APAKAH PEREMPUAN MENOPAUSE BISA MERAMPING? DENGAN PUASA INTERMITTENT, BISA DONG (2)

Dalam posting blog terakhir, kami membagikan tips eminen untuk wanita yang struggling dan merasa sulit sekali untuk meramping. Seperti yang Anda ketahui, kami telah membahas kalo mau sakses, ya harus konsisten, Sob.

Emang sih, Anda nggak meski taat dengan rejimen itu-lagi-itu-lagi setiap minggunya, tetapi Anda perlu melakukan perubahan-ke-bentuk-latihan-puasa-lebih-ayu, jika ingin dapetin hasil yang ciamik.

Dalam posting blog minggu ini, di tips paling top untuk para perempuan yang bergulat dengan timbangan, kita akan berbicara tentang clean fasting a.k.a puasa bersih yang mana vital banget.

What is ‘clean’ fasting?

Puasa bersih, apaan tuh? Puasa bersih selama puasa berarti Anda hanya mengonsumsi:

  1. Air.
  2. Garam alami (Himalayan, Celtic).
  3. Dan magnesium.

Anda juga dapat mengkonsumsi teh dan kopi, tetapi tanpa lemak dan tanpa tambahan pemanis—alami atau buatan/ artifisial. Sumber lemak dapat termasuk krim kental, minyak MCT, minyak kelapa (Virgin Coconut Oil), butter/ mentega, ghee, susu almond tanpa pemanis, atau krim kelapa atau susu.

Indeed, saat pertama kali pasien berpuasa 24 atau 36 jam, saran yang kami berikan adalah bubuhkan sedikit lemak pada teh atau kopi. Bahkan boleh menyeruput kaldu. Kenapa demikian? Ini supaya mereka patuh.

Faktanya, kami masih ngerjain hal itu sampai hari ini kok, namun kami menganggap item-item ini sebagai aids atau bantuan dalam proses transisi dari makan-beberapa-kali ke mode puasa.

Setelah Anda dapat berpuasa with ease, damai dan nggak tersiksa, Anda perlu memangkas sokongan ini, lantas fokus pada ‘membersihkan’ periode puasa Anda.

New comers atau para pendatang baru di dunia perpuasaan, dan mengaplikasikan metode ini sering gol besar di awal karena adanya perubahan dramatis dalam diet mereka, tetapi jika terlalu sering, pada akhirnya mereka nggak sanggup melangsing lagi.

Mengapa demikian? Karena banyak dari kita berjuang dengan:

  1. Resistensi insulin yang cukup parah dan.
  2. Ketidakseimbangan hormon.

Mayoritas aid itu mengandung energi makanan, oleh karena itu, wajar adanya jika nyebabin level insulin kita merayap.

Jika tujuan kita adalah combat dengan diabetes tipe 2 (DMII) atau obesitas, yang mana merupakan penyakit insulin tumpah-tumpah dalam tubuh, menambahkan lebih banyak insulin nggak akan nyelesein masalah, Sob. Impaknya, si insulin makin melimpah. Jadi sekali lagi, kita mesti memangkas insulin. Caranya? Ya, jangan minum manis atau minum lemak.

Juga, jika kita mengkonsumsi jenis minuman di atas saat kita berpuasa, gimana mungkin kita bisa berharap untuk melumerkan lemak tubuh yang terpendam?

Sumber Gambar: asubtlerevelry.com

Secangkir a bulletproof coffee or tea, sering bergelimang lemak, yang sanggup mengisi bahan bakar kita selama sekitar 4 hingga 6 jam.

Itu berarti selama 4 hingga 6 jam dari periode puasa Anda, bahan bakar akan dipenuhi oleh si kopi, jika begitu kapan tubuh dapet giliran untuk menge-drop lemak tubuh yang eksesif atau tebal itu? Yang dipanggang tentunya lemak dari kopi dong.

Sekali lagi, Anda kan ingin tubuh Anda ‘berpesta’ dari lemak tubuh bukan dari krim atau mentega dalam minuman, oleh sebab itu, jangan tambah lemak ke situ.

Clinical Observations a.k.a Pengamatan Klinis

Seringkali, pria dapat manfaatin ‘roda latihan’ tadi, bahkan secara berlebihan, dan tetap sanggup menurunkan berat badan dan mencapai tujuan mereka tanpa menabrak plateaus.

Tetapi setelah bertahun-tahun kami telah menyaksikan para wanita akhirnya hit a wall alias mentok dan nggak ada kemajuan dalam progress mereka.

Sebagian besar wanita berjuang to kick the training wheels to the curb atau malah menjadikan aid tadi sebagai sandaran karena ngasih kenyamanan.

Sepanjang sejarah manusia, perempuan telah menjadi pengasuh yang dominan. Dan sepanjang jalan kenangan itu para wanita menjadikan makanan sebagai alat pampering, sehingga keluarga dan komunitas tetap bisa menjadikan para perempuan sebagai ‘tempat’ bertumpu.

After a stressful day a cup of coffee with a few tablespoons of heavy cream does not seem like that big of a deal.  Setelah hari yang super tegang atau bikin stres, secangkir kopi dengan dua sendok krim kental sepertinya bukan masalah superb.

Sebagian besar wanita mengatakan mereka dapat menemukan comfort dalam minuman creamy dan berpikir itu adalah hal yang apik karena itu bukan cheesecake atau sekantong keripik kentang seperti di masa lalu.

How bad can it really be? Seberapa buruk itu bisa terjadi?

Over the years I have fought some women tooth and nail to drop creamer and sweetener from their tea and coffee after months of plateauing and trying to do extended fasts without results. Selama bertahun-tahun saya bertarung agar mereka mau menjatuhkan creamer dan pemanis dari teh dan kopi, pasca berbulan-bulan plateau atau nggak ada perbaikan, meski telah mencoba ngerjain puasa panjang. Semuanya tampak nihil. Tanpa hasil. Zero. None.

Akhirnya mereka berkomitmen untuk memotong krim dan stevia/ pemanis atau menyerah. Dan setiap kali seorang wanita setuju untuk menyingkirkan krim, berat mereka mulai melt off, pokoknya meleleh dengan asik.

Yang interesting adalah seberapa jauh feeling wanita menjadi lebih stabil dan puasa terasa lebih mudah. Banyak yang melaporkan bahwa puasa terasa sulit banget, akibatnya, sering kali membuat mereka nyendok lebih banyak krim ke dalam minuman mereka. Tetapi ketika mereka menyetop total 100%, puasa menjadi jauh lebih enteng. Tiba-tiba 24 jam terasa seperti angin, dan bahkan puasa tiga hari bukanlah problematika gigantis.

Kiat dan trik untuk memotong krimer dan pemanis:

  • Tambahkan sejumput garam alami seperti garam Himalaya ke kopi hitam atau teh agar nggak terlalu pahit.
  • Gunakan kayu manis untuk mempermanis minuman Anda atau cukup rebus kulit kayu manis dalam air, agar rasa air lebih sedap.
  • Ambil beberapa lembar daun mint, kucurkan lemon dan tambahkan ke dalam air panas untuk membuat teh peppermint ala DIY (Do It Yourself), ini adalah penekan nafsu makan yang luar biasa, plus bebas kafein.
  • Cobalah berbagai teh herbal baik dalam air panas maupun dingin supaya lebih enak.

Ikuti tautan ini untuk informasi yang lebih terperinci tentang mengapa kopi bulletproof, susu, dan pemanis dapat menjadi ‘tanjakan terjal’ untuk menurunkan beberapa kilogram.

Dalam posting kami berikutnya, kami akan berbicara tentang pentingnya diet padat nutrisi supaya Anda bisa melangsing.

Apakah Perempuan Menopause bisa Meramping? Dengan Puasa Intermittent, Bisa Dong

Mayoritas wanita menopause berasumsi bahwa mustahil untuk bisa meramping, bahkan lebih parah daripada itu, bisa jadi, melangsing di fase usia itu adalah biang kerok malapetaka dan agony.

Untungnya, saya memiliki privilege atau hak istimewa untuk bekerja dengan ribuan wanita yang berpuasa, dan dengan lantang saya akan blak-blakan bahwa menurunkan-berat-badan di fase menopause emang nggak mudah ya. But it isn’t impossible either. Tapi pasti bisa, dong.

By: Megan Ramos (Women and Fasting: Top Tips for Women Going Through Menopause Part 1)

Faktanya, para perempuan ini bisa mencapai hasil yang amazing kok, tetapi mereka harus sedikit lebih rajin daripada orang lain, dan harus lebih taat dengan beberapa prinsip basic puasa. Para pasien perempuan di klinik kami belum ada yang gagal satu pun, tetapi memang perlu banyak trial and error uji coba untuk dapet protokol yang benar-benar berfungsi.

Dalam seri posting ini, saya akan berbagi strategi paling oke, yang telah berhasil ngebantu banget para wanita dalam kelompok usia ini sukses meramping.

Fast Consistently and Be Patience

 Berpuasa Secara Konsisten dan Sabar

Melangsing jauh lebih rumit bagi wanita karena kita super kompleks secara hormonal daripada rekan-rekan pria kita. Tapi bukan berarti nggak bisa dapet prestasi yang sama, dong.

Sumber Gambar: jeffreydachmd.com

Faktanya, kita sanggup menjolok buah yang serupa, atau melangsing itu bisa digapai kok, terlepas gender apa pun. Sesungguhnya, pria dan perempuan, ya, sama aja. Hanya aja, spesial untuk para lady ini jalurnya memang lebih menukik dan berkelok-kelok.

Dalam posting saya sebelumnya tentang Wanita dan Berpuasa, kita membahas dua jalur berbeda yang dialami pria dan wanita ketika puasa dan memapas berat badan. Pada awalnya, pria cenderung kehilangan berlipat-lipat kiloan, tetapi kemudian mulai slow down.

Seorang pria bisa aja kehilangan 10 pound selama Minggu pertama, tetapi kemudian hanya memusnahkan 1 atau 2 pound pada Minggu 12, dan selama beberapa minggu ia mungkin nggak sanggup menendang berat badan sedikit pun, karena tubuh doski mencoba untuk membuang lemak yang lebih bandel.

Apa yang kita lihat pada wanita adalah kebalikannya. Indeed, si kecepatan keong banget pada awalnya, bahkan berat-badan-bergeming-dan-bertapa-tak-tergoyahkan di tempat yang sama selama beberapa minggu, tak mau bergeser sedikit pun, Sob. Tetapi dengan kesabaran dan konsisten, berat badan yang sanggup ditendang mulai melonjak!

Horeee!

Seorang wanita mungkin nggak melenyapkan berat badan pada Minggu ke-1, namun dia bisa jadi menghempas beberapa kilogram selama Minggu ke-12. Saya telah menyaksikan banyak wanita throw in the towel atau menyerah pasca beberapa minggu mencoba, karena mereka pikir ini hanyalah mode diet yang nggak ada faedahnya, sama seperti yang udah-udah.

Sebagai mantan wanita gemuk dan seseorang yang telah mencoba hampir setiap diet di planet ini, saya ngerti kok. Super ngerti banget sekali malah.

But nothing worthwhile comes easily. Tapi tidak ada satu pun hal berharga di jagat raya ini yang datang dengan mudah. Life is also a nonstop rollercoaster of happiness and sorrow. Hidup juga merupakan rollercoaster tanpa henti dari hepi dan sedih.

Satu hari semuanya tampak sempurna dan baik-baik aja, dan hari berikutnya shit hits the fan. Anda merasa dunia Anda runtuh. And what have we been taught to do when that happens? Dan apa yang telah diajarkan kepada kita ketika itu terjadi? Comfort ourselves with food. Menghibur diri dengan makanan.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan berapa pun usia Anda, you need nip it in the bud right now, alias Anda harus bisa menghandlenya, Sob.

Life is never constantly stable. Hidup tidak pernah stabil, tidak pernah konstan. There are bumps and hurdles we face almost every day. Kadang jalan kehidupan bentuknya benjol-benjol, di kali yang lain rintangan meliuk-liuk, dan ini terjadi hampir setiap hari.

Anda harus stick dengan rejimen puasa Anda, terlepas hari itu sedang datang air bah atau neraka rembes, jika tidak begitu, Anda pasti akan gagal.

Saya telah menyaksikan pasien dan orang-orang terkasih mengalami diet yo-yo sepanjang hidup mereka. Juga, saya menghabiskan 27 tahun ngalamin yo-yoing atau berat badan naik-turun tiada henti. Dan karena itulah, I had to be real with myself atau harus tegas pada diri sendiri.

Saya baru berusia 27 tahun dan didiagnosis dengan salah satu penyakit paling mematikan di bumi ini—diabetes tipe 2.

Saya punya dua pilihan:

Pertama, saya bisa men-tackle diabetes dengan pendekatan yo-yo yang udah sangat terang-terangan selalu aja gagal. Hasilnya saya akan tetap diet selama satu dekade, juga ditambah dengan, saya kudu diet terus menerus, meski:

  1. Pekerjaan sedang membikin saya stres.
  2. Marah pada suami saya, atau.
  3. Ultra sedih ketika nenek saya meninggal.

Dan saya hanya harus hidup legawa dengan kerusakan yang dilakukan diabetes pada tubuh saya dalam kurun waktu itu.

Pilihan kedua, saya sepenuhnya berkomitmen pada protokol puasa selama 6 bulan saja.

It could only be 90% of the time. Mungkin hanya 90% aja dari total waktu kok. Memang sih ini mungkin seperti bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tetapi penekanannya adalah apa pun akan saya lakukan asalkan saya nggak ngalamin yo-yo. Anything more wasn’t human. Saya harus mengizinkan diri saya menjadi manusia lagi dan tidak membiarkan makanan buruk meski hanya sebutir mengisi hari saya.

Sumber Gambar: popsugar.com

Dan goalnya adalah untuk nge-kick kegemukan saya, diabetes tipe 2, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan hati berlemak/ fatty liver (NAFLD) dalam 6 bulan sehingga saya bisa move on dengan hidup saya.

Dengan cara ini saya bisa menghindari kerusakan akibat diabetes, plus saya bisa menjalani hidup on my own terms atau aturan hidup ala saya sendiri, dong.

By buckling down, dengan tekad sangat baja ini, berarti saya tidak selalu menyandang status ‘narapidana’ atau merasa terpenjara pada rejimen puasa di masa depan.

Jadinya, di masa depan, saya bisa berpuasa saat saya mau, asalkan saya sedang fit atau cucok dengan agenda kegiatan saya.

Hasilnya adalah:

  • Dalam 6 bulan, A1c saya turun menjadi 4,6%.
  • Nggak ada lagi NAFLD.
  • PCOS hilang.
  • Obesitas lenyap.

And it was slow as hell to start, but nothing that truly works comes easily. Prosesnya lambat banget dan macam di tempat jagal ketika awal memulai, tetapi, nggak ada satu pun hal di dunia ini yang didapet dengan gampil. Semua butuh perjuangan, bukan begitu?

Kiat ahli: Rencanakan kegiatan di hari puasa



Dengan cara ini Anda selalu memiliki rencana before you get into a funk, atau merasa seperti di kawah Candradimuka atau tersiksa rasa super lapar ketika berpuasa.
Contoh:

  • Jika Anda selalu lapar pada pukul 6 sore, pergilah ke gym atau fitness class pada jam itu.
  • Jika Anda merasa stres di tempat kerja, go for a walk, berjalan-jalanlah.
  • Mandi garam Epsom jika Anda merasa lelah dan frustrasi di rumah.
  • Baca buku di teras belakang Anda.
  • Berkebun.
  • Atur lemari Anda.
  • Rencanakan tripketika Anda mencapai target Anda.
  • Meet up dengan teman baik untuk minum teh atau kopi.
     

Dalam artikel selanjutnya, kita akan berbicara tentang pentingnya clean fasting a.k.a puasa ‘bersih’ untuk wanita.

BAGAIMANA CARA MENGHENTIKAN GELISAH BY DALE CARNIEGE (HOW TO STOP WORRYING AND START LIVING BAB 2)

Untuk membaca bagian sebelumnya klik di sini dan di sini.

Nasihat itu menyelamatkan saya secara fisik dan mental selama perang; dan sekarang berkontributif pada posisi saya dalam bisnis. Saya seorang a Stock Control Clerk atau Pegawai Kontrol Saham untuk Perusahaan Kredit Komersial di Baltimore.

Saya menemukan problem yang sama muncul lagi dalam bisnis, yang mana menjedul juga selama perang: sebundel tugas harus dilakukan sekaligus—dan sialnya, hanya ada sedikit waktu untuk menamatkannya.

  1. Stok kami rendah.
  2. Ada segepok formulir baru yang harus ditangani.
  3. Pengaturan suplai baru.
  4. Perubahan alamat.
  5. Pembukaan dan penutupan kantor, dan sebagainya.

Alih-alih menjadi tegang dan gugup, saya ingat apa yang dokter katakan kepada saya.

“One grain of sand at a time. One task at a time.”

 “Satu butir pasir pada satu waktu.” Hanya mengerjakan satu tugas dalam satu waktu. Multitasking? Haram!

Dengan mengulangi kalimat itu kepada diri saya berulang kali, saya menyelesaikan tugas saya dengan cara yang lebih efisien dan saya ngerjain pekerjaan saya tanpa perasaan bingung dan campur aduk yang mana hampir melumatkan saya di medan perang.”

Salah satu komentar yang mengerikan banget adalah bahwa pola hidup kita saat ini udah sangat berantakan. Buktinya, setengah dari seluruh tempat tidur di rumah sakit disediakan untuk pasien dengan masalah saraf dan mental—pasien yang telah kolaps di bawah beban berat dari akumulasi kemarin dan hari esok yang super seram.

Namun, sebagian besar dari orang-orang itu akan beredar di jalanan hari ini dengan tralala-trilili, jika mereka sudi mengindahkan kata-kata Nabi Isa atau Yesus, “jangan khawatir tentang besok,” atau kata-kata Sir William Osier. “Hidup hanya untuk hari ini saja.”

You and I are standing this very second at the meeting-place of two eternities: the vast past that has endured for ever, and the future that is plunging on to the last syllable of recorded time.

Anda dan saya berdiri di detik ini, di tempat pertemuan dua keabadian: masa lalu yang luas yang telah bertahan selama-lamanya, dan masa depan yang mengarah pada suku kata terakhir dari waktu yang tercatat.

Kita nggak mungkin hidup dalam kedua kekekalan itu—tidak, bahkan untuk sepersekian detik pun kita nggak akan pernah sanggup. Tetapi, dengan nyoba ngelakuin itu, kita malah meremukkan tubuh dan pikiran kita sendiri. Jadi mari menikmati satu-satunya yang bisa kita nikmati: dari detik ini sampai tidur.

“Siapa pun dapat memikul bebannya, betapapun kerasnya, sampai malam tiba,” tulis Robert Louis Stevenson.

“Siapa aja pasti sanggup ngerjain pekerjaannya, sekeras apa pun, untuk satu hari. Siapa pun dapat hidup dengan super sweet, sabar, penuh kasih, pure, sampai matahari terbenam. Dan inilah yang sesungguhnya dimaksudkan oleh kehidupan.”

Ya, hanya itulah yang dituntut kehidupan dari kita; tetapi Ny. E. K. Shields, 815, Court Street, Saginaw, Michigan, terdorong keputusasaan—bahkan ke ambang bunuh diri—-sebelum dia belajar untuk hidup hanya sampai sebelum tidur aja.

“Pada tahun 1937, saya kehilangan suami saya,” kata Mrs. Shields ketika dia menceritakan kisahnya kepada saya, “Saya sangat tertekan—dan nyaris nggak punya uang sepeser pun. Saya menulis kepada mantan majikan saya, Mr. Leon Roach, dari Roach-Fowler Company of Kansas City, dan mendapatkan kembali pekerjaan lama saya. Sebelumnya saya mencari nafkah dengan menjual buku ke dewan sekolah desa dan kota.

Sesungguhnya, saya udah terlanjur menjual mobil saya dua tahun sebelumnya, ketika suami saya sakit; tetapi saya berhasil menabung uang muka untuk membeli mobil bekas dan mulai menjual buku lagi.

Sumber Gambar: Tenthousandvilages.com

“Saya telah berpikir bahwa kembali ke jalan akan membantu meringankan depresi saya; tetapi mengemudi sendirian dan makan sendirian ternyata malah membikin saya makin tertekan. Beberapa wilayah itu nggak produktif, dan saya merasa sulit untuk membayar mobil itu, walaupun cicilannya kecil.

“Pada musim semi 1938, saya bekerja dari Versailles, Missouri. Sekolahnya buruk, jalanannya jelek; Saya sangat kesepian dan pesimis, sehingga pada suatu waktu saya bahkan mempertimbangkan bunuh diri aja lah. Sukses? Apa itu sukses? Sukses tampak jauh dan mustahil banget. Hanya delusi.

I had nothing to live for. Saya tidak punya apa-apa untuk hidup. Saya takut bangun setiap pagi dan menghadapi kehidupan.

  1. Saya takut segalanya.
  2. Takut saya tidak bisa memenuhi pembayaran mobil.
  3. Takut saya tidak bisa membayar sewa kamar saya.
  4. Takut tidak akan punya cukup makanan.
  5. Saya takut kesehatan saya menurun dan saya tidak punya uang untuk membayar dokter.

Yang ngebikin saya nggak bunuh diri adalah pikiran bahwa saudara perempuan saya akan sangat berduka, plus saya juga nggak punya cukup punya uang untuk membayar biaya pemakaman saya.

“Lalu suatu hari saya membaca sebuah artikel yang mengangkat saya dari depresi dan itu membuat saya berani untuk terus hidup. Saya nggak akan pernah berhenti bersyukur atas satu kalimat yang menginspirasi dalam artikel itu.

Yang ialah, “setiap hari adalah kehidupan baru bagi orang bijak.”

Saya mengetik kalimat itu dan menempelkannya di kaca depan mobil saya, di mana saya melihatnya setiap menit ketika saya mengemudi. Saya pikir nggak begitu sulit untuk hidup hanya  untuk satu hari.

Saya belajar untuk melupakan hari kemarin dan nggak mikirin hari esok. Setiap pagi saya berkata pada diri saya sendiri, “hari ini adalah kehidupan baru.”

“Saya telah berhasil mengatasi ketakutan saya akan kesepian, hysteria karena ingin ini itu. Saya bahagia, sukses, antusias, dan cinta hidup. Saya tahu sekarang bahwa saya nggak akan pernah takut lagi, terlepas dari apa yang hidup berikan kepada saya. Saya tahu sekarang bahwa saya nggak perlu takut akan masa depan.

Toh saya dapat hidup satu hari dalam satu waktu—dan bahwa, “setiap hari adalah nyawa baru bagi orang bijak.”

Menurut Anda, siapa yang menulis ayat ini: “bahagianya pria itu, bahagia dia sendiri, Dia, yang bisa memanggil hari-nya sendiri: Dia yang, merasa aman di bathn, dapat mengatakan: “Besok, lakukan yang terburuk, karena aku sudah hidup hari ini.”

Kata-kata itu terdengar modern, bukan? Namun itu ditulis tiga puluh tahun sebelum Nabi Isa dilahirkan, oleh penyair Romawi Horace.

Salah satu hal paling tragis yang saya ketahui tentang sifat manusia adalah kita semua bertendensi menunda hidup. Kita semua memimpikan taman mawar ajaib di cakrawala—bukannya menikmati mawar yang bermekaran di luar jendela kita hari ini.

Kenapa kita ini bodoh—orang bahlul, eh ditambah tragis pula? “

“Betapa anehnya, prosesi kecil kehidupan kita,” tulis Stephen Leacock.

  • Anak itu berkata, “ketika aku sudah besar.”
  • Tapi setelah itu apa? Bocah lelaki itu menjawab, “Saat aku dewasa.”
  • Dan kemudian, setelah dewasa, dia berujar, “Ketika saya menikah.”
  • Tetapi setelah menikah, lalu apa? Pikiran berubah menjadi, “ketika saya bisa pensiun.”
  • Dan kemudian, ketika pensiun datang, dia melihat kembali pemandangan yang dilaluinya; angin dingin sepertinya menyapu; entah bagaimana dia telah melewatkan semuanya, dan itu hilang.
  • Hidup, kita udah terlambat, ada dalam kehidupan, dalam jaringan setiap hari dan jam.”

Almarhum Edward S. Evans dari Detroit hampir bunuh diri karena khawatir, sebelum dia tau bahwa hidup, “ada dalam kehidupan, dalam jaringan setiap hari dan jam.”

Dibesarkan dalam kemiskinan, Edward Evans menghasilkan uang pertamanya dengan menjual koran, kemudian bekerja sebagai pegawai toko bahan makanan.

Pada akhirnya, dengan tujuh orang bergantung padanya untuk membeli roti dan mentega, ia mendapat pekerjaan sebagai asisten pustakawan. Meski upahnya kecil banget, ia takut untuk berhenti. Delapan tahun berlalu sebelum dia bisa mengumpulkan keberanian untuk memulai sendiri. Tetapi begitu dia mulai, dia membangun investasi awal senilai lima puluh lima dolar uang pinjaman untuk berbisnis, dan ia melipat-ganda-kannya menjadi dua puluh ribu dolar setahun.

Then came a frost, a killing frost.

Lalu datanglah salju yang beku, es yang membunuh. Sayangnya, ia terlanjur mendukung a big note untuk seorang teman-dan si teman itu bangkrut. Segera setelah bencana itu, datanglah bencana lain: bank tempat ia menyimpan semua uangnya bangkrut.

Dia tidak hanya kehilangan setiap sen yang dimilikinya, tetapi juga jatuh ke dalam hutang sebesar enam belas ribu dolar. Sarafnya tidak bisa menahan cobaan super berat ini. “Aku tidak bisa tidur atau makan,” katanya.

“Anehnya, aku menjadi sakit. Khawatir dan tidak ada yang lain selain khawatir,” katanya, “menyebabkan lahirnya penyakit ini. Suatu hari ketika aku sedang berjalan di jalan, aku pingsan dan jatuh di trotoar. Aku tidak lagi bisa berjalan.”

Aku terbaring di tempat tidur dengan tubuh penuh dengan bisul, borok dan nanah. Bisul-bisul ini berputar ke dalam sampai aku hanya sanggup berbaring di tempat tidur, saat itu adalah agony atau momen-penuh-penderitaan-super-duper-menderita-yang-tak-tertahankan. Setiap hari, aku semakin lemah.

Sumber Gambar: tartecosmetics.com

Akhirnya, dokter saya memberi tahu saya bahwa saya hanya punya waktu dua minggu saja untuk hidup. I was shocked. Saya terkejut. Saya menyusun wasiat, dan kemudian berbaring di tempat tidur untuk menunggu ajal. Sekarang, nggak ada gunanya untuk berjuang atau khawatir. Saya menyerah, rileks, dan pergi tidur. Saya belum tidur selama dua jam berturut-turut selama berminggu-minggu; tetapi sekarang karena masalah duniawi saya berakhir, saya tidur seperti bayi. Kelelahan saya yang melelahkan banget itu pun mulai menghilang. Nafsu makan saya kembali.

Berat badan saya bertambah. “Beberapa minggu kemudian, saya bisa berjalan dengan kruk. Enam minggu kemudian, saya bisa kembali bekerja. Saya telah menghasilkan dua puluh ribu dolar setahun; tetapi anehnya, sekarang saya senang mendapatkan pekerjaan dengan upah tiga puluh dolar seminggu. Saya mendapat pekerjaan menjual balok untuk diletakkan di belakang roda mobil ketika dikirim dengan kargo.

Sekarang, saya telah belajar sebuah teladan. Saya nggak pernah lagi merasa waswas—tidak ada lagi penyesalan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu—tidak ada lagi ketakutan akan masa depan. Saya memusatkan seluruh waktu, energi, dan antusiasme saya untuk menjual balok-balok itu.”

Edward S. Evans melesat cepat sekarang. Dalam beberapa tahun, ia menjadi presiden perusahaan.

Perusahaannya—the Evans Product Company—telah terdaftar di New York Stock Exchange selama bertahun-tahun.

Ketika Edward S. Evans meninggal pada tahun 1945, ia adalah salah satu pebisnis paling progresif di Amerika Serikat. Jika Anda pernah terbang di atas Greenland, Anda bisa mendarat di Evans Field—sebuah lapangan terbang yang dinamai untuk menghormatinya.

Inilah inti ceritanya: Edward S. Evans tidak akan pernah sukses dalam bisnis dan kehidupan ini, jika dia tidak menyadari bahwa khawatir adalah tindakan yang menyesatkan dan bodoh—jika dia tidak belajar untuk hidup untuk  hari ini saja.


Lima ratus tahun sebelum nabi Isa dilahirkan, filsuf Yunani Heraclitus mengatakan kepada murid-muridnya bahwa “semuanya berubah kecuali hukum perubahan”. Dia berkata: “Anda tidak dapat melangkah di sungai yang sama dua kali.”

Sungai berubah setiap detik; dan begitu pula orang yang melangkah di dalamnya. Hidup adalah fluktuasi tanpa henti. Satu-satunya kepastian adalah hari ini. Mengapa merusak keindahan hidup hari ini dengan mencoba memecahkan masalah masa depan yang diselimuti oleh perubahan dan ketidakpastian yang tak henti-hentinya—masa depan yang tak seorang pun bisa meramalkannya?

Orang-orang Romawi kuno memiliki kata untuk itu. Faktanya, mereka punya dua kata untuk itu.

Carpe diem. “Nikmati hari.”
Atau, “Rebut hari ini.”
Ya, raih hari itu, dan manfaatkan sebaik-baiknya.
Itulah filosofi Lowell Thomas.

Saya baru-baru ini menghabiskan akhir minggu di ladangnya; dan saya perhatikan bahwa dia memiliki kata-kata dari Mazmur CXVIII yang dibingkai dan digantung di dinding studio siarannya di mana dia akan sering melihatnya: Ini adalah hari yang Tuhan buat; kami akan bersukacita dan senang karenanya.

John Ruskin di atas mejanya memajang sepotong batu sederhana yang diukir satu kata: TODAY atau  HARI INI.

Dan sementara saya tidak memiliki sepotong batu di meja saya, saya memiliki sebuah puisi yang ditempelkan di cermin saya di mana saya bisa melihatnya ketika saya mencukur setiap pagi—sebuah puisi yang selalu disimpan Sir William Osier di atas mejanya—sebuah puisi yang ditulis oleh pemain drama India yang terkenal, Kalidasa: Salutation To The Dawn.



Look to this day!

Lihatlah hari ini!

For it is life, the very life of life.

Karena itu adalah hidup, kehidupan yang sesungguhnya.

In its brief course Lie all the verities and realities of your existence:

Dalam perjalanan singkatnya, semua kebenaran dan realitas keberadaan Anda tampak bohong.
The bliss of growth.

Kebahagiaan bertumbuh

The glory of action.

Kemuliaan beraksi

The splendour of achievement.

Kemegahan prestasi.

For yesterday is but a dream.

Kemarin hanyalah mimpi

And tomorrow is only a vision.

Dan besok hanyalah sebuah visi

But today well lived makes yesterday a dream of happiness.

Tapi hari ini hidup dengan baik dari kemarin mewujudkan mimpi menjadi hepi

And every tomorrow a vision of hope.

Dan setiap hari esok adalah visi yang penuh harapan.

Look well, therefore, to this day!

Karena itu, perhatikan baik-baik, sampai hari ini!
Such is the salutation to the dawn.

Itulah salam bagi fajar.

Jadi, hal pertama yang harus Anda ketahui tentang cemas adalah ini: jika Anda ingin menjauhkannya dari hidup Anda, lakukan apa yang Sir William Osier lakukan.

Tutup pintu besi di masa lalu dan masa depan.

Hidup hanya untuk 24 jam saja. Mengapa tidak bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini, dan menuliskan jawabannya?

  • Apakah saya cenderung menunda hidup di masa sekarang untuk mengkhawatirkan masa depan, atau merindukan “kebun mawar ajaib di cakrawala”?
  • Apakah saya terkadang merasa pahit saat ini dengan menyesali hal-hal yang terjadi di masa lalu-yang sudah berlalu dan selesai?
  • Apakah saya bangun di pagi hari bertekad untuk “Seize the day” atau”Rebut hari ini”—untuk mendapatkan hasil maksimal dari dua puluh empat jam ini?
  • Bisakah saya mendapatkan lebih banyak dari kehidupan dengan hanya dengan memanfaatkan 24 jam sebaik-baiknya?
  • Kapan saya mulai melakukan ini? Minggu depan?… Besok?… Hari ini?

Ingin Cantik dan Kulit Mulus? Pitera Solusinya

PITERA, adalah filtrat fermentasi galactomyces, yaitu ekstrak ragi yang berasal dari proses fermentasi alami yang dikontrol secara selektif, cermat dan teliti.

Doski berbentuk cairan bening yang mengandung:

  1. Lebih dari 50 mikronutrien dan.
  2. Merupakan sumber peptida, protein, asam amino, karbohidrat dan asam organik yang perfek banget.

Oleh karena itu, kombinasi nutrisinya ngasih kekuatan yang luar biasa powerful sebagai anti-aging. Khasiat anti penuaan dan pelembapnya dijamin tokcer, yang akan kita diskusikan secara lebih detail di bawah ini.

Dari Sake Hingga Skin Care

It’s worth mentioning the fascinating way that PITERA was discovered. Kembali pada tahun 1970-an, para ilmuwan SK-II mulai menelusuri resep-resep alami yang akan “mengubah semua kulit wanita menjadi indah.” Jadi kulit cantik bukanlah hanya impian.

Para ilmuwan meriset multipel kemungkinan, dari ramuan herbal Cina hingga hot spring water atau air panas.

However, the ideal ingredient still eluded them. Tetapi, bahan yang ideal masih tampak elusif dan luput dari mereka.

Suatu hari, para ilmuwan SK-II menjumpai tempat pembuatan sake di Jepang di mana pekerja lansia memiliki wajah keriput, namun tangan mereka extraordinarily lembut dan terlihat muda, soft and youthful-looking hands.

Sumber Gambar: stanfordchem.com

Penemuan ini mengilhami mereka untuk mengusut dengan ensiklopedis yang melibatkan lebih dari 350 jenis ragi. Setelah lima tahun, para periset akhirnya nemuin the unique yeast strain atau butiran ragi unik yang menyimpan rahasia kulit indah—PITERA.

PITERA ini ditemukan di seluruh lini produk SK-II, dan telah disebut sebagai “bahan ajaib” merek tersebut.

Apa Manfaat PITERA bagi Kulit?

Seperti disebutkan di atas, PITERA adalah ‘sumur’ zat gizi yang kaya akan asam amino, peptida, protein, karbohidrat, asam organik, dan banyak zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.

Kombinasi nutrisi ini dianggap sanggup meningkatkan the skin’s natural surface rejuvenation process atau proses peremajaan permukaan kulit secara alami.

Mari kita bahas masing-masing lebih detail sehingga Anda akan tahu persis gimana sih PITERA kok bisa bermanfaat banget bagi kulit.

Asam amino, peptida, gula, asam organik, dan mineral di PITERA semuanya berkontribusi untuk mengisi kembali Faktor Pelembab Alami (NMF) kulit. NMF bertanggung jawab untuk ‘menunggui’ si kulit agar tetap terhidrasi, lembut, dan kenyal

Sayangnya, NMF menjadi menipis seiring bertambahnya usia, dan juga akibat paparan rutin terhadap bahan-bahan yang meningkatkan kepekaan seperti pengeringan surfaktan, wewangian sintetis, dan alkohol terdenaturasi.

Ini nyebabin kulit tampak kering dan bersisik yang terasa kencang dan nggak nyaman.

Dengan pake bahan-bahan yang membantu mengisi kembali NMF, seperti PITERA, tanda-tanda penuaan seperti garis-garis, kerutan, dan kulit kering, akan berkurang. Impaknya adalah kulit yang tampak lebih halus, terhidrasi, dan kencang.

Lee Yeon Hee, Salah Satu Brand Ambassador dari SK2 (Pitera essence)

Sementara protein dan karbohidrat yang ditemukan di PITERA terlalu makro untuk sanggup menembus kulit, mereka dapat menambahkan hidrasi ke lapisan kulit teratas ketika diaplikasikan.

Selain itu, beberapa penelitian mensinyalir bahwa ragi PITERA dapat menghebatkan produksi hyaluronic acid atau asam hialuronat, yaitu komponen yang ditemuin dalam matriks ekstraseluler kulit.

Hyaluronic acid punya kapasitas untuk menarik air dari lingkungan dan menahan hingga 1.000 kali beratnya dalam air. Kemampuan asam Hyaluronic untuk menarik dan menahan kelembaban inilah yang membantu kulit mempertahankan turgor, ketahanan, dan fleksibilitasnya.

Karena tubuh memproduksi hyaluronic acid akan semakin minim seiring melajunya usia, manfaatin metode yang melipatgandakan produksi hyaluronic acid adalah cara inovatif untuk mengikis gelagat penuaan kulit.

PITERA juga berfaedah untuk membuat kulit lebih kalem karena mempunyai sifat anti-iritasi.

Bahan-bahan fermentasi memangkas risiko iritasi kulit dengan menetralkan zat-zat beracun, seperti logam berat dan pestisida yang mungkin ada dalam jumlah kecil.

Dengan menetralkan racun, PITERA membuat produk makin aman, kian efektif, dan lebih ditoleransi untuk jenis kulit sensitif.

Sifat terakhir yang punya super benefit bagi kulit PITERA adalah dengan memfasilitasi penyerapan bahan skin care lainnya.

Benefit pada formula segala sesuatu yang bertipikal fermentasi seperti PITERA sangat mirip dengan manfaat yang diberikan oleh makanan fermentasi dan suplemen enzim pencernaan, yaitu mengakselerasi penyerapan dan pencernaan nutrisi yang Anda konsumsi.

Dalam produk skin care, mikroorganisme seperti bakteri atau ragi melepaskan enzim yang memecah bahan lain menjadi molekul yang lebih mini.

Bahan aktif dalam produk skin care seringkali terlalu besar untuk menembus jauh ke dalam kulit, sehingga dengan memecahnya menjadi molekul yang lebih kecil, PITERA memfasilitasi penyerapan bahan-bahan ini. Penyerapan yang lebih apik mengarah pada hasil yang lebih baik.

Siapa yang Harus Menggunakan PITERA, dan Siapa yang Harus Menghindarinya?

PITERA dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Ini sangat ideal bagi mereka yang memiliki tanda-tanda penuaan, kulit kusam, bintik-bintik gelap, atau tekstur kasar.

Karena PITERA dapat mengelupas kulit karena sifatnya sebagai golongan asam organik, Anda mungkin ingin menghindari produk dengan bahan ini jika Anda pake peeling kulit yang kuat atau bahan-bahan yang nyebanin kulit Anda terkupas, seperti asam alfa hidroksi, retinoid, atau benzoil peroksida.

Cara Membuat Pitera Sendiri di Rumah

Terinspirasi dari blog ini, inilah cara membuatnya—yang mana gampang bingit, Sob. Elemen vital terdiri dari : 

  • Ragi roti (saya memakai merek Fermipan).
  • Nasi putih 2 sendok makan.
  • Air setengah gelas

Disarankan nasinya adalah nasi yang baru matang, bukan nasi yang sudah menginap di magic com. Percobaan pertama mbak Lintang pake nasi yang udah nginep di magic com selama 1 hari, hasilnya bau tonernya amit-amit.

Nasinya didinginkan dulu, jangan panas-panas karena nanti raginya mati dan tidak bisa melakukan fermentasi. Airnya pun jangan air yang terlalu dingin atau panas. Harus sekitar 25 – 30 derajat celsius (kurang lebih sama dengan suhu ruang).

Sumber Gambar: secretofdd.com

Untuk melakukan fermentasi disarankan menggunakan wadah kaca, misalnya gelas/toples kaca/ erlenmeyer atau tabung fermentasi. Yang harus digaris-bawahi wadah plastik terlarang hukumnya.

Semua peralatan harus steril. Nggak cuma dicuci dengan sabun, tapi juga direndam dalam air panas supaya tidak ada bakteri yang mengganggu aktivitas ragi saat fermentasi. 

Cara pembuatan:

  • Masukkan nasi ke dalam air.
  • Taburkan 1 sendok teh ragi.
  • Aduk sampai merata
  • Tutup rapat mulut gelas dengan plastik yang diikat karet atau aluminium foil. Pastikan tidak ada udara masuk.
  • Biarkan mengalami fermentasi selama 3 jam. Selama fermentasi akan terbentuk gelembung-gelembung udara kecil yang naik ke permukaan cairan, seperti gelembung minuman soda. Itu adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari fermentasi. Perubahan lainnya yaitu nasi menjadi hancur dan kental seperti gel. Kalo nggak ada gelembung dan nasi nggak hancur, berarti fermentasi gagal. Penyebab fermentasi tak berfungsi, bisa karena kurang rapat ditutupnya, atau karena raginya memang sudah mati.
  • Setelah itu siapkan gelas bersih lainnya untuk tempat filtrat (hasil saringan). Saring hasil fermentasi dengan menggunakan kain bersih yang pori-porinya halus, jangan saringan teh. Paling baik ya pakai kertas saring Whatman seperti yang biasa dipakai di laboratorium.
  • Masukkan di botol kaca/ toples/ terserah. Yang terkrusial harus kaca.
  • Langsung masukkan ke kulkas, ini penting. Jika ditaruh di suhu yang dingin, fermentasi akan berhenti sehingga alkohol yang diproduksi nggak kebanyakan. Selain itu juga akan memperpanjang masa simpannya.
  • Toner ini masih oke dipakai selama 3 hariAlkohol yang diproduksi dalam proses fermentasi menjadi pengawet alami. Sebenarnya jika ditambah air jeruk nipis bisa memperpanjang masa simpannya (asam kuat bersifat sebagai antibakteri).
  • Oya, cara pakainya biasa aja kayak pakai toner pada umumnya.
  • Toner ini cair banget seperti air (ya memang air). Setelah diaplikasikan ke wajah, pertama rasanya lengket. Pasca meresap, kulit terasa lembab dan kenyal. Sama sekali nggak lengket, tapi jadi smooth saat disentuh.

Hal yang harus diperhatikan :

  • Penyaringan diusahakan sampai filtratnya jernih, tanpa endapan. Endapan berupa pati dari nasi bisa mempengaruhi bau toner & masa simpan (terutama jika tidak ditambah pengawet).
  • Buang toner jika baunya berubah menjadi lebih buruk (bau kecut yang mengarah ke basi).
  • Natrium benzoat menghambat pertumbuhan mikroba (termasuk ragi), fermentasi bisa berhenti jika ditambah natrium benzoat meskipun wadahnya tidak dibuka.
  • Toner yang ditambah natrium benzoat lebih awet walaupun tidak dimasukkan ke kulkas.
  • Meskipun sudah ditambah pengawet, sebaiknya tetap disimpan di kulkas.