Mau Langsing? Baca Tentang Manfaat Endotel (Sistem Peredaran Darah) dari Teh

Secara ortodoks, teh diyakini sebagai obat tradisional Tiongkok yang mengantongi khasiat terapi unik. Teh memuat lebih dari 4000 bahan kimia, beberapa di antaranya mungkin profitabel bagi kebugaran manusia.

Mengapa teh hijau dan teh hitam dianggap berfaedah diliat dari sisi kardiovaskular? Karena efek flavonoid, meski tergantung lagi jenjang kelasnya berada di level mana. Fokus paling banter berada di sisi katekin dan flavonol, semisal quercetin.

Basis pangan apa sajakah yang mengandung flavonol?

  1. Bawang
  2. Apel
  3. Brokoli
  4. Teh
  5. Anggur merah

Ini membetot perhatian, karena makanan ber-flavonol dosis luks ini, juga dipercaya sehat banget. Sebuah apel sehari, misalnya, di-intensi-kan untuk merenggangkan kunjungan pasien dengan sang dokter, jadi Anda akan jarang sakit berkat apel.

Menenggak anggur merah telah dikaitkan dengan eskalasi kesehatan dan umur panjang.

By: Dokter Jason Fung (Endothelial Benefits of drinking Tea – Tea 2

Satu cangkir teh (2gm daun teh kering) menyediakan 150-200 mg flavonoid. Karena jumlah asupan flavonoid biasanya kurang dari 1000 gram per hari, minum 2-3 cangkir teh akan menyuplai sebagian besar senyawa flavonoid ini. Dalam teh hijau, bagian superior dari flavonoid adalah katekin nggak berwarna dan larut-dalam-air yang berkontribusi terhadap beberapa kepahitan dan astringency teh hijau. Satu cangkir teh hijau mengandung 90-100 mg catechin (lebih banyak jika diseduh dingin).

Teh hitam difermentasi, dan selama proses ini, banyak katekin dioksidasi menjadi theaflavin. Meta-analisis ini memprediksi koneksi antara asupan flavonoid dan risiko komplikasi jantung. Memadankan sepertiga asupan flavonoid, meski pada kadar terendah, mengakibatkan adanya penyunatan penyakit jantung sekitar 20%, di 7 studi.

Flavonoid dapat meredam penyakit jantung karena efek menguntungkan pada endothelium—lapisan sel yang memisahkan darah dari dinding arteri.

Jadi, Sob. Lapisan sel tunggal ini adalah satu-satunya hal yang memisahkan aliran darah yang tangkas dan pembuluh darah statis di bawahnya, yang mana esensial  banget untuk meng-upgrade kesehatan dan menumpas penyakit.

Setiap agresi pada lapisan tipis ini akan memaparkan dinding pembuluh darah, manifestasinya adalah bisa memicu reaksi peradangan yang menerbitkan aterosklerosis, proses yang me-lambar-i serangan jantung dan stroke, atau dengan kata lain disebut juga dengan nama ‘pengerasan arteri’.

Ketika endotelium dihantam, trombosit memformat gumpalan, yang kadang-kadang dapat membenihkan arus darah terbendung di ‘pipa’ saluran darah. Sumbatan ini mengundang jaringan darah di dasarnya, bisa juga nyebabin sel sekarat.

  1. Di dalam organ hati, itu disebut serangan jantung.
  2. Di otak, itu disebut stroke.
  3. Di kaki, itu disebut penyakit pembuluh darah perifer.

Dalam seantero kasus, itu adalah merupakan titik runtuhnya hal-paling-elementer yang identik pada pembuluh darah dan proses pembekuan darah. Artinya adalah darah membeku sebeku-bekunya, gimana manusia nggak sekarat coba?

Ini alasan terbasis mengapa aspirin pengencer darah difungsikan sebagai profilaksis terhadap serangan jantung. Tujuannya nggak lain dan nggak bukan supaya darah bisa mengalir lagi, tidak kental seperti saus. Proteksi peranan endotel tipikal sangat krusial untuk kesehatan individu-penderita-sakit-jantung. Artinya? Endotel harus tetep sehat, Bro.

Bagaimana cara mendeteksinya? Fungsi endotel dapat diukur dengan USG untuk mengecek apakah pembuluh darah bereaksi secara normal dalam tentamen yang disebut flow mediated dilatation.

Beberapa observasi ini telah digarap untuk analisis efek teh hitam atau hijau dan seenggaknya 4 riset pada manusia mengekspos khasiat yang bernas, baik pada populasi fit dan ataupun pada penderita diabetes.

Dosis teh hitam yang lebih banter menelurkan manfaat yang lebih super. Benefit serupa juga telah ditulis untuk flavonoid yang sumbernya berasal dari cokelat, tetapi kurang konsisten untuk anggur merah.

Flavonoid membuat efek nitrit oksida (NO) semakin hebat sebagai molekul kunci untuk mengendurkan pembuluh darah.

Pengintensifan fungsi endotel diterjemahkan berupa tekanan darah rendah, faktor risiko mendasar pada penyakit jantung. Aneka riset mensinyalir buntut anti-oksidan dari flavonoid in vitro, ini dirasakan menjadi salah satu fakta prinsipil, apakah teh termasuk minuman menyehatkan atau enggak.

Hipertensi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) juga disebut silent killer atau pembunuh berdarah dingin, karena menaikkan risiko problem jantung dan stroke, namun gejalanya sikit aja atau bahkan nggak ada gejala sama sekali.

Identifikasi dan efektif enggaknya obat hipertensi telah menangkis ribuan serangan jantung dan stroke dalam beberapa dekade ter-ragil. Tekanan darah 130/80 ditafsir standar yang baik.

