Minuman Pengalih Lapar Saat Puasa Intermittent

Minuman Pengalih Lapar Saat Puasa

Minuman pengalih lapar saat puasa intermittent, memang ada? Beneran apa memang rekayasa nih? Bualan si penulis blog aja?

Jika telah mendengar manfaat  puasa. Ada kemungkinan beberapa di antara kalian yang tertarik ingin mencoba. Masalahnya adalah, kalian lalu teringat, betapa menderitanya menahan lapar. Perut perih krucuk-krucuk dan hasrat ingin mengunyah sesuatu, terasa sangat menyiksa. Benar?

Saya bicara seperti ini karena berdasarkan pengalaman pribadi. Godaan terberatnya, adalah ketika berada di jam tidak makan apa pun. Mau menenggak air, rasanya perut kembung. Semua minuman rasanya tidak menarik.

Nah, kalian tiba di tempat yang tepat, Sob.

Minuman-pengalih-lapar-saat-puasa-intermittent

Saya akan membahas, minuman apa saja yang tidak memuakkan dan tidak membuat kalian kembung.

Back to the topic.

Ketika sedang nyekrol social media, pernah enggak sih kamu melihat istilah seperti clean fast/ puasa bersih dan dirty fast/ puasa kotor. Pernah enggak kalian merasa kepo, itu artinya apa? Jadi puasa yang penuh kotoran dan puasa yang bersih kinclong, gitu?

Oke, sebelum membahas kedua hal itu, mari kita melihat ke dalam blog ini. Kamu boleh menanyakan apa misi saya.

Awal saya membuat blog ini adalah karena saya merasakan sendiri faedah dari intermittent fasting. Dulu saya ini sakit-sakitan. Saya sering mengalami anemia. Perut saya juga buncit. Hampir 2 bulan sekali saya diserang ISK (infeksi saluran kemih).

Ini yang paling epic. Jika sudah terserang penyakit ini. Bis jurusan Bandung yang saya naiki ketika semasa kuliah, akan saya hentikan ke pinggir karena saya enggak kuat untuk menahan pipis. Saya akan berteriak kepada kondektur dan memohon untuk segera mencari rest area.

Sampai dokter saja bingung, dalam jangka waktu 1 bulan saya bisa bolak-balik ke dokter dengan keluhan yang sama. Yaitu anyang-anyangan.

TETAPI, dan ini TETAPI yang besar. Pasca melakoni IF dari tahun 2016:

  1. Anemia hilang
  2. ISK tidak pernah menyerang.

Terakhir melanda di tahun 2018 ketika saya liburan ke Thailand, itu pun karena saya sibuk packing sehingga seharian lupa minum air. Namun, cukup dengan minum air putih yang cukup ketika sampai bandara Don Mueang, ISK hilang dengan ekspres.

Sampai saya melakukan analisa amatir tentang apa yang terjadi di tubuh saya. Karena saya pernah dengar nih ya, dari dokter Berg, bahwa, jika tubuh kita terlalu basa (alkaline), kita akan mudah terserang bakteri. Dan agar tubuh kita bisa seimbang—ada organ tubuh yang memang basa, dan ada juga yang asam, jadi pHnya berbeda-beda—kita harus mengonsumsi makanan sehat. Entahlah, setidak sehat apa makanan saya ketika kuliah, tapi sepertinya terlalu tinggi karbohidrat, dan kurang lemak sehat.

Karena, sekali saja saya mengubah manuver—dengan menambahkan virgin coconut oil dan olive oil ke menu harian saya, dan tentu saja melakukan intermittent fasting—gempuran ISK itu tidak kunjung datang. LAGI.

Woaaah, seneng banget rasanya, Sob. 🙂

Saat ini saya melakukan OMAD (One Meal a Day), atau makan hanya sekali selama 24 jam. Logika ngawurnya, harusnya nutrisi enggak cukup dong. Tapi mengapa saya merasa lebih fit di saat sekarang, dibanding saat saya kuliah. Apakah zat dari makanan lebih bisa diserap sempurna dibanding dulu?

