Ingin Kurus dan Langsing? Baca Tentang Pima Paradox dan Sumo


Sumber Gambar

The Pima, Sumo and Canine Diets – Fenomena Obesitas
By: Dokter Jason Fung

Orang Pima Indian dari Amerika SouthWest memiliki tingkat obesitas dan diabetes tertinggi di Amerika Utara. Diperkirakan 50% orang dewasa Pima adalah obesitas dan di antaranya, 95% menderita diabetes. Bagaimana ini bisa terjadi? Ada banyak hipotesis. The Thrifty Gene Hypothesis menjadi populer di tahun 1970an dan beberapa orang masih mempercayainya. Menurut hipotesis ini, kita semua diprogram secara genetis untuk menggemuk. Tetapi, karena makanan pada umumnya tidak tersedia, kita tidak mengalami obesitas. Di zaman modern, makanan mudah didapat setiap saat. Gen kita sekarang bekerja melawan kita dan memaksa kita untuk makan dan menyimpan makanan sebagai lemak. Ada banyak masalah dengan teori ini.

Di masa makanan di alam berlimpah (crops, game, ikan), obesitas atau diabetes tidak tumbuh kembang pada orang Pima. Seorang pria seberat 160 pound dengan persentase lemak tubuh 10% (sangat kurus) bisa bertahan selama 30 hari tanpa makanan. Jadi, sesungguhnya, gen kita tentu saja tidak perlu untuk memprogram kita untuk memiliki 30 atau 40% lemak tubuh. Selain itu, super duper penting untuk menghindari kelebihan lemak tubuh agar sanggup bertahan hidup. Pada masa kita tinggal di goa, menurut saya, orang seberat 400 pon, yang mana hampir tidak bisa berjalan, pasti tidak akan sanggup bertahan di alam liar untuk waktu yang lama.


Suku Pima

Sebelum tahun 1900an, Pima hidup dengan cara tradisional, mereka bergantung pada pertanian, perburuan dan penangkapan ikan. Makanan olahan bukan bagian dari hidangan mereka. Semua laporan dari waktu itu menunjukkan bahwa Pima ‘sigap’ dan kondisinya sehat-sehat saja.

Pada awal 1900-an, pos perdagangan Amerika mulai terbentuk di sepanjang Barat. Tak lama kemudian, petani Amerika memindahkan pasokan air yang seharusnya untuk Pima, malah dialihkan untuk pertanian. Hal ini menyebabkan kelaparan meluas. Pemerintah memberikan bantuan pangan untuk meringankan beban mereka. Gula dan tepung mulai dipasok. Kedua benda itu mulai menggantikan makanan tradisional Indian Pima. Pada tahun 1950-an, terjadilah obesitas yang meluas terkait dengan kemiskinan yang mulai dienyahkan.

Situasi yang melanda Indian Pima tentu saja tidak unik. Obesitas dan diabetes (Diabesity) telah menjadi masalah bagi hampir semua suku asli Amerika. Hal ini terjadi beberapa dekade sebelum epidemi obesitas saat ini melanda di Amerika Utara. Sebagian besar suku asli mengembangkan obesitas di era 1920-1950, jauh sebelum epidemi saat ini yang dimulai pada tahun 1977.


Sumber Gambar

Beberapa orang percaya bahwa obesitas adalah merupakan akibat karena kita terlalu banyak menconggok di depan komputer, atau duduk manis bermain games, atau karena kemana-mana menggunakan mobil. Yang lain berasumsi karena adanya peningkatan prevalensi makanan cepat saji, atau karena makan di luar. Namun, ini tidak menjelaskan epidemi obesitas di Pima beberapa dekade sebelum obesitas meluas di Amerika Utara. Tampaknya obesitas paradoks telah terbentuk sebelum faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Jadi, apa dong yang bisa merupakan penjelasan tentang Pima Paradox? Cukup sederhana. Obesitas di mana-mana penyebabnya sama saja, bukan hanya di Pima. The fattening carbohydrate atau karbohidrat yang menggemukkan. Ketika Pima mengganti makanan tradisional (yang tidak dimurnikan) dengan gula dan tepung yang sangat halus, mereka menjadi gemuk.


Makanan Pesumo Chankonabe

Saat mereka mengalami obesitas, mereka mengalami resistensi insulin dan setelah itu diabetes. Resistensi insulin menyebabkan peningkatan kadar insulin lebih tinggi dan melestarikan diabetes.

Coba kita tengok diet Sumo. Bagaimanapun, orang Jepang telah menghabiskan waktu lama mempelajari bagaimana membuat seseorang bertambah berat—sesuatu yang jarang diminati orang lain. Mereka juga terobsesi dengan toilet, manga dan pohon yang benar-benar kecil (bonsai), tapi kita tidak juga belajar dari mereka. Menarik, karena tidak ada budaya lain yang membuat studi tentang bagaimana cara menggemuk.

Timbangan pegulat sumo biasanya menunjukkan angka 400-600 pound, tapi tentu saja, porsi yang signifikan adalah otot dan juga lemak. Dasar diet mereka adalah chankonabe—sup ikan, daging, tahu dan sayuran. Dan, pastinya, 5-10 mangkuk nasi dan 6 liter bir. Dan itu hanya untuk makan siang—mereka juga akan makan segabruk lagi saat makan malam. Ini adalah makanan dengan kadar lemak rendah yang sangat ekstrim—sekitar 16% lemak dan 57% karbohidrat.

Tidur setelah makan juga rutin. Makan siang yang besar diikuti dengan tidur siang, dan makan malam yang banyak dilanjutkan dengan tidur. Let’s see. Diet rendah lemak. Tinggi dalam karbohidrat halus dan bir. Makan malam yang besar diikuti dengan tidur. Kedengarannya sangat mengerikan seperti diet yang direkomendasikan oleh American Heart Association.


Minum bir 6 Liter setiap malam sebelum tidur jika ingin menggemuk.

Mereka makan 10.000 kalori, dan mungkin Anda berpikir bahwa hal itu juga berperan. Tentu saja, bisa jadi itu mungkin, tapi kalori saja tidak cukup seperti yang telah kita eksplorasi di Seri Kalori. Ada kemungkinan mengonsumsi 5.000 kalori per hari dari karbohidrat rendah, tetapi tinggi lemak, dan ternyata tidak menimbulkan kenaikan berat badan yang signifikan. Jadi kalori sendiri tidak mencukupi. Overfeeding studies/ studi-makan-banyak juga menunjukkan kesulitan, kalori berlebih tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Dalam beberapa penelitian overfeeding (makan banyak), subjek mengonsumsi sebanyak 10.000 kalori per hari, namun hanya naik beberapa kilogram.

Bukan hanya manusia yang sedang mengalami obesitas. Hal yang sama berlaku untuk hewan peliharaan juga. Lebih dari 50% kucing dan anjing tergolong kelebihan berat badan atau obesitas. Jika kita lihat dengan seksama kandungan apa yang ada dalam makanan anjing, kita akan mendapatkan petunjuk, apa penyebab obesitas.

Bahan pertama adalah jagung kuning. Ada juga makanan gluten jagung, tepung terigu utuh, tepung beras dan gula pasir. Semua karbohidrat olahan. Anjing, tentu saja adalah karnivora dan seharusnya tidak makan karbohidrat. Baik anjing ataupun manusia, bisa menggemuk karena karbohidrat olahan.


Sumber Gambar

Hal yang sama berlaku untuk ternak. Di peternakan industri saat ini, ada penekanan untuk membuat ternak digemukkan sehingga mereka bisa secepatnya sampai di meja makan. Sapi biasanya makan rumput, tapi ternyata ini cara yang sangat buruk untuk membuat mereka gemuk.

Biasanya, sapi yang dibesarkan untuk program gemuk, akan diberikan pakan dengan mayoritas 90% biji-bijian. Ini memiliki efek penggemukan yang melesat, sehingga bisa disembelih lebih cepat. Baik sapi ataupun manusia sama saja, jika ingin menjadi obesitas hanya ada satu cara yang super ampuh—karbohidrat yang menggemukkan. Di negara tropis yang tidak banyak tumbuh biji-bijian, molasses/ sari tebu bisa digunakan. Peternak, yang telah mempelajari segala cara untuk menggemukkan ternak, segera menyadari bahwa fattening carbohydrate/ karbohidrat halus bisa membuat hewan ternak membulat. Tidak ada yang lebih baik daripada itu.


Beer Belly atau Fatty Liver

Memberi makan biji-bijian sapi juga memiliki efek ada lemak di tengah-tengah otot. Ini, tentu saja, tidak normal atau tidak sehat bagi sapi. Lemak tidak seharusnya berada di tengah otot. Namun, memang membuat daging lebih empuk sehingga proporsi biji-bijian harus lebih banyak dibandingkan rumput.

Mau Kurus? Pahami Karbohidrat dan Glycemic Indeks yang bisa Jadi Keliru


Sumber Gambar

Bagi saya, sebetulnya masalah makanan, gaya hidup, filosopi hidup, semuanya saling berkaitan erat. Maksud saya begini, pada saat kita mengerti apa yang menjadi dasar semuanya, segala hal menjadi lebih mudah diselesaikan. Katakanlah, kamu sangat ingin mengunyah “makanan sampah”, kamu tidak bisa menahan diri atas desakan keinginan yang meletup-letup di otakmu itu, lantas kamu merasa bersalah setelahnya, kemudian kamu menyiksa diri. Di lain waktu kamu akan mengulangi lagi lingkaran setan itu.

Lantas, gimana dong, Sarah?

Bagi saya, semua makanan boleh saja dimakan, namun sebelum memasukkan ke dalam mulut, kita paham betul dengan konsekuensinya dan sanggup menanggung risikonya. Btw, kenapa ada yang dikategorikan sebagai ‘makanan sampah?’ atau ‘makanan mulia’? Semuanya jelas dasarnya. Di bawah ini, asisten dokter Jason Fung akan menjelaskan, mengapa ada beberapa makanan yang dikategorikan sebagai makanan sumber ‘dosa’, atau sumber ‘pahala’.

Kembali lagi ke opini pribadi, saya sebetulnya tidak sepakat bahwa kita harus menghapus bersih makanan yang memicu melonjaknya insulin selama-lamanya, karena mungkin akan membuat kita malah menjadi lebay menanggapinya.

Namun, jika kita telah mengerti mengapa jenis makanan tertentu harus disapu bersih, mengapa boleh-boleh aja dikonsumsi asal tidak melebihi ambang batas, maka semuanya menjadi lebih bisa dipertanggungjawabkan dan nggak nyisain rasa bersalah.

Di bawah ini, akan ada penjelasan mengapa ada beberapa klinik diabetes yang telah salah menerapkan metode karena tidak mengerti benar tentang Glycemic Indeks.

by: Megan Ramos

Orang-orang Kanada mengkonsumsi sekitar 43 pon gula tambahan per orang per tahun. Itu adalah 43 pon gula yang ditambahkan ke makanan kita melalui proses memasak. Ini tidak termasuk gula alami yang ditelan dari buah, sayuran dan susu. Itu adalah keseluruhan gula dan menghasilkan 11% asupan kalori harian kita.

Gula adalah struktur kimia yang sangat sederhana dengan nama kimia diakhiri dengan “-ose”. Beberapa gula yang umum adalah glukosa, fruktosa dan laktosa. Gula meja di dapur Anda disebut sukrosa. Sukrosa terdiri dari bagian yang sama dari molekul glukosa dan fruktosa. Ketika dokter Anda membahas kadar gula darah dengan Anda, dia merujuk pada kadar glukosa darah Anda.


Sumber Gambar

TINGKAT PENCERNAAN KARBOHIDRAT SEDERHANA VS KARBOHIDRAT KOMPLEKS
Ada dua kelas utama karbohidrat yang akan kita fokuskan: karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana, seperti gula pasir atau tepung gandum yang sangat halus, terdiri dari satu dari dua molekul gula sederhana yang terikat satu sama lain. Gula yang kompleks, seperti buah dan sayuran, terdiri dari rantai panjang dari puluhan ribu molekul gula sederhana. Selama proses pencernaan, rantai gula panjang ini dipecah menjadi komponen gula sederhana mereka, namun dibutuhkan beberapa saat untuk melakukannya. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencerna karbohidrat, semakin lambat penyerapan komponen gula sederhana mereka ke dalam aliran darah.

INDEKS GLYCEMIC
Indeks glikemik (indeks GI) pada dasarnya mengukur tingkat di mana karbohidrat berbeda dicerna dan diubah menjadi kadar glukosa darah. Periset mengukur tingkat pencernaan larutan glukosa saja, dan memberinya nilai numerik 100. Oleh karena itu, indeks GI adalah perbandingan tingkat pencernaan berbagai karbohidrat dengan respon dari larutan glukosa saja. Indeks GI mungkin memiliki pengaruh paling signifikan terhadap pengelolaan klinis diabetes. Pasien diminta makan lebih banyak makanan dengan indeks GI rendah (kurang dari 55), makan makanan dalam jumlah sedang dengan indeks GI medium (56-59) dan kurangi makanan dengan indeks GI tinggi (70+).


Sumber Gambar

EFEK BERBAHAYA DARI INDEKS GLYCEMIC
1. Mengabaikan Efek Sirup Jagung Mengandung Fruktosa dan Fruktosa Tinggi.
Indeks GI mengabaikan efek sirup jagung fruktosa dan fruktosa tinggi (HFCS). Sebelumnya kita membahas bagaimana sukrosa (gula pasir) terdiri dari setengah fruktosa dan setengah molekul glukosa. Fruktosa hanya bisa dimetabolisme di hati. Akibatnya, fruktosa diangkut langsung ke hati melalui usus kecil, dan memiliki sedikit efek pada kadar glukosa darah. Oleh karena itu, hanya bagian glukosa dari molekul sukrosa yang tercermin dalam indeks GI. Inilah sebabnya indeks glikemik semangka 71 dan bar Snickers hanya 51.

2. Selalu Berdasarkan Patokan 50 Gram
Indeks GI selalu didasarkan pada konsumsi 50 gram. Akibatnya, jumlahnya menjadi tidak masuk akal. Maksud saya begini. Untuk mendapatkan efek wortel setara dengan yang ditemukan di indeks GI, Anda harus makan sekitar selusin wortel berukuran besar dan dimakan sekaligus, sekali makan. Jumlah wortelnya akan banyak sekali! Siapa yang makan banyak wortel sekaligus? Selain itu, indeks GI gagal mempertimbangkan jumlah serat, air, vitamin dan mineral dalam wortel. Sebenarnya ada sedikit gula dalam sebuah wortel, dan bahkan kurang jika Anda memasaknya.

3. Kombinasi Makanan yang Anda Makan
Makanan yang berbeda dapat sangat mempengaruhi respons glikemik makanan lain jika dikonsumsi bersamaan. Serat, yang merupakan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, dapat memperlambat laju pencernaan makanan lain yang telah Anda konsumsi bersamaan dengan seratnya. A grain seperti quinoa bisa menyebabkan lonjakan besar kadar gula darah, namun saat dikonsumsi dengan sayuran seperti brokoli, wortel, paprika merah, serat dalam sayuran ini berperan sebagai penyangga dan memperlambat pencernaan makanan. Akibatnya, karbohidrat dari quinoa tidak akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara dramatis jika dibandingkan hanya memakan quinoa saja.


Sumber Gambar

4. Tidak Mempertimbangkan Makanan yang Memiliki Efek Glikemik Tertunda
Indeks GI hanya berdasarkan jangka waktu 3 jam. Namun, makanan tertentu, seperti gula alkohol, memiliki efek glikemik yang tertunda. Mereka mempengaruhi kadar glukosa darah lebih lama setelah dikonsumsi.

Index Makanan Diet di Klinik Kami
Makanan yang Harus Dihindari Seumur Hidup (hampir 0% dari asupan makanan harian Anda)
Makanan olahan, dimurnikan dan dimodifikasi secara genetik

• Makanan olahan yang mengandung gandum atau tepung terigu, termasuk: roti, bagel, sereal sarapan, pasta, biskuit, dan bir
• Gula dan pemanis buatan
• Gula atau minuman manis, termasuk: soda, soda diet, dan jus buah
• Nasi putih
• Jagung dan produk yang mengandung kedelai
• Keju (keju olahan saja)
• Lunch meats
• Margarin
• Minyak olahan, termasuk: minyak sayur dan jagung

Makanan yang boleh dimakan namun jangan terlalu sering (<10% asupan makanan harian Anda)
Umbi-umbian: kentang, talas, buah bit
Biji-bijian yang tidak diproses: biji gandum, barley, soba, spelt, rye, nasi hitam.


Sumber Gambar

Makanan yang boleh dimakan setiap hari (> 90% asupan makanan Anda)
1. Sayuran (tumbuh di atas tanah)—tinggi seratnya!
2. Kacang polong dan kacang tanah—tinggi seratnya!
3. Buah—serat tinggi apabila dimakan dengan kulit! Yaitu: berries, ceri, apel, buah pir, alpukat—tinggi lemak alami!
4. Kacang-kacangan, Nut Butters and Seeds—tinggi lemak alami! Almond, kenari, kacang pinus, dan kacang Brazil termasuk yang paling sehat. Kacang tanah sesungguhnya adalah legumes bukan kacang, tapi mereka merupakan sumber lemak alami dan protein. Nut butters harus organik.
5. Daging, unggas dan ikan—tinggi lemak alami!
6. Telur—tinggi lemak alami!
7. Mentega—tinggi lemak alami!
8. Minyak yang tidak diolah, termasuk: minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak alpukat – tinggi lemak alami!

