikan dengan puasa selama 36 jam, total puasamu menjadi 42 jam. Misalnya, kamu makan malam pukul 6 sore pada hari ke 1. Kamu skip semua makanan pada hari kedua dan berbuka puasa pada jam 12 siang. Total puasamu sebanyak 42 jam.

Untuk puasa dengan durasi yang lebih lama, kita sering mencoba untuk tidak membatasi kalori selama periode makan tersebut. Seringkali, saat orang terbiasa berpuasa, kita sering mendengar bahwa selera makan mereka mulai turun drastis.Tidak naik. Malah turun. Mereka harus makan sampai kenyang pada hari makan mereka. Ada alasan bagus untuk mengurangi nafsu makan. Saat kamu mulai mematahkan siklus resistensi insulin, tingkat insulin mulai menurun. Karena insulin adalah pengatur superior tubuh yang mengatur berat badan (BSW) tubuhmu, sekarang si badan ‘ingin’ si BSW menjadi lebih rendah.

Sebagai responnya, rasa lapar ditekan dan total pengeluaran energi dipertahankan. Jadi—nafsu makan turun dan TEE tetap sama atau naik. Ingat bahwa strategi Pengurangan Kalori sebagai Primer (CRAP) menghasilkan kebalikannya. Nafsu makan naik dan TEE turun. Menurutmu, mana yang akan bekerja dalam jangka panjang?

Ingin Ramping? Baca Tentang Puasa dan Lipolisis

Puasa bisa menolong semua orang

Apakah yang menjadi biang kerok pada kasus obesitas dan diabetes tipe2? Insulin. Lantas, apa sih si kunci yang bisa mengusir kedua kondisi di atas? Kuncinya? Fokus pada insulin, dong. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana caranya supaya kita bisa menurunkan kadar insulin? Sayangnya, tidak ada satu obat pun yang bisa membuat insulin merosot.

Sebenarnya ada dua kelas obat yang secara konsisten mengurangi insulin:

  1. One by a lot.
  2. One by a little.

Bukan karena kebetulan, memang ini satu-satunya jalan untuk meramping. Tapi masalahnya adalah keduanya mahal dan memiliki efek samping. Singkat kata, kita butuh cara yang efisien dan efektif untuk menurunkan insulin jika kita ingin sukses menurunkan berat badan. Diet rendah karbohidrat olahan dan membatasi gula merupakan trik ampuh untuk beberapa orang, tapi, metode ini menuai gatot a.k.a gagal total. Jawabannya, yaitu….P.U.A.S.A.

Deskripsi klasik tentang fisiologi puasa ditulis oleh Dr. George Cahill. Kita telah membahas hal ini di posting sebelumnya, tapi inilah versi bergambarnya.

Esensinya, puasa adalah pergeseran bertahap pembakaran glukosa menjadi pembakaran lemak.

  1. Pada tahap 1, sebagian besar organ tubuh menggunakan glukosa eksogen.
  2. Pada tahap 2 dan 3, glikogen (gula tersimpan) menyetok banyak glukosa untuk persediaan.
  3. Sebagian besar jaringan masih menggunakan gula, namun hati, otot dan sel lemak sudah mulai membakar lemak.
  4. Pada tahap 4 dan 5, gudang glikogen sudah habis.

By: Dokter Jason Fung (Fasting and Lipolysis – Part 4)

Glukoneogenesis hepatik dan renal (hati dan ginjal) sekarang menyediakan semua glukosa, tapi hanya otak, sel darah merah dan renal medula (bagian dalam ginjal) yang menggunakan glukosa.

Semua organ lain telah bergeser ke pembakaran lemak.

Pada stadium 5, mayoritas bagian otak akan membakar lemak dengan cara memanfaatkan keton dari tubuh. Hanya sejumlah kecil glukosa yang dibutuhkan untuk sel darah merah. Kamu dapat melihat bahwa asal mula glukosa darah secara bertahap beralih dari eksogen (diet) ke glukoneogenesis yang terbuat dari gliserol.

Lemak kebanyakan merupakan trigliserida, yang mengandung satu tulang punggung gliserol dan tiga asam lemak dengan panjang yang bervariasi. Sebagian besar jaringan di tubuh dapat menggunakan asam lemak secara langsung sebagai bahan bakar. Pada stadium 5, hanya otak dan sel darah merah yang membutuhkan glukosa. Jadi sebagian besar tubuh sekarang mendapatkan energi dari lemak, bukan gula.

Kamu bisa melihat efeknya dalam konsentrasi asam lemak bebas (FFA) dalam darah sebagai respons terhadap puasa (juga disebut starvation).