Mari kita simpan dulu pertanyaan itu, dan beralih pada kekepoan saya selanjutnya.

Sesungguhnya ada banyak tujuan puasa. Apa sajakah itu?

  1. Ada yang ingin melangsing.
  2. Mengobati diabetes tipe 2.
  3. Memperbaiki gejala yang berhubungan dengan sindrom metabolik seperti:
    1. Penyakit hati berlemak non alkoholik (NAFDL).
    2. PCOS Sindrom Ovarium Polikistik.

Dan berita paling asiknya adalah, ternyata puasa intermittent juga bisa digunakan sebagai alat:

  1. Mencegah penyakit tertentu
  2. Mencegah penuaan

Oleh karena itu, apa yang boleh diminum dan apa yang tidak boleh diminum ketika puasa adalah tergantung dari tujuanmu itu apa.  

Nah, semisal nih ya, intensimu adalah ingin menurunkan berat badan dan perang melawan penyakit metabolisme, maka misi utama dari puasamu adalah untuk membatasi tubuh memproduksi insulin, dan tubuh juga harus mampu membakar lemak yang nempel di badan itu sendiri.

Namun, jika targetmu adalah pencegahan penyakit, maka kamu harus sanggup menginduksi autofagi.

Autofagi itu apa sih?

Dokter Jason Fung telah menjelaskan di serial youtubenya. Bahwa autofagi itu adalah proses fisiologis yang melibatkan daur ulang sel. Ketika kita mengalami autofagi, tubuh akan memecah sel-sel tua dan menghabisi sel-sel rusak.

Pasca itu akan digantikan dan disatukan secara utuh si kumpulan sel-sel baru dan sehat. Fenomena yang luar biasa ini dipicu oleh puasa. Dan kemungkinan besar, bisa berfaedah untuk formula pencegahan penyakit dan anti penuaan.

Namun bagaimana jika sebenarnya tujuan kita adalah hanya untuk melangsing dan membalikkan diabetes tipe 2. Apa yang boleh diminum ketika puasanya?

Lalu, jika kasusnya adalah ingin memperbaiki atau menghilangkan gejala karena terlalu banyak insulin atau kondisi yang dinamakan hyperinsulinemia.

Poin puasa kamu tentu saja untuk menghindari penambahan insulin. Jadi, ketika puasa, jangan sampai kamu mengonsumsi sesuatu, yang membuat insulin meningkat.

Masalahnya adalah, apa pun yang kamu makan tentu akan meningkatkan kadar insulin. Dengan sasaran ini, tentu kamu maunya si tubuh mengambil bahan  bakar dari lemak yang menempel di badan, bukan malah mengambil sumber tenaga dari makanan. Iya tidak?

minuman-pengalih-lapar-saat-puasa-intermittent

Pernah enggak kamu mendengar bulletproof coffee. Nah ini adalah sejenis kopi berlemak—mengandung butter, minyak kelapa atau minyak zaitun—yang mana, si tubuh bukannya membakar lemak tubuhnya sendiri, malah mengambil kalori dari kopi ini. Meski insulin memang tidak akan naik. Jika memang tujuan terprimermu ingin memangkas lemak tubuh, lupakan menambahkan minyak-minyakan ke dalam kopimu. Lebih baik kamu minum kopi hitam murni tanpa campuran apa pun.

Berikut adalah rekomendasi minuman ketika puasa, jika target fundamentalmu ingin menurunkan level insulin:

Minuman pengalih lapar saat puasa intermittent: Air putih

Kamu bisa bereksperimen dengan suhu. Boleh es, dingin, hangat, atau panas. Kamu juga boleh menambahkan mineral. Atau bahkan soda/ air karbonasi.

Teh

Jenis teh apa pun boleh diminum selama puasa. Tetapi juaranya tentu saja teh hijau. Karena dikenal sebagai penekan nafsu makan.

Minuman pengalih lapar saat puasa intermittent: Kopi

Kamu boleh meminum kopi hitam. Atau tambahkan bubuk kayu manis. Atau garam. Agar rasa pahitnya tidak terlalu menyiksa. Saya jadi ingat kala liburan di Vietnam. Mereka biasa menambahkan garam ke dalam es kopi. Karena memang kopi Vietnam dikenal pahit.

Kaldu buatan sendiri (home made)

Boleh buat dari kaldu tulang atau kaldu sayur. Kettle and Fire adalah kaldu tulang yang bisa dikonsumsi jika kamu malas memasak sendiri. Ada di supermarket atau online store.  

Cairan acar bebas gula

Boleh kok menyeruput kuah acar. Pastikan bukan acar yang mengandung gula ya.

Tetapi bagaimana jika tujuanmu adalah untuk mencapai autofagi? Di luar sana banyak yang mengatakan bahwa teh hijau dan kopi adalah minuman yang akan meningkatkan autofagi. Namun sesungguhnya belum ada penelitian mengenai itu kok, jadi belum ada datanya. Setidaknya pada manusia. Jika pada tikus memang telah ada uji cobanya. Jangan sampai kita mendewakan teh hijau.

Semisal sampai berkata, “Saya minum teh hijau terus ketika puasa, maka saya akan hidup selamanya.”

Bukan begitu sih seharusnya. Jika keperluanmu adalah autofagi, maka berpegang teguhlah pada prinsip, “less is more.”

Mungkin sebaiknya kita minum:

  1. Air putih
  2. Garam

Roda Latihan Puasa

Terlepas dari apa tujuan kita, mengapa kita memilih untuk berpuasa. Namun, awalnya ketika melakukan puasa, bisa jadi sesuatu yang sangat menantang. Baik secara mental ataupun fisik.

Jika memang itu problematikanya, kita boleh kok pake roda latihan puasa. Daripada tidak melakukan puasa sama sekali. Betul tidak?

Di bawah ini adalah roda latihan puasa yang saya rekomendasikan, agar puasa tidak terasa terlalu berat:

Lemak di dalam teh, kopi, atau kaldu.

Ada yang akan memasukan whipping cream / krim kocok kental

Ada juga yang membubuhkan minyak kelapa

Butter/ mentega atau ghee ke teh atau kopi pagi mereka

Sebagian ada yang memasukan sedikit krim atau minyak ke dalam kaldu mereka

Minuman pengalih lapar saat puasa intermittent: Chia Seed atau psyllium husk atau bekatul.

Yang dapat mengurangi efek samping seperti diare. Dan juga membantumu merasa kenyang selama puasa.

Minuman pengalih lapar saat puasa intermittent: Beberapa potongan buah untuk memberi aroma di air putihmu.

Kamu memang tidak boleh meminum jus atau makan buah selama puasa. Namun, kamu masih boleh menambahkan irisan buah ke dalam minumanmu agar ada rasa ekstra wangi di air beningmu.

Alternatif lain, menambahkan minyak esensial yang bisa dimakan

Poinnya tetap sama, agar ada aroma enak di dalam minuman kita

Tapi ingat lho, itu kan hanya roda latihan. Yang mana, diizinkan hanya di awal-awal puasa saja. Setelah tubuh terbiasa melakukan puasa, kita dilarang untuk menambahkan apa pun ke dalam minuman kita. Jadi ini enggak berlaku selamanya.

Mirip seperti belajar naik sepeda. Masih dimaklumi ketika kita masih balita atau ada di bangku TK untuk belajar menggunakan roda tiga. Namun sangat tidak keren jika kamu masih memakai roda tiga ke SMA.

Minuman pengalih lapar saat puasa intermittent, memang beneran ada kan? Kamu yakin enggak ingin mencoba? Siapa tau body goalsmu tercapai dengan cara puasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.