Ingin Cantik dan Kulit Mulus? Pitera Solusinya

PITERA, adalah filtrat fermentasi galactomyces, yaitu ekstrak ragi yang berasal dari proses fermentasi alami yang dikontrol secara selektif, cermat dan teliti.

Doski berbentuk cairan bening yang mengandung:

  1. Lebih dari 50 mikronutrien dan.
  2. Merupakan sumber peptida, protein, asam amino, karbohidrat dan asam organik yang perfek banget.

Oleh karena itu, kombinasi nutrisinya ngasih kekuatan yang luar biasa powerful sebagai anti-aging. Khasiat anti penuaan dan pelembapnya dijamin tokcer, yang akan kita diskusikan secara lebih detail di bawah ini.

Dari Sake Hingga Skin Care

It’s worth mentioning the fascinating way that PITERA was discovered. Kembali pada tahun 1970-an, para ilmuwan SK-II mulai menelusuri resep-resep alami yang akan “mengubah semua kulit wanita menjadi indah.” Jadi kulit cantik bukanlah hanya impian.

Para ilmuwan meriset multipel kemungkinan, dari ramuan herbal Cina hingga hot spring water atau air panas.

However, the ideal ingredient still eluded them. Tetapi, bahan yang ideal masih tampak elusif dan luput dari mereka.

Suatu hari, para ilmuwan SK-II menjumpai tempat pembuatan sake di Jepang di mana pekerja lansia memiliki wajah keriput, namun tangan mereka extraordinarily lembut dan terlihat muda, soft and youthful-looking hands.

Sumber Gambar: stanfordchem.com

Penemuan ini mengilhami mereka untuk mengusut dengan ensiklopedis yang melibatkan lebih dari 350 jenis ragi. Setelah lima tahun, para periset akhirnya nemuin the unique yeast strain atau butiran ragi unik yang menyimpan rahasia kulit indah—PITERA.

PITERA ini ditemukan di seluruh lini produk SK-II, dan telah disebut sebagai “bahan ajaib” merek tersebut.

Apa Manfaat PITERA bagi Kulit?

Seperti disebutkan di atas, PITERA adalah ‘sumur’ zat gizi yang kaya akan asam amino, peptida, protein, karbohidrat, asam organik, dan banyak zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.

Kombinasi nutrisi ini dianggap sanggup meningkatkan the skin’s natural surface rejuvenation process atau proses peremajaan permukaan kulit secara alami.

Mari kita bahas masing-masing lebih detail sehingga Anda akan tahu persis gimana sih PITERA kok bisa bermanfaat banget bagi kulit.

Asam amino, peptida, gula, asam organik, dan mineral di PITERA semuanya berkontribusi untuk mengisi kembali Faktor Pelembab Alami (NMF) kulit. NMF bertanggung jawab untuk ‘menunggui’ si kulit agar tetap terhidrasi, lembut, dan kenyal

Sayangnya, NMF menjadi menipis seiring bertambahnya usia, dan juga akibat paparan rutin terhadap bahan-bahan yang meningkatkan kepekaan seperti pengeringan surfaktan, wewangian sintetis, dan alkohol terdenaturasi.

Ini nyebabin kulit tampak kering dan bersisik yang terasa kencang dan nggak nyaman.

Dengan pake bahan-bahan yang membantu mengisi kembali NMF, seperti PITERA, tanda-tanda penuaan seperti garis-garis, kerutan, dan kulit kering, akan berkurang. Impaknya adalah kulit yang tampak lebih halus, terhidrasi, dan kencang.

Lee Yeon Hee, Salah Satu Brand Ambassador dari SK2 (Pitera essence)

Sementara protein dan karbohidrat yang ditemukan di PITERA terlalu makro untuk sanggup menembus kulit, mereka dapat menambahkan hidrasi ke lapisan kulit teratas ketika diaplikasikan.

Selain itu, beberapa penelitian mensinyalir bahwa ragi PITERA dapat menghebatkan produksi hyaluronic acid atau asam hialuronat, yaitu komponen yang ditemuin dalam matriks ekstraseluler kulit.

Hyaluronic acid punya kapasitas untuk menarik air dari lingkungan dan menahan hingga 1.000 kali beratnya dalam air. Kemampuan asam Hyaluronic untuk menarik dan menahan kelembaban inilah yang membantu kulit mempertahankan turgor, ketahanan, dan fleksibilitasnya.

Karena tubuh memproduksi hyaluronic acid akan semakin minim seiring melajunya usia, manfaatin metode yang melipatgandakan produksi hyaluronic acid adalah cara inovatif untuk mengikis gelagat penuaan kulit.

PITERA juga berfaedah untuk membuat kulit lebih kalem karena mempunyai sifat anti-iritasi.

Bahan-bahan fermentasi memangkas risiko iritasi kulit dengan menetralkan zat-zat beracun, seperti logam berat dan pestisida yang mungkin ada dalam jumlah kecil.

Dengan menetralkan racun, PITERA membuat produk makin aman, kian efektif, dan lebih ditoleransi untuk jenis kulit sensitif.

Sifat terakhir yang punya super benefit bagi kulit PITERA adalah dengan memfasilitasi penyerapan bahan skin care lainnya.

Benefit pada formula segala sesuatu yang bertipikal fermentasi seperti PITERA sangat mirip dengan manfaat yang diberikan oleh makanan fermentasi dan suplemen enzim pencernaan, yaitu mengakselerasi penyerapan dan pencernaan nutrisi yang Anda konsumsi.

Dalam produk skin care, mikroorganisme seperti bakteri atau ragi melepaskan enzim yang memecah bahan lain menjadi molekul yang lebih mini.

Bahan aktif dalam produk skin care seringkali terlalu besar untuk menembus jauh ke dalam kulit, sehingga dengan memecahnya menjadi molekul yang lebih kecil, PITERA memfasilitasi penyerapan bahan-bahan ini. Penyerapan yang lebih apik mengarah pada hasil yang lebih baik.

Siapa yang Harus Menggunakan PITERA, dan Siapa yang Harus Menghindarinya?

PITERA dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Ini sangat ideal bagi mereka yang memiliki tanda-tanda penuaan, kulit kusam, bintik-bintik gelap, atau tekstur kasar.

Karena PITERA dapat mengelupas kulit karena sifatnya sebagai golongan asam organik, Anda mungkin ingin menghindari produk dengan bahan ini jika Anda pake peeling kulit yang kuat atau bahan-bahan yang nyebanin kulit Anda terkupas, seperti asam alfa hidroksi, retinoid, atau benzoil peroksida.

Cara Membuat Pitera Sendiri di Rumah

Terinspirasi dari blog ini, inilah cara membuatnya—yang mana gampang bingit, Sob. Elemen vital terdiri dari : 

  • Ragi roti (saya memakai merek Fermipan).
  • Nasi putih 2 sendok makan.
  • Air setengah gelas

Disarankan nasinya adalah nasi yang baru matang, bukan nasi yang sudah menginap di magic com. Percobaan pertama mbak Lintang pake nasi yang udah nginep di magic com selama 1 hari, hasilnya bau tonernya amit-amit.

Nasinya didinginkan dulu, jangan panas-panas karena nanti raginya mati dan tidak bisa melakukan fermentasi. Airnya pun jangan air yang terlalu dingin atau panas. Harus sekitar 25 – 30 derajat celsius (kurang lebih sama dengan suhu ruang).

Sumber Gambar: secretofdd.com

Untuk melakukan fermentasi disarankan menggunakan wadah kaca, misalnya gelas/toples kaca/ erlenmeyer atau tabung fermentasi. Yang harus digaris-bawahi wadah plastik terlarang hukumnya.

Semua peralatan harus steril. Nggak cuma dicuci dengan sabun, tapi juga direndam dalam air panas supaya tidak ada bakteri yang mengganggu aktivitas ragi saat fermentasi. 

Cara pembuatan:

  • Masukkan nasi ke dalam air.
  • Taburkan 1 sendok teh ragi.
  • Aduk sampai merata
  • Tutup rapat mulut gelas dengan plastik yang diikat karet atau aluminium foil. Pastikan tidak ada udara masuk.
  • Biarkan mengalami fermentasi selama 3 jam. Selama fermentasi akan terbentuk gelembung-gelembung udara kecil yang naik ke permukaan cairan, seperti gelembung minuman soda. Itu adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari fermentasi. Perubahan lainnya yaitu nasi menjadi hancur dan kental seperti gel. Kalo nggak ada gelembung dan nasi nggak hancur, berarti fermentasi gagal. Penyebab fermentasi tak berfungsi, bisa karena kurang rapat ditutupnya, atau karena raginya memang sudah mati.
  • Setelah itu siapkan gelas bersih lainnya untuk tempat filtrat (hasil saringan). Saring hasil fermentasi dengan menggunakan kain bersih yang pori-porinya halus, jangan saringan teh. Paling baik ya pakai kertas saring Whatman seperti yang biasa dipakai di laboratorium.
  • Masukkan di botol kaca/ toples/ terserah. Yang terkrusial harus kaca.
  • Langsung masukkan ke kulkas, ini penting. Jika ditaruh di suhu yang dingin, fermentasi akan berhenti sehingga alkohol yang diproduksi nggak kebanyakan. Selain itu juga akan memperpanjang masa simpannya.
  • Toner ini masih oke dipakai selama 3 hariAlkohol yang diproduksi dalam proses fermentasi menjadi pengawet alami. Sebenarnya jika ditambah air jeruk nipis bisa memperpanjang masa simpannya (asam kuat bersifat sebagai antibakteri).
  • Oya, cara pakainya biasa aja kayak pakai toner pada umumnya.
  • Toner ini cair banget seperti air (ya memang air). Setelah diaplikasikan ke wajah, pertama rasanya lengket. Pasca meresap, kulit terasa lembab dan kenyal. Sama sekali nggak lengket, tapi jadi smooth saat disentuh.

Hal yang harus diperhatikan :

  • Penyaringan diusahakan sampai filtratnya jernih, tanpa endapan. Endapan berupa pati dari nasi bisa mempengaruhi bau toner & masa simpan (terutama jika tidak ditambah pengawet).
  • Buang toner jika baunya berubah menjadi lebih buruk (bau kecut yang mengarah ke basi).
  • Natrium benzoat menghambat pertumbuhan mikroba (termasuk ragi), fermentasi bisa berhenti jika ditambah natrium benzoat meskipun wadahnya tidak dibuka.
  • Toner yang ditambah natrium benzoat lebih awet walaupun tidak dimasukkan ke kulkas.
  • Meskipun sudah ditambah pengawet, sebaiknya tetap disimpan di kulkas.