Mau Langsing? Baca Tentang Manfaat Endotel (Sistem Peredaran Darah) dari Teh

Secara ortodoks, teh diyakini sebagai obat tradisional Tiongkok yang mengantongi khasiat terapi unik. Teh memuat lebih dari 4000 bahan kimia, beberapa di antaranya mungkin profitabel bagi kebugaran manusia.

Mengapa teh hijau dan teh hitam dianggap berfaedah diliat dari sisi kardiovaskular? Karena efek flavonoid, meski tergantung lagi jenjang kelasnya berada di level mana. Fokus paling banter berada di sisi katekin dan flavonol, semisal quercetin.

Basis pangan apa sajakah yang mengandung flavonol?

  1. Bawang
  2. Apel
  3. Brokoli
  4. Teh
  5. Anggur merah

Ini membetot perhatian, karena makanan ber-flavonol dosis luks ini, juga dipercaya sehat banget. Sebuah apel sehari, misalnya, di-intensi-kan untuk merenggangkan kunjungan pasien dengan sang dokter, jadi Anda akan jarang sakit berkat apel.

Menenggak anggur merah telah dikaitkan dengan eskalasi kesehatan dan umur panjang.

By: Dokter Jason Fung (Endothelial Benefits of drinking Tea – Tea 2

Satu cangkir teh (2gm daun teh kering) menyediakan 150-200 mg flavonoid. Karena jumlah asupan flavonoid biasanya kurang dari 1000 gram per hari, minum 2-3 cangkir teh akan menyuplai sebagian besar senyawa flavonoid ini. Dalam teh hijau, bagian superior dari flavonoid adalah katekin nggak berwarna dan larut-dalam-air yang berkontribusi terhadap beberapa kepahitan dan astringency teh hijau. Satu cangkir teh hijau mengandung 90-100 mg catechin (lebih banyak jika diseduh dingin).

Teh hitam difermentasi, dan selama proses ini, banyak katekin dioksidasi menjadi theaflavin. Meta-analisis ini memprediksi koneksi antara asupan flavonoid dan risiko komplikasi jantung. Memadankan sepertiga asupan flavonoid, meski pada kadar terendah, mengakibatkan adanya penyunatan penyakit jantung sekitar 20%, di 7 studi.

Flavonoid dapat meredam penyakit jantung karena efek menguntungkan pada endothelium—lapisan sel yang memisahkan darah dari dinding arteri.

Jadi, Sob. Lapisan sel tunggal ini adalah satu-satunya hal yang memisahkan aliran darah yang tangkas dan pembuluh darah statis di bawahnya, yang mana esensial  banget untuk meng-upgrade kesehatan dan menumpas penyakit.

Setiap agresi pada lapisan tipis ini akan memaparkan dinding pembuluh darah, manifestasinya adalah bisa memicu reaksi peradangan yang menerbitkan aterosklerosis, proses yang me-lambar-i serangan jantung dan stroke, atau dengan kata lain disebut juga dengan nama ‘pengerasan arteri’.

Ketika endotelium dihantam, trombosit memformat gumpalan, yang kadang-kadang dapat membenihkan arus darah terbendung di ‘pipa’ saluran darah. Sumbatan ini mengundang jaringan darah di dasarnya, bisa juga nyebabin sel sekarat.

  1. Di dalam organ hati, itu disebut serangan jantung.
  2. Di otak, itu disebut stroke.
  3. Di kaki, itu disebut penyakit pembuluh darah perifer.

Dalam seantero kasus, itu adalah merupakan titik runtuhnya hal-paling-elementer yang identik pada pembuluh darah dan proses pembekuan darah. Artinya adalah darah membeku sebeku-bekunya, gimana manusia nggak sekarat coba?

Ini alasan terbasis mengapa aspirin pengencer darah difungsikan sebagai profilaksis terhadap serangan jantung. Tujuannya nggak lain dan nggak bukan supaya darah bisa mengalir lagi, tidak kental seperti saus. Proteksi peranan endotel tipikal sangat krusial untuk kesehatan individu-penderita-sakit-jantung. Artinya? Endotel harus tetep sehat, Bro.

Bagaimana cara mendeteksinya? Fungsi endotel dapat diukur dengan USG untuk mengecek apakah pembuluh darah bereaksi secara normal dalam tentamen yang disebut flow mediated dilatation.

Beberapa observasi ini telah digarap untuk analisis efek teh hitam atau hijau dan seenggaknya 4 riset pada manusia mengekspos khasiat yang bernas, baik pada populasi fit dan ataupun pada penderita diabetes.

Dosis teh hitam yang lebih banter menelurkan manfaat yang lebih super. Benefit serupa juga telah ditulis untuk flavonoid yang sumbernya berasal dari cokelat, tetapi kurang konsisten untuk anggur merah.

Flavonoid membuat efek nitrit oksida (NO) semakin hebat sebagai molekul kunci untuk mengendurkan pembuluh darah.

Pengintensifan fungsi endotel diterjemahkan berupa tekanan darah rendah, faktor risiko mendasar pada penyakit jantung. Aneka riset mensinyalir buntut anti-oksidan dari flavonoid in vitro, ini dirasakan menjadi salah satu fakta prinsipil, apakah teh termasuk minuman menyehatkan atau enggak.

Hipertensi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) juga disebut silent killer atau pembunuh berdarah dingin, karena menaikkan risiko problem jantung dan stroke, namun gejalanya sikit aja atau bahkan nggak ada gejala sama sekali.

Identifikasi dan efektif enggaknya obat hipertensi telah menangkis ribuan serangan jantung dan stroke dalam beberapa dekade ter-ragil. Tekanan darah 130/80 ditafsir standar yang baik.

Ketika saya mulai sekolah kedokteran pada tahun 1992, saya dididik bahwa tekanan darah stabil adalah 100 + usia, jadi seorang pria 70 tahun harus berekspektasi tekanan darahnya sekitar 170.

Remedi tradisional Tiongkok berkeyakinan bahwa meneguk teh memangkas tekanan darah dan studi termutakhir menandaskan. Dalam penelitian Norwegia, pria dan wanita dewasa di daerah Oppland disaring dari 1976-1978, dan ketika kelompok yang sama diperiksa 12 tahun kemudian, para peneliti menemukan hubungan konsisten yang kuat antara konsumsi teh dan hipertensi.

Semakin melambung kuantitas teh yang disesap, maka tekanan darah akan terus menyusut. Meskipun degradasi-tekanan-darah dianggap mini aja, nggak gede-gede banget gitu lho, ketika konsekuensi ini dikalikan dengan jutaan pria dan wanita selama beberapa dasawarsa, efek total tetap aja hiper banget lho, dan potensi pengiritan uang makro juga, begitu pula dengan tingkat depresi, bisa dipendekkan. Hemat dan bebas stres.

Sebuah investigasi di Taiwan di kota Tainan mendedah manfaat sejenis. Subjek yang minum teh, mayoritas mengantongi tekanan darah yang lebih inferior. Jumlah utilitas (sekitar 4 mmHG) mirip dengan studi Norwegia.

 

Menggodanya, ada juga koneksi dengan termin minum teh, karena mereka yang punya habit minum teh selama bertahun-tahun menyandang tekanan darah yang lebih minor. Teh hijau barangkali juga mengenyam manfaat segudang anti-hipertensi.

Dalam analisis 2011 Green Tea Extra (GTE), pasien hipertensi obesitas diberi GTE atau plasebo. Yang krusial, ini adalah uji coba terkontrol plasebo acak. Ini berarti bahwa pasien secara acak diintruksikan untuk menelan GTE atau kapsul plasebo dan sesungguhnya para peneliti nggak tahu hasil mana yang akan mereka dapatkan. Ini adalah standar emas di dunia kedokteran berbasis bukti.

Tetapi, mengapa pake  GTE, bukan malah teh hijau itu sendiri?

  1. Pertama, lebih simpel dengan menyamarkan teh hijau menjadi kapsul.
  2. Kedua, jumlah catechin yang bisa Anda jebloskan ke dalam ekstrak jauh lebih jangkung daripada teh hijau yang diseduh.

Sebagian besar percobaan terkontrol nggak berlangsung selama beberapa dekade sehingga tidak dapat menunjukkan manfaat untuk teh yang diseduh karena dosisnya mungkin sedikit banget.

Anda dapat mengemas sebanyak 2 cangkir catechin ke dalam kapsul. Setiap kapsul mengandung 208 mg EGCG katekin.

Memaksimalkan flavonoid adalah hal vital (seperti teh Pique). Ada beberapa hasil yang spesifik banget dan prestisius dari eksplorasi 3 bulan ini. Tekanan darah merosot sekitar 5 mmHG untuk kedua nomor sistolik (atas) dan diastolik (bawah).

Itu paralel banget lho dengan studi sebelumnya dan faedah yang sangat gigantis secara keseluruhan jika ini dapat dipertahankan selama bertahun-tahun. Hasil kedua yang substansial secara statistik (ketika grafik mengatakan NS—itu berarti ‘Nggak penting-penting banget’. Nilai P kurang dari 0,05 adalah bernas) adalah LDL terjun (kolesterol buruk), pertambahan HDL (‘kolesterol baik’ dan degradasi TG (trigliserida). Setiap bagian dari panel kolesterol standar dilonjakkan.

Whoa! Itu bombatis.

Ya, jumlah transformasi itu subtil, tetapi sekali lagi, dikalikan jutaan orang berarti manfaatnya bisa kolosal.

Ketiga, insulin melingsir. Angkanya pol, Bro. HOMA-IR adalah takaran resistensi insulin dan ini, juga mengangkasa secara substansial. Karena hiperinsulinemia dan resistensi insulin merupakan faktor risiko gadang untuk problem jantung dan stroke, ini juga merupakan temuan transenden.

Keempat, indikator infeksi memuncak secara signifikan. CRP adalah penanda peradangan, dan derajat level banter merupakan indikator untuk akibat masa depan penyakit Tumor Necrosis Factor (TNF) juga menanjak.

