Ingin Ramping dan Kurus? Baca Trik Makan Saat Lebaran dan Liburan

Hello, Geng. Kali ini saya akan menerjemahkan tips dari Megan Ramos (asisten dokter Jason Fung di program IDM. Faktanya, setiap kali lebaran kita bergulat dengan ancaman bahwa kita akan membulat lagi. Rasanya, semua puasa yang dilakukan di bulan ramadhan ini menjadi sia-sia. Namun, dengan mengikuti trik yang akan diceritakan oleh Ramos, saya yakin, si ancaman hanya akan jadi angin lalu. Dan Anda tetap kece sampe akhir hayat.

Cekidot.

Megan Ramos: saya harus akui, memang liburan dan pesta adalah masa yang terlegit, tetapi juga waktu yang paling rawan. Terutama mala-petaka-ber-volume-akbar yang mengancam lingkar pinggang kita. Saya adalah penggila liburan ultra fanatik. Apa pun tradisi yang nangkring depan mata, rasanya sangat asoy, apalagi bisa menghabiskan waktu dengan orang yang saya cintai.

Karena semuanya tentang pesta dan bersenang-senang, liburan biasanya mengubah segalanya, termasuk:

  1. Pola makan—apa yang dikonsumsi, dan.
  2. Jam memamahbiak.

Saya adalah penggemar puasa garis keras, tetapi pesta juga tetap prioritas saya, dong.

Alasan mengapa liburan dan vakansi ‘brilian’ bingit—karena kita ‘terpaksa’ makan lebih banyak dalam jangka waktu singkat. Berdasarkan hasil observasi, orang yang paling sakses melangsing adalah orang yang mengubahnya dengan konstan. Jadi mereka nggak terus-terusan diet, atau nggak melulu memamah biak. Ini tentang harmoni atau seimbang.

Banyak pasien yang telah berdiet selama bertahun-tahun, merasa terguncang saat rutinitas mereka berubah, dan mereka stres karena menjajal berbagai siasat, lalu pontang-panting mencari metode paling pas.

Sejujurnya, saya nggak pernah tertekan. Mengapa? Because life happens. Ketika saya udah nggak liburan, saya akan kembali beraktivitas sesuai rutinitas, dan tentunya saya akan mengikuti rejimen puasa lagi, dong.

Jadi, no problem. But when life is wacky, I embrace it as a time to feast. Namun, ketika sesuatu nggak seperti keadaan normal, ya udah, selow aja, saya mengasese fakta bahwa hari itu saatnya saya berpesta.

Dan liburan adalah waktu yang manis sekali sekaligus aneh, tapi tetap saja, ini waktunya untuk berpestaaaaaaaaa!

Oleh karena itu, mari kita bahas tentang segenap tips dan trik yang telah saya dan pasien saya praktikkan untuk bertahan, agar lingkar pinggang nggak terlalu melebar.

Kiat menjaga berat badan ketika Liburan & Pesta:

1. JANGAN PERNAH MUNCUL KE PESTA DENGAN PERUT LAPAR

Ide molek di dunia salah satunya makanlah hidangan berlemak di rumah sebelum Anda nemplok pesta apa pun. Mengapa? Dua alasan:

  1. Karbohidrat kehilangan daya menggodanya jika Anda udah merasa kenyang.
  2. Ini adalah upaya preventif supaya Anda nggak ngemil.

Ada berjibun orang penasaran dan berasumsi telah salah mengikuti diet, terutama untuk pasien yang telah menuruti diet-rendah-karbohidrat-tinggi-lemak (keto) dalam jangka panjang, mereka putus asa, dan akhirnya join dengan program IDM. Mengapa? Karena mereka nggak juga memetik hasil yang diinginkan.  Itu jarang terjadi di program kami.

Lantas, sebenarnya, apakah isu fundamentalnya?

MEREKA MENGEMIL!

Terlepas, apakah Anda mengudap kacang almond, telur, atau acar, itu masih dikategorikan MENGEMIL. Makanlah sampai super kenyang di jam makan Anda, sehingga Anda nggak kebelet mengemil di musim liburan ini.

