Ingin Kurus dan Ramping? Baca tentang Asal-Usul Mengejutkan dari Minyak Sayur

Sumber Gambar

Melihat ke belakang selama 40 tahun terakhir, sulit untuk menyelami bagaimana kita bisa begitu mudah tertipu. Kita percaya bahwa lemak, dan lebih khusus lemak jenuh (ditemukan terutama dalam makanan hewani), dianggap menumbuhkan kolesterol dan menyebabkan penyakit jantung.

Sebaliknya, kita harus beringsut ke minyak nabati ‘sehat’ seperti minyak biji kapas, jagung, safflower, dan kedelai. Tetapi bukti mutakhir menunjukkan ini adalah tawar-menawar Faustian. Minyak biji yang diolah secara industri jauh, jauh lebih bobrok.

By: Dokter Jason Fung (The Shocking Origins of Vegetable Oil – Garbage)

Itu semua kesalahan kolosal yang dimulai dengan Crisco. Perkebunan kapas untuk kain dibudidayakan di Amerika Serikat sedari 1736. Sebelum ini, hanyalah ‘sepenggal’ besar tanaman hias.

Pada awalnya, sebagian besar kapas dipintal menjadi pakaian, tetapi kejayaan panen berarti bahwa beberapa dapat diekspor ke Inggris. Dari kapas seberat 600 pon pada warsa 1784, ia tumbuh hingga lebih dari 200.000 pada tahun 1790. Penemuan kapas-gin oleh Eli Whitney pada 1793 mencetuskan produksi kapas mengejutkan 40.000.000 pon.

Tetapi, kapas faktualnya adalah dua tanaman—serat dan biji. Untuk setiap 100 pon serat, ada 162 pon biji kapas tidak berguna, yang sialnya, jumlahnya termasuk kategori hiper. Hanya 5% dari benih ini dianggap krusial untuk penanaman. Separo bisa digunakan untuk pakan ternak, namun, masih ada tumpukan sampah.

Apa yang bisa mereka lakukan dengan gunungan sampah ini?  Seonggok-super-besar dibiarkan membusuk atau dibuang begitu saja ke sungai. Itu limbah beracun, Sob.

Sementara itu, pada tahun 1820-an dan 1830-an, merayapnya permintaan untuk minyak yang digunakan dalam memasak dan penerangan dari populasi yang melambung dan merosotnya pasokan minyak ikan paus, berkonsekuensi pada harga mengangkasa.

Para pengusaha menjadi giat berusaha ngancurin biji kapas yang nggak berfaedah, untuk mengekstrak minyak, tetapi baru pada tahun 1850-an teknologi itu akhirnya matur, hingga produksi komersial dapat dimulai.

Namun, pada 1859, sebuah terjadilah event yang akan mengubah dunia modern. Kolonel Drake ‘mengamuk’ di Pennsylvania pada 1859, lantas menyuguhkan pasokan besar bahan bakar fosil ke dunia modern. Tak lama, permintaan minyak-biji-kapas-untuk-penerangan telah sungguh-sungguh menguap dan biji kapas kembali diklasifikasikan sebagai limbah beracun.

Dengan banyaknya minyak kapas, tetapi nggak ada order, membuahkan keputusan gila, ada oknum yang secara ilegal menambahkannya pada lemak dan lemak hewani. Plus, yang paling membahayakan adalah nggak ada bukti bahwa ini layak dikonsumsi oleh manusia.

Kita nggak mengunyah T-shirt katun kita. Demikian pula, minyak biji kapas, yang ringan dalam rasa, dan sedikit berwarna kuning dicampur dengan minyak zaitun untuk meredam biaya. Hal ini memicu Italia melarang minyak zaitun Amerika yang tercemar pada tahun 1883.

Perusahaan Proctor & Gamble menyedot minyak biji kapas untuk pembuatan lilin dan sabun, however, segera nemuin fakta bahwa mereka dapat menggunakan proses kimia untuk menghidrogenasi sebagian minyak biji kapas menjadi lemak padat yang menyerupai lemak babi.

Proses ini menghasilkan apa yang sekarang disebut lemak ‘Trans’, membuat produk ini sangat serbaguna di dapur, bahkan jika tidak ada yang ngeh apakah kita harus menggejot dan menggelontorkan limbah beracun ini ke mulut kita.

Itu membikin kue lebih flaky atau endes. Juga, bisa dipake untuk menggoreng. Doski bisa difungsikan untuk membuat kue. Apakah itu sehat? Nggak ada yang tahu. Karena lemak semi-padat yang baru ini mirip makanan, dan keputusan dibuat untuk memasarkan ini sebagai jamuan masih tanda tanya besar.

Mereka menyebut produk baru yang revolusioner ini Crisco, yang merupakan singkatan dari minyak biji kapas yang dikristalkan. Crisco dengan terampil dipasarkan sebagai alternatif lemak yang lebih murah.

Pada tahun 1911, Proctor & Gamble meluncurkan kampanye brilian untuk menyisipkan Crisco ke setiap rumah tangga Amerika. Mereka menghasilkan buku resep, yang semuanya mengaplikasikan Crisco, tentu saja mereka ngasih buku itu secara gratis. Ini tidak pernah terdengar, pada saat itu.

Iklan pada jaman itu juga merumuskan bahwa Crisco lebih mudah dicerna, lebih murah dan lebih sehat karena asal tanamannya. Biji kapas itu sendiri yang sejatinya adalah sampah secara validitas nggak disebutkan dong—ya, tepat sesuai dugaan.

Selama 3 dekade berikutnya, Crisco dan minyak kapas lainnya mendominasi dapur Amerika, kemudian memutasikan dan ‘melempar’ lemak babi. Pada 1950-an, minyak biji kapas itu sendiri semakin mahal, dan Crisco sekali lagi beralih ke substitusi yang lebih terjangkau yaitu minyak kedelai. Kedelai menyabet rute yang nggak mungkin ke dapur Amerika.

Berasal dari Asia, kacang kedelai diperkenalkan ke Amerika Utara pada tahun 1765, setelah didomestikasi di Cina sejauh 7000 SM. Kedelai terdiri dari sekitar 18% minyak dan 38% protein, membuatnya ideal sebagai makanan untuk ternak atau untuk kebutuhan industri (cat, pelumas mesin).

Karena orang Amerika hampir nggak pernah melahap hidangan bernama tahu sebelum Perang Dunia II, membuatnya menjadi makanan yang langka.

Berbagai hal mulai berubah selama Depresi Besar, ketika teritori besar di Amerika Serikat dilanda kekeringan yang parah—Dust Bowl. Kedelai dapat ngebantu meregenerasi tanah via memermak nitrogen.

Ternyata bahwa Dataran Amerika yang besar sangat ideal untuk menanam kedelai, sehingga dengan cepat mereka menjadi tumbuhan paling menguntungkan kedua, tepat di belakang jagung.

Sementara itu, pada tahun 1924, American Heart Association dibentuk. Seperti yang dilaporkan Nina Teicholz dalam bukunya, The Big Fat Surprise, AHA bukanlah raksasa kuat seperti sekarang ini, tetapi hanya sekelompok spesialis jantung yang sesekali ‘temu-kangen’ untuk membahas problematika berhubungan dengan hal-hil profesional.

Pada tahun 1948, kelompok kardiolog yang mengantuk ini ditransformasikan oleh sumbangan 1,5 juta US Dollar dari Proctor & Gamble—pembuat sarat lemak kacau balau; Crisco—yang dihidrogenasi. Peperangan untuk mengambil alih lemak hewani dengan minyak sayur sedang berlangsung. Kesepakatan Faustian dibuat—menggadaikan kesehatan suatu bangsa untuk beberapa tumpukan Dollar.

Pada 1960-an dan 1970-an, yang dipimpin oleh Ancel Keys, penjahat diet baru adalah lemak jenuh, jenis yang lebih sering kedapatan pada makanan hewani seperti daging dan susu. American Heart Association (AHA) menulis sugesti resmi pertama dunia pada tahun 1961 yang merekomendasikan bahwa kita harus “mengurangi asupan lemak total, lemak jenuh dan kolesterol. Tingkatkan asupan lemak tak jenuh ganda”.

Dengan kata lain, lemak hewani harus dibasmi dan minyak sayur ‘sehat jantung’ kudu diselinapkan, lemak tak jenuh ganda tinggi, seperti Crisco, juga harus disusupkan. Nasihat ini ‘dipanggul’ dan disisipkan ke Pedoman Dietary 1977 yang berpengaruh bagi orang Amerika. American Heart Association melemparkan otoritas pasar yang sekarang cukup besar untuk memastikan bahwa Amerika makan lebih sedikit lemak, dan lebih banyak lemak jenuh.

Pusat Sains untuk Kepentingan Umum (CSPI), misalnya, mengutarakan peralihan dari lemak daging sapi dan lemak jenuh lainnya ke lemak transgenik yang memuat minyak terhidrogenasi parsial sebagai “sebuah anugerah besar bagi arteri Amerika”. “Jangan menyantap mentega!” Sergah mereka.

Sebagai gantinya, menggantinya dengan minyak nabati terhidrogenasi parsial (baca: lemak trans) yang dikenal sebagai margarin. Bak-plastik-yang-dapat-dilahap-itu jauh lebih sehat daripada mentega yang dikonsumsi manusia setidaknya selama 3000 tahun, kata mereka. Bahkan hingga tahun 1990, CPSI menolak untuk mengakui risiko menulis lemak trans—“Trans, shmans”—Anda mau tak mau harus makan lebih sedikit lemak jika ingin sehat.

Pada tahun 1994, CSPI ngebikin histeria dengan kampanye menakut-nakuti yang cemerlang.

Popcorn pada saat itu menyembul cantik dalam minyak kelapa, yang sebagian besar adalah lemak jenuh. CSPI menuturkan bahwa, “dalam kantong popcorn berukuran sedang, membuat lebih banyak ‘penyumbatan arteri daripada sarapan bacon dan telur, dan makan malam steak juga harus diberantas kalo mau sehat!’

Pemasaran popcorn jatuh, dan bioskop tergopoh-gopoh mengganti minyak kelapa mereka dengan minyak nabati terhidrogenasi parsial. Ya, lemak-trans lageeeee, Sob.

Sebelum itu, perang untuk menyingkirkan lemak sapi dari publik Amerika—bahan rahasia kentang goreng McDonald—mengkonsekuensikan peralihan ke (Anda pasti dapat menebaknya), minyak nabati terhidrogenasi parsial. Namun cerita itu belum final.

Pada 1990-an, lemak trans yang digaungkan oleh AHA dan CSPI terlibat sebagai faktor risiko sentral untuk penyakit jantung. Studi baru sekarang mendedah bahwa lemak trans risikonya hanya dua kali lipat pada penyakit jantung untuk setiap peningkatan 2% kalori trans-lemak. Dengan separo perkiraan, trans-lemak bertanggung jawab atas 100.000 kematian.

Santapan’sehat-jantung’ yang direferesikan oleh AHA, sebenarnya memberi kita serangan jantung.

Ironis.

Pada November 2013, Badan Pangan dan Obat-obatan AS mengeluarkan minyak terhidrogenasi parsial dari daftar santapan manusia ‘Umumnya Diakui sebagai Aman’. Ya, AHA telah memfatwakan kita untuk menyantap racun selama beberapa dekade. Minyak biji industri, seperti biji kapas tinggi asam lemak linoleat omega-6. Asam linoleat disebut induk omega-6 lemak karena lemak omega-6 lainnya, seperti asam gamma linolenat (GLA) dan asam arakidonat terkonfigurasi darinya.

Selama masa evolusi, asupan asam linoleat hanya akan berasal dari hidangan utuh, seperti telur, kacang dan biji, sedangkan asupan omega-6 terisolasi dari minyak biji industri akan menjadi nol.

Namun, Crisco, memperkenalkan jenis asam linoleat yang diisolasi dan dicemari ke dalam makanan kita. Dengan demikian, asupan asam linoleat telah melonjak secara dramatis dan dari sumber yang nggak pernah dikonsumsi manusia sebelumnya.

Minyak biji omega-6 ini sekarang dapat ditemuin di hampir semua makanan yang diproduksi dan juga ditemukan di toko kelontong dalam botol plastik untuk memasak. Sayangnya, minyak ini sangat rentan terhadap panas, cahaya, dan udara dan ketiganya terpapar ketika diproses.

Jadi, sementara asam linoleat yang berasal dari hidangan utuh seperti kacang dan biji sebenarnya dapat bermanfaat, asam linoleat yang tercemar yang kedapatan dalam minyak biji industri tidak. Jadi bagaimana kita tahu lemak yang sehat, dan mana yang ‘melukiskan’ lemak enggak sehat?

Nggak heran, sih, lemak alami, baik yang berasal dari hewan (daging, susu) atau tanaman (zaitun, alpukat, kacang) umumnya sehat. Minyak nabati yang diproses sangat ‘luks’ dan ribet, cenderung tidak sehat. Mari kita tepas fakta-fakta—kita makan minyak sayur karena mereka MURAH, bukan karena mereka sehat.

Puasa Sanggup Menurunkan Kolesterol

Sumber Gambar

Bagaimana kita bisa menurunkan kolesterol tanpa menggunakan obat-obatan? Kolesterol tinggi dianggap sebagai faktor risiko yang dapat diobati untuk penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Ada banyak jenis kolesterol , tapi secara tradisional, dibagi menjadi dua besar:

  1. Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol ‘jahat’, dan
  2. Kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol ‘baik’.

Banyak orang tidak terlalu memperhatikan kolesterol total, karena ada faksi baik dan buruk. Ada juga trigliserida, sejenis lemak yang ditemukan di dalam darah.

Lemak disimpan dalam sel lemak sebagai trigliserida, tapi juga mengapung bebas di dalam tubuh. Misalnya, selama puasa, trigliserida dipecah menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak bebas tersebut digunakan untuk energi oleh sebagian besar tubuh. Jadi trigliserida adalah bentuk energi yang tersimpan.

Sementara, kolesterol tidak ditimbun. Zat ini digunakan dalam perbaikan sel (di dinding sel) dan juga digunakan untuk membuat hormon tertentu. Seseorang mungkin (secara keliru) berpikir bahwa mengurangi konsumsi makanan mengandung kolesterol  bisa menurunkan kadar kolesterol darah.

Tetapi, 80% kolesterol dalam darah kita dihasilkan oleh hati, sehingga mengurangi makanan mengandung kolesterol akan gagal.  Studi yang kembali ke Ancel Key yang asli, Seven Country Studies menunjukkan bahwa jumlah kolesterol yang kita makan sangat sedikit kaitannya dengan berapa banyak kolesterol dalam darah.

By: Dokter Jason Fung  (Fasting Lowers Cholesterol – Fasting 16)

Pemikiran selanjutnya adalah menurunkan lemak diet, terutama lemak jenuh bisa membantu menurunkan kolesterol. Meskipun ini salah kaprah, tetapi, masih banyak yang mempercayainya.

Sumber Gambar

Pada tahun 1960, Framingham Diet Study dibentuk untuk secara khusus mencari hubungan antara lemak makanan dan kolesterol. Tapi, kenapa kita belum pernah mendengarnya? Nah, temuan penelitian ini menunjukkan tidak ada korelasi antara dan lemak dan kolesterol apapun. Karena hasil ini beroposisi dengan ‘kebijaksanaan’ yang berlaku saat itu, mereka ditekan dan tidak pernah dipublikasikan dalam sebuah jurnal. Hasil ditabulasikan dan disimpan di pojok yang berdebu.

 Penelitian Tecumseh membagi subjek mereka menjadi 3 tingkat kolesterol darah:

  1. Rendah,
  2. Sedang dan,
  3. Tinggi.

Kemudian, mereka melihat berapa banyak lemak dan kolesterol yang dikonsumsi setiap kelompok. Ternyata masing-masing grup cukup banyak mengkonsumsi lemak, lemak hewani, lemak jenuh dan kolesterol yang sama.

Jadi, apa yang mereka tunjukkan adalah bahwa asupan makanan dari lemak tidak banyak berhubungan dengan kolesterol sama sekali. Diet rendah lemak dan sangat rendah lemak bisa menurunkan LDL (kolesterol jahat) sedikit, tapi juga cenderung menurunkan HDL (kolesterol baik) sehingga bisa diperdebatkan apakah keadaan membaik atau tidak.

Sebenarnya, kita sudah tahu itu untuk cukup lama.

Sebagai contoh, inilah sebuah penelitian di tahun 1995, di mana 50 subjek diberi makan diet lemak 22% atau 39%. Kolesterol awal adalah 173 mg/ dl. Setelah 50 hari menjalani diet rendah lemak, ia terjun bebas ke angka 173 mg/ dl. Oh. Diet tinggi lemak juga tidak menurunkan kolesterol.

Setelah 50 hari diet tinggi lemak, kolesterol meningkat sedikit sampai 177 mg / dl. Jutaan orang mencoba diet rendah lemak atau rendah kolesterol tanpa menyadari bahwa ini telah terbukti gagal. Aku selalu mendengarnya. Kapan pun seseorang diberi tahu kolesterol mereka tinggi, mereka bilang, “Saya tidak mengerti. Saya telah memotong makanan berlemak.” Nah, mengurangi  hidangan lemak tidak akan mengubah kolesterolmu.

So, what to do? Statins, I guess?

“Sedikit lapar sangat berguna untuk orang sakit daripada obat terbaik dan dokter terbaik” – Mark Twain

Banyak menunjukkan bahwa puasa adalah strategi diet sederhana yang secara krusial dapat menurunkan kadar kolesterol. Sekarang, ada banyak kontroversi tentang lipid yang tidak ingin saya rontokkan. Saya hanya akan membahas pandangan konvensional tentang hal itu. Artinya, banyak studi klasik, seperti studi Framingham, telah menunjukkan bahwa ada korelasi antara tingkat kolesterol ‘jahat’ yang tinggi dan penyakit kardiovaskular. Semakin tinggi LDL, semakin banyak hal buruk terjadi.

Sumber Gambar

HDL

Kolesterol ‘Baik’ (HDL) menunjukkan adanya hubungan terbalik. Tingkat tinggi bersifat protektif. Jadi semakin rendah HDL, semakin tinggi pula risiko penyakit kardiovaskular. Asosiasi ini sebenarnya jauh lebih hebat dari pada LDL, jadi mari kita mulai dari sini.

Tetapi, jelas bahwa HDL tidak terkait dengan kejadian kardiovaskular. Mereka hanya penanda penyakit. Beberapa tahun yang lalu, Pfizer menuangkan miliaran dolar untuk meneliti obat yang disebut torcetrapib (inhibitor CETP). Obat ini memiliki kemampuan untuk secara substansial meningkatkan kadar HDL. Jika HDL rendah menyebabkan serangan jantung, maka obat ini bisa menyelamatkan nyawa. Pfizer begitu pede, menghabiskan miliaran dolar untuk membuktikan obatnya efektif. Penelitian dilakukan. Dan hasilnya menakjubkan. Menakjubkan jeleknya. Obat tersebut meningkatkan  angka kematian sebesar 25%. Ya, itu membunuh orang, dari kiri ke kanan seperti Ted Bundy. Beberapa obat lagi dari kelas yang sama diuji dan memiliki efek membunuh yang sama.

Hanya satu ilustrasi lagi tentang korelasi yang bukan penyebab kebenaran. Apa yang terjadi dengan HDL saat berpuasa? Kamu dapat melihat dari grafik bahwa 70 hari puasa harian alternatif memiliki dampak minimal pada tingkat HDL. Ada beberapa penurunan HDL tapi minimal.

Trigliserida

Kisah trigliserida (TG) serupa. Sementara trigliserida mungkin berkorelasi lemah terhadap penyakit jantung, tetapi, bukan mereka biang keroknya.  Ada beberapa obat yang mengurangi trigliserida ke tingkat yang jauh lebih tinggi daripada obat kolesterol, yaitu statin. Niacin adalah salah satu contohnya. Obat ini akan meningkatkan HDL dan menurunkan trigliserida tanpa banyak efek pada LDL. The AIM HIGH study menguji apakah ini akan bermanfaat. Hasilnya mencengangkan. Mencengangkan bobroknya, ya gitu deh.

Sementara mereka tidak membunuh orang, mereka pun tidak membantu mereka. Dan ada banyak efek samping. Jadi, trigliserida, seperti HDL hanyalah penanda bukan penyebab penyakit. Apa yang terjadi dengan trigliserida saat berpuasa? Ada penurunan tingkat trigliserida sebesar 30% (baik) selama puasa harian alternatif. Faktanya, trigliserida cukup peka terhadap diet. Tapi itu bukan mengurangi lemak atau kolesterol yang membantu. Sebaliknya, mengurangi karbohidrat tampaknya menjadi faktor utama yang mengurangi kadar trigliserida.

LDL

Cerita LDL jauh lebih kontroversial. Pastinya, ada korelasi antara kadar LDL tinggi dan penyakit kardiovaskular. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah ini adalah hubungan kausal. Obat statin menurunkan kolesterol LDL dengan cukup kuat, dan juga mengurangi penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi. Tapi obat ini memiliki efek lain, sering disebut efek pleiotropic (mempengaruhi beberapa sistem). Sebagai contoh, statin juga mengurangi peradangan, seperti yang ditunjukkan oleh pengurangan hsCRP, sebuah marker inflamasi. Jadi, apakah itu menurunkan kolesterol atau efek pleiotropik yang bertanggung jawab atas manfaatnya?

Ini adalah pertanyaan bagus yang belum saya dapatkan jawabannya. Cara untuk mengetahui apakah akan menurunkan LDL dengan menggunakan obat lain dan melihat apakah ada manfaat kardiovaskular yang serupa. Obat ezetimibe dalam percobaan IMPROVE-IT juga memiliki beberapa manfaat kardiovaskular, namun sangat lemah. To be fair, penurunan LDL juga cukup sederhana. Kelas obat baru yang disebut PCSK9 Inhibitor memiliki kekuatan untuk mengurangi LDL. Pertanyaannya adalah, apakah akan ada manfaat kardiovaskular.

Indikasi awal cukup positif. Tapi itu jauh dari definitif. Jadi kemungkinan ada bahwa LDL dapat memainkan peran kausal di sini. Bagaimanapun, ini sebabnya dokter sangat khawatir tentang menurunkan LDL. Apa yang terjadi pada kadar LDL saat berpuasa? Well, mereka turun. Banyak. Selama 70 hari puasa harian alternatif, ada sekitar 25% penurunan LDL (sangat baik). Yang pasti, obat-obatan dapat menguranginya sekitar 50% atau lebih, namun ukuran diet sederhana ini hampir setengah dari kekuatan salah satu kelas obat paling ampuh yang digunakan saat ini. Dalam kombinasi dengan pengurangan berat badan, massa bebas lemak yang diawetkan, dan lingkar pinggang yang menurun, jelas bahwa puasa menghasilkan beberapa perbaikan yang sangat kuat pada faktor risiko jantung ini.

Jangan lupa menambahkan LDL yang berkurang, mengurangi Trigliserida dan HDL yang diawetkan. Tapi mengapa puasa bekerja dimana makanan biasa gagal? Sederhananya, saat puasa, tubuh beralih dari pembakaran gula ke pembakaran lemak untuk energi. Asam lemak bebas (FFA) dioksidasi untuk energi dan sintesis FFA berkurang (tubuh membakar lemak dan tidak membuatnya). Penurunan sintesis triasilgliserol menghasilkan penurunan sekresi VLDL (Very Low Density Lipoprotein) dari hati yang berakibat pada penurunan LDL.

Bagaimana Karbohidrat Mempengaruhi Kolesterol

Cara untuk menurunkan LDL adalah dengan membuat tubuh kita membakarnya. Kesalahan diet rendah lemak ini—memberi makan gula tubuh kamu dan bukan lemak tidak membuat tubuh membakar lemak – hanya membuatnya membakar gula.

Kesalahan diet Low Carb High Fat adalah ini—memberi tubuh kamu banyak lemak membuatnya membakar lemak, tapi akan membakar apa yang masuk ke sistem (lemak makanan). Itu tidak akan menarik lemak keluar dari tubuh.

Inilah intinya yang dirangkum dalam gambar besar, tipe orang yang saya kenal. Puasa memiliki efek sebagai berikut:

  1. Mengurangi berat badan
  2. Mempertahankan massa ramping
  3. Memangkas ukuran pinggang
  4. Perubahan minimal pada HDL
  5. Pengurangan dramatis dalam TG
  6. Pengurangan LDL secara besar-besaran.

Apa yang harus kamu lakukan agar bisa kehilangan (selain beberapa kg)? Apakah ini semua akan diterjemahkan ke dalam hasil jantung yang lebih baik, saya tidak memiliki jawaban untukmu. Dugaan saya adalah Ya. Namun, puasa selalu bermuara pada hal ini. Manfaatnya sangat banyak. Ada sedikit risiko. Bagi orang yang khawatir dengan serangan jantung dan stroke, pertanyaannya bukan “Kenapa kamu berpuasa?”, Tapi “Kenapa kamu TIDAK berpuasa?”

Ingin Langsing dan Kurus baca tentang Lemak Jenuh

Sumber Gambar

Lemak Jenuh Sebagai Efek Pelindung Untuk Penyakit Kardiovaskular—Hormon Obesitas

Lemak jenuh yang dipercaya sebagai racun ternyata malah menjadi sosok pahlawan pasca lemak transnya dilucuti. Dengan kata lain, lemak jenuh tidak berbahaya, tidak seperti yang telah digembar-gemborkan selama ini. Dan telah banyak penelitian menunjukkan fakta bahwa ada kemungkinan  lemak jenuh merupakan faktor protektif terhadap penyakit jantung. Studi “Dietary fats, carbohydrate, and progression of coronary atherosclerosis in postmenopausal women” memeriksa perkembangan angiografi penyakit koroner dan hubungannya dengan diet.

By: Dokter Jason Fung

Angiogram adalah tes jantung standar dimana pewarna dimasukkan ke urat arteri di sekitar jantung untuk menentukan apakah ada penyumbatan. Melihat 235 wanita dengan penyakit jantung menahun, mereka mengukur angiogram awal dan mengulanginya rata-rata 3,1 tahun. Mereka kemudian melihat diet para wanita ini untuk melihat apakah ada pola.

Mereka membagi wanita-wanita ini ke dalam kelompok sesuai dengan asupan lemak mereka, tampaknya tidak ada hubungan sama sekali. Wanita yang paling banyak mengkonsumsi lemak memiliki sedikit penyumbatan dibandingkan mereka yang memakan lemak paling sedikit. Diet rendah lemak malah yang paling banyak tersumbat.

Satu Makro nutrien yang menonjol dan terlihat sangat menyeramkan adalah karbohidrat. Asupan karbohidrat tertinggi dikaitkan dengan tingkat penyumbatan jantung tertinggi.

Tidak terlihat terlalu bagus untuk hipotesis Diet-Jantung. Orang-orang yang sedang mengikuti diet ala American Heart Association menyetujui diet rendah lemak membuat mereka berpenyakit jantung. Orang-orang yang mengonsumsi makanan berlemak tinggi malah tidak mengalami masalah.

Jenis lemak makanan selanjutnya dibagi untuk melihat apakah semua lemak jenuh alami memang berbahaya bagi kesehatan manusia. Kelompok yang mengonsumsi lemak paling jenuh memiliki regresi penyumbatannya. Penyakit jantung mereka mencair! Di sisi lain, kelompok yang mengonsumsi lemak jenuh paling sedikit penyakitnya malah semakin menjadi-jadi.

Mengamati industri minyak nabati, tampak bahwa mengonsumsi lebih banyak minyak ini cenderung diasosiasikan dengan progres yang semakin buruk. Tunggu sebentar. Bukankah minyak nabati ini seharusnya ‘sehat bagi jantung’? Bukankah lemak jenuh seharusnya menyumbat arteri? Sepertinya efeknya adalah kebalikan dari apa yang telah diajarkan. Ini juga bukan sekadar studi rinky dink. Buku itu ditulis oleh Dr. Mozaffarian dari sebuah sekolah kecil yang dikenal sebagai Harvard.

Lemak jenuh tidak buruk, mereka baik untuk kesehatan.

Studi besar lainnya Dietary fat intake and early mortality patterns – data from The Malmo Diet and Cancer Study diikuti lebih dari 29.000 subjek di atas 6,6 tahun. Di antara wanita, peningkatan asupan lemak jenuh dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung secara signifikan lebih rendah. Sekali lagi, tidak terlihat terlalu baik untuk Diet-Heart Hipotesis. Mengonsumsi lemak jenuh justru sangat aman.

Hasil yang sama terlihat dalam penelitian Dietary intake of saturated fatty acids and mortality from cardiovascular disease in Japanese. Diikuti kohort 58.543 pria dan wanita Jepang lebih dari 14,1 tahun, para peneliti melihat hubungan antara penyakit jantung, stroke dan asupan lemak jenuh. Tidak mengherankan, ada hubungan terbalik. Itu berarti bahwa mengonsumsi lemak jenuh justru malah melindungi kita dari penyakit jantung dan stroke. Pada tahun 2014, Japan Collaborative Cohort Study found virtually identical results.       Dari kesimpulan mereka, “total kematian berbanding terbalik dengan asupan asam lemak jenuh (SFA)”. Ya, lemak jenuh tidak buruk bagi Anda, itu bagus untuk Anda.

 Beberapa meta-analisis skala besar tentang percobaan mengenai lemak jenuh telah dipublikasikan. Pada tahun 2009, Dr Krause menerbitkan, Meta-analysis of prospective cohort studies evaluating the association of saturated fat with cardiovascular disease“. Setelah meneliti 21 studi yang mencakup 347.747 pasien, dia menyimpulkan: Tidak ada bukti signifikan untuk menyimpulkan bahwa lemak jenuh makanan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Bahkan, ada efek perlindungan kecil namun signifikan terhadap stroke.

Dr. Chowdhury dalam makalahnya Association of Dietary, Circulating, and Supplement Fatty Acids With Coronary Risk: A Systematic Review and Meta-analysissampai pada kesimpulan yang sama. Sementara lemak trans meningkatkan risiko penyakit koroner, lemak jenuh tidak. Tidak ada kekhawatiran bahwa lemak jenuh ganda menyebabkan penyakit. 

Lemak tak jenuh ganda mengandung omega 3 dan omega 6s. Sementara keduanya ditemukan di alam, makanan kita saat ini mungkin sangat berat dan tidak sehat, serta condong ke omega 6s. Ramsden memutuskan untuk menganalisis semua penelitian mengenai lemak tak jenuh ganda, namun membagi lemak tersebut dan menerbitkan makalah tersebut, Use of dietary linoleic acid for secondary prevention of coronary heart disease and death“. 

Gambaran keseluruhan menunjukkan tidak ada peningkatan risiko kematian dengan lemak tak jenuh ganda. Namun, setelah diperiksa lebih dekat, Anda dapat melihat bahwa percobaan yang meningkatkan konsumsi omega 3 menunjukkan perlindungan terhadap penyakit jantung. Studi yang meningkatkan konsumsi omega 6 meningkatkan penyakit jantung. Omega 6, jika Anda ingat adalah minyak nabati yang kita konsumsi jauh melebihi omega 3 dengan faktor 15 sampai 30.

Awwww. Snap. Nutritionism menyerang lagi. Semua polyunsaturates tidak sama. Kita terlambat menyadari fakta bahwa minyak nabati highly inflammatory, yang diolah tingkat tinggi mungkin bukan untuk ‘jantung sehat’. Kemungkinan besar mereka berbahaya untuk hati jantung. Dan margarin baru saja berubah dari lemak trans menjadi minyak nabati … .. Saran untuk mengganti lemak jenuh menjadi minyak sayur mungkin belum bagus.

Sumber Gambar

Satu-satunya uji coba acak jangka panjang Test of Effect of Lipid Lowering by Diet on Cardiovascular Risk oleh Dr. Frantz, melihat efek perpindahan telah ditunjukkan pada dekade ini sebelumnya. The Minnesota Coronary Survey mengacak 9.057 narapidana di fasilitas psikiatri untuk mengikuti diet standar dengan lemak 39% (18% jenuh, 5% polyunsaturated, 16% monounsaturated, 446 mg cholesterol) hingga 38% diet lemak jauh lebih rendah pada lemak jenuh (9 % Jenuh, 15% tak jenuh ganda, 14% monounsaturated, 166 mg kolesterol). Hal ini dicapai dengan mengubah ke pengganti telur, margarin dan daging sapi rendah lemak—-semua makanan lezat dan artifisial. Selama masa tindak lanjut 4,5 tahun, mereka tidak dapat menunjukkan manfaat apapun dalam hal penyakit jantung.

Namun, mereka mampu menunjukkan perbedaan dalam angka kematian total. Bukan itu yang mereka cari. Kelompok yang sedang ditreatment meninggal lebih cepat daripada kelompok yang mengonsumsi semua lemak jenuh.

Apa? Mengkonsumsi makanan artifisial, buatan manusia, hasil proses industri tidak baik untuk Anda?

How can that possibly be?

 

Ingin Kurus dan Langsing Permanen? Simak Atkin Diet


Sumber Gambar

Atkins Onslaught
By: Dokter Jason Fung

Sebetulnya, diet rendah karbohidrat telah dikenalkan oleh Jean Anthelme Brillat-Savarin (1755 -1826), jauh sebelum Dr. Atkins. Jean menulis buku teks “The Physiology of Taste” yang berpengaruh pada tahun 1825. Terkadang ia juga dianggap sebagai ayah dari diet rendah karbohidrat, kalimatnya:
“The second of the chief causes of obesity is the floury and starchy substances which man makes the prime ingredients of his daily nourishment. As we have said already, all animals that live on farinaceous food grow fat willy-nilly; and man is no exception to the universal law.”
“Yang kedua penyebab utama obesitas adalah zat floury dan tepung yang merupakan bahan utama makanan harian kita. Seperti yang telah kita katakan sebelumnya, semua hewan yang memakan makanan yang tidak biasa, akan tumbuh gemuk, dan akan berpenyakit; Dan manusia tidak terkecuali dengan hukum universal. ”

Hal ini yang juga ditulis oleh William Banting dalam pamflet terlarisnya “Letter on Corpulence” pada tahun 1863. Jadi, gagasan ini telah menyertai kita selama lebih dari satu abad. Menjelang pertengahan 1950-an, Pengurangan Kalori sebagai teori utama obesitas tampaknya mulai terasa. Rasanya jauh lebih ilmiah untuk membahas kalori daripada makanan.

Tapi masih ada yang bertahan. Dr. Alfred Pennington menulis sebuah editorial di The New England Journal of Medicine pada tahun 1953 yang menekankan peran karbohidrat pada obesitas. Walter Bloom melakukan penelitian membandingkan diet rendah karbohidrat dengan rejimen puasa dan menemukan penurunan berat badan yang sebanding di antara keduanya. Masih banyak yang percaya Hipotesis Karbohidrat-Insulin.

 

Sumber Gambar

Dr. Irwin Stillman menulis “The Doctor’s Quick Weight Loss diet” pada tahun 1967 yang merekomendasikan diet tinggi protein rendah karbohidrat yang masih dicetak hari ini. Dilanjutkan dengan cepat menjual lebih dari 2,5 juta buku dan menjadi dikenal sebagai diet Stillman. Alasan di balik diet adalah bahwa protein membutuhkan energi ekstra untuk metabolisme (the Thermogenic Effect of Food – TEF), makan lebih banyak protein dapat menyebabkan penurunan berat badan. Dr Stillman sendiri kehilangan 50 pon, pada dietnya hingga 90% protein (!). Dia dilaporkan merawat lebih dari 10.000 pasien kelebihan berat badan dalam diet ini. Gerakan karbohidrat rendah berjalan dengan baik.

Dr. Robert Atkins membuka praktik kardiologi di New York City pada tahun 1960. Dia sendiri kelebihan berat badan, ia membaca beberapa literatur karbohidrat rendah dan memutuskan untuk mencobanya sendiri. Yang menakjubkan adalah, ternyata diet rendah karbohidrat berhasil seperti yang diiklankan. Tanpa menghitung kalori, ia mampu melepaskan berat ekstra yang mengganggu. Dia mulai meresepkan makanan kepada pasien dalam praktiknya dan memperhatikan bahwa beberapa pasien melakukannya dengan sangat baik. Dia menjadi fitur di majalah seperti Vogue dan menerbitkan buku asli “Dr. Atkins Diet Revolution “pada tahun 1972.

Pada tahun 1983, Dr. Richard Bernstein, seorang penderita diabetes tipe 1 sejak usia 9, membuka klinik kontroversial untuk merawat penderita diabetes dengan diet rendah karbohidrat. Praktiknya luar biasa berbeda dan kontroversial dengan sebagian besar otoritas nutrisi dan medis saat itu. Awalnya, ia adalah seorang insinyur, ia masuk sekolah kedokteran pada usia 45 untuk belajar mengendalikan gula darahnya dengan lebih baik.

Pada tahun 1992 dan kemudian tahun 1999, Dr. Atkins menerbitkan versi terbaru dari buku best seller-nya “Dr. Atkins’ New Diet Revolution”. Dr. Bernstein menerbitkan “Dr. Bernstein’s Diabetes Solution”. Keduanya menjadi monster best seller dengan lebih dari 10 juta buku terjual. Dr. Richard Heller, seorang peneliti ahli biologi menulis “The Carbohydrate Addicts Diet” pada tahun 1993 yang telah menjual lebih dari 6 juta eksemplar. Atkins Onslaught telah dimulai dengan baik dan benar.

Pada saat itu, agama rendah lemak telah mengakar di komunitas medis. Meskipun kurangnya bukti untuk mendukung nasihat rendah lemak yang disalurkan oleh asosiasi medis yang spadeful, seperti American Heart Association dan American Medical Association, namun mereka dengan cepat mencela diet ‘mode’ baru (rendah karbohidrat) yang dipopulerkan oleh Atkin dan Bernstein.

The American Heart Association, dalam publikasi mereka sendiri mengakui bahwa Diet rendah lemak ini tidak terbukti dalam jangka panjang. Mereka juga mengakui bahwa diet Atkins sanggup menurunkan kolesterol dengan sukses dan superior. Meskipun tidak ada perubahan pada LDL (kolesterol jahat), ada penurunan trigliserida yang lebih baik dan peningkatan HDL yang lebih baik (kolesterol baik). Diet Atkins juga mengakibatkan penurunan berat badan awal yang lebih cepat. Semua ini adalah hal yang baik.

 

Meskipun demikian, AHA berkonsentrasi dengan aterogenisitas—yaitu, tingkat dimana plak terbentuk di arteri. Tentu saja, tidak ada bukti. Anehnya, diet rendah lemak yang direkomendasikan, yang belum ada buktinya—tidak dipermasalahkan. Sungguh tidak objektif.
Tidak ada kekhawatiran bahwa tingkat asupan gula yang lebih tinggi, akan memperburuk kondisi kesehatan. Tidak ada kegelisahan bahwa diet rendah lemak bisa membuat kondisi diabetes tipe 2 semakin kacau. Tidak ada rasa bersalah bahwa epidemi obesitas dan diabetes mengamuk dengan kekuatan penuh di bawah hidung mereka. AHA bermain-main, sementara Roma dibakar. Selama 40 tahun, AHA menyarankan diet rendah lemak, krisis obesitas tumbuh dengan proporsi gigantis. Sampai dengan detik ini, AHA tidak menyisihkan waktu untuk mempertanyakan apakah saran mereka efektif dan bisa membantu orang? Sebagai gantinya, mereka malah asyik dengan games favorit mereka—Blame the patient! Bukan salah kita diet tidak bekerja. Itu adalah kesalahan pasien, karena mereka karena tidak mengikuti diet.

Sebagai gantinya, saat pesaing baru datang untuk menantang kebijaksanaan konvensional, para dokter memulai campaign of slurs and innuendo alias berkampanye dengan mengolok-olok dan menyindir. Tetapi, sebelum aksinya menjadi-jadi, studi baru mulai keluar pada pertengahan tahun 2000an dengan membandingkan makanan-rendah-karbohidrat-yang-baru dengan standar lama.

Diterbitkan di New England Journal of Medicine bergengsi, beberapa studi jangka pendek pertama menunjukkan penurunan berat badan jangka pendek yang lebih besar dengan rencana rendah karbohidrat Atkins.

 

Sumber Gambar

Pada tahun 2007, Journal of American Medical Association menerbitkan sebuah studi yang lebih rinci. Empat rencana bobot populer yang berbeda dibandingkan dalam uji coba head to head. Ada satu pemenang yang jelas—diet Atkins. Tiga lainnya cukup mirip. Namun, dalam membandingkan diet Atkins dengan diet Ornish (sangat rendah lemak), menjadi jelas bahwa dengan diet Atkins, tidak hanya penurunan berat badan yang lebih baik, tapi juga tekanan darah lebih ciamik, kolesterol bagus dan gula darah lebih mendingan. A grand slam!
Pada tahun 2008, di New England Journal of Medicine, belum ada penelitian lain yang dirilis yang menunjukkan metode penurunan berat badan superior pada diet Atkins. Tetapi Israel telah melakukan penelitian yang sama, membandingkan diet Mediterania, Low-Fat dan Atkins.

Sementara diet Mediterania mampu bertahan melawan diet Atkins yang mengurangi lemak, standar the Low Fat American Heart Association dibiarkan tersedak debu—sedih, letih dan tidak dicintai kecuali oleh dokter akademis. Tidak hanya itu, tapi Atkins mengurangi HgA1C, rata-rata 3 bulan gula darah 0,9%, jauh lebih banyak daripada diet lainnya dan hampir sama kuatnya dengan pengobatan. Manfaat metabolik jangka pendek dari diet Atkins juga jauh lebih unggul. The hsCRP, ukuran peradangan, berkurang paling banyak pada diet Atkins.

Para profesi medis tertegun dan sedikit terperangah. Studi ini telah dilakukan hampir dengan tujuan menghancurkan reputasi Atkins. Eh tetapi, mereka malah mendukungnya. Revolusi Diet Baru berjalan dengan mulus. Hidup Revolusi. Eits, jangan senang dulu, karena ada masalah menghadang di depan.