Yang vital adalah bahwa segenap manfaat ini teruji dalam ekshibisi secara acak di mana pasien nggak tahu apakah mereka mendeteksi GTE atau plasebo. Juga, semua khasiat ini diperoleh tanpa efek samping. Teh hijau adalah konsekuensi alamiah yang telah diteguk selama ribuan tahun.

Spektakuler.

Ini akan diharapkan untuk ditafsirkan menjadi utilitas klinis faktual, dan menggemakan segelintir temuan dari studi epidemiologi seperti EPIC-NL.

EPIC-NL

Sebentuk studi populasi Belanda yang mega, di mana disebut Investigasi Calon Eropa ke Kanker dan Nutrisi (EPIC-NL) berkonsentrasi pada korelasi dengan nutrisi dan penyakit kardiovaskular.

 

 

Satu sub-studi berfokus partikular pada minum teh dan kopi. 37.514 peserta diikuti selama lebih dari 13 tahun dengan kuesioner frekuensi makanan dan risiko penyakit jantung dan stroke mereka pun ditaksir.

Mereka yang meneguk kopi dalam kuantitas moderat memiliki tameng elementer terhadap penyakit jantung. Namun, minum lebih dari 6 cangkir kopi per hari tampaknya menyaburkan segenap maslahat tersebut.

Data ini kurang lebih sejalan dengan hasil dari eksperimen lain yang menyuratkan bahwa minum kopi medium (3-4 cangkir) bisa jadi mengantongi sejumlah faedah potensial. Sebuah meta-analisis merekomendasikan pemotongan risiko 13% pada penyakit jantung.

Teh, sebaliknya terus mengekspos pertambahan perisai terhadap penyakit dengan konsumsi yang kian besar. Semakin banyak minum teh, hasilnya makin cihuy, Sob.

Mereka yang menelan lebih dari 6 cangkir per hari mengalami penurunan sekitar 36% dalam insiden penyakit jantung. 78% dari teh yang diminum di Belanda adalah teh hitam, dan hanya 4,6% teh hijau, yang telah lebih konsisten dikaitkan dengan impak kebugaran yang perfek.

Ini menampakkan bahwa agaknya lebih membludak manfaatnya bisa kedapatan dengan minum teh hijau tetapi itu adalah spekulasi. Namun demikian, minum teh menyandang beberapa bukti kuat kenaikan kesehatan kardiovaskular, dan mungkin menyematkan teh hijau ke tradisi diet kuno lainnya (puasa) merangkum fungsi lebih melimpah.

Ingin Langsing dan Sehat? Baca Tentang Manfaat Kardiovaskular dari Teh Hijau

Sumber Gambar

Teh adalah minuman terpopuler kedua di dunia, menduduki peringkat kedua pasca air. Ini diklasifikasikan berdasarkan tingkat fermentasi ke dalam:

  1. Teh hitam, kebanyakan disesap di Eropa, Amerika Utara dan Afrika Utara.
  2. Teh oolong dan teh hijau, mayoritas diminum di Asia.

Efek profitabel sebagian besar dirasakan berkat adanya polifenol, yang merupakan antioksidan yang kedapatan dalam teh. Katekin dalam teh hijau juga sangat tinggi, juga dikenal sebagai flavonoid teh, yang dapat membentengi terhadap penyakit kardiovaskular (CVD), dengan bertingkah sebagai antioksidan.

Flavonoid in vitro, dapat mengoksidasi partikel kolesterol LDL yang membuat penyakit jantung lebih ganas. Ini juga berkhasiat dalam mengepres nafsu makan dan menyuport puasa. Teh selalu kami rekomendasikan di peringkat pertama, jika pasien ingin melangsing.

Sumber Gambar

Manfaat teh sebagian besar dijumpai dalam studi epidemiologi. Namun, nggak mungkin dong untuk mengacak orang dalam uji coba 10-20 tahun karena itu gila, plus mahal. Benefit dari teh, meski sangat sugestif, tetapi tidak pasti.

By: Dokter Jason Fung (Cardiovascular protection from Tea)

Teh adalah salah satu sumber fitonutrien terkaya, mengandung mineral, antioksidan dan asam amino. Ragam bangsa di Asia Timur, seperti Jepang dan Cina adalah ‘penenggak’ teh terbanyak di dunia. Kayaknya sih bukan kebetulan jika mereka juga menyandang harapan hidup terjangkung di dunia.

Seperti dicatat dalam tulisan sebelumnya, kelompok besar Belanda dari sidang EPIC mendeteksi risiko penyakit jantung menjadi lebih rendah jika peserta uji coba meminum 3-6 cangkir per hari.

Penelitian Rotterdam tahun 2002 adalah studi prospektif tentang penuaan pada 4807 pasien yang diikuti lebih dari 5,6 tahun menemukan risiko serangan jantung yang lebih minor pada peminum teh dibandingkan peminum non teh.

Apa yang dijumpai bukan main menarik. Mereka yang menyesap sekitar 2 cangkir memiliki akibat 42% lebih minim, sehingga mereka terhindar dari serangan jantung yang fatal, dan mereka yang minum> 375 mL/ hari membopong efek 70% lebih rendah lagi! Wow!

Segelintir penelitian pada teh hitam, risikonya lebih mini dibandingkan dengan teh hijau. Analisis meta dosis-respons menyiratkan bahwa setiap cangkir teh hijau ekstra yang diminum per hari mengurangi penyakit jantung hingga 1-18%.

Sumber Gambar

Mengapa demikian? Karena kadar katekin dalam teh hijau lebih melimpah, sehingga fungsi endotel bisa ditingkatkan, dan aktivasi trombosit dapat diturunkan. Teh hijau juga membidik efek perlindungan yang forte terhadap stroke, seperti yang visibel dalam riset Ohsaki 2006 di Jepang pada 40.530 orang dewasa Jepang selama 11 tahun.

Secara totalitas hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Kematian menurun 15%.
  2. Kematian akibat penyakit jantung mencuram hingga 26%, dan
  3. Kematian akibat stroke turun hingga 37%.

Mengapa ada variasi? Pertama mungkin ada perbedaan antara jenis teh—hijau versus hitam. Studi dari populasi Eropa, mereka cenderung meneguk teh hitam. Minum 3 -6 cangkir per hari terdengar cukup menakutkan tetapi ada beberapa hal prinsipil yang perlu diingat.

Teh hijau lazimnya memiliki konsentrasi katekin yang lebih jenjang yang dipercaya sebagai barikade atau benteng. Jadi mungkin nggak perlu minum teh hijau sebanyak itu untuk dapet beberapa manfaatnya.

Sumber Gambar

Kedua, bahkan tata cara minum teh hitam atau teh oolong, tipikal Asia dan ala western tetap beda. Di Toronto, Kanada, tempat saya tinggal, orang sering membeli teh dari kedai kopi. Mereka membayar $ 1,50 atau lebih, untuk sekantong teh dan air panas lantas menghirupnya dengan versi yang sama seperti kopi. Untuk menyesap secangkir teh, Anda kudu membelinya. Jika Anda meminum 6 cangkir sehari, seperti yang dilakukan dalam beberapa studi ini, Anda akan menghabiskan $ 9 per hari, hanya untuk mengonsumsi teh.

Itu bukan formula yang dipake di Asia. Orang tua saya berasal dari China, dan saya sudah terbiasa meminum teh seperti air. Sebuah teko teh penuh daun teh direndam berulang-ulang, oleh karena itu, saban kali Anda haus, Anda akan menuangkan teh.

Saya minum teh oolong ketika menanjak dewasa. Sekarang, saya beralih ke teh hijau. Di restoran, mereka ngelakuin hal yang sama. Ketika orang cabut untuk makan siang ‘yum cha’, itu berarti secara harfiah ‘minum teh’. Teko teh disimpan di atas meja dan pelayan akan terus mengisinya dengan air panas sesuai keinginan pengunjung.

Semua orang di meja terus meminum teh sepanjang makan. Di rumah pun orang mengimplementasikan hal serupa. Alih-alih mencari segelas air untuk pasangan makan malam, mereka memilih mengisi kembali teko teh dan minum teh panas. Apa akhirnya? Teh adalah hidangan standar sepanjang hari.

Di Barat, air putih umumnya adalah minuman baku, dan jika kita menginginkan yang lain, kita akan memilih kopi atau teh. Di Asia, minuman jamak adalah teh, dan karena itu, gampang aja meminum 6 atau 8 cangkir sehari tanpa ambil pusing, di mana orang Amerika Utara menggantinya dengan minum 6-8 gelas air. Itu skenario terbaik.

Sumber Gambar

Sayangnya, anak-anak akan minum soda manis atau jus buah sebagai substitusi. Ada kontradiksi signifikan lainnya dalam hal minum teh di Timur dan Barat. Secara tradisional, di Asia, Anda kebanyakan minum teh ‘polos’ dan nggak menambahkan gula atau krim/ susu ke teh Anda.

Asia modern telah berubah, dengan banyak rumah teh yang waktu ini memadukan teh dengan berbagai rasa, krim/ susu dan gula. Yang pasti, menyematkan gula dan rasa lainnya itu tercela, tapi bagaimana dengan susu? Di Inggris, diperkirakan bahwa 99% peminum teh menambahkan susu ke dalam teh mereka. Apakah ini membuatnya berbeda? Flavonoid terikat pada protein dan membubuhkan susu dapat menghilangkan efek antioksidan.

Quercetin flavonol, yang didapati dalam teh hijau dan hitam, bawang merah dan anggur merah, disinyalir sanggup untuk mengurangi oksidasi kolesterol LDL dan memblokir agregasi trombosit yang dapat menyusutkan penyakit jantung.

Sumber Gambar

Studi Caerphilly diikuti penduduk kota Caerphilly di South Wales dan menganalogikan tingkat penyakit jantung dengan asupan flavonol. Dalam riset ini, tidak ada deklinasi penyakit jantung jika minum teh banyak-banyak, berbeda dengan hasil penelitian zat lain. Ada satu perbedaan krusial antara minum teh di Inggris dan dunia bagian lain, termasuk Belanda. Dalam sampel ini, 99% penghisap teh menambahkan susu, sedangkan praktik ini jarang di benua seperti Asia.

Ada beberapa data eksperimental bahwa protein susu dapat mengikat flavonol dan membendung penyerapan oleh tubuh. Satu percobaan menonjolkan bahwa mengimbuhkan susu ke teh bisa menghalangi efek antioksidan teh hitam.

Tetapi, terlepas dari fakta-fakta di atas, karena teh dikonsumsi di mana-mana, potensi untuk mengubah kesehatan, bisa gigantis banget. Bahkan jika hanya ada manfaat kroco untuk teh, ketika dikalikan dengan miliaran orang yang menelannya beberapa kali per hari, itu dapat menambah benefit besar bagi kesehatan masyarakat.

Analisis meta dari semua riset yang laris pada tahun 2001 yang termasuk 10 penelitian kohort dan 7 studi kasus kontrol (desain studi yang lebih lemah). Hal ini menunjukkan bahwa secara  general, konsumsi 3 cangkir teh setiap hari bisa kita kaitkan dengan 11% penurunan risiko kardiovaskular, meskipun ini hanya berdasarkan penelitian kecil aja.

Menariknya, dua penelitian minum dari Inggris membidik adanya peningkatan risiko penyakit jantung seiring dengan bertambahnya porsi teh. Ini mungkin efek aditif (gula dan susu) terhadap teh, daripada teh itu sendiri, tetapi studi ini nggak eksak kok, jadi masih belum pasti, Sob.

Juga, perbedaan antara teh hijau dan hitam mungkin esensial. Sekali lagi, garis dasarnya relatif simpleks. Ada setumpuk manfaat potensial. Risiko laten nyaris nggak ada. Biayanya marhaen. Minum teh memiliki rasio khasiat yang tinggi sekali, jadi mengapa kita tidak meneguknya?

Teh dan Pencegahan Penyakit (Jantung, Kanker dan Metabolik Sindrom Lainnya)

Sumber Gambar

Teh hijau kedapatan di Cina pada sekitar 3000 SM. Para pendeta Buddha menggiring tradisi minum teh ke Jepang. Bahkan di zaman kuno, teh diyakini mengantongi gelar sekaliber kualitas obat.

Pada tahun 1211 M, imam Zen Jepang Yeisai menerbitkan buku ‘Kitcha-Yojoki’ yang diterjemahkan menjadi ‘Promosi Teh dan Kesehatan’

Sumber Gambar

Pada saat itu, perang saudara pecah dan minum teh terbengkalai selama dua abad. Dengan perdamaian yang dipulihkan, introduksi tanaman teh di Jepang dilakukan lagi oleh Yeisai.

Dia menulis tentang metode panen, produksi, dan juga banyak atribut yang dipersegar penyajiannya. Dia mengklaim bahwa teh adalah “obat ilahi dan karunia surga yang tertinggi”. Dimana, sebelumnya, minum teh dibatasi untuk bangsawan dan imam, lantas diubah dan disebar ke populasi umum.

Ketika Shogun Sanetomo sakit akibat pesta berlebihan, dia memanggil Yeisai untuk menjampi-jampi dengan doa. Bhikkhu Buddhis menokok doanya dengan teh, dan setelah sembuh, shogun menjadi pemuja teh nomor wahid.

Sumber Gambar

Obat modern sekarang mengejar kebijaksanaan kuno ini. Obesitas dan diabetes tipe 2 yang berkaitan erat secara signifikan, melonjakkan risiko kematian dan penyakit jantung. Apakah muatan utama teh hijau? Senyawa kimia yang ternyata dapat merampingkan beban penyakit. Dalam satu percobaan, pasien diinstruksikan untuk mengonsumsi dua minuman yang berbeda:

1. Teh oolong.

2. Teh hijau.

Beberapa penelitian telah disinyalir memuat manfaat yang gemilang, ketika voluntir menambahkan senyawa teh hijau ke dalam diet mereka, kadar katekin— bahan kimia yang dianggap efektif untuk menurunkan berat badan—dalam teh hijau, nyatanya memang lebih minim.

Teh oolong terbuat dari daun teh yang sama, tetapi proses fermentasi mengubah banyak katekin menjadi theaflavin. Teh oolong adalah teh dijual di Jepang dan paling membludak peminatnya.

Teh hijau menyimpan katekin dalam jumlah yang lebih melimpah, tetapi jumlah ini diperkaya LAGI dengan membuat sejumlah katekin terkonsentrasi. Setelah periode 12 minggu, ada antagonisme nyata dalam berat badan, kelompok teh hijau kehilangan 1,1 kg lebih banyak dibandingkan dengan divisi oolong. Ada benefit lain juga. Ukuran pinggang menukik 3,4 cm pada kelompok teh hijau, sedangkan kelompok oolong hanya 1,6 cm.

Faktanya, obesitas perut jauh lebih berbahaya bagi kesehatan manusia daripada berat badan total, dan oleh karena itu kriteria untuk sindrom metabolik dialaskan pada lingkar pinggang, bukan indeks massa tubuh. Efek mengurangi lemak tubuh dan lingkar pinggang juga diharapkan menyandang konsekuensi menguntungkan pada pengurangan diabetes tipe 2.

Sumber Gambar

Lantas, para periset yang sama pada studi pertama menggarap penelitian di 2009. Apakah tujuan dari uji coba ini? Untuk menentukan efek dari teh hijau. Pasien-pasien penderita diabetes tipe 2 ini hanya meminum teh hijau, tanpa tambahan insulin sama sekali. Mereka diteliti dengan metode pengecekan terkontrol plasebo secara acak.

Hasilnya cukup spektakuler.

Memang, berat badan tidak bergeming di antara kedua kelompok tersebut, tetapi lingkar pinggang—indikasi lemak perut yang lebih berbahaya—berkurang 3,3 cm pada kelompok katekin, tetapi tidak di plasebo. Tekanan darah sistolik melemah menjadi 5,9 mmHG dan diastolik sejumlah 3,0 mmHG pada kelompok katekin.

Trigliserida melonjak lebih dari 10%. Profil metabolik yang meningkat ini dikonfirmasi oleh tes darah yang menunjukkan retrogresi glukosa darah dan hemoglobin A1C, semacam rata-rata 3 bulan pengukuran glukosa darah.

Sumber Gambar

Dalam kelompok katekin, A1C diturunkan dengan 0,37, hampir sama kuatnya dengan beberapa obat yang digunakan saat ini untuk terapi diabetes. Efek menguntungkan ini juga ditemukan dalam kelompok studi lain.

Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine yang mengenali sebagai JACC (Studi Cohort Kolaborasi Jepang untuk Evaluasi Risiko Kanker) diikuti lebih dari 16.000 subjek dengan usia rata-rata 53 tahun dan indeks massa tubuh 22,7 (berat badan normal).

Teh hijau dan kopi keduanya sanggup melindungi kita dari kerusakan gigantis akibat diabetes tipe 2, sedangkan oolong dan teh hitam nggak nunjukkin manfaat ini. Meminum teh hijau dan kopi menelurkan hasil sekitar 30-40% risiko. Studi epidemiologi lainnya telah meneriakkan benefit yang sama untuk minum kopi.

Studi MEDIS mengusut 1.190 pasien lanjut usia di Kepulauan Mediterania Yunani, Siprus dan Kreta. Sekali lagi, meminum (1-2 cangkir) alias porsi moderat teh hijau dalam jangka panjang secara substansial menyaburkan kadar glukosa darah.

Pada para lansia yang terpapar risiko tinggi penyakit, penambahan konsumsi 1 cangkir teh per hari diharapkan sanggup mengurangi probabilitas diabetes sebesar 70%. Peningkatan sindrom metabolik ini mempunyai goal untuk memangkas penyakit jantung, hal ini telah kita diskusikan sebelumnya.

Sumber Gambar

Selain itu, kami melihat manfaat ini dalam preventif stroke juga. Meskipun variasi luas dalam konsumsi teh ada di 6 negara, terdapat hubungan yang profitabel yang konsisten antara minum teh dan risiko stroke. Subjek yang minum 3 cangkir teh atau lebih per hari memiliki 21% depresiasi risiko stroke.

Ada tiga mekanisme utama ‘asilum’ berteori:

  1. Pertama, katekin mendongkrak turunnya tekanan darah, faktor risiko elementer untuk stroke.
  2. Kedua, minum teh dapat bermanfaat untuk fungsi endotel (dibahas sebelumnya), antarmuka antara pembuluh darah dan aliran darah yang sangat vital untuk aterosklerosis.
  3. Manfaat ketiga yang mungkin melibatkan theanine, asam amino yang ditilik dalam konsentrasi tinggi di daun teh datang hampir secara eksklusif dari sumber itu.

Theanine mudah diserap ke dalam tubuh, melintasi penghalang darah otak, dan dapat membikin cagak, sehingga berfungsi sebagai benteng krusial pada kerusakan yang merajalela akibat stroke. Minum teh dapat membantu mengubah ‘goresan’ kecil menjadi tidak terdeteksi. Sebagian besar data mengenai teh hijau dan kanker berasal dari hasil meneliti dan mengupas satu demi satu riset pada hewan, yang menarik tetapi tidak definitif.

Sumber Gambar

EGCG, katekin utama dalam teh hijau mampu mencegah metastasis dengan menghalangi adhesi sel kanker ke lapisan endotel. Sel-sel kanker sering bergantung pada matriks metalloproteinase (MMP) untuk bermetastasis, dan EGCG telah disambangkan untuk menghambat MMP-2 dan MMP-9.

Dalam studi sel yang terisolasi, ini merupakan penyangga yang memblokir metastasis kanker. Alur fundamental lain dimana katekin teh hijau dapat utilitas adalah dalam induksi apoptosis (kematian sel terprogram).

EGCG mengikat ligan mati untuk membabat jalur mitokondria. Setelah diaktifkan, sel yang telah tewas tadi dan nggak pernah punya oportuniti untuk menjadi kanker.

Studi epidemiologi mini tampaknya membidik manfaat untuk kanker perut di Jepang, tetapi studi secara keseluruhan memang masih samar-samar. Manfaat ini kansnya kecil, tetapi resikonya juga mungil aja. Mengingat biaya minum teh yang murah tapi tetap meriah, ini kemudian membuat minum teh plus puasa, merupakan salah satu yang terjangkau, sepele dan paling kuat peranannya sebagai ‘bio hacks’.