Ini adalah ikhtiar dari para pasien dan diri saya sendiri, untuk menghindari membengkaknya tubuh saat holiday season, meski hidangan mereka adalah diet keto atau rendah karbohidrat yang telah kafah.

Memotong camilan menghasilkan perbedaan yang kolosal banget.

Nggak punya waktu untuk makan? No issue. Kita bisa meracik teh atau kopi berlemak/ Bulletproof Coffee, atau caplok aja alpukat. Bawalah selalu dark chocolate. Saya selalu membawa dark chocolate 90%, atau seenggaknya 70%, dan membaginya menjadi beberapa bagian, lalu memasukkannya ke tempat makan plastik sebelum saya pergi ngumpul. Mengapa demikian? Karena ini akan membikin orang lain nyaman ketika saya memamah cokelat, sebagai salah satu trik supaya mereka nggak maksa kue jahe. Saya juga hepi-hepi aja tuh makan cokelat.

Ini esensi logikanya: ketika nenek Anda memergoki Anda mengemut dark chocolate. Beliau akan mengira Anda makan dessert, oleh karenanya, dia berasumsi bahwa suasana hati Anda pasti sedang hepi.

Si nenek nggak akan menghabiskan waktu berjam-jam dengan menyakinkan Anda untuk menjumput sepotong kue cokelat, karena dia berasumsi bahwa toh Anda sedang menikmati cokelat.

Itu adalah win-win solution, tidak ada yang merasa kalah. Ketika orang melihat Anda makan cokelat, mereka langsung berpikir Anda sedang bersenang-senang, yang berarti Anda pasti bersenang-senang.

Ketika orang lain mendapati Anda sedang makan cokelat, mereka spontan berpikir bahwa, Anda memang sedang indulging/ menikmati momen itu, yang artinya Anda sudah pasti punya good time ketika bersama mereka.

Ha! Meski itu MUNGKIN jauh dari realita, tapi itulah yang dipertimbangkan oleh mereka kala itu.

Seringnya, lebih simpel begini dibandingkan kamu berdiet nonstop selama beberapa minggu ketika holiday season.

Saat ini, teman dan keluarga saya sangat menyokong diet ala saya, bahkan mereka sekarang jadi follower lho. Juga, saya nggak takut tuh mengemut terang-terangan dark chocolate saya, mereka nggak akan memandang saya eksentrik atau apa pun lah.

Cokelat adalah strategi yang ciamik dan pastinya rasanya enak dong, jadi Anda nggak akan merasa bete di musim vakansi ini. Bawalah fat bomb/ bom lemak Anda yang yummy untuk pencuci mulut.

Beberapa tahun yang lalu, sebelum saya menikah, dan ibu mertua saya nggak yakin apa yang saya lakukan untuk mencari nafkah, suami dan saya mengatakan bahwa saya telah menggarap sejumlah eksperimen dengan beberapa desserts, dan bertanya apakah kami bisa membuat hidangan penutup untuk pesta dinner di rumah ibu mertua. Kemudian kami membuat fat bomb selai kacang dan ngehits dong.

Kami harus punya dessert sehat yang super duper kami cintai, ditambah kami merasa puas ternyata mereka lebih memilih menenggak minyak kelapa dibanding tepung olahan.

Anda juga bisa menawarkan senampan daging, keju, sayuran, sebagai lauk pauk. Liburannya hebat, kita juga bebas stres.

Sebenarnya hal-hal yang membuat spaneng akan terselesaikan jika kita tau strateginya, sehingga kita nggak usah merobek kulit kepala kita.

2. Saya selalu merekomendasikan agar mereka menelepon tuan rumah 2 hari sebelumnya

Tanyakan apakah mereka mau daging, keju, sayuran, bacon, atau bussel sprouts. Saya beneran ngomong gitu lho. Alasannya? Hidangan tadi terdengar lezat, dan tuan rumah biasanya mengatakan ya dengan senang hati dibanding menolak ide itu.

Saya membuat siasat supaya mereka membiarkan saya membawa makanan ke pesta ketika saya mungkin aja tergelincir.

Ini sungguh seperti magnet full pesona dan berunsur mejik baik, sehingga saya selalu mengantongi makanan back up di sebuah acara yang mana biasanya nyaris semuanya makanan ‘terlarang’.

