Ingin Kurus dan Ramping? Baca Tentang Pencegahan Resistensi Insulin

Sumber Gambar

Apakah kunci teresensial yang menyebabkan insulin resisten? Resistensi insulin merupakan biang kerok penyebab level insulin tinggi. Tingginya kadar insulin mengakibatkan insulin menjadi jenjang dan terus saja begitu, sehingga mereka berputar-putar dalam lingkaran setan. Lantas, bagaimana cara kerja si tubuh sehingga dia bisa bertahan melawan gempuran sang insulin? Sebenarnya, penyebab resisten bukan karena kadar hormon insulin yang berada di atas rata-rata.

Coba kamu pikirkan tentang eksperimen di postingan sebelumnya tentang infus yang konstan pada tingkat fisiologis dan pengaruhnya terhadap insulin. 

Kamu mungkin bertanya pada diri sendiri. Jika level normal saja bisa nyebabin resistensi insulin, kenapa kita pada akhirnya nggak bisa mengalami resistensi insulin? Jawabannya adalah, level si  hormon sesungguhnya tidak menyebabkan resistensi.

Tapi, kita harus memahami bagaimana hormon disekresi di dalam tubuh. Cara tubuh mensekresikan hormon adalah secara berkala, berdenyut teratur. Semua hormon, baik itu kortisol, insulin, growth hormone, hormon paratiroid, atau hormon lainnya dalam tubuh, dilepaskan di denyut nadi. Ada irama sirkadian yang terdefinisi dengan baik. Terkadang, tingkat hormon tertentu dapat diperkirakan sangat tinggi, dan pada waktu lain, mereka hampir tidak terdeteksi. Sifat yang sangat pulsatil inilah yang mencegah berkembangnya toleransi (resisten).Setiap kali tubuh terkena stimulus konstan, ia akan terbiasa dengannya.

By: Dokter Jason Fung (Prevention of Resistance – Hormonal Obesity XII)

Pikirkan saat kamu berada di ruangan yang gelap. Tiba-tiba, kamu pergi ke luar dan matahari menusuk matamu. Matamu tiba-tiba gelap dan kamu merasa disorientasi. Namun, dalam beberapa menit ke depan, kamu menjadi terbiasa dengan cahaya terang. Sekarang semuanya terasa normal dan kamu bisa melihat dengan normal lagi. Jika kamu tiba-tiba masuk kembali ke ruangan gelap, matamu akan mendadak buta lagi seperti topi pesulap bagian dalamnya. Selama beberapa menit, kamu tidak bisa melihat apa pun. Meskipun, sebelumnya kamu berada di ruangan itu, dan sanggup melihat, namun kamu tidak bisa melakukan hal yang sama lagi.

Selama beberapa menit berikutnya, kamu menjadi terbiasa dengan kondisi gelap dan bisa mulai melihat lagi. Tubuh memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan stimulus konstan.

Ketika masuk ke ruangan terang (tadinya berada di kamar gelap), tubuh akan resisten terhadap cahaya. Begitu pula sebaliknya, saat kita berada di ruangan terang dan menuju tempat gelap, kita akan resisten terhadap gelap.

Contoh ini membuktikan, jika kita ingin mencegah resistensi berkembang biak, maka kita harus mempunyai stimulus yang berubah-ubah. Tingkat cahaya yang berbeda-beda akan mengubah itu. Jika kita berada di bawah sinar matahari dan tiba-tiba kita masuk ke dalam ruangan gelap gulita, kita akan kehilangan adaptasi terhadap cahaya. 

Hormon bekerja dengan cara yang persis sama. Kadar hormon akan selalu rendah hampir setiap saat. Sesekali, denyut nadi hormon (tiroid, paratiroid, pertumbuhan, insulin—apa pun) melonjak. Setelah lewat masanya, tingkatnya menjadi rendah kembali.

Dengan berubah-ubah dari rendah ke tinggi, tubuh tidak pernah mendapat kesempatan untuk beradaptasi. Si tubuh tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan resistensi insulin, karena denyut-nadi-hormon hilang sebelum bertumbuh.

Sumber Gambar

Apa yang tubuh kita lakukan, pada dasarnya adalah terus-menerus menjaga kita di ruangan yang gelap. Sesekali, kita terpapar cahaya terang sebentar, lalu kembali ke ruang gelap. Setiap kali ini terjadi, kita mengalami efek total dari cahaya.

Kita tidak pernah diberi kesempatan untuk terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi. Jadi kita bisa menjaga kepekaan yang sama terhadap cahaya.

Bagaimana hal ini berlaku untuk obesitas? Denyut insulin sirkadian mencegah perkembangan resistensi insulin. Namun, situasi berubah saat kita terus-menerus terpapar insulin.

Sebagai tanggapan terhadap infus insulin dengan level yang sama setiap saat, hal ini bisa menyebabkan remaja (seharusnya ini nggak kejadian pada remaja lho) mengalami resistensi insulin—ini merupakan tahap awal diabetes tipe 2. Apa perbedaan antara kondisi eksperimen dan kebiasaan normal? Pelepasan pulsatile. Dalam keadaan normal, insulin dilepaskan hanya sesekali, dan ini mencegah pengembangan resistensi. Dalam kondisi eksperimen, insulin terus diinfuskan selama 96 jam. Pemboman insulin yang terus-menerus menyebabkan tubuh mengembangkan resistensi insulin.

Akan ada regulasi yang menurun pada reseptor dan tubuh akan mengalami resistensi insulin. Seiring berjalannya waktu, resistensi insulin menyebabkan kadar insulin lebih tinggi untuk ‘mengatasi’ resistensi ini.

Tingkat tinggi saja tidak menimbulkan hambatan. Ada 2 persyaratan untuk berkembangnya resistensi—kadar hormon tinggi dan stimulus konstan. Benefit ini adalah efek yang kita gunakan  dalam terapi obat angina (nyeri dada).

Pasien yang diberi resep patch nitrogliserin diberi petunjuk untuk meletakkan patch di pagi hari dan melepasnya di malam hari.

Dengan periode yang berubah-ubah, kadang dosisnya tinggi, kadang rendah, tubuh tidak sempat mengembangkan resisten. Jika nitro-patch dipakai 24 jam/ hari setiap hari, maka efeknya menjadi sia-sia. Stimulus konstan dan kadar nitrogliserin tinggi menghasilkan resistensi.

Kembali ke kasus obesitas, jika kamu mengubah komposisi makananmu saja (yang berakibat menaikkan level insulin) itu tidak akan cukup untuk membuat kita menjadi resisten. Jika kita makan 3 kali sehari, ada kadar insulin yang lebih tinggi tetapi kita tidak memiliki stimulus insulin yang terus-menerus dan konstan, sehingga resistensi insulin tidak terbentuk.

Dengan kata lain, jika kita flashback ke tahun 1950an, saat dimana kita masih bisa memakan roti putih dan kue Oreo, tetapi angka obesitas di masa itu tetap rendah. Itu karena kita masih bisa menyeimbangkan  periode makan dan masa puasa. Kita makan (sebagai contoh) 3 kali sehari, jam 8 pagi (sarapan) sampai pukul 6 sore (makan malam). Di antara jam itu, kita tidak ngemil.  Dari jam 6 sampai jam 8 pagi, kita tidak makan (puasa). Itu berarti kita memiliki 10 jam periode makan dan 14 jam puasa setiap hari. Resistensi insulin (pendorong utama kadar insulin tinggi) tidak berkembang. Alih-alih makan 3 kali/ hari, apa yang akan terjadi jika kita makan 6 kali/ hari? Maka profil insulinmu akan terlihat seperti ini. 

Sekarang kita memiliki dua prasyarat resistensi insulin.

  1. Kita mempunyai kadar insulin yang tinggi.
  2. Atau kadar itu selalu persisten.

Dengan kondisi seperti ini, kita berekspektasi bahwa resistensi insulin akan berkembang. Jika kita disarankan agar makan 6 kali/ hari, kita harus snacking alias mengudap camilan setiap saat. Nenekmu tahu benar dan akan berceloteh bahwa mengemil setiap saat akan membuatmu menggemuk.

Sumber Gambar

Jadi saran diet  yang beredar selama ini adalah mengerikan dan menyeramkan. Muy estupido. Itulah gagasan yang telah disuntikkan selama 40 tahun! Dan kita penasaran mengapa terjadi epidemi obesitas.

 Sebuah pertanyaan tambahan kemudian muncul. Jika semua sel resisten terhadap efek insulin, maka tingkat insulin yang lebih tinggi seharusnya tidak berpengaruh secara keseluruhan. Jawabannya adalah insulin memiliki efek berbeda pada organ tubuh. Reaksinya akan berbeda pada otot, hati, dan otak.

Setiap bagian memiliki sensitivitas atau resistensi tertentu terhadap insulin, dan ini tidak mempengaruhi yang lain. 

Olahraga, misalnya akan meningkatkan sensitivitas otot terhadap insulin namun tidak berpengaruh pada sensitivitas insulin di hati atau otak.

Resistensi insulin hepatik (di hati) yang berkembang dari fatty liver tidak mempengaruhi resistensi insulin di otak atau otot. Saat kita menelan karbohidrat dengan berlebihan, kita mengembangkan resistensi insulin hati. Hal ini meningkatkan tingkat insulin secara keseluruhan. Namun, otak memiliki sensitivitas insulin normal. Di otak, kita telah meningkatkan kadar insulin yang bekerja pada reseptor yang sensitif secara normal sehingga menghasilkan efek insulin yang meningkat. Efeknya adalah meningkatkan the body set weight yang mana akan menyebabkan kamu membulat. Pada akhirnya, otaklah yang menghubungkan semua efek dari rasa lapar dan pengeluaran energi. Begitulah cara kita menumpuk lemak.

Ingin Kurus dan Langsing? Baca Tentang Insulin Menyebabkan Resistensi Insulin

Sumber Gambar

Apakah Penyebab Resistensi Insulin? Ternyata Insulin juga, Bro. Hormon Obesitas X

Kadar insulin bisa semakin tinggi jika kita mengalami insulin resisten. Trus emang kenapa? Apakah insulin resisten masalah besar buat gue? Ya. Problematika yang sangat spektakuler. Mengapa? Karena melonjaknya level insulin akan membuat Anda semakin bulat dan berpenyakit obesitas. Kali ini, kita akan mengeksplorasi dan mengupas kulit demi kulit hingga sampai di bagian inti. Untuk memulai teori hormon obesitas silakan buka Hormonal Obesity part I, click here.

By: Dokter Jason Fung

Pertanyaan susulannya adalah,

APA YANG SEBENARNYA MENYEBABKAN INSULIN RESISTEN? 

Jawabannya, sudah ada di judul postingan saya (Ha ha). Namun jika kita menilik sistem biologis, mari kita main tebak-tebakan. Menurut saya, tembakan jitu untuk membahas hal ini adalah dengan membongkar insulin itu sendiri. Jadi, apakah insulin membikin insulin resisten? Mari kita lihat buktinya.

Ada tumor langka yang disebut insulinomas yang mengeluarkan insulin dalam jumlah besar yang abnormal. Dalam kasus ini, pasien akan mengalami peningkatan insulin padahal mereka tidak makan apa-apa. Apa sih salah mereka? Dan apakah kenaikan insulin pada penderita tumor ini menyebakan insulin resisten?

Artikel ini Patients with insulinoma show insulin resistance in the absence of arterial hypertensionpasien dengan insulinoma menunjukkan resistensi insulin dan absen dari hipertensi arterial” menjawab pertanyaan itu.

Jika kita menyimak grafiknya, insulin dalam tubuh akan naik dan turun, begitu pula dengan resistensi insulin. Ini adalah cara tubuh kita melindungi diri sendiri, dan tentunya ini sangat baik.

Jika tubuh tidak mengalami resistensi terhadap insulin, kadar insulin yang tinggi dengan cepat akan menyebabkan gula darah sangat rendah, luar biasa rendah. Hipoglikemia berat ini akan menyebabkan kejang dan kematian dengan mendadak. Karena kita tidak ingin mati, tubuh memproteksi diri dengan mengembangkan resistensi insulin. Ini adalah tindakan yang brilian.

Lantas bagaimana cara menghilangkan insulinoma, tentu saja melalui operasi. Dengan melakukan this reverses the insulin resistance bisa menjungkirbalikan resistensi insulin dan kondisi ini bahkan berasosiasi dengan acanthosis nigricans. Intinya adalah, insulin yang tinggi menyebabkan resistensi insulin. Menurunkan insulin bisa mengusir insulin resisten.

Perawatan biasa dari kondisi ini adalah operasi untuk menghilangkan insulinoma. Melakukan hal ini membalikkan resistensi insulin dan bahkan kondisi terkait seperti acanthosis nigricans. Intinya adalah ini – kadar insulin yang tinggi menyebabkan resistensi insulin. Mengambil tingkat insulin tinggi akan membalikkan resistensi insulin.

Sumber Gambar

Langkah selanjutnya, apakah kita bisa membuat manusia mengalami resistensi insulin. Ini adalah yang telah mereka lakukan pada paper selanjutnya Production of insulin resistance by hyperinsulinemia in man” Diabetologia 28:70 –75, 1985 Rizza RA12 partisipan yang tidak mengalami kegemukan diberi waktu selama 40 jam. Satu grup diberikan dosis insulin yang tinggi dan semakin dinaikkan dosisnya, dan grup lain diberikan saline (grup yang dikontrol)

Gula darah tetap stabil dengan infus glukosa. Pada akhir percobaan, subjek diuji untuk mengetahui apakah resistensi insulin telah berkembang. Subjek yang memiliki infus insulin menunjukkan kemampuan 15% lebih rendah untuk menggunakan glukosa dibandingkan dengan yang tidak menerima insulin. Dengan cara lain, kelompok insulin mengembangkan resistensi insulin 15% lebih besar.

Implikasinya adalah ini—saya bisa membuat Anda resisten terhadap insulin. Saya bisa membuat setiap manusia di muka bumi ini mengalami insulin resisten. Yang perlu saya lakukan adalah memberi mereka insulin. Insulin menyebabkan resistensi insulin.

Studi lain menunjukkan hal yang sama, namun dengan dosis insulin fisiologis. Effect of sustained physiologic hyperinsulinemia and hyperglycemia on insulin secretion and insulin sensitivity in man Diabetologia Oct1994, Vol37, Iss 10, 1025-1035 Del Prato S. Penelitian sebelumnya menggunakan dosis insulin yang jauh lebih tinggi daripada yang terlihat secara alami. Penelitian ini menggunakan dosis insulin yang sering terlihat pada manusia.

Subjek penelitian adalah 15 pemuda sehat. Mereka diberi 96 jam infus insulin konstan. Subjek ini tidak gemuk, tidak pre-diabetes atau diabetes. Mereka adalah subyek sehat normal. Setelah 96 jam infus insulin, sensitivitas insulin mereka turun sebesar 20-40%.

Implikasinya sangat mengejutkan. Saya bisa membuat insulin resisten kepada pria kurus sehat ini. Karena diabetes tipe 2 adalah semua tentang resistensi insulin, itu berarti bahwa saya bisa membuat manusia sesehat apa pun mengalami resistensi insulin hanya dalam jangka waktu tiga hari. Tingginya level insulin bisa menyebabkan insulin resisten. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan sama seperti bayangan pada tubuh.

Sumber Gambar

Kita bisa melihat pola yang sama persis pada pasien diabetes tipe 2. Mari kita lihat studi menarik ini Intensive Conventional Insulin Therapy for Type II Diabetes Perawatan Diabetes 1993 16: 23-31 Henry RR. Pemikiran konvensional (dan yang keliru) pada saat itu adalah, mengendalikan gula darah adalah bagian terpenting dari diabetes.

Anda mungkin berpikir bahwa semakin lihai Anda mengendalikan gula, semakin baik diabetes dan Anda akan lebih sehat. Anda mungkin juga amburadul dan menyebabkan kerusakan tingkat tinggi yang tidak dapat diperbaiki lagi.

Tetapi, itu adalah pemikiran konvensional. Jadi mereka memilih penderita diabetes tipe 2 ini dan mengintensifkan pengobatan insulin mereka untuk mengendalikan gula darah secara ketat. Mereka memulai tanpa insulin, kemudian selama 6 bulan mengkonsumsi 100 unit sehari. Gula di dalam darah itu sangat, sangat terkontrol dengan perfek.

Namun apa yang terjadi dengan resistensi insulin mereka? Semakin banyak insulin yang mereka konsumsi,  resistensi insulin mereka semakin menanjak. Karena diabetes adalah penyakit resistensi insulin, itu berarti diabetes mereka semakin parah! Tingkat insulin yang tinggi menyebabkan resistensi insulin.

Di sinilah segala sesuatunya menjadi sangat menarik. Saya juga mengatakan bahwa insulin menyebabkan obesitas. Jika ini benar, Anda bisa berharap bahwa saat kita meningkatkan dosis insulin dari nol menjadi 100 unit/ hari selama 6 bulan, pasien akan menggemuk. Yup, memang betul, itulah yang terjadi. Berat badan pasien bertambah menjadi 8,7 kg (19 lbs) selama 6 bulan.

Sumber Gambar

Tapi perhatikan baik-baik asupan kalori mereka. Mereka mengonsumsi kurang dari 300 kalori pada awal penelitian. Jika Anda yakin tentang teori Pengurangan Kalori sebagai Primer (CRAP)—semua tentang mengurangi kalori—Anda akan menggaruk kepala Anda dengan bertanya-tanya bagaimana Anda bisa mengurangi 300 kalori per hari dan masih berat badan Anda bertambah hampir 20 pound.

 Tapi kita tahu bahwa kalori memang sama sekali tidak penting, tidak signifikan. Pertanyaan mayor dalam obesitas adalah: Apa yang mendorong insulin saya? Karena tingkat insulin naik, tubuh akan menimbun lemak. Mengurangi asupan kalori tidak berpengaruh apa pun. Jika kita mengurangi kalori, tubuh akan memangkas kalori yang dibakar dan membuat kita semakin gemuk. Jadi gimana dong? Jawabannya adalah insulin menyebabkan kita menumpuk lemak.

Itu membawa kita kembali ke pertanyaan tentang kenapa kita menggemuk? Insulin mendorong kenaikan berat badan. Tapi apa yang mendorong insulin? Hipotesis Karbohidrat-Insulin mengasumsikan bahwa asupan karbohidrat mendorong insulin, tapi itu tidak lengkap. Insulin sendiri akan mendorong resistensi insulin yang akan meningkatkan insulin dalam siklus self-reinforcing.

Semakin lama dan semakin tinggi kadar insulin, semakin tinggi resistensi insulin. Semakin tinggi resistansi, insulin semakin melonjak. Inilah yang menggerakkan efek ketergantungan waktu dari obesitas. The fat get fatter. Si gendut semakin bulat. Jika Anda mengalami obesitas dalam jangka waktu yang sudah cukup lama, maka semakin sulit untuk membasminya. Insulin menyebabkan kegemukan.

Semua orang tahu tentang kegemukan tergantung pada waktu. Namun, pemikiran terkini tentang obesitas sama sekali mengabaikan efek ini meskipun jelas terlihat bagi siapa saja dan semua orang. Karena diabetes tipe 2 adalah semua tentang resistensi insulin—ini juga membawa kita pada kesimpulan yang tak terhindarkan bahwa insulin merupakan penyebab diabetes.

Insulin menyebabkan obesitas dan diabetes. Inilah ilmu baru dari Diabesity. Dengan pemahaman baru ini, mengarah pada kemungkinan baru untuk penyembuhan penyakit diabetes. Jika kadar insulin tinggi adalah penyebabnya, maka penyembuhannya adalah menurunkan kadar insulin. Kita bisa menyembuhkan diabetes tipe 2 tanpa obat? Beneran, nih? Ya, tapi kita masih punya beberapa PR sebelum kita tiba di sana.