Ingin Kurus dan Ramping? Baca Mengenai Minuman Pengganjal dan Penghilang Lapar

Sumber Gambar

Dari mana sumber gula? Salah satunya adalah dari minuman manis. Apakah contohnya? Minuman bersoda, teh manis, jus buah, fruit punch, minuman bervitamin, smoothies, shakes, lemonade, cokelat, susu beraroma, es kopi, dan minuman ber-energi. Contoh minuman panas yang rasanya manis contohnya cokelat, moccachino, caffé mocha, kopi panas, dan teh manis hangat. Minuman trendi yang mengandung alkohol juga mengandung gula tingkat tinggi. Misalnya adalah “Hard’ lemonade, wine dingin beraroma,‘cider’ beers, serta minuman tradisional termasuk Bailey’s Irish Cream, margaritas, daiquiris, pina coladas, dessert wines, ice wines, sweet Sherries, and liqueurs. Minuman manis artisial, seperti yang disebutkan juga sama buruknya. Jadi kita boleh minum apa, dong?

Minuman yang terbaik adalah air putih biasa atau sparkling water. Irisan lemon, orange atau mentimun membuat minuman lebih segar. Beberapa minuman tradisional juga lezat.

Kopi

Legenda mengatakan bahwa kopi itu ditemukan oleh pengembala kambing Ethiopia yang dengan cerdik melihat bahwa kambingnya lebih lincah setelah memakan buah merah dari pohon kopi. Setelah melaporkannya ke vihara lokal, para biksu mengubah buahnya menjadi minuman yang diseduh untuk membantu mereka tetap terjaga selama berdoa berjam-jam. Kemudian kopi disebarkan oleh pedagang Arab, Eropa, kemudian Amerika. Saat ini, kopi dinikmati oleh seluruh penduduk dunia, kadang divariasikan dengan metode brewing dan berbagai teknik khas meminum kopi.

By: Dokter Jason Fung  (Beverages – How to Lose Weight VI)

Berbagai bukti kopi bagus untuk diseruput

Karena kandungan kafeinnya memang tinggi, oleh karena itu kadangkala dianggap kebiasaan yang tidak sehat. Tetapi, penelitian terbaru telah sampai pada kesimpulan yang berlawanan. Kopi merupakan sumber utama antioksidan. Ini juga merupakan sumber magnesium dan lignan yang kaya, dan tentunya bermanfaat untuk kesehatan manusia. Kopi juga kayaknya  berperan protektif terhadap Diabetes tipe 2.

Dalam tinjauan 2009, setiap cangkir sanggup menurunkan risiko diabetes sebesar 7%, bahkan sampai enam cangkir per hari masih tidak masalah. Investigasi Prospektif Eropa ke dalam sub populasi Kanker dan Nutrisi (EPIC) memperkirakan bahwa minum setidaknya 3 cangkir teh atau kopi setiap hari mengurangi risiko diabetes sebesar 42%. Studi Kesehatan China Singapura menunjukkan penurunan risiko 30% lebih jika kita minum 4 cangkir kopi per hari. Perlindungan ini terbukti bahkan di kopi tanpa kafein, menunjukkan bahwa sebagian besar manfaat berasal dari antioksidan. Kopi tampaknya juga mengurangi angka kematian total.

Sebuah analisis besar pada tahun 2012 tentang Diet dan Kesehatan AARP menemukan bahwa kematian total berkurang sebesar 10-15% pada mereka yang minum enam cangkir kopi.

Other large-scale studies such as the Nurses’ Health Study and Health Professionals Follow Up Study found that most major causes of death, including heart disease were reduced.

Penelitian berskala besar lainnya seperti Studi Kesehatan Perawat dan Profesi Kesehatan Lebih Lanjut telah menemukan, bahwa sebagian besar penyebab utama kematian, bahkan penyakit jantung pun berkurang. Kopi dapat mencegah penyakit neurologis Alzheimer, penyakit Parkinson, sirosis hati dan kanker hati.

Simpanlah bijih kopi di dalam wadah kedap udara dari kelembaban, panas dan cahaya yang berlebihan. Rasa hilang dengan cepat setelah digiling, jadi jika kamu ingin rasa kopi yang enak, berinvestasilan pada penggiling kopi yang berkualitas nomor wahid. Giling si bijih kopi segera sebelum menyeduh.

Pada hari-hari panas, kopi es sederhana mudah dan murah untuk dibuat. Cukup menyeduh secangkir kopi regular dan dinginkan di lemari es semalaman. Kayu manis, minyak kelapa, ekstrak vanili, ekstrak almond dan krim bisa digunakan untuk memberi rasa kopi tanpa mengubah sifatnya yang sehat. Hindari menambahkan gula atau pemanis.

Teh

Legenda mengatakan bahwa Kaisar China menemukan teh pada tahun 2737 SM. Dia sedang menikmati secangkir air hangat, ketika tiba-tiba selembar daun tertiup angin dan hinggap di minumannya. Saat air berubah warna, kaisar menyesap minumannya dan terkejut dengan rasa yang ‘amikal’ dan unik. Selama berabad-abad kemudian, teh dianggap sebagai royalti untuk tujuan pengobatan dan keagamaan. Teh menyebar ke Jepang pada abad ke-6, dimana teh hijau dikembangkan dan dipopulerkan.

Sejarah Teh di Inggris

Setelah abad 17, teh mencapai pantai Inggris, dimana ia mendapatkan nama beken dan naik daun di kalangan kelas aristokrat. Setelah air, teh merupakan minuman paling ngehits di dunia. Ada beberapa varietas dasar teh. Teh hitam adalah yang paling umum, dikonsumsi oleh hampir 75% manusia. Daun yang diolah sepenuhnya difermentasi sehingga memberi warna hitam khas. Teh hitam cenderung mengandung kafein lebih tinggi. Teh oolong adalah ‘semi-fermentasi’ yang berarti ia mengalami periode fermentasi yang lebih singkat. Teh hijau adalah teh ‘non-fermentasi’. Daun yang baru dipanen segera menjalani proses penguapan untuk menghentikan fermentasi, memberikan rasa yang lebih halus dan floral.

Teh hijau secara alami jauh lebih rendah dalam kafein daripada kopi, yang membuat minuman ini ideal bagi mereka yang sensitif terhadap efek stimulannya. Teh hijau menyumbang efek menguntungkan karena konsentrasi besar dari kelompok antioksidan kuat yang disebut katekin, terutama yang disebut EGCG (epigallocatechin-3-gallate). Fermentasi mengubah katekin menjadi beragam theaflavin, membuat teh hijau menjadi sumber yang lebih kaya daripada teh hitam atau oolong.

Theaflavin dalam teh hitam mungkin juga memiliki efek kesehatan yang menguntungkan, meski berbeda dengan teh hijau.

Potensi antioksidan teh hijau dan teh hitam sebanding. Polifenol dalam teh juga diyakini dapat meningkatkan metabolisme, yang dapat membantu ‘membakar lemak’. Banyak manfaat kesehatan  berasal dari konsumsi teh hijau, termasuk peningkatan oksidasi lemak saat berolahraga, peningkatan pengeluaran energi istirahat (34), mengurangi risiko dari berbagai jenis kanker.

Sebuah meta-analisis penelitian menegaskan bahwa teh hijau membantu menurunkan berat badan, meski hanya berkisar 1-2 kg. Katekin berperan dalam menghambat enzim pencernaan karbohidrat sehingga menurunkan kadar glukosa, dan melindungi sel beta pankreas.

Studi Kesehatan China Singapura menunjukkan bahwa meminum lebih dari satu cangkir teh hitam per hari mengurangi risiko diabetes sebesar 14%.

Penelitian lain menunjukkan penurunan 18% pada risiko Diabetes Tipe 2 bagi mereka yang minum 3-4 gelas per hari. Semua teh bisa dinikmati baik sebagai minuman panas maupun dingin. Spesies teh sangat banyak dan tak terbatas sehingga bisa disesuaikan dengan selera. Rasa bisa ditambah dengan penambahan kulit lemon, kulit jeruk, kayu manis, kapulaga, polong vanili, mint dan jahe. Teh herbal adalah infus herbal, rempah-rempah atau bahan tanaman lainnya dalam air panas. Penambahan berbagai rempah ini membuat minuman spektakuler meski tanpa ditambah gula, dan bisa dinikmati panas atau dingin. Ini bukan teh sejati karena tidak mengandung daun teh.

Tetapi, sekali lagi, varietasnya tak ada habisnya. Beberapa tipe yang populer termasuk mint, chamomile, jahe, lavender, lemon balm, kembang sepatu, dan rosehip teas. Penambahan kayu manis atau bumbu lainnya bisa melambungkan rasa eksotis.

Kaldu

Hampir setiap tradisi kuliner budaya mencakup kaldu tulang yang bergizi dan lezat. Tulang hewan direbus dengan penambahan sayuran dan rempah-rempah untuk penyedap rasa.

Apakah kolagen yang terkandung dalam kaldu adalah kunci kulit kencang awet muda?

Waktu mendidih yang lama (4-48 jam) melepaskan sebagian besar mineral, gelatin dan nutrisi. Penambahan sejumlah kecil cuka selama memasak membantu melepaskan beberapa mineral yang tersimpan. Bone broths sangat tinggi dalam asam amino seperti prolin, arginin dan glisin serta mineral seperti kalsium, magnesium dan fosfor. Tulang hewan sering tersedia di etalase supermarket dan cukup murah. Mereka juga sangat enak, membutuhkan sedikit waktu persiapan. Mereka bisa dibuat dalam batch besar dan dibekukan. Setelah dingin, kaldu bisa membeku seperti Jello karena kandungan gelatin tinggi. Sebagian besar kaldu yang disiapkan secara komersial tidak memiliki kesamaan dengan broth buatan sendiri. Kaldu dikemas sering mengandalkan rasa artifisial dan MSG untuk memberi rasa. Mineral, nutrisi dan gelatin juga nihil dalam kaldu kalengan.