Mau Hepi? 3 Cara Cepat Yang Bisa Kamu Lakukan Hari Ini

“Very little is needed to make a happy life; it is all within yourself, in your way of thinking.”

“Ingin bahagia? Sesungguhnya sangat sedikit yang dibutuhkan; semua stok-nya ada di dalam dirimu, segalanya tergantung pola pikirmu.” Marcus Aurelius Antoninus

“If you want happiness for an hour — take a nap.’
If you want happiness for a day — go fishing.
If you want happiness for a year — inherit a fortune.
If you want happiness for a lifetime — help someone else.”
Chinese Proverb

“Seandainya kamu ingin hepi selama satu jam—tidur siang.”
Jika kamu mau bahagia seharian—-pergilah memancing.
Pabila agan menginginkan kebahagiaan selama setahun—mewarisi banyak uang.
Jikakau  Anda mendambakan hepi seumur hidup – bantu orang lain.”
Pepatah China

“When one door of happiness closes, another opens, but often we look so long at the closed door that we do not see the one that has been opened for us.” Helen Keller

“Ketika salah satu pintu kebahagiaan telah menutup, pintu lain akan terbuka, tapi seringkali kita menatap kosong lama sekali pada pintu yang ditutup sehingga kita tidak bisa melihat pintu yang sudah menganga tepat di muka kita.” Helen Keller

 Datangnya si hepi tidak harus berasal dari sesuatu yang gigantis atau kejadian luar biasa. Ia juga bisa datang dari sesuatu yang lebih kecil, bahkan dari kebiasaan sehari-hari.

Jadi, hari ini saya hanya ingin berbagi 3 tips-cepat yang membuat saya lebih bahagia, dengan menerapkan kebiasaan ini, membuat saya bersiul-siul riang menjalani detik demi detik yang dulunya terasa sesak dan hampa.

Start by setting a low bar for happiness.

Mengubah parameter si hepi di level serendah mungkin.

Gini, Bro. Ketika kamu bangun di pagi hari katakan pada diri sendiri kalimat ini, “Buddy, gue netapin bar yang rendah buat si hepi hari ini, sepakat?”

Berdasarkan pengalaman saya, ketika saya berujar pada diri saya sendiri, dan mencoba mengingatnya pada siang hari, saya jadi bisa menghargai hal-hal lain.

Makanan, pekerjaan saya, cuaca, kejadian kecil hari ini, adalah sesuatu yang patut kita syukuri, belum tentu datangnya setiap hari. Langit biru hari ini, mungkin akan digantikan langit kelabu esok hari. Sup ayam pedas detik ini akan disubtitusi dengan roti bakar di kemudian hari. Hal-hal kecil yang dulunya biasa menjadi istimewa ketika saya mencoba menghargainya. Ambil jeda beberapa detik untuk memperhatikan dan berterimakasihlah. Bersyukur dengan apa yang telah kita miliki.

Pertanyaan besarnya, dengan saya mengapresiasi hal-hal kecil di rutinitas saya, apakah saya menjadi tidak termotivasi melakukan sesuatu yang lebih wah, menjolok mimpi saya misalnya?

Not in my experience.

Justru sebaliknya. Saya berubah menjadi lebih baik. Saya memandang hidup dengan cara 180 derajat berbeda dari sebelumnya. Bahan bakar saya menjadi full tank. Inspirasi saya membludak. Dan saya menjadi tahan banting serta sanggup mengeksplorasi serta bekerja lebih efisien, dan ini mencakup pekerjaan besar ataupun kecil.

Saya rekomendasikan tips ini, coba saja kalian uji dan mari kita lihat bagaimana ini akan memperlicin segalanya. Tentunya, lama kelamaan kamu akan melupakan tentang bar rendah tadi. Lantas flow-nya akan menjadi natural dan ini akan menciptakan gap yang besar.

Help someone out.

Membantu orang lain.

Cara paling simpel dan paling ampuh untuk membuat hepi adalah membantu orang lain, terutama yang sedang tertimpa masalah.

Bagaimana cara membantu seseorang? Dengan memberi mereka nilai, apa pun bentuknya. Mungkin kalian bingung dengan kalimat ini, tampak abstrak? Oke, saya berikan beberapa ide mengenai ini, yaitu:

Menawarkan beberapa bantuan praktis. Jadi langsung take action aja, misalnya membantu teman pindahan kos-kosan, atau memasak makan malam.

Memberikan saran yang ciamik. Teman kita mungkin tidak selalu menginginkan nasehat tapi jika mereka meminta maka berikan saran terbaikmu berdasarkan pengalamanmu.

Hugs. Memberikan orang lain sebuah pelukan. Memeluk dan dipeluk membuat nyaman, dan membuat situasi orang lain setidaknya menjadi lebih baik. Tidak usah berkata apa-apa, cukup hanya sebuah pelukan.

Memberi dorongan dan motivasi untuk seseorang. Ada banyak keputusasaan di dunia ini. Jadi sebagai gantinya, jadilah pengecualian dan beri motivasi orang lain untuk percaya pada dirinya sendiri dan yakin dengan apa yang ingin mereka lakukan.

Dengarkan saja. Terkadang orang tidak menginginkan bantuan. Mereka hanya ingin curhat atau perlu seseorang untuk mendengarkan saat mereka memikirkan segalanya dan melepaskan emosi yang terpendam. Ini mungkin tidak tampak seperti bantuan besar, tapi bisa menjadi sangat penting bagi seseorang yang membutuhkannya. Jadi duduk di sana dengan 100% memusatkan perhatian kepadanya—jangan duduk di sana memikirkan sesuatu yang lain—cukup sediakan kedua telinga.

Membantu orang lain memandang sebuah perspektif baru. Untuk orang yang sedang ditimpa problem, mungkin mereka akan terbungkus dalam keruwetan dan membikin gunung masalah mencuat dari gundukan tanah. Tapi kamu bisa membantu dengan membubuhkan perspektifmu. Kalian berdua bisa membicarakannya, mungkin menertawakannya dan bahkan menemukan kesempatan yang ngumpet dalam kepusingan di kepala seseorang. Sebelum berdialog denganmu, mungkin dia merasa langit jatuh, namun dengan wacana baru, dia akan menemukan sesuatu yang ternyata malah berkilau.

Dan ingatlah untuk menepuk punggungmu sendiri dan hargai dirimu karena sanggup membantu seseorang keluar dari problematikanya. Jangan mengecilkan kontribusimu atau menganggap itu angin lalu.

Ambil jeda dan luangkan momen untuk diam-diam merenungkan bagaimana kamu telah melakukan sesuatu yang baik.

 

Be kind to yourself.

Jadilah sahabat yang baik untuk diri sendiri.

Bersikap baik kepada diri sendiri adalah hal yang sangat membantu untuk healthy self-esteem atau percaya diri yang sehat dan merupakan bensin untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

Ada banyak cara untuk bersikap lebih manis terhadap dirimu sendiri, tetapi tiga hal ini juga ampuh, yakni:

Change your input to things that are kind and constructive.

Jangan mengkritik dirimu sendiri seolah-olah kamu penjahat kelas kakap. Berilah masukan yang ramah dan konstuktif pada dirimu sendiri.

Pesan toksik dari orang-orang di sekitarmu atau manusia dengan radius jauh seperti media, iklan dan masyarakat biasanya malah membuat kamu meninju dirimu sendiri.

Jadi, sedikit demi sedikit, ganti asupan harian dan mingguanmu dengan input yang membuatmu lebih bugar.

Ini bisa menjadi motivasi untuk teman dan keluarga, bisa juga menolong seseorang yang situasinya hampir sama denganmu.

Mebiasakan membaca buku-buku praktis pengembangan diri atau blog juga bisa membantumu dengan solusi yang nyata, dan membantumu menghadapi tantangan di depan mata dan tujuan apa yang ingin kamu genggam.

Lebih banyak menginvestasikan waktu di alam dan situasi yang tenang untuk rileks dan mengisi batere dirimu sendiri. Luangkan waktu untuk bersantai.

Compare yourself to yourself.

Membandingkan dirimu dengan dirimu lagi.

Membandingkan apa yang kamu punya dan hasil yang telah kamu raih dengan prestasi orang lain adalah hal yang bisa membunuh motivasi dan membikin minder. Untuk apa? Hanya membuatmu lelah. Karena faktanya, akan ada seseorang yang selalu melangkah lebih dulu. Di atas langit pasti ada langit.

Jadi fokus sama diri sendiri aja. Hargai apa yang sudah kita capai. Ini sesuatu yang penting dan harus digarisbawahi, karena merupakan motivator yang powerful, konsentrasi pada dirimu sendiri bisa menjadi pengingat setinggi apa kamu telah menanjak dan berapa ratus kilo meter kamu telah berlari.

Give yourself a break.

Beristirahatlah.

Kadang saya mendengar bahwa kamu harus selalu positif dan selalu menjadi pemenang setiap saat supaya bisa seinchi lebih dekat dengan tujuanmu. Man, ini crap banget. Sampah abis, dan bener-bener nggak masuk logika. Memang sih terdengar inspiratif di teorinya. Tapi, realitasnya kita ini tidak sempurna. Setiap makhluk di bumi ini tidak ada yang perfecto. Jadi, menangislah jika memang sedih. Marahlah jika memang kesal. Normal-normal sajalah.

Hidup memang seperti ini. Kadang tingggi, kadang rendah. Kamu bisa ngejalanin hidup ala kamu sendiri. Kadang saya merasa lemas dan tidak memiliki energi, atau bahkan saya takut melakukan sesuatu. Dan ini wajar. And that’s OK. Ini tidak apa-apa.

Alih-alih memaksakan diri mewujudkan citra sempurna yang dimiliki orang lain dan/ atau memukuli badan Anda sendiri agar selalu berdiri tegap, lebih baik menetapkan standar manusia untuk diri Anda sendiri. Beri waktu dirimu untuk leha-leha sejenak. Beristirahat dari rutinitas. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, lebih baik kita beri diri kita jeda, dan tetap mengucapkan selamat pada diri kita sendiri. Santai saja.

Ingin Kurus dan Langsing? Baca Tentang Insulin Menyebabkan Resistensi Insulin

Sumber Gambar

Apakah Penyebab Resistensi Insulin? Ternyata Insulin juga, Bro. Hormon Obesitas X

Kadar insulin bisa semakin tinggi jika kita mengalami insulin resisten. Trus emang kenapa? Apakah insulin resisten masalah besar buat gue? Ya. Problematika yang sangat spektakuler. Mengapa? Karena melonjaknya level insulin akan membuat Anda semakin bulat dan berpenyakit obesitas. Kali ini, kita akan mengeksplorasi dan mengupas kulit demi kulit hingga sampai di bagian inti. Untuk memulai teori hormon obesitas silakan buka Hormonal Obesity part I, click here.

By: Dokter Jason Fung

Pertanyaan susulannya adalah,

APA YANG SEBENARNYA MENYEBABKAN INSULIN RESISTEN? 

Jawabannya, sudah ada di judul postingan saya (Ha ha). Namun jika kita menilik sistem biologis, mari kita main tebak-tebakan. Menurut saya, tembakan jitu untuk membahas hal ini adalah dengan membongkar insulin itu sendiri. Jadi, apakah insulin membikin insulin resisten? Mari kita lihat buktinya.

Ada tumor langka yang disebut insulinomas yang mengeluarkan insulin dalam jumlah besar yang abnormal. Dalam kasus ini, pasien akan mengalami peningkatan insulin padahal mereka tidak makan apa-apa. Apa sih salah mereka? Dan apakah kenaikan insulin pada penderita tumor ini menyebakan insulin resisten?

Artikel ini Patients with insulinoma show insulin resistance in the absence of arterial hypertensionpasien dengan insulinoma menunjukkan resistensi insulin dan absen dari hipertensi arterial” menjawab pertanyaan itu.

Jika kita menyimak grafiknya, insulin dalam tubuh akan naik dan turun, begitu pula dengan resistensi insulin. Ini adalah cara tubuh kita melindungi diri sendiri, dan tentunya ini sangat baik.

Jika tubuh tidak mengalami resistensi terhadap insulin, kadar insulin yang tinggi dengan cepat akan menyebabkan gula darah sangat rendah, luar biasa rendah. Hipoglikemia berat ini akan menyebabkan kejang dan kematian dengan mendadak. Karena kita tidak ingin mati, tubuh memproteksi diri dengan mengembangkan resistensi insulin. Ini adalah tindakan yang brilian.

Lantas bagaimana cara menghilangkan insulinoma, tentu saja melalui operasi. Dengan melakukan this reverses the insulin resistance bisa menjungkirbalikