BAGAIMANA CARA MENGHENTIKAN GELISAH BY DALE CARNIEGE (HOW TO STOP WORRYING AND START LIVING BAB 2)

Untuk membaca bagian sebelumnya klik di sini dan di sini.

Nasihat itu menyelamatkan saya secara fisik dan mental selama perang; dan sekarang berkontributif pada posisi saya dalam bisnis. Saya seorang a Stock Control Clerk atau Pegawai Kontrol Saham untuk Perusahaan Kredit Komersial di Baltimore.

Saya menemukan problem yang sama muncul lagi dalam bisnis, yang mana menjedul juga selama perang: sebundel tugas harus dilakukan sekaligus—dan sialnya, hanya ada sedikit waktu untuk menamatkannya.

  1. Stok kami rendah.
  2. Ada segepok formulir baru yang harus ditangani.
  3. Pengaturan suplai baru.
  4. Perubahan alamat.
  5. Pembukaan dan penutupan kantor, dan sebagainya.

Alih-alih menjadi tegang dan gugup, saya ingat apa yang dokter katakan kepada saya.

“One grain of sand at a time. One task at a time.”

 “Satu butir pasir pada satu waktu.” Hanya mengerjakan satu tugas dalam satu waktu. Multitasking? Haram!

Dengan mengulangi kalimat itu kepada diri saya berulang kali, saya menyelesaikan tugas saya dengan cara yang lebih efisien dan saya ngerjain pekerjaan saya tanpa perasaan bingung dan campur aduk yang mana hampir melumatkan saya di medan perang.”

Salah satu komentar yang mengerikan banget adalah bahwa pola hidup kita saat ini udah sangat berantakan. Buktinya, setengah dari seluruh tempat tidur di rumah sakit disediakan untuk pasien dengan masalah saraf dan mental—pasien yang telah kolaps di bawah beban berat dari akumulasi kemarin dan hari esok yang super seram.

Namun, sebagian besar dari orang-orang itu akan beredar di jalanan hari ini dengan tralala-trilili, jika mereka sudi mengindahkan kata-kata Nabi Isa atau Yesus, “jangan khawatir tentang besok,” atau kata-kata Sir William Osier. “Hidup hanya untuk hari ini saja.”

You and I are standing this very second at the meeting-place of two eternities: the vast past that has endured for ever, and the future that is plunging on to the last syllable of recorded time.

Anda dan saya berdiri di detik ini, di tempat pertemuan dua keabadian: masa lalu yang luas yang telah bertahan selama-lamanya, dan masa depan yang mengarah pada suku kata terakhir dari waktu yang tercatat.

Kita nggak mungkin hidup dalam kedua kekekalan itu—tidak, bahkan untuk sepersekian detik pun kita nggak akan pernah sanggup. Tetapi, dengan nyoba ngelakuin itu, kita malah meremukkan tubuh dan pikiran kita sendiri. Jadi mari menikmati satu-satunya yang bisa kita nikmati: dari detik ini sampai tidur.

“Siapa pun dapat memikul bebannya, betapapun kerasnya, sampai malam tiba,” tulis Robert Louis Stevenson.

“Siapa aja pasti sanggup ngerjain pekerjaannya, sekeras apa pun, untuk satu hari. Siapa pun dapat hidup dengan super sweet, sabar, penuh kasih, pure, sampai matahari terbenam. Dan inilah yang sesungguhnya dimaksudkan oleh kehidupan.”

Ya, hanya itulah yang dituntut kehidupan dari kita; tetapi Ny. E. K. Shields, 815, Court Street, Saginaw, Michigan, terdorong keputusasaan—bahkan ke ambang bunuh diri—-sebelum dia belajar untuk hidup hanya sampai sebelum tidur aja.

“Pada tahun 1937, saya kehilangan suami saya,” kata Mrs. Shields ketika dia menceritakan kisahnya kepada saya, “Saya sangat tertekan—dan nyaris nggak punya uang sepeser pun. Saya menulis kepada mantan majikan saya, Mr. Leon Roach, dari Roach-Fowler Company of Kansas City, dan mendapatkan kembali pekerjaan lama saya. Sebelumnya saya mencari nafkah dengan menjual buku ke dewan sekolah desa dan kota.

Sesungguhnya, saya udah terlanjur menjual mobil saya dua tahun sebelumnya, ketika suami saya sakit; tetapi saya berhasil menabung uang muka untuk membeli mobil bekas dan mulai menjual buku lagi.

Sumber Gambar: Tenthousandvilages.com

“Saya telah berpikir bahwa kembali ke jalan akan membantu meringankan depresi saya; tetapi mengemudi sendirian dan makan sendirian ternyata malah membikin saya makin tertekan. Beberapa wilayah itu nggak produktif, dan saya merasa sulit untuk membayar mobil itu, walaupun cicilannya kecil.

“Pada musim semi 1938, saya bekerja dari Versailles, Missouri. Sekolahnya buruk, jalanannya jelek; Saya sangat kesepian dan pesimis, sehingga pada suatu waktu saya bahkan mempertimbangkan bunuh diri aja lah. Sukses? Apa itu sukses? Sukses tampak jauh dan mustahil banget. Hanya delusi.

I had nothing to live for. Saya tidak punya apa-apa untuk hidup. Saya takut bangun setiap pagi dan menghadapi kehidupan.

  1. Saya takut segalanya.
  2. Takut saya tidak bisa memenuhi pembayaran mobil.
  3. Takut saya tidak bisa membayar sewa kamar saya.
  4. Takut tidak akan punya cukup makanan.
  5. Saya takut kesehatan saya menurun dan saya tidak punya uang untuk membayar dokter.

Yang ngebikin saya nggak bunuh diri adalah pikiran bahwa saudara perempuan saya akan sangat berduka, plus saya juga nggak punya cukup punya uang untuk membayar biaya pemakaman saya.

“Lalu suatu hari saya membaca sebuah artikel yang mengangkat saya dari depresi dan itu membuat saya berani untuk terus hidup. Saya nggak akan pernah berhenti bersyukur atas satu kalimat yang menginspirasi dalam artikel itu.

Yang ialah, “setiap hari adalah kehidupan baru bagi orang bijak.”

Saya mengetik kalimat itu dan menempelkannya di kaca depan mobil saya, di mana saya melihatnya setiap menit ketika saya mengemudi. Saya pikir nggak begitu sulit untuk hidup hanya  untuk satu hari.

Saya belajar untuk melupakan hari kemarin dan nggak mikirin hari esok. Setiap pagi saya berkata pada diri saya sendiri, “hari ini adalah kehidupan baru.”

“Saya telah berhasil mengatasi ketakutan saya akan kesepian, hysteria karena ingin ini itu. Saya bahagia, sukses, antusias, dan cinta hidup. Saya tahu sekarang bahwa saya nggak akan pernah takut lagi, terlepas dari apa yang hidup berikan kepada saya. Saya tahu sekarang bahwa saya nggak perlu takut akan masa depan.

Toh saya dapat hidup satu hari dalam satu waktu—dan bahwa, “setiap hari adalah nyawa baru bagi orang bijak.”

Menurut Anda, siapa yang menulis ayat ini: “bahagianya pria itu, bahagia dia sendiri, Dia, yang bisa memanggil hari-nya sendiri: Dia yang, merasa aman di bathn, dapat mengatakan: “Besok, lakukan yang terburuk, karena aku sudah hidup hari ini.”

Kata-kata itu terdengar modern, bukan? Namun itu ditulis tiga puluh tahun sebelum Nabi Isa dilahirkan, oleh penyair Romawi Horace.

Salah satu hal paling tragis yang saya ketahui tentang sifat manusia adalah kita semua bertendensi menunda hidup. Kita semua memimpikan taman mawar ajaib di cakrawala—bukannya menikmati mawar yang bermekaran di luar jendela kita hari ini.

Kenapa kita ini bodoh—orang bahlul, eh ditambah tragis pula? “

“Betapa anehnya, prosesi kecil kehidupan kita,” tulis Stephen Leacock.

  • Anak itu berkata, “ketika aku sudah besar.”
  • Tapi setelah itu apa? Bocah lelaki itu menjawab, “Saat aku dewasa.”
  • Dan kemudian, setelah dewasa, dia berujar, “Ketika saya menikah.”
  • Tetapi setelah menikah, lalu apa? Pikiran berubah menjadi, “ketika saya bisa pensiun.”
  • Dan kemudian, ketika pensiun datang, dia melihat kembali pemandangan yang dilaluinya; angin dingin sepertinya menyapu; entah bagaimana dia telah melewatkan semuanya, dan itu hilang.
  • Hidup, kita udah terlambat, ada dalam kehidupan, dalam jaringan setiap hari dan jam.”

Almarhum Edward S. Evans dari Detroit hampir bunuh diri karena khawatir, sebelum dia tau bahwa hidup, “ada dalam kehidupan, dalam jaringan setiap hari dan jam.”

Dibesarkan dalam kemiskinan, Edward Evans menghasilkan uang pertamanya dengan menjual koran, kemudian bekerja sebagai pegawai toko bahan makanan.

Pada akhirnya, dengan tujuh orang bergantung padanya untuk membeli roti dan mentega, ia mendapat pekerjaan sebagai asisten pustakawan. Meski upahnya kecil banget, ia takut untuk berhenti. Delapan tahun berlalu sebelum dia bisa mengumpulkan keberanian untuk memulai sendiri. Tetapi begitu dia mulai, dia membangun investasi awal senilai lima puluh lima dolar uang pinjaman untuk berbisnis, dan ia melipat-ganda-kannya menjadi dua puluh ribu dolar setahun.

Then came a frost, a killing frost.

Lalu datanglah salju yang beku, es yang membunuh. Sayangnya, ia terlanjur mendukung a big note untuk seorang teman-dan si teman itu bangkrut. Segera setelah bencana itu, datanglah bencana lain: bank tempat ia menyimpan semua uangnya bangkrut.

Dia tidak hanya kehilangan setiap sen yang dimilikinya, tetapi juga jatuh ke dalam hutang sebesar enam belas ribu dolar. Sarafnya tidak bisa menahan cobaan super berat ini. “Aku tidak bisa tidur atau makan,” katanya.

“Anehnya, aku menjadi sakit. Khawatir dan tidak ada yang lain selain khawatir,” katanya, “menyebabkan lahirnya penyakit ini. Suatu hari ketika aku sedang berjalan di jalan, aku pingsan dan jatuh di trotoar. Aku tidak lagi bisa berjalan.”

Aku terbaring di tempat tidur dengan tubuh penuh dengan bisul, borok dan nanah. Bisul-bisul ini berputar ke dalam sampai aku hanya sanggup berbaring di tempat tidur, saat itu adalah agony atau momen-penuh-penderitaan-super-duper-menderita-yang-tak-tertahankan. Setiap hari, aku semakin lemah.

Sumber Gambar: tartecosmetics.com

Akhirnya, dokter saya memberi tahu saya bahwa saya hanya punya waktu dua minggu saja untuk hidup. I was shocked. Saya terkejut. Saya menyusun wasiat, dan kemudian berbaring di tempat tidur untuk menunggu ajal. Sekarang, nggak ada gunanya untuk berjuang atau khawatir. Saya menyerah, rileks, dan pergi tidur. Saya belum tidur selama dua jam berturut-turut selama berminggu-minggu; tetapi sekarang karena masalah duniawi saya berakhir, saya tidur seperti bayi. Kelelahan saya yang melelahkan banget itu pun mulai menghilang. Nafsu makan saya kembali.

Berat badan saya bertambah. “Beberapa minggu kemudian, saya bisa berjalan dengan kruk. Enam minggu kemudian, saya bisa kembali bekerja. Saya telah menghasilkan dua puluh ribu dolar setahun; tetapi anehnya, sekarang saya senang mendapatkan pekerjaan dengan upah tiga puluh dolar seminggu. Saya mendapat pekerjaan menjual balok untuk diletakkan di belakang roda mobil ketika dikirim dengan kargo.

Sekarang, saya telah belajar sebuah teladan. Saya nggak pernah lagi merasa waswas—tidak ada lagi penyesalan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu—tidak ada lagi ketakutan akan masa depan. Saya memusatkan seluruh waktu, energi, dan antusiasme saya untuk menjual balok-balok itu.”

Edward S. Evans melesat cepat sekarang. Dalam beberapa tahun, ia menjadi presiden perusahaan.

Perusahaannya—the Evans Product Company—telah terdaftar di New York Stock Exchange selama bertahun-tahun.

Ketika Edward S. Evans meninggal pada tahun 1945, ia adalah salah satu pebisnis paling progresif di Amerika Serikat. Jika Anda pernah terbang di atas Greenland, Anda bisa mendarat di Evans Field—sebuah lapangan terbang yang dinamai untuk menghormatinya.

Inilah inti ceritanya: Edward S. Evans tidak akan pernah sukses dalam bisnis dan kehidupan ini, jika dia tidak menyadari bahwa khawatir adalah tindakan yang menyesatkan dan bodoh—jika dia tidak belajar untuk hidup untuk  hari ini saja.


Lima ratus tahun sebelum nabi Isa dilahirkan, filsuf Yunani Heraclitus mengatakan kepada murid-muridnya bahwa “semuanya berubah kecuali hukum perubahan”. Dia berkata: “Anda tidak dapat melangkah di sungai yang sama dua kali.”

Sungai berubah setiap detik; dan begitu pula orang yang melangkah di dalamnya. Hidup adalah fluktuasi tanpa henti. Satu-satunya kepastian adalah hari ini. Mengapa merusak keindahan hidup hari ini dengan mencoba memecahkan masalah masa depan yang diselimuti oleh perubahan dan ketidakpastian yang tak henti-hentinya—masa depan yang tak seorang pun bisa meramalkannya?

Orang-orang Romawi kuno memiliki kata untuk itu. Faktanya, mereka punya dua kata untuk itu.

Carpe diem. “Nikmati hari.”
Atau, “Rebut hari ini.”
Ya, raih hari itu, dan manfaatkan sebaik-baiknya.
Itulah filosofi Lowell Thomas.

Saya baru-baru ini menghabiskan akhir minggu di ladangnya; dan saya perhatikan bahwa dia memiliki kata-kata dari Mazmur CXVIII yang dibingkai dan digantung di dinding studio siarannya di mana dia akan sering melihatnya: Ini adalah hari yang Tuhan buat; kami akan bersukacita dan senang karenanya.

John Ruskin di atas mejanya memajang sepotong batu sederhana yang diukir satu kata: TODAY atau  HARI INI.

Dan sementara saya tidak memiliki sepotong batu di meja saya, saya memiliki sebuah puisi yang ditempelkan di cermin saya di mana saya bisa melihatnya ketika saya mencukur setiap pagi—sebuah puisi yang selalu disimpan Sir William Osier di atas mejanya—sebuah puisi yang ditulis oleh pemain drama India yang terkenal, Kalidasa: Salutation To The Dawn.



Look to this day!

Lihatlah hari ini!

For it is life, the very life of life.

Karena itu adalah hidup, kehidupan yang sesungguhnya.

In its brief course Lie all the verities and realities of your existence:

Dalam perjalanan singkatnya, semua kebenaran dan realitas keberadaan Anda tampak bohong.
The bliss of growth.

Kebahagiaan bertumbuh

The glory of action.

Kemuliaan beraksi

The splendour of achievement.

Kemegahan prestasi.

For yesterday is but a dream.

Kemarin hanyalah mimpi

And tomorrow is only a vision.

Dan besok hanyalah sebuah visi

But today well lived makes yesterday a dream of happiness.

Tapi hari ini hidup dengan baik dari kemarin mewujudkan mimpi menjadi hepi

And every tomorrow a vision of hope.

Dan setiap hari esok adalah visi yang penuh harapan.

Look well, therefore, to this day!

Karena itu, perhatikan baik-baik, sampai hari ini!
Such is the salutation to the dawn.

Itulah salam bagi fajar.

Jadi, hal pertama yang harus Anda ketahui tentang cemas adalah ini: jika Anda ingin menjauhkannya dari hidup Anda, lakukan apa yang Sir William Osier lakukan.

Tutup pintu besi di masa lalu dan masa depan.

Hidup hanya untuk 24 jam saja. Mengapa tidak bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini, dan menuliskan jawabannya?

  • Apakah saya cenderung menunda hidup di masa sekarang untuk mengkhawatirkan masa depan, atau merindukan “kebun mawar ajaib di cakrawala”?
  • Apakah saya terkadang merasa pahit saat ini dengan menyesali hal-hal yang terjadi di masa lalu-yang sudah berlalu dan selesai?
  • Apakah saya bangun di pagi hari bertekad untuk “Seize the day” atau”Rebut hari ini”—untuk mendapatkan hasil maksimal dari dua puluh empat jam ini?
  • Bisakah saya mendapatkan lebih banyak dari kehidupan dengan hanya dengan memanfaatkan 24 jam sebaik-baiknya?
  • Kapan saya mulai melakukan ini? Minggu depan?… Besok?… Hari ini?

Tujuh Resep Self-Love

Sumber Gambar

Self-love telah menjadi istilah popular, nyaris setiap hari kita mendengarnya.  “Cuy, lo kurang cinta sama diri sendiri.” Atau, “Kenapa lo nggak cinta diri sendiri, sih?” atawa,  “Tau nggak sih, cin, kalo lo lebih cinta diri sendiri, ini nggak akan kejadian.” Dan, “Lo nggak bisa sayang sama orang lain kalo lo nggak sayang diri lo sendiri dulu.”

Kalimat di atas hanyalah beberapa petunjuk dan saran agar kita lebih bahagia dan merasa hidup lebih penuh. Self-love merupakan bumbu rahasia yang krusial agar kita bisa hepi.

Mengapa self-love penting, karena ini akan mempengaruhi:

  1. Bagaimana kamu memilih pasangan.
  2. Bagaimana kamu menangani proyek di tempat kerja.
  3. Bagaimana kamu mengatasi masalah kehidupan sehari-hari.

Jadi, memang ini merupakan prioritas nomor wahid dan merupakan fondasi yang semestinya kokoh.

Jadi, kalo gitu, apa sih self-love itu? Bisa nggak sih kita beli self-love dengan make over muka kita atau memborong baju baru? Bisa nggak sih self-love nemplok di diri kita  dengan hanya membaca sesuatu yang inspirasional? Atau, apakah pacar baru bisa membuat kamu lebih mencintai diri sendiri? Dan jawaban untuk semuanya adalah TIDAK! Meski semuanya itu bisa memperbaiki suasana hati kamu dan bikin puas, tapi self love tidak akan bertumbuh melalui kegiatan di atas. Karena, self-love bukan hanya hepi-joy-joy atau rasa senang saja. Self-love adalah apresiasi pada diri sendiri atas tumbuhnya aksi kita yang telah medukung pertumbuhan fisik, psikis dan spiritual. Self-love itu dinamis dan terus bergejolak, dia kan terus bertumbuh sesuai dengan aksi yang kita ambil yang akan mendewasakan kita.

Ketika kita berakting dengan jalan mengekspansi self-love, kita mulai menerima kekurangan dan kelebihan kita, tidak perlu drama atas kejadian yang menimpa kita, tidak perlu haus akan perhatian orang, kita lebih sabar pada diri kita yang berjuang mencari makna diri, dan lebih berpusat pada tujuan hidup plus value, dan berharap pemenuhan kebahagian melalui usaha kita sendiri.

Sumber Gambar

 

Di bawah ini adalah resep untuk self-love:

  1. Membiasakan diri lebih mindful. Orang yang mempunyai self-love lebih bertendensi tahu apa yang mereka pikirkan, mereka rasakan, dan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih sadar dengan tindakan mereka berdasarkan pengetahuan. Mereka bersandar pada diri sendiri, dan tidak melandaskan segala sesuatu pada orang lain inginkan dari mereka.
  2. Bertindak berdasarkan apa yang kamu butuhkan dibandingkan apa yang kamu inginkan. Kamu lebih mencintai dirimu sendiri pada saat kamu berpaling dari sesuatu yang menurutmu terasa menyenangkan dan asyik, lantas dialihkan pada apa yang kamu butuhkan agar tetap kuat, centered, dan berani mengambil keputusan untuk melangkah maju menjadi lebih baik. Dengan fokus pada apa yang kamu butuhkan, kamu akan beralih dari kebiasaan yang dahulu membentuk pola buruk seperti mengundangmu pada masalah, membiarkan dirimu terjebak masa lalu, dan mengurangi self-love.
  3. Praktikkan good self-care. Kamu akan lebih mencintai dirimu, ketika kamu take care pada kebutuhan dasarmu. Orang-orang yang mempunyai self-love akan menutrisi diri mereka dengan kegiatan yang sehat, seperti makan makanan bergizi, olah raga, tidur cukup, intimasi, dan interaksi sosial yang sehat.
  4. Menetapkan batasan yang solid. Dengan lebih mencintai dirimu kamu akan membentuk limit atau mengatakan tidak pada pekerjaan, cinta, dan aktivitas yang akan merusak atau menyakiti secara fisik, emosional dan spiritual atau mengekspresikan sesuatu yang buruk tentangmu.
  5. Lindungi dirimu sendiri. Memilih orang yang tepat yang boleh memasuki hidupmu. Ini yang saya pelajari dari klien saya yang lebih muda. Dia mendeskripsikan jenis-jenis teman yang bahagia jika kamu susah dan sedih saat kamu bahagia dan sukses. Saran saya: singkirkan mereka. Kamu tidak punya banyak waktu untuk dibuang-buang. Kamu tidak usah menanggapi orang yang menghilangkan kilau di wajahmu dan katakanlah kalimat, “Suwer deh, gue beneran sangat sayang pada diri sendiri dan hidup ini.” Dengan hal itu, kamu akan mencintai dan respek pada dirimu sendiri.
  6. Maafkan diri sendiri. Kita seringkali terlalu keras pada diri sendiri. Kelemahan kita adalah saat kita melakukan kesalahan kita menghukum diri sendiri karena telah salah langkah, padahal tergelincir adalah untuk belajar dan bertumbuh. Kamu harus menerima kenyataaan bahwa kamu hanya manusia dan mempunyai sifat mnusia (fakta bahwa kamu tidak sempurna), sebelum kamu benar-benar mencintai diri sendiri. Berlatih untuk lebih lembut pada saat kamu melakukan kesalahan. Ingat, sebenarnya kegagalan itu tidak ada, jika kamu belajar dan bertumbuh dari kekeliruan di masa lalu, kamu akan belajar dari sana.
  7. Hiduplah dengan tujuan. Kamu akan menerima dan dan lebih mencintai diri sendiri, apapun yang terjadi, ketika kamu hidup dengan tujuan dan mempunyai desain.Tujuan hidupmu tidak harus sebening kristal. Jika tujuan hidupmu adalah untuk mempunyai arti bagi orang lain dan lebih sehat, kamu akan memutuskan dan melakukan berbagai cara untuk mendukung niat ini, dan merasa lebih baik dengan dirimu sendiri ketika kamu sukses dengan tujuan ini. Kamu akan lebih mencintai diri jika kamu bisa mencapai apa yang targetkan. Kamu perlu menetapkan apa tujuan hidupmu, lantas kerjakan itu. Jika kamu memilih mengerjakan satu atau dua self-love yang cocok denganmu, kamu akan mulai menerima dan mencintai dirimu lebih dari pada sekarang.

Coba deh kamu bayangkan, kamu akan lebih menghargai dirimu sendiri saat kamu berlatih tujuh langkah self-love ini. Memang bener sih, kamu bisa mencintai orang lain sebesar cintamu pada diri sendiri. Jika kamu melatih dirimu sendiri dan melakukan self-love yang telah saya jelaskan di atas, kamu akan mengizinkan dan mendorong orang lain untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang sama. Semakin kamu mempraktikan self-love kepada dirimu sendiri, maka kamu telah menyiapkan diri untuk hubungan yang sehat. Bahkan, yang lebih keren lagi, kamu bisa menarik orang dan lingkungan untuk mendapatkan dukungan untuk hidup yang lebih sejahtera. Saya harap kamu suka dengan postingan saya hari ini. Semoga kamu lebih bahagia dan sukses selalu buatmu.

Ingin Ramping dan Sehat? Baca Kaitan Antara Kegemukan dan Kanker

Sumber Gambar

Obesity and Cancer (1)

Kita telah berbicara secara ekstensif tentang obesitas, sindrom metabolik, puasa, dan diabetes tipe 2. Ini sangat penting karena akan berkembang menjadi penyakit kardiovaskular (serangan jantung dan stroke). Penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh nomor 1 di Amerika, namun kita belum menyentuh pembunuh Amerika yang sangat dekat—si besar K—Kanker.

Penyebab kematian yang umum adalah penyakit jantung, dan stroke. Dan kanker sering di-anak-tirikan. Hal yang super duper krusial, hampir semua penyakit disebabkan oleh masalah metabolik. Ini termasuk diabetes, penyakit Alzheimer, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Penyebab kematian tertinggi mempunyai benang merah yang sama, yaitu dikarenakan masalah metabolik, kira-kira 6 dari 10 kematian. Penyebab utama lainnya karena infeksi penyakit menular, merokok (penyakit paru-paru) dan bunuh diri/ kecelakaan.
Pada tahun 1977, penelitian apakah adanya hubungan antara penyakit kanker dengan epidemi obesitas baru saja dilakukan. Sebelum tahun 1977, kaitan keduanya belum diteliti. Sebelumnya kanker dianggap sebagai penyakit genetis atau keturunan. Dengan penemuan terbaru ditemukan banyak alasan yang bisa menyebabkan kanker. Tapi, yang perlu digarisbawahi, penyakit kanker bukan penyakit keturunan.

By: Dokter Jason Fung

Sebelum kita mengupas lebih dalam, pertanyaan mendasar yang perlu kita ajukan adalah apa yang dimaksud dengan kanker? Penyebab kanker bukan hanya satu faktor tunggal. Ada beberapa jenis kanker, dan penyebabnya berlainan satu sama lain. Misalnya, ada kanker umum, seperti payudara, kolorektal, prostat, kulit, pankreas, hati dll.

Ada kanker darah seperti berbagai leukemia dan limfoma. Mereka semua berbeda, tapi mereka juga memiliki beberapa karakteristik nyaris serupa. Ciri khas umum inilah yang ingin saya diskusikan. Ini seperti mendiskusikan olahraga profesional.

Anda bisa mengatakan bahwa sepak bola, sepak bola, hoki, pagar dan bola basket semuanya berbeda tapi semuanya bisa dipertimbangkan sama pada umumnya. Sepak bola, hoki, basket semuanya tidak sama, tetapi tetap saja mempunyai benang merah yang sejenis. Semua melibatkan kompetisi dan keterampilan fisik meski berbeda satu sama lain. Begitu pula kanker, mereka mempunyai banyak kesamaan. Salah satu artikel yang paling banyak dikutip dalam onkologi (studi tentang kanker) adalah makalah Weinberg klasik yang merinci 8 karakteristik umum/ Weinberg paper detailing 8 common characteristics. Nanti, kita akan membahasnya secara mendetail.

Hubungan antara kanker dan obesitas benar-benar dibuat kaya raya pada tahun 2003/ solidified in 2003 with a large scale epidemiological study dengan penelitian epidemiologi berskala besar yang diterbitkan di NEJM. Ini adalah studi-kohort-prospektif dengan skala gigantis yang disebut Cancer Prevention Study II. Ini berarti bahwa partisipan diidentifikasi dan terdaftar sebagai orang sehat dan kemudian mengikuti prosedur untuk melihat apa yang terjadi pada mereka. Ini dimulai pada tahun 1982 dan membutuhkan 77.000 relawan, yang berjumlah lebih dari 1 juta. Pada tahun 1984, 1986 dan 1988, relawan secara pribadi memanggil jutaan peserta ini untuk melihat siapa yang meninggal dan mengapa. Itu benar-benar mind-boggling alias menampar kita bolak-balik. Setelah tahun 1988, dengan adanya database nasional sanggup memperlicin segalanya. Variabel yang menarik adalah penyebab kematian karena kanker.

Secara keseluruhan, jika Anda menggemuk, sebenarnya Anda tidak berisiko terkena kanker. Risiko peningkatan kanker nilainya kecil, terkait dengan kelompok ‘kelebihan berat badan’ (BMI 25-30). Setelah itu, risiko meningkat secara bertahap yaitu 1,52 untuk kelompok obesitas yang tidak sehat (BMI lebih dari 40). Dalam bahasa sederhana, itu berarti bahwa peningkatan risiko kematian akibat kanker mencapai angka 52% pada orang sangat gemuk. Kanker tertentu lebih mencemaskan daripada yang lain, termasuk kanker hati dimana risiko Anda meningkat sebesar 452%!

Sumber Gambar

Berita itu membuat kita deg-deg ser. Namun, kanker paru-paru, menunjukkan hubungan terbalik. Risiko relatifnya adalah 0,67, yang berarti jika Anda gemuk, kemungkinan Anda terserang penyakit kanker paru-paru berkurang sebesar 33%. Tapi, bisa jadi itu disebabkan karena perokok cenderung berbadan langsing. Karena kanker paru-paru adalah salah satu pembunuh kanker terbesar, ini berarti bahwa 52% peningkatan risikonya bisa dianggap kelas teri. Jika Anda menghapus semua perokok dari kelompok, maka Anda mulai melihat hubungan yang jelas. Pada wanita yang tidak merokok, risiko relatif meningkat menjadi 1,88 pada BMI> 40 atau peningkatan risiko kanker sebesar 88%. Dengan kata lain, semakin gemuk, risiko terkena kanker pun semakin melonjak.

Namun ada satu hal yang menarik, dengan adanya fenomena yang terkenal yaitu kanker cachexia (kecenderungan yang terjadi pada pasien kanker di stadium lanjut kehilangan nafsu makan dan berat badan melorot drastis), menyebabkan hubungan antara obesitas dan kanker menjadi kabur. Efek ini akan, sekali lagi, menyebabkan kita tidak bisa melihat hubungan antara obesitas dengan kanker.

Dari data ini, peneliti menghitung PAF(Populasi Attributable Fraction), berdasarkan seberapa kuat asosiasi dan prevalensi obesitas. Secara umum, ini memberikan estimasi, berapa persen obesitas berkontribusi pada kanker. Pada pria, perkiraannya adalah 4,2-14,2%, dan pada wanita 14,3-19,8%. Dengan kata lain, kaitan antara obesitas dengan kanker nilainya sebesar 15%.

Perlu diingat, estimasi ini hanya mencakup data sampai tahun 1998. Sembilan belas tahun terakhir, angka obesitas terus melonjak naik, yang artinya fraksi yang ada terlalu rendah, sehingga kaitannya tidak terlalu signifikan lagi. Untuk beberapa jenis kanker, risikonya bahkan lebih tinggi. Untuk kanker endometrium, misalnya, PAF diperkirakan 56,8%.

Jadi, kanker jenis apa  yang kaitannya paling setrong dengan obesitas? Kanker payudara adalah salah satu kanker yang terkuat. Studi epidemiologis sejak tahun 1970an secara konsisten menemukan kaitan ini, relasi antara kanker dan prognosis juga lumayan erat. Pada wanita pascamenopause, tingkat kanker payudara meningkat 30-50% seiring dengan kenaikan berat badan. Beberapa studi menemukan bahwa adipositas sentral atau penumpukan lemak di area perut adalah faktor risiko tambahan, namun ada juga yang tidak. Tingkat kematian pada wanita gemuk akibat kanker payudara 3 kali lebih tinggi dibandingkan pada wanita langsing. Alasan untuk kaitan ini belum ditemukan 100%, namun satu hipotesis yang kuat adalah bahwa penumpukan jaringan adiposa/ atau semakin Anda gemuk, maka efek estrogen pun semakin merayap naik. Kanker endometrium mungkin menunjukkan hubungan yang sama dengan alasan yang serupa. Tetapi, kanker lain kaitannya juga cukup kuat meskipun esterogen bukan pemain utama. Misalnya, adenokarsinoma (tipe kanker) kerongkongan juga menunjukkan PAF membengkak menjadi 52,4% di Amerika, untuk alasan yang belum jelas. Kanker ginjal juga melambung secara signifikan pada orang gemuk. Kanker pankreas, kanker kolorektal, kanker hati dan kandung empedu semuanya menunjukkan tingkat hubungan yang lebih rendah, namun tetap substansial.

Sumber Gambar

Kanker tertentu tidak terkait dengan obesitas sama sekali. Kanker paru-paru, menunjukkan sedikit asosiasi dengan obesitas, ini tentu saja masuk akal, karena penyebab utama kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Kanker serviks juga tidak menunjukkan hubungan. Sekali lagi ini masuk akal karena Human Papilloma Virus dianggap merupakan pelaku utama.
Tapi kanker ovarium, dan kanker prostat juga tidak menunjukkan bukti bahwa obesitas bisa mempengaruhi.

Intinya adalah bahwa obesitas merupakan faktor penting dalam kanker pada umumnya, meski tidak semua kanker. Jelas, kanker adalah penyakit multi faktor, ada banyak penyebab yang bisa mengakibatkan kanker. Hal ini mirip dengan penyakit kardiovaskular, dimana tidak ada penyebab tunggal. Merokok, genetika, seks, keadaan menopause, pembengkakan, diet, olahraga, stres, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, sindrom metabolik semuanya berperan dalam perkembangannya. Ini tidak mengurangi pentingnya salah satu dari faktor-faktor ini, namun berarti kita harus menerima bahwa ada beberapa jalur penting yang tidak bisa diabaikan. Dalam penyakit jantung, ini adalah dogma yang telah mapan.

Namun, pada kanker, telah ada konsensus yang meluas bahwa hal itu disebabkan oleh satu masalah—mutasi, dan bahwa segala sesuatu yang menyebabkan kanker adalah merupakan mutasi genetik. Hal ini tentunya berlaku untuk beberapa hal seperti radiasi ion yang menyebabkan kanker.Tetapi, teori mutasi somatik yang disebut SMT ini hampir pasti salah, nanti kita akan menyimaknya bersama-sama. Hubungan kuat dengan obesitas juga merupakan contoh yang bagus. Hal ini jarang didiskusikan karena obesitas diasumsikan hanya menyumbang 20-30% kanker umum (PAF). Menggemuk tidak menyebabkan mutasi genetik. Sel lemak tidak mutagenik. Tapi tentu saja membuka pintu untuk mempertimbangkan sisi hormon/ metabolik kanker. Karena jika penyakit metabolik memainkan peran kunci dalam kanker tertentu, maka pencegahan penyakit tersebut akan bergantung pada pembalikan cacat metabolik tersebut. Sekali lagi, sebuah harapan baru muncul. Kita bisa mencegah kanker. Horeeeeee.

Ingin Ramping dan Sehat? Baca Kaitan Puasa dengan Kanker, Penyakit Ginjal dan Polycystic

Sumber Gambar

Fasting and Polycystic Diseases

Kini, manfaat puasa bukan hanya mencakup obesitas dan diabetes tipe 2. Hal ini sering berkaitan dengan peran sensor nutrisi dalam tubuh. Semua orang selalu percaya proses bertumbuh itu baik. Tetapi fakta sederhananya adalah pertumbuhan yang berlebihan pada orang dewasa hampir selalu buruk. Misalnya, ciri khas kanker adalah progres yang bombastis. Pertumbuhan yang eksesif juga menyebabkan peningkatan jaringan parut dan fibrosis. Pertumbuhan kista yang berlebihan menyebabkan penyakit penyakit ginjal polikistik (PCKD) dan sindrom ovarium polikistik (PCOS). Pertumbuhan yang berlebihan pada orang dewasa cenderung horizontal, tidak vertikal alias melebar bukan bertambah tinggi. Hampir pada semua kasus penyakit orang dewasa, kita ingin pertumbuhan lebih sedikit, tidak lebih.

Hal ini mengarah pada topik mekanisme dimana tubuh mengatur pertumbuhan. Salah satu bidang fokus penelitian yang paling menarik seputar sensor nutrisi. Insulin adalah salah satu contoh dari sebuah sensor nutrisi. Anda makan protein atau karbohidrat, dan insulin naik. Ini merupakan sinyal untuk tubuh bahwa ada cukup nutrisi untuk meningkatkan pertumbuhan. Insulin dikenal sebagai faktor pertumbuhan juga dan berbagi banyak homologi dengan IGF-1—Insulin Like Growth Factor.

By: Dokter Jason Fung

Insulin telah lama dikaitkan dengan kanker. Pasien dengan resistensi insulin dan obesitas (kondisi yang ditandai dengan kadar insulin tinggi), berisiko tinggi terhadap semua jenis kanker umum seperti paru-paru dan kolorektal. Penderita diabetes yang memakai insulin, risiko terkena kanker hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pasien yang mengonsumsi obat oral. Kita akan membahas topik ini secara lebih rinci di masa depan.

Tapi ada juga sensor nutrisi lainnya. mTOR adalah mamalia (atau mekanistik) dan targetnya adalah Rapamycin. Ditemukan secara tidak sengaja saat peneliti mencari mekanisme aksi obat penekan imun baru yang disebut rapamycin. Ini merupakan  obat transplantasi yang dapat digunakan secara luas. Karena mayoritas obat anti-rejection menekan sistem kekebalan tubuh, risiko kanker pun meningkat. Yang tidak biasa dengan obat khusus ini adalah penurunannya, bukan peningkatan risiko kanker/  this particular drug was that it decreased, rather than increased risk of cancer. Ternyata mTOR juga merupakan sensor nutrisi.

mTOR sebagian besar sensitif terhadap protein dan asam amino tertentu. Bila Anda tidak mengonsumsi protein, aktivitas mTOR menurun. Dengan rapamycin, Anda bisa memblokir mTOR dengan obat, dan ini akan mengurangi pertumbuhan seluler dan dengan demikian pertumbuhan kanker pun melambat.

Sumber Gambar

Jenis ketiga dari sensor nutrisi adalah keluarga protein yang dikenal sebagai sirtuins/  proteins known as the sirtuins. Sirtuins pertama kali diisolasi pada tahun 1999 pada ragi dan SIR berdiri untuk Silent Information Regulator. SIR kemudian dikarantina dari segala hal, mulai dari bakteri hingga manusia dan, seperti mTOR, ia adalah kelompok protein yang dilestarikan sebagian besar di seluruh bentuk kehidupan. Menariknya, protein ini secara langsung menghubungkan sinyal metabolik seluler dengan pembuatan protein.
SIR pertama kali diketahui terlibat dalam penuaan ketika layar genetik ragi berumur panjang menemukan mutasi pada gen SIR2. Penghapusan gen ini memperpendek masa hidup. Pada mamalia, ada 7 sirtuins SIRT1 sampai SIRT7 dan yang paling banyak dipelajari adalah SIRT1. Ketika insulin diblokir, SIRT1 dikeluarkan dari inti sel ke dalam sitoplasma, level akan meningkat (tingkat insulin rendah = SIR1 lebih tinggi = baik).

Ada bukti yang meningkat bahwa SIRT1 merupakan musuh bebuyutan kanker, apoptosis, dan penyakit neurodegeneratif. Efek SIRT1 pada kanker cukup kontroversial. Efek pro-survival SIRT1 dapat meningkatkan kanker, namun di sisi lain, efek ini juga berfungsi sebagai penekan tumor. SIRT1 membantu memperbaiki kerusakan DNA dan dengan demikian dapat mengurangi tingkat kanker.
Selain kanker, ada juga penyakit yang karakter utamanya adalah adanya pertumbuhan yang tidak terkendali. Jadi, pada penyakit tertentu, seperti penyakit ginjal polikistik (PCKD) ada pertumbuhan kista yang tidak terkontrol dengan cairan di ginjal. Ini adalah kondisi turun-temurun yang relatif umum. Ini mempengaruhi 1 dari 1000 orang pada populasi umum dan merupakan hingga 4% populasi dialisis. Gen yang terlibat adalah cacat PKD1 dan PKD2 yang mengkodekan protein dalam kompleks protein polysystin, namun fungsi protein ini masih misterius. Di dalam tubuh pasien ini ditemukan ribuan kista di ginjal dan hati dan berkembang biak secara massif dan menggurita, yang akhirnya menghancurkan jaringan fungsional. Ketika ginjal hancur, pasien mengalami gagal ginjal dan memerlukan dialisis. Sejak pasien memiliki ini sejak lahir, seringkali dibutuhkan 50-60 tahun penyakit ini untuk menghancurkan fungsi ginjal. Menariknya, dihipotesiskan bahwa sel PCKD juga dapat mengembangkan adaptasi metabolik yang kompatibel dengan peningkatan aktivitas glikolitik yang mirip dengan sel kanker/  hypothesized that PCKD cells may also develop metabolic adaptations compatible with an increase in glycolytic activity similar to cancer cells.

 mTOR kinase diperkirakan memainkan peran kunci dalam perkembangan pertumbuhan kista ini. Pada tikus, suplementasi diet dengan asam amino rantai cabang, khususnya leusin (yang mengaktifkan mTOR) secara signifikan meningkatkan pembentukan kista/ , supplementation of the diet with branched chain amino acids, specifically leucine (which activate mTOR) significantly increased cyst formation. Penulis menyarankan agar “pengembangan penyakit BCAA dipercepat oleh jalur mTOR dan MAPK / ERK. Oleh karena itu, BCAA mungkin berbahaya bagi pasien ADPKD “.

Everolimus, obat yang menghalangi mTOR ditunjukkan pada model hewan untuk dapat menunda pertumbuhan kista ini.

Obat ini diuji pada pasien PCKD dalam sebuah penelitian acak a randomized study published  yang diterbitkan pada tahun 2010 di New England Journal of Medicine. Sementara obat ini mampu memperlambat pertumbuhan kista, ia tidak dapat memperlambat perkembangan gagal ginjal, dan inhibitor mTOR umumnya tidak digunakan dalam pengobatan penyakit ini. Obat ini sebagian besar dianggap sebagai kegagalan dalam pengobatan PCKD.

Namun, hal itu menggambarkan hal yang sangat penting. Pada penyakit pertumbuhan yang tidak terkendali, penyumbatan salah satu sensor nutrisi mampu memperlambat pertumbuhan yang tidak diinginkan ini. Tetapi, apa yang umumnya tidak dikenali adalah bahwa tidak masuk akal untuk mematikan hanya satu dari setidaknya 3 sensor nutrisi yang berbeda. Pemblokiran mTOR secara farmakologis tidak melakukan apapun untuk menurunkan insulin atau meningkatkan SIRT1. Ternyata Sirtuins berperan dalam kesehatan ginjal Sirtuins play a role in kidney health, meski efeknya masih banyak diteliti.

 Oleh karena itu, ini membawa kemungkinan yang menarik. Alih-alih mencoba menghalangi sensor nutrisi, mengapa tidak hanya membatasi semua nutrisi, sehingga secara alami menurunkan rangsangan ke sensor.

 Hal ini secara simultan akan menurunkan insulin dan mTOR sambil meningkatkan SIRT1. Bukankah jauh lebih efektif bekerja pada semua sensor nutrisi untuk mengurangi pertumbuhan, bukan satu per satu?

Sumber Gambar

Bagaimana dengan penggunaan puasa terapeutik untuk pengobatan PCKD/ therapeutic fasting for the treatment of PCKD? Ini harus menjadi strategi yang jauh lebih kuat untuk mengurangi pertumbuhan yang tidak diinginkan.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ini dapat dilakukan dengan sukses/ animal studies show that this could be done successfully. Pada tikus, mereka menggunakan pembatasan kalori yang mengurangi asupan 30-50%. Benar saja, pertumbuhan kista ginjal terhambat. Sementara penerapannya pada manusia tidak diketahui dan mekanisme molekuler yang tepat tidak diketahui, namun demikian menunjukkan strategi terapeutik yang menggiurkan untuk PCKD, namun akibatnya mungkin akan ada pertumbuhan yang berlebihan (kanker). Mengapa tidak berpuasa saja, yang mana memberi sinyal pada sensor nutrisi bahwa tidak ada makanan yang tersedia? Ini kemudian akan menandakan tubuh untuk memperlambat pertumbuhan yang tidak dibutuhkan (sel kista dan sel kanker). Perawatan ini gratis dan bisa dikerjakan oleh semua orang.

Kemungkinan menarik yang sama ada untuk PCOS. Sudah diketahui bahwa PCOS berhubungan erat dengan resistensi insulin. Seperti yang telah saya bantah berkali-kali, hiperinsulinemia dan resistensi insulin hanyalah satu dan penyakit yang sama. Kadar insulin yang tinggi akan mendorong pertumbuhan sel. Ini adalah penyakit dengan pertumbuhan yang berlebihan, dimana insulin, sebagai sensor nutrisi membuatnya semakin buruk. Pada wanita usia subur, sel yang paling cepat berkembang adalah ovarium, sehingga lingkungan hormonal mendorong pertumbuhan kista ini secara berlebihan di indung telur. Dengan puasa, atau penurunan berat badan lainnya, seperti diet LCHF, misalnya, penurunan insulin membantu menurunkan berat badan, tapi juga membalikkan PCOS dalam banyak kasus.

Hyperinsulinemia tampaknya meningkatkan efek hormon luteinizing (LH) untuk meningkatkan produksi androgen (testosteron) yang menghasilkan banyak efek klinis PCOS. Selain itu, insulin menurunkan Hormon Binding Globulin (SHBG) yang meningkatkan jumlah testosteron bebas dalam darah yang meningkatkan gejala maskulin (pertumbuhan rambut dll.)

Yang terlihat pada PCOS an interesting hypothesis. Meskipun ini adalah hipotesis yang menarik, hanya ada sedikit data untuk menunjukkan apakah pendekatan ini akan berhasil. Namun, mengingat berpuasa memiliki risiko rendah, rasanya masuk akal untuk mencoba ini, iya nggak sih?