Ingin Ramping? Baca tentang Mengapa Komposisi Tubuh itu Penting

Sumber Gambar

Ada segepok harapan yang saya inginkan, salah satunya adalah dunia kedokteran menjadi lebih kordial. Salah satu hal yang paling meneror saya adalah fiksasi kami dengan skala di timbangan, dan kurangnya pendidikan tentang apa yang seharusnya dikatakannya kepada kami. Baik wanita dan pria menggunakan berat total tubuh mereka sebagai penanda seberapa sehat mereka, tetapi, seberapa jitu-kah itu?

Sebenarnya itu tidak akurat sama sekali. Skala ini mewartakan total berat badan kita. Si angka di timbangan memberi tahu kita berapa banyak massa lemak, komposit otot, volume tulang dan debit air yang ada di tubuh kita. Kita hanya menganggap semakin minor angkanya, semakin oke. Ini adalah salah satu asumsi paling berbahaya yang kita buat dalam mayapada kedokteran saat ini.

By: Megan Ramos (Why Does Body Composition Matter—Women and Fasting Part 4)

Ilustrasi, dulu, berat badan saya adalah186 pound dan 97 pound, dan saya memang mengalami obesitas, baik di skala 186 maupun 97. Tidak sulit bagi orang lain memberikan cap atau julukan gemuk bagi saya, jika memang berat badan saya sebanyak186 pound, ditambah tinggi saya hanya lima kaki. Tapi jika berat badan saya adalah 97 dan masih dijuluki tambun, apa nggak keterlaluan namanya? Bagaimana mungkin saya bisa mengalami adipositas atau penimbun lemak?

Yang benar adalah saya mungkin mini, tapi harusnya nggak gitu, saya adalah si karung lemak, dan bakul lemak saya ada di angka £186. Pertama kali saya mulai berpuasa, lantas memermak pola makan saya menjadi diet ketogenik, bobot badan saya sebanyak 186 pon. Saya penat dan lelah sepanjang waktu. Jika benar keto dan puasa merupakan jawabannya, kapan ya energi saya bisa ngumpul? Saya gregetan, saya udah nggak sabar.

Memang, sih, saya sudah berhasil mendepak berat badan saya sebanyak 60 kilogram, dari 6 bulan yang lalu, semenjak saya memulai gaya hidup baru. Saya masih ingat, saya tersenyum dari telinga ke telinga pada hari ketika saya mendapati angka £126 di timbangan. Saya berhasil mencapai berat ‘tujuan’ saya, yang berarti saya telah sehat, itu berdasarkan nalar saya.

Faktualnya, tidak.

Saya nggak enak badan, dan stamina saya daif. Apakah itu lebih apik daripada saat bobot saya lebih banyak? Ya iyalah, tetapi saya masih merasa sakit. Dibandingkan wanita yang sehat 100% seusia saya, saya merasa benar-benar payah. Mungkin saya telah keliru membuat ringkasan. Saya nggak mau kayak gini. Ini semua harus dipatahkan. Bisa jadi memang kebiasaan makan saya masih bobrok, sialnya, ini telah berlangsung sepanjang hidup saya.

Sumber Gambar

Saya menarik langkah kembali, saya mulai puasa lagi dan bersarang ke dalam mode maintenance. Beberapa bulan selepas saya menyerah, saya mendapati bahwa saya masih fertil, saya nggak fit.

Hari itu adalah Senin pagi yang reguler, dan saya membuka email saya untuk mengecek apakah fotografer perkawinan kami telah mengirimi tautan untuk melihat potret pernikahan kami. Dengan bersemangat, saya mengklik link untuk melongok gambar-gambar tetapi terkejut melihat diri saya terlihat seperti buntelan. Saat itu, saya cantik dan suka foto pernikahan saya, tapi saya tampak surplus berat badan. Saya terperangah banget dan sedikit khawatir tentang kesehatan mental saya. Mengapa saya masih memergoki Megan yang gembrot?

Dengan santai saya bertanya kepada suami dan ibu saya. Mereka berdua mengabaikan saya mentah-mentah dan berasumsi mungkin saya sudah ‘gila’. Saya bertanya kepada beberapa teman terbaik saya, dan mereka menandaskan hal yang sekufu. Saya menetapkan sebuah keputusan untuk mencetak salah satu foto dan menempelkan stiker di atas wajah saya, membungkus identitas saya.

Sumber Gambar

Saya membawa foto ini ke klinik suatu sore dan menyoal hal ini pasien saya, apa yang mereka pikirkan tentang ‘wanita’ ini. Setiap orang menyarankan agar si wanita itu sebaiknya memenggal beberapa kilogram. Keesokan harinya saya memesan pemindaian komposisi tubuh DEXA untuk perdana kalinya.

Pemindaian komposisi tubuh DEXA adalah salah satu cara paling jempolan, selain dari MRI, tujuannya? Untuk mendeteksi prediksi kasar dari lemak tubuh Anda. Hasilnya sangat ‘leceh’. Tidak hanya ekses lemak tubuh sebesar 36,7%, saya juga menderita osteoporosis. Plus, saya memiliki massa otot yang sangat marhaen’ untuk seseorang seusia saya, jelek banget, deh.

Lantas inilah yang saya lakukan untuk damage control:

  1. Saya merujuk ulang ke puasa dan mengencangkan diet keto saya, hari itu juga.
  2. Saya menggarap 72 jam puasa sekali seminggu, dan melacak makro saya saban
  3. Saya melakukan olahraga interval intensitas tinggi (HIIT) dan sport rebound pada trampolin mini.

Dalam separo tahun, berat badan turun dari 126 pon menjadi 97 pon. Energi saya merayap secara signifikan, tetapi saya terlihat tidak segar. Orang-orang mulai penasaran, apakah saya anoreksia atau saya mengidap kanker? Saya memutuskan untuk melakukan pemindaian DEXA lain karena mencium gelagat bahwa lemak tubuh telah tergelincir menjadi 31,4%.

Sumber Gambar

Saya juga menambah kepadatan sedikit komposit tulang dan membangun beberapa massa otot. Sehari setelah hasil scan keluar, saya terbang ke Danau Tahoe untuk bersua dengan suami saya untuk merayakan ulang tahunnya.

Saya paham saya telah kehilangan banyak berat badan dengan pol-polan, sehingga jins pendek saya tampak seperti minjem ke orang alias si celana menjadi kebesaran. Lantas, saya berayun ke mal untuk menjambret sepasang. Ukuran lima ternyata pas seperti sarung tangan.

Setelah saya kembali dari traveling, saya memetik konklusi saat itu adalah waktu yang tepat untuk menggemuk. Saya mulai melakukan banyak puasa intermittent/ atau puasa sebentar-sebentar, misalnya hanya selama 24 jam, mengetatkan olahraga saya untuk membentuk massa otot, dan juga asupan lemak makanan dilipatgandakan sekitar 60 gram per hari.

Dalam beberapa bulan berat badan saya naik menjadi 112 pound, tapi coba tebak? Ukuran jins lima, yang saya beli ketika berat saya 97 pon, sekarang kedodoran! Saya balik lagi ke toko yang sama, dan membeli kembali celana pendek dalam ukuran nol.

Meskipun naik sekitar 15 pon, saya malah menjatuhkan ukuran pakaian dengan jumlah memuaskan. Pemindaian komposisi tubuh DEXA saya berikutnya menunjukkan bahwa saya telah memperkuat tulang saya secara signifikan, mendapatkan banyak massa ramping, dan lemak tubuh musnah dalam jumlah banyak. Hari ini saya lebih ramping meski berat saya 112 pon, lebih berat dibandingkan ukuran di £97, itu karena saya memiliki komposisi tubuh yang lebih afiat.

Saya melihat ini berulang kali pada pasien saya, terutama penderita diabetes yang kelihatannya langsing. Kami menyebut pasien ini TOFIs—tipis di luar, berlemak di bagian dalam. Saya nggak akan pernah lupa, hari ketika saya mendengar Dr. Fung memberitakan kepada seorang wanita, yang beratnya 90 pon (kelihatan kurus), tapi mengalami obesitas. Sungguh suatu paradoks.

Organ-organnya dijejali dengan lemak yang menyebabkan diabetes, dan dia lemah banget, juga menderita osteoporosis fatal. Wanita itu terdiam beberapa saat, kemudian membantah, tetapi kemudian menyadari bahwa pernyataan dokter Fung memang valid. Bukan hanya pasien yang kelihatan gemuk yang berjuang dengan skala di timbangan. Bahkan perempuan yang tampak ramping pun mengalami hal serupa.

Sumber Gambar

Saya akan selalu mengenang salah satu pasien yang datang ke ruang ujian saat saya menari. Dia adalah wanita kaya tetapi terlihat seperti gelandangan. Celana panjangnya enam ukuran longgar banget, sabuk kulit mewah yang diikat simpul di pinggangnya juga terlihat gede bingit.
Saya nggak bisa menahan tawa, dia tampak konyol. Saya bertanya, “kenapa bisa begitu? Dan dia menjawab, “saya udah menghempas si berat banyak banget, dong, dan saya belom sempat membeli baju baru.” Dia hanya akan terlihat seperti badut, jadi dia memutuskan untuk stop melangsing.

Kami berdua tertawa dan mengobrol tentang puasa dan bagaimana dietnya berjalan, kemudian saya memintanya untuk menginjak timbangan, jadi saya bisa mengukurnya. Saya ingat dia menari di atas timbangan dalam beberapa menit, lalu mulai menangis histeris. Dia tidak kehilangan berat badan sejak saya melakukan pengukuran lima minggu sebelumnya. Dia duduk dan mulai hiperventilasi. “Ini apa-apaan, sih?”

Saya memintanya untuk menggendong saya, jadi saya bisa mengukur pinggangnya. Pinggangnya telah berkurang sebanyak empat inci dalam sebulan. Itu lemak tubuh dalam jumlah melimpah! Tapi, wanita ini acuh aja . Di sepanjang hidupnya dia selalu diberitahu, bahwa angka di timbangan adalah parameter sahih bahwa ia termasuk sehat atau tidak.

Jika Anda hanya ingin kehilangan lemak tubuh dan tidak bermaksud untuk mendapatkan massa ramping, maka Anda hanya perlu lebih fokus untuk melakukan puasa 16: 8 atau 18: 6. Semakin lama Anda berpuasa, semakin banyak HGH yang Anda hasilkan.

Sumber Gambar

Lagian siapa yang ingin menjadi rapuh dan lemas? Ini adalah massa otot yang membuat persendian kita kuat saat kita bertambah tua. Saya belum pernah bertemu satu pasien pun yang riang karena harus mengganti lutut atau pinggul saat mereka bertambah tua, atau nyeri artritis.

Itu sama dengan osteoporosis juga. Banyak pasien saya yang sangat rapuh, sehingga mereka ogah meninggalkan rumah mereka selama musim dingin, karena takut tergelincir dan tulang pinggul patah. Saya pikir lebih baik untuk berpuasa lebih lama jika Anda sanggup, sehingga kita dapat kehilangan lemak tubuh yang mana menyebabkan kita nggak sehat dan fokus untuk menjadi kuat dan bugar. Nggak apa-apa, dong, kalo kita mendapatkan berat yang sehat, dan bahkan krusial malah.

Pada tulisan minggu depan, kami akan membahas berbagai cara mengukur komposisi tubuh Anda dan bagaimana Anda dapat melacaknya di rumah.