Ingin Kurus dan Langsing: Baca Tentang Dilema Daging Merah (1)

Sumber Gambar

Dilema Daging Merah – Hormon Obesitas

Apakah sebenarnya dilema daging dan protein hewani itu?

  1. Di satu sisi, protein hewani menaikkan insulin, sehingga bisa membuat kita gemuk,
  2. Di sisi lain, protein hewani mempunyai efek memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan rasa kenyang sehingga sanggup membikin kita menjadi ramping.

Dalam satu ‘balutan’ kita dihadapkan pada dua efek. Lantas manakah efek yang lebih kuat?

By: Dokter Jason Fung

Salah satu studi asosiasi terbesar beberapa saat yang lalu berasal dari analisis data dengan menggabungkan tiga studi kohort yang sangat besar, yaitu:

  1. The Nurses Health Studies I.
  2. The Nurses Health Studies II.
  3. The Health Professional’s Follow Up study.

Melihat data gabungan ini, perbandingan dibuat antara makanan tertentu dan dan risiko obesitas. Meskipun ini bukan percobaan acak, namun data tersebut masih mengandung sejumlah data bermanfaat. Changes in Diet and Lifestyle and Long-Term Weight Gain in Women and Menditerbitkan di New England Journal of Medicine pada tahun 2011.

Salah satu hal terpenting yang dilakukan peneliti adalah melihat makanan tertentu. Beberapa dekade terakhir muncul aliran ‘nutrisisme’ dimana derajat makanan menjadi turun karena telah diklasifikasikan sebagai ‘karbohidrat’, protein dan lemak. Namun, dengan menggunakan metode itu, tetap tidak sanggup menangkap kompleksitas ilmu pangan. Sebuah alpukat, misalnya mengandung 88% lemak, 16% karbohidrat, dan protein 5% dengan serat 4,9 gram. Dengan kandungan nutrisi semacam itu, kemudian alpukat diklasifikasikan sebagai makanan dengan derajat rendah bahkan ‘buruk’ selama bertahun-tahun karena kandungan lemaknya yang tinggi, lantas sekarang direklasifikasi kembali sebagai makanan super. Sungguh perlakuan rasis pada makanan, dan mencla-mencle alias tidak konsisten. (Useful online tool for this sort of useless thing here). Ini adalah alat ukur yang sungguh tidak berguna. Perlu kita ketahui, dan ini merupakan wawasan yang sangat menarik, sesungguhnya ada ratusan nutrisi dan fitokimia dalam makanan yang mempengaruhi metabolisme kita yang tidak tertangkap oleh analisis sederhana semacam ini.

Sumber Gambar

Jadi sekali lagi, alat ini sungguh tidak bermanfaat, by the way, pada saat kita mengelompokkan makanan pada label makanan, sesungguhnya tidak menjelaskan mengapa mereka tidak membuat perbedaan yang signifikan. Saya membayangkan bahwa salah kaprah nutrisi membuat situasi menjadi amburadul alias acak-acakan dari masa ke masa. Coba Anda bayangkan saat dimana para pendukung aliran-rendah-lemak-garis-keras di tahun 1970an yang membagi makanan dalam tiga kelompok besar makro nutrisi. Awalnya, mereka berpikir semua lemak adalah makanan terkutuk. Setelah itu semua karbohidrat adalah buruk. Kemudian muncul lagi kelompok karbohidrat tercela dan karbohidrat baik. Lantas, muncul lagi lemak baik dan lemak jahat. Lalu, protein terpuji dan protein merugikan (hewani vs nabati misalnya). Faktanya, tidak semudah itu untuk membuat geng-geng makanan. Kita juga telah membuat klasifikasi artifisial pada tipe-tipe makanan—buah-buahan misalnya. Pisang adalah makanan yang harus diasingkan dan berry adalah buah-buahan yang diagung-agungkan. Basis pengelompokan ini berdasarkan gagasan indeks glisemik, jumlah lemak, atau jumlah gula.

Setelah memperhatikan sebanyak 120.877 laki-laki dan perempuan berusia di atas 12 sampai 20 tahun, para peneliti menghitung hubungan antara asupan makanan tertentu dan penambahan berat badan. Secara keseluruhan kenaikan berat badan rata-rata selama periode 4 tahun adalah 3,35 pound—mendekati 1 pon per tahun sesuai dengan perkiraan. Meskipun ini mungkin tidak terdengar banyak, lebih dari 40 tahun, katakanlah dari usia 20 sampai usia 60, akan membuat orang kelebihan berat badan sekitar 40 pounds, katakanlah berat badan rata-rata adalah 160 pound, 40 tahun kemudian akan menjadi 200 pound pada pasien pra-diabetes.