Simpanlah sedikit minyak zaitun di tas Anda. Saya ngelakuin ini ke mana pun saya pergi. Alasannya? Saya bisa mengubah makanan rendah lemak menjadi berlemak oke, hanya dengan sebotol kecil minyak zaitun.

Brussel sprouts kukus dengan daging kalkun putih. Nggak ada lemaknya? Nggak masalah! Cukup hanya dengan menuangkan 3 sendok makan minyak zaitun favorit saya, voila, sekarang makanan lemak adiluhung telah tersaji dengan shantik.

3. PILIHLAH DESSERT YANG PALING NGGAK MENARIK

Sebagian orang menyangka bahwa mereka mesti membeli hidangan penutup untuk keluarga mereka. Saya juga ngerasain hal yang persis sama.

Sekarang saya nggak peduli, dan memang butuh waktu sampe di tahap itu. Lalu, apa sih yang biasa saya buat jika terpaksa menghidangkan dessert? Saya membeli kue wortel karena saya benci kue wortel.

Jika Anda kepepet harus membeli ‘makanan sampah’ pastikan jenis kudapan yang Anda BENCI!

Ingin Kurus dan Langsing? Simak Tentang Revolusi Atkins

Sumber Gambar

Revolusi Atkins – Hormon Obesitas

Penelitian jangka pendek diet-rendah-karbohidrat-ala-Atkins sangat menggembirakan. Tidak hanya pasien sanggup lebih langsing, namun profil metabolik para pasien menjadi lebih baik dibandingkan dengan diet-rendah-lemak, beberapa tahun yang lalu. Jutaan orang mengadopsi gaya hidup rendah karbohidrat, dan sepertinya menikmati manfaatnya. Menjelang pertengahan 2000-an, impian dokter Atkins mengenai Revolusi Diet telah berjalan dengan baik, mulus dan tepat sasaran. Ditambah lagi, penelitian lain, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine nan bergengsi sepertinya menunjukkan bahwa diet Atkins mungkin bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal.

By: Dokter Jason Fung

Dengan judul “Diets with High or Low Protein Content and Glycemic Index for Weight-Loss Maintenance”, penelitian ini dipublikasikan pada 25 November 2010. Sebanyak 773 pasien yang dipilih secara random setelah kehilangan berat 10% pada 4 kelompok protein tinggi dan rendah yang berbeda. Atau indeks glikemik rendah. Tiga dari 4 kelompok mulai menggemuk kembali. Satu-satunya kelompok yang berhasil mempertahankan penurunan berat badan adalah kelompok protein tinggi-kelompok indeks glikemik rendah. Ini terlihat sangat bagus bagi pengikut Atkins garis keras.

Pada tahun 2005, dalam Annals of Internal Medicine, artikel “Effect of a Low-Carbohydrate Diet on Appetite, Blood Glucose Levels, and Insulin Resistance in Obese Patients with Type 2 Diabetes” menunjukkan bahwa 2 minggu diet karbohidrat sangat rendah tanpa batasan  kalori ternyata sanggup mengurangi nafsu makan dan menurunkan berat badan. Dr. Boden menulis, “ketika kami menghilangkan karbohidrat, pasien secara spontan mengurangi konsumsi energi sehari-hari mereka sebesar 1.000 kalori per hari.” Tingkat insulin turun dan sensitivitas insulin dipulihkan. Great!

Dr. David Ludwig menyiramkan bensin ke api pada tahun 2012 saat menerbitkan artikelnya “Effects of Dietary Composition on Energy Expenditure During Weight-Loss Maintenance” pada tahun 2012 dalam Journal of American Medical Association. Dia mempelajari perbedaan Total Pengeluaran Energi (kalori yang terbakar) setelah penurunan berat badan, dia menemukan bahwa penurunan terbesar TEE adalah diet rendah lemak. Diet terbaik? Diet karbohidrat sangat rendah. Implikasinya di sini adalah diet karbohidrat yang sangat rendah akan menjaga metabolisme tetap tinggi dan mendorong penurunan berat badan. Hidup revolusi!

 Hal pertama yang terjentik di otak adalah bahwa karbohidrat olahan sering menyebabkan ‘kecanduan makanan’. Sementara protein dan lemak selalu menyalakan sinyal kenyang. Hormon seperti CCK dan peptide YY merespons protein dan lemak yang tertelan untuk memberi sinyal pada tubuh bahwa kita kenyang. Pikirkan terakhir kali Anda makan prasmanan, ketika Anda merasa sangat kekenyangan dan tidak sanggup mengunyah apa pun lagi. Sekarang, pikirkan makan 2 potong bistik daging. Ugh. Mungkin Anda tidak sanggup menelannya. Itulah hormon kenyang yang bekerja.

Tapi bagaimana jika Anda ditawari satu sendok kecil es krim dan pai apel? Sepertinya tidak terlalu sulit untuk melahapnya, bukan? Beberapa orang di keluarga saya biasa menyebut fenomena ‘perut kedua’. Artinya, setelah perut pertama kenyang, kami membayangkan ada perut kedua untuk makanan pencuci mulut.

Pikirkan makanan yang konon mempunyai efek ‘kecanduan’. Pasta, roti, biskuit, coklat, keripik. Sadar tentang sesuatu? Semua makanan yang mempunyai efek adiksi ini adalah karbohidrat yang sangat halus. Apakah ada yang pernah mengatakan bahwa mereka ‘kecanduan’ ikan? Apel? Daging sapi? Bayam? Not likely.

Pertimbangkan beberapa makanan yang mempunyai ciri khas memberikan rasa nyaman. Mac dan keju. Pasta. Es krim. Pai apel. Kentang tumbuk. Pancake. Notice anything?  Semua ini adalah karbohidrat yang sangat halus atau tepung. Karbohidrat olahan mudah menjadi ‘kecanduan’ dan membuat kita makan berlebihan justru karena tidak ada hormon kenyang alami. Pasalnya, tentu saja, karbohidrat olahan bukanlah makanan alami, tapi makanan hasil proses tingkat tinggi. Toksisitasnya terletak pada pengolahan.

There were objectors, of course. Salah satu konsentrasi utama pada diet Atkins adalah mengenyahkan water weight atau membuang air. Hal ini tentu saja benar. Salah satu tujuan nomor wahid pada diet adalah menurunkan kadar insulin dengan mengendalikan asupan karbohidrat.

Salah satu efek insulin yang diketahui adalah merangsang retensi garam dan air. Secara khusus, insulin bekerja pada tubulus proksimal di ginjal untuk merangsang reabsorpsi natrium. Jadi diet yang mengurangi kadar insulin dengan sangat membatasi karbohidrat mengakibatkan kita kehilangan garam dan air. Karena kita menumpuk banyak air di tubuh kita cukup banyak, dengan melakukan diet Atkins, awalnya, sebenarnya kita bukan kehilangan lemak, tapi kita melenyapkan air.

Sumber Gambar

Mengapa ini hal yang buruk?

Maksudku, siapa yang menginginkan pergelangan kaki oakematik membengkak sangat besar? Cankles (betis + pergelangan kaki) menggelembung—saya sih tidak mau. Hiiiy.

Kelebihan garam dan retensi air juga akan menyebabkan tekanan darah tinggi, sehingga kehilangan berat air merupakan hal yang sangat baik untuk saya. Jadi mengapa para kritikus selalu memalu dan mempermasalahkan hal ini?

Ada pendapat lain yang sering terdengar bahwa diet rendah karbohidrat membuat gizi tidak seimbang. Ini juga tidak masuk akal. Yang tubuh kita butuhkan pada dasarnya adalah asam lemak atau Fatty Acid, dan asam lemak ini tidak diproduksi oleh tubuh, jadi harus diimpor dari luar. Oleh karena itu, untuk bisa bertahan hidup kita menggantunglan diri pada asam lemak ini. Omega 3 dan Omega 6 adalah contoh asam lemak tadi.

Ada juga asam amino esensial. Ini adalah blok bangunan protein yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Oleh karenanya, kita bergantung pada makanan kita untuk menyediakan asam amino esensial ini agar bisa bertahan hidup. Phenyalanine, valin, dan treonin adalah contoh asam amino esensial.

Sumber Gambar

Tidak ada karbohidrat yang penting. Mereka tidak dibutuhkan untuk bertahan hidup. Karbohidrat pada dasarnya adalah rantai gula. Gula secara inheren tidak bergizi. Banyak makanan nabati yang mengandung karbohidrat (kangkung, brokoli) mengandung vitamin, mineral dan zat bermanfaat lainnya. Tapi karbohidrat itu sendiri tidak penting dan juga tidak sehat. Jika kita menghilangkan tepung, kita bisa menambahkan makanan bergizi lainnya dalam hidangan kita. Jadi, mengapa di dunia ini ada orang waras yang merekomendasikan memakan makanan yang kandungan gizinya 25% bangkrut, atau mengapa kita harus menambahkan karbohidrat yang adiktif?

Isu lain yang sering terdengar adalah bahwa diet tinggi protein buruk bagi ginjal. Pertama, dengan diet rendah karbohidrat menyebabkan kita mengonsumi makanan tinggi protein atau lemak, dan ini perlu kita kaji kembali. Dokter tertentu, seperti Dr Eenfeldt dengan sangat ciamik menulis blog hebat www.dietdoctor.com, merekomendasikan diet Low Carbohydrate High Fat (LCHF). Diet ini tampaknya telah mengakar di negara asalnya—Swedia—dan dengan cepat menyebar.

Diet tinggi protein mungkin tidak direkomendasikan untuk orang dengan masalah ginjal. Sebagai nephrologist, saya mengkhususkan diri pada penyakit ginjal. Dalam Penyakit Ginjal Kronis, kemampuan untuk mengatasi produk pemecahan protein terganggu dan diet protein tinggi tidak disarankan. Namun, untuk mereka dengan fungsi ginjal normal, tidak ada kekhawatiran. Beberapa penelitian terbaru menyorot masalah serupa. Dalam makalah “Comparative Effects of Low-Carbohydrate High-Protein Versus Low-Fat Diets on the Kidney—Friedman et al, Klinik J Am SocNephrol 7: 1103-1111; 2012 “Subjek obesitas sehat diperiksa secara khusus untuk efek yang merugikan pada ginjal. Intinya tidak ada masalah seperti itu. Mereka menulis bahwa diet protein tinggi “was not associated with noticeably harmful effects on GFR, albuminuria, or fluid and electrolyte balance”                         

Siapa yang harus Menghindari Bomb Fat dan Bulletproof Coffee?

Beberapa bulan yang lalu, saya menemukan sebuah racikan kopi yang rasanya mirip dengan kopi yang dijual di gerai-gerai kafe. Pahit dan gurih serta wangi mentega. Nama kopi itu adalah bulletproof coffee. Konon kopi ini merupakan minuman rahasia penambah stamina dan mempertajam otak di Silicon Valley—pusat starts-ups di US.

Kopi tersebut tinggi kalori dari lemak karena dua komposisinya adalah minyak kelapa dan butter/ mentega, tetapi tidak menggemukkan. Mengapa? Karena, kalian tentu sudah tahu mengenai fisiologi lemak makanan di tubuh kita. Namun, ternyata fakta sebenarnya tidak seperti itu. Kopi ini memang tidak membikin gemuk bagi orang yang bertubuh langsing, tapi malah membuat lemak di tubuhmu semakin menebal jika kamu sudah tambun.

Untuk lebih jelasnya, mari kita membaca penuturan dokter yang biasa saya culik tulisannya.

By Jason Fung

Apakah mengonsumsi lemak ekstra via Fat Bombs dan Bullet Proof Coffee membuatmu gemuk? Inilah jawaban singkatnya. Iya dan tidak. Jika kamu ramping, maka makan lemak tidak akan membikin endut. Jika kamu obes/ kelebihan berat badan, ya, makan lebih banyak lemak akan membuatmu semakin bulat.

Mari saya jelaskan. Jawabannya, tentu saja, tidak ada hubungannya dengan kalori (konsep yang sudah ketinggalan jaman dan tidak berguna). Semua ini berkaitan dengan fisiologi. Mari kita menelaah sedikit.

Dengan memilih diet ketogenic/ Low Carb High Fat, kita dianjurkan untuk makan sebagian besar kalori dari lemak. Umumnya, mereka harus makan real food (bukan makanan instan atau olahan), sampai kenyang. Beberapa orang telah menganggap ini berarti bahwa mereka harus menambahkan lemak ekstra pada semua makanan yang mereka makan—menyaksikan popularitas ‘Fat Bombs’—semua hidangan ditambah lemak tinggi atau meminum Bullet Proof Coffee—kopi dengan tambahan minyak ekstra (MCT, Minyak kelapa dan mentega) setiap saat. Ada beberapa orang yang menganggap ini mempercepat penurunan berat badan, di sisi lain ada juga sekelompok orang yang malah menjadi semakin “montok”. Sesungguhnya, apa yang terjadi?

Insulin adalah pendorong utama kenaikan berat badan. Saat kamu menumpuk lemak tubuh, tubuh merespons dengan meningkatkan sekresi hormon yang disebut leptin, yang mana akan memberitahu tubuh agar berhenti menimbun lemak. Ini adalah loop umpan balik negatif, yang dirancang untuk mencegah kita menjadi terlalu gemuk. Ini adalah mekanisme bertahan hidup karena hewan gemuk yang sulit bergerak akan dimangsa predator. Ini juga salah satu alasan mengapa orang mengatakan “Kami diprogram secara genetis untuk makan apa pun yang disajikan di depan wajah kami” atau “Kami diprogram untuk menjadi gemuk, meski hanya makan angin, mungkin sudah takdir,” benar-benar keliru. Jadi bagaimanakah mekanisme yang benar?

Insulin dan leptin pada dasarnya berlawanan. Insulin memberitahu tubuh kita untuk menyimpan lemak tubuh dan leptin mengatakan: STOP. Jika kita makan fruktosa terus menerus, maka akan menyebabkan resistensi insulin atau insulin selalu tinggi setiap saat, di sisi lain kita juga akan terus-menerus merangsang leptin. Seperti semua hormon, tingkat hormon yang tinggi secara terus-menerus menyebabkan turunnya reseptor hormonal dan menyebabkan resistensi bertumbuh dan berkembang. Jadi tingkat leptin yang terus-menerus tinggi akhirnya menyebabkan resistensi leptin, itulah yang kita lihat pada obesitas umum. Jadi, orang kurus peka terhadap leptin dan orang gemuk resisten kepada leptin.

Sekarang mari pikirkan fisiologi lemak. Ingat hanya ada 2 bahan bakar untuk tubuh:
1. Kamu membakar gula, atau
2. Membakar lemak.

Saat kamu mengonsumsi karbohidrat atau protein yang berlebihan, ia pergi ke hati, melalui vena porta dan merangsang insulin, yang memberitahu tubuh untuk mulai membakar gula, dan menyimpan sisanya sebagai glikogen atau lemak. Diet lemak, di sisi lain, cara kerjanya tidak seperti itu. Lemak diserap dalam usus sebagai chylomicrons, melewati sistem limfatik ke duktus toraks dan langsung ke sirkulasi darah sistemik (bukan sirkulasi portal hati). Dari situ masuk ke sel lemak yang akan disimpan. Dengan kata lain, lemak tidak mempengaruhi hati, dan karena itu tidak memerlukan bantuan dari sinyal insulin dan langsung masuk ke gudang lemak pada tubuhmu.

Jadi, bukankah itu berarti mengonsumsi lemak membuatmu gemuk? Tidak, tidak sama sekali. Mari kita amati orang kurus (peka terhadap leptin) dulu. Ingat kisah eksperimen 5000 kalori/ hari Sam Feltham? Dia makan sejumlah besar kalori per hari, dan tetap kurus (makanannya terdiri dari 53% lemak, 10% karbohidrat). Saat kamu banyak makan lemak, itu akan disimpan ke dalam sel lemak, tapi insulin tidak naik. Saat massa lemak naik, leptin juga meningkat. Karena orang kurus peka terhadap leptin, dia akan berhenti makan untuk membiarkan berat badan turun kembali. Jika kamu memaksanya makan, seperti yang Sam lakukan, metabolisme tubuhnya akan naik dan membakar semua kelebihan kalori.

