Mengobati Kanker

Tanda-tanda Kemunculan Kanker (13)

Tanda-tanda-Kemunculan-Kanker

Tanda-tanda kemunculan kanker. Perlukah kita ketahui? Apakah faedahnya? Kegunaannya adalah, kita jadi sanggup, menemukan treatment dan obat yang tepat.

Begini ceritanya.

Pada tahun 2001, ada 6 tanda kanker. Lalu, pada tahun 2011, para peneliti menyematkan dua ‘karakteristik-yang-memungkinkan’. Kemudian, dua sifat khas tambahan.

Karakterikstik-yang-memungkinkan dianggap bukan sebagai atribut kanker, tetapi, merupakan faktor pendukung. Lebih pada alasan mengapa pada akhirnya memungkinkan sifat khas terjadi. Ribet ya bahasanya?

Karakteristik-yang-memungkinkan adalah:

  1. Ketidakstabilan mutasi genom.
  2. Tumor menghebatkan radang.

Tanda-tanda Kemunculan Kanker: Ketidakstabilan Mutasi Genom

TIDAK STABIL udah jelas banget dan sering dimention jika menyebut nama kanker.

Mengapa sudah sangat jelas? Karena, pada dasarnya, kanker kan memiliki ratusan mutasi. Jadi genomnya memang harus dapat bermutasi. Dan, dengan demikian, maka, si genom ini punya sifat bawaan yang menempel pel pel, melekat kat kat yaitu… TIDAK STABIL.

Sungguh, ini hanya nambahin seupil aja untuk pemahaman mengenai kanker. Nyaris tidak signifikan.

Tumor Menghebatkan Radang

100% sel kanker memiliki sel-sel inflamasi di dalam tubuhnya. Ini pengetahuan dasar.

Sesungguhnya, ini adalah hasil yang diharapkan dari tubuh. Mengapa? Karena, radang adalah ikhtiar-keras si tubuh, agar bisa melepaskan diri dari kanker. Dengan kata lain, radang adalah respons terhadap cedera.

By: Dokter Jason Fung (Emerging Hallmarks of Cancer)

Ada sel-sel, yang fungsinya adalah sebagai ‘benteng’ terhadap serangan benda asing, yaitu sel kekebalan. Doski biasa berpatroli di sekitar darah, mencoba dengan segala cara untuk membasmi sel-sel kanker. Deskripsi tentang sel pembunuh, si penjaga tubuh ini, telah seringkali diulang. Jadi, kita tidak perlu membahasnya.

Namun, sayangnya. Dalam riset terbaru, telah terkuak fakta, bahwa radang ini malah secara paradoks berkhianat pada tubuh—mereka malah membantu tumor, lho.

Kan, sial banget ya? Namun yang lebih bombastisnya, kesialan ini jumlahnya berkali lipat. Mengapa? Karena, ini terjadi hampir di semua kasus.

Kembali ke bahasan awal.

Tambahan di tahun 2011 ini, terlepas keberadaannya memang cukup ‘seksi’, namun sesungguhnya, tidak cukup terang memberikan kita pemahaman, gimana sih cara kanker menyebar. Dan, dari mana sih sebenarnya asal-usul si kanker ini. Kenapa dia bisa eksis, lantas tebar pesona ke sana-ke mari?

Mengapa Kanker bisa Menyebar

Di tahun 2011 juga, selain dari karakteristik-yang-memungkinkan, telah diceplungin ke ciri-ciri kanker, ada lagi hal ekstra, yaitu penambahan DUA karakter khas.

Identitas khas itu, yakni, terdapatnya ‘penghancuran kekebalan’. Ini mencerminkan teori pengawas benteng yang telah kita singgung sedikit. Tadi kan sudah dibahas ya, bahwa kita punya tentara tuh, yang selalu berpatroli di darah. Apa tugasnya? Membantai kanker mikro metastasis. Mereka sih cekatan kok. Mereka akan bertindak jauh sebelum kanker sempat terbentuk.

Oleh karena itu, pasien yang punya kendala dengan imun, defisiensi imun, contohnya penderita HIV. Atau, orang-orang yang mengonsumsi obat penekan kekebalan tubuh, misal penerima transplantasi. Adalah kategori yang berpotensi untuk terkena kanker.

Super brutalnya, sekali lagi. Deskripsi ini nyaris tidak memberikan titik cerah pada asal-usul kanker. Sampai dengan detik ini, kita tidak tahu, mengapa kanker bisa ber say hello.

Berkali-kali kita telah membicarakan ini, bahwa seluruh kanker di dunia ini, menunjukkan tiga karakter dasar, yaitu:

  1. Mereka tumbuh (tentara patroli tadi nggak berfungsi sama sekali).
  2. Mereka abadi.
  3. Mereka bergerak (bermetastasis).

