Bagaimana Cara Menemukan True Love atau Cinta Sejati

Apakah Anda sudah capek menjomblo? Apakah Anda merasa kesepian? Apakah Anda lelah kencan sana sini, dating ke sana ke mari, tetapi, nggak ada satu pun yang mau serius? Mereka maunya hepi-hepi doang, nggak mau berkomitmen, boro-boro menikah, punya relationship dengan Anda aja nggak mau. Mungkin ini saatnya Anda mengikuti tips dari Aska Kolton, founder dari Get Ready for Love. Silakan dicek penuturannya.

By: Aska Kolton (5 Lessons from a Dating Detox (for Anyone Who’s Looking for Love)

Coba saya ingat-ingat, dulu saya bertekad, bahkan putus asa, untuk menemukan cinta. My life felt empty and lonely. Hidup saya terasa hampa dan kesepian. Saya ingin bahagia dan merasa dicintai. Saya percaya semuanya akan baik-baik saja jika ada my man.

Selama bertahun-tahun self-esteem nggak eksis. Saya nggak punya clue bagaimana cara membangun relationship dengan seorang pria. I had no boundaries. Saya tidak punya batasan. I felt unworthy and unlovable. Saya merasa tidak berharga dan nggak layak untuk dicintai.

“Sometimes when you lose your way, you find yourself.” ~Mandy Hale

“Kadang-kadang ketika kamu tersesat, kamu bertemu dengan dirimu.” ~ Mandy Hale

Saya mulai menjajaki dating online. Saya terus bertemu dengan pria yang berbeda dan kadang-kadang saya bertemu cowok yang akan saya temui untuk sementara waktu. Ya, short time aja, gitu.

Karena self-esteem yang buruk dan merasa desperate, seringnya itu berakhir dengan orang-orang yang nggak siap untuk berkomitmen atau nggak sanggup memberi apa yang saya butuhkan.

Setelah beberapa bulan, saya merasa kering kerontang kelelahan dan hubungan itu akan berakhir. Sekali lagi, saya akan mendapati diri saya kembali ke dunia kencan dengan putus asa mencari Mr. Right: membolak-balik profil, berinteraksi dengan ratusan pria dan bertemu dengan beberapa dari mereka hanya untuk mengetahui bahwa saya nggak punya kesamaan dengan mayoritas dari mereka.

Itu membikin frustrasi dan mengecewakan. Saya stuck dalam siklus ini selama bertahun-tahun. Sebuah relationship, putus cinta, serial dating; a relationship, perpisahan, serial dating

Itu adalah roller coaster emosional: harapan dan kekecewaan, kesepian dan air mata, penolakan dan patah hati, dengan sedikit fun yang aneh.

Setelah relationship terakhir saya—yang mana berkualitas rendah dan medioker—saya panik, dong. Saya berumur tiga puluh. Tetapi:

  1. Saya nggak punya suami.
  2. Tidak punya anak.
  3. Tidak punya rumah.
  4. Nothing to my name.

Dan sialnya, saat itu saya masih berpikir bahwa memiliki seorang pria adalah solusinya. Saya melipatgandakan usaha, melakukan serangkaian kencan yang datar plus memuakkan, kencan yang nggak ngebangkitin inspirasi sama sekali, dengan orang-orang yang nggak punya apa-apa untuk ditawarkan.

Pada titik ini, saya super letih. Saya bosan berkencan dan mengejar cinta, bosan menunggu The One, lelah berharap, capek harus terus-menerus bangkit dan menguatkan diri saya agar mau kembali ke dalam the dating game.

Pada saat itu saya nggak percaya lagi pada cinta. Dan, meskipun nggak terasa menyenangkan, tetapi, saya baru sadar sekarang, itu adalah hal terbaik yang terjadi pada saya.

Setelah salah satu kencan yang menjemukan, saya bangun keesokan paginya dan bahkan nggak becus mengingat nama pria itu. Rasanya ada yang salah, nih. Kayaknya saya harus mengubah sesuatu.

Lantas, saya berkontemplasi dan introspeksi, dan menyadari bahwa saya nggak ingin lagi membuang waktu. Ini adalah momen di mana saya udah nemuin sebuah kebenaran.

