Ingin Cantik dan Kulit Mulus? Pitera Solusinya

PITERA, adalah filtrat fermentasi galactomyces, yaitu ekstrak ragi yang berasal dari proses fermentasi alami yang dikontrol secara selektif, cermat dan teliti.

Doski berbentuk cairan bening yang mengandung:

  1. Lebih dari 50 mikronutrien dan.
  2. Merupakan sumber peptida, protein, asam amino, karbohidrat dan asam organik yang perfek banget.

Oleh karena itu, kombinasi nutrisinya ngasih kekuatan yang luar biasa powerful sebagai anti-aging. Khasiat anti penuaan dan pelembapnya dijamin tokcer, yang akan kita diskusikan secara lebih detail di bawah ini.

Dari Sake Hingga Skin Care

It’s worth mentioning the fascinating way that PITERA was discovered. Kembali pada tahun 1970-an, para ilmuwan SK-II mulai menelusuri resep-resep alami yang akan “mengubah semua kulit wanita menjadi indah.” Jadi kulit cantik bukanlah hanya impian.

Para ilmuwan meriset multipel kemungkinan, dari ramuan herbal Cina hingga hot spring water atau air panas.

However, the ideal ingredient still eluded them. Tetapi, bahan yang ideal masih tampak elusif dan luput dari mereka.

Suatu hari, para ilmuwan SK-II menjumpai tempat pembuatan sake di Jepang di mana pekerja lansia memiliki wajah keriput, namun tangan mereka extraordinarily lembut dan terlihat muda, soft and youthful-looking hands.

Sumber Gambar: stanfordchem.com

Penemuan ini mengilhami mereka untuk mengusut dengan ensiklopedis yang melibatkan lebih dari 350 jenis ragi. Setelah lima tahun, para periset akhirnya nemuin the unique yeast strain atau butiran ragi unik yang menyimpan rahasia kulit indah—PITERA.

PITERA ini ditemukan di seluruh lini produk SK-II, dan telah disebut sebagai “bahan ajaib” merek tersebut.

Apa Manfaat PITERA bagi Kulit?

Seperti disebutkan di atas, PITERA adalah ‘sumur’ zat gizi yang kaya akan asam amino, peptida, protein, karbohidrat, asam organik, dan banyak zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.

Kombinasi nutrisi ini dianggap sanggup meningkatkan the skin’s natural surface rejuvenation process atau proses peremajaan permukaan kulit secara alami.

Mari kita bahas masing-masing lebih detail sehingga Anda akan tahu persis gimana sih PITERA kok bisa bermanfaat banget bagi kulit.

Asam amino, peptida, gula, asam organik, dan mineral di PITERA semuanya berkontribusi untuk mengisi kembali Faktor Pelembab Alami (NMF) kulit. NMF bertanggung jawab untuk ‘menunggui’ si kulit agar tetap terhidrasi, lembut, dan kenyal

Sayangnya, NMF menjadi menipis seiring bertambahnya usia, dan juga akibat paparan rutin terhadap bahan-bahan yang meningkatkan kepekaan seperti pengeringan surfaktan, wewangian sintetis, dan alkohol terdenaturasi.

Ini nyebabin kulit tampak kering dan bersisik yang terasa kencang dan nggak nyaman.

Dengan pake bahan-bahan yang membantu mengisi kembali NMF, seperti PITERA, tanda-tanda penuaan seperti garis-garis, kerutan, dan kulit kering, akan berkurang. Impaknya adalah kulit yang tampak lebih halus, terhidrasi, dan kencang.

Lee Yeon Hee, Salah Satu Brand Ambassador dari SK2 (Pitera essence)

Sementara protein dan karbohidrat yang ditemukan di PITERA terlalu makro untuk sanggup menembus kulit, mereka dapat menambahkan hidrasi ke lapisan kulit teratas ketika diaplikasikan.

Selain itu, beberapa penelitian mensinyalir bahwa ragi PITERA dapat menghebatkan produksi hyaluronic acid atau asam hialuronat, yaitu komponen yang ditemuin dalam matriks ekstraseluler kulit.

Hyaluronic acid punya kapasitas untuk menarik air dari lingkungan dan menahan hingga 1.000 kali beratnya dalam air. Kemampuan asam Hyaluronic untuk menarik dan menahan kelembaban inilah yang membantu kulit mempertahankan turgor, ketahanan, dan fleksibilitasnya.

Karena tubuh memproduksi hyaluronic acid akan semakin minim seiring melajunya usia, manfaatin metode yang melipatgandakan produksi hyaluronic acid adalah cara inovatif untuk mengikis gelagat penuaan kulit.

PITERA juga berfaedah untuk membuat kulit lebih kalem karena mempunyai sifat anti-iritasi.

Bahan-bahan fermentasi memangkas risiko iritasi kulit dengan menetralkan zat-zat beracun, seperti logam berat dan pestisida yang mungkin ada dalam jumlah kecil.

Dengan menetralkan racun, PITERA membuat produk makin aman, kian efektif, dan lebih ditoleransi untuk jenis kulit sensitif.

Sifat terakhir yang punya super benefit bagi kulit PITERA adalah dengan memfasilitasi penyerapan bahan skin care lainnya.

Benefit pada formula segala sesuatu yang bertipikal fermentasi seperti PITERA sangat mirip dengan manfaat yang diberikan oleh makanan fermentasi dan suplemen enzim pencernaan, yaitu mengakselerasi penyerapan dan pencernaan nutrisi yang Anda konsumsi.

Dalam produk skin care, mikroorganisme seperti bakteri atau ragi melepaskan enzim yang memecah bahan lain menjadi molekul yang lebih mini.

Bahan aktif dalam produk skin care seringkali terlalu besar untuk menembus jauh ke dalam kulit, sehingga dengan memecahnya menjadi molekul yang lebih kecil, PITERA memfasilitasi penyerapan bahan-bahan ini. Penyerapan yang lebih apik mengarah pada hasil yang lebih baik.

Siapa yang Harus Menggunakan PITERA, dan Siapa yang Harus Menghindarinya?

PITERA dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Ini sangat ideal bagi mereka yang memiliki tanda-tanda penuaan, kulit kusam, bintik-bintik gelap, atau tekstur kasar.

Karena PITERA dapat mengelupas kulit karena sifatnya sebagai golongan asam organik, Anda mungkin ingin menghindari produk dengan bahan ini jika Anda pake peeling kulit yang kuat atau bahan-bahan yang nyebanin kulit Anda terkupas, seperti asam alfa hidroksi, retinoid, atau benzoil peroksida.

Cara Membuat Pitera Sendiri di Rumah

Terinspirasi dari blog ini, inilah cara membuatnya—yang mana gampang bingit, Sob. Elemen vital terdiri dari : 

  • Ragi roti (saya memakai merek Fermipan).
  • Nasi putih 2 sendok makan.
  • Air setengah gelas

Disarankan nasinya adalah nasi yang baru matang, bukan nasi yang sudah menginap di magic com. Percobaan pertama mbak Lintang pake nasi yang udah nginep di magic com selama 1 hari, hasilnya bau tonernya amit-amit.

Nasinya didinginkan dulu, jangan panas-panas karena nanti raginya mati dan tidak bisa melakukan fermentasi. Airnya pun jangan air yang terlalu dingin atau panas. Harus sekitar 25 – 30 derajat celsius (kurang lebih sama dengan suhu ruang).

Sumber Gambar: secretofdd.com

Untuk melakukan fermentasi disarankan menggunakan wadah kaca, misalnya gelas/toples kaca/ erlenmeyer atau tabung fermentasi. Yang harus digaris-bawahi wadah plastik terlarang hukumnya.

Semua peralatan harus steril. Nggak cuma dicuci dengan sabun, tapi juga direndam dalam air panas supaya tidak ada bakteri yang mengganggu aktivitas ragi saat fermentasi. 

Cara pembuatan:

  • Masukkan nasi ke dalam air.
  • Taburkan 1 sendok teh ragi.
  • Aduk sampai merata
  • Tutup rapat mulut gelas dengan plastik yang diikat karet atau aluminium foil. Pastikan tidak ada udara masuk.
  • Biarkan mengalami fermentasi selama 3 jam. Selama fermentasi akan terbentuk gelembung-gelembung udara kecil yang naik ke permukaan cairan, seperti gelembung minuman soda. Itu adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari fermentasi. Perubahan lainnya yaitu nasi menjadi hancur dan kental seperti gel. Kalo nggak ada gelembung dan nasi nggak hancur, berarti fermentasi gagal. Penyebab fermentasi tak berfungsi, bisa karena kurang rapat ditutupnya, atau karena raginya memang sudah mati.
  • Setelah itu siapkan gelas bersih lainnya untuk tempat filtrat (hasil saringan). Saring hasil fermentasi dengan menggunakan kain bersih yang pori-porinya halus, jangan saringan teh. Paling baik ya pakai kertas saring Whatman seperti yang biasa dipakai di laboratorium.
  • Masukkan di botol kaca/ toples/ terserah. Yang terkrusial harus kaca.
  • Langsung masukkan ke kulkas, ini penting. Jika ditaruh di suhu yang dingin, fermentasi akan berhenti sehingga alkohol yang diproduksi nggak kebanyakan. Selain itu juga akan memperpanjang masa simpannya.
  • Toner ini masih oke dipakai selama 3 hariAlkohol yang diproduksi dalam proses fermentasi menjadi pengawet alami. Sebenarnya jika ditambah air jeruk nipis bisa memperpanjang masa simpannya (asam kuat bersifat sebagai antibakteri).
  • Oya, cara pakainya biasa aja kayak pakai toner pada umumnya.
  • Toner ini cair banget seperti air (ya memang air). Setelah diaplikasikan ke wajah, pertama rasanya lengket. Pasca meresap, kulit terasa lembab dan kenyal. Sama sekali nggak lengket, tapi jadi smooth saat disentuh.

Hal yang harus diperhatikan :

  • Penyaringan diusahakan sampai filtratnya jernih, tanpa endapan. Endapan berupa pati dari nasi bisa mempengaruhi bau toner & masa simpan (terutama jika tidak ditambah pengawet).
  • Buang toner jika baunya berubah menjadi lebih buruk (bau kecut yang mengarah ke basi).
  • Natrium benzoat menghambat pertumbuhan mikroba (termasuk ragi), fermentasi bisa berhenti jika ditambah natrium benzoat meskipun wadahnya tidak dibuka.
  • Toner yang ditambah natrium benzoat lebih awet walaupun tidak dimasukkan ke kulkas.
  • Meskipun sudah ditambah pengawet, sebaiknya tetap disimpan di kulkas.

Perbedaan Diagnosa untuk PCOS

Membuat diagnosis PCOS pada remaja memang sangat kusut. Ketika perempuan mulai menstruasi (disebut menarche), siklus biasanya tidak apik dan nggak selalu disertai ovulasi.

Di Amerika Serikat, usia lazimnya menarke adalah 12,4 tahun. Periode siklus nggak teratur ini sering berproses selama 2 tahun atau lebih, dan interval siklus biasanya berkisar dari 21-45 hari (rata-rata 32,2 hari).

By: Dokter Jason Fung (Differential Diagnosis PCOS 4)

Ini cukup dekat dengan siklus 35 hari yang didefinisikan sebagai oligomenore. Dengan demikian, pubertas konvensional dan siklus tidak teratur yang terlihat pada PCOS tumpang tindih secara signifikan.

Diagnosis ekstrem pada kelompok usia ini dapat nyebabin sebundel treatment nggak guna dan kekhawatiran yang tidak perlu. Pada tahun ketiga setelah menarche, 60-80% dari siklus adalah 21-34 hari, ini termasuk siklus dewasa normal, yang mana membuat perbedaan lebih gampil dideteksi.

Selama pubertas, ada eskalasi kadar testosteron yang memuncak beberapa tahun pasca menarche. Tes darah menjadi percuma aja, ini disebabkan karena nggak menyeleksi tingkat testoreron yang tingginya luar biasa, karena pada remaja, level normal tidak terdefinisi dengan rancak.

Testosteron yang melonjak ini, mengarah ke problematika jerawat yang jadi ciri khas masa remaja dan menghilang pada usia dewasa berikutnya. Suburnya jerawat meski hanya pada tahap sementara ini, memang nggak meramalkan penyakit di kemudian hari.

Acanthosis nigricans tampak seperti belang gelap beludru, biasanya ‘mencuat’ pada leher atau lipatan tubuh. Temuan klinis ini dianggap sebagai karakteristik resistensi insulin yang jangkung dan sering dijumpai pada pasien dengan diabetes tipe 2.

Tingkat keparahan acanthosis nigricans secara direk berkaitan dengan resistensi insulin level fatal. Semakin superior resistensi insulin, tambalan kulit semakin baplang dan bertambah gelap.

Ovarium polikistik atau PCOS, juga sulit didiagnosis selagi masa teenager. Trans-vaginal ultrasound (di mana probe ultrasound dimasukkan ke dalam vagina) ngasih gambaran ovarium yang paling gamblang.

Namun, ini biasanya dihindari pada gadis remaja, membikin diagnosis radiologis lebih elusif. Namun demikian, dalam penelitian, 26-54% dari remaja perempuan tanpa gejala memiliki ovarium polikistik (PCOS) jika diUSG.

Tiga kriteria yang digunakan untuk diagnosis PCOS:

  1. Hiperandrogenisme.
  2. Siklus tidak terstuktur, dan.
  3. Ovarium polikistik semuanya dapat ditemukan selama pubertas normal.

Kita butuh afeksi khusus jika melabeli pasien dengan PCOS, dan seringkali lebih bijaksana menangguhkannya sampai setelah selesai masa remaja untuk membuat diagnosis, karena ini bukan kondisi yang mendesak untuk diobati.

Tentunya, jika ada bukti diabetes tipe 2 atau obesitas, ini harus segera diobati. Obesitas sendiri diketahui terkait dengan melambungnya kadar insulin. Efek ini diperkirakan muncul selama pubertas dini. Selama Tanner tahap 3 (pubertas dini) misalnya, 93,8% remaja pra-remaja mengecap peningkatan testosteron. 0% insulin puasa non-obesitas juga 3 kali lebih tinggi pada barisan obesitas. Efek ini juga terlihat selama pubertas dan dewasa akhir, tetapi tidak ada gap yang nyata.

Perbedaan Diagnosa

Hiperandrogenisme dan ovarium polikistik tidak eksklusif untuk PCOS, sehingga penyakit lain yang menjiplak PCOS harus dikecualikan.

Maksudnya apa? PCOS nggak hanya ditandai dengan hiperandrogenisme (macho atau penampakan kayak laki-laki) dan adanya kista.

Meskipun kondisi ini jarang terjadi, mereka mungkin serius dan memprioritaskan treatment yang berbeda 180 derajat, jadi membikin perbedaan itu esensial.

Daftar kondisi paralel meliputi:

  1. Kehamilan
  2. Prolaktin berlebih
  3. Penyakit tiroid
  4. Hiperplasia Adrenal
  5. Sindrom Cushing
  6. Tumor penghasil androgen
  7. Obat diinduksi

PCOS hanya dapat didiagnosis ketika masalah lain ini telah ditelusuri, baik melalui pemeriksaan fisik atau laboratorium. Mari kita pertimbangkan kondisi lainnya.

Kehamilan


Kehamilan, sejauh ini adalah merupakan penyebab menstruasi mendadak berhenti. Dan ini gejala paling universal. Tentunya, tes kehamilan sederhana, baik tes rumah atau konfirmasi laboratorium adalah wajib. Nah, pemeriksaan PCOS juga sekufu alias sama aja, Sob. Akan memalukan banget jika diagnosis sederhana ini ditendang atau ditiadakan.

Hiperprolaktinemia

Hiperprolaktinemia adalah adanya ekses hormon prolaktin dalam darah. Prolaktin biasanya disekresikan oleh kelenjar pituitari di otak pada mamalia, termasuk manusia, tugasnya menghasilkan susu.

Prolaktin meningkat secara normal menjelang akhir kehamilan karena dibutuhkan untuk perkembangan payudara yang betul. Kan mau nyusuin.

Berbagai kondisi dapat menimbulkan hiperprolaktinemia, termasuk penyakit ginjal atau hati kronis, obat-obatan, dan penyakit tiroid. Penyakit umum lainnya adalah tumor kecil (mikro-adenoma) dari kelenjar pituitari yang dapat mensekresikan prolaktin ke dalam darah.

Diagnosis dibuat dengan mengukur kadar darah prolaktin. Tingkat prolaktin yang rabung dapat menghambat estrogen dan tanda ketidakteraturan menstruasi serta sulit untuk ovulasi atau sulit hamil. Ini mungkin meniru gejala-gejala PCOS.

Gejala lain yang dapat menyokong membedakan penyakit ini termasuk:

  1. Pembesaran payudara dan.
  2. Produksi ASI yang abnormal.

Gangguan Tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil di depan leher. Ini memangkas hormon tiroid yang mengontrol aspek metabolisme dalam jumlah banyak.

Gangguan hormon tiroid yang terlalu sedikit dapat:

  1. Menghasilkan penambahan berat badan.
  2. Ketidakteraturan menstruasi.
  3. Ketidaksuburan dan kerontokan rambut.

Yang mungkin ambigu dengan PCOS. Tes darah hormon tiroid (TSH, T3, T4) harus aplikasikan untuk menyingkirkan kondisi, yang sebetulnya, mudah diobati ini.


Kesalahan penerjemahan Hiperplasia Adrenal Kongenital Non-klasik (NCAH)

NCAH adalah kelainan genetik langka yang muncul dengan diagram klinis hiperandrogenisme yang mirip dengan PCOS, sering terjadi pada wanita muda. Androgen biasanya diproduksi di kedua indung telur dan korteks dari kelenjar adrenal.

Seringnya, NCAH melahirkankelebihan produksi androgen oleh kelenjar adrenal dan sindrom yang mengingatkan kita pada PCOS, dengan gejalanya yaitu menstruasi tidak teratur, hirsutisme, dan jerawat. Tes darah, khususnya respon 17-OH-PG terhadap stimulasi ACTH akan memisahkan antara NCAH dan PCOS.

Sindrom Cushing


Dalam beberapa kasus, tumor dapat menutupi kortisol yang volumenya berlimpah-limpah. Dalam kasus lain, kortisol sintetis (prednisone) digunakan sebagai obat untuk terapi penyakit autoimun (asma, lupus) dan transplantasi, tujuannya, untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

Peningkatan kadar kortisol dapat membuahkan kenaikan berat badan, ketidakteraturan menstruasi dan infertilitas yang mungkin gejalanya malah tertukar dengan PCOS.

Kehadiran gejala lain seperti:

  1. Distribusi lemak yang nggak rata misalnya ada punuk kerbau.
  2. Striae.
  3. Penipisan kulit.
  4. Kelemahan otot dan atrofi.
  5. Kepekaan terhadap infeksi.
  6. Depresiasikepadatan tulang.
  7. Kondisi kejiwaan yang parah serta disfungsi kognitif,

Dapat membantu membedakannya dari PCOS. Tes darah dapat mendeteksi kadar kortisol yang jenjang yang terkait dengan PCOS.

Ekses Androgen (Obat/ Tumor diinduksi)


Tumor di kelenjar adrenal atau ovarium dapat mensekresi androgen yang jumlahnya aduhai, yang mana dapat menyebabkan hirsutisme, pembesaran klitoris, pendalaman suara, dan kebotakan pola pria. Ini sangat jarang, tetapi berkapasitas mengancam nyawa. Rata-rata usia diagnosis adalah 23,4 tahun, tumpang tindih secara substansial dengan PCOS.

Tumor biasanya memanifestasikan kadar androgen yang jauh lebih tinggi daripada yang dilihatdi PCOS, sehingga nyebabin gejala yang jauh lebih parah. Menerawang seperti menggunakan alat  CT scan perut mungkin krusial untuk menjaring tumor seperti itu.

Kelebihan androgen yang dipicu oleh obat biasanya kedapatan pada mereka yang secara diam-diam mengonsumsi testosteron,  biasanya dipake sebagian besar untuk mendongkrak kinerja atletik. Jadi memang mungkin atlet udah biasa mengonsumsi ini, Sob.

Karena pasien mungkin nggak selalu mengaku telah menggunakannya, indeks kecurigaan yang tinggi seharusnya menjadi alasan shahih untuk membikin diagnosis.

Epidemiologi

Dengan menerapkankriteria NIH 1990, prevalensi PCOS berkisar antara 6-9%, dengan tingkat yang sangat mirip di seluruh dunia, meskipun disparitas yang tinggi pada level obesitas.

Ketika memakai kriteria Rotterdam yang lebih luas, prevalensi PCOS umumnya dua kali lipat dari menggunakan kriteria NIH yang lebih tua.

Dengan demikian, perkiraan paling baru dari prevalensi mengungkapkan itu, yang mana mempengaruhi 15-20% wanita, sejauh ini, menjadikannya gangguan endokrin yang paling umum dari wanita muda.

Sumber Gambar

Sekitar 1 dari 15 wanita yang tidak terpilih di Amerika Serikat proporsinya sama aja, dengan yang ada di Spanyol, Yunani, dan Inggris. Ini membuktikan bahwa diperkirakan 105 juta wanita menderita.

Studi kembar menunjukkan bahwa ada pengaruh genetik yang jelas pada tingkat insulin puasa, indeks massa tubuh dan kadar androgen.

Sebuah studi besar Belanda yang membandingkan kembar identik dengan pasangan kembar fraternal, menemukan bahwa sekitar 70% PCOS dapat dikaitkan dengan pengaruh genetik. Ini sebanding dengan perkiraan bahwa 70% obesitas, mungkin terkait dengan genetika.

Dengan demikian, secara keseluruhan kemungkinan gen ini mempengaruhi predisposisi untuk obesitas dan PCOS. Obesitas dan PCOS bisa disebabkan oleh genetis dalam keluarga. Saudara perempuan pasien PCOS lebih cenderung memiliki gejala dengan perkiraan 22% juga mengamini kriteria diagnostik yang paripurna.

Pemaparan lebih lanjut, 24% dari saudara perempuan yang menderita hiperandrogenisme tetapi siklus menstruasinya cukup regular, kemungkinan menunjukkan bahwa mereka juga bertendensi menderita PCOS ringan. Ibu pasien dengan PCOS memiliki kadar androgen yang lebih tinggi, resistensi insulin dan sindrom metabolik.

Keluarga tingkat pertama, laki-laki atau perempuan mungkin lebih akan menanggung resistensi insulin.

Terlepas dari kecenderungan genetik yang setrong ini, nggak ada gen tunggal yang diidentifikasi sebagai faktor penyebab yang nunjukin bahwa PCOS adalah kelainan genetik kompleks dengan gen masif yang mana berkontribusi pada jenjang risiko yang alit.

Selain penderitaan manusia, beban ekonomi PCOS sangat hiper. Di Amerika Serikat, sekitar $4 miliar pada tahun 2004 digelontorkan untuk biaya terkait treatment-nya. PCOS adalah salah satu penyulut eminen pada infertilitas dan fertilisasi in-vitro, for your information ya, ini adalah industri multi-miliar dolar.

Wanita dengan PCOS yang akhirnya menjadi hamil berada pada eskalasi risiko komplikasi kandungan seperti diabetes gestasional, hipertensi yang diinduksi kehamilan dan pre-eklampsia.

PCOS dikaitkan dengan banyak penyakit yang nggak menjadi bagian dari kriteria diagnostik. Mungkin yang paling vital adalah riwayat berat badan yang melambung yang mana seringkali merupakan tanda untuk mendiagnosis PCOS.

28,3% wanita gemuk yang dirujuk ke satu klinik didiagnosis dengan PCOS, lalu berhasil menurunkan berat badan juga telah terbukti mengurangi testosteron, menghebatkan resistensi insulin dan melorotkan hirsutisme (lebih lanjut tentang ini nanti).


PCOS secara umum ditandai dengan menjulangnya obesitas yang parah, tetapi, santai aja efeknya cukup sederhana kok. Dianjurkan juga untuk secara rutin melakukan tes diabetes tipe 2. Mengukur glukosa puasa aja dapat diagnosis dengan mudah, tetapi manfaatnya mencapai 80% pasien pra-diabetes dan 50% pasien diabetes.


Ini berguna banget karena gaya hidup segera diperbaiki di tahap awal sehingga mencegah kerusakan organ lebih lanjut.


Pedoman saat ini merekomendasikan bahwa wanita dengan PCOS harus diskrining pake tes toleransi glukosa oral setiap 3-5 tahun. Jika ada faktor risiko lain, ini harus dilakukan setiap tahun.

Pertimbangan penting lainnya adalah merokok dan kesejahteraan psikologis. Baik depresi dan kecemasan adalah gejala universal di antara pasien PCOS. Pasien dengan PCOS biasanya akan dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan mereka yang nggak memiliki penyakit.

PCOS digandengkan dengan obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan stroke. Diabetes tipe 2 yang merayap dan sindrom metabolik, menempatkan wanita berisiko semampai di kemudian hari dari penyakit jantung, stroke dan kanker.

Oleh karena itu, tagihan $4 miliar ini kemungkinan meremehkan total biaya fiskal penyakit ini, apalah artinya jika dibandingkan dengan penderitaan manusia, Sob. Sebagai perbandingan aja ya, biayanya 3 kali lipat dari total biaya hepatitis C lho.

Dalam mencoba memahami pengobatan PCOS yang tepat, perlu untuk menyelami penyebab penyakit. Karena kaitannya yang erat dengan obesitas dan diabetes tipe 2, PCOS telah jelas muncul sebagai penyakit metabolisme, bukan sekadar gangguan reproduksi, jadi menangkap tautan dengan obesitas adalah tempat terbaik untuk memulai.

PCOS, Siklus Anovulasi, dan Hiperinsulinemia

Siklus anovulasi? Apaan tuh? Siklus menstruasi yang mana nggak ada proses ovulasi/ pembuahan. Oleh karena itu, penderita PCOS, sulit dapet anak. Sialnya, PCOS itu sendiri menyebabkan infertilitas anovulasi sebanyak 70%. Nggak ada folikel yang dominan dan tumbuh cukup ‘gendut’ untuk ngelakuin ovulasi, ini selama masa istirahat folikel.

Seseorang dianggap tidak akan memiliki bayi, karena tanpa adanya telur yang matang, konsepsi nggak akan pernah kejadian. Progesteron akan diproduksi setelah ovulasi oleh sisa folikel dominan, dan ini terjadi selama menstruasi normal.

Tanpa adanya ovulasi, progesteron menjadi ultra rendah, oleh karena itu, terjadilah mens yang runyam dan tidak regular. Ini mengarah secara klinis ke siklus nggak teratur yang ‘kepergok’ di PCOS.

Di kasus PCOS, ini tampak eksplisit banget, gejala klinisnya adalah siklus yang nggak rapi. Sebenernya, mayoritas perempuan akan ngalamin siklus anovulasi kok, terutama ketika pubertas dan menopause.

Tetapi, sesungguhnya, penyebab pilarnya adalah:

  1. Insulin tinggi.
  2. Testosteron melimpah.

Mengapa demikian? Karena testosteron adalah produk sampingan aja, cuma res-resan, sementara tersangka utamanya, yang-paling-penjahat-dari-yang-terjahat, yang paling bertanggung jawab akan siklus anovulasi adalah karena insulin yang jangkung bingit.

By: Dokter Jason Fung (PCOS, anovulatory cycles and hyperinsulinemia – PCOS 9)

Metformin digunain sebagai senjata ampuh karena si doski sanggup menurunkan T plasma, dan menaikkan rates dari ovulasi, jadi metformin efeknya ganda, bisa untuk meredakan gejala PCOS, sekaligus sanggup untuk membuat pasien ngalamin weight loss (meramping).

Gejala PCOS bisa dikurangi, plus fungsi ovulasi bisa dinaikkan dengan hal-hal yang berbau memangkas insulin seperti:

  1. Menurunkan berat badan.
  2. Operasi bariatic.
  3. Obat somatostatin.
  4. Metformin.

Hal yang sangat menyentak adalah, pasien penderita diabetes tipe 1 yang mana pake banyak insulin juga memiliki risiko PCOS tingkat dewa.

Ada 3 fitur elementer yang merupakan ciri khas PCOS:

  1. Ovarium polikistik, atau adanya kista di rahim.
  2. Siklus anovulasi atau siklus nggak ada pembuahan.
  3. Tampak maskulin.

Ketiga simptom tadi merefleksikan patofisiologi yang sama, yaitu, testoteron meluber, dan pastinya disebabkan karena insulin yang membludak. Simpelnya, insulin yang tumpah-tumpah risikonya adalah PCOS.

Resistensi insulin. Jadi, sama aja kayak kegemukan, PCOS adalah penyakit hiperinsulinemia. Jadi, sudah jelas ya kaitannya, obesitas dan PCOS, mereka adalah manifestasi dari hiperinsulinemia. Memang, mereka nggak selalu terjadi simultan, namun sangat berkaitan erat.

Teka-teki selanjutnya adalah, apakah yang sesungguhnya nyebabin level insulin meninggi? Apa, sih, yang menyebabkan insulin ini menjadi rafi?

Faktor hidangan seperti gula yang bombastis dan karbohidrat yang dihaluskan, pastinya memang ngaruh, tapi, itu bukan satu-satunya akar perkara. Faktor mayor lainnya yang mencetuskan insulin rabung adalah lahirnya suatu ‘iklim’ bernama INSULIN RESITEN.

Sumber Gambar

Recall ingatan Anda, hormon insulin fungsinya adalah memindahkan glukosa dari darah di dalam sel. Jika kondisinya resisten, kadar insulin yang normal nggak akan sanggup memindahkan glukosa di dalam sel, mau nggak mau, dia musti menambah ‘semprotan’ insulin, dong.

Lantas, tubuh merespons dengan melonjakkan kadar insulin untuk mengikat glukosa di dalam sel. Oleh karena itu, sebenernya, sih, yang menyulut insulin tetap luhur adalah insulin resisten, bukan hanya itu, dia juga merupakan faktor vital yang mengakibatkan insulin tetap tinggi, bahkan jika kita nggak mengubah jenis makanan pun, tetap saja kayak gitu.

Insulin resisten dan hiperinsulinemia berkorelasi ‘intim’ banget dengan PCOS. Rata-rata, sensitivitas insulin pada PCOS menurun sekitar 30-40%, ini sama betul dengan penderita diabetes tipe 2.

Sesungguhnya, insulin resisten memang terikat banget dengan obesitas, namun, ini juga biasa terjadi pada wanita pengidap PCOS dengan berat badan wajar. 75% insulin resisten terdiagnosa ada pada perempuan kurus tetapi PCOS, padahal, sekali lagi, dia nggak gemuk.

Proporsi ini merayap sebesar 95% pada wanita obesitas dengan PCOS. Esensinya, seluruh perempuan obesitas + PCOS = punya resistensi insulin.

Ditambah, perempuan dengan berat badan normal tapi punya PCOS, lemak di selingkung organ hati/ fatty liver, kuantitasnya lebih amboi banyaknya.

Jadi, ini sebuah fakta ekstra yang berasosiasi dengan resistensi insulin.

Diabetes tipe 2 mengantongi atribut spesifik yaitu insulin resisten. Jadi, insulin resisten melahirkan kadar insulin yang lebih adiluhung, yang mana berkontribusi pada PCOS.

Sumber Gambar

Tapi, jika kita tanya lebih kritis lagi, apa, sih, yang menyebabkan level insulin itu tinggi saat pertama kali? Ini telah dibahas berulang kali di blog dokter Fung dan juga bukunya.

PCOS adalah manifestasi lain dari penyakit metabolik doang kok, dan benang merahnya semuanya ekuivalen, karena hiperinsulinema—atau insulin yang meluber.

Ini informasi yang krusial, karena akar masalah PCOS (kegemukan dan diabetes tipe 2) adalah karena terlalu banyak insulin, sehingga solusinya pun udah sangat jelas dong—kudu memangkas insulin.

How to do that? Jalan keluarnya tentu aja bukan dengan mengebor ke lubang ovarium. Solusinya hanyalah diet. Rendah karbohidrat dan puasa.

Apakah Penyebab Utama dari Jerawat? Hormon Insulin

Sumber Gambar

Beberapa bulan yang lalu wajah saya lebat dengan jerawat. Saya super gelisah. Karena saya jarang mengalami hal itu. Lantas, saya cari solusinya, dong. Setelah menggeledah beberapa basis info, destinasi tiba pada dokter Berg. Ternyata, penyebab jerawat, paling krusialnya adalah karena hormon insulin. Simpelnya, jika kita tidak memonitor kadar insulin kita, jerawat itu akan kronik alias tumbuh lagi dan lagi.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa penyebab jerawat adalah karena:

  1. Hormon Testosteron.
  2. DHT (Dihydrotestosterone).

Bisa jadi memang benar, sih. Tetapi, kedua hormon tersebut nggak ngaruh-ngaruh amat jika dibandingkan monstrositas dari insulin. Mengapa demikian? Karena kadar insulin yang tinggi menyebabkan kadar sebum Anda menjadi super melimpah, plus meningkatkan DHT juga. Jadi efeknya ekstra.

Sebetulnya, insulin bukanlah sejenis hormon ‘iblis’, bahkan substansial banget . Tetapi, menjadi

Sumber Gambar

boomerang a.k.a  senjata makan tuan jika kadarnya SELALU menjulang. Karena mengetahui fakta tersebut, saya lantas melakukan beberapa eksperimen.

Percobaan pertama adalah puasa selama 3 hari berdasarkan puasa panjang dokter Jason Fung. Sebetulnya, puasa yang saya lakukan tidak sepenuhnya puasa, saya masih memakan buah, sayur, minyak kelapa, kacang koro, selai kacang, buah kranberi kering, madu, kelapa parut dan kaldu.

Tapi ternyata meski puasa saya asal-asalan seperti itu, jerawat saya bisa hilang tuh. Asumsi saya, karena insulin saya memang menanjak ketika makan, hanya saja tidak permanen. Atau dengan kata lain saya nggak ngalamin resistensi insulin.

Mayoritas, kita mengantongi tingkat insulin yang tinggi, dan kemungkinan besar Anda juga mengalami hal yang sama. Jadi, sekarang terjawab sudah, mengapa jerawat tumbuh subur di wajah Anda, penyebabnya, si ‘penjahat’ nomor wahid adalah insulin yang semampai.

Penasaran? Sekarang, mari kita melompat pada solusi.

Kok, bisa Insulin Kita Melonjak?

Apa, sih, peran dasar dari insulin? Menyalurkan nutrisi ke dalam sel, tetapi zat ‘gizi’ yang digondol saat ini kebanyakan adalah karbohidrat. Lantas, si nutrisi dari karbohidrat itu akan menjadi apa, dong? Itu adalah sumur energi kita. Insulin inilah yang bertugas mengekstrak makanan menjadi bahan bakar. Dari kecil kita sudah dibrainwash untuk mengamini bahwa sumber tenaga yang jempolan adalah dari karbohidrat.

Sumber Gambar

Begini cara kerjanya

Per karbohidrat yang Anda lahap kemudian akan diubah menjelma jadi glukosa—bentuk gula dalam darah Anda. Anda comot karbohidrat—akan diubah menjadi glukosa (gula dalam darah). Sepiring kentang dipecah lalu menjabat jadi glukosa, dan sepotong kue manis akan berprofesi jadi glukosa juga.

Oleh karena itu, makan karbohidrat apapun menyebabkan eskalasi gula darah dan inilah yang melibatkan insulin. Apa, sih, benefit lain dari insulin? Glukosa yang bergelimang akan disalin menjadi glikogen—format energi yang mudah dipake, kemudian mengangkutnya ke gudang penyimpanan glikogen. Si glikogen ini akan selalu siap sedia setiap saat dan dengan spontan difungsikan saat kita berjalan, bersepeda, angkat beban dan olahraga versi apa pun.

Jadi, sebenarnya, insulin adalah hormon yang vital. Oleh sebab itu, si insulin ini akan selalu melilit dalam segenap aktivitas fisik. Tanpa itu kita nggak bertenaga dan akan mati. Namun, masalahnya adalah, zaman sekarang ini, kita bukannya defisit insulin, tetapi malah meluber alias tumpeh-tumpeh.

Sumber Gambar

Nah, cara untuk mengeksploitasi insulin adalah dengan olahraga. Karena gudang glikogen kapasitasnya minim, maka jika glikogen tumpah-ruah, akan ditimbun menjadi lemak, terkunci di sekitar organ perut (hati, ginjal, dll).

Logikanya adalah, jika Anda ogah kalo si glikogen menjadi karung lemak, maka Anda harus melakukan jumpalitan-olah-raga-jor-joran. Tapi, nggak mungkin juga Anda berolahraga selama 24 jam. Dan ini bukan solusi yang solutif. Siasat insulin menata benteng—agar glikogen nggak masuk lagi—adalah dengan merakitnya sehingga resisten terhadap insulin, dengan kata lain, dia tidak responsif ketika dirangsang oleh insulin.

Ditambah, bukanlah hal yang sehat jika kadar glukosa dalam darah di level selalu rabung. Anda kudu memangkasnya. Tubuh Anda harus mengusut jalan keluar untuk membasminya.

Bagaimana formulanya? Dia akan merespons dengan cara memompa insulin sehingga insulin berubah menjulang lagi dan lagi. Targetnya? Agar bisa menjejalkan aneka rupa glukosa kalo perlu sampe gudang pol. Siklus terus berlanjut, berulang-ulang, bertahun-tahun, menjadi lingkaran setan, dan gudang insulin menjadi lebih resisten terhadap insulin, akibatnya pankreas harus menggenjot insulin dengan kadar yang ekstra jangkung.

Lalu, Bagaimana bisa Insulin Menyebabkan Jerawat

Jika Anda menderita insulin resisten, berlandaskan siklus tadi, derajat insulin rata-rata Anda selalu lebih adiluhung dibanding orang sehat.  Buntutnya adalah bahwa produksi sebum Anda akan mendekati atap.

Sebum adalah minyak yang konsisten banget memblokir pori-pori kulit Anda. Ini dipabrikasi di kelenjar sebasea pada kulit Anda, dan insulin menstimulasi mereka untuk menjadi aktif. Semakin deras insulin, sebum yang dirakit semakin banyak. Hal ini melahirkan suatu kondisi di mana pori-pori Anda tersumbat, dan hanya masalah waktu sebelum jerawat panen.

Bakteri P. Acnes akan membanjiri permukaan kulit yang mampet, lantas akan diserang dengan meradang, dan pori-pori di sekitarnya akan membengkak dan menjadi merah. Dengan kata lain, jerawat akan lahir, mending kalo cuma satu, biasanya, sih, berduyun-duyun. Sangat sulit menyingkirkan masalah apabila persentase insulin yang tinggi. Insulin akan memicu terbentuknya IGF-1, kemudian menstimulasi sebum dalam jumlah gigatis, bonus lain, androgen meloncat, trio kombo inilah yang menyebabkan jerawat.

Jika Anda mempunyai sistem kekebalan yang sempurna, Anda memang bisa lolos, sih. Sistem

Sumber Gambar

tubuh Anda akan menjadi sangat aktif sehingga pada akhirnya menjadi bahan kimia inflamasi, peradangan kronis ini disebabkan oleh serangan pada bakteri.

Mengapa roti dan pasta adalah penyebab jerawat yang masif

Tetapi, jika Anda mengontrol insulin, maka pori-pori nggak akan pernah terblokir. Hal lainnya adalah, Anda juga harus BERUSAHA SANGAT KERAS untuk  mengekang peradangan. Namun dengan adanya bakteri yang menyusup ke dalam pori-pori yang siap tempur dengan kuda-kuda menyerang, sistem kekebalan yang aktif banget, ditambah secubit saja ada kesempatan, bisa jadi oportuniti manis untuk melahirkan jerawat. Tetapi jika bakteri tidak menerobos, tubuh dengan sistem kekebalan tubuh yang apik nyaris tidak akan menelurkan jerawat.

Solusi sederhana

Nah, sekarang jika Anda menjadi freaking out atau takut akan penyebab jerawat, kalem aja, semua ada jalan keluarnya.  Dilema ini sangat sederhana untuk ditamatkan, dan jika Anda mengikutinya, impaknya akan sangat signifikan.

Hal perdana dan super esensial yang harus Anda lakukan adalah puasa intermitten, kurangi karbohidrat dan menambah porsi olahraga. Dan yang ter-urgen adalah jumlahnya harus akurat. Untuk mencegah resistensi insulin, maka hormon insulin Anda harus setakar. Insulin Anda akan menjadi lebih sensitif dan gudang glikogen juga nggak kepenuhan. Oleh karena itu, jika Anda berjerawat, hal paling fardu yang perlu Anda lakukan adalah menumbuhkan sensitivitas insulin. Caranya? Sekali lagi, Anda harus menjaga gudang glikogen Anda tidak berjejal. Anda sebaiknya menyusutkan asupan gula, nasi, biji-bijian, kentang, dan sumber karbohidrat lain.