Tanda teranyar lainnya adalah, adanya pemograman ulang metabolisme energi. Ini sangat fantastis. Mengapa fantastis? Karena, pada kondisi normal, sel biasanya memproduksi energi melalui glikolisis aerob (maksudnya pake oksigen. Butuh oksigen bingit). Keberadaan oksigen itu, memungkinkan mitokondria sel menghasilkan enerhi dalam bentuk ATP.

Sel Kanker Punya Cara Aneh untuk Menghimpun Energi

Apa sih mitochondrion atau mitokondria itu. Dia adalah organel. Sejenis organ kecil sel yang gunanya mengeluarkan energi. Atau dengan kata lain, dia adalah pembangkit tenaga sel.

Dibantu oleh glukosa, mitrokondia akan memakai oksigen untuk menghasilkan 36 ATP. Nama prosesnya dinamakan fosforilasi oksidatif atau OxPhos.

Jika pasokan oksigen nihil, maka, ini tidak akan berfungsi.

Contoh kasus. Anda berlari sekuat-kuatnya, oleh karena itu, Anda butuh energi super banyak dalam waktu super singkat. Karena di detik itu tubuh tidak bisa menyedot oksigen yang cukup untuk menggelindingkan OxPhos mitrokondria, maka tubuh mencari jalan keluar lain.

Jadi, si sel menggunakan glikolisis anaerob (tanpa oksigen), yang menghasilkan asam laktat. Ini bertanggung jawab untuk membakar otot pada saat aktivitas fisik yang berat.

Memang sih, energi berhasil diproduksi tanpa oksigen. Tetapi, celakanya hanya mampu menggelontorkan 2 ATP per molekul glukosa. Bukan 36. Tetapi ini dianggap barter yang sepadan dalam situasi yang sesuai. Jika tubuh menggunakan oksigen dan mitokondria, maka doski bisa menyuplai enerhi 18 kali lebih banyak per molekul glukosa.

Hal yang fenomenal adalah, sel kanker, malah menggunakan jalur anaerob yang tidak efisien. Dan ini berlaku universal. Artinya semua sel kanker melakukan hal ini.

Tanda-tanda Kemunculan Kanker: Butuh Banyak Glukosa

Tetapi, kanker punya syarat yang jauh lebih muluk. Dia menginginkan si kandidat memiliki glukosa yang tinggi. Apa gunanya? Untuk meningkatkan transporter glukosa GLUT1. Pembangkit enerhinya kan rendah ya. Jadi, semua ini dilakukan agar sanggup mengimbangi efisiensi yang jelek.

Ngerti nggak sampai di sini?

Maka, jika tubuh nyaris pas-pasan aja kadar glukosanya, mana mungkin kanker bisa berkembang? Karena tidak cukup tenaga, sob.

Mari kembali ke bahasan semula. Lagi.

Nah. Karena kanker butuh banyak glukosa. Maka, ditemukanlah dasar untuk proses scanning positron emission tomography (PET) bagi kanker. Pada tes ini, glukosa yang sudah dilabeli lalu disuntikkan ke dalam tubuh.

Ilmuwan bisa melacak aktivitas dan lokasi kanker, karena kanker tuh tipikalnya rakus banget dengan glukosa. Dia menyedot glukosa jauh lebih cepat daripada sel normal. Ini dinamakan Warburg Effect. Dan proses ini terjadi pada setiap jenis sel kanker di atas planet bumi.

Sepintas, ini mencerminkan paradoks yang asik.

Paradoks Kanker yang Memberi Titik Cerah untuk Treatment yang Efekfif

Begini paradoksnya. Kanker kan tumbuhnya super kilat ya. Pasti dia butuh banyak energi dong. Pertanyaan menariknya adalah, MENGAPA KANKER MALAH DENGAN SENGAJA MEMILIH JALUR YANG KURANG EFEKTIF UNTUK MERAUP ENERGI?

Stranger and stranger. Yes or yes?

Ini adalah kondisi anomali yang membutuhkan penjelasan yang terperinci. Bukan begitu, Sob?

Jadi. Pembahasan kanker dan ketidakefektifan dalam membangun tenaga adalah bahasan yang atraktif. Ini bisa memajukan ilmu pengetahuan.

Apesnya, riset kanker modern telah melempar gagasan paradoks yang abnormal ini. Mereka berpura-pura, ini hanyalah kesimpulan kecil yang ultra remeh temeh.

Namun, jika kita renungkan. Benarkah ini tidak krusial? Benarkah ini sangat tidak signifikan. Masa sih? Jika demikian, mengapa hampir setiap sel kanker dari setiap jenis kanker melakukan hal seragam? Seolah memiliki standar kerja baku gitu lho. Kompak banget lho si kanker ini.