Ketika saya mulai sekolah kedokteran pada tahun 1992, saya dididik bahwa tekanan darah stabil adalah 100 + usia, jadi seorang pria 70 tahun harus berekspektasi tekanan darahnya sekitar 170.

Remedi tradisional Tiongkok berkeyakinan bahwa meneguk teh memangkas tekanan darah dan studi termutakhir menandaskan. Dalam penelitian Norwegia, pria dan wanita dewasa di daerah Oppland disaring dari 1976-1978, dan ketika kelompok yang sama diperiksa 12 tahun kemudian, para peneliti menemukan hubungan konsisten yang kuat antara konsumsi teh dan hipertensi.

Semakin melambung kuantitas teh yang disesap, maka tekanan darah akan terus menyusut. Meskipun degradasi-tekanan-darah dianggap mini aja, nggak gede-gede banget gitu lho, ketika konsekuensi ini dikalikan dengan jutaan pria dan wanita selama beberapa dasawarsa, efek total tetap aja hiper banget lho, dan potensi pengiritan uang makro juga, begitu pula dengan tingkat depresi, bisa dipendekkan. Hemat dan bebas stres.

Sebuah investigasi di Taiwan di kota Tainan mendedah manfaat sejenis. Subjek yang minum teh, mayoritas mengantongi tekanan darah yang lebih inferior. Jumlah utilitas (sekitar 4 mmHG) mirip dengan studi Norwegia.

 

Menggodanya, ada juga koneksi dengan termin minum teh, karena mereka yang punya habit minum teh selama bertahun-tahun menyandang tekanan darah yang lebih minor. Teh hijau barangkali juga mengenyam manfaat segudang anti-hipertensi.

Dalam analisis 2011 Green Tea Extra (GTE), pasien hipertensi obesitas diberi GTE atau plasebo. Yang krusial, ini adalah uji coba terkontrol plasebo acak. Ini berarti bahwa pasien secara acak diintruksikan untuk menelan GTE atau kapsul plasebo dan sesungguhnya para peneliti nggak tahu hasil mana yang akan mereka dapatkan. Ini adalah standar emas di dunia kedokteran berbasis bukti.

Tetapi, mengapa pake  GTE, bukan malah teh hijau itu sendiri?

  1. Pertama, lebih simpel dengan menyamarkan teh hijau menjadi kapsul.
  2. Kedua, jumlah catechin yang bisa Anda jebloskan ke dalam ekstrak jauh lebih jangkung daripada teh hijau yang diseduh.

Sebagian besar percobaan terkontrol nggak berlangsung selama beberapa dekade sehingga tidak dapat menunjukkan manfaat untuk teh yang diseduh karena dosisnya mungkin sedikit banget.

Anda dapat mengemas sebanyak 2 cangkir catechin ke dalam kapsul. Setiap kapsul mengandung 208 mg EGCG katekin.

Memaksimalkan flavonoid adalah hal vital (seperti teh Pique). Ada beberapa hasil yang spesifik banget dan prestisius dari eksplorasi 3 bulan ini. Tekanan darah merosot sekitar 5 mmHG untuk kedua nomor sistolik (atas) dan diastolik (bawah).

Itu paralel banget lho dengan studi sebelumnya dan faedah yang sangat gigantis secara keseluruhan jika ini dapat dipertahankan selama bertahun-tahun. Hasil kedua yang substansial secara statistik (ketika grafik mengatakan NS—itu berarti ‘Nggak penting-penting banget’. Nilai P kurang dari 0,05 adalah bernas) adalah LDL terjun (kolesterol buruk), pertambahan HDL (‘kolesterol baik’ dan degradasi TG (trigliserida). Setiap bagian dari panel kolesterol standar dilonjakkan.

Whoa! Itu bombatis.

Ya, jumlah transformasi itu subtil, tetapi sekali lagi, dikalikan jutaan orang berarti manfaatnya bisa kolosal.

Ketiga, insulin melingsir. Angkanya pol, Bro. HOMA-IR adalah takaran resistensi insulin dan ini, juga mengangkasa secara substansial. Karena hiperinsulinemia dan resistensi insulin merupakan faktor risiko gadang untuk problem jantung dan stroke, ini juga merupakan temuan transenden.

Keempat, indikator infeksi memuncak secara signifikan. CRP adalah penanda peradangan, dan derajat level banter merupakan indikator untuk akibat masa depan penyakit Tumor Necrosis Factor (TNF) juga menanjak.

Yang vital adalah bahwa segenap manfaat ini teruji dalam ekshibisi secara acak di mana pasien nggak tahu apakah mereka mendeteksi GTE atau plasebo. Juga, semua khasiat ini diperoleh tanpa efek samping. Teh hijau adalah konsekuensi alamiah yang telah diteguk selama ribuan tahun.

Spektakuler.

Ini akan diharapkan untuk ditafsirkan menjadi utilitas klinis faktual, dan menggemakan segelintir temuan dari studi epidemiologi seperti EPIC-NL.

EPIC-NL

Sebentuk studi populasi Belanda yang mega, di mana disebut Investigasi Calon Eropa ke Kanker dan Nutrisi (EPIC-NL) berkonsentrasi pada korelasi dengan nutrisi dan penyakit kardiovaskular.

 

 

Satu sub-studi berfokus partikular pada minum teh dan kopi. 37.514 peserta diikuti selama lebih dari 13 tahun dengan kuesioner frekuensi makanan dan risiko penyakit jantung dan stroke mereka pun ditaksir.

Mereka yang meneguk kopi dalam kuantitas moderat memiliki tameng elementer terhadap penyakit jantung. Namun, minum lebih dari 6 cangkir kopi per hari tampaknya menyaburkan segenap maslahat tersebut.