Tingkat FFA di plasma meroket, padahal tadinya hampir tidak terdeteksi. Keton (untuk memberi makan otak) adalah betahydroxybutyrate dan Acetoacetate, yang mana juga menunjukkan peningkatan. Trigliserida dipecah menjadi tulang punggung gliserol dan 3 asam lemak. Asam lemak digunakan langsung oleh tubuh. Gliserol masuk ke hati dan diubah menjadi glukosa dengan proses glukoneogenesis. Oleh karena itu, lemak mampu menyediakan jumlah kecil glukosa yang diperlukan untuk otak, sel darah merah dan renal medulla.

Kamu tidak perlu memecah otot untuk ini. Jadi, berpuasa tidak membuat otot menjadi bahan bakar. Sebaliknya, glukosa yang pasokannya sekarat, diganti dengan lemak yang tersedia seabrek-abrek sebagai bahan bakar cadangan.

Itu bagus, karena tubuh mampu menyimpan lemak dalam jumlah hampir tak terbatas, dan hanya sejumlah kecil glukosa. Mother Nature, sekali lagi, telah membuktikan dirinya jauh, jauh lebih pintar dari kita. Analoginya begini, bayangkan di gurun sahara. Untuk mendapatkan listrik, kita nggak mungkin memakai tenaga air, dong, tetapi, kita akan menggunakan tenaga surya yang pasokannya meruah.

Cerdas dan cakep!

Jika tidak ada glukosa, kita akan membakar lemak. Itu merupakan kabar yang sangat baik karena jika ada sesuatu yang kita sangat ingin kita lakukan adalah membakar lemak, bener nggak? Semua obat ajaib yang digembar-gemborkan oleh Dr. Oz adalah omong kosong, kecuali satu yang beneran ampuh: PUASA.

Bisa Dapet ‘Roti-Sobek’ Karena Puasa Intermittent

Salah satu alasan mengapa binaragawan sangat tertarik untuk memangkas lemak dan menumbuhkan si otot adalah karena tuntutan level lemak yang rendahnya, naudzubilah, harus ektrim bingit, dan dikombinasikan dengan kinerja atletik yang musti tinggi.

Otak mendapatkan tenaganya dari keton. Ini adalah situasi yang normal. Tubuh kita didesain seperti itu. Tapi jangan gagal paham dengan ketoasidosis diabetik, yang mana tubuh memproduksi keto secara berlebihan karena merupakan efek samping dari tingginya kadar glukosa. Dalam situasi ini, ada banyak glukosa yang bisa digunakan otak. Namun, karena kekurangan insulin yang patologis, tubuh juga menghasilkan banyak keton. Keton tidak terbakar untuk bahan bakar, tapi malah menumpuk di luar, seperti kayu yang tidak digunakan. Seiring kebutuhan keton yang melonjak, kebutuhan glukosa akan turun.

Pada diabetes tipe 1, keduanya sangat tinggi dan ini menyebabkan masalah yang mengancam jiwa. Inilah pertanyaan yang saya dapatkan. Bisakah anak saya, yang obesitas berpuasa? Jawabannya, JANGAN!

Inilah deskripsi grafis mengapa. Anak-anak mungkin tidak dapat menghasilkan keton dalam jumlah yang cukup. Sekalipun mereka bisa, saya pasti tidak ingin mengambil risiko itu. Sebenarnya, setiap agama di dunia menyarankan puasa—tapi HANYA untuk orang dewasa. Dalam sebuah studi yang lebih baru tentang 4 hari puasa, hasil yang hampir sama ditemukan.

Mari kita lihat lebih dekat. Ada banyak detail menarik disini.

  1. Pertama, kamu akan melihat bahwa asam lemak meningkat 373%. Glukosa darah turun dari 4,9 menjadi 3,5—lebih rendah namun masih dalam kisaran normal, dipelihara oleh glukoneogenesis hati. Beta hydroxybutyrate meningkat 2527% persen! Otak dinyalakan oleh keton dan badan kita bertenaga, semuanya disandarkan pada lemak. Itu adalah mitos pembakaran lemak – Burn, Baby, Burn!
  2. Kedua, kamu dapat melihat bahwa selama 4 hari puasa, terjadi peningkatan secara terus menerus pada norepinephrine, sementara epinefrin relatif stabil.

Peningkatan adrenalin meningkatkan energi dan mencegah penurunan energi restorasi energi (REE) atau metabolisme. REE meningkat lebih dari 10%. Metabolik tidak dimatikan. Puasa justru mengubah metabolisme tubuh. VO2 juga sedikit meningkat, ini mengindikasikan tubuh mempunyai kapasitas yang lebih besar untuk aktivitas fisik.

Jadi inilah ringkasan, sejauh mana peran puasa bagi atlet elit, atau bahkan orang biasa.

  1. Sanggup membuat mereka berlatih lebih keras—meningkatkan adrenalin, meningkatkan VO2
  2. Memulihkan tubuh lebih cepat dan membangun otot lebih kilat- meningkatnya hormon pertumbuhan.
  3. Membakar lemak – meningkatkan oksidasi asam lemak.
  4. Insulin turun. Kita akan membahas secara lebih rinci nanti.

Melangsing berkat puasa

Ini semua bisa diaplikasikan oleh semua orang di seluruh dunia, gratis. Kamu tidak harus membeli suplemen mahal. Kamu akan menghemat uang karena kamu tidak perlu membeli makanan. Kamu akan menghemat waktu karena kamu tidak perlu memasak atau mencucinya.

Jika saya tidak makan, apakah saya akan menjadi langsing? Sanggupkah kamu menurunkan berat badan? Ya iyalah, kalau kamu nggak makan, kamu pasti akan kurus. Jadi nggak perlu ragu lagi, dong. Puasa pasti berhasil membuatmu melangsing. Apakah ini tidak sehat? Jawaban yang mengejutkan adalah puasa sangat sehat. Manfaatnya luar biasa.

Train harder, build muscle, burn fat. Love it!  Semua legal dan gratis! Kedengarannya seperti iklan larut malam murahan.

Telepon 10 menit lagi, atau saya akan melipatgandakan harga! Baca jurnal, hari ini, atau saya akan naikkan harga tiga kali lipat, yah, sayangnya blog ini gratis juga. Ini baru permulaan – kita bahkan belum menyinggung manfaat puasa

  1. Bisa mencegah obesitas,
  2. Diabetes,
  3. Kanker,
  4. Bahkan anti penuaan.

Siapa Sebenarnya Yang Menyebarkan Epidemik Obesitas dan Diabetes Tipe 2

Sumber Gambar

Saya telah membaca postingan Dr Eenfeldt di website ini, tentang klip kece dari Dr. Aseem Malhotra. Ia menunjukkannya pada saat pertemuan LCHF summit in Cape Town, dan mengingatkan betapa kerennya waktu itu.

Kamu tidak akan dikhianati oleh orang-orang yang kamu tidak percayai.

Dan ini adalah sesuatu yang paradox. Kita sering menyalahkan Big Food dengan adanya epidemik obesitas, namun sesungguhnya kita tidak pernah dikhianati oleh orang yang tidak kita percaya.  Pertanyaan selanjutnya adalah, jadi selama ini kita telah dikhianti oleh siapa? Dan faktanya akan membuat kamu lebih menganga. Big Food memang ingin mengeruk lebih banyak uang. Bukan sebuah rahasia. Mereka menciptakan kategori makanan yang sama sekali baru, yang disebut “makanan ringan”, dan mempromosikannya tanpa henti. Mereka diiklankan di TV, cetak, radio dan internet.

Tapi ada bentuk iklan yang bahkan lebih berbahaya yang disebut sponsor dan penelitian. Big Food mensponsori organisasi besar seperti Academy of Nutrition and Dietetics. Coca Cola General Mills, Kellogg Company dan Pepsi ditemukan di antara sponsor “Premier”-nya. Pada pertemuan tahunannya, seorang sponsor bisa mengadakan “simposium gizi”. Pada tahun 2014, misalnya, Coca Cola Company akan mengajarkan ahli gizi tentang Melatih Klien Anda Menuju Berat Badan yang Abadi. The Gold $ 50.000 Sponsorship memungkinkan perusahaan untuk menyebarkan pesan bahwa gula tidak berbahaya bagi anak-anak. Terima kasih, Coca Cola.

By: Dokter Jason Fung  (Of Traitors and Truths – The Epiphenomenon of Obesity VI)

Michele Simon, dalam laporannya yang pedas “And Now a Word from our Sponsors” mengungkapkan bagaimana raksasa perusahaan  (Coca Cola dan McDonalds) mengedukasi para profesional kesehatan. Dan jangan lupa asosiasi medis.

Pada tahun 1988, American Heart Association memutuskan bahwa menerima sejumlah uang, dan menempatkan simbol Heart Check, dan konsekuensinya, mereka tidak peduli kualitas gizi produk tersebut (udah disogok, Bok!)

Ciri-ciri Diabetes

Perusahaan makanan membayar $ 7.500 untuk satu sampai sembilan produk, namun ada diskon volume untuk dua puluh lima produk atau lebih! Penawaran eksklusif tentu saja lebih mahal. Hal yang lucu sering terjadi, contohnya pada tahun 2009, produk yang tidak memenuhi syarat gizi, misalnya Cocoa Puffs and Frosted Mini-Wheats masih berada di daftar aman Heart Check. The 2013 Dallas Heart Walk yang diselenggarakan oleh AHA menampilkan Frito-Lay sebagai sponsor utama.

Yayasan Jantung dan Stroke di Kanada tidak lebih baik. The health check masih disponsori (dengan bangganya) oleh sebotol jus anggur yang berisi sepuluh sendok teh gula. Fakta bahwa minuman ini adalah gula murni sepertinya tidak mengganggu siapa pun. Siapa lagi yang akan dibidik oleh Big Food karena akan mempengaruhi pola pikir masyarakat? Para peneliti dan dokter akademis. Mereka adalah pemimpin  utama (opininya memegang kunci) di komunitas medis.

Pada tahun 2013, Dr. Allison menulis sebuah artikel krusial di the prestigious New England Journal of Medicine berjudul “Myths, Presumptions and Facts about Obesity”.

Di antara daftar ‘fakta’ obesitas, dia menulis, “Diet (yaitu, pengurangan asupan energi) sangat efektif menurunkan berat badan, tapi mencoba untuk melakukan diet atau merekomendasikan agar seseorang menjalani diet umumnya tidak bekerja dengan baik dalam jangka panjang.”

Lucu.

Bagaimana diet bisa efektif, tapi umumnya tidak efektif?

Ditambah, Dr. Allison menyatakan dengan jelas bahwa dokter seharusnya tidak merekomendasikan diet. Lupakan tentang makan  hidangan alami/ unrefined natural foods diet. Lupakan tentang mengurangi gula tambahan dan pati halus seperti roti putih. Sebaliknya, perawatan yang dianjurkan untuk obesitas adalah makanan pengganti berupa bar/ shake, obat-obatan dan operasi.

Ini sangat aneh. Obesitas adalah penyakit diet dan obatnya adalah dengan diet. Sebagai gantinya, dia malah menyarankan pengganti makanan? Ini adalah hal terakhir yang saya akan katakan kepada pasien saya. Pertimbangkan komposisi dari meal replacement shake yang popular “Ensure Plus”. Inilah jenis ‘makanan’ yang menurut Dr. Allison sangat bermanfaat bagimu. Penjualan Ensure Plus menggila dan keuntungannya melimpah. Lima bahan utamanya adalah air, jagung Maltodekstrin, Gula, Konsentrat Susu Protein, Minyak Canola. Campuran menjijikkan ini terdiri dari air, gula dan minyak canola benar-benar tidak memenuhi definisi makanan sehat. Mengapa Dr. Allison dengan giat merekomendasikan sampah ini? Hal menjadi sedikit lebih jelas saat kamu membaca the financial disclosures alias ketika pendapatannya dari ‘iklan’ ini dibeberkan.

Apa Penyebab Mengidam Makanan Asin Dan Manis

Dr. Allison melaporkan menerima pembayaran untuk:

  1. Keanggotaan dewan dari Kraft Foods;
  2. Menerima biaya konsultasi dari Vivus, Ulmer dan Berne, Paul, Weiss, Rifkind, Wharton, Garrison, Chandler Chicco, Arena Pharmaceuticals, Pfizer, Asosiasi Pejabat Nasional, Mead Johnson Nutrition, Frontiers Foundation, Orexigen Therapeutics, dan Jason Pharmaceuticals;
  3. Menerima biaya kuliah dari Porter Novelli dan Dewan Almond California;
  4. Menerima pembayaran persiapan manuskrip dari Vivus;
  5. Menerima penggantian perjalanan dari International Life Sciences Institute of North America;
  6. Menerima dukungan lain dari United Soybean Board dan Northarvest Bean Growers Association;
  7. Menerima bantuan hibah melalui lembaganya dari Wrigley, Kraft Foods, Coca-Cola, Vivus, Jason Pharmaceuticals, Aetna Foundation, dan McNeil Nutritionals;
  8. Menerima dana lain melalui institutnya dari Coca-Cola Foundation, Coca-Cola, PepsiCo, Red Bull, Organisasi Riset Gula Sedunia, Archer Daniels Midland, Mars, Eli Lilly and Company, dan Merck.

Dia jelas tidak akan menggigit tangan yang memberinya makan. Tetapi, yang harus dia berikan untuk si pemberi makan merupakan tindakan kriminal. Dia harus menulis jurnal yang sangat berpengaruh. Sayangnya, ini jauh dari kasus terisolasi. Dr. Sievenpiper, dalam sebuah makalah Annals of Internal Medicine tahun 2012 menulis sebuah jurnal yang sangat mengebu-gebu dan membela fruktosa. Dia dengan penuh semangat berpendapat bahwa tidak ada yang salah dengan fruktosa. Dia mengatakan bahwa nama baik fruktosa secara tidak adil telah difitnah. Meninjau kembali semua literatur yang ada, dia mengakui bahwa sebagian besar data yang ada adalah busuk.

Namun, ini tidak menghentikannya untuk dengan berani menyimpulkan bahwa, “Fruktosa tampaknya tidak menyebabkan kenaikan berat badan bila diganti dengan karbohidrat lain dalam makanan yang menghasilkan kalori serupa.”

Ini aneh.

Dalam ilmu gizi, satu-satunya fakta yang disepakati secara universal adalah bahwa asupan fruktosa yang berlebihan sangat buruk. Tetapi, di sinilah dokter ini berdebat dengan berkata sebaliknya. Dan jawabannya menjadi sangat jelas setelah kita membaca the financial disclosures atau keuangannya dibuka secara terang-terangan.

Dr. Sievenpiper telah menerima:

  1. Hibah (uang ke institusi):
  2. Lembaga Riset Kesehatan Kanada,
  3. Dewan Pengawasan Kalori;
  4. Dukungan untuk melakukan perjalanan ke pertemuan untuk studi atau keperluan lainnya: Perusahaan Coca-Cola;
  5. Konsultasi: Abbott Laboratories, Institut Ilmu Pengetahuan Internasional (ILSI) Amerika Utara, Archer Daniels Midland;
  6. Hibah / hibah yang tertunda (uang ke institusi): Perusahaan Coca-Cola; Biaya perjalanan/ akomodasi / rapat yang tidak terkait dengan aktivitas yang terdaftar (uang ke institusi): Coca-Cola Company, Pulse Canada, Asosiasi Diabetes Kanada; Lainnya: Direktur BDSK Consulting.

Gula Membuatmu Menggemuk

Dr. Sievenpiper menerima uang dari Coca Cola, Archer Daniels Midland (penanam jagung besar) dan Dewan Pengendalian Kalori—asosiasi industri makanan. Coca Cola Company menyalurkan uang tunai, tidak hanya ke dokter, tapi juga ke institusi tamaknya, Rumah Sakit St. Michaels di Toronto. Dokter, rumah sakit dan universitas itu ada dalam daftar. Memberikan saran diet yang tidak bias dan tidak membantu, jelas bukan prioritas utama mereka di sini. Menurut mereka pendekatan akal sehat untuk mengurangi gula tambahan untuk menurunkan berat badan perlu didiskreditkan. Dan Coca Cola Company mengetahui dengan jelas siapa saja dokter yang bisa dijadikan boneka seperti itu.

Sumber dana memiliki implikasi yang sangat besar pada hasil studi. Dalam sebuah studi yang secara khusus membahas minuman ringan, Dr. Ludwig menemukan bahwa menerima dana dari perusahaan meningkatkan kemungkinan hasil yang menguntungkan sekitar 700 persen!

Temuan ini bergema dalam karya Marion Nestle, profesor gizi di New York University. Pada tahun 2001, dia merasa  she had found it “difficult to find studies that did not come to conclusions favoring the sponsor’s commercial interest.”

Rubah itu sekarang sedang menjaga rumah ayam. A shill untuk Big Food diizinkan menyusupi lorong-lorong obat suci. Dokter yang berpengaruh telah secara ilmiah melacurkan diri ke penawar tertinggi.

Memasarkan fruktosa? Tidak masalah. Menjual obat obesitas? Tidak masalah. Mengiklankan shake makanan pengganti artifisial? Tidak masalah. Sementara dokter menikmati uang kotor mereka, pasien menderita obesitas dan diabetes. Sementara itu, dokter jujur ​​membaca jurnal yang beredar sangat luas dan dihormati ini. Mempercayai mereka yang dianggap “ahli” di bidangnya, lantas, mereka secara naif akan menyebarkan kebohongan ini kepada pasien mereka sendiri.

Cara Sehat Mengganti Makanan Sampah

Sementara dokter, rumah sakit dan lembaga penelitian menghitung uang mereka, pasien menjalani dialisis, menjadi buta dan kakinya dipotong akibat komplikasi diabetes. Tapi epidemi obesitas tidak bisa diabaikan, dan pelakunya harus ditemukan. “Kalori” adalah kambing hitam yang sempurna.  Makan lebih sedikit kalori, kata mereka. Tapi untuk makanan palsu, makanlah lebih banyak.

Tidak ada perusahaan yang menjual “kalori.” Tidak ada merek yang disebut “Kalori.” Tidak ada makanan yang disebut “Kalori.”

Tanpa nama dan tak berwajah, itu adalah antek-antel yang ideal. “Kalori” sekarang bisa jadi kambing hitam sepenuhnya. Mereka mengatakan bahwa 100 kalori cola sama seperti 100 kalori brokoli membuat kamu gemuk.

Kalori adalah kalori. Don’t you know? Tunjukkan kepada saya, satu orang sajaaaa, yang menggemuk karena telah mengonsumsi terlalu banyak brokoli kukus. I know it. You know it.

Saya tidak marah pada a Big Food. Tugas mereka adalah menjual makanan. Saya tidak marah pada makanan cepat saji. Tugas mereka adalah menjual makanan. Tidak, mereka tidak bisa mengkhianati kita karena kita tidak pernah mempercayainya. Kami tahu motif mereka dan membuat penyesuaian yang tepat. Siapa yang mengkhianati kita? Who sold us down the river? Tidak lain dari asosiasi medis kita sendiri, dokter kita sendiri. Kita telah melihat musuh, dan itu adalah diri kita sendiri. Kami mempercayai asosiasi medis ini sepenuh hati. They repaid us with the ultimate betrayal.  For shame.  For shame.

Dengan cara yang sama, Big Tobacco tidak akan pernah benar-benar mengkhianati kita tentang efek merokok karena kita tidak pernah mempercayainya. Tapi dokter yang mendukung Big Tobacco—mereka adalah pengkhianat utama profesi dokter. Kita melawan pertempuran ini lagi dengan para pembuat gula dan obat terlarang. Lihat ceramah “Big Pharma’s Lies”

Serat Mengurangi Insulin

Sumber Gambar

Mengapa kita makan? Apa yang kita pertimbangkan ketika mengunyah sesuatu? Kita menyantap makanan karena kita ingin mendapatkan vitamin, mineral dan nutrisi, ya kan? Kita berpikir bolak-balik tentang komponen mana yang akan menutrisi tubuh.  Tetapi, peran serat sangat bertolak belakang. Efek serat adalah sebagai anti gizi. Kemampuan serat adalah untuk mengurangi penyerapan dan pencernaan. Peran serat ialah meminimalisasi. Dalam kasus gula dan insulin, ini bagus. Serat larut mengurangi penyerapan karbohidrat, yang pada gilirannya mengurangi kadar glukosa darah dan insulin.

Dalam sebuah penelitian, penderita diabetes tipe 2 diberi makanan cair yang mengandung 55% karbohidrat dengan atau tanpa penambahan serat makanan. Serat mengurangi glukosa dan memperlambat lonjakan insulin, meski mengkonsumsi jumlah karbohidrat dengan jumlah yang persis sama. Serat bertindak sebagai anti zat pertumbuhan.

By: Dokter Jason Fung  (Fibre reduces Insulin – How To Lose Weight X)

Karena insulin adalah pendorong utama obesitas dan diabetes, pengurangan itu bermanfaat. Intinya, serat bertindak sebagai semacam ‘penangkal’ pada karbohidrat, yang, dalam analogi ini, adalah ‘racun’. Karbohidrat, bahkan gula, tidak secara harfiah beracun, namun perbandingannya berguna untuk memahami efek serat.

Bukan suatu kebetulan bahwa hampir semua makanan nabati, dalam keadaan alami dan tidak mentah mengandung serat. Mother Nature telah mempaketkan antidote atau ‘perisai’ dengan ‘racun’ tersebut. Dengan demikian, masyarakat tradisional dapat mengikuti diet tinggi karbohidrat tanpa mengalami obesitas atau Diabetes Tipe 2.

Sumber Gambar

Orang-orang Okinawa, misalnya, mayoritas makanan mereka adalah ubi jalar, dan kalori mereka 80% didapat dari karbohidrat. Serat tinggi membuat kita melangsing. Sampai saat ini, mereka adalah salah satu masyarakat berusia terpanjang di bumi.

Kitavans of New Guinea mengikuti diet mendekati 70% karbohidrat dan mereka sehat-sehat saja. Perbedaan yang relevan adalah bahwa karbohidrat mereka utuh, mereka tidak dibuat tepung, pati atau dimurnikan. Racunnya terdapat pada proses pengolahan.

Makanan Barat mempunyai ciri khas. Apakah yang membedakan makanan tradisional dengan makanan barat? Bukan jumlah lemak, garam, karbohidrat dan protein. Tetapi, makanan barat mayoritas diolah dalam level tinggi. Karakter utama Makanan Barat adalah kaya akan karbohidrat olahan

 Coba tengok pasar tradisional di Asia, selalu dipenuhi daging segar dan sayuran. Banyak budaya Asia membeli makanan segar setiap hari sehingga pemrosesan untuk memperpanjang umur simpan tidak perlu dan tidak disambut baik. Sebaliknya, supermarket Amerika Utara dipenuhi makanan kemasan dan olahan. Beberapa koridor di supermarket didedikasikan untuk makanan beku penuh pengawet.

Orang Amerika Utara jarang berbelanja. Sekali mereka ke Supermarket mereka akan membeli kebutuhan untuk stok selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Pengecer volume besar Costco, misalnya menggantungkan hidupnya pada hal ini. Serat dan lemak adalah bahan utama yang dibuang dalam proses pemurnian. Serat dilepas untuk mengubah tekstur, sehingga rasa makanan menjadi ‘lebih baik’.

Lemak alami dibuang untuk memperpanjang umur simpan karena lemak cenderung menjadi tengik seiring berjalannya waktu. Misalnya, tepung putih memiliki hampir semua serat alami dan lemak yang dibuang selama pemrosesan. Itu membuat kita terancam dengan karbohidrat telanjang, dan inilah yang menyebabkan kadar insulin tinggi. ‘Racun’ tertelan tanpa ‘obat penawar’. Serat dan lemak yang berfungsi sebagai efek protektif malah diusir.

Berbagai tips melangsing, klik di sini.

Karbohidrat yang belum diproses hampir selalu mengandung serat, protein makanan dan lemak. Tubuh kita telah berevolusi untuk mencerna makanan ini tanpa membutuhkan serat. ‘Penangkal’ itu tidak perlu tanpa racun. Di sini sekali lagi, Mother Nature telah membuktikan dirinya jauh lebih bijaksana daripada kita. Makanan alami memiliki keseimbangan gizi dan serat, dan tubuh kita telah beradaptasi selama ribuan tahun untuk memakan makanan utuh. Problematikanya bukan dengan masing-masing  partikel makanan yang spesifik, namun secara keseluruhan haruslah seimbang. Misalnya, misalkan kita memanggang kue dengan mentega, telur, tepung dan gula. Sekarang kita memutuskan tidak memakai tepung sama sekali, tetapi malah menambahkan telur sebanyak-banyaknya. Si rasa kue kini menjadi sangat aneh dan mengerikan. Telur sebenarnya tidak selalu buruk.Tepung belum tentu bagus, tapi tanpa tepung, rasa kue menjadi tidak sempurna.

Hal yang sama berlaku untuk karbohidrat. Seluruh paket karbohidrat yang tidak dimurnikan, dengan serat, lemak, protein dan karbohidrat belum tentu bobrok. Tapi menghapus semuanya kecuali karbohidrat bisa menghancurkan situasi proporsional dan membuatnya berbahaya bagi kesehatan manusia.

Menghilangkan protein dan lemak dapat menyebabkan konsumsi berlebihan. Ada hormon kenyang alami (Peptide YY, cholecystokinin) yang merespon protein dan lemak. Makan karbohidrat murni tidak mengaktifkan sistem ini dan menyebabkan over dosis.

Contohnya, segelas jus jeruk membutuhkan 4-5 jeruk. Sulit untuk makan 4-5 jeruk, dengan semua pulpnya. Namun, dengan hanya meminum porsi karbohidrat, dan membuang sisanya, kamu mungkin terlalu banyak meminum karbohidrat tersebut. Masalah lain muncul karena hasil karbohidrat murni dapat meningkatkan kecepatan pencernaan.

Kenaikan glukosa darah yang kilat akan menghasilkan peningkatan insulin yang ekspres. Sekali lagi, toksisitasnya bukan pada makanan, tapi dalam proses pengolahannya.

Nutrisi, di mana makanan dianggap berdasarkan kandungan macronutrien mereka menyembunyikan bahaya penyulingan selama bertahun-tahun. Seluruh biji-bijian, sayuran dan gula semuanya dianggap serupa karena semuanya mengandung karbohidrat. Tapi sesungguhnya, karbohidrat olahan dan karbohidrat-tidak-dimurnikan sangatlah berbeda.

Serat dan Diabetes Tipe 2

Baik obesitas maupun Diabetes Tipe 2 adalah penyakit yang disebabkan oleh insulin yang berlebihan. Resistensi insulin berkembang seiring berjalannya waktu, dengan insulin yang terus-menerus tinggi. Jika serat dapat protektif terhadap insulin yang tinggi, maka harus melindungi terhadap Diabetes Tipe 2 juga, dong.

Itulah yang ditunjukkan oleh penelitian.

Studi Kesehatan Perawat 1 dan 2 memantau catatan diet ribuan wanita selama beberapa dekade. Secara keseluruhan, risiko Diabetes Tipe 2 meningkat saat indeks glikemik meningkat. Ini tidak mengherankan. Studi ini juga mampu mengkonfirmasi efek perlindungan asupan serat serealia. Wanita yang mengonsumsi makanan GI tinggi tetapi juga mengkonsumsi serat sereal dalam jumlah besar terlindungi dari Diabetes Tipe 2.

Esensinya, diet ini tinggi ‘racun’ tapi juga tinggi ‘penawar’ pada saat bersamaan. Keduanya saling membatalkan tanpa efek membuat sampah. Wanita yang mengonsumsi makanan rendah GI (rendah ‘racun’) tapi juga serat rendah (obat penawar rendah) juga terproteksi. Sekali lagi keduanya saling membatalkan.

Tapi kombinasi mematikan diet GI tinggi (‘racun’ tinggi) dan tingkat serat yang rendah (obat penawar rendah) meningkatkan risiko Diabetes Tipe 2 sebesar 75%, dan ini sangat mengerikan. Ini adalah risiko dari karbohidrat yang diolah—indeks glikemik meningkat dan merosotnya serat.

The massive Health Professionals Follow-up studied 42,759 men berusia di atas 6 tahun, pada dasarnya memiliki hasil yang sama. Diet GL dan serat yang tinggi tidak memberikan ekstra risiko pada diabetes tipe 2. Diet Rendah GL dan diet rendah serat juga tidak memiliki risiko tinggi. Namun diet tinggi kandungan glikemik (racun) dan rendah serat (antidote) meningkatkan risiko penyakit sebesar 217%. Yikes! The Insulin Resistance Atherosclerosis study menegaskan bahwa serat merupakan faktor pelindung penting melawan resistensi insulin.

The Black Women’s Health Study menunjukkan bahwa diet indeks glisemik tinggi dikaitkan dengan 23% peningkatan risiko Diabetes Tipe 2. Asupan serat sereal yang tinggi, sebaliknya dikaitkan dengan risiko diabetes 18% lebih rendah.

Cara Lain Untuk Melangsing

Salah satu langkah kunci dalam menurunkan berat badan adalah penambahan serat. Bahkan lebih baik lagi, jangan keluarkan serat dari makanan alami yang mengandungnya. Toksisitasnya terletak pada pengolahannya. Karbohidrat dalam bentuk alami, utuh, tidak diproses, kecuali madu, selalu mengandung serat.

Inilah mengapa junk food dan fast food sangat berbahaya. Dengan definisi yang sangat, ini adalah makanan olahan.Sesuai dengan definisinya, ini adalah makanan yang diproses tingkat tinggi. Tubuh kita tidak didesain untuk sanggup mengolah bahan kimia yang terkandung di dalam makanan sampah. Itulah mengapa mereka toksik.

Pertimbangkan, misalnya ramuan dalam paket kue Betty Crocker Super Moist, salah satu makanan olahan dengan penjualan menempati peringkat nomor 1 di Kanada. Di tahun-tahun yang lalu, ini adalah kue yang telah saya panggang dengan ceria untuk anak-anak saya sendiri untuk ulang tahun dan perayaan lainnya.

Tepung Terigu yang Diperkaya, Gula, Kakao, Sirup Jagung, Baking Soda, Tepung Jagung, Kedelai dan / atau minyak biji kapas diperpendek, Serbuk carob, Propylene Glycol Monoester Asam Lemak, Monogliserida, Monocalcium Fosfat, Garam, Sodium Aluminium Fosfat, Dissium Fosfat, Sodium Stearoyl -2-Lactylate, Xanthan Gum, Selulosa Gum, Flavor Buatan, Asam Sitrat

Apakah ada satu ramuan saja yang tidak diproses? Apakah ada satu ramuan tunggal yang bisa ditemukan di alam? Penulis makanan yang luar biasa Michael Pollan selalu menasehati kita untuk makan Makanan Nyata, bukan “bahan makanan yang enak dimakan”.

Kearifan menakjubkan seperti itu disampaikan dengan sangat singkat. Sesungguhnya, ada banyak makanan tradisional yang dapat membantu melindungi dari peningkatan insulin dan pengaruhnya.