Untuk pertama kalinya dalam karir berkencan saya, saya jujur pada diri sendiri dan mengakui bahwa semua ikhtiar kencan gila saya nggak membawa hasil yang saya inginkan. Saya bahkan tidak kuasa menemukan The One. I felt useless. Saya merasa tidak berguna. Saya merasa gagal. Saya merasa ada sesuatu yang salah secara fundamental dengan saya, karena saya bahkan nggak sanggup nemuin satu orang pun dari sekian miliar pria, yang mana dengannya, seharusnya saya bisa bahagia.

Berapa banyak kencan lagi  yang harus Anda lakukan untuk mendapat satu pria? Ini gila, Sob.

Saya duduk dan bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan:

  1. Mengapa saya melarikan diri dari diri saya sendiri?
  2. Why do I so desperately want to have a relationship? Mengapa saya sangat ingin memiliki relationship?
  3. Mengapa saya nggak bisa berhenti berkencan dan hanya bersama diri saya untuk sementara waktu?
  4. Dan yang paling penting, apa yang saya pelajari dari menjadi jomblo?

That was it. Itu dia. Saya mengambil buku catatan dan mulai menulis dan jawabannya terus mengalir. Setelah bertanya pada diri sendiri pertanyaan mendasar ini, saya menyadari bahwa satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah berhenti berkencan.

Saya ingin meluangkan waktu untuk mengevaluasi kembali cinta dan hubungan romantis. Saya menghapus profil online saya dan membatalkan membership saya. Saya memulai kencan detoks. Ada keinginan ultra kuat untuk konek kembali dengan diri saya sendiri. Selama sekitar dua tahun saya bahkan nggak mikirin pria. I focused on myself. Saya fokus pada diri saya sendiri. Saya tidak mengejar apa pun. Saya berhenti berharap. I let go of my expectations. Saya melepaskan harapan saya. I was free. Saya bebas. Saya mulai mengapresiasi banyak hal tentang status jomblo saya. Saya menemukan begitu banyak berkah ketika menjalani hidup sebagai single. Saya beneran mulai menyukai status lajang daripada melarikan diri darinya.

Semakin saya terhubung dengan diri saya sendiri, semakin saya merasa nggak kesepian dan stop merasa putus asa. Saya berhenti takut akhir pekan yang sepi, karena saya mengisinya dengan hal-hal yang saya sukai. Life became easier. Hidup menjadi lebih mudah. Saya mulai menikmati menghabiskan waktu sendiri. Saya menjadi nyaman dengan keheningan dan solitude. Bit by bit I was finding myself. Sedikit demi sedikit saya menemukan diri saya sendiri.

Lalu suatu hari, saya merasa komplet untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Saya telah menemukan kebahagiaan saya, my bliss. Setelah transformasi saya, saya siap berkencan lagi—hanya untuk bersenang-senang, tanpa ekspektasi.

Tentunya, saya tidak mencari hubungan yang serius. Kualitas teman dating saya meningkat karena saya menjadi lebih selektif dan memiliki boundaries yang lebih solid.

Saya pergi dengan beberapa pria berkualitas canggih dan saya menikmati kencan saya meskipun saya tidak klik dengan mereka secara romantis. Saya lebih bersenang-senang.

Beberapa bulan setelah detoks, saya bertemu dengan very loving English man, seorang pria Inggris yang menawan, bijaksana, penuh perhatian, yang melampaui semua harapan saya. I fell in love with him and he fell in love with me. Saya jatuh cinta padanya dan dia jatuh cinta pada saya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya berada dalam hubungan yang bahagia dan sehat dengan seorang pria, not a boy, ini suatu metamorfosis. Akhirnya kami memiliki munchkin kecil, who has brought even more fun and happiness to our lives, buah hati yang membikin lebih fun dan hepi.

Ini adalah sesuatu yang sudah saya tinggalkan sejak lama; karena saya selalu nggak beruntung untuk urusan asmara, saya nggak percaya bahwa saya akan menemukan seorang pria yang dapat saya miliki dan membangun keluarga.

Ketika saya menjadi bahagia dengan diri saya sendiri, saya juga siap untuk bertemu pria yang bahagia dan sehat secara emosional. Setelah mengerjakan the inner work, saya telah menjadi wanita yang siap untuk menarik pria impian. Saya menjadi orang yang saya cari.

Dating detox adalah hal terbaik yang sanggup mengubah kehidupan cinta. Perjalanan saya melalui tujuh tahun jomblo, lebih dari seratus kencan online, dan satu detoks kencan telah mengajarkan saya sebundel pelajaran dan ngebantu saya menemukan diri saya sendiri.

Saya ingin berbagi lima pelajaran paling krusial dengan Anda:

Accept where you are.

Terima di mana pun Anda berada.

Menolak menjadi lajang hanya akan melahirkan konflik dalam diri Anda lebih berlipat-lipat. Saya benci menjadi jomblo selama bertahun-tahun. Saya sangat ingin berada dalam suatu relationship untuk merasa lebih bahagia, tetapi saya selalu ‘menjambret’ laki-laki yang terluka seperti saya.

Melarikan diri dari status lajang nggak meringankan kondisi saya sedikit pun.

Saya akhirnya menyadari bahwa menjadi single adalah masa di mana saya sedang menjalin hubungan dengan diri sendiri. Ini adalah relasi yang paling natural dari semua hubungan, tetapi kita telah dikondisikan untuk percaya bahwa kita membutuhkan orang lain untuk bahagia dan fulfilled.

Jika nggak ada pria atau wanita dalam hidup Anda, Anda tersambung dengan diri sendiri. Nggak akan ada yang sanggup memberi Anda lebih banyak kenyamanan daripada nemuin tempat aman di dalam diri Anda.

Manfaatin hidup Anda saat Anda jomblo. Ada segepok keuntungan untuk menjadi lajang dan sekarang saatnya untuk mulai menghitung berkat-berkat Anda. Menerima status lajang Anda adalah langkah vital untuk siap memasuki suatu hubungan. Ketika Anda menjadi orang lajang yang bahagia, keputusasaan untuk punya hubungan romantis menghilang.

Anda kemudian berada di tempat yang jauh lebih oke, untuk membetot seseorang yang stabil secara emosional dan bahagia. Anda memang menginginkan hubungan, tetapi tidak membutuhkannya.

Take responsibility for your own happiness.

Bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda sendiri.

Selama bertahun-tahun saya telah ngasih kebahagiaan saya di tangan pria. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan sengsara menunggu seorang lelaki datang dan membuat saya bahagia; setiap kali saya melajang saya merana.

Ketika saya menyadari bahwa saya mungkin menjomblo selama lima atau sepuluh tahun lagi, saya mengerti bahwa saya nggak mau ah ngabisin waktu melajang dengan merasa seperti sedang di neraka. Saya berhenti menahan hidup saya dan mulai menikmati hidup, in the here and now, di sini dan sekarang.

Saya nggak lagi menunda-nunda kesenangan. Saya mulai ngerjain semua hal yang saya bayangkan saya akan lakukan dengan pasangan masa depan saya. Saya mendaftar ke gym. Saya traveling lebih banyak. Saya mulai menabung untuk rumah masa depan saya. Saya mulai berenang, berolahraga, yoga, dll. And guess what. Dan coba tebak. Ketika Anda bahagia Anda menjadi lebih atraktif, dan Anda menarik orang yang berbeda jenis.

Tidak hanya kehidupan jomblo saya membaik tetapi juga kehidupan kencan dan cinta saya. Most of all, I discovered that I didn’t need anybody else to be happy. Yang terpenting, saya menjaring fakta bahwa saya tidak membutuhkan orang lain untuk bahagia. Saya menyadari bahwa saya bertanggung jawab atas kebahagiaan saya sendiri dan bukan menggantungkannya pada laki-laki seperti yang saya yakini selama bertahun-tahun.

Recognize that your relationship with yourself is the most important one.

Paham bahwa hubungan Anda dengan diri Anda adalah yang paling esensial.

Saya pikir hubungan yang saya miliki dengan diri saya sendiri adalah satu-satunya relationship yang paling aman yang pernah saya miliki. Others might come and go, but I can’t ever escape myself. Orang lain mungkin datang dan pergi, tetapi saya tidak bisa melarikan diri. Kualitas koneksi yang Anda miliki dengan diri Anda sendiri akan memastikan kualitas hubungan Anda dengan orang lain, termasuk hubungan romantis.

Jika hubungan Anda dengan diri sendiri bobrok, akan sulit bagi Anda untuk menciptakan hubungan yang apik dan bahagia dengan orang lain. Hubungan romantis Anda akan mencerminkan hubungan yang Anda miliki dengan diri sendiri.