Data ini kurang lebih sejalan dengan hasil dari eksperimen lain yang menyuratkan bahwa minum kopi medium (3-4 cangkir) bisa jadi mengantongi sejumlah faedah potensial. Sebuah meta-analisis merekomendasikan pemotongan risiko 13% pada penyakit jantung.

Teh, sebaliknya terus mengekspos pertambahan perisai terhadap penyakit dengan konsumsi yang kian besar. Semakin banyak minum teh, hasilnya makin cihuy, Sob.

Mereka yang menelan lebih dari 6 cangkir per hari mengalami penurunan sekitar 36% dalam insiden penyakit jantung. 78% dari teh yang diminum di Belanda adalah teh hitam, dan hanya 4,6% teh hijau, yang telah lebih konsisten dikaitkan dengan impak kebugaran yang perfek.

Ini menampakkan bahwa agaknya lebih membludak manfaatnya bisa kedapatan dengan minum teh hijau tetapi itu adalah spekulasi. Namun demikian, minum teh menyandang beberapa bukti kuat kenaikan kesehatan kardiovaskular, dan mungkin menyematkan teh hijau ke tradisi diet kuno lainnya (puasa) merangkum fungsi lebih melimpah.

Ingin Langsing dan Sehat? Baca Tentang Manfaat Kardiovaskular dari Teh Hijau

Sumber Gambar

Teh adalah minuman terpopuler kedua di dunia, menduduki peringkat kedua pasca air. Ini diklasifikasikan berdasarkan tingkat fermentasi ke dalam:

  1. Teh hitam, kebanyakan disesap di Eropa, Amerika Utara dan Afrika Utara.
  2. Teh oolong dan teh hijau, mayoritas diminum di Asia.

Efek profitabel sebagian besar dirasakan berkat adanya polifenol, yang merupakan antioksidan yang kedapatan dalam teh. Katekin dalam teh hijau juga sangat tinggi, juga dikenal sebagai flavonoid teh, yang dapat membentengi terhadap penyakit kardiovaskular (CVD), dengan bertingkah sebagai antioksidan.

Flavonoid in vitro, dapat mengoksidasi partikel kolesterol LDL yang membuat penyakit jantung lebih ganas. Ini juga berkhasiat dalam mengepres nafsu makan dan menyuport puasa. Teh selalu kami rekomendasikan di peringkat pertama, jika pasien ingin melangsing.

Sumber Gambar

Manfaat teh sebagian besar dijumpai dalam studi epidemiologi. Namun, nggak mungkin dong untuk mengacak orang dalam uji coba 10-20 tahun karena itu gila, plus mahal. Benefit dari teh, meski sangat sugestif, tetapi tidak pasti.

By: Dokter Jason Fung (Cardiovascular protection from Tea)

Teh adalah salah satu sumber fitonutrien terkaya, mengandung mineral, antioksidan dan asam amino. Ragam bangsa di Asia Timur, seperti Jepang dan Cina adalah ‘penenggak’ teh terbanyak di dunia. Kayaknya sih bukan kebetulan jika mereka juga menyandang harapan hidup terjangkung di dunia.

Seperti dicatat dalam tulisan sebelumnya, kelompok besar Belanda dari sidang EPIC mendeteksi risiko penyakit jantung menjadi lebih rendah jika peserta uji coba meminum 3-6 cangkir per hari.

Penelitian Rotterdam tahun 2002 adalah studi prospektif tentang penuaan pada 4807 pasien yang diikuti lebih dari 5,6 tahun menemukan risiko serangan jantung yang lebih minor pada peminum teh dibandingkan peminum non teh.

Apa yang dijumpai bukan main menarik. Mereka yang menyesap sekitar 2 cangkir memiliki akibat 42% lebih minim, sehingga mereka terhindar dari serangan jantung yang fatal, dan mereka yang minum> 375 mL/ hari membopong efek 70% lebih rendah lagi! Wow!

Segelintir penelitian pada teh hitam, risikonya lebih mini dibandingkan dengan teh hijau. Analisis meta dosis-respons menyiratkan bahwa setiap cangkir teh hijau ekstra yang diminum per hari mengurangi penyakit jantung hingga 1-18%.

Sumber Gambar

Mengapa demikian? Karena kadar katekin dalam teh hijau lebih melimpah, sehingga fungsi endotel bisa ditingkatkan, dan aktivasi trombosit dapat diturunkan. Teh hijau juga membidik efek perlindungan yang forte terhadap stroke, seperti yang visibel dalam riset Ohsaki 2006 di Jepang pada 40.530 orang dewasa Jepang selama 11 tahun.

Secara totalitas hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Kematian menurun 15%.
  2. Kematian akibat penyakit jantung mencuram hingga 26%, dan
  3. Kematian akibat stroke turun hingga 37%.

Mengapa ada variasi? Pertama mungkin ada perbedaan antara jenis teh—hijau versus hitam. Studi dari populasi Eropa, mereka cenderung meneguk teh hitam. Minum 3 -6 cangkir per hari terdengar cukup menakutkan tetapi ada beberapa hal prinsipil yang perlu diingat.

Teh hijau lazimnya memiliki konsentrasi katekin yang lebih jenjang yang dipercaya sebagai barikade atau benteng. Jadi mungkin nggak perlu minum teh hijau sebanyak itu untuk dapet beberapa manfaatnya.

Sumber Gambar

Kedua, bahkan tata cara minum teh hitam atau teh oolong, tipikal Asia dan ala western tetap beda. Di Toronto, Kanada, tempat saya tinggal, orang sering membeli teh dari kedai kopi. Mereka membayar $ 1,50 atau lebih, untuk sekantong teh dan air panas lantas menghirupnya dengan versi yang sama seperti kopi. Untuk menyesap secangkir teh, Anda kudu membelinya. Jika Anda meminum 6 cangkir sehari, seperti yang dilakukan dalam beberapa studi ini, Anda akan menghabiskan $ 9 per hari, hanya untuk mengonsumsi teh.