Mau Kurus? Hindari Tepung, Terutama Terigu


Sumber Gambar.

By: Dokter Jason Fung

Gandum adalah salah satu makanan yang paling diasingkan dan dianggap paling jahat di dunia nutrisi. Dari kekhawatiran gluten terhadap obesitas, the poor fellow doesn’t have a friend to call his own. Tetapi gandum, bersamaan dengan nasi dan jagung, adalah salah satu makanan domestikasi paling kuno yang masih eksis. Ia adalah Paleo asli—jika Anda ingin menyebutnya demikian. Bagaimana reputasi gandum bisa jadi sangat buruk?

Sekitar 3000 SM orang-orang di sekitar wilayah modern Suriah mulai menumbuhkan nenek moyang gandum–varietas Emmer dan Einkorn. Pada saat itu, memiliki sumber makanan semi-stabil meningkatkan kemungkinan bertahan hidup. Segera, para petani telah menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia, setelah itu, mengenalkan hewan piaraan ke setiap sudut bumi.

Perbaikan besar berikutnya di bidang pertanian adalah dengan ditemukannya penerapan pupuk untuk meningkatkan hasil panen. Pertama, guano, kotoran penguin dan burung laut yang kaya nitrogen dan fosfor diaplikasikan, dan sanggup memanen hasil yang luar biasa. Dengan munculnya pengolahan nitrogen, pupuk kimia segera dibuat. Hal ini membuat produksi pertanian cukup tinggi sehingga sanggup memberi makan dunia. Untuk sementara waktu.

Namun demikian, pada tahun 1950-an ada kekhawatiran Malthia tentang kelaparan di seluruh dunia. Di Meksiko, Norman Borlaug, yang kemudian memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1970, mulai bereksperimen dengan varietas unggul gandum. Salah satu prestasinya adalah bisa memperbesar ukuran kepala biji. Tetapi, ada masalah. Kepala besar akan membuat tangkai letoy, sehingga tidak dapat menopang kepala dengan kokoh.

Solusinya adalah memperpendek tangkai gandum. Ini dikenal sebagai gandum kerdil dan gandum semi-kurcaci yang memiliki keunggulan bahwa ia tidak akan goyah serta bisa matang lebih cepat. Tidak ada waktu yang terbuang, untuk apa menumbuhkan tangkai, toh lagi pula si batang tidak bisa dimakan pula. Dalam beberapa tahun, 95% gandum berasal dari varietas Borlaug dan hasilnya meningkat 6 kali lipat. India, yang menghadapi kelaparan massal pada tahun 1965, memesan berton-ton benih baru dan petani mulai menanam gandum kurcaci. Panen gandum meningkat tiga kali lipat lebih cepat dan India menjadi mandiri dalam makanan. Inilah Revolusi Hijau dan Norman Borlaug adalah Bapa.

Sumber Gambar.

Tapi, Dr. Borlaug sebenarnya hanya mengemukakan budidaya secara alami, eh si penerus malah beralih ke teknologi baru untuk meningkatkan mutasi. Pada saat itu kita memang menginjak zaman atom. Dengan menggunakan sinar-X dan neutron termal, tanaman Genetically Modified (GMO) baru telah dilahirkan. Kemudian, para ilmuwan telah menemukan bagaimana menargetkan gen tertentu untuk dimasukkan ke dalam genom baru. Pertumbuhan gandum relatif lamban, dibandingan dengan jagung, dan sang juara adalah si kedelai. Oleh karena itu pertumbuhan gandum perlu diperkilat.

Varietas gandum saat ini tidak sama dengan 50 tahun yang lalu. Varietas baru gandum tidak diuji di laboratorium keselamatan. Mereka hanya dianggap aman. Tapi the Broadbalk Wheat Experiment adalah bukti nyata bahwa kandungan nutrisinya telah berubah secara signifikan sebagaimana telah didokumentasikan dalam makalah “Evidence of decreasing mineral density in wheat grain over the last 160 years“.


Sumber Gambar

Garis merah menggambarkan pengenalan gandum kerdil. Bahkan saat hasil panen meroket, nutrisi mikronutrien yang terkandung dalam gandum terjatuh. Apakah ini? Saya sebenarnya tidak tahu, tapi pastinya tidak bagus.

