Apakah Perempuan Menopause bisa Meramping? Dengan Puasa Intermittent, Bisa Dong

Mayoritas wanita menopause berasumsi bahwa mustahil untuk bisa meramping, bahkan lebih parah daripada itu, bisa jadi, melangsing di fase usia itu adalah biang kerok malapetaka dan agony.

Untungnya, saya memiliki privilege atau hak istimewa untuk bekerja dengan ribuan wanita yang berpuasa, dan dengan lantang saya akan blak-blakan bahwa menurunkan-berat-badan di fase menopause emang nggak mudah ya. But it isn’t impossible either. Tapi pasti bisa, dong.

By: Megan Ramos (Women and Fasting: Top Tips for Women Going Through Menopause Part 1)

Faktanya, para perempuan ini bisa mencapai hasil yang amazing kok, tetapi mereka harus sedikit lebih rajin daripada orang lain, dan harus lebih taat dengan beberapa prinsip basic puasa. Para pasien perempuan di klinik kami belum ada yang gagal satu pun, tetapi memang perlu banyak trial and error uji coba untuk dapet protokol yang benar-benar berfungsi.

Dalam seri posting ini, saya akan berbagi strategi paling oke, yang telah berhasil ngebantu banget para wanita dalam kelompok usia ini sukses meramping.

Fast Consistently and Be Patience

 Berpuasa Secara Konsisten dan Sabar

Melangsing jauh lebih rumit bagi wanita karena kita super kompleks secara hormonal daripada rekan-rekan pria kita. Tapi bukan berarti nggak bisa dapet prestasi yang sama, dong.

Sumber Gambar: jeffreydachmd.com

Faktanya, kita sanggup menjolok buah yang serupa, atau melangsing itu bisa digapai kok, terlepas gender apa pun. Sesungguhnya, pria dan perempuan, ya, sama aja. Hanya aja, spesial untuk para lady ini jalurnya memang lebih menukik dan berkelok-kelok.

Dalam posting saya sebelumnya tentang Wanita dan Berpuasa, kita membahas dua jalur berbeda yang dialami pria dan wanita ketika puasa dan memapas berat badan. Pada awalnya, pria cenderung kehilangan berlipat-lipat kiloan, tetapi kemudian mulai slow down.

Seorang pria bisa aja kehilangan 10 pound selama Minggu pertama, tetapi kemudian hanya memusnahkan 1 atau 2 pound pada Minggu 12, dan selama beberapa minggu ia mungkin nggak sanggup menendang berat badan sedikit pun, karena tubuh doski mencoba untuk membuang lemak yang lebih bandel.

Apa yang kita lihat pada wanita adalah kebalikannya. Indeed, si kecepatan keong banget pada awalnya, bahkan berat-badan-bergeming-dan-bertapa-tak-tergoyahkan di tempat yang sama selama beberapa minggu, tak mau bergeser sedikit pun, Sob. Tetapi dengan kesabaran dan konsisten, berat badan yang sanggup ditendang mulai melonjak!

Horeee!

Seorang wanita mungkin nggak melenyapkan berat badan pada Minggu ke-1, namun dia bisa jadi menghempas beberapa kilogram selama Minggu ke-12. Saya telah menyaksikan banyak wanita throw in the towel atau menyerah pasca beberapa minggu mencoba, karena mereka pikir ini hanyalah mode diet yang nggak ada faedahnya, sama seperti yang udah-udah.

Sebagai mantan wanita gemuk dan seseorang yang telah mencoba hampir setiap diet di planet ini, saya ngerti kok. Super ngerti banget sekali malah.

But nothing worthwhile comes easily. Tapi tidak ada satu pun hal berharga di jagat raya ini yang datang dengan mudah. Life is also a nonstop rollercoaster of happiness and sorrow. Hidup juga merupakan rollercoaster tanpa henti dari hepi dan sedih.

Satu hari semuanya tampak sempurna dan baik-baik aja, dan hari berikutnya shit hits the fan. Anda merasa dunia Anda runtuh. And what have we been taught to do when that happens? Dan apa yang telah diajarkan kepada kita ketika itu terjadi? Comfort ourselves with food. Menghibur diri dengan makanan.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan berapa pun usia Anda, you need nip it in the bud right now, alias Anda harus bisa menghandlenya, Sob.

Life is never constantly stable. Hidup tidak pernah stabil, tidak pernah konstan. There are bumps and hurdles we face almost every day. Kadang jalan kehidupan bentuknya benjol-benjol, di kali yang lain rintangan meliuk-liuk, dan ini terjadi hampir setiap hari.

Anda harus stick dengan rejimen puasa Anda, terlepas hari itu sedang datang air bah atau neraka rembes, jika tidak begitu, Anda pasti akan gagal.

Saya telah menyaksikan pasien dan orang-orang terkasih mengalami diet yo-yo sepanjang hidup mereka. Juga, saya menghabiskan 27 tahun ngalamin yo-yoing atau berat badan naik-turun tiada henti. Dan karena itulah, I had to be real with myself atau harus tegas pada diri sendiri.

Saya baru berusia 27 tahun dan didiagnosis dengan salah satu penyakit paling mematikan di bumi ini—diabetes tipe 2.

Saya punya dua pilihan:

Pertama, saya bisa men-tackle diabetes dengan pendekatan yo-yo yang udah sangat terang-terangan selalu aja gagal. Hasilnya saya akan tetap diet selama satu dekade, juga ditambah dengan, saya kudu diet terus menerus, meski:

  1. Pekerjaan sedang membikin saya stres.
  2. Marah pada suami saya, atau.
  3. Ultra sedih ketika nenek saya meninggal.

Dan saya hanya harus hidup legawa dengan kerusakan yang dilakukan diabetes pada tubuh saya dalam kurun waktu itu.

Pilihan kedua, saya sepenuhnya berkomitmen pada protokol puasa selama 6 bulan saja.

It could only be 90% of the time. Mungkin hanya 90% aja dari total waktu kok. Memang sih ini mungkin seperti bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tetapi penekanannya adalah apa pun akan saya lakukan asalkan saya nggak ngalamin yo-yo. Anything more wasn’t human. Saya harus mengizinkan diri saya menjadi manusia lagi dan tidak membiarkan makanan buruk meski hanya sebutir mengisi hari saya.

Sumber Gambar: popsugar.com

Dan goalnya adalah untuk nge-kick kegemukan saya, diabetes tipe 2, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan hati berlemak/ fatty liver (NAFLD) dalam 6 bulan sehingga saya bisa move on dengan hidup saya.

Dengan cara ini saya bisa menghindari kerusakan akibat diabetes, plus saya bisa menjalani hidup on my own terms atau aturan hidup ala saya sendiri, dong.

By buckling down, dengan tekad sangat baja ini, berarti saya tidak selalu menyandang status ‘narapidana’ atau merasa terpenjara pada rejimen puasa di masa depan.

Jadinya, di masa depan, saya bisa berpuasa saat saya mau, asalkan saya sedang fit atau cucok dengan agenda kegiatan saya.

Hasilnya adalah:

  • Dalam 6 bulan, A1c saya turun menjadi 4,6%.
  • Nggak ada lagi NAFLD.
  • PCOS hilang.
  • Obesitas lenyap.

And it was slow as hell to start, but nothing that truly works comes easily. Prosesnya lambat banget dan macam di tempat jagal ketika awal memulai, tetapi, nggak ada satu pun hal di dunia ini yang didapet dengan gampil. Semua butuh perjuangan, bukan begitu?

Kiat ahli: Rencanakan kegiatan di hari puasa



Dengan cara ini Anda selalu memiliki rencana before you get into a funk, atau merasa seperti di kawah Candradimuka atau tersiksa rasa super lapar ketika berpuasa.
Contoh:

  • Jika Anda selalu lapar pada pukul 6 sore, pergilah ke gym atau fitness class pada jam itu.
  • Jika Anda merasa stres di tempat kerja, go for a walk, berjalan-jalanlah.
  • Mandi garam Epsom jika Anda merasa lelah dan frustrasi di rumah.
  • Baca buku di teras belakang Anda.
  • Berkebun.
  • Atur lemari Anda.
  • Rencanakan tripketika Anda mencapai target Anda.
  • Meet up dengan teman baik untuk minum teh atau kopi.
     

Dalam artikel selanjutnya, kita akan berbicara tentang pentingnya clean fasting a.k.a puasa ‘bersih’ untuk wanita.

Mau Kurus dan Ramping? Baca Tentang Kaitan antara Puasa Intermittent Versus Siklus Menstruasi

Anda sering mengalami gejala PMS yang luar biasa menyiksa? Atau apakah Anda mengidam junk food, micin-micinan a.k.a MSG, kebelet banget pengen makan sampah dan yang manis-manis.

Atau Anda menderita PCOS. Kalo iya, Anda perlu baca ini. Udah capek dong perut buncit setiap mens. Udah lelah dong uring-uringan mulu setiap mens. Nggak harus berantem sama patjar kan setiap PMS?

Jika Anda udah menderita dengan hal di atas. Anda kudu baca curhatnya ilmuwan dari klinik intermittent fasting di Kanada. Kali ini, saya akan menerjemahkan tulisan dari Megan Ramos, peneliti atau scientist dari klinik IDM. Cekidot.

Banyak perempuan takut untuk berpuasa, karena khawatir puasa akan membikin masalah untuk siklus haid mereka. Wanita cemas bahwa:

  1. Dapat nyebabin mereka jadi nggak subur.
  2. Atau membuat problem brutal bagi mereka, terutama terkait kehamilan.

Ya, make sense, masuk akal, sih.

Ini menyulut banyak wanita-muda resah untuk berpuasa. Tetapi kenyataannya adalah, justru berpuasa lebih memungkinkan untuk mengatur siklus Anda, dan memangkas gejala sindrom pramenstruasi (PMS) secara dramatis! Dulu, pasien saya juga was-was. Bukan hanya satu pasien, tapi ratusan pasien. Nyaris semuanya mengungkapkan alasan sejenis: ngeri mandul, Sob.

Saya berumur 27 tahun tetapi si metabolisme udah kacau. Saya didiagnosis mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS) ketika saya baru berusia 14 tahun. Saat itu dokter mengatakan kepada saya, “nggak usah gelisah.”, dan “I’d grow out of it”  dan hasilnya saya makin gamang, “Beneran saya bisa sehat lagi nggak tuh?”

By: Megan Ramos (Women and Fasting: Does Fasting Affect Your Cycle?)

Well, I didn’t “grow out of it”. Yah, aku tidak “tumbuh dari itu”. Overtime it became worse.  Seiring berjalannya waktu, kondisi malah semakin memburuk. Dan saya petrified, takut kehilangan kesempatan untuk hamil lagi. Sebagai seorang ilmuwan, saya selalu mengandalkan data berkualitas untuk memandu pilihan saya, tetapi nggak ada penelitian yang kuat tentang puasa dan kesuburan.

Jadi, I put on my scientist hat, saya mengenakan topi ilmuwan saya dan mutusin untuk memikirkan hal-hal dari perspektif evolusi yang lebih praktis.

Hal pertama yang saya reflesikan adalah sarapan. Bukan dalam “break you fast sense”  atau “intuisi untuk membuka puasa”, tetapi secara tradisional, “rasa bahwa Anda harus bangun dan makan sesegera mungkin”, budaya makan secepatnya sesaat setelah Anda membuka mata, yang kita adopsi di dunia Barat. Dan, sialnya Indonesia juga ‘menjiplak’ kultur ini.

I couldn’t help but laugh to myself at the funny images that were popping up in my head as my mind started to take this evolutionary stroll throughout human history. Saya nggak bisa menahan tawa pada gambar-gambar lucu yang muncul di kepala saya, ketika pikiran saya mulai membayangkan evolusi di sepanjang sejarah manusia.

Cavewomen a.k.a Perempuan-Penghuni-Gua nggak bangun pagi, dan bergegas ke lemari es gua mereka, lalu ngeluarin selusin telur, mereka juga nggak mendatangi cupboards atau lemari-gua-mereka kemudian mencabut sekotak sereal.

Sumber Gambar

Di zaman itu, kita harus berburu dan mengumpulkan. Dan bagaimana jika cuaca buruk? Ironisnya, saya mikirin hal ini pada hari-ultra-dingin-dan-bersalju di bulan Januari. What the heck. Apa yang akan kita buru dan kumpulkan pada hari ini di Toronto? Kulit pohon? Nggak ada tanaman yang layak untuk dikonsumsi, dan hampir semua hewan hibernasi. Oleh karena itu, kita harus berpuasa sampai ada makanan, yang mana, bisa jadi kudu menunggu sampe berbulan-bulan, lho.

Pada akhirnya saya menyimpulkan dua hal:

  1. Pertama, wanita jelas berpuasa selama berabad-abad dan nggak memiliki masalah mereproduksi atau saya tidak akan berada di sini, dan Anda juga tidak.
  2. Kedua, apa yang harus saya hilangkan?

Jika Anda tahu kisah saya, Anda tahu metabolisme saya berantakan. Selain PCOS, saya menderita fatty liver atau hati berlemak dan diabetes tipe 2. Angka di timbangan terus menanjak, dan ini semakin menumpuk bahkan meroket lebih cepat setiap tahunnya. Kesehatan saya terjun bebas, bagai air seni yang saya keluarkan di toilet, dan yang lebih parahnya, ini berlangsung terus, tak dapat dihentikan, meskipun saya udah melakukan semua yang direkomendasikan oleh dokter dan ahli gizi saya.

Status kesehatan saya memburuk, saya akan menjadi cacat pada saat saya berusia 35, dan mati pada saat saya berusia 40 tahun. I had nothing to lose. Toh, saya nggak rugi apa-apa. Dalam enam bulan puasa intermiten segala sesuatu tentang “that time of the month” benar-benar berubah, dan menjadi lebih ciamik!

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mulai menstruasi teratur setiap 28 hari, tanpa harus menggunakan alat kontrasepsi atau obat apa pun untuk merealisasikannya. It was incredible! Keren banget, Sob! Selain siklus reguler saya jadi ajib, saya berhenti menderita PMS (sindrom pramenstruasi) juga.

Sumber Gambar

That was a bloody miracle if there ever was one. Itu adalah mukjizat jika memang mukjizat itu ada. Beberapa hari menjelang mens, saya akan menghindari pacar, teman, dan anggota keluarga selama waktu ini, karena saya merasa begitu psychotic/ gila dan akan menangis di hampir semua hal. PMS membikin saya jadi super cengeng.

Mungkin Anda akan berpikir, saya mengurung diri sebuah ruangan menonton The Notebook dan mendengarkan Adele berulang kali. Pergolakan emosional yang datang bersama dengan PMS adalah satu hal, tetapi rasa sakit fisik adalah hal lain. Nyeri punggung yang parah dan perut yang remuk rasanya…brutal banget. Ini super duper mengganggu selama satu minggu, tapi berkat puasa, semuanya hilang.

Saya mulai mengalami periode bebas rasa sakit, kembung jauh lebih sedikit. Nafsu makan saya berubah menjadi lebih terkontrol! Saya berhenti mengidam semua makanan manis dan asin yang dulu selalu eksis. Saya mulai bisa konsisten dengan gaya-hidup-rendah-karbohidrat selama menstruasi tanpa susah payah. Akhirnya, bahkan puasa menjadi mudah!  Tetapi—dan ini tetapi yang besar—, pastinya nggak ada perubahan yang terjadi dalam semalam.

Sumber Gambar

Dan seperti kebanyakan hal dalam hidup, awalnya akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Pada mulanya, saya berasumsi, “mungkin ini terjadi hanya hanya pada saya.” Namun, pasca melatih ribuan wanita, ada beberapa tren yang pasti akan mencongol ketika wanita mulai berpuasa.

The Tread – The Frequency of Your Cycle

Frekuensi Siklus Anda


Selama dua bulan pertama, mayoritas wanita melaporkan siklus menstruasi nggak datang-datang. Ini benar-benar membuat mereka takut dan membuat mereka berpikir bahwa mereka hamil yang super duper nggak diinginkan, atau mereka menduga bahwa puasa mengganyang lady bits atau organ genital mereka dan mereka akan segera sekarat.

Saya memiliki lebih banyak pasien hiperventilasi atau super deg-degan dalam hal ini daripada yang lainnya dalam tujuh tahun kami menjalankan program IDM. Dan saya adalah salah satunya. Dalam kasus saya, saya tahu saya tidak hamil kecuali konsepsi yang sempurna, tetapi saya jeri, bahwa saya telah menghancurkan organ kewanitaan saya, dan juga menewaskan peluang saya untuk menjadi seorang ibu.  

Sumber Gambar

Saya menghabiskan seharian untuk menangis seperti orang gila setelah haid lebih lambat 9 hari dari jadwal biasanya. Luckily, saya mendapat manfaat dari memahami sains sedikit lebih baik daripada kebanyakan orang. Ada begitu banyak metamorfosis yang terjadi di tubuh saya. Saya telah menghapus penyakit hati berlemak 100% secepat kilat, dan berat badan saya jeblok banyak sekaleeeee!

Seluruh tubuh saya keluar dari homeostasis dan berjuang untuk mendeteksi “normal” versi terkini. Saya dapat melanjutkan dengan rejimen puasa saya, yaitu  42 jam dua kali pada hari Senin dan Rabu, dan puasa 24 jam pada hari Jumat setiap minggu. Yang sangat mengejutkan, periode ketiga setelah saya memulai rutinitas puasa intermiten terjadi tepat 28 hari pasca ronde kedua saya.

Hal yang sama terjadi pada bulan ke empat, lima dan enam juga. Sejak saat itu, siklus saya tepat waktu. Hampir setiap wanita yang pernah menjadi pasien saya mengalami journey yang serupa seperti saya. Beberapa nggak menggubris ketidakberesan di awal karena siklus mereka telah rusak banget sejak dari tahun kuda gigit besi.

Apa pun itu, sekitar tiga dan empat bulan ketika segala sesuatu mulai teregulasi dengan kordial, meskipun di masa lalu Anda memiliki periode yang nggak teratur banget. Bahkan wanita yang belum pernah haid dalam hampir dua tahun, mulai ngalamin siklus normal dalam enam bulan pertama puasa—itu luar biasa!

The Trend – The Symptoms of PMS

Tren – Gejala PMS

Berita baiknya adalah, bahwa gejala-gejala ini nggak memburuk, terlepas dari semua perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Kami masih mengalami kram, kembung, mengidam, dan mudah tersinggung, yang selalu kami alami pada dua bulan pertama dalam perjalanan puasa. Seringkali, saya mendorong wanita untuk puasa lemak selama PMS. Jangan pernah ngerjain puasa 100% pada fase PMS.

Fasting is mind over matter atau bagaimana cara kita ngendaliin pikiran aja sih, sebenernya. Jika tubuh Anda melawan Anda sehingga membuat Anda sulit berpuasa, kemungkinan besar Anda akan gagal. Ini mengacaukan orang karena mereka pikir mereka harus dapat berpuasa SEPANJANG WAKTU—tetapi bukan itu masalahnya! Paling sering orang menyerah pada puasa karena mereka merasa seperti mereka “gagal” ketika mereka mencoba untuk berpuasa pada waktu yang nggak tepat. Stop the madness immediately! Hentikan kegilaan segera!

Jangan berpuasa saat tubuh atau hidup Anda nggak mau bekerja sama. Lakukan yang terbaik, misal untuk beberapa bulan pertama, kerjain aja puasa lemak atau tetap pada diet keto atau diet rendah karbohidrat. Segalanya mulai membaik sekitar bulan ketiga. Selama kurun waktu tersebut, Anda akan nemuin bahwa mayoritas efek samping fisik dan emosional PMS mulai menyurut secara signifikan.

Wanita melaporkan bahwa, emang sih nafsu makan mereka masih setrong, tetapi mengidam karbohidrat-yang-nggak-sehat-dan-diproses telah mengempis secara substansial. Saya masih memberi advis untuk ngelakuin puasa lemak selama ini. Keajaiban itu tampaknya terjadi pada bulan ke enam! Efek samping PMS bagai a distant memory atau ingatan yang samar-samar, dan Anda merasa telah sukses mengendalikan diet Anda.

Nah ini dia, biasanya saya akan ngasih saran agar pasien mulai berpuasa secara aktif selama periode menstruasi mereka. Dan kabar baiknya adalah, berat badan mereka merosot secara cantik banget selama kurun waktu ini! And to add to all of the goodness, dan kabar baik yang super duper keren lainnya, pasien sering mengungkapkan bahwa hari pertama sampai tujuh di siklus haid adalah hari yang paling gampil bagi mereka untuk berpuasa!

We always laugh at how freaking crazy this sounds. Kami selalu menertawakan betapa gilanya hal ini,  karena saat menstruasi kita selalu ngidam  junk food, eating frenzy, nafsu makan menggila dan lonjakan berat badan bagai mimpi buruk. Melambung sejadi-jadinya. Anjuran saya untuk para wanita di luar sana yang gugup untuk berpuasa? Start out slowly. Mulailah dengan perlahan.

Cut out snacking. Berhenti ngemil, Sayang. Cobalah dinner satu jam lebih awal jika memungkinkan.  Dan mulailah memotong makanan satu per satu saat Anda merasa nyaman.

Ingin Ramping dan Kurus? Baca Tentang Perbedaan Melangsing antara Wanita dan Pria

Ada segepok spekulasi tentang apakah puasa berefek brutal untuk wanita. Dalam tujuh tahun terakhir, saya telah bekerja dengan ribuan wanita di segala usia, dan dengan senang hati saya melaporkan bahwa, nggak ada tuh akibat nehatif, kecuali hasilnya brilian banget. Ketika saya memberi tahu orang-orang bahwa perempuan juga dapat sakses via puasa, mereka selalu bertanya kepada saya, “Ah, masa, sih?”

Jawabannya. “Dijamin pasti berhasil, dong.” Perempuan bisa mencapai impak yang sepadan dengan laki-laki, tetapi, memang ‘avontur’ mereka rada berlainan.

Dalam tulisan hari ini, kita akan membahas bagaimana pengalaman berpuasa wanita bisa berbeda dengan para pria. Sebagian besar wanita yang saya temui di klinik dan online telah berjuang dari zaman ‘purba’. Plus, mayoritas telah mencoba beraneka rupa format diet.

By: Megan Ramos (Losing Weight for Women and Men – Women and Fasting Part 2)

Diet yang mereka praktikkan telah memakan waktu beberapa aeon. Metode-primadona-diet mereka fokus pada mengekang kalori, yang mana udah basi bingit. Akibatnya, level metabolisme wanita menjadi sangat buruk.

Sumber Gambar

Kebalikan dari pasien laki-laki. 90% pasien pria belum pernah mencoba diet sebelumnya. Ini adalah yang pertama kali. Bisa jadi memang coba dikit diet ini dan itu dengan tujuan menghempas beberapa kilogram, namun, nggak ada yang konsisten atau seekstrim perempuan.

Hal yang sering luput dari radar rahasia umum adalah, sesungguhnya orang gemuk memiliki metabolisme kaliber tingkat dewa, karena secara spontan tubuh mereka berusaha untuk meramping.

Tetapi, jika Anda memilki riwayat diet ekstensif yang berkaitan erat dengan membatasi kalori, metabolisme Anda pasti ngedrop banget. Orang-orang ini cenderung memiliki tingkat metabolisme yang jauh lebih rendah, yang membuat penurunan berat badan menjadi rumit.

Sumber Gambar

Alasan perempuan mempunyai kendala yang unik:

  1. Riwayat diet membatasi kalori yang jor-jor-an sebelumnya.
  2. Hormon yang lebih complicated.

Hasilnya adalah hormon menjadi tidak seimbang, apalagi pasca mengikuti diet standar (tinggi karbohidrat, rendah lemak). Awalnya, ini akan membuat proses meramping menjadi lebih menantang.

Durasi Puasa


Jika pria non-diabetes mengikuti rejimen puasa 16:8 jam, tingkat keberhasilannya akan sangat signifikan. Dan perempuan jelas bertolak belakang. Di awal ronde, perempuan sebaiknya melakukan puasa 36 atau 42 jam puasa intermiten. Dampak pada lingkar pinggang wanita cukup gigantis, meski jumlahnya nggak lebih banyak daripada pria. Protokol puasa yang paling cihuy, berdasarkan pengalaman saya adalah 42 jam tiga kali seminggu.

Sumber Gambar

Pada awal puasa biasanya laki-laki memimpin. Setiap 36 jam puasa, harapan kita akan kehilangan sekitar setengah pon lemak tubuh. Di luar itu biasanya kehilangan air. Babak awal, yang dialami wanita jauh lebih sedikit daripada itu. Untuk wanita, mereka akan menghempas 0,25 pon lemak tubuh/ hari untuk yang pertama, itu pun sebagian berat air. Dan, pria, bertendensi akan kehilangan sekitar satu pon lemak tubuh/ hari, dan 2 sampai 4 minggu pertama berpuasa.

Di Tengah babak-Para Wanita Memimpin

Meramping akan meningkat secara substansial, dan ini berlangsung di minggu ke empat sampai dengan enam minggu. Di periode ini, kami melihat adanya penyusutan berat air yang fenomenal. Lemak tubuh juga akan meluruh satu pon/ hari. Kebalikannya, di periode ini pria mengalami hal yang kontradiktif.

Babak Akhir—Keduanya Menang!

Pasca 8 minggu berpuasa, baik perempuan maupun pria kehilangan sekitar setengah pon lemak tubuh/ hari. Jika Anda berpuasa, 3 hari/ minggu, total lemak yang dihilangkan adalah 1,5 pon.

Sumber Gambar

Pada rentang waktu ini, mayoritas perempuan melaporkan transformasi hormon positif lainnya juga. PMS mulai terkoreksi. Wanita yang mengalami menopause juga mewartakan gejala yang membaik juga. Kami juga mendengar eskalasi impuls seks pada perempuan pasca menopause. Wanita-wanita ini sering mengabarkan perasaan seperti remaja lagi.

Transformasi Komposisi Tubuh

Berat badan adalah basis kesedihan tersuperior saya (selain kolesterol LDL). Perhatikan dalam teks di atas saya berbicara tentang lemak tubuh yang menyusut, bukan berat badan yang tereduksi. Timbangan hanya menunjukkan total berat tubuh.

Berat badan terdiri dari:

  1. Lemak tubuh.
  2. Massa otot.
  3. Massa tulang.
  4. Air.

Saya obesitas, berat badan saya 186 poundsterling, faktanya, tinggi saya hanya 5 kali lebih satu 1 inchi. Namun, jika saya berkata bahwa saya gendut padahal berat badan saya hanya 97 pon? Pada saat saya melakukan presentasi kepada pasien, dan saya mengemukakan hal ini, pasien selalu terlihat sangat bingung.

Jika saya berkata bahwa saya 112 pon, tapi saya lebih ramping dibandingkan saat berat badan saya 97, kaget kan? Saya seperti melihat ekspresi rusa tersorot di lampu depan mobil, mereka tampak linglung. Jika timbangan menunjukkan angka ideal bukan berarti Anda sehat lho. Ketika timbangan saya menunjukkan angka 97, lemak tubuh tubuh saya adalah 34%.

Itu gila!

Target perempuan harusnya di bawah 30%, dan idealnya adalah below 25% lemak tubuh. Karena lemak tubuh di tubuh saya melimpah, saya berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

Saya lemah juga, karena massa otot sangat sedikit. Termasuk rapuh karena osteoporosis. Dengan berat 97 pon, saya hanyalah karung lemak. Pada saat berat badan saya 112 pon, lemak tubuh saya 25%, dan saya bebas osteoporosis. Bahkan, massa otot saya cukup banyak lho sekarang.

Saat ini, saya tampak lebih ramping, dibandingkan saat berat badan saya 97 poundsterling, ini karena ada pergeseran komposisi tubuh.

Pada saat Anda berpuasa, tubuh akan memproduksi hormon pertumbuhan manusia (HGH), sehingga bisa membantu membangun otot dan memasang kembali massa tulang. Hasil observasi saya menunjukkan, akibat puasa, perempuan bisa mencapai jumlah otot dan tulang yang substansial.

Sumber Gambar

Ini keren sekali, karena semua cita-cita umat manusia di seluruh dunia adalah kita semakin kuat dan kokoh ketika menua. Oleh karena itu otot bisa terbentuk begitu pula dengan tulang.

Multipel perempuan akan menjatuhkan ukuran gaun sebanyak 3 size, tetapi kemudian bete ketika melihat angka di neraca belum bergeser. Dalam beberapa kasus, bahkan malah naik. Perempuan banyak berasumsi bahwa dia sukses melangsing jika angka di penimbang menurun, padahal timbangan biasanya menyesatkan. Ukuran celana Anda terjun bebas, itu seharusnya sudah merupakan tanda yang baik—artinya, lemak tubuh Anda juga meluruh.

Ingin Ramping? Baca Tentang Mengapa Kamu ‘Stuck’ (Bagian 2)

Sumber Gambar

Jangan mengemil atau merumput, makanlah hidangan yang layak. Jika Anda merasa lapar, cobalah untuk minum segelas air. Jika Anda haus, tunggulah 30 menit untuk melihat apakah rasa lapar Anda amblas. Jika Anda berpuasa dan merasa lapar, minumlah secangkir kaldu tulang. Hindari makan tiga hingga empat jam sebelum tidur. Makan jamuan berlemak dan hindari karbohidrat jika Anda berencana makan untuk menenangkan diri atau merayakannya.

Kemarin kita telah membahas beberapa masakan tertentu yang mungkin telah menyebabkan Anda plateau a.k.a berat badan Anda bergeming. Hari ini kita akan berbicara tentang habit diet lain yang membatasi kemajuan kita, dan membuat kita stuck.

Ngemil dan Memamahbiak

Salah satu hal yang selalu ‘dirumpikan’ orang, yang paling mereka sukai tentang puasa adalah ‘kelonggaran makan’ yang mereka alami. Saya sendiri sangat bersyukur untuk ini. Meskipun seakan-akan terdengar gila, saya tidak punya waktu pada hari Rabu untuk makan. Saya nggak bisa aja, sih. Bukan nggak mau. Orang-orang memberi tahu saya, saya perlu menyisihkan waktu untuk diri saya sendiri, tapi saya tidak bisa. No problemo jika saya menyiapkan makanan yang paripurna, saya hanya tidak punya waktu untuk makan.

By: Megan Ramos (Why are you ‘stuck’? Part 2)

Apa yang akhirnya saya lakukan? Saya grazed/ memamahbiak/ ngemil. Saya akan meraup beberapa pretzel di sini dan beberapa keripik kentang di sana karena saya dulu berpikir mengunyah itu lebih baik daripada tidak makan (ha!).

Sumber Gambar

Jika staf kantor menawarkan cookie favorit saya, saya mungkin akan mencaplok selusin pada jam 5:00. Sekarang saya ‘saum’ pada hari Rabu, ini mudah karena itu adalah hari yang gila. Ini adalah kekeliruan yang paling sering saya lihat dengan pasien, termasuk saya. Bukan karena kita tua atau muda, pensiun atau bekerja. Kita lebih sibuk hari ini daripada zaman dulu.

Hidup itu kacau dan setiap tahun hidup kita menjadi lebih stres sebagai akibatnya. Penting untuk diingat, agar Anda selalu bersikukuh pada jamuan Anda dan jendela makan Anda, serta tidak membatasi hidangan saat jendela makan. Jika Anda terus-menerus membombardir tubuh.

Jika Anda memasukkan sedikit hidangan di sana-sini sepanjang hari (ini termasuk heavy cream) ke dalam mulut Anda, maka Anda tidak pernah memberi tubuh Anda oportunitas untuk membakar lemak tubuh, dan tubuh Anda akan memproduksi insulin sepanjang hari. Makan dua atau tiga kali sehari jauh lebih baik daripada ngemil selama enam hingga delapan jam penuh.

Sumber Gambar

Saya punya banyak pasien yang tidak dapat melakukan puasa ekstensif karena berbagai alasan kebugaran (misalnya, suka lemes kalo puasa). Saya biasanya memohon pasien-pasien ini untuk berpuasa selama 16 hingga 18 jam setiap hari. Para pasien yang memilih untuk makan dua kali selama enam hingga delapan jam jendela makan mereka selalu memusnahkan berat badan lebih kece daripada kelompok yang merumput di sepanjang jendela makan mereka. Ini adalah kasus yang menimpa seluruh umat manusia, apakah Anda pria atau wanita, atau muda atau tua.

Jika Anda memiliki jamuan di rumah yang selalu membuat Anda ngidam, sesekali dimakan, ya, nggak papa, misalnya sebulan sekali. Jika Anda tidak terlalu lapar, cobalah untuk menyendok ekstra alpukat dan melahap telur.

Makan saat Anda Haus

Sebagian besar dari kita tanpa sadar menduga haus adalah lapar. Hal ini terutama terlihat ketika orang hanya berpuasa selama beberapa jam dan memiliki banyak lemak tubuh untuk bahan bakar, tetapi berasumsi bahwa mereka merasa lapar.

Sumber Gambar

Saya akan sering menyoalkan berapa banyak air, teh, atau kopi yang mereka konsumsi hari itu, dan mereka selalu memberi tahu saya, “Oh, hanya satu atau dua cangkir.”

Jika Anda lapar, cobalah minum segelas air dan tunggu setengah jam. Lihat apakah rasa krucuk-krucuk itu hilang. Hampir selalu demikian, dan Anda harus dapat memikul puasa dengan kuat, atau sampai jam bersantap berikutnya. Jika air tidak berfungsi, cobalah kaldu tulang dan lihat apakah itu mengakomodasi Anda menghilangkan rasa lapar. Kadang-kadang ketika elektrolit kita rendah otak kita mengetes dengan meyakinkan kita untuk makan sehingga kita dapat mengisi kekurangan si elektrolit. Kaldu tulang hanya dijejali dengan elektrolit dan mineral gadang lainnya. Ingat, lebih baik untuk mengambil secangkir kaldu selama puasa daripada nggak puasa sama sekali.

Makan Terlalu Dekat dengan Jam Tidur

Makan terlalu dekat dengan jam tidur bukanlah hal yang selalu bisa kita hindari. Pernikahan, makanan ketika liburan, atau makan malam istimewa dengan orang-orang terkasih terkadang bisa menjadi biang kerok mengapa kita makan sampai larut malam. Tidak apa-apa sesekali, tetapi tak usah lakukan jika tidak benar-benar terpaksa.

Saya punya ratusan pasien yang tidak pulang sampai jam 7 atau 8 malam dari kantor. Pada saat mereka sampai di rumah dan siap untuk cemo-cemo, hampir pukul 19:00. Apa yang mereka lakukan setelah melahap? Mereka pergi tidur dengan perut penuh jamuan karena mereka harus bangun pagi-pagi keesokan harinya.

Sumber Gambar

Apakah Anda pikir fisik Anda sedang beristirahat ketika Anda sedang tidur? Mungkin tidak pol. Ini akan berlangsung semalaman mencoba memproses makanan yang baru saja Anda makan, dan mengolah energi dari santapan yang Anda konsumsi.

Idealnya, Anda ingin memiliki sekitar tujuh jam di antara waktu Anda mengunyah makanan terakhir hingga saat Anda pergi tidur. Saya tahu tidak seluruh orang hidup di dunia yang ideal dan dapat konsisten dengan habit baik. Saya telah menjumpai bahwa jendela tiga sampai empat jam bekerja sangat baik dengan pasien, dan itu selalu berkontributif menjaga gula darah pagi mereka turun.

Mengkonsumsi Karbohidrat dan Pati Olahan untuk Menghibur Diri dan Merayakan Sesuatu.

Apa yang saya lakukan ketika saya menjalani hari yang buruk? Saya memanfaatkannya sebagai alasan untuk menghibur diri dengan pizza. Apa yang saya lakukan ketika saya mengenyam hari yang ciamik? Saya menggunakannya sebagai alasan untuk berpesta dengan kentang goreng gemuk Prancis (Ha ha, sengaja menyebutnya dengan sangat spesifik).

Hidup kita kacau dan dibombardir dengan stres dan hal tercela setiap hari. Sangat jarang kita mendapat hari-hari biasa lagi. Kita telah terbiasa dan diajarkan untuk masuk ke dalam respons stres mode, yang memicu rasa lapar kita, dan membuat kaitan setiap-jengkal-kondisi-emosional-ekstrem dengan makanan. Yang lebih buruk adalah bahwa kita sering memilah karbohidrat yang lebih ‘beradab’ dan beraroma untuk menghargai diri kita, seperti tepung-tepungan, camilan instan, dan hidangan manis.

 

Sungguh sangat tidak sehat jika kita menghibur diri kita sendiri dengan karbohidrat ketika kortisol kita—hormon stres utama kita—mengangkasa. Kortisol adalah hormon penjebak lemak

Sumber Gambar

insulin. Apa yang membuat kortisol lebih buruk adalah ia menyulut insulin yang diproduksi oleh tubuh kita, yang hanya mencetak tubuh memproduksi lebih banyak lagi insulin.

Ini berarti Anda memiliki banyak hormon penjerat lemak yang beredar di seluruh tubuh saat Anda sedang stres. Apa yang kita kerjakan? Kita melahap pizza, pasta, kentang goreng, donat, kue, dll. Semua hidangan tinggi karbohidrat yang hanya akan membuat tubuh kita memproduksi lebih insulin sampai melimpah-limpah. Ini hanya membuat kondisi semakin berantakan!

Saya tidak memberikan saran aneh-aneh pada pasien, terutama mereka yang sudah berjuang dengan kadar insulin ekstra, untuk melewati periode stres. Saya hanya mengedukasi Anda untuk makan makanan yang tidak akan membuat kadar insulin melonjak. Anda akan sangat sulit untuk mengekang kortisol dan insulin yang digelontorkan oleh stres Anda .

Jadi apa, dong, yang harus dijumput saat Anda stres atau merayakannya sesuatu?
1. Makan bacon.

2. Makan di luar dengan steak lemak kualitas super yang ditutupi ramuan bawang putih mentega.

3. Beberapa telur orak-arik, oke juga kok.

Anda bahkan mungkin nggak ingin puasa selama periode stres yang ekstrim. Jadi itu saja udah cukup.