Itu bukan formula yang dipake di Asia. Orang tua saya berasal dari China, dan saya sudah terbiasa meminum teh seperti air. Sebuah teko teh penuh daun teh direndam berulang-ulang, oleh karena itu, saban kali Anda haus, Anda akan menuangkan teh.

Saya minum teh oolong ketika menanjak dewasa. Sekarang, saya beralih ke teh hijau. Di restoran, mereka ngelakuin hal yang sama. Ketika orang cabut untuk makan siang ‘yum cha’, itu berarti secara harfiah ‘minum teh’. Teko teh disimpan di atas meja dan pelayan akan terus mengisinya dengan air panas sesuai keinginan pengunjung.

Semua orang di meja terus meminum teh sepanjang makan. Di rumah pun orang mengimplementasikan hal serupa. Alih-alih mencari segelas air untuk pasangan makan malam, mereka memilih mengisi kembali teko teh dan minum teh panas. Apa akhirnya? Teh adalah hidangan standar sepanjang hari.

Di Barat, air putih umumnya adalah minuman baku, dan jika kita menginginkan yang lain, kita akan memilih kopi atau teh. Di Asia, minuman jamak adalah teh, dan karena itu, gampang aja meminum 6 atau 8 cangkir sehari tanpa ambil pusing, di mana orang Amerika Utara menggantinya dengan minum 6-8 gelas air. Itu skenario terbaik.

Sumber Gambar

Sayangnya, anak-anak akan minum soda manis atau jus buah sebagai substitusi. Ada kontradiksi signifikan lainnya dalam hal minum teh di Timur dan Barat. Secara tradisional, di Asia, Anda kebanyakan minum teh ‘polos’ dan nggak menambahkan gula atau krim/ susu ke teh Anda.

Asia modern telah berubah, dengan banyak rumah teh yang waktu ini memadukan teh dengan berbagai rasa, krim/ susu dan gula. Yang pasti, menyematkan gula dan rasa lainnya itu tercela, tapi bagaimana dengan susu? Di Inggris, diperkirakan bahwa 99% peminum teh menambahkan susu ke dalam teh mereka. Apakah ini membuatnya berbeda? Flavonoid terikat pada protein dan membubuhkan susu dapat menghilangkan efek antioksidan.

Quercetin flavonol, yang didapati dalam teh hijau dan hitam, bawang merah dan anggur merah, disinyalir sanggup untuk mengurangi oksidasi kolesterol LDL dan memblokir agregasi trombosit yang dapat menyusutkan penyakit jantung.

Sumber Gambar

Studi Caerphilly diikuti penduduk kota Caerphilly di South Wales dan menganalogikan tingkat penyakit jantung dengan asupan flavonol. Dalam riset ini, tidak ada deklinasi penyakit jantung jika minum teh banyak-banyak, berbeda dengan hasil penelitian zat lain. Ada satu perbedaan krusial antara minum teh di Inggris dan dunia bagian lain, termasuk Belanda. Dalam sampel ini, 99% penghisap teh menambahkan susu, sedangkan praktik ini jarang di benua seperti Asia.

Ada beberapa data eksperimental bahwa protein susu dapat mengikat flavonol dan membendung penyerapan oleh tubuh. Satu percobaan menonjolkan bahwa mengimbuhkan susu ke teh bisa menghalangi efek antioksidan teh hitam.

Tetapi, terlepas dari fakta-fakta di atas, karena teh dikonsumsi di mana-mana, potensi untuk mengubah kesehatan, bisa gigantis banget. Bahkan jika hanya ada manfaat kroco untuk teh, ketika dikalikan dengan miliaran orang yang menelannya beberapa kali per hari, itu dapat menambah benefit besar bagi kesehatan masyarakat.

Analisis meta dari semua riset yang laris pada tahun 2001 yang termasuk 10 penelitian kohort dan 7 studi kasus kontrol (desain studi yang lebih lemah). Hal ini menunjukkan bahwa secara  general, konsumsi 3 cangkir teh setiap hari bisa kita kaitkan dengan 11% penurunan risiko kardiovaskular, meskipun ini hanya berdasarkan penelitian kecil aja.

Menariknya, dua penelitian minum dari Inggris membidik adanya peningkatan risiko penyakit jantung seiring dengan bertambahnya porsi teh. Ini mungkin efek aditif (gula dan susu) terhadap teh, daripada teh itu sendiri, tetapi studi ini nggak eksak kok, jadi masih belum pasti, Sob.

Juga, perbedaan antara teh hijau dan hitam mungkin esensial. Sekali lagi, garis dasarnya relatif simpleks. Ada setumpuk manfaat potensial. Risiko laten nyaris nggak ada. Biayanya marhaen. Minum teh memiliki rasio khasiat yang tinggi sekali, jadi mengapa kita tidak meneguknya?

Ingin Meramping? Baca Tentang Zat Pelangsing di Dalam Teh Hijau

 

Sumber Gambar

Sejak tahun 1977, obesitas telah menjadi epidemi di Amerika Serikat, dan ini secara bertahap menyentuh seluruh dunia. Mulai sekitar 10 tahun kemudian, diabetes tipe 2 juga melambung secara dramatis

Oleh karena itu, strategi pencegahan dan pengobatan adalah prioritas global. Sebuah uji coba terkontrol secara acak yang dilakukan pada tahun 2016, mensinyalir bahwa teh hijau mendongkrak kesembuhan partisipan dalam terapi obesitas.

By: Dokter Jason Fung (Anti-Obesity effect of Green Tea – Tea 4)

Banyak suplemen telah diklaim bisa membantu berat badan, tetapi pada akhirnya terjun bebas, suplemen-suplemen itu mayoritas gagal ketika diuji via ilmiah yang selektif. Pil diet ajaib meruah namun telah datang dan pergi.

  1. Ada obat preskripsi seperti Fen-Phen, yang, seperti dijanjikan hasilnya akan instan nan ekspres, mencetuskan penyusutan berat badan, tetapi juga membuahkan segepok problematika. Fen-Phen bisa membikinmu kurus, tetapi bisa juga membunuhmu.
  1. Ada Orlistat, yang menyawar absorpsi lemak. Ini menerbitkan harapan bahwa pasien bisa meramping, tetapi juga dibubuhi setumpuk efek samping yang mengusik kedamaian hari pasien seperti diare, karena tubuh berusaha mengeluarkan semua lemak. Advis terbaik untuk Orlistat?Jangan pake celana putih, Sob.
  2. Lalu ada Meridia, dia juga dianggap bisa membuat pasien langsing singset eplok cendol, tetapi sebaskom efek buruk seperti serangan jantung dan stroke.
  3. Ada juga suplemen pelangsing yang tidak akan membunuh Anda, tapi sayangnya nggak efektif bingit.
  4. Kopi hijau, raspberry keton dan ekstrak grapefruit semuanya muncul dalam pasar. Mereka terdengar jempolan, tetapi seluruhnya hanyalah hype.

Sumber Gambar

Kabar baiknya adalah ada satu zat, telah bertahan dalam ujian waktu—teh hijau—, sebagai obat tradisional Asia, yang mana menggembar-gemborkan efek penurunan berat badan sepanjang ribuan tahun.

Percobaan acak modern baru saja membidik manfaat teh untuk penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Teh hijau sangat berkhasiat karena konsentrasi EGCG yang luks, sejenis katekin (50-80% dari total katekin dalam teh hijau). Katekin diserap di usus, tetapi eksistensi makanan secara signifikan memangkas penyerapan.

Studi sering menggunakan ekstrak teh hijau karena dosis yang krusial, tetapi juga karena ketersuguhan bio dalam ekstrak jauh lebih semampai daripada teh yang diseduh.

Umumnya secangkir teh yang diseduh mungkin memiliki 70-100 g katekin. Sementara proses kristal dingin seperti Pique Tea menyandang katekin sekitar tiga kali lebih tinggi per cangkirnya.

Pada uji acak tersupervisi plasebo pada tahun 2016, peneliti pake EGCG yang cukup tinggi yaitu 856 mg, oleh karena itu, butuh ekstrak teh hijau dosis tinggi (GTE). Minum sebanyak ini dari teh hijau yang diseduh panas adalah hal yang bikin deg-deg-ser karena memerlukan 12 cangkir per hari.

Suplemen ini mengantongi efek plasebo yang tinggi, sehingga arbitrer/ pengacakan dan penjagaan plasebo adalah esensial. Jika orang percaya suplemen akan membuat berat badan melorot, umumnya mereka nggak akan peduli tentang apa yang mereka telan, yang penting sakses.

Sumber Gambar

Untuk mengintensifkan ekstraksi EGCG, GTE disiapkan dengan seduhan daun teh hijau dalam air murni pada suhu 90 C tiga kali, masing-masing selama 20 menit, lantas si ekstrak didinginkan untuk mengontrol muatan katekin. Ekstrak meluruh di bawah suhu rendah dan dalam kondisi supresi sehingga tersisa zat yang diinginkan tanpa kafein.

Dan ini hasilnya:

  1. GTE menerjunkan berat badan sekitar 1 kg dan memapas lingkar pinggang juga.
  2. Plasebo, sebaliknya tidak mendepak berat badan atau skala di timbangan.
  3. Ghrelin terlihat meluncur, tetapi perbedaannya nggak signifikan.

GTE menginvalidkan ghrelin dari 621 menjadi 529, di mana plasebo menumbuhkannya dari 599 menjadi 664, jadi ada variasi kolosal yang bernas secara statistik antara dua divisi. Ghrelin sering disebut sebagai ‘hormon penyebab lapar’. Jika ghrelin menjulang, maka Anda kian lapar.

Studi anekdotal telah mengisyaratkan bahwa katekin dosis tinggi dalam teh hijau ngasih efek menindas nafsu makan. Adiponektin juga melonjak dengan level lumayan, ini hal baik, meskipun signifikansinya belum terbongkar. Teh hijau telah dikenal memiliki sifat anti-aterogenik dan anti-diabetes, tetapi efek ini tidak secara konsisten visibel dalam literatur.

Jelas, kontrol rasa lapar yang lebih apik melantarkan makan lebih sedikit dan membuahkan hasil degradasi berat badan. Rasa lapar adalah perangsang yang kuat. Mengapa? Karena ini adalah salah satu naluri manusia yang paling basis. Tiga hajat manusia yang sangat kuat dikenal sebagai 3F’s—Fluids, Feeding, dan Procreation. Anda mungkin dapat mengabaikan rasa lapar dalam jangka waktu temporer, tetapi ketika itu terus berbuntut hari demi hari, ini akan menjadi semakin runyam. Menyensor rasa lapar adalah salah satu kunci untuk menggulingkan berat badan in the long term period.

Tipikalnya, rencana yang dipake oleh pola makan kalori terbatas me-meti-eskan faktor ini, berpretensi membuat si gagal menjadi hal yang absolut. Kalo Anda mengadopsi pola diet ini, dijamin pasti nggak mungkin bisa langsing. Anda nggak bisa memilih untuk tidak terlalu lapar. Sudah pasti Anda akan lapar.

Sumber Gambar

Puasa, di sisi lain, tanpa ba bi bu menyunat rasa lapar secara totalitas. Teh hijau, sanggup membikin ghrelin mengempis, oleh karena itu bisa dijadikan sokongan yang mulus untuk berpuasa. Sebuah meta-analisis 2009 telah mengaras konklusi yang sekufu bahwa teh hijau dapat menghempas 1,31 kg berat badan. Orang Asia mengekspos hasil yang konsisten lebih baik dipadankan dengan orang Kaukasia, rupa-rupanya karena hasil dari inkompatibilitas genetik dalam aktivitas COMT (enzim yang diblokir oleh katekin, dibahas dalam posting sebelumnya), yang dapat bervariasi sebanyak 3 kali lipat.

Orang-orang Asia menyandang frekuensi yang lebih jangkung dari modifikasi COMT berkapasitas tinggi, oleh karena itu faedah teh hijau lebih mumbung karena adanya penyekatan COMT oleh katekin dari teh hijau.

Merosotnya bobot badan untuk orang Asia rata-rata 1,51 kg, tetapi 0,8 kg doang untuk orang Kaukasia. Namun, 0.8kg masih ngasih manfaat ensiklopedis. Lumayan lah, daripada enggak sama sekali.

Sumber Gambar

Perbedaan superior lainnya antara populasi Asia dan Kaukasia adalah mengenai preferensi. Orang Asia lebih demen minum teh hijau atau teh oolong versus hitam (tingkat katekin yang lebih tinggi), dan fakta bahwa orang Asia kerap minum teh seperti air, jadi mereka menyesap teh nyaris sepanjang waktu, sepanjang hari.

Kafein sendiri memperlihatkan peran sinergis dalam mengakselerasi laju metabolisme. Sebuah meta-analisis dari 15 penelitian menyiratkan bahwa katekin pada teh hijau yang digabungkan dengan kafein dapat menelungkupkan berat badan, jadi perpaduan kafein + katekin hasilnya lebih gigantis, jika dipadankan dengan katekin yang dialokasikan terpisah.

Saya mencatat bahwa teh hijau faktualnya menyembunyikan beberapa kafein, sebaliknya ekstrak teh hijau konon tidak mengangkut itu. Tetapi, sejumlah studi menunjukkan bahwa pemanfaatan kafein secara metodis dan kuantitasnya terlalu banyak justru dapat MENUMPULKAN khasiat dari GTE.

Analitis satu studi, eksploitasi lebih dari 300 mg/ hari kafein setiap hari menghapuskan manfaat baik, namun, di sisi lain, secangkir teh hijau hanya menyandang kafein 30 mg).

Populasi kaukasia biasanya minum lebih banyak, kadang dengan dosis ganda, sehingga manfaat katekin nggak bisa didapet. Selain efek untuk mengekang rasa lapar, eskalasi noradrenalin dapat berulah untuk meningkatkan energi dalam durasi 24 jam. Tes coba terpantau secara acak dari ekstrak teh hijau sanggup mencelatkan pelepasan kalori sebesar 4%.

Sumber Gambar

Sebuah meta-analisis studi menunjukkan tentang adanya penguatan pengeluaran energi, plus, secara umum, mempelihatkan adanya efek sinergis antara katekin dan kafein. Remedi tradisional Cina kuno yakin teh memiliki efek pelingsiran berat badan, dan optimisme ini semakin menjulang sejak 1990-an, bahkan di dunia barat sekalipun, teh diklaim bisa digunakan sebagai herbal alami yang dapat menanjakkan energi, sehingga Anda menjadi lebih setrong.

Efek stimulasi dari komposit katekin-kafein lebih gala daripada kafein saja. Jadi minumlah sesuatu yang mengandung kafein + katekin. Oksidasi lemak (pembakaran lemak untuk energi) mengangkasa dengan katekin + kafein, tetapi nggak begitu banyak jika hanya kafein saja, kecuali pada dosis yang super tinggi.

Teh oolong juga punya efek profitabel ini dan menambah pengeluaran energi sebanyak 2,9%. Teh oolong difermentasi dan katekin dikonversi ke theaflavin. Teh Oolong tidak absolut  difermentasi seperti teh hitam, dan dengan demikian mewakili sebentuk mid-way antara teh hijau dan hitam. Teh Oolong populer banget di Cina dan Jepang.

Ingin Ramping? Baca tentang Manfaat Teh Hijau

Sumber Gambar

Teh termasuk salah satu minuman paling ngehits seantero dunia. Pertanyaan selanjutnya adalah, darimanakah asal-usul teh? Nenek moyangnya, sih, kayaknya dari Cina, jadi legenda seputar ritual ini beredar santer di sana. Ada salah satu legenda yang mengklaim bahwa Shen Nong pada tahun 2700 SM, meninggalkan kediamannya, untuk mencari tahu tentang efek dari berbagai tanaman, lalu, ia mencicipi lebih dari 100 tanaman dalam satu hari. Untungnya, perutnya transparan, sehingga efeknya bisa langsung keliatan saat itu juga. Ha ha, namanya juga mitos. Daun teh ternyata sanggup menyapu bersih si racun. Oh, really?

Stori yang lebih bisa dipercaya bertutur, bahwa Shen Nong sedang merebus air dalam pot, ketika beberapa daun jatuh. Setelah mencicipi lebih dari 100 tanaman pada hari itu, ia menemukan bahwa teh, selagi pahit, bisa membuatnya berpikir lebih cepat dan melihat kian jelas. Tradisi minum teh menjadi ‘viral’ dan akan menggebrak internet jika internet sudah ada pada tahun 2700 SM. Abis itu, si doi menyebar ke seluruh dunia, meski agak lambat karena namanya juga numpang mejeng di rute perdagangan kuno.

By: Dokter Jason Fung (Beneficial Effects of Green Tea – Tea 1)

Teh yang belum diolah rasanya pahit, asal-usul kata berasal dari ‘tu’ yang berarti pahit (seperti pare). Pada pertengahan abad ke-7, si pahit, kata-yang-cukup-mengejutkan itu dihapus, lantas diubah menjadi ‘cha’. Hampir semua kata untuk teh di semua bahasa di dunia adalah variasi antara ‘teh’ atau ‘cha’. Dialek Min Nan Cina kuno dari provinsi Fujian, menggunakan kata ‘te’ kemudian menyebar melalui perdagangan laut, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris ‘teh’, bahkan di daerah Maori pun tetap menjadi ‘tii’.

Sumber Gambar

Dialek di daerah-daerah daratan Cina menggunakan kata ‘cha’ dan menyebar melalui Jalan Sutra kuno menuju ke Swahili, di sana ia menjadi ‘chai’, lantas di Rusia menjelma ‘chay’. Yang menarik, banyak tulisan-tulisan awal tentang teh menggembar-gemborkan efek obatnya, terutama pada pencernaan, dibandingkan menonjolkan rasa (pahit, sejenis logam). Teh adalah daun tanaman Camellia sinensis, dan variannya adalah warna hijau, hitam dan oolong.

Yang menarik, banyak tulisan-tulisan awal tentang teh menggembar-gemborkan efek obatnya, terutama pada pencernaan, dibandingkan menonjolkan rasa (pahit, sejenis logam). Teh adalah daun tanaman Camellia sinensis, dan variannya adalah warna hijau, hitam dan oolong.

Mayoritas manfaat yang dikumandangkan berfokus pada teh hijau, karena konsentrasi tinggi polifenol dan efek profitabel dari senyawa kimia yang disebut katekin, yang paling melimpah adalah epigallocatechin-3-gallate (EGCG).

Menurut kepercayaan tradisional China, teh mungkin berkhasiat untuk mengekang berat badan. Ini cukup mempesona, karena penelitian kami saat ini sedang mengejar apa yang diketahui oleh orang-orang China kuno.

Diperkirakan 2,5 juta ton daun teh diproduksi setiap tahun, dan sekitar 20% menjadi teh hijau. Pohon tertua yang ada diperkirakan berusia 3200 tahun, dan nangkring di provinsi Yunnan Cina, di mana teh Pu-er mungkin berpangkal. Budaya Cina, termasuk tradisi minum teh menyebar ke Korea dan Jepang pada 200AD.

Sumber Gambar

Pada 1500-an, pedagang Portugis memanggul teh ke Eropa dan pada tahun 1600-an meruap ke Inggris, sekalian menyebarkan selera budaya mereka (the stiff upper lip) ke sekujur sudut dunia.

Orang Inggris membeli teh dengan jumlah berlimpah dari Tiongkok sehingga mereka mengalami defisit perdagangan yang makro karena orang Cina nggak menginginkan barang berbahasa Inggris, selain perak mereka.

Jadi, Inggris mengenalkan opium dengan tujuan menelurkan negara pecandu, itu dilakukan dengan senang hati (untuk Inggris), plus untuk membuat defisit perdagangan mereka selevel. Pemerintah Cina pastinya nggak hepi dengan krisis opioid yang sedang membiak dan berencana untuk melarang perdagangan, tetapi dalam true gangland alias geng sejati, yang mana merupakan drug-pusher style atau gaya narkoba tetap kokoh berjaya, Inggris mengirim persenjataan kapital mereka untuk memastikan opium mengalir dengan bebas.

Maka dimulailah Perang Opium babak 2 yang akhirnya Inggris menang di pelabuhan Hong Kong, Shanghai dan lain-lain. Seolah-olah itu nggak cukup, Inggris melanjutkan menyelundupkan beberapa pohon keluar dari China dan mendirikan perkebunan di India untuk mematahkan monopoli Cina yang telah berusia 4000 tahun.

Sumber Gambar

Itu adalah jenis kekejaman yang membuat kekaisaran global menang, dan mungkin mengapa Inggris adalah orang jahat dalam film ‘Pirates of the Caribbean’. Teh bisa divergen, padahal berasal dari spesies pohon yang sama, nah, yang membuat berbeda ini adalah proses pengolahannya. Daun yang baru dipanen segera dikukus, digulung dan dikeringkan. Ini menonaktifkan enzim yang akan memecah warna sehingga menjadi daun teh hijau stabil. Ini juga membantu melestarikan polifenol alami di daun.

Jika daun difermentasi, mereka menjadi teh Oolong, dan fermentasi berkepanjangan menghasilkan teh hitam. Polifenol dan katekin berubah menjadi theaflavin, yang mungkin memiliki efek profitabel sendiri. Teh hijau mengandung konsentrasi katekin yang jauh lebih semampai daripada teh hitam, terhitung sampai dengan 30% dari berat kering.

Namun, metode pembuatan teh standar nggak memadai untuk mengekstraksinya secara komplet, sehingga banyak penelitian menggunakan ekstrak teh hijau yang diperkaya katekin untuk menangkap dosis jangkung yang dibutuhkan.

Teh hijau dingin diseduh adalah solusi potensial lain untuk perkara itu. Katekin ini adalah anti-oksidan yang masif, yang dapat berkontributif bagi tubuh untuk melindungi terhadap radang akibat inflamasi. Anti-oksidan adalah senyawa yang membentengi sel terhadap spesies oksigen reaktif, yang dapat menyulut kerusakan seluler. Selain itu, mungkin ada beberapa efek proteksi terhadap kanker, Alzheimer dan penyakit Parkison, meskipun ini baru terlihat pada studi terhadap hewan saja.