Apakah gandum telah berubah selama 50 tahun terakhir? Sulit dikatakan namun memang telah ada peningkatan pada penyakit celiac. Gluten menyebabkan kerusakan pada usus kecil pada pasien yang rentan. Dr Murray dari Mayo Clinic membandingkan sampel darah dari pria Angkatan Udara 50 tahun dan menemukan bahwa prevalensi penyakit celiac telah meningkat empat kali lipat. Mungkinkah ini akibat dari perubahan gandum itu sendiri? Sulit untuk mengatakan, tapi menarik untuk dipikirkan.

Perubahan utama lainnya pada gandum adalah metode pengolahannya. Buah gandum secara tradisional digiling oleh batu giling besar yang dilakukan oleh hewan atau manusia. Alat kuno itu kini telah digantikan oleh pabrik tepung modern yang lebih baik dalam menghilangkan semuanya. Bekatul, lumut, bakteri baik dan minyak dikeluarkan dan hanya meninggalkan pati putih murni. Sebagian besar vitamin, protein dan lemak dikeluarkan. Ini adalah tepung putih modern yang telah kehilangan keindahan “jahatnya”. Mesin modern mampu menggiling tepung hingga menjadi debu halus sehingga tubuh bisa menyerap dengan sangat cepat.

Komposisi pati terdiri dari ratusan unit gula yang semuanya saling terkait. 75% pati diatur dalam rantai, yang diselingi rantai bercabang yang disebut amilopektin. Sisanya datang sebagai rantai yang tidak bercabang yang disebut amilosa. Ada beberapa kelas amilopektin. Kacang polong sangat kaya amilopektin C. Ciri khasnya adalah lebih sulit dicerna. Sebagai karbohidrat yang belum tercerna, ia akan bergerak menuju usus besar, flora usus menghasilkan gas yang menyebabkan ‘tooting’ atau kentut pada pemakan kacang. Padahal kacang dan polong sangat tinggi karbohidrat, namun sebagian besar tidak diabsorbsi, Beano sekalipun tidak sanggup menyerapnya, sehingga tidak mudah membuat insulin meroket.

Amilopektin B ditemukan pada pisang dan kentang. Mereka adalah intermediate dalam penyerapan. Yang paling mudah dicerna adalah Amylopectin A yang ditemukan—Anda bisa menebaknya—gandum. Hasilnya adalah bahwa gandum diubah menjadi glukosa lebih efisien daripada makanan lainnya. Hal ini diakui dalam Indeks Glikemik dimana amylopectin mempunyai efek yang berbeda-beda. GI merupakan bukti sahih.

Ada juga kekhawatiran yang persisten bahwa gluten dalam gandum menghasilkan exorphins. Memang mungkin makanan lain juga mengandung gluten, namun masalahnya gandum adalah sumber utama makanan kita. Pencernaan gluten ini bisa menghasilkan morfin seperti zat yang bisa menembus sawar darah otak yang banyak dikhawatirkan adiktif. Sementara bukti dalam literatur medis jarang terjadi, bukti anekdotal tidak. Banyak orang mengaku ‘kecanduan’ roti dan pasta. Makanan yang memberikan efek menenangkan dan efek nyaman juga biasanya berbasis tepung—kue kering, roti, makaroni dan keju. Meskipun hal ini tidak membuktikan apapun, TETAPI perlu dicatat.

China memberikan wawasan yang menarik tentang makanan berbasis nasi tradisional yang telah digantikan gandum. Data lengkap dikumpulkan oleh T. Colin Campbell dalam The China Study. Gandum adalah prediktor positif terkuat dari berat badan. Seiring bertambahnya asupan gandum, begitu pula Body Mass Index. Ada juga hubungan yang kuat dengan penyakit koroner dan asupan gandum.

Sumber Gambar.

Jadi mari kita rekap. Gandum modern merupakan masalah karena:
1. Adanya degradasi nilai gizi.
2. Proses pengolahannya telah menghilangkan sebagian besar serat dan vitamin.
3. Penggilingan modern mempercepat proses penyerapan sehingga meningkatkan efek glikemik
4. Tinggi amilopektin A
5. Mungkin saja bersifat adiktif

Please, sir, can I have some more?

Tidak semua karbohidrat menyebabkan obesitas. Namun, butiran halus seperti tepung jelas penyebab utama kegemukan. Ini sudah diketahui sejak zaman William Banting. Jadi apa langkah selanjutnya jika ingin melangsing? Kurangi tepung atau pati, terutama gandum.