Pertama, saya menghandle si kesepian dulu. Saya mulai menghabiskan lebih banyak waktu ditemani oleh diri saya sendiri. Saya menjadwalkan quality time dengan diri saya di kalender saya. Hari Minggu adalah hari untuk diri saya sendiri. Solitude and silence became my friends. Kesunyian dan keheningan menjadi teman saya. Saya banyak menulis, membuat jurnal dan meluangkan waktu untuk refleksi diri dan meditasi.

Praktek-praktek ini menopang kemampuan saya untuk menyelam lebih dalam di dalam diri saya dan saya mulai merasa lebih tangguh dan lebih aman di dalam diri saya. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mulai menikmati kebersamaan dengan diri saya sendiri.

Self-love comes first.

Memprioritaskan self-love atau mencintai diri sendiri.

Jika Anda tidak mencintai diri sendiri, Anda tidak dapat sepenuhnya mencintai orang lain dan Anda juga tidak dapat menerima cinta 100%.

Butuh dua puluh tahun untuk memahami apa sebenarnya self-love itu. Dan bagi saya itu adalah praktik, bukan perasaan. Ini adalah implementasi lebih memilih diri sendiri dan apa yang terasa tepat bagi saya.

Ketika Anda mulai berlatih mencintai diri sendiri, banyak hal mulai berubah dalam hidup Anda. Kepercayaan diri dan harga diri Anda merayap. Anda memiliki keberanian to be your authentic self untuk menjadi diri-sejati Anda. Anda berhenti mencari persetujuan. Anda menjadi lebih baik dalam menegaskan kebutuhan Anda sendiri dalam hal berkencan. You recognise your own value and you aim higher in love. Anda menjadi lebih baik dalam mengenali nilai, dan kebutuhan Anda sendiri dalam hal cinta-cintaan.

Anda memiliki batasan yang lebih ‘kekar’. Anda menjadi lebih selektif. Ini semua mengarah pada membikin pilihan romantis yang lebih baik dan memilih pasangan yang lebih bermutu. Self-love sangat powerful. Saya menemukan cinta sejati ketika saya mulai mencintai dan menghormati diri sendiri—dan saya pikir pekerjaan saya udah selesai.

Sekarang saya berada dalam suatu hubungan, saya menyadari bahwa pekerjaan ini nggak pernah usai. Anda terus-menerus perlu mempraktikkan self-love. Anda akan menjumpai intensitas baru untuk latihan ini dan mengalami aspek baru self-love. Tetapi untuk hepi dalam suatu hubungan, Anda harus terlebih dahulu mencintai diri sendiri.

Find Yourself Before You Find Your Partner

Temukan diri Anda sebelum Anda menemukan pasangan Anda.

Untuk ‘menjaring’ true love, cinta sejati, Anda perlu memahami diri sejati Anda. Luangkan waktu untuk mengeksplorasi siapa Anda sebenarnya. Luangkan waktu solitude dan bersiaplah untuk menjawab beberapa pertanyaan jujur tentang diri Anda.

Tanyakan kepercayaan Anda, karena Anda mungkin menemukan bahwa beberapa di antaranya bahkan bukan milik Anda! Apa kebutuhan anda? Apa impian Anda? Apa yang Anda inginkan? Apa yang elementer bagi Anda dalam hidup? Menarik pasangan dari spacemengenaldirisendiri dengan baik biasanya menghasilkan seseorang yang punya value dan mendambakan hal yang sekufu dari kehidupan.

Ketika Anda nggak tau siapa Anda, Anda juga tidak bisa tahu dengan siapa Anda ingin berbagi kehidupan. Menemukan diri sendiri juga tentang bahwa Anda paham Anda adalah orang yang utuh dan lengkap.

Ini adalah tentang mengenal bahwa Anda mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan Anda sendiri. Ini tentang mewujudkan impian Anda sendiri, merasa nyaman dengan diri sendiri, memiliki hubungan yang kuat dengan diri sendiri dan living your life as a single, proudly and boldly, menjalani hidup Anda sebagai seorang lajang, dengan bangga dan berani.

Ketika saya melihat kembali kehidupan single saya dan semua pergumulan saya dalam cinta, saya sekarang mengerti bahwa saya mencari cinta dengan cara yang salah. Jika saya harus melakukan semuanya dari awal lagi, saya akan mulai dengan detoks dari kencan dan mengenal diri saya terlebih dahulu. Hanya dengan begitu Anda dapat menemukan pasangan sejati Anda dan menyusun hubungan romantis yang amazing dengan orang lain.