Kegemukan

Dua penelitian pada manusia menunjukkan bahwa katekin dalam teh hijau dapat membantu merampingkan tubuh. Studi pertama memberi relawan-sehat minuman yang mengandung katekin teh hijau, kafein dan kalsium 3 kali per hari dan membandingkan pengeluaran energi selama 24 jam. Ramuan teh hijau menaikkan jumlah kalori yang dibakar oleh 106 kal/ hari atau 4,6%. Tetapi, nggak mungkin untuk mengetahui apakah efeknya karena katekin, kafein atau kalsium. Mengingat bahwa kalsium tidak berefek pada peringkat metabolisme, sebagian besar percaya impaknya adalah karena kombinasi katekin dan kafein. Untungnya, teh hijau mengandung katekin dan kafein secara alami. Jadi, jika menilik dari hasil penelitian tentang kafein versus tingkat metabolisme, mau nggak mau kita kudu mengakui, teh hijau hasilnya 50-100% lebih ciamik dibandingkan dengan kafein aja.

 

Sumber Gambar

 

Meski, denyut jantung dan tekanan darah nggak beda antara kedua kelompok, sehingga tidak ada bukti stimulasi simpatis yang lebay, yang merupakan efek dari kafein sehingga dapat menjelaskan pengeluaran energi yang mengangkasa. Ini meneriakkan hasil penelitian sebelumnya (Dulloo AG 1999) yang menemukan hasil yang hampir sama, meskipun penelitian ini menggunakan setengah jumlah kafein, mereka juga menunjukkan peningkatan 4% dalam tingkat metabolisme yang serupa. Gema yang sama berkumandang dari hasil riset sebelumnya (Dulloo AG 1999). Dalam penelitian itu ditemukan bahwa dengan setengah jumlah kafein, terjadi eskalasi 4% dalam stadium metabolisme yang paralel.

Dalam penelitian ini, jika yang diberikan hanya kafein, nggak akan membuat aliran energi meninggi. Mayoritas riset menyangga kombinasi kafein dan katekin, yang ditemukan secara alami dalam teh hijau, meskipun konsentrasi keduanya jauh lebih menjulang dalam ekstrak dibandingkan dengan teh yang diseduh. Meta-analisis 2011, memadankan semua studi tentang teh hijau, sampai pada konklusi yang homogen bahwa campuran katekin-kafein membuat pengeluaran energi ekstra sebesar 4,7% dan yang lebih cihuynya, juga ditemukan bukti relasi dosis-respons. Hanya campuran catechin-kafein yang menumbuhkan oksidasi lemak.

Telah dicatat dalam ulasan Cochrane bahwa nggak ada penelitian yang mendukung penggunaan teh hijau yang diseduh, mereka biasanya menggunakan cara penyajian lain, memang manfaat kecil tapi konsisten dan ini terlihat pada olahan teh hijau lain yang memuat kadar katekin lebih jangkung.

Solusi potensial yang jitu untuk mendapatkan teh hijau alami yang lebih kaya bisa dilihat di sini. Lantas bagaimana cara kerja teh hijau itu sendiri?
1. Katekin menghambat enzim COMT yang mendegradasi noradrenalin dan cAMP.
2. Memblokir COMT melonjakkan noradrenalin, ini menjelaskan mengapa pengeluaran energi bisa menanjak.

Sumber Gambar

Menariknya, ada perbedaan genetik antara aktivitas COMT antar ras. Orang Asia memiliki derajat yang lebih banter dari alel COMT (H) dan aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa orang Kaukasia, yang memiliki tingkat yang lebih ‘canggih’ dari alel COMT (L) yang beroperasi minor.

Karena orang Asia memiliki aktivitas COMT yang lebih agresif, memblokirnya dengan katekin teh hijau diprediksi akan menunjukkan efek yang lebih kapital, ini menjelaskan perbedaan rasial dalam efek katekin teh hijau yang terlihat dalam beberapa riset (1,51 kg versus 0,8 kg penurunan berat badan di Asia versus Kaukasia).

Promosi yang ditawarkan oleh Teh Hijau adalah sanggup merampingkan tubuh dalam jangka waktu panjang dengan metode mengawal metabolisme basal tetap stabil. Ya, efeknya memang tidak besar, tetapi pertempuran selalu menang di margin. Perbedaan 100 kalori per hari dikalikan selama bertahun-tahun bisa sangat signifikan. Ini mengingatkan diskusi kita tentang tekanan darah tinggi. Kita tahu dari multipel uji klinis bahwa jika Anda menurunkan tekanan darah sedikit, itu memiliki manfaat besar ketika dikalikan jutaan orang dan dalam beberapa dekade waktu.

Hal yang sekufu berlaku untuk obesitas dan mengekang tingkat metabolisme. Semua obat menukik pada risiko versus reward—Anda tidak dapat mengukur satu variabel aja, untuk mendapatkan kesimpulan apakah metode itu berfaedah atau tidak.

Atau dengan kata lain, memotong lengan Anda adalah strategi yang sangat jitu untuk mencegah gigitan nyamuk, tetapi risikonya tidak sebanding dengan hadiahnya. Jadi, ya, ganjarannya relatif subtil, namun mungkin esensial dalam jangka panjang. Dan risikonya nyaris nihil. Bahkan kritikus yang paling lantang sekalipun akan sulit menemukan problematika dengan meminum teh hijau.

Dengan demikian rasio khasiat versus risiko sangat mendukung green tea. Jadi mengapa Anda tidak meminumnya? Saya nggak bisa nemu satu pun alasan untuk nggak minum itu.