Ingin Cantik dan Kulit Mulus? Pitera Solusinya

PITERA, adalah filtrat fermentasi galactomyces, yaitu ekstrak ragi yang berasal dari proses fermentasi alami yang dikontrol secara selektif, cermat dan teliti.

Doski berbentuk cairan bening yang mengandung:

  1. Lebih dari 50 mikronutrien dan.
  2. Merupakan sumber peptida, protein, asam amino, karbohidrat dan asam organik yang perfek banget.

Oleh karena itu, kombinasi nutrisinya ngasih kekuatan yang luar biasa powerful sebagai anti-aging. Khasiat anti penuaan dan pelembapnya dijamin tokcer, yang akan kita diskusikan secara lebih detail di bawah ini.

Dari Sake Hingga Skin Care

It’s worth mentioning the fascinating way that PITERA was discovered. Kembali pada tahun 1970-an, para ilmuwan SK-II mulai menelusuri resep-resep alami yang akan “mengubah semua kulit wanita menjadi indah.” Jadi kulit cantik bukanlah hanya impian.

Para ilmuwan meriset multipel kemungkinan, dari ramuan herbal Cina hingga hot spring water atau air panas.

However, the ideal ingredient still eluded them. Tetapi, bahan yang ideal masih tampak elusif dan luput dari mereka.

Suatu hari, para ilmuwan SK-II menjumpai tempat pembuatan sake di Jepang di mana pekerja lansia memiliki wajah keriput, namun tangan mereka extraordinarily lembut dan terlihat muda, soft and youthful-looking hands.

Sumber Gambar: stanfordchem.com

Penemuan ini mengilhami mereka untuk mengusut dengan ensiklopedis yang melibatkan lebih dari 350 jenis ragi. Setelah lima tahun, para periset akhirnya nemuin the unique yeast strain atau butiran ragi unik yang menyimpan rahasia kulit indah—PITERA.

PITERA ini ditemukan di seluruh lini produk SK-II, dan telah disebut sebagai “bahan ajaib” merek tersebut.

Apa Manfaat PITERA bagi Kulit?

Seperti disebutkan di atas, PITERA adalah ‘sumur’ zat gizi yang kaya akan asam amino, peptida, protein, karbohidrat, asam organik, dan banyak zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.

Kombinasi nutrisi ini dianggap sanggup meningkatkan the skin’s natural surface rejuvenation process atau proses peremajaan permukaan kulit secara alami.

Mari kita bahas masing-masing lebih detail sehingga Anda akan tahu persis gimana sih PITERA kok bisa bermanfaat banget bagi kulit.

Asam amino, peptida, gula, asam organik, dan mineral di PITERA semuanya berkontribusi untuk mengisi kembali Faktor Pelembab Alami (NMF) kulit. NMF bertanggung jawab untuk ‘menunggui’ si kulit agar tetap terhidrasi, lembut, dan kenyal

Sayangnya, NMF menjadi menipis seiring bertambahnya usia, dan juga akibat paparan rutin terhadap bahan-bahan yang meningkatkan kepekaan seperti pengeringan surfaktan, wewangian sintetis, dan alkohol terdenaturasi.

Ini nyebabin kulit tampak kering dan bersisik yang terasa kencang dan nggak nyaman.

Dengan pake bahan-bahan yang membantu mengisi kembali NMF, seperti PITERA, tanda-tanda penuaan seperti garis-garis, kerutan, dan kulit kering, akan berkurang. Impaknya adalah kulit yang tampak lebih halus, terhidrasi, dan kencang.

Lee Yeon Hee, Salah Satu Brand Ambassador dari SK2 (Pitera essence)

Sementara protein dan karbohidrat yang ditemukan di PITERA terlalu makro untuk sanggup menembus kulit, mereka dapat menambahkan hidrasi ke lapisan kulit teratas ketika diaplikasikan.

Selain itu, beberapa penelitian mensinyalir bahwa ragi PITERA dapat menghebatkan produksi hyaluronic acid atau asam hialuronat, yaitu komponen yang ditemuin dalam matriks ekstraseluler kulit.

Hyaluronic acid punya kapasitas untuk menarik air dari lingkungan dan menahan hingga 1.000 kali beratnya dalam air. Kemampuan asam Hyaluronic untuk menarik dan menahan kelembaban inilah yang membantu kulit mempertahankan turgor, ketahanan, dan fleksibilitasnya.

Karena tubuh memproduksi hyaluronic acid akan semakin minim seiring melajunya usia, manfaatin metode yang melipatgandakan produksi hyaluronic acid adalah cara inovatif untuk mengikis gelagat penuaan kulit.

PITERA juga berfaedah untuk membuat kulit lebih kalem karena mempunyai sifat anti-iritasi.

Bahan-bahan fermentasi memangkas risiko iritasi kulit dengan menetralkan zat-zat beracun, seperti logam berat dan pestisida yang mungkin ada dalam jumlah kecil.

Dengan menetralkan racun, PITERA membuat produk makin aman, kian efektif, dan lebih ditoleransi untuk jenis kulit sensitif.

Sifat terakhir yang punya super benefit bagi kulit PITERA adalah dengan memfasilitasi penyerapan bahan skin care lainnya.

Benefit pada formula segala sesuatu yang bertipikal fermentasi seperti PITERA sangat mirip dengan manfaat yang diberikan oleh makanan fermentasi dan suplemen enzim pencernaan, yaitu mengakselerasi penyerapan dan pencernaan nutrisi yang Anda konsumsi.

Dalam produk skin care, mikroorganisme seperti bakteri atau ragi melepaskan enzim yang memecah bahan lain menjadi molekul yang lebih mini.

Bahan aktif dalam produk skin care seringkali terlalu besar untuk menembus jauh ke dalam kulit, sehingga dengan memecahnya menjadi molekul yang lebih kecil, PITERA memfasilitasi penyerapan bahan-bahan ini. Penyerapan yang lebih apik mengarah pada hasil yang lebih baik.

Siapa yang Harus Menggunakan PITERA, dan Siapa yang Harus Menghindarinya?

PITERA dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Ini sangat ideal bagi mereka yang memiliki tanda-tanda penuaan, kulit kusam, bintik-bintik gelap, atau tekstur kasar.

Karena PITERA dapat mengelupas kulit karena sifatnya sebagai golongan asam organik, Anda mungkin ingin menghindari produk dengan bahan ini jika Anda pake peeling kulit yang kuat atau bahan-bahan yang nyebanin kulit Anda terkupas, seperti asam alfa hidroksi, retinoid, atau benzoil peroksida.

Cara Membuat Pitera Sendiri di Rumah

Terinspirasi dari blog ini, inilah cara membuatnya—yang mana gampang bingit, Sob. Elemen vital terdiri dari : 

  • Ragi roti (saya memakai merek Fermipan).
  • Nasi putih 2 sendok makan.
  • Air setengah gelas

Disarankan nasinya adalah nasi yang baru matang, bukan nasi yang sudah menginap di magic com. Percobaan pertama mbak Lintang pake nasi yang udah nginep di magic com selama 1 hari, hasilnya bau tonernya amit-amit.

Nasinya didinginkan dulu, jangan panas-panas karena nanti raginya mati dan tidak bisa melakukan fermentasi. Airnya pun jangan air yang terlalu dingin atau panas. Harus sekitar 25 – 30 derajat celsius (kurang lebih sama dengan suhu ruang).

Sumber Gambar: secretofdd.com

Untuk melakukan fermentasi disarankan menggunakan wadah kaca, misalnya gelas/toples kaca/ erlenmeyer atau tabung fermentasi. Yang harus digaris-bawahi wadah plastik terlarang hukumnya.

Semua peralatan harus steril. Nggak cuma dicuci dengan sabun, tapi juga direndam dalam air panas supaya tidak ada bakteri yang mengganggu aktivitas ragi saat fermentasi. 

Cara pembuatan:

  • Masukkan nasi ke dalam air.
  • Taburkan 1 sendok teh ragi.
  • Aduk sampai merata
  • Tutup rapat mulut gelas dengan plastik yang diikat karet atau aluminium foil. Pastikan tidak ada udara masuk.
  • Biarkan mengalami fermentasi selama 3 jam. Selama fermentasi akan terbentuk gelembung-gelembung udara kecil yang naik ke permukaan cairan, seperti gelembung minuman soda. Itu adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari fermentasi. Perubahan lainnya yaitu nasi menjadi hancur dan kental seperti gel. Kalo nggak ada gelembung dan nasi nggak hancur, berarti fermentasi gagal. Penyebab fermentasi tak berfungsi, bisa karena kurang rapat ditutupnya, atau karena raginya memang sudah mati.
  • Setelah itu siapkan gelas bersih lainnya untuk tempat filtrat (hasil saringan). Saring hasil fermentasi dengan menggunakan kain bersih yang pori-porinya halus, jangan saringan teh. Paling baik ya pakai kertas saring Whatman seperti yang biasa dipakai di laboratorium.
  • Masukkan di botol kaca/ toples/ terserah. Yang terkrusial harus kaca.
  • Langsung masukkan ke kulkas, ini penting. Jika ditaruh di suhu yang dingin, fermentasi akan berhenti sehingga alkohol yang diproduksi nggak kebanyakan. Selain itu juga akan memperpanjang masa simpannya.
  • Toner ini masih oke dipakai selama 3 hariAlkohol yang diproduksi dalam proses fermentasi menjadi pengawet alami. Sebenarnya jika ditambah air jeruk nipis bisa memperpanjang masa simpannya (asam kuat bersifat sebagai antibakteri).
  • Oya, cara pakainya biasa aja kayak pakai toner pada umumnya.
  • Toner ini cair banget seperti air (ya memang air). Setelah diaplikasikan ke wajah, pertama rasanya lengket. Pasca meresap, kulit terasa lembab dan kenyal. Sama sekali nggak lengket, tapi jadi smooth saat disentuh.

Hal yang harus diperhatikan :

  • Penyaringan diusahakan sampai filtratnya jernih, tanpa endapan. Endapan berupa pati dari nasi bisa mempengaruhi bau toner & masa simpan (terutama jika tidak ditambah pengawet).
  • Buang toner jika baunya berubah menjadi lebih buruk (bau kecut yang mengarah ke basi).
  • Natrium benzoat menghambat pertumbuhan mikroba (termasuk ragi), fermentasi bisa berhenti jika ditambah natrium benzoat meskipun wadahnya tidak dibuka.
  • Toner yang ditambah natrium benzoat lebih awet walaupun tidak dimasukkan ke kulkas.
  • Meskipun sudah ditambah pengawet, sebaiknya tetap disimpan di kulkas.

Ingin Kurus dan Ramping? Baca Juga Solusi untuk Panjang Umur, dong

Semangat pagi! Apa kabar? Saya Sarah Sastrodiryo, pemilik blog ini. Saya bercerita sedikit personal, karena saya yakin, mungkin ini bisa bermanfaat untuk kalian. Ceritanya begini, saat ibu saya meninggal karena Diabetes Tipe 2, saya cukup terpukul. Seharusnya saya bisa berbuat sesuatu, supaya penyakit ibu bisa diringankan. Berdasarkan kegeraman saya itu, saya menjadi terobsesi dengan penyakit ini, dan mencari sedetail-detailnya. Pada akhirnya, saya malah terdampar pada sebuah fakta, bahwa semua itu terkait dengan apa yang kita makan.

Impian semua orang ingin sehat dan tampak lebih tampan juga cantik. Berapa pun usianya, mereka ingin selalu terlihat awet muda. Kita boleh saja berusia 60 tahun, tetapi, performa tubuh kita inginnya tetap 20 tahun dong. Fungsi tubuh di dalamnya juga tetap prima seolah-olah masih berusia 17 tahun. Cihuynya, ini bukanlah utopia bukan pula habu—hayalan babu.

Kali ini saya akan menerjemahkan article ahli ginjal dari Kanada yang juga guru diet, master puasa, jago di bidang diabetes tipe 2, tentang longevity atau fisiologi dan organ tubuh tetap bisa bekerja dengan oke meski kita menua. Tua tetapi tidak sakit-sakitan. Tua tapi masih tetap energik dan bertenaga kuda. Silakan dinikmati.

Dokter Jason Fung (The Longevity Solution)

Diet telah diakui sebagai cornerstone atau landasan untuk kesehatan dan wellness, dan ini sudah sejak zaman Hippocrates. Mengurangi gula, menghindari ngemil camilan, makan makanan natural yang belum-diolah-terlalu-brutal, bisa membuat berat badan terkontrol dan juga membikin metabolisme tubuh lebih apik.

Tetapi, healthy aging atau usia yang sudah tua dan tetap sehat a.k.a nggak sakit-sakitan, tidak hanya dijamin oleh aspek pola makan.

Longevity atau panjang umur bukan hanya tentang menjalani umur panjang. Di dunia ini, nggak ada satu pun yang mau hidup dengan penyakit kronik dan bentar-bentar minum obat. Rentang kesehatan yang ditingkatkan, merupakan salah satu fokus utama untuk longevity.

Ini lebih tentang kualitas hidup, bukan panjang total usianya sampe angka berapa.

Itu adalah topik yang memikat, jadi saya telah bekerja sama dengan Dr. James DiNicolantonio mengenalkan Anda sebuah buku anyar, The Longevity Solution. Dalam buku ini, saya bukan hanya membahas peran puasa dan umur panjang, tetapi ada setumpuk hal menarik yang jauh lebih banyak tersedia dari buku ini.

Kami membahas teori-teori ilmiah di balik penuaan.

Sementara usia kronologis adalah sungai, bergerak hanya dalam satu arah, di sisi lain, menjadi sepuh secara fisiologis tidak berdasarkan tahun. Maksudnya begini, Anda berusia 30 tahun, tapi fisiologis Anda bisa aja baru 20 tahun. Beberapa orang menua lebih anggun daripada orang lain dan ‘praktik terbaik’ inilah yang menjadi fokus buku ini.

Kami membahas teori-teori penuaan, dan paradigma yang mendominasi buku ini adalah persaingan antara pertumbuhan versus penuaan.

Emang sih, tubuh kita punya ‘program’ pertumbuhan yang dominan banget selama tahun-tahun awal lahir hingga awal dewasa. Kemudian, tubuh kita berhenti tumbuh. Kita mencapai tingkat dewasa kita, dan nggak mungkin tumbuh lagi.

Faktor pertumbuhan memainkan peran superior dalam hal ini. Dan sensor nutrisi insulin, mTOR dan AMPK juga terkait secara intim dengan pertumbuhan. Tetapi setelah dewasa, secara fundamental, pertumbuhan bertentangan dengan umur panjang.

Sama seperti mesin mobil, jika Anda memutarnya berkali-kali, ia akan berjalan lebih banter, tetapi juga akan terbakar lebih cepat. Jadi dengan ‘program’ yang sama, yang mana selama masa muda sungguh optimal, nggak lagi kondusif jika Anda ingin menua dengan anggun.

Jika kita ingin memperlambat pertumbuhan, maka kita ingin mengurangi pensinyalan nutrisi juga. Insulin dan mTOR, adalah sensor nutrisi yang elementer, konsekuensinya pertumbuhan melonjak.

Dengan mengurangi karbohidrat, kita dapat menurunkan insulin dan umur panjang pun bisa ditambah. Namun, ada pertanyaan tricky tentang asupan protein optimal. Terlalu sedikit protein jelas buruk, karena tubuh kita bergantung banget padanya, supaya bisa mempertahankan fungsi. Tetapi pertanyaan yang paling kontroversial adalah, “apakah terlalu banyak protein itu jahat?”

Ini adalah pertanyaan yang sulit, dan membutuhkan pendekatan dengan banyak nuansa.

Sampai beberapa tahun terakhir, praktisnya, dianggap mustahil untuk makan terlalu banyak protein. Diet rendah karbohidrat seperti diet Atkins merekomendasikan asupan karbohidrat rendah, tetapi tidak membuat saran khusus tentang protein atau lemak.

Ketika dikombinasikan dengan rendah lemak mania, kami melihat beberapa orang mengonsumsi makanan karbohidrat dan lemak yang minimalis—yang mana hanya menyisakan protein dalam makanan.

Ini ternyata sangat sulit untuk diikuti. Itu sangat ketat, dan pada dasarnya hanya boleh makan putih telur, salad, dan kalkun sepanjang hari. Perbedaan besar dari diet rendah karbohidrat gaya lama dan diet ketogenik atau keto yang populer adalah bahwa diet keto memungkinkan jumlah lemak yang banyak, dan menyarankan protein makanan porsi moderat. Makan protein yang melimpah membuat seseorang tidak ketosis, ditambah jika Anda juga makan terus-menerus. Ingat, selama waktu ini, ada keyakinan kuat bahwa kita harus makan 6-10 kali per hari, dipromosikan oleh banyak dokter based on no evidence whatsoever, berdasarkan pada sesuatu yangnggak ada bukti sama sekali.

Makan dengan porsi melimpah, membuat ketosis lemak jauh lebih tinggi, dan bagi sebagian orang, itu sangat sukses.

Ada segepok nuansa lain dalam asupan protein juga. Ada gap akbar pada protein hewani versus nabati. Generally, karena kita adalah hewan, protein-protein itu lebih dekat dengan apa yang kita butuhkan, dan memiliki nilai biologis yang jauh lebih jangkung.

Protein hewani jauh lebih bergizi, dan alasan mengapa masyarakat tradisional menghabiskan begitu banyak upaya untuk berburu hewan, meskipun bagi sebagian besar sumber makanan sentral mereka adalah tanaman.

Nilai gizi yang lebih adiluhung ini kece jika orang tersebut ngalamin mal nutrisi atau kekurangan gizi. Sayangnya, pada zaman now, over gizi bertendensi menjadi problematika utama di dunia. Karena itu, nilai gizi yang rafi nggak selalu berfaedah.

Protein, khususnya asam amino adalah stimulan paling kuat bagi mTOR, sensor nutrisi yang dikenal sebagai target mekanis rapamycin. Sinyal pro-pertumbuhan ini telah dikaitkan dengan setumpuk penyakit penuaan dan protein eksesif. Jika Anda tertarik pada diskusi yang lebih mendalam tentang pertanyaan sulit tentang asupan protein optimal ini, beli buku The Longevity Solution.

Treatment Menghilangkan Flek Hitam yang Kece Banget, Menurut Dermatologis

Sumber Gambar

Get a handle on hyperpigmentation! Segera sembuhkan hiperpigmentasi kamoh, Sistaaa! My ultimate quest adalah untuk mencapai flawless skin. Seluruh wanita bermimpi punya kulit kinclong tanpa harus dirias. Tetapi saya belum sampai di tahap itu. Saya sangat-kepingin-sekali sanggup ngilangin dark spot.

Warna kulit yang nggak rata ini bikin saya ngerogoh tas kosmetik lagi dan lagi. Tapi tetep aja hasilnya kacau, malah jadi kayak topeng. Oleh karena itu, kali ini saya mengutip ucapan beberapa dermatologist atau dokter kulit untuk mencari tahu, gimana sih cara untuk menghilangkan discoloration/ warna nggak rata untuk selamanya.

Bintik hitam atau hiperpigmentasi disebabkan oleh produksi melanin yang tumpah-ruah dan kelewat over di kulit oleh si melanosit,” jelas ahli bedah plastik Melissa Doft, M.D. Melanin ekstra ini dapat dipicu oleh ‘milyaran’ hal berbeda. Yaitu:

  1. “Hormon—baik estrogen maupun progesteron—(Ini sebabnya mengapa wanita hamil melihat flek gelap mereka memudar pasca melahirkan).
  2. Sinar matahari juga dapat meningkatkan kadar melanin.
  3. Usia dapat melambungkan ukuran melanosit. “Itu sebabnya kita sering ngeliat bintik-bintik hitam pada pasien yang lebih tua,” kata Doft.
  4. Faktor-faktor lain, seperti iritasi kulit akibat jerawat, waxing, dan scrub yang terlalu keras, juga bisa nyebabin bintik-bintik gelap.

Meskipun kami nggak berjanji bahwa Anda dapat membuang warna kulit yang nggak rata untuk selamanya, we did tap a few experts to find the best treatments for hyperpigmentation a.k.a mengutip ucapan beberapa ekspert tentang tips menghilangkan hiperpigmentasi.

Sunscreen/ Tabir surya

Anda pasti udah denger tentang hal ini jutaan kali—tabir surya nggak lagi dianggap ‘ajib’ untuk dimasukkan dalam keranjang belanja, tetapi 100 persen harus Anda adopsi di pouch kosmetik Anda selama 365 hari dalam setahun. Sunblock adalah the must item.

Dark spots atau bintik-bintik hitam akan semakin gelap karena paparan sinar matahari,” kata dokter kulit bersertifikat dan pendiri DermWarehouse Alan J. Parks, MD. “Tabir surya, dan terutama physical sunblocks atau tabir surya yang dioleskan langsung ke kulit memiliki zinc oxide or titanium dioxide, sehingga dapat menghalangi mayoritas sinar, sinar yang akan menggelapkan bintik-bintik gelap.”

For true protection jika Anda berada di luar saat matahari paling terik, cari tempat yang sejuk dan teduh, atau kenakan pakaian UPF, yang memblokade sinar matahari. “Reapplication atau mengaplikasikan-ulang tabir surya setiap dua jam itu absolut—bahkan jika diberi label sepanjang hari, 24 jam, waterproof, dll—, tetap aja, oles aja lagi,” kata dokter kulit, ahli bedah kosmetik, dan direktur Skin Speciality Dermatology Fran E. Cook-Bolden, MD. Juga, dia menyarankan menghindari sinar matahari secara general—terutama untuk area sensitif—antara jam 10 pagi dan 4 sore. Bahkan visible light sekalipun, yang biasanya kita anggap remeh dapat melonjakkan pigmentasi kulit lho.

Cara menggunakannya: Setiap hari, dengan mengulas kembali setiap dua jam, apalagi jika di bawah sinar matahari direk. Sekali lagi saya tandaskan, jika Anda berada di luar saat matahari berada di titik tertinggi, cari tempat yang sejuk dan teduh, atau kenakan pakaian UPF, yang ngeblock sinar matahari.

Vitamin C

Jika kita denger tentang vitamin C, pasti visual yang ada di kepala kita adalah tentang jus jeruk. Sebenernya, vitamin C bukan hanya bagus untuk si bodi, tapi kulit kita akan makasih banget saat kita mengoleskannya.

Vitamin C bisa dipake sebagai antioksidan topikal yang ngebantu memblokir radikal bebas yang menyebabkan kerusakan oksidatif pada kulit, di antaranya:

  1. Kulit keriput.
  2. Kulit kusam.

    Sumber Gambar

“Ini juga memasung proses enzimatik yang manifestasinya yaitu memblokir melanin di kulit, sehingga warna gelap kulit akan memudar,” kata Sumayah Jamal, M.D., dari Schweiger Dermatology Group.

Kiat mengaplikasikannya: Lima tetes sehari dipijat pada kulit yang telah dibersihkan, sebaiknya sebelum mengoleskan sunscreen pada pagi hari.

Hydroquinone

Ketika mendiskusikan tentang treatment bintik hitam, hidrokuinon kayaknya menyabet standar emas selama lebih dari 50 tahun. Pokoknya, dia juarak. Anda bisa dapet si HQ ini di pasaran dengan konsentrasi 2 persen atau kurang, sedangkan 4 persen atau lebih besar harus dengan resep dokter. Jika diamati dari kaca mata biologis, cara kerja hidrokuinon adalah dengan menghambat enzim yang disebut tirosinase, yang biasanya ngebantuin produksi melanin, jelas Cook-Bolden. Secara natural, semakin sedikit tyrosinase yang dirakit, melanin yang diproduksi pun semakin mini. Dalam sejumlah kasus, impak hydroquinone dapat keliatan hanya dalam dua minggu. Namun, mayoritas sih pake selama 8 hingga 12 minggu, baru tampak hasilnya.

Dan ini tergantung dari faktor:

  1. Tingkat hiperpigmentasi.
  2. Seberapa dalam penetrasi.
  3. Berapa lama ia ada di sana, dll.

Seperti halnya produk apa pun yang disapukan pada kulit, hidrokuinon bisa jadi nyebabin kekeringan, kemerahan, dan terbakar, dan ini merupakan gelagat adanya reaksi alergi terhadap komponen tersebut,” kata Cook-Bolden, oleh karena itu, ia selalu merekomendasikan untuk nyobain tes spot terlebih dahulu. Efek samping laten lainnya adalah “ghosting,” atau kulit lain di luar zona yang ‘diincar’ menjadi ikutan cerah juga. Untuk menyingkirkan problem ini, oleskan hydroquinone ke tengah flek hitam sehemat-hematnya.

Cara pake: Paling manjur dipulaskan pada malam hari, setelah itu, tingkatkan menjadi dua kali sehari untuk hasil maksimum. Pada siang hari, jangan lupa oleskan tabir surya, karena kulit akan menjadi lebih sensitif pada matahari.

Kojic Acid

Asam Kojic (berasal dari jamur atau beras fermentasi) lazimnya berfaedah untuk membikin kulit lebih bright, dan paling apik kala dipasangkan dengan hydroquinone untuk result yang super kece.

“Cara kerjanya adalah dengan menggencet faktor kunci dalam aktivitas sel-sel pigmen,” kata dokter kulit dan pendiri Derma di Colore Carlos Charles, M.D. “Risiko yang populer adalah dermatitis alergi, itulah sebabnya konsentrasinya rendah  aja. Ingat lho, nggak usah banyak-banyak.”

Mereka yang kulitnya sensitif pakenya dosis kecil aja, itu pun hanya malam hari, karena ada probabiliti radang dan iritasi. Selain itu, jangan mengharapkan hasil yang ekspres—mungkin perlu beberapa bulan untuk memudarkannya.

Formula penggunaan: Pada malam hari, hanya ke bintik-bintik gelap atau area yang menjadi perhatian aja.

Lasers

 Emang sih, ini perawatan termahal, tetapi hasilnya ultra oke. “Ini pake sinar cahaya terfokus dengan target spesifik atau kromofor (pigmen) untuk memecah dan menghilangkan partikel pigmen di kulit,” jelas Cook-Bolden. IPL (cahaya berdenyut intens) dapat mengobati pigmentasi yang nggak diinginkan. Namun, ini melepaskan cahaya yang fokusnya minim dan ada kemungkinan ada konsekuensi yang nggak diperlukan pada kulit di sekelilingnya, terutama di kulit yang lebih gelap atau kecokelatan.

Laser yang ideal untuk hiperpigmentasi adalah adanya ledakan pendinginan (atau seenggaknya jumlah panas dibatasi). Tanyakan kepada dokter kulit Anda atau teknisi laser apakah laser yang dipake mempunyai teknologi kecepatan canggih dengan sinar terfokus, seperti The Lightpod Neolaser oleh Aerolase. “Jenis laser ini akan ngebantu menghindari respons peradangan, luka bakar, atau kerusakan jaringan,” menurut Cook-Bolden.

Chemical Peels/ Pengelupasan Kimia

Exfoliation adalah proses dengan menghilangkan lapisan atas kulit mati yang mengakomodasi mengikis penampilan kulit kusam sehingga memantulkan cahaya lebih cantik dan tampak bersinar,” Jelas Jamal.

“Seiring waktu, perawatan ini dapat merangsang produksi kolagen, menumbuhkan regenerasi sel, dan menyurutkan mencuatnya bintik-bintik gelap,” katanya, tetapi, be aware, dengan komponen kimia yang forte banget, yang dapat membakar kulit. Bahan aktif yang general meliputi asam glycolic, mandelic, salicylic, dan lactic acids, bergabung dengan trichloroacetic acid atau asam trikloroasetat. Jamal menambahkan bahwa sesungguhnya perawatan di at-home peels atau salon/ klinik pengelupasan cenderung lebih sanggup merontokkan kulit mati daripada memudarkan bintik hitam.

Tips dari dokter kulit: Tipikalnya 3 hingga 6 perawatan (lebih banyak lebih baik) setiap 3-4 minggu jika ingin melihat hasilnya.

Catatan Tambahan : Kulit yang lebih dalam, berisiko lebih hiper tetapi mungkin hanya perlu 1-2 treatment.

Microdermabrasion atau Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi adalah perawatan eksfoliasi well-known untuk hiperpigmentasi yang pake partikel mikro untuk mengampelas kulit mati. Cook-Bolden menggambarkan mikrodermabrasi sebagai “prosedur non-kimia yang non-ablatif, yang berarti nggak merusak jaringan kulit, oleh karena itu, tidak butuh waktu recovery yang signifikan.”

Mikrodermabrasi adalah yang teroptimal untuk kondisi hiperpigmentasi yang lebih enteng, karena konsekuensinya nyaris nggak ada. Sekali lagi saya tandaskan, untuk kasus ringan, ini tepat, penampilan transformasi skin color bisa diperbaiki.

Tips: biasanya dermatologis akan merekomendasikan 3 hingga 6 treatment (bisa jadi lebih) setiap 2-4 minggu.

Microneedling

Ini adalah pengobatan bukan untuk orang yang lemah jantung.

Sumber Gambar

Dengan menggunakan roller stainless steel grade medis dengan ratusan paku kecil, alat ini melahirkan serangkaian cedera mikro, tujuannya? Membangun kembali produksi kolagen kulit dan menambah elastisitas. Sementara banyak versi at-home yang eksis, Doft mereferensikan agar dokter Anda mengontrol tingkat penetrasi—setengah milimeter hingga 2,5 milimeter. Untuk hasil brilian, microneedling sering dikombinasikan dengan perawatan topikal. “Setelah penghalang kulit dibuka, memungkinkan banget untuk menanam zat skin lightening, misalnya vitamin C,” kata Doft. Dermatologis mungkin juga menggunakan platelet-rich plasma (PRP), serum penyembuhan luka khusus, atau senyawa asam-vitamin C hyaluronic acid untuk untuk meng-upgrade impak, terutama pada warna kulit yang lebih gelap. Dia mencatat ada potensi risiko jaringan parut dari microneedling jika dilakukan terlalu agresif. “Pasien berkulit gelap mungkin kaget karena kulit mereka menjadi lebih berpigmen,” imbuhnya. Tetapi [bila dilakukan dengan benar] Anda akan melihat kulit lebih cerah pada minggu berikutnya setelah perawatan.

Tips: Diharapkan untuk ngerjain tiga perawatan (mungkin lebih) setiap 6 minggu dengan dokter kulit.

Ingin Ramping? Mari Menilik Zona Biru dan Bukan Biru

Sumber Gambar

Penulis National Geographic—Dan Buettner—pada tahun 2018 telah mendeskripsikan beberapa area di dunia yang mana masyarakatnya berumur panjang dan juga lebih sehat, orang-orang tersebut berada di area “Blue Zones” atau Zona Biru.

Dan ini mencakup:

  1. Okinawa, Jepang.
  2. Sardinia, Italia.
  3. Loma Linda, California.
  4. Semenanjung Nicoya atau Nicoya Peninsula, Costa Rica.
  5. Ikaria, Yunani.

Orang yang tinggal di lokasi Blue Zones, bisa mencapai usia 90, bahkan bisa melewati usia 100 tahun (dinamakan centenarians) dengan penyakit tua yang relatif sedikit.

Lucunya, meskipun mereka tersebar di seantero belahan dunia, dan tentunya, dengan diet dan gaya hidup yang berbeda, tetapi, mungkin kita bisa nyontek’, apa sih rahasia mereka sehingga mereka sanggup hidup lebih lama dan fuller lives atau lebih ‘hip-hip-hore’.

Orang-orang ini jarang merokok, move more atau banyak bergerak dalam level moderat, dan memprioritaskan keluarga serta suka sekali bersosialisasi. Pola makan mereka seringkali plant based, tetapi nggak selalu berbasis tanaman sih, namun memang cenderung dengan asupan rendah protein, terutama dari hewani.

By: Dokter Jason Fung  (Longevity Lesson dari The Blue and ‘unBlue’ Zones)

Oleh karena itu, ini nggak ngebuktiin, bahwa mayoritas diet sehat di dunia ‘sakagurunya’ adalah tumbuh-tumbuhan.

Sumber Gambar

Meski demikian, tetap saja, kita bisa meniru dari para superstar-sang-master-panjang-umur, pokoknya formula mereka mesti kita jiplak. Alasan sains di balik itu ada pada postingan The Longevity Solution.

Okinawa, Jepang

Jumlah rata-rata orang yang hidup di atas 100 tahun, di seluruh dunia, hanya 6,2 per 100.000 orang. Jepang menduduki proporsi tertinggi di dunia yaitu sekitar 34.85 dari 100.000 populasi, berdasarkan sensus tahun 2017. Di tahun 1990, perfektur yang imut di Okinawa itu cukup menghancurkan perasaan, karena jumlahnya 39,5 per 100.000. Ini sungguh mengezutkan.

Para pria Okinawa tipikalnya hidup sampai usia 84 tahun, sementara wanita rata-rata 90 tahun, terlepas dari fakta bahwa Okinawa merupakan daerah termiskin di Jepang, pendapatan perkapita mereka juga paling rendah, dan jumlah dokter paling sedikit. Lucunya, rates mereka menderita penyakit yang lumrahnya membunuh  Westeners, yaitu:

  1. Penyakit Jantung.
  2. Kanker Prostat.
  3. Kanker Payudara.
  4. Penyakit Alzheimer.

Setengahnya dari penduduk barat.

Sumber Gambar

Tetapi, diet Okinawa berubah secara signifikan di beberapa tahun terakhir, menjadi lebih westernized atau kebarat-baratan pada tahun 2000, sungguh aneh sekali, dan ini mengakibatkan penduduk di sana tak lagi berumur panjang. Namun demikian, data yang mumpuni mengenai makanan diet tradisional Okinawa bisa memberi kita clue, mengapa mereka bisa hidup lebih lama.

Okinawa mempunyai makanan tradisional yang mana terdiri dari 80% karbohidrat yang terdiri dari:

  1. Ubi
  2. Sayuran
  3. Dan, biji-bijian.

70% kalori Okinawan berasal dari protein berkapasitas marhaen, nutrisi dari ubi dalam kuantitas rabung, dan serat. Ini terjadi tepat pada perang dunia ke II.

Standar diet Amerika, sangat bertolak belakang, karena diet mereka bertendensi rendah nutrisi terutama potassium, magnesium, vitamin C, karotenoid dan serat.

Ubi yang menjalar di mana-mana, merupakan hidangan nomor wahid, diiringi sayuran lain 10%, nasi dan biji-bijian lainnya nyaris 20%. Asupan harian kacang-kacangan 30%, memang di atas rata-rata penduduk Jepang, asupan sayuran hijau dan kuning 50% lebih tinggi, ini berdasarkan data tahun 1988. Ada juga sedikit daging, terutama babi, bersama dengan tanaman yang melimpah, ini jika melihat diet tradisional Okinawa.

Ada hal yang cukup mencengangkan dari catatan tertua yang ter-record, sejak tahun 1880, ternyata, 93% kalori orang-orang Okinawa berasal dari ubi. Hal ini persisten sampai dengan tahun 1949, plus, mereka makan hanya 40 gram protein per hari.

Apakah yang biasa dimakan oleh mereka?

  1. Ubi
  2. Sup miso
  3. Dan beranekaragam sayuran.

Dan mereka memakannya untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

Jika kita membahas ubi, tingkat anthocyanin akan menentukan warna ubi, dari merah sampai dengan kuning tua. Semakin banter, semakin merah. Zat tersebut menentukan jenjangnya kadar polifenol dan anti oksidan.

Mengapa Okinawa bisa membiakkan ubi sampe subur banget?  Karena, wilayahnya terisolasi di kepulauan sub tropis dan hanya ada dua musim tumbuh. Karena padi nggak bisa tumbuh, maka diganti oleh ubi, ini telah berproses sejak tahun 1600-an.

Mereka jarang makan daging, tetapi jika pun makan, biasanya ikan dan babi, ini umumnya, dilakukan sebulan sekali, ketika berlangsungnya beraneka festival. Jika dilihat secara historis, daging dan ikan, jika diberkaskan, presentasenya hanya 1% kalori, di mana mereka juga jarang makan produk olahan susu dan telur.

Jadi supply kalori mereka hanya 1800/ hari (bila dibandingkan orang Amerika yang biasanya 2.500 kalori), dan ini adalah pola makan vegan yang efektif. Namun, seiring berjalannya waktu, konsumsi daging mengangkasa.

Di daerah pesisir, lazimnya mereka makan ikan dan daging babi. Babi di sana biasanya free range atau babi liar, yang mana makan sayuran sisa, berbeda dengan di western yang biasanya diberi pakan berupa biji-bijian. Hasilnya, asam lemak omega-3 bisa dibilang termasuk kategori luks, dan omega-6 PUFA rendah. Jadi, lebih sehat. Sementara itu, asupan sodium Okinawa cukup rafi, yang mana merupakan karakter spesial dari masakan Jepang.

Dari manakah tingginya asupan garam?

  1. Kecap asin.
  2. Miso
  3. Ikan asin
  4. Dan acar sayuran.

Hal terunik dari hidangan Okinawa adalah konsumsi rumput laut konbu yang tinggi. Pada umumnya, di daerah Jepang lain, rumput laut hanya dipake untuk memasok sejumput rasa pada sup, namun, Okinawa sedikit ajaib, mereka mengonsumsi rumput laut langsung dalam jumlah melimpah.

Konbu, tumbuh di air laut, tinggi serat, mineral, lemak omega 3 EPA dan DHA. Minuman terpopuler adalah teh hijau dan kohencha—teh semi fermentasi. Ini membuktikan teori bahwa, rendahnya asupan protein nggak membuat kesehatan manusia menjadi bobrok, dan faktanya mereka tetap berumur panjang tuh.

Sumber Gambar

Memang sih, perawakan mereka lebih mungil, dan total massa otot yang lebih rendah bukan berarti bisa langsung diekstrapolasi pada orang Amerika-yang-hobi-melakoni-weightlifting, tetapi ini bisa jadi bahwa sesungguhnya kita nggak butuh banyak protein terutama jika kita nggak melakukan resistance exercise atau olahraga resisten yang intens.

Pasca perang dunia ke-2, lebih-lebih pada tahun 1988, asupan daging terus menanjak, dan menjangkiti orang Jepang kebanyakan. Rata-rata asupan daging mereka adalah 90 gram/ orang/ hari, dan ‘dosis’ kacang-kacangan yang proporsional.

Dengan menggelar alasan di atas, sekarang kita bisa tau, mengapa orang Okinawa bisa melakoni diet dengan ciamik, meski dalam kondisi rendah protein dan banter karbohidrat.

Sementara itu, mayoritas kultur barat memakan daging dengan asupan tinggi yaitu 200 gram/ hari. (Catatan—1 gram daging nggak sama dengan 1 gram protein, karena daging mengandung lemak yang signifikan, tergantung tipe spesifik mana dari daging).

Tetapi, diet Okinawa modern telah beralih. Asupan kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sayuran kuning menyusut drastis, bahkan jika cuma di-compare dengan skala nasional. Sesama wilayah Jepang lainnya aja mereka ‘kalah’ kok. Sementara itu, kalori dan lemak naik di atas 30%.

Yang mempraktikkan diet kebarat-baratan adalah anak-anak muda dan remaja putra, residen inilah yang paling tampak eksplisit. Mereka bertendensi menyingkirkan makanan tradisional champuru—daging (biasanya babi) atau tahu yang digoreng dengan sayuran. Konsumsi ikan mereka juga merosot jika dibandingkan generasi yang lebih tua.

Seperti lazimnya orang Jepang lainnya, orang Okinawa minum teh banyak-banyak, terutama teh hijau. Green tea ala-ala Okinawa biasanya ditambah aroma melati dan kunyit, mereka menamakan teh mereka shan-pien, jika kita terjemahkan secara asal-asalan artinya ‘teh dengan sedikit aroma.’ Dan mereka biasanya meminum setidaknya 2 gelas per hari.

Secara tradisional orang Okinawa mengikuti tradisi Konfusianisme super kuno yang dinamakan ‘Hari Hachi Bu.’ Apakah itu? Stop makan dengan sengaja setelah merasa 80% kenyang. Secara metodis  ini sama aja mengurangi kalori sebanyak 20%. Mereka nggak pernah makan sampai full. Mereka hanya bersantap sampai mereka nggak lapar lagi. Ini adalah perbedaan lumayan agam. Gede juga lho, Sob.

Ini yang dinamakan mindfulness eating atau makan dengan tumani’nah atau diresapi. Kelihatan banget, Okinawan sudah mengaplikasikan hal ini sepanjang ratusan tahun.

Jika Anda rajin ‘menggarap’ Hari Hachi Bu, mengekang makanan akan menjadi sesuatu di bawah alam sadar. Beberapa tips ini membuat membatasi kalori menjadi lebih gampang.

Ingat rumus ini, jika Anda makan, makanlah seperfek mungkin. Tetapi jika saat itu bukanlah jam makan, ya, jangan memamah biak.

  1. Jangan pernah makan tanpa berpikir.
  2. Jangan makan di depan TV.
  3. Jangan makan sambil membaca.
  4. Jangan makan di depan komputer.

Berkonsentrasilah pada apa yang Anda makan dan nikmati. Jika Anda tidak lagi lapar, maka berhentilah. Tip esensial lainnya untuk Hari Hachi Bu adalah bersantap perlahan. Sinyal kenyang di perut kita butuh waktu untuk register. Jika kita makan sampai kenyang, mudah untuk menjadi overshoot.

Bayangkan, ketika Anda harus makan prasmanan. Ketika melahap semua hidangan itu sih, semuanya baik-baik aja. Tetapi, 10 atau 15 menit kemudian, sinyal kenyang mulai menekan tombolnya, Anda merasa sangat full, bahkan mungkin agak mual sedikitTampilkan lainnyaTampilkan lebih sedikit.

Sumber Gambar

Jadi, gunakan piring yang lebih mini. Mengapa begitu, secara nggak langsung, Anda akan memangkas porsi. Problemnya adalah, sudah tertancap di bawah alam sadar dari kecil, kita kudu ngabisin apa pun yang terhidang di piring kita. Jadi, apakah ada banyak atau sedikit porsi di piring, itu bukan lagi persoalan. Kita akan terus menumpuk makanan di piring kita/ overfill, dan bertendensi untuk mengunyah lagi dan lagi, nggak peduli, apakah kita sesungguhnya udah kenyang atau belum.

Jika kita mengganti piring dengan ukuran lebih imut, kita akan menghapus godaan ini, dan memaksa diri kita untuk bertanya-tanya, apakah kita masih lapar atau gimana, sebelum menjangkau lebih banyak hidangan.

Sayang sekali, keistimewaan orang Okinawa tentang panjang umurnya ini telah menghilang secepat kilat. Pasca perang dunia ke-2, ubi manis tersayang ini telah digantikan oleh roti putih dan nasi putih.

Sumber Gambar

Orang Okinawa generasi muda sekarang cenderung melakukan American-style fast food, alias makan sampah ala Amerika, sehingga mereka menggemuk dengan sejadi-jadinya.  Mereka makan daging lebih banyak, sementara intake sayuran hijau dan kuning berkurang.

Faktanya, obesitas prefektur menjadi tertinggi di Jepang. Fitur baruLogikanya, kita nemu dong apa sih penyebab orang Okinawa zaman dulu lebih sehat dan berumur panjang, tampaknya, kunci rahasianya adalah makanan, bukan lifestyle atau lingkungan.

Lets see, bagaimana Okinawa merakit teka-teki panjang umur mereka:

  1. Kalori yang dibatasi/ puasa, terutama menggunakan metode Hari Hachi Bu.
  2. mTOR—diet rendah protein hewani.
  3. Teh/ Kopi/ Wine—warga Okinawa, sama saja seperti orang Jepang lainnya, tergila-gila dengan teh.
  4. Konsumsi garam—generally, tinggi garam, contohnya dalam miso dan kecap asin.
  5. Lemak—ikan adalah makanan pokok mereka—emang sih, nggak berlemak tinggi, tetapi berlimpah dengan rasio omega-6 dan omega-3.
  6. Tidak ada minyak sayur.

 

The unBlue Zone – The Southern Diet


Kontras dengan ‘Zona Biru’ yang apik, diet tertentu, di beberapa ‘fragmen’ dunia, diasosiasikan dengan risiko penyakit jantung yang menanjak dan umur lebih pendek. Kenapa kita harus meninjau Zona Unblue? Karena ini sangat berfaedah untuk mengusut apa yang nggak boleh dikerjain. Salah satu region yang direkomendasikan banget untuk ditilik adalah wilayah tenggara Amerika Serikat.

Studi REGARDS— The Reasons for Geographic and Racial Differences in Stroke— yang diikuti lebih dari 17.000 peserta dewasa selama 5 tahun mengekspos pasal di bawah ini:

  1. Berbagai pola diet ngaruh banget pada tingkat obesitas dan penyakit lainnya.
  2. Ini menjadi sangat tipikal, dinamakan diet Southern karena ciri khas mereka memang bisa dikenali sekali.
  3. Pola makan Southern sugih akan hidangan yang digoreng, dan ekstra lemak (mayoritas dari minyak sayur), telur, daging organ, daging olahan, dan minuman yang dimaniskan dengan gula.

Di mana sebagian besar pola diet yang telah diriset biasanya berefek netral pada kesehatan jantung, diet Southern menonjol jeleknya, terutama menjadi momok bagi kesehatan manusia, yaitu:

Dengan eskalasi hiper, yakni sebesar 56% dalam risiko penyakit kardiovaskular.

  1. 50% penyakit ginjal bertambah.
  2. 30% peningkatan stroke.
  3. Ada lebih banyak obesitas.
  4. Tekanan darah tinggi.
  5. Diabetes tipe 2.

Kalori diet Southern nggak terlalu tinggi, rata-rata sekitar 1500 kalori per hari. Komposisi makronutrien juga divergen dari yang lain—sekitar 50% karbohidrat dan 35% lemak—mengaksentuasikan sekali lagi, bahwa kita harus memeriksa makanan tertentu kemudian mengobservasi apa imbasnya, dan bukan hanya berpijak pada kategori standar seperti makronutrien.

Kuantitas total daging merah dalam makanan Southern nggak terlalu banter, tetapi jumlah daging olahan jauh dari grafik. Ada gap akbar antara steak iga dan hot dog. Pemrosesan daging berpotensi terpapar dengan beraneka ragam bahan kimia dan aditif lainnya (gula, pemanis, nitrat, fosfat, dll). Yang dapat berimpak keji bagi kesehatan.

Sumber Gambar

Selain itu, pola makan Southern mengonsumsi roti dalam jumlah makro. The Southern Diet adalah contoh dari diet yang membikin kita mati muda. Nggak ada limitasi kalori, mereka juga nggak mengenal yang namanya puasa, plus, asupan gula yang adiluhung, yang artinya, bahwa kadar insulin jangkung membenihkan level obesitas yang sialnya, lumrah dijumpai di Amerika Serikat bagian tenggara.

Emang, sih, tiga top teratas dengan penduduk paling gemuk di Amerika Serikat pada tahun 2014 adalah Mississippi, Virginia Barat dan Louisiana. Konsumsi daging Amerika yang relatif tinggi berarti mTOR tetap gendut.

Alih-alih menyantap lemak alami, ada konsumsi lemak ekstra dengan jumlah sangat gala, hampir semuanya adalah minyak nabati. Jamuan yang digoreng rata-rata dimasak dalam minyak biji industri karena harganya yang murah dan ketersediaannya yang mudah.

Checklist Resep Umur Panjang:

  1. Pembatasan Kalori/ Puasa—none. Tidak ada. Nasihat diet orang Amerika yang biasa adalah makan lebih dari 3 kali sehari.
  2. mTOR—Konsumsi daging dan daging olahan? ‘Bombastis’.
  3. Teh/ Kopi/ Wine—nggak kedengeran mereka sering minum jenis ini. Es teh dikonsumsi, tetapi ditambah gula dengan kadar ekstrim.
  4. Garam—mereka melahap garam berlimpah-limpah, namun lazimnya dari makanan olahan.
  5. Lemak—Tinggi minyak nabati.