Penting untuk diingat bahwa studi asosiasi seperti ini tidak dapat membuktikan sebab-akibat. Namun, salah satu kekuatan penelitian ini adalah untuk dapat melihat hasil jangka panjang—sesuatu yang tidak dapat dilakukan pada uji coba acak. Karena kenaikan berat badan akan berakumulasi selama beberapa dekade, percobaan jangka pendek beberapa tahun mungkin tidak memberi tahu apa yang harus kita ketahui.

Tetapi, masih menarik untuk melihat datanya di sini. Cukup mudah untuk mengerti mengapa keripik kentang dan kentang goreng bisa menggemukkan.

Keduanya mengandung karbohidrat olahan tinggi yang meningkatkan insulin dan glukosa secara signifikan. Untuk alasan yang sama, permen dan makanan pencuci mulut, dan tepung dan semua makanan olahan sangat terkait dengan obesitas. Memang, sulit menemukan siapa saja yang berpendapat bahwa keripik kentang, makanan pencuci mulut dan roti putih tidak menggemukkan.

Tapi ada juga asosiasi yang kuat antara daging olahan, daging yang belum diproses dan mentega dengan obesitas. Karena mereka bukan karbohidrat, orang mungkin berasumsi bahwa mereka tidak menggemukkan.

Tapi faktanya, mereka juga membuat kita menjadi gemuk. Begitu Anda menyadari bahwa protein juga merangsang insulin, itu mulai membuat beberapa pengertian bahwa makanan ini juga dapat menyebabkan obesitas.

Namun daging dan dairy products tidak menggiring kita menjadi obesitas, terlepas dari fakta bahwa protein dari dairy akan menstimulasi insulin dengan derajat lebih tinggi. Masalahnya di sini mungkin mengenai kuantitas dari daging versus dairy yang telah kita bahas di last post. Jadi, meski Anda mengonsumsi dairy, namun jumlahnya tidaklah banyak.

Ada juga makanan yang membuat Anda tetap langsing–misalnya kacang-kacangan dan sayuran.

Hubungannya di sini tampak straightforward alias langsung tepat sasaran. Keduanya rendah gula dan seratnya sangat tinggi. Kedua efek tersebut akan cenderung menurunkan insulin dan melindungi terhadap penambahan berat badan. Tapi gandum utuh dan buah juga protektif. Sebuah kejutan bagi penggemar Atkin, sepertinya kandungan serat yang tinggi dalam makanan ini mungkin bersifat protektif.

Di antara minuman, minuman manis dan jus buah dikaitkan dengan obesitas. Tidak mengherankan—keduanya sangat tinggi gula dan seratnya sangat rendah. Susu skim mungkin memiliki sedikit hubungan, tapi susu utuh tidak. Lemak susu yang lebih tinggi mungkin menjadi pelindung di sini. Diet soda sangat protektif, tapi saya ragu apakah ini adalah efek sebenarnya atau apakah itu hanya mencerminkan fakta bahwa orang yang meminum diet soda memang sedang melakukan diet sehingga memang menurunkan asupan makanan.

Untuk mempermudah Anda memahami grafik, coba lihat makanan yang membuat Anda menggemuk, benang merahnya sama, semua makanan itu cenderung meningkatkan insulin. Kelompok makanan yang tidak menaikkan berat badan cenderung mengandung faktor pelindung—serat, fermentasi (yogurt), dan lemak.

Ini mungkin merupakan petunjuk untuk mengungkap mengapa diet Atkin’s menjadi bubar jalan. Awalnya dibayangkan sebagai karbohidrat rendah, diet tinggi lemak, namun ia berevolusi menjadi Atkins versi 2.0 pada 1990-an. Meski masih rendah karbohidrat, kegilaan rendah lemak tersebut mengubah reboot Atkins sebagai karbohidrat rendah, rendah lemak namun tinggi protein. Penggemar Atkins berpaling dari makanan asli ke kreasi Frankenfood seperti milkshake protein yang dipermanis dengan fruktosa, makanan pengganti artifisial dan protein bar.

Perusahaan farmasi, seperti Matt Taibbi’s vampire squid yang tergila-gila dengan uang, memadamkan saluran darahnya menjadi sesuatu yang berbau DUIT, dibuat menjadi sangat hepi karena bisa menggaruk laba maksimal dengan menciptakan produk nutrisi baru dalam rangka memenuhi kegemaran baru ini. Boost.  Ensure.  Optifast.  Slimfast. Pernahkah Anda membaca ingredients of these meal replacements alias kandungan dari makanan pengganti ini? Ini akan membuat Anda ngeri. Susu protein, fruktosa, minyak canola, minyak kedelai dan multivitamin. Apakah ini terdengar baik untuk Anda? Atau periksa the ingredients of Atkins Nutritionals Bar, atau bar Atkins Nutritionals. Lapisan rasa coklat, lapisan rasa selai kacang, gliserin, campuran protein, selulosa, dll. Ada gliserol yang lebih menyeramkan daripada protein!

Sumber Gambar

Tidak menyadari sebuah fakta bahwa TIDAK semua karbohidrat secara inheren menggemukkan, mereka juga menghindari buah dan sayuran yang lezat dan bergizi. Hal ini membuat diet sulit ditoleransi dan sudah pasti, para pengikutnya tidak patuh. Ini bukan diet yang bisa Anda ikuti seumur hidup, meski banyak yang mengklaim telah mengikuti diet ini. Revolusi Diet Dr. Atkin telah selesai.

 

Ingin Kurus dan Langsing? Simak Tentang Revolusi Atkins

Sumber Gambar

Revolusi Atkins – Hormon Obesitas

Penelitian jangka pendek diet-rendah-karbohidrat-ala-Atkins sangat menggembirakan. Tidak hanya pasien sanggup lebih langsing, namun profil metabolik para pasien menjadi lebih baik dibandingkan dengan diet-rendah-lemak, beberapa tahun yang lalu. Jutaan orang mengadopsi gaya hidup rendah karbohidrat, dan sepertinya menikmati manfaatnya. Menjelang pertengahan 2000-an, impian dokter Atkins mengenai Revolusi Diet telah berjalan dengan baik, mulus dan tepat sasaran. Ditambah lagi, penelitian lain, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine nan bergengsi sepertinya menunjukkan bahwa diet Atkins mungkin bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal.

By: Dokter Jason Fung

Dengan judul “Diets with High or Low Protein Content and Glycemic Index for Weight-Loss Maintenance”, penelitian ini dipublikasikan pada 25 November 2010. Sebanyak 773 pasien yang dipilih secara random setelah kehilangan berat 10% pada 4 kelompok protein tinggi dan rendah yang berbeda. Atau indeks glikemik rendah. Tiga dari 4 kelompok mulai menggemuk kembali. Satu-satunya kelompok yang berhasil mempertahankan penurunan berat badan adalah kelompok protein tinggi-kelompok indeks glikemik rendah. Ini terlihat sangat bagus bagi pengikut Atkins garis keras.

Pada tahun 2005, dalam Annals of Internal Medicine, artikel “Effect of a Low-Carbohydrate Diet on Appetite, Blood Glucose Levels, and Insulin Resistance in Obese Patients with Type 2 Diabetes” menunjukkan bahwa 2 minggu diet karbohidrat sangat rendah tanpa batasan  kalori ternyata sanggup mengurangi nafsu makan dan menurunkan berat badan. Dr. Boden menulis, “ketika kami menghilangkan karbohidrat, pasien secara spontan mengurangi konsumsi energi sehari-hari mereka sebesar 1.000 kalori per hari.” Tingkat insulin turun dan sensitivitas insulin dipulihkan. Great!

Dr. David Ludwig menyiramkan bensin ke api pada tahun 2012 saat menerbitkan artikelnya “Effects of Dietary Composition on Energy Expenditure During Weight-Loss Maintenance” pada tahun 2012 dalam Journal of American Medical Association. Dia mempelajari perbedaan Total Pengeluaran Energi (kalori yang terbakar) setelah penurunan berat badan, dia menemukan bahwa penurunan terbesar TEE adalah diet rendah lemak. Diet terbaik? Diet karbohidrat sangat rendah. Implikasinya di sini adalah diet karbohidrat yang sangat rendah akan menjaga metabolisme tetap tinggi dan mendorong penurunan berat badan. Hidup revolusi!

 Hal pertama yang terjentik di otak adalah bahwa karbohidrat olahan sering menyebabkan ‘kecanduan makanan’. Sementara protein dan lemak selalu menyalakan sinyal kenyang. Hormon seperti CCK dan peptide YY merespons protein dan lemak yang tertelan untuk memberi sinyal pada tubuh bahwa kita kenyang. Pikirkan terakhir kali Anda makan prasmanan, ketika Anda merasa sangat kekenyangan dan tidak sanggup mengunyah apa pun lagi. Sekarang, pikirkan makan 2 potong bistik daging. Ugh. Mungkin Anda tidak sanggup menelannya. Itulah hormon kenyang yang bekerja.

Tapi bagaimana jika Anda ditawari satu sendok kecil es krim dan pai apel? Sepertinya tidak terlalu sulit untuk melahapnya, bukan? Beberapa orang di keluarga saya biasa menyebut fenomena ‘perut kedua’. Artinya, setelah perut pertama kenyang, kami membayangkan ada perut kedua untuk makanan pencuci mulut.

Pikirkan makanan yang konon mempunyai efek ‘kecanduan’. Pasta, roti, biskuit, coklat, keripik. Sadar tentang sesuatu? Semua makanan yang mempunyai efek adiksi ini adalah karbohidrat yang sangat halus. Apakah ada yang pernah mengatakan bahwa mereka ‘kecanduan’ ikan? Apel? Daging sapi? Bayam? Not likely.

Pertimbangkan beberapa makanan yang mempunyai ciri khas memberikan rasa nyaman. Mac dan keju. Pasta. Es krim. Pai apel. Kentang tumbuk. Pancake. Notice anything?  Semua ini adalah karbohidrat yang sangat halus atau tepung. Karbohidrat olahan mudah menjadi ‘kecanduan’ dan membuat kita makan berlebihan justru karena tidak ada hormon kenyang alami. Pasalnya, tentu saja, karbohidrat olahan bukanlah makanan alami, tapi makanan hasil proses tingkat tinggi. Toksisitasnya terletak pada pengolahan.

There were objectors, of course. Salah satu konsentrasi utama pada diet Atkins adalah mengenyahkan water weight atau membuang air. Hal ini tentu saja benar. Salah satu tujuan nomor wahid pada diet adalah menurunkan kadar insulin dengan mengendalikan asupan karbohidrat.

Salah satu efek insulin yang diketahui adalah merangsang retensi garam dan air. Secara khusus, insulin bekerja pada tubulus proksimal di ginjal untuk merangsang reabsorpsi natrium. Jadi diet yang mengurangi kadar insulin dengan sangat membatasi karbohidrat mengakibatkan kita kehilangan garam dan air. Karena kita menumpuk banyak air di tubuh kita cukup banyak, dengan melakukan diet Atkins, awalnya, sebenarnya kita bukan kehilangan lemak, tapi kita melenyapkan air.

Sumber Gambar

Mengapa ini hal yang buruk?

Maksudku, siapa yang menginginkan pergelangan kaki oakematik membengkak sangat besar? Cankles (betis + pergelangan kaki) menggelembung—saya sih tidak mau. Hiiiy.

Kelebihan garam dan retensi air juga akan menyebabkan tekanan darah tinggi, sehingga kehilangan berat air merupakan hal yang sangat baik untuk saya. Jadi mengapa para kritikus selalu memalu dan mempermasalahkan hal ini?

Ada pendapat lain yang sering terdengar bahwa diet rendah karbohidrat membuat gizi tidak seimbang. Ini juga tidak masuk akal. Yang tubuh kita butuhkan pada dasarnya adalah asam lemak atau Fatty Acid, dan asam lemak ini tidak diproduksi oleh tubuh, jadi harus diimpor dari luar. Oleh karena itu, untuk bisa bertahan hidup kita menggantunglan diri pada asam lemak ini. Omega 3 dan Omega 6 adalah contoh asam lemak tadi.

Ada juga asam amino esensial. Ini adalah blok bangunan protein yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Oleh karenanya, kita bergantung pada makanan kita untuk menyediakan asam amino esensial ini agar bisa bertahan hidup. Phenyalanine, valin, dan treonin adalah contoh asam amino esensial.

Sumber Gambar

Tidak ada karbohidrat yang penting. Mereka tidak dibutuhkan untuk bertahan hidup. Karbohidrat pada dasarnya adalah rantai gula. Gula secara inheren tidak bergizi. Banyak makanan nabati yang mengandung karbohidrat (kangkung, brokoli) mengandung vitamin, mineral dan zat bermanfaat lainnya. Tapi karbohidrat itu sendiri tidak penting dan juga tidak sehat. Jika kita menghilangkan tepung, kita bisa menambahkan makanan bergizi lainnya dalam hidangan kita. Jadi, mengapa di dunia ini ada orang waras yang merekomendasikan memakan makanan yang kandungan gizinya 25% bangkrut, atau mengapa kita harus menambahkan karbohidrat yang adiktif?

Isu lain yang sering terdengar adalah bahwa diet tinggi protein buruk bagi ginjal. Pertama, dengan diet rendah karbohidrat menyebabkan kita mengonsumi makanan tinggi protein atau lemak, dan ini perlu kita kaji kembali. Dokter tertentu, seperti Dr Eenfeldt dengan sangat ciamik menulis blog hebat www.dietdoctor.com, merekomendasikan diet Low Carbohydrate High Fat (LCHF). Diet ini tampaknya telah mengakar di negara asalnya—Swedia—dan dengan cepat menyebar.

Diet tinggi protein mungkin tidak direkomendasikan untuk orang dengan masalah ginjal. Sebagai nephrologist, saya mengkhususkan diri pada penyakit ginjal. Dalam Penyakit Ginjal Kronis, kemampuan untuk mengatasi produk pemecahan protein terganggu dan diet protein tinggi tidak disarankan. Namun, untuk mereka dengan fungsi ginjal normal, tidak ada kekhawatiran. Beberapa penelitian terbaru menyorot masalah serupa. Dalam makalah “Comparative Effects of Low-Carbohydrate High-Protein Versus Low-Fat Diets on the Kidney—Friedman et al, Klinik J Am SocNephrol 7: 1103-1111; 2012 “Subjek obesitas sehat diperiksa secara khusus untuk efek yang merugikan pada ginjal. Intinya tidak ada masalah seperti itu. Mereka menulis bahwa diet protein tinggi “was not associated with noticeably harmful effects on GFR, albuminuria, or fluid and electrolyte balance”                         

Ingin Ramping dan Kurus? Pahami Tentang Ilmu Baru Diabesitas – Hormon Obesitas

Diabesity, dinamakan demikian karena relasinya yang sangat erat antara obesitas dan diabetes (tipe 2). Kegemukan biasanya datang terlebih dahulu, dan diabetes tipe 2 datang kemudian. Hal ini menyebabkan banyak orang menyimpulkan bahwa obesitas menyebabkan diabetes. Di permukaan, ini nampaknya masuk akal, karena keduanya sering hidup berdampingan. Namun, hal ini menjadi lebih sulit, ketika orang-orang mencoba menjelaskan mengapa dan bagaimana obesitas menyebabkan diabetes.

By: Dokter Jason Fung

Di sini, jawabannya menjadi jauh lebih samar dan tidak karu-karuan. Beberapa hipotesis mengatakan bahwa sel lemak menghasilkan hormon yang secara ajaib menyebabkan diabetes. Beberapa menunjukkan bahwa sel lemak menghasilkan hormon yang disebut faktor turunan epitel pigmen yang menyebabkan resistensi insulin. Tapi mengapa sel lemak mulai memproduksi hormon ini?

Beberapa peneliti berpendapat bahwa sel lemak menghasilkan hormon yang disebut resistin yang menyebabkan sel lain menjadi resistan terhadap insulin. Nama yang cerdas, Guys. Tapi mengapa sel lemak memproduksi hormon ini?

Yang lainnya, seperti peneliti dari Harvard, berpikir bahwa obesitas adalah sel-sel seperti jerawat saat kita SMA. Oleh karena itu—untuk beberapa alasan—membuat sel mengirimkan sinyal bahwa reseptor insulin harus berhenti merespons insulin. Hal ini menyebabkan resistensi insulin. Benarkah? Itu jawaban terbaik yang bisa kamu simpulkan?

 

Jawabannya, ternyata, jauh lebih sederhana, dan pokok permasalahannya terletak pada the Hormonal Obesity Theory.

Kita sebelumnya telah menggali bukti yang mendukung the Hormonal Obesity Theory sejauh ini. Insulin adalah pendorong utama obesitas. Kortisol memainkan peran juga, tapi, untuk kebanyakan orang, insulin adalah pelaku utama. Insulin juga meningkatkan resistensi insulin dalam siklus penguatan diri.

Karena diabetes tipe 2 merupakan kata lain untuk resistensi insulin, kita dapat mengatur ulang the Hormonal Obesity dengan cara ini.

Di bawah konstruksi ini, baik kegemukan maupun diabetes disebabkan oleh hal yang sama–kadar insulin tinggi. Itu menjelaskan mengapa diabetes dan obesitas kaitannya sangat erat. Ini juga menjelaskan mengapa upaya untuk menemukan bagaimana obesitas menyebabkan diabetes semuanya telah gagal. Karena obesitas tidak menyebabkan diabetes tipe 2. Justru kegemukan malah merupakan manifestasi hiper-insulinemia. Ternyata seluruh sindrom metabolik berhubungan dengan kadar insulin tinggi, tapi kita akan menjajaki hal itu sesaat lagi.

 

 

Diabetes dan obesitas keduanya memiliki penyebab yang sama—kadar insulin tinggi. Mereka pada dasarnya adalah dua sisi dari penyakit yang sama, oleh karena itu dinamakan—diabesity. Kita juga bisa melihat bahwa ada masalah ayam dan telur yang menarik di sini. Insulin menyebabkan resistensi insulin yang menyebabkan insulin berada dalam lingkaran setan. Jadi apa yang lebih dulu?

Apakah masalah dimulai dengan resistensi insulin karena, katakanlah, genetika? Atau apakah penyebab awalnya insulin yang tinggi? Keduanya mungkin. Obesitas biasanya bermanifestasi terlebih dahulu. Jadi kita bisa mulai memecahkan masalah dengan melihat berapa lama Anda telah mengalami kegemukan, terutama obesitas yang baru sebentar.

 

Dalam tulisan ini Early Changes in Postprandial Insulin Secretion, not in Insulin Sensitivity Characterize Juvenile Obesity Diabetes 43: 696-702; 1994 Le Stunff C, penulis melihat 3 kelompok orang—ramping, obesitas baru-baru ini (<4,5 tahun) dan obesitas lama (> 4,5 tahun). Mereka mampu mengukur sekresi insulin sebagai respons terhadap makanan standar.

Seperti yang Anda lihat, kedua kelompok subjek obesitas memiliki tingkat sekresi insulin yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang langsing. Sekresi insulin yang tidak normal akan berkembang pada obesitas awal, persisten dan terus-menerus.

Bagaimana dengan resistensi insulin?

Melihat grafik yang menyertainya, Anda dapat melihat bahwa resistensi insulin (diukur di sini oleh pengambilan glukosa maksimal) berkembang seiring berjalannya waktu. Semakin lama Anda telah mengalami obesitas, resistensi insulin pun meningkat. Sehingga resistensi insulin merupakan penjahat utama.

Inilah jawaban atas pertanyaan ayam vs telur, insulin vs resistensi insulin. Insulin is the primary insult. Awalnya, semua dipicu oleh kadar insulin yang tinggi. Tingkat insulin tinggi yang terus-menerus menyebabkan resistensi insulin. Resistansi insulin ini pada gilirannya menyebabkan kadar insulin lebih tinggi lagi dan terus menanjak.

 

 

Urutan waktu obesitas yang masih di tahap awal dapat direpresentasikan seperti ini. Sebenarnya adalah  ini merupakan pemahaman kita tentang Hormonal Obesity Theory.

Pekan lalu ada beberapa kabar bahagia dengan laporan yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association bahwa tingkat obesitas untuk kelompok usia 2-5 tahun telah turun sebesar 43%. Sebagian besar kelompok usia lainnya tidak melihat perubahan tingkat obesitas yang signifikan. Karena obesitas masa kecil sangat terkait dengan obesitas dewasa, ini memang kabar yang sangat menggembirakan.

Beberapa kelompok, seperti kampanye sesat Let’s Move Michelle Obama dengan sangat gesit segera memberikan selamat kepada diri mereka sendiri dengan suksesnya usaha mereka. Mereka percaya bahwa kampanye aktivitas fisik mereka telah memainkan peran kunci dalam keberhasilan ini. Terlepas dari fakta bahwa sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa olahraga memiliki sedikit atau tidak ada hubungannya dengan penurunan berat badan.

 

 

Jika program anti obesitas mereka sukses, mengapa kita hanya melihat hasil pada kelompok usia terendah (usia 2-5 tahun)? Saya tidak pernah ingat bahwa kebanyakan anak usia 2 tahun harus lebih aktif. Saya tidak ingat pernah melihat anak berusia 2 tahun di gym. Namun, obesitas orang dewasa sepertinya tidak banyak berubah.

 

Jawabannya, meski jauh lebih mudah. Itu terletak pada efek berapa lama waktu dari obesitas. Semakin sebentar orang tersebut mengalami kegemukan, maka akan semakin mudah pula untuk melangsing.

Mereka yang memiliki obesitas dalam jangka waktu lama cenderung memiliki resistensi insulin lebih persisten, dan oleh karena itu lebih sulit mengobati obesitas. Durasi yang relatif singkat dari obesitas pada kelompok usia 2-5 tahun berarti obesitas jauh lebih mudah ditanggulangi.

Jika kita melihat garis total pemanis, kita melihat bahwa dari tahun 1977 sampai 2000 terjadi peningkatan pemanis per kapita yang stabil. Ini sebagai tanggapan terhadap Pedoman Diet nakal tahun 1977 yang menghasilkan piramida makanan yang terkenal. Tujuannya adalah untuk mengonsumsi makanan rendah lemak, dan untuk mengkompensasi jumlah persentase kalori maka kita memakan lebih banyak karbohidrat. Jadi makanan bergula, asalkan rendah lemak, dianjurkan. Di tahun 1977 juga adalah saat epidemi obesitas dimulai.

Konsumsi pemanis memuncak pada tahun 2000 di bawah serangan Atkins. Pada akhir tahun 1990an dan awal 2000an, masakan ala Atkins memegang tampuk kekuasaan tertinggi. Ini termasuk semua peniru Atkins wannabe. Semua perhatian yang diberikan pada pesan rendah karbohidrat menghasilkan asupan pemanis lebih rendah karena mulainya ada kesadaran bahwa gula membuat Anda gemuk.

Tentu saja, Anda bisa saja bertanya pertanyaan simpel ini kepada nenek Anda. Dia akan mengatakan kepada Anda bahwa langkah pertama untuk melangsing adalah berhenti makan permen dan stop makanan bertepung. Bukannya mendengarkan si nenek, kita malah patuh  dengan pendapat politisi dan dokter yang mengatakan bahwa gula tidak membuat Anda gemuk, lemaklah yang akan membuat Anda gemuk. Namun, pada saat kita menurunkan konsumsi lemak, kita malah semakin membulat, dan lemak tubuh semakin menebal.

Sumber Gambar

 

Manfaat utama dari diet Atkins adalah asupan gula mulai turun pada tahun 2000. Bahkan setelah penggila Atkins menjadi ketinggalan zaman seperti halnya gelang Livestrong yang mulai ditanggalkan, kebenaran yang tak terbantahkan adalah terlalu banyak gula buruk untuk Anda. Sungguh, sangat buruk. Asupan gula turun pada tahun 2000 dan setelah tertinggal 5-10 tahun, so does obesity in the most easy-to-treat group atau obesitas pada para bocah juga lebih mudah diobati. Masuk akal bagi saya.

Ingin Kurus dan Langsing Permanen? Simak Atkin Diet


Sumber Gambar

Atkins Onslaught
By: Dokter Jason Fung

Sebetulnya, diet rendah karbohidrat telah dikenalkan oleh Jean Anthelme Brillat-Savarin (1755 -1826), jauh sebelum Dr. Atkins. Jean menulis buku teks “The Physiology of Taste” yang berpengaruh pada tahun 1825. Terkadang ia juga dianggap sebagai ayah dari diet rendah karbohidrat, kalimatnya:
“The second of the chief causes of obesity is the floury and starchy substances which man makes the prime ingredients of his daily nourishment. As we have said already, all animals that live on farinaceous food grow fat willy-nilly; and man is no exception to the universal law.”
“Yang kedua penyebab utama obesitas adalah zat floury dan tepung yang merupakan bahan utama makanan harian kita. Seperti yang telah kita katakan sebelumnya, semua hewan yang memakan makanan yang tidak biasa, akan tumbuh gemuk, dan akan berpenyakit; Dan manusia tidak terkecuali dengan hukum universal. ”

Hal ini yang juga ditulis oleh William Banting dalam pamflet terlarisnya “Letter on Corpulence” pada tahun 1863. Jadi, gagasan ini telah menyertai kita selama lebih dari satu abad. Menjelang pertengahan 1950-an, Pengurangan Kalori sebagai teori utama obesitas tampaknya mulai terasa. Rasanya jauh lebih ilmiah untuk membahas kalori daripada makanan.

Tapi masih ada yang bertahan. Dr. Alfred Pennington menulis sebuah editorial di The New England Journal of Medicine pada tahun 1953 yang menekankan peran karbohidrat pada obesitas. Walter Bloom melakukan penelitian membandingkan diet rendah karbohidrat dengan rejimen puasa dan menemukan penurunan berat badan yang sebanding di antara keduanya. Masih banyak yang percaya Hipotesis Karbohidrat-Insulin.

 

Sumber Gambar

Dr. Irwin Stillman menulis “The Doctor’s Quick Weight Loss diet” pada tahun 1967 yang merekomendasikan diet tinggi protein rendah karbohidrat yang masih dicetak hari ini. Dilanjutkan dengan cepat menjual lebih dari 2,5 juta buku dan menjadi dikenal sebagai diet Stillman. Alasan di balik diet adalah bahwa protein membutuhkan energi ekstra untuk metabolisme (the Thermogenic Effect of Food – TEF), makan lebih banyak protein dapat menyebabkan penurunan berat badan. Dr Stillman sendiri kehilangan 50 pon, pada dietnya hingga 90% protein (!). Dia dilaporkan merawat lebih dari 10.000 pasien kelebihan berat badan dalam diet ini. Gerakan karbohidrat rendah berjalan dengan baik.

Dr. Robert Atkins membuka praktik kardiologi di New York City pada tahun 1960. Dia sendiri kelebihan berat badan, ia membaca beberapa literatur karbohidrat rendah dan memutuskan untuk mencobanya sendiri. Yang menakjubkan adalah, ternyata diet rendah karbohidrat berhasil seperti yang diiklankan. Tanpa menghitung kalori, ia mampu melepaskan berat ekstra yang mengganggu. Dia mulai meresepkan makanan kepada pasien dalam praktiknya dan memperhatikan bahwa beberapa pasien melakukannya dengan sangat baik. Dia menjadi fitur di majalah seperti Vogue dan menerbitkan buku asli “Dr. Atkins Diet Revolution “pada tahun 1972.

Pada tahun 1983, Dr. Richard Bernstein, seorang penderita diabetes tipe 1 sejak usia 9, membuka klinik kontroversial untuk merawat penderita diabetes dengan diet rendah karbohidrat. Praktiknya luar biasa berbeda dan kontroversial dengan sebagian besar otoritas nutrisi dan medis saat itu. Awalnya, ia adalah seorang insinyur, ia masuk sekolah kedokteran pada usia 45 untuk belajar mengendalikan gula darahnya dengan lebih baik.

Pada tahun 1992 dan kemudian tahun 1999, Dr. Atkins menerbitkan versi terbaru dari buku best seller-nya “Dr. Atkins’ New Diet Revolution”. Dr. Bernstein menerbitkan “Dr. Bernstein’s Diabetes Solution”. Keduanya menjadi monster best seller dengan lebih dari 10 juta buku terjual. Dr. Richard Heller, seorang peneliti ahli biologi menulis “The Carbohydrate Addicts Diet” pada tahun 1993 yang telah menjual lebih dari 6 juta eksemplar. Atkins Onslaught telah dimulai dengan baik dan benar.

Pada saat itu, agama rendah lemak telah mengakar di komunitas medis. Meskipun kurangnya bukti untuk mendukung nasihat rendah lemak yang disalurkan oleh asosiasi medis yang spadeful, seperti American Heart Association dan American Medical Association, namun mereka dengan cepat mencela diet ‘mode’ baru (rendah karbohidrat) yang dipopulerkan oleh Atkin dan Bernstein.

The American Heart Association, dalam publikasi mereka sendiri mengakui bahwa Diet rendah lemak ini tidak terbukti dalam jangka panjang. Mereka juga mengakui bahwa diet Atkins sanggup menurunkan kolesterol dengan sukses dan superior. Meskipun tidak ada perubahan pada LDL (kolesterol jahat), ada penurunan trigliserida yang lebih baik dan peningkatan HDL yang lebih baik (kolesterol baik). Diet Atkins juga mengakibatkan penurunan berat badan awal yang lebih cepat. Semua ini adalah hal yang baik.

 

Meskipun demikian, AHA berkonsentrasi dengan aterogenisitas—yaitu, tingkat dimana plak terbentuk di arteri. Tentu saja, tidak ada bukti. Anehnya, diet rendah lemak yang direkomendasikan, yang belum ada buktinya—tidak dipermasalahkan. Sungguh tidak objektif.
Tidak ada kekhawatiran bahwa tingkat asupan gula yang lebih tinggi, akan memperburuk kondisi kesehatan. Tidak ada kegelisahan bahwa diet rendah lemak bisa membuat kondisi diabetes tipe 2 semakin kacau. Tidak ada rasa bersalah bahwa epidemi obesitas dan diabetes mengamuk dengan kekuatan penuh di bawah hidung mereka. AHA bermain-main, sementara Roma dibakar. Selama 40 tahun, AHA menyarankan diet rendah lemak, krisis obesitas tumbuh dengan proporsi gigantis. Sampai dengan detik ini, AHA tidak menyisihkan waktu untuk mempertanyakan apakah saran mereka efektif dan bisa membantu orang? Sebagai gantinya, mereka malah asyik dengan games favorit mereka—Blame the patient! Bukan salah kita diet tidak bekerja. Itu adalah kesalahan pasien, karena mereka karena tidak mengikuti diet.

Sebagai gantinya, saat pesaing baru datang untuk menantang kebijaksanaan konvensional, para dokter memulai campaign of slurs and innuendo alias berkampanye dengan mengolok-olok dan menyindir. Tetapi, sebelum aksinya menjadi-jadi, studi baru mulai keluar pada pertengahan tahun 2000an dengan membandingkan makanan-rendah-karbohidrat-yang-baru dengan standar lama.

Diterbitkan di New England Journal of Medicine bergengsi, beberapa studi jangka pendek pertama menunjukkan penurunan berat badan jangka pendek yang lebih besar dengan rencana rendah karbohidrat Atkins.

 

Sumber Gambar

Pada tahun 2007, Journal of American Medical Association menerbitkan sebuah studi yang lebih rinci. Empat rencana bobot populer yang berbeda dibandingkan dalam uji coba head to head. Ada satu pemenang yang jelas—diet Atkins. Tiga lainnya cukup mirip. Namun, dalam membandingkan diet Atkins dengan diet Ornish (sangat rendah lemak), menjadi jelas bahwa dengan diet Atkins, tidak hanya penurunan berat badan yang lebih baik, tapi juga tekanan darah lebih ciamik, kolesterol bagus dan gula darah lebih mendingan. A grand slam!
Pada tahun 2008, di New England Journal of Medicine, belum ada penelitian lain yang dirilis yang menunjukkan metode penurunan berat badan superior pada diet Atkins. Tetapi Israel telah melakukan penelitian yang sama, membandingkan diet Mediterania, Low-Fat dan Atkins.

Sementara diet Mediterania mampu bertahan melawan diet Atkins yang mengurangi lemak, standar the Low Fat American Heart Association dibiarkan tersedak debu—sedih, letih dan tidak dicintai kecuali oleh dokter akademis. Tidak hanya itu, tapi Atkins mengurangi HgA1C, rata-rata 3 bulan gula darah 0,9%, jauh lebih banyak daripada diet lainnya dan hampir sama kuatnya dengan pengobatan. Manfaat metabolik jangka pendek dari diet Atkins juga jauh lebih unggul. The hsCRP, ukuran peradangan, berkurang paling banyak pada diet Atkins.

Para profesi medis tertegun dan sedikit terperangah. Studi ini telah dilakukan hampir dengan tujuan menghancurkan reputasi Atkins. Eh tetapi, mereka malah mendukungnya. Revolusi Diet Baru berjalan dengan mulus. Hidup Revolusi. Eits, jangan senang dulu, karena ada masalah menghadang di depan.