Fakta penting lainnya adalah. Meskipun ada jenis kanker jenis kekinian. Yang mana berkembang setiap saat. Mereka semuanya. SEMUANYA. Memiliki karakteristik yang UNIK ini.

Nah di update tahun 2011, akhirnya, mereka mengoreksi seluruhnya. Plus, menambahkannya pada tempat yang selayaknya.

Apa Kegunaan Membahas Tanda-tanda Kemunculan Kanker

Apa sih gunanya membahas 8 hallmarks atau karakter khas kanker? Ini memungkinkan kita bisa melihat obat apa yang bisa diberikan. Treatment apa yang bisa diterapkan. Sehingga kita bisa menyerang kanker dari segala sisi. Pokoknya, kita habisi si kanker ini dari seluruh jengkal mata angin.

Kedengarannya oke banget ya. Dan impresif sekali.

Lumayan lho ini. Bisa menekan budget milyaran dolar. Penelitian yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir kan memang telah menyedot dana sekitar segitu. Nah, jika paham tentang hallmark, maka biaya pun bisa dipangkas.

Menurut dokter Fung, seenggaknya yang bisa dilakukan oleh para periset ini adalah, memproduksi beberapa gambar cantik, jika mereka nggak sanggup ngasih terobosan klinis yang nyata. Lol.

Seperti harapan yang ngejogrok di hari besok. Dia selalu ada di sana. Di esok hari. Tapi tidak pernah datang di hari ini. Bagai PHP. Pemberi harapan palsu.

Mengapa harapan itu selalu palsu? Masalahnya sudah terpampang sebesar gajah Lugard dari Tsavo East, Kenya. Kita melumpuhkan kanker di bagian kekuatannya. Bukan menyerang kelemahannya.

Obat Kanker menjadi tidak ampuh karena Manusia Malah Menantang Kanker di bagian Terkuatnya. Their strength point.

Periset telah membuat katalog fitur kanker. Lah emang kekuatan si kanker kan emang itu. Dia akan selalu menang dibanding sel normal mana pun. Dan bodohnya, itulah yang kita hajar. Sudah pasti, kita akan kalah. Ini adalah resep untuk kekalahan telak.

Dokter Fung meminta kita mempertimbangkan hal ini. Dia katanya akan dengan mudah mengalahkan Michael Jordan di masa keemasannya. Dia juga dengan gampil menumbangkan Tiger Woods di masa jayanya. Dan dia sanggup lho memukul telak Wayne Gretzky di masa puncaknya. Wuidih, halu. Delusi kali. Mungkin itu yang Anda pikirkan.

Tapi. Not at all, Sob. Bagaimana dong caranya? Dia tidak menantang ketiga jagoan itu di bidang basket, golf, atau hoki. Sebaliknya, beliau mengajak kontes fisiologi medis. Fung akan menjadi idiot untuk menantang Michael Jordan di bola basket.

Jadi mari kita pikirkan tentang kanker.

Kanker tumbuh dan akan terus tumbuh. Tak terkendali. Dia memang jagonya untuk berkembang biak. Master untuk tumbuh dan memperbanyak diri. Dan, kita malah mencoba mencari metode untuk menghabisinya.

Selama ini kita selalu menggunakan 3 cara untuk menumpas kanker, yaitu:

  1. Bedah.
  2. Radiasi.
  3. Kemoterapi (racun).

Faktanya baladewa kanker itu baik-baik saja. Itu bagaikan Wolverine untuk X-Men. Tujuan awal manusia adalah membunuh kanker. Tetapi, bisa jadi kankerlah yang akan membunuh Anda.

Contoh kasus. Pasien yang menggunakan kemoterapi. Memang sih, si kemo bisa menewaskan 99% kanker. Tetapi, ada nilai 1% yang menjadi resisten terhadap obat tertentu. Pada akhirnya, ya sia-sia saja. Ini tidak tokcer.

Mengapa manusia malah menantangi kanker di sisi kehebatannya? Itu bagaikan mengajak duel Michael Jordan di arena basket.

Manusia sungguh bahlul jika berpikir akan menang.

Kemudian, hal yang akan terjadi selanjutnya adalah, kanker makin menggila. Dia semakin jago di bidang mutasi ria. Makin berlimpah, Sob.

Alih-alih mencoba mencari cara untuk menghentikan mutasi, mengapa tidak menyerang sisi lemahnya saja? Karena menyetop pertumbuhan kanker, bagaikan meneriaki kanker untuk melakukan hal terbaik. Hal yang paling dia kuasai. Analoginya, bagai Anda menantang Tiger Woods untuk bertanding golf.

Rahasia umum yang telah kita ketahui bersama, bahwa kanker punya kemampuan untuk membangun pembuluh darah baru. Trus, kita malah mencoba memblokirnya di ranah yang merupakan ekspertisenya. Really? Itu kan sama saja seperti menantang Wayne Gretzky ke permainan hoki. Not fun.

Anda sadar nggak apa benang merahnya? Seluruh treatment yang diterapkan menyandang eror fatal yang identik lho itu. So is there no hope? Hardly. Harapan untuk menang sungguh tipis, Sob.

Jadi bagaimana dong solusinya? Kita harus selangkah lebih pintar memahami kanker pada level terdalamnya. Bukan hanya pacar kamu yang harus dingertiin. Kanker juga meng-INGIN-kan yang serupa. DIMENGERTI. Jadi, jangan gagal paham terus dong. Kanker berharap kita lebih peka.

Treatment kanker yang diterapkan di dunia kedokteran di momen ini, nggak lebih canggih ketimbang solusi yang ditawarkan manusia goa.

Si-Grok-manusia-goa melihat kanker tumbuh. Maka, si-Grok-manusia-goa menjagalnya. Padahal si kanker bagaikan organisme yang jago untuk memperbanyak diri dan kebal dengan ‘senjata tajam’.

Supaya makin tidak ngelantur kemana-mana, mari kita menilik lagi tanda-tanda kemunculan kanker. Apa sajakah itu:

  1. Mereka tumbuh.
  2. Mereka Abadi.
  3. Mereka bergerak.
  4. Mereka sengaja menggunakan ekstraksi energi yang ribet dan berbelit-belit.

Hah? Ada satu poin yang nggak matching. Jangan-jangan inilah kelemahan kanker.

Anyway. Menurut kalian, apakah tanda-tanda kemunculan kanker yang diteliti bisa membuat perbedaan yang gigantis?

Dan Ketika Ditemukan Kelemahan Kanker, Apa yang Harus kita Lakukan?

Kanker kan tumbuh sepanjang waktu, nggak pernah ngasih kendor. Konsekuensinya, mereka butuh banyak enerhi dong. Maka, logika simpelnya, dia pasti akan pake mitokondria untuk bisa memasok energi yang melimpah. Dia butuh segudang energi per molekul glukosa. Bener nggak?

Dia tidak mau memilih jalan paling mudah dengan hasil yang jitu. Alih-alih, dia malah memilih memakai jalur energi yang kurang praktis, meskipun, oksigen berkeliaran di sekitarnya. Kenapa nggak nge-grab oksigen langsung aja sih?

That’s bizarre. Absurd.

Kanker bisa dengan mudah memakai oksigen secara korek, namun mengapa ia malah memilih untuk membakar glukosa dengan cara fermentasi?

Analoginya begini. Anda sedang merakit mobil cepat. Fast and furious. Anda sengaja merancangnya dengan langsing agar mudah ngepot sana kemari. Dijamin lincah pokoknya. Sengaja dibuat rendah. Sengaja meletakkan spoiler di bagian belakang. Trus, tak lupa dong menempelkan mesin 600 tenaga kuda, biar wush wush wush. Tetapi, mengapa Anda malah memasukkan mesin dengan hanya kekuatan 9 tenaga kuda. Aneh kan? Nggak nyambung, Sob.

Eksentrik sekali.

Kanker melakukan tindakan pandir yang sama. Dan, sayangnya, ini bukan kebetulan. Karena, hampir setiap kanker di belahan bumi mana pun, mengerjakan manuver serupa.

Apakah alasannya? Ini vital banget. Kita harus menyelami asal si kanker. Harus lebih paham. Dan ini bukan barang trendi nan gres. Ini adalah penemuan lama.

Jadi, pada tahun 1931, pemenang hadiah nobel fisiologi, Otto Warburg telah menulis, “Kanker, di atas semua penyakit lain, memiliki penyebab sekunder yang tak terhitung jumlahnya.” Saat itu dia mempelajari metabolisme energi sel normal dan kanker secara ekstensif.

Namun, kasus spesial untuk kanker, hanya ada satu penyebab elementer. Jika kita rangkum dengan satu kalimat, maka, “penyebab utama kanker adalah adanya penggantian respirasi oksigen dalam sel-sel tubuh normal dengan fermentasi gula.”

Ini dinamakan efek Warburg.

Nah, sadar nggak kalian. Sekarang kita mulai melangkah ke suatu titik terang. Kuncinya adalah, bukan hanya pacar Anda yang harus dimengerti. Musuh Anda juga butuh itu. Jika Anda ingin mengalahkannya.

Tanda-tanda kemunculan kanker yang kita pahami, bisa merupakan ‘pisau’ super tajam untuk kita.

Untuk memulai serial kanker bisa dibaca di sini Dan ‘koleksi’ lengkapnya klik kategori mengobati kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *