CancerKanker

Adakah Kaitan antara Langsing, Ramping dan Kanker? Baca tentang Ciri Khas Si Kanker (Kanker bagian 12)

Untuk memahami kanker sampai level 100%, alih-alih sebagai memahaminya sebagai kanker individu, vital untuk tau sifat-sifat universal untuk semua kanker. Salah satu makalah yang paling banyak dikutip dalam onkologi adalah ‘Tanda Kanker’ yang awalnya terdaftar 6 ciri-ciri, dan kemudian diperbarui pada 2011, dengan ditambah dua lagi.

Ini adalah langkah krusial untuk mendefinisikan fitur umum kanker—8 tanda khas ini.

Meskipun terdapat ratusan mutasi kanker yang berbeda, semua kanker berbagi kesamaan ini, jadi ini mestinya menjadi fitur penting untuk bertahan hidup yang dipilih secara alami dong, sebagaimana tercantum dalam ‘Evolusi Konvergen Kanker’. Bener, nggak?

Jadi, apakah persamaan kanker itu?

Pertama, kita tahu bahwa sel kanker, sesungguhnya, berasal dari sel yang asal muasalnya normal, sama seperti sel pada umumnya. Kanker payudara berasal dari jaringan payudara standar dan mempertahankan beberapa fiturnya, seperti reseptor estrogen. Sel-sel kanker prostat berasal dari sel-sel prostat tipikal dan menjaga sejumlah karakteristik seperti sensitivitas terhadap hormon misalnya testosteron.

By: Dokter Jason Fung (Hallmarks of Cancer – Cancer 12)

Itulah mengapa pengebirian (medis atau bedah) yang ditargetkan untuk menendang kanker prostat dan anti-estrogen seperti Tamoxifen efektif.

Tetapi sesuatu terjadi pada sel-sel yang semula normal ini, entah di sepanjang jalan yang mana, pasca itu, berubahlah ia menjadi kanker, dan sialnya semuanya memiliki sifat-sifat tertentu yang kembar dong.

Tarik napas panjang.

Seperti yang udah saya sebutkan di awal, asal muasalnya hanya ada 6 ciri khas, dan kemudian pada 2011, ada sekitar 2 lagi yang ditambahkan. Juga perlu dicatat bahwa kanker bukanlah gumpalan raksasa sederhana yang terdiri dari satu jenis sel. Sebaliknya, kanker sesungguhnya adalah massa kompleks yang di dalamnya berisi sel yang berbeda jenis.

1. Mempertahankan pensinyalan proliferatif

Ciri pertama, dan bisa dibilang yang paling mendasar adalah bahwa sel kanker terus bereplikasi atau tumbuh, sedangkan sel normal tidak. Artinya, organ-hati-normal nggak akan terus tumbuh sepanjang hidup, sehingga perut dijejali dengan gumpalan hati raksasa. Sebaliknya, ia mencapai ukuran dewasa dan tetap bertahan pada size itu, kurang atau lebih.

Sel-sel hati lama mati dan digantikan oleh sel-sel hati baru, tetapi ukuran organ tetap konstan. Ada gen normal yang meningkatkan pertumbuhan (gen onco: akselerator) dan menurunkan pertumbuhan (gen penekan tumor: rem). Jadi di dalam sel standar ada gen akselerator dan gen pengerem.

Dalam situasi normal, hal itu sanggup mempertahankan kondisi mapan. Problemnya timbul ketika mereka menjadi nggak teratur, maka setelah itu terjadilah pertumbuhan yang berlebihan (menginjak pedal gas atau melepas kaki dari rem).

Banyak ditemukan mutasi genetik semacam itu, dan pertanyaan fundamental yang perlu dibahas adalah mengapa mereka bermutasi, sih?

Apakah itu hanya kecelakaan acak? Itulah yang kita pikirkan—semuanya hanya musibah. Namun, kesamaan spektakuler dari semua kanker mengindikasikan bahwa ini bukan kejadian random.

Artinya, mengapa ya, semua sel dengan kompak akhirnya memutuskan untuk terus tumbuh, alih-alih berkata, “ayo kita kirimkan cahaya seperti kunang-kunang!”

Jika kita percaya bahwa ini semua adalah hanya kebetulan belaka, kok rasanya berlebihan banget lho. Selain faktor genetik, sinyal dari sel tetangga juga berperan dalam menentukan pertumbuhan sel (teori organisasi jaringan).

Artinya, stem cell atau sel induk yang terletak di dekat sel hati lain dapat berubah menjadi sel hati. Tetapi pensinyalan sel ke sel seperti itu sulit untuk diukur secara eksperimental dan karenanya kurang bisa dipahami.

Dengan sendirinya, sel harus sanggup bertahan melawan pertumbuhan yang lebay ini dengan cara memicu penuaan atau apoptosis. Artinya, sel nggak abadi—mereka hanya bertahan hidup dalam kurun waktu tertentu.

Analoginya adalah mesin yang terlalu banyak diputar, pasti akan rusak. Sel-sel yang terus-terusan membelah akhirnya menjadi tua dan meninggal dunia.

2. Menghindari Penekan Pertumbuhan

Gen-penekan-tumor bertindak sebagai rem untuk mengekang pertumbuhan sel normal, serta tumor. Agar terus tumbuh dan merajalela, kanker harus mengecoh gen-gen ini atau membinasakannya.  Selain itu, ketika menumbuhkan sel dalam suatu kultur, sel tidak terus membesar. Ini dikenal sebagai penghambatan kontak. Ketika populasi sel menjadi akbar, ia beraksi dengan menggencet pertumbuhan, agar tidak berkembang lebih parah.

3. Menolak Kematian Sel

Kematian sel terprogram juga dikenal sebagai fenomena apoptosis. Dalam kondisi spesifik, sel mengasese sinyal bahwa sel-sel tertentu harus mati. Yang paling banyak dipelajari adalah sensor kerusakan DNA yang beroperasi melalui penekan-tumor-TP53 yang kemudian menginduksi apoptosis.

Sel dengan kerusakan DNA akan wafat dan bagian selulernya direklamasi. Tumor mendeteksi taktik di sekeliling apoptosis ini, paling konvensional adalah dengan memupuk dan menyuburkan mutasi ke jalur TP53, kemudian menonaktifkannya. 

Ada berlipat-lipat kemiripan antara jalur apoptosis dan autophagy:

  • Proses daur ulang sel bagian sub seluler dan.
  • Metode Recycling organel.

Yang prinsipil, autophagy memiliki efek ayu dan juga buruk. Sementara autophagy berpotensi mengulur timbulnya kanker, sekali aja berhasil survive, itu dapat menghebatkan kelangsungan hidup kanker dengan nempatin si ‘doski’ ke keadaan dormant atau nggak aktif.

 4. Mengaktifkan Replikatif menjadi Abadi

Sel-sel kanker itu kekal. Sel normal hanya dapat mereplikasi kurang lebih satu atau dua kali sebelum mereka mati. Jadi, Sob, jika si kanker nggak abadi, maka itu tidak akan menjadi masalah maha gadang. Manusia nggak akan dibuat pusing karenanya. Kita hanya perlu menunggu mereka auto sekarat.

Telomer yang melindungi ujung kromosom sangat penting dalam membentengi keabadian. Sel biasa memiliki telomer yang pendek dan secara progresif akan semakin pendek lagi dan lagi setiap kali membelah. Dengan demikian, Sob, seiring waktu, ketika telomer menjadi mini, sel pun menua.

Telomerase adalah enzim yang ‘melumuri’ lebih banyak telomer ke dalam kromosom. Sel normal nggak punya itu, tetapi sel abadi, termasuk sel kanker, memilikinya. Ini memasung penuaan (senescence) dan apoptosis. Sang kanker tidak akan pernah menjadi kakek-nenek, akan muda untuk selamanya.

5.      Menginduksi Angiogenesis

Ketika kanker tumbuh, si tuan ini membutuhkan pembuluh darah untuk menggondol nutrisi ke pusat tumor dan untuk menghabisi produk limbah. Tanpa mengantongi kemampuan untuk menumbuhkan pembuluh darah baru, tumor akan modar.

Ini mengarah pada ekspansi sejumlah obat yang:

  • Menargetkan reseptor spesifik di jalur ini dan.
  • Memblokirnya.

Optimisme adiluhung menghinggapi beberapa ilmuwan bahwa obat-obatan ini akan sanggup memacetkan beberapa kanker pilek. Sayangnya, obat-obatan ini adalah yang paling nggak manjur. Kanker akhirnya hanya nemuin jalan di sekitar jalur eksklusif yang diblokir. Yaelah.

6.      Mengaktifkan Invasi dan Metastasis

Kanker bermetastasis. Ini berarti bahwa ia bergerak dari tempat asalnya ke shores atau tempat yang dikelilingi air, canggihnya, si-tuan-kanker ini sanggup menjangkau shores yang jauh.

Misalnya, kanker payudara, jika beliau tetap berada di payudara, ia akan mudah diobati dengan fantastis, dan dijamin nggak akan kambuh lagi. Anda cukup memotong payudara, dan udah deh itu selesai dengan manis.

Ini nggak selalu berhasil ya, Sob. Karena sering banget, pada penyakit lanjut, kanker payudara telah pindah dari payudara asli ke hati, ke tulang dan ke otak. Metastasis ini bertanggung jawab atas hampir 100% kematian yang tersangkut dengan kanker. Kanker yang diem aja nggak mampu bergerak disebut jinak, karena mudah banget diobati.

Lipoma, misalnya, pertumbuhan jaringan lemak yang hiper, lebih dianggap sebagai gangguan-imut-aja, ia tidak dipandang sebagai penyakit nyata, karena ia nggak bermetastasis. Dari semua hal yang dilakukan kanker, kemampuan untuk bermetastasis mungkin yang paling sulit dan hebat. Karena sukses melibatkan sebundel langkah.

Sel-sel kanker harus melepaskan diri dari struktur di sekitarnya. Sel-sel payudara misalnya disatukan oleh molekul-molekul adhesi, itulah sebabnya Anda nggak mendapati sel-sel payudara normal di paru-paru.

Lantas, sel-sel payudara ini harus diformat di lingkungan yang sepenuhnya asing seasing-asingnya. Kanker payudara, misalnya sering bermetastasis atau berpindah ke tulang. Tetapi lingkungan tulang bertentangan banget dari payudara.

Ini seperti manusia yang mencoba berjalan ke permukaan Mars dan berharap untuk beranak-pinak. Jadi sel-sel metastasis ini harus keluar dari jaringan aslinya, entah gimana ya, mesti ngumpet dari semua sel yang mencoba membunuhnya dan kemudian mendirikan koloni baru di lingkungan yang sepenuhnya asing dan kemudian beranak bercucu. Ini berarti sel-sel sekarang harus menumbuhkan satu set mutasi yang 100% anyar untuk bertahan hidup.

Secara klasik, metastasis adalah sesuatu yang terjadi pada perjalanan kanker tahap final, sehingga diasumsikan bahwa kanker tetap utuh sampai beberapa detik terakhir. Namun, bukti yang lebih gres mendedah bahwa mikro-metastasis bisa jadi hilang dari kanker original di fase awal tetapi sel-sel yang mengelupas ini nggak kuat untuk terus hidup.

Ada kemungkinan juga bahwa metastasis mikro ini bertahan dalam keadaan-bobok-sementara atau nggak beroperasi. Ini dapat membikin mereka relatif kebal terhadap obat kemoterapi standar, yang mana sanggup membunuh sel pembagi aktif.

Ini adalah 6 Tanda Kanker orisinal. Ketika Anda memecahnya, itu datang ke poin-poin transenden tentang kanker—yang semuanya berasal dari sel yang semula normal-normal saja.

  • Mereka tumbuh.
  • Mereka abadi.
  • Mereka bergerak.

Ini adalah the state of the art pada tahun 2001, dan ini merupakan awal yang kece, tetapi nggak memberi tahu kita apa pun mengapa semua karakteristik ini dipilih.

Sayangnya, para peneliti, dibandingkan sudi melihat ‘benih dan tanah’, malah memutuskan bahwa itu hanya keberuntungan acak bahwa setiap kanker payudara di dunia tampak saling mirip, meskipun secara genetik, mereka sama sekali berbeda.

Yaitu, semua-pemikir-kanker-terbaik-di-dunia berasumsi bahwa segala sesuatu tentang kanker dapat dijelaskan oleh “beberapa ratus mutasi acak dalam ekspresi gen yang semuanya kebetulan terlihat dan bertindak persis sama”. Sungguh tidak mengesankan. Itu mungkin menjelaskan mengapa kemajuan yang terjadi dalam biologi kanker ini cetek banget.

Tetapi hal itu secara nggak langsung malah membangun panggung bagi orang lain untuk bertanya-tanya mengapa semua kanker tampak kembar. Mereka bertumbuh. Mereka abadi. Mereka bergerak. Itu mengingatkan saya pada sesuatu.

Ada sel-sel lain yang persis seperti ini? Tapi apa sel-sel ini? Kita kembali ke kabut waktu, mereka tampak hampir persis seperti organisme bersel tunggal primordial. Apa? Kisah kanker ini semakin ganjil dari menit ke menit.

Stay tuned.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *