Ingin Kurus dan Ramping? Baca tentang Kapan Berhenti Puasa Intermitten atau Stop Keto

Apakah memikirkan tentang rendang, gulai, ayam pop yang super duper lezat itu membikin Anda merasa lumpuh? Si otak ini nggak bisa berhenti mikirin itu lagi dan lagi.

Nggak peduli apa yang Anda lakukan, Anda nggak sanggup menghentikan bayangan betapa enaknya saat Anda menenggelamkan gigi Anda ke dalam steak yang juicy dan super endes, sialnya, makanan yang seksi dan penuh pesona ini selalu eksis di khayalan Anda dan, yang lebih super brutalnya lagi adalah, imajinasi tentang melahap makanan ini tidak pernah bisa ditendang?

By: Megan Ramos (Fasting Basics: When to Stop Your Fast)

Steak ini termasuk hidangan rendah karbohidrat dan bahkan termasuk menu di diet keto, kan? Haruskah Anda menyerah dan berbuka puasa karena ini adalah pilihan makanan yang cukup ‘aman’?

NO NO NO! ANDA TETAP HARUS SELESAIKAN PUASA ANDA!

Bagi kebanyakan dari kita, masalah terkrusial kita dalam puasa, is mind over matter. Atau masalah pikiran aja, Sob. Terkadang otak kita merasa bahwa rintangan puasa sulit banget untuk ditaklukkan, bahkan lebih ruwet dibandingkan mendaki Gunung Everest.

Tetapi dengan upaya yang konsisten, kita bisa kok mengubah proses berpikir kita, dan cihuynya, ini bisa disilih hanya dalam hitungan minggu aja, lho. (lebih lanjut tentang tantangan perilaku berpuasa di posting saya berikutnya).

Tetapi, saat puasa, kapan Anda seharusnya berhenti dan ya udahlah mending makan aja? Dalam posting terakhir kami di Cara Mengatasi Efek Samping Puasa, kami berbicara tentang beberapa risiko nggak asik dari puasa, seperti sakit kepala dan gejala seperti flu.

Biasanya sih nggak masalah tuh untuk menghandle efek samping dari puasa selama Anda berkonsultasi dengan dokter Anda, dan memastikan nggak ada hal serius yang akan terjadi. Namun, ada satu gejala yang harus ditanggapi dengan sangat serius: mual. Jika Anda merasa sedikit mual saat berpuasa, Anda harus segera mengakhiri puasa dan makanlah secepatnya. Mual biasanya terjadi karena Anda menjadi terlalu dehidrasi.

Baik elektrolit Anda menjadi menipis banget atau konsentrasi badan keton (sumber bahan bakar yang dihasilkan oleh pembakaran lemak) dalam darah Anda menjadi terlalu semampai. Apakah ini berarti bahwa Anda harus menenggak air lebih banyak? No, not necessarily. Nggak, belum tentu begitu.

Anda harus minum hanya jika merasa haus. Tapi tetap aja, tidak ada jumlah ideal berapa ons liter air yang harus Anda konsumsi setiap hari. Jika Anda merasa haus, minumlah. Jika enggak, maka jangan minum. Overhydration/ overhidrasi sama seramnya dengan dehidrasi.

Jadi, gimana dong supaya kita bisa tetap terhidrasi jika itu tidak berarti kita minum air setiap detik setiap hari?

Ikuti tips di bawah ini untuk memastikan satu-satunya masalah saat Anda berpuasa  adalah bayangan tentang makanan super duper lezat yang tak bisa hilang dari kepala Anda.

Suplemen dengan Elektrolit


Masalah dengan ketidakseimbangan elektrolit sering dialami jika seseorang menderita kadar insulin tinggi atau sindrom metabolik (hiperinsulinemia atau resistensi insulin).

Ketika kita mulai berpuasa, level insulin kita akan terjun bebas secara spektakuler. Menukiknya insulin ini nyebabin pengiriman sinyal ke ginjal agar segera mengeluarkan air berlebih. Tetapi seringkali, kita kehilangan elektrolit ekstra, khususnya sodium juga.

Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah hal ini menjadi problematika lebih njelimet:

  1. Minum secangkir kaldu tulang buatan sendiri atau kaldu sayuran rendah karbohidrat.
  2. Sajikan pickle juice jus acar langsung atau dicairkan dalam air secukupnya.
  3. Tambahkan 1-2 TBSP sole ke dalam secangkir air.
  4. Ambil beberapa fasting drops sepanjang hari.
  5. Comot sejumput garam dan letakkan di lidah Anda.

Jika Anda seseorang yang nggak memiliki masalah terkait dengan kadar insulin yang tinggi, dan Anda tidak berasal dari kalangan yang mengonsumsi karbohidrat garis keras, maka Anda cenderung jarang mengalami masalah ini, kok.

Kiat expert: penting banget untuk rajin minum elektrolit selama 72 jam puasa panjang karena pada saat itulah Anda akan melihat insulin ngedrop dengan level super meruah. Jika Anda merasa lapar, cobalah minum air terlebih dahulu. Kita sering salah mengira haus adalah lapar karena kita sering nggak nge-tune atau sangat tidak selaras dengan tubuh kita.

Sumber Gambar: quickanddirtytips.com

Dan ketika kita sedang berpuasa, kita berekspektasi mengalami kelaparan yang intens, jadi kita mengabaikan rasa haus. Inilah mengapa haus sering nggak dianggap. Akibatnya, konsentrasi dalam darah kita bisa menjadi terlalu jangkung, yang dapat nyebabin problem seperti mual.

Hal yang sama berlaku jika kita minum air ‘seember’, maka, konsentrasinya menjadi terlalu encer. Ketika kita membakar lemak tubuh, kita menghasilkan sumber bahan bakar alternatif untuk glukosa yang disebut badan keton.

Biasanya kehadiran tubuh keton dalam darah kita adalah hal yang aman dan disambut dengan gembira, terutama jika kita berusaha untuk memangkas lemak tubuh. Tapi sama seperti yang lainnya, terlalu banyak hal baik bisa menjadi hal yang ultra buruk juga, Sob. Jika di dalam darah kita konsentrasi tubuh keton terlalu tinggi, maka kita mungkin mulai merasa mual.

Ikuti saran ini, untuk memastikan Anda nggak gagal paham—mengira haus, tapi berasumsi sedang lapar:

  1. Jika Anda merasa lapar, minum 1 gelas air dan tunggu 30 menit.
  2. Lakukan sesuatu alih-alih duduk dan menatap jam.
  3. Tanyakan pada diri sendiri: apakah saya masih merasa lapar? Biasanya, jawabannya adalah tidak.

Kiat ahli: Jika Anda sedang berada di jendela makan, Anda bisa juga ngerjain hal di atas, di antara jam makan ketika Anda tergoda untuk mengemil kacang dan keju.

Remember, ini bukan hanya apa yang Anda makan tetapi juga kapan Anda makan. Keduanya menentukan apakah:

  1. Anda sehat dan.
  2. Akan mempertahankan berat badan Anda.

Ingatlah selalu, bahwa Anda dapat berbuka puasa jika merasa nggak enak badan dengan alasan apa pun, bukan hanya mual. Anda selalu bisa memulai puasa saat Anda merasa sehat kembali. 

Dengarkan tubuh Anda, dan hubungi bantuan medis secepatnya.

Ingin Kurus dan Ramping? Baca Testimonial Pasien Diabetes Bernama “S”

Sumber Gambar

Saya menerima surat yang sangat bagus dari Mr. S tentang kesuksesannya dalam menaklukkan diabetes tipe 2. Saya telah mengeditnya sedikit dan menuliskannya kembali di sini dengan seizinnya. Ini dia ceritanya.

Saya bekerja sebagai professional di industri mapan dan dengan tingkat kesejahteraan yang cukup tinggi  sampai dengan akhir 30-an. Saya tinggal di Inggris. Oleh karena itu saya biasanya memeriksakan kesehatan saya (general check up) secara berkala. Gaya hidup saya termasuk jarang bergerak dan tentu saja tidak sempat berolahraga. Saya memanjakan diri saya dengan  sering meminum gula-tidak-natural dalam bentuk minuman bersoda, suplemen, makanan cepat saji, dan berbotol-botol alkohol.

By: Dokter Jason Fung  (Diabetes Success Story I – Mr “S”)

Saya telah sangat terbiasa dengan gaya hidup seperti ini sedari muda. Meskipun hasil medical tidak terlalu mengecewakan, namun berat badan saya selalu menjadi masalah, saya selalu berada di zona kegemukan, dan ini sudah berlangsung selama 7 tahun. Saya sungguh merasa semuanya baik-baik saja, meskipun saya tahu, suatu ketika nanti saya tidak akan sesehat ini lagi. Pada tahun 2013, hasil medical keluar cukup mengejutkan, di dalam sampel urin saya ditemukan glukosa.

Angka glukosa dalam urine menunjukkan jumlah di atas 10mmol/ L (sementara nilai normal adalah 6). Setelah saya melakukan tes darah lebih lanjut, hasilnya adalah 10mmol/ L meskipun HbA1c saya 10,5%  (normal di atas 6%, diabetes lebih dari 6,5%). Tidak ada riwayat diabetes di keluarga saya, dan ini membuat saya sedikit syok. Saya tidak bisa bekerja sampai saya berhasil mengendalikan situasi. Apa yang menyebabkan gula darah saya melonjak? Apa yang mempengaruhi kondisi kesehatan saya?

Sumber Gambar

Saya tahu sekarang dan saya bisa mengendalikan gula saya secara alami tanpa perlu khawatir. Kuncinya adalah memiliki will power, keyakinan mental dan pengetahuan supaya semuanya dapat terkontrol.

Dokter saya meresepkan Metformin tapi saya menolak untuk menggunakannya. Saya tidak mau mengandalkan pada obat dan menjadi ‘korban’ lainnya.

Saya tahu bahwa saya bisa mengalahkan diabetes alami tipe 2. Diabetes tipe 2 terkait dengan pilihan dan gaya hidup. Jika kamu mengerti tentang diabetes, kamu bisa mengenyahkannya. Kurang dari 3 bulan setelah perawatan medis tahunan saya, gula darah puasa saya adalah 4.5mmol / L dan HbA1c saya adalah 6,1% (non-diabetes). Dokter saya sangat terkejut dengan hasilnya, dan mengatakan bahwa tidak mungkin untuk menghilangkan diabetes tanpa obat dalam jangka waktu sesingkat itu.

Tapi buktinya, saya telah berhasil. Mereka mencari alasan lain (apakah ada kemungkinan lain selain diabetes mengapa gula darah saya melonjak). Namun, gula tinggi merupakan tanda ketidakseimbangan metabolik dan ada sesuatu yang perlu diubah.

Orang-orang masih salah paham mengenai diabetes sampai dengan hari ini. Glukosa darah tinggi adalah simptom, bukan penyakit. Menurut Dr Fung, masalahnya adalah terlalu banyak insulin. Sekarang saya menyadari bahwa kadar insulin saya tidak normal karena asupan gula saya sangat tinggi. Jika saya berolahraga dan mempertahankan berat badan yang sehat, saya tidak akan pernah terkena diabetes secepat ini.

Gejala glukosa tinggi merupakan peringatan bahwa insulin saya berlebihan dan pasti akan banyak konsekuensi kesehatan lainnya. Saya mulai memahami bahwa kadar insulin yang tinggi dapat menyebabkan masalah jantung, kanker, dan penyakit lain. Begitu saya mengetahui diagnosisnya, saya langsung menghadapinya.

Saya berolahraga setiap hari setidaknya 30 menit. Saya lebih menekankan olahraga di bagian kaki, karena sebagian besar darah diproduksi di kaki. Saya ingin mendorong sel darah merah segar yang diproduksi setiap 2-3 bulan sekali. Olahraga juga membuat respons sel darah merah yang lebih baik terhadap insulin.

Perubahan yang paling penting adalah diet saya. Saya mulai jarang makan. Kudapan saya juga hanya apel dan plum. Kadang saya kelaparan tapi saya banyak minum air. Saya makan berbagai jenis kacang, dengan kuantitas yang cukup banyak juga. Saya telah menukar kebiasaan sarapan buruk saya. Tadinya saya selalu sarapan bubur oatmeal jumbo dengan bubuk kayu manis, sekarang saya makan blueberry segar.

Untuk makan siang, saya makan tuna, buah zaitun, dan daun salad, tanpa roti. Saya makan ikan salmon/ putih yang dipanggang dengan minyak zaitun extra virgin dan ramuan dan bumbu yang berbeda disertai sayuran segar setiap malam. Saya tidak makan nasi, kentang, pasta, atau roti. Permen telah menjadi musuh saya, dan jika saya mengidam makanan manis saya mensubtitusi dengan buah-buahan dan air. Saya tidak menyentuh alkohol, jus buah, minuman bersoda, minuman energi/ suplemen, dan hanya meminum air putih dan teh herbal.

Saya melakukan ini terus menerus selama 2-3 bulan. Saya memiliki sesuatu untuk dibuktikan kepada dokter yang selalu meragukan dan mengatakan mustahil saya akan sukses. I’ve had the last laugh.

Menghapus gula buatan dari diet adalah hal yang sulit tapi tidak absurd. Indera pengecap saya menjadi lebih sensitif  pasca mengonsumsi makanan alami selama beberapa minggu. Buah mulai terasa lebih manis dari yang pernah saya ingat sehingga hasrat-mengidam-makanan-manis saya lebih terpuaskan. Kacang-kacangan, meski gurih, sudah mulai terasa manis juga bagi saya.

Sebenarnya, rasa yang berbeda mulai muncul dari apapun yang saya makan. Gula pengganti, pengawet, penyedap rasa, dan garam yang disunting secara artifisial menyembunyikan rasa alami yang sangat halus ini sehingga kita telah melupakannya. Itu tidak mudah dan menantang secara mental. Saya kecanduan gula dan sangat sulit menghentikannya. Ini seringkali membuat saya cemas, dan saya mengalami withdrawal symptoms, sehingga saya merasa bad mood, frustasi, dan marah yang mana orang yang saya cintai sering menjadi korban.

Setelah beberapa minggu pertama ini semua mulai mereda, tapi saya harus benar-benar menerapkan ‘cold turkey‘ agar bisa berhasil dan akhirnya hasilnya  sepadan. Syukurlah, keluarga saya mendukung karena hal itu tidak mudah bagi mereka, tapi mereka sangat berperan sehingga saya bia berhasil.

Dua bulan memasuki babak baru untuk saya. Saya menemukan situs, blog, dan video dokter Fung. Saya langsung menghubungi dia dan langsung mendapat balasan. Dia sangat membantu dengan menjawab semua pertanyaan saya, mendukung semua tindakan saya, dan memberikan saran lebih lanjut. Berkat dokter Funglah saya mengerti mengenai insulin dan efek sampingnya.

Sumber Gambar

Ini memuaskan dahaga saya tentang hausnya saya akan ilmu pengetahuan, dan saya telah selesai melakukan banyak riset dan menarik kesimpulan yang akan saya bahas dan diskusikan nanti. Tujuan awal saya adalah makan dengan sehat, memperbaiki organ tubuh saya yang rusak, dan menjaga gula darah pada saat bersamaan.

Saya sekarang penuh energi, kehidupan keluarga kembali menyenangkan dan saya sehat. Sekarang, saya tidak menganggap diri saya sebagai penderita diabetes. Saya dihadapkan pada godaan setiap hari, tapi saya bisa mengatasinya. Ada cara untuk mempertahankan gaya hidup sehat tanpa mengorbankan kesenangan dalam hidup. Tapi hal yang menjijikkan tetap saja terjadi, dokter masih melabeli saya sebagai penderita diabetes, karena saya memiliki episode glukosa darah tinggi yang telah tercatat secara resmi meskipun gula darah saya sekarang normal dan saya menganggap diri saya sehat.

Label ‘Diabetes Tipe Dua yang disembuhkan’ akan lebih sesuai dan merupakan bukti kerja keras dan kepercayaan untuk membuatnya begitu. 100 tahun kemudian mereka akan melihat ke belakang dan melihat betapa salahnya kita karena pekerjaan dan dedikasi profesional seperti Dr Fung dan beberapa orang yang telah mengumpulkan hasil dan cerita yang serupa dengan ini untuk membuktikannya sebaliknya. Sekarang saya bisa menikmati makanan saya, tapi ‘moderasi’.

Saya dulu mengalami obesitas dan kecanduan ‘produksi insulin yang berlebihan’. Sebaliknya, orang lain mungkin lebih cenderung memiliki respons pankreas yang terlalu sensitif. Ini juga menghasilkan kelebihan insulin dan dikombinasikan dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, dan terciptalah resistensi insulin. Seperti yang telah dikatakan oleh Dr Fung, bahwa respon diet pada diabetes tipe dua maka kita harus sanggup mengontrol/ mengurangi asupan makanan, mengendalikan/ mengurangi respons insulin Anda, mengendalikan/ mengurangi dan menyembuhkan diabetes Anda.

Dari sudut pandang yang sia-sia, saya mendapatkan kembali six pack saya, jadi saya tidak ingin kehilangannya karena saya juga terlihat good looking! Namun, dan PALING PENTING, saya ingin tetap sehat demi keluarga kecil saya. Saya ingin melihat anak-anak saya tumbuh, dan mudah-mudahan melihat anak-anak mereka tumbuh juga.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang kasus saya, Anda dipersilahkan untuk bertanya dan saya akan menanggapi karena ini adalah tugas saya untuk berbagi dan tidak menyembunyikan hal ini.