Bagaimana cara mengobati diabetes? Baca testimonial pasien bernama Sunny dan Cherie

Sumber Gambar

Sunny, berusia 51 tahun, telah didiagnosa menderita diabetes tipe 2 sejak pertengahan 1990-an, ketika ia berusia 30-an. Saat pertama kali berobat, resep yang diberikan adalah Metformin. Bertahun-tahun kemudian, obat yang dibutuhkan untuk mengendalikan gula darahnya menjadi berlipat ganda. Pada tahun 2011 ia mulai memasuk insulin. Pada saat saya bertemu dengannya, dia menggunakan Metformin dosis maksimal, dan juga menyuntikkan 70 unit insulin setiap hari. Meskipun obat dosis besar ini, gulanya masih sulit dijinakkan, dengan hemoglobin A1C sebesar 7,2%. Tes darah ini mencerminkan gambaran gula darah per tiga bulan. Kontrol optimal didefinisikan kurang dari 7,0%, walaupun banyak dokter merekomendasikan untuk mendapatkan A1C kurang dari 6,5%.

Sunny berpartisipasi dalam program IDM kami per tanggal 2 Oktober 2015. Dia mengubah diet  dengan makanan rendah karbohidrat olahan dan lemak alami tinggi. Selain itu, kami memintanya untuk berpuasa tiga hari dalam seminggu masing-masing 36-42 jam. Jika dia selesai makan malam di hari 1, dia tidak akan makan lagi sampai makan siang di hari ke 3. Dan, gula darahnya segera membaik.

Sumber Gambar

Dalam waktu yang sangat singkat yaitu hanya dua minggu, insulinnya dihentikan. Satu bulan setelah itu, kami menghentikan semua pengobatan diabetesnya sepenuhnya. Sejak itu, dia mempertahankan gula darah normal tanpa obat dan hanya mengandalkan diet. Selama masa liburan Natal, seperti banyak pasien dalam program kami, pastinya mengalami kenaikan berat badan dan gula darahnya sedikit melonjak.

Namun, ketika dia memulai kembali dietnya plus puasa intermiten, berat dan gula darahnya berkurang dan dia tidak memerlukan obat-obatan. Pada bulan Maret 2016, berat badannya telah stabil dan indeks massa tubuhnya hanya 18,5. Dia tidak harus melangsing lagi, jadi rejimen puasanya dikurangi menjadi 24 jam puasa tiga kali seminggu, itu juga sebagai perawatan saja. Tentu saja, jika dia makan segambreng alias loss control atau jika gula darah atau bobotnya mulai naik, dia menambah durasi puasanya lagi sesuai kebutuhan. Tapi hal yang paling penting adalah, ukuran pinggangnya turun drastis. Skala pinggang merupakan cerminan bagus dari lemak di organ perut. Lebih akuratnya ini mencerminkan keadaan metabolik tubuh.

By: Dokter Jason Fung (Sunny and Cherie)

Lingkar pinggang atau rasio pinggang dianggap merupakan prediktor kesehatan yang terbaik dibanding berat badan sederhana. Dan yang lebih luar biasa lagi adalah, fungsi ginjalnya mulai apik.

Pertama kali dia mengikuti diet di klinik IDM, terdapat sedikit protein ke dalam urinnya. Rasio mikroalbumin/ kreatininnya adalah 13,8, jauh di atas batas normal 2,0. Protein ini dalam urin adalah tanda pertama kerusakan diabetes pada ginjal dan sering dianggap hal permanen, sama seperti diabetes tipe 2 sendiri disangka tidak dapat diubah.

Sumber Gambar

Pada bulan November, ekskresi protein dalam urinnya turun menjadi 0,4, berada dalam kisaran normal. Sunny merasa sangat membaik. Dia tidak mengalami kesulitan untuk mempertahankan diet rendah karbohidrat atau protokol puasa intermiten.

Dulu, dia menyuntik dirinya dua kali sehari selama lima tahun dan minum obat diabetes selama lebih dari dua puluh tahun. Sekarang dia terbebas dari penyakit yang ditakuti ini dalam beberapa bulan diet singkat yang tepat dan puasa intermiten ekstra. Gula darahnya sekarang membuat dia diklasifikasikan sebagai pra-diabetes, bukan diabetes lanjut. Penyakitnya telah dijungkirbalikkan. Tapi itu bukan akhir dari cerita.

Cherie

Pada bulan Januari 2016, Cherie, kakak Sunny tercengang melihat betapa adik laki-lakinya berhasil menendang diabetesnya. Dia meramping. Ukuran pinggangnya turun. Semua obat diabetesnya telah distop. Bahkan perubahan gaya hidup ini sungguh simpel. Diabetes yang telah diderita selama 20 tahun telah dibalik hanya dalam jangka waktu semalam. Cherie ingin join juga, dong, jadinya.

Sumber Gambar

Cherie berusia 55 tahun, pada usia 48 tahun— tujuh tahun sebelumnya—telah didiagnosis menderita diabetes tipe 2. Sekali lagi, ceritanya mirip dengan kakaknya. Dia memulai dengan dosis kecil untuk diabetes. Tetapi, selama bertahun-tahun, tumpukan obatnya perlahan tumbuh. Dia sekarang meminum tiga obat yaitu:

  1. Untuk diabetes,
  2. Obat kolesterol,
  3. Obat tekanan darah, dan
  4. Sesuatu untuk heartburn

Kami mendiskusikan situasinya dan bersama-sama memutuskan rencana diet untuknya. Dia akan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat olahan dan lemak alami yang tinggi. Dia, sih, nggak yakin bagaimana perasaannya saat berpuasa, jadi kami memutuskan untuk melakukan puasa 24 jam tiga kali seminggu.

Kencing manisnya tidak separah kakaknya, dan dia selalu bisa menambah durasi puasa jika perlu, tapi untuk awalan, dia hanya akan melakukan 24 jam sekaligus. Dia memulai program kami pada bulan Februari 2016. Gula darahnya segera bereaksi.

Dalam dua minggu, dia menghentikan ketiga obat diabetesnya. Gula darahnya sekarang secara konsisten diukur dalam kisaran normal. Bobotnya mulai menurun, begitu pula ukuran pinggangnya. Mulasnya juga hilang.

Tekanan darahnya menjadi normal, jadi dia menghentikan obat tekanan darahnya. Jumlah kolesterolnya meningkat sehingga dia menghentikan pengobatan kolesterolnya. Dalam satu bulan, dia menghentikan semua enam obatnya, namun kerja darahnya menjadi perfek. Hemoglobin A1C-nya 6,2% lebih kordial daripada saat dia mengonsumsi ketiga obat diabetes tersebut.

Sumber Gambar

Dia tidak lagi dianggap diabetes, hanya pra-diabetes. Ini berarti penyakitnya terjungkir. Selanjutnya, dia merasa sangat segar. Dia tidak memiliki masalah dengan protokol puasa. Meskipun periode puasanya lebih singkat, dia masih mendapatkan hasil yang sangat cemerlang sehingga nggak perlu mengubahnya.

Dia telah minum enam obat di awal. Sekarang dia sama sekali nggak mengonsumi obat, dan merasa seratus kali lebih baik. Ini menggambarkan sebuah poin penting. Diabetes tipe 2 adalah penyakit diet.

Sumber Gambar

Dengan demikian, satu-satunya treatment logis adalah memermak pola makan dan gaya hidup. Jika masalahnya asupan karbohidrat berlebih, maka memangkas karbohidrat adalah jawabannya. Jika masalahnya kegemukan, maka puasa adalah jawabannya.

Begitu kita memperbaiki masalah fundamental, penyakit ini bisa dibalikkan. Namun sayangnya, selama ini kita telah dicuci otak untuk percaya bahwa diabetes tipe 2 dan semua komplikasinya tidak dapat disembuhkan. Kita telah tertipu untuk percaya bahwa kita dapat berhasil mengobati penyakit diet dengan meningkatkan dosis obat-obatan. Bila obat gagal mengendalikan diabetes, kita diberitahu bahwa penyakitnya kronis dan progresif.

Sunny memiliki diabetes tipe 2 lebih dari 20 tahun, namun berhasil berhasil membuang penyakitnya dalam hitungan bulan. Cherie telah menderita diabetes selama tujuh tahun, dan juga sukses membalikkan penyakitnya dalam beberapa bulan. Tapi mereka bukan anomali. Hampir setiap hari saya bertemu orang-orang dari segala usia yang telah menggulingkan atau mengusir diabetes tipe 2 mereka di klinik IDM.