Ingin Kurus dan Ramping? Baca tentang Solusi Mengatasi Efek Samping Puasa Intermittent dan Diet Keto

Apakah benefit dari puasa?

  1. Meramping, Anda dijamin akan jadi langsing singset.
  2. Anda bisa mereduksi obat-obatan diabetes tipe 2 dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
  3. Tetapi memang, di sisi lain, nggak bisa dipungkiri, puasa menyulut beberapa efek samping dalam jangka pendek.

Konsekuensi puasa yang nggak diinginkan ini gara-garanya karena ada transisi tubuh dari  habit ‘memanggang’ gula ke mode membakar lemak. Saya selalu mengedukasi pasien bahwa tubuh manusia memiliki dua pabrik berbeda:

  1. Pabrik dengan bahan bakar gula dan.
  2. Pabrik dengan bahan bakar lemak.

Mayoritas manusia hanya manfaatin pabrik-berbahan-bakar-gula untuk membikin tubuh kita ‘menggelinding’ selama bertahun-tahun dan bahkan mungkin beberapa dekade. Sementara itu, ‘kilang’ dengan ‘gasolin’ lemak ditutup aja dong. Dibiarkan sampai berkarat dan berkerak. Tetapi, sekarang tiba-tiba Anda berbelot, mau nggak mau itu memaksa tubuh Anda mengisi bahan bakar dari gudang lemak.

By: Megan Ramos (Fasting Basics: Common Side Effects of Fasting)

Supaya tubuh Anda bisa berfungsi dengan tampan plus mulus, si tubuh beralih dari dari bahan bakar gula ke ‘gasolin’ lemak. Ini berarti Anda harus ngebangunin pabrik berbahan bakar lemak dan memelankan pabrik ‘berbensin’ gula.

Sekarang bayangkan, berapa banyak kerja keras yang diperluin untuk memperlambat penggunaan pabrik yang telah Anda pake selama bertahun-tahun, dan memulai mengoperasikan pabrik lemak yang telah duduk di sana ngumpulin debu. Ini nggak akan menjadi transisi yang rancak banget. Akan ada beberapa penghalang yang tak terhindarkan, sehingga Anda bisa mendapatkan pabrik semau-mau Anda, juga, si doski sanggup berjalan secara efisien.

Bagi sebagian orang transformasi ini flawless, dan mereka nggak akan mengecap efek samping. Others aren’t as lucky.  Sayangnya, kebanyakan orang tidak seberuntung itu. Tetapi jika Anda termasuk dalam kategori yang ngalamin salah satu efek samping yang tidak dipengenin di bawah ini, don’t worry, Sob!

Hasil dari Puasa Inttermittent. Sumber Gambar: bodyandsoul.com.au

Sebagian besar hal nggak ‘asyik’ ini akan hilang 100% dalam waktu dua hingga empat minggu, karena ngerjain rutinitas yang sama, lagi dan lagi. Efek samping cenderung bertahan hanya jika pasien ogah mengarungi masa-masa kusut. Tapi jika pasien tetap keukeuh pada protokol puasa mereka secara konsisten, si efek nggak-oke itu, pastinya bisa dihempas lho.

Emang sih, ini mungkin nggak  fun, dan bahkan mungkin tampak sulit atau hampir imposibel pada awalnya, tetapi, jika Anda semakin persisten dengan rejimen Anda, maka proses adaptasi Anda akan makin ekspres, plus, side effectnya pun akan pupus. Orang-orang yang enggak stick to it atau tidak taat berpuasa secara konsisten, akan struggle dengan dampak amikal puasa dalam jangka panjang. Jadi semakin Anda malas-malasan, efek sampingnya akan kian menempel.

Anda mungkin akan melakoni konsekuensi dari puasa jika:

  1. Jika Anda baru aja berkenalan dengan puasa (yang mana agak kurang common terjadi pada orang yang diet keto atau rendah karbo).
  2. Setelah mengkonsumsi karbohidrat dan makanan olahan dalam jumlah segunung ketika bepergian atau liburan.

Anda bertendensi nggak ngalamin efek ‘menyengsarakan’ dari puasa jika:

  1. Anda sudah terbiasa diet keto atau makan hidangan rendah karbohidrat (si bodi udah terbiasa memanfaatkan lemak untuk bahan bakar).
  2. Anda nggak menyimpang dari diet Anda, misalnya makan junk food segambreng saat wiken.
  3. Anda tetap berpuasa dengan konsisten.

Headache, Dizziness, Mental Fog and Lethargy atau Sakit kepala, Pening, Mental Berkabut, Linglung or Kesadaran Menurun, dan Lesu

Grup efek samping ini biasanya karena kadar sodium yang rendah. Tingkat insulin kita mulai drop secara signifikan ketika kita mulai berpuasa. Insulin yang melandai ini mengirimkan sinyal ke ginjal kita untuk melepaskan kelebihan air karena insulin menyebabkan retensi air.
Mayoritas orang buang air kecil lagi dan lagi, seolah tiada henti, saat mereka baru puasa, tipikalnya karena alasan ini. Saat tubuh kita membersihkan diri dari surplus air, kita juga kehabisan elektrolit melalui urin kita.

Kita juga nggak makan banyak, oleh karena itu konsumsi  elektrolit decline secara dramatis. Tubuh kita ngatur kadar elektrolit kita secara ketat, sehingga perubahan mendadak ini dapat mengubah homeostasis tubuh kita.

Solusinya:

  1. Tambahkan sejumput garam alami di bawah lidah Anda (garam Himalaya atau Celtic adalah yang terfavorit) atau dalam segelas air beberapa kali sepanjang hari.
  2. Minumlah kaldu tulang atau kaldu sayuran non-starchy.
  3. Minum jus acar (tanpa gula).

Kiat pakar: Jika kadar sodium Anda rendah banget, Anda mungkin harus mengakhiri puasa as soon as possible, meskipun Anda berencana untuk menyeruput kaldu tulang nanti saat berbuka. Kami sering menjulukinya the point of no return. Untuk menghindari hal ini, ambil sejumput garam kaldu atau jus acar setiap tiga jam, bahkan jika Anda merasa baik-baik aja. Ini akan mencegah Anda merasa nggak fit in the first place. 

Diare

Impak nehatif yang tidak mengenakkan ini bisa bermasalah cukup ekstrim dan merupakan salah satu efek samping paling galib bagi newbie, terutama jika mereka berpuasa setelah sebelumnya terbiasa makan karbohidrat dalam jumlah gadang. Kenapa bisa begini? Level insulin yang menukik cukup spektakuler ngasih sinyal ke ginjal untuk mengeluarkan air berlebih, oleh sebab itu, buang air besar pasien menjadi encer.

Sumber Gambar: eurohealthnet-magazine.eu

Solusinya:

  1. Ambil 1 sendok makan psyllium husk dan aduk ke dalam 1 gelas air, diamkan selama 5-10 menit sebelum meminumnya, lakukan sesaat setelah bangun pagi.
  2. Ulangi dengan sendok makan kedua jika perlu di siang, sore atau malam hari.

Kiat Pakar: Tubuh kita bisa kehilangan elektrolit melalui buang air besar seperti yang kita lakukan saat buang air kecil. Orang yang ngalamin diare sering merasakan gejala kadar sodium marhaen. Dia sudah bisa dipastikan kekurangan sodium. Pastikan Anda minum secangkir ekstra kaldu atau jus acar, pokoknya kadar sodium jangan sampai kurang dong. Atau bubuhkan sejumput garam pada air minum Anda.

Constipation atau Sembelit

Jika Anda tidak makan, apakah Anda berekspektasi banget akan buang air besar? Indeed, ¾ dari kita terbiasa buang air besar satu atau lebih dalam sehari, oleh karena itu, kadang-kadang rasanya weird, aneh atau merasa ada something wrong jika nggak melakukan ritual ini.

Jika Anda tidak merasa tidak nyaman, then don’t worry, jangan khawatir, Sob. Tetapi, jika Anda merasa nggak comfortable, maka Anda harus mencoba troubleshoot si sembelit ini. Beberapa orang memiliki saluran pencernaan yang bergerak jauh lebih lambat daripada yang lain dan makan terus-menerus membantu ‘hal-hal’ itu bergerak dengan konstan.

Saat kita mulai berpuasa, kita nggak mengkonsumsi apa pun untuk membantu mendorong hidangan sebelumnya melalui sistem Anda. Setelah beberapa hari, Anda mungkin mulai merasa discomfort atau nggak enak.

Solusinya:

  1. Minumlah air jika Anda haus.
  2. Teguk magnesium sitrat untuk ngebantu menghidrasi usus besar Anda dan membuat semuanya meluncur.
  3. Tingkatkan durasi berolahraga.

Kiat Pakar: Jika semuanya gagal, tambahkan minyak kelapa atau minyak MCT ke teh atau kopi Anda di pagi hari. Ini bukan puasa yang sempurna tapi itu akan membuat si anu bergerak dan groovingatauberalurlagi.

Insomnia dan Merasa Cemas

Efek-efek sampingan ini dikausakan oleh produksi dari hormon regulator adrenalin yang digelontorkan si bodi ini ketika berpuasa. Usually, it’s a good thing. Biasanya, itu hal yang ciamik. Ini menumbuhkan tingkat metabolisme kita dan ngebantu kita merasa berenergi.

Problematikanya adalah itu bisa membikin kita merasa energik pada waktu-waktu tertentu di hari ketika kita lebih suka tidur. Masa udah malem masih melek aja, Sob. Itu juga bisa membuat kita merasa jittery, sulit untuk rileks, dan merasa rusuh atau nggak kalem aja gituh.

Kebanyakan orang yang tidak suffering atau menderita kecemasan melaporkan bahwa mereka emang terlalu banyak minum kopi ketika pertama kali nyobain puasa. Orang-orang yang menderita kecemasan mulai khawatir bahwa puasa memperburuknya —it doesn’t, Sob. Nggak kayak gitu kok, santai aja.

Sumber Gambar: goodmorningamerica.com

Itu hanya reaksi tubuh Anda yang memunculkan adrenalin berkali-kali lipat yang memicu si cemas lebih hamsyong dari biasanya. Manusia adalah spesies yang sangat mudah mencomot habit baru. Itulah salah satu dari banyak alasan mengapa kita sukses banget. Dan tubuh kita akan beradaptasi untuk mengadopsi adrenalin berkaliber lebih elok saat kita terus berpuasa secara konsisten.

Solusinya:

  1. Practice ritual yang proper sebelum tidur dengan mematikan alat elektronik 90 menit sebelum tidur dan kenakan kacamata cahaya biru di malam hari.
  2. Mandi garam Epsom untuk membantu tubuh Anda rileks.
  3. Lapisi diri Anda dengan minyak magnesium atau gel di malam hari.
  4. 4-6 jam sebelum tidur, minumlah magnesium bis-glisinat atau malat.
  5. Kurangi puasa, misalnya, jika Anda melakukan puasa 36 jam, maka mungkin lakukan puasa 24 jam dan tingkatkan hingga puasa 36 jam setelah beberapa minggu berpuasa jika percobaan pertama sakses.

Kiat Pakar: Bahkan orang-orang yang tergolong suhu untuk urusan puasa, atau para pro pun, dapat ngalamin efek samping ini jika mereka mencoba me-mix a.k.a mencampur puasa-jangka-waktu-panjang ke dalam rejimen mereka. Jika durasi puasa Anda di-double atau triple-kan secara dramatis, pilih waktu yang lebih lambat (misalnya sedang sibuk dengan karier, keluarga, fungsi sosial, dll.) Di mana Anda merasa sedang sibuk banget.

 Acid Reflux atau Asam Lambung

Kami nggak yakin mengapa orang ngalamin refluks asam atau keluhan asam lambung ketika mereka trial puasa.

Dari pengalaman klinis saya selama bertahun-tahun, efek samping ini hanya cenderung terjadi pada orang yang memiliki a long-standing history of reflux atau udah dari zaman kuda gigit besi, jadi doski memang punya kadar lambung yang tingginya aduhai. Jarang seseorang mengalami refluks untuk pertama kalinya ketika mereka baru berpuasa. There is some good news! Dan ada beberapa kabar baik, Sob!

Jika Anda menderita refluks, refluks Anda kemungkinan akan meningkat secara fantastis atau bahkan hilang begitu tubuh Anda beradaptasi dengan puasa, terutama jika Anda mengikuti diet rendah karbohidrat dikonjungsi atau digabung dengan puasa.

Sama seperti banyak hal dalam hidup, dari buruk menjadi super-buruk-banget lalu menjadi lebih apik! Orang yang memiliki riwayat refluks harus mengambil beberapa tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya refluks atau bahkan menjadi lebih buruk.

Solusinya:

  1. Tambahkan 1-3 sendok makan  jus lemon ke dalam air Anda sepanjang hari.
  2. Juga, Anda bisa menambahkan 1-3 sendok makan unfiltered apple cider vinegar  atau cuka apel mentah tanpa filter ke dalam air Anda.
  3. Hindari kaldu dan jus acar.
Sumber Gambar: primal40.com

Kiat Pakar: Hindari spearmint dari teh peppermint karena dapat memperburuk gejala Anda. Lebih baik Anda memilih teh licorice, yang dapat membantu mencegah refluks.

Gout atau Encok

Seperti refluks asam, kami tidak yakin mengapa orang mengalami asam urat saat puasa. Juga, orang jarang mengalami asam urat akibat puasa jika mereka tidak memiliki riwayat serangan encok. Kurang dari tiga kasus dalam hampir satu dekade di mana seorang individu yang tidak memiliki riwayat asam urat berkembang karena ngerjain puasa, terutama puasa intermiten.

Solusinya:

  1. Tetap berpuasa intermiten, ketika Anda baru aja start, misalnya 24, 36 atau 42 jam, tiga kali seminggu.
  2. Tambahkan 1-3 sendok makan air jeruk nipis ke dalam air minum Anda.
  3. Ambil ekstrak akar ceri—ini tidak akan mengganggu puasa Anda

Kiat Pakar: Yang terbaik bagi orang dengan riwayat asam urat untuk memulai secara perlahan dengan puasa. Mulai dari makan tiga kali sehari menjadi makan dua kali menjadi satu selama satu hingga dua bulan. Jika Anda mulai mengalami sakit asam urat, kurangi lagi durasi puasa Anda. Obat-obatan yang tercantum di atas paling baik digunakan bersama-sama.

Bad Breath Bau mulut

Semua hal brilian dalam hidup sering kali diembel-embeli dengan konsekuensi nggak molek. Take motherhood for example.  Katakanlah, motherhood atau masa ketika seorang ibu membesarkan bayi. Memiliki bayi adalah hal yang indah.Tidak tidur selama 12 bulan itu menyebalkan dan berisiko pada sistem tubuh manusia, terlepas dari seberapa besar Anda suka menjadi ibu baru.

Hal yang sama berlaku untuk kasus meramping. Salah satu imbas dari penurunan berat badan adalah bau mulut. Kami sering menyebutnya napas keto. Ketika kita mengalami napas keto, lidah kita menjadi putih dan ada rasa aseton di mulut kita, karena aseton adalah bioproduk dari metabolisme asam lemak.

Banyak orang langsung panik tentang lidah putih mereka dan menganggap mereka memiliki semacam kekurangan nutrisi yang mengerikan. Yang lain memiliki pasangan yang menolak untuk mencium mereka di pagi hari dan bahkan mereka tidur di guest room karena napas pagi mereka begitu unbearable, mambune tak tertahankan, Rek.

Don’t worry! Jangan khawatir!

Anda hanya membakar lemak, dan itu hal yang apik. Saat kehilangan lemak slow down atau mulai melambat, napas Anda akan membaik. Lidah Anda akan kembali menjadi pink alias merah muda dan Anda akan disambut kembali di kamar Anda.

Solusinya:

  1. Bersihkan lidah Anda dengan minyak kelapa dua hingga tiga kali seminggu.
  2. Sikat gigi Anda lebih sering sepanjang hari
  3. Gunakan scraper lidah.
  4. Minum lebih banyak air.

Kiat Pakar: Anda mungkin sebaiknya mengurangi asupan protein selama bulan pertama puasa.Jika Anda ingin menurunkan berat badan dan mempertahankan massa otot, maka Anda harus mengonsumsi 0,6 g protein per kilogram total berat badan. Posting kami berikutnya dalam seri ini akan berbicara tentang beberapa efek samping puasa yang kurang umum yang sering membuat orang resah.

Ingin Langsing dan Ramping? Baca Tentang Memecahkan Masalah 2 Kompartemen

Sumber Gambar

Salah satu kesalahan utama yang dibuat oleh hipotesis Calori In/ Calori Out (CICO) atau kalori masuk VS kalori keluar adalah anggapan bahwa energi tersimpan dalam tubuh sebagai kompartemen tunggal. Mereka menganggap bahwa semua makanan dapat dikurangi menjadi setara kalori mereka dan kemudian disimpan dalam satu kompartemen di dalam tubuh (Kalori Masuk). Tubuh kemudian menggunakan energi ini untuk metabolisme basal dan olahraga (Kalori Keluar).

Model ini terlihat seperti ini: Semua energi tersimpan dalam kompartemen itu. Namun, model ini merupakan fabrikasi yang lengkap. It does not exist.  Kesalahpahaman yang telah menjadi rahasia umum ini telah menyebabkan penerimaan umum teorema CICO.

Menurut model ini, dengan mengurangi jumlah kalori yang masuk, atau meningkatkan jumlah yang keluar, Anda bisa mengurangi jumlah energi tubuh yang disimpan sebagai lemak. Pastinya strategi Eat Less, Move More (atau Calori Reduction as Primary) ini memiliki tingkat keberhasilan yang diketahui sekitar 1% atau tingkat kegagalan sekitar 99%. Udah pasti kalo Anda mengikuti diet ini, tentu akan acak adul. Nggak akan pernah sukses, Shay.

By: Dokter Jason Fung (Obesity – Solving the Two-Compartment Problem – Fasting 21)

Namun sialnya, ini tidak menghalangi pihak medis atau ahli gizi untuk mempertanyakan keberanian nasehat mereka. Untuk lebih memahami bagaimana energi tersimpan dalam tubuh, lebih tepat bila menggunakan dua model kompartemen. Diagram Dr. Kieron Rooney mengekspos bahwa tubuh mampu memperoleh energi dari 3 sumber—glukosa (karbohidrat), lemak atau protein.

Sumber Gambar

Tetapi, protein tidak disimpan sebagai sumber energi dan hanya digunakan bila ada protein makanan berlebih setelah dialihkan ke glukosa. Jadi, ini menghasilkan dua sumber bahan bakar potensial—glukosa dan lemak—dan ini disimpan dalam kompartemen yang berbeda. Glukosa disimpan di hati sebagai glikogen—molekul yang terdiri dari rantai gula yang panjang. Ini mudah diakses ke tubuh, tapi ada jumlah terbatas yang bisa disimpan. Setelah ambang batas itu tercapai, tubuh menyimpan lemak.

Pikirkan glikogen seperti kulkas. Sangat mudah memindahkan makanan masuk dan keluar dari lemari es, namun ruang penyimpanannya terbatas. Sementara itu, lemak tubuh jauh lebih sulit diakses, tapi Anda bisa menyimpan jumlah tak terbatas. Diet lemak secara langsung ditumpuk ke gudang lemak tubuh. Karbohidrat berlebih berubah menjadi lemak oleh proses yang dikenal dengan De Novo Lipogenesis (DNL).

Pikirkan lemak tubuh sebagai freezer yang Anda simpan di basement Anda—Anda bisa menyimpan banyak makanan di dalam freezer tapi butuh tenaga ‘kuda’ untuk menjangkaunya. Anda juga bisa menyimpan lebih dari 1 freezer di ruang bawah tanah jika Anda membutuhkan lebih banyak tempat.

Sumber Gambar

Saat Anda makan, tubuh menyimpan energi. Karena Anda tidak makan (puasa), tubuh harus mengambil energi yang tersimpan dari tubuh untuk dijadikan bahan bakar. Tapi tidak mengambil jumlah yang sama dari kedua kompartemen (lemak dan glikogen). Glikogen dibakar hampir secara eksklusif sampai selesai—ini bisa bertahan 24 – 48 jam puasa murni.

Ini logis karena jauh lebih mudah bagi tubuh untuk mendapatkan glikogen. Pikirkanlah seperti ini. Jika Anda membeli bahan makanan, Anda pertama kali menyimpannya di lemari es. Setelah penuh, maka Anda mulai menyimpannya di dalam freezer.

Ketika harus memamahbiak, Anda mulai dengan makan makanan di lemari es. Baru setelah glikogen sudah terbakar untuk energi, tubuh beralih ke gudang lemaknya. Demikian pula, hanya jika makanan di lemari es hilang, apakah Anda ingin turun ke gudang bawah tanah untuk mendapatkan makanan di lemari es. Dibutuhkan lebih banyak usaha. Anda nggak bisa membakar glukosa dan lemak dalam jumlah yang sama.

Misalnya, jika lemari es glikogen Anda sudah penuh, Anda tidak akan menggunakan lemak Anda di ‘freezer’. Jika Anda membutuhkan 200 kalori

energi untuk berjalan, Anda bisa mengeluarkannya dari glikogen tanpa membakar cadangan lemak .

Dua kompartemen energi tidak dibakar secara bersamaan, namun secara berurutan. Anda perlu mengosongkan kulkas sebelum Anda bisa mulai menggunakan makanan di dalam freezer. Intinya, tubuh bisa membakar gula atau lemak, tapi tidak keduanya. Ini dikendalikan sebagian oleh insulin, dan juga secara langsung oleh siklus Randle—yang dijelaskan pada tahun 1963. Ini juga kadang disebut siklus asam glukosa-lemak.

 Dalam preparasi sel otot jantung yang diisolasi, Randle dan rekan-rekannya dapat menunjukkan bahwa sel yang menggunakan glukosa untuk energi dihambat menggunakan lemak dan sebaliknya tanpa adanya interferensi dari insulin atau hormon lainnya. Mekanisme biokimia ini secara langsung melarang tubuh untuk menggunakan kedua bahan bakar sekaligus. Anda membakar gula atau lemak, tapi tidak keduanya.

Sumber Gambar

Anda bisa melihat dari diagram yang menggunakan glukosa akhirnya mengarah pada produksi Malonyl-CoA yang menghambat penggunaan lemak (LCFA – Long Chain Fatty Acid). Jadi, mengapa Anda tidak bisa meramping dengan menggunakan metode CICO? Karena CICO berdasarkan ide yang salah bahwa semua kalori sama.

Bila Anda menyimpan energi makanan (kalori), itu disimpan sebagai gula (glikogen) di ‘lemari es’ dan lemak di ‘freezer’. Tapi Anda harus membakar gula terlebih dahulu sebelum Anda bisa membakar lemak. Jadi, sekarang Anda ingin kehilangan lemak tubuh. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membersihkan gula di kulkas Anda. Namun, jika Anda terus-menerus mengisi lemari es Anda 3 – 6 kali sehari dengan gula, maka Anda tidak akan pernah mulai membakar lemak di dalam freezer.

Metode CICO mengabaikan dua masalah kompartemen dan berpura-pura bahwa semua kalori disimpan rata dan dibakar sama (kompartemen tunggal), meskipun hal ini telah diketahui salah selama paling sedikit 50 tahun. Ini setara dengan diet standar kalori yang dibatasi makan 3-6 kali sehari dengan kandungan karbohidrat (50-60%) yang relatif tinggi.

Anda membayangkan bahwa karena Anda mengisi kulkas dengan sedikit glukosa, akhirnya Anda akan kosong. Namun, ini tidak terjadi. Mengapa? Karena, saat Anda mulai meletakkan lebih sedikit makanan di lemari es, tubuh Anda merasakannya dan mulai gelisah. Jadi, itu mulai membuat Anda lapar dan ingin makan lebih banyak.

Jika Anda tidak mengisinya, itu akan menurunkan metabolisme Anda sehingga kurang membakar energi. Apa solusinya? Pertama, Anda bisa mengikuti diet Low Carb, High Fat (LCHF). Dengan sangat membatasi jumlah karbohidrat, kami menyimpan kulkas glukosa kosong. Sekarang energi yang harus dibakar harus keluar dari freezer lemak.
Hal ini pada pangkalnya mengubah dua masalah kompartemen menjadi satu masalah kompartemen tunggal. Kedua, Anda bisa mencoba puasa intermiten. Puasa pada pilarnya membakar semua gula yang disimpan di lemari es dengan cepat. Apakah kamu akan lapar? Ya mungkin.

Tapi jika Anda mendorong melalui itu, tubuh Anda terpaksa membakar lemak untuk energi. Metabolismenya tidak melambat karena perubahan hormonal kompensasi dari puasa. Setelah beberapa hari, kelaparan juga ditekan—mekanismenya tidak diketahui, namun kemungkinan terkait dengan produksi keton.

Intinya begini. Anda bisa menyimpan energi dalam bentuk gula atau lemak. Dalam keadaan berpuasa—Anda bisa membakar gula atau lemak untuk energi, tapi tidak keduanya.
Jika Anda terus memasok tubuh Anda dengan gula, Anda tidak akan membakar lemak. Puasa memberikan cara yang sangat cepat untuk mulai membakar lemak. Ini memberikan solusi untuk dua masalah kompartemen.

Alasan mengapa pakar Kalori tidak pernah mengerti mengapa model mereka tidak bekerja adalah karena mereka secara mendasar salah memahami masalahnya sebagai satu kompartemen tunggal.

Ada satu lagi masukan vital ke dalam sistem. Seberapa mudahnya mendapatkan energi makanan dari freezer? Jika freezer terkunci di ruang bawah tanah di belakang gerbang baja dan dilarang, maka akan sangat sulit mengeluarkan lemaknya. Apa hormon utama yang mengendalikannya? Jawabannya adalah … insulin. (Sebenarnya, insulin adalah jawaban sebagian besar pertanyaan di blog ini)

Sudah diketahui bahwa insulin menghambat lipolisisItu cara yang jempolan untuk mengatakan bahwa insulin menghentikan pembakaran lemak. Well, that’s normal.  Insulin naik saat Anda makan, sehingga memberitahu tubuh untuk mulai menggunakan energi makanan yang masuk dan berhenti menggunakan lemak di dalam freezer. Jadi, jika insulin Anda tinggi dari resistensi insulin, Anda mungkin sulit membakar lemak yang ngendon di ‘freezer’.

Sumber Gambar

Jadi, saat menurunkan kalori yang masuk (Strategi Pengurangan Kalori sebagai Strategi Primer – Makan Kurang), tubuh Anda tidak dapat membakar lemak. Jadi mengkompensasi dengan mengurangi pengeluaran kalori. Oleh karena itu, metabolisme basal ambles.

Jika Anda berusia 8 tahun, resistensi insulin Anda minimal, dan insulin puasa rendah. Itu berarti sangat mudah untuk mendapatkan lemak di dalam freezer. Ini seperti freezer tepat di samping kulkas. Easy Peasy.

Jadi, jika Anda hanya mengurangi kalori, tubuh Anda dapat dengan mudah mengimbangi dengan mengeluarkan lemak dari freezer. Ini menjelaskan waktu ketergantungan obesitas. Artinya, mereka yang telah mengalami obesitas untuk waktu yang lama akan sangat sulit untuk melangsing. Karena resistensi insulin mereka tinggi menyebabkan peningkatan kadar insulin setiap saat.