Nah, berbeda situasinya untuk orang gemuk alias si leptin resisten. Saat kamu banyak makan dan mengonsumsi banyak lemak, insulin tidak naik. Namun, ‘bomb fat’ itu malah langsung masuk ke gudang lemakmu. Tubuhmu merespons dengan meningkatkan kadar leptin dalam darahmu. Tapi inilah bedanya. Tubuhmu tidak peduli. Badanmu resisten terhadap efek leptin. Jadi, metabolismemu tidak naik. Nafsu makanmu tidak turun. Tidak ada efek penurunan berat badan yang menguntungkan dari makan ‘bomb fat’. Dan ya, kamu tetap harus membakar lemak ekstra yang telah kamu konsumsi.

Implikasi praktisnya begini. Jika kamu ramping dan sensitif terhadap leptin, maka makan lebih banyak lemak, seperti keju, tidak akan membuatmu bertambah gemuk. Namun, jika kamu mencoba menurunkan berat badan, dan memiliki beberapa masalah dengan resistensi obesitas/ insulin/ leptin, maka menambahkan lemak ekstra pada makananmu BUKAN ide bagus. Sekali lagi, ini bukan berarti kita harus kembali ke diet kalori (mengurangi porsi) yang sudah kadaluarsa dan tidak berguna. Obesitas adalah hormonal, bukan ketidakseimbangan kalori.

Apa yang bisa kamu lakukan? Nah, mengonsumsi lebih banyak karbohidrat bukanlah ide bagus. Begitu pula dengan protein. Juga tidak boleh makan lemak terlalu banyak. Jadi, apa yang tersisa? Itulah yang kita sebut puasa.

Pada titik ini, kamu mungkin khawatir tentang kekurangan nutrisi. Itulah sebabnya mengapa banyak orang membicarakan nutrient density atau kepadatan gizi. Bagaimana kamu bisa mendapatkan nutrisi maksimal untuk kalori minimum? Ini adalah pemikiran yang kacau. Mengapa saya harus peduli? Tanyakan kepada dirimu sendiri–apakah kamu khawatir tentang mengobati obesitas atau kamu was-was kekurangan nutrisi? Jika kamu memilih obesitas, maka khawatirkan kegemukan. Kamu tidak membutuhkan lebih banyak nutrisi, kamu memerlukan lebih sedikit. Segalanya harus dikurangi.

Jika kamu malah khawatir tentang kekurangan gizi, maka atasi kekurangan nutrisi, tapi mari kita perjelas – ITU TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN PENGOBATAN OBESITAS. Jika kamu khawatir tentang, katakanlah, Vitamin C karena kamu menderita penyakit kudis, maka dengan segala cara, konsumsilah makanan yang kaya dengan Vitamin C. Tapi tidak akan mempengaruhi pada pengobatan obesitas. Masalah obesitas dan masalah kekurangan gizi sama sekali berbeda. Jangan membuat keduanya menjadi ambigu. Saya mengobati obesitas, bukan penyakit beriberi. Jadi saya khawatir tentang hiperinsulinemia/ resistensi insulin/ resistensi leptin. Jika kamu resisten terhadap leptin, maka jangan menambahkan lebih banyak lemak, karena itu tidak membuatmu melangsing. Fat bombs, bagimu, bukanlah ide bagus.

Sam Feltham

Update:
Menurut saya beberapa orang gagal paham mengenai postingan kali ini, dan menganggap saya menyarankan diet rendah lemak. Tidak, saya sarankan kamu menyantap makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak saat kamu makan, namun jangan menambahkan lemak setelah itu.
Inilah intinya – jika kamu memiliki 2 pilihan:
A – Makan LCHF sampai kenyang.
B – Makan LCHF sampai kenyang, lalu makan lebih banyak mentega, minyak, bulletproof coffee dan fat bombs.
Maka kamu harus memilih pilihan A. Saya akan berpikir bahwa ini masuk akal, namun ternyata, banyak orang memilih pilihan B, yang menurut saya merupakan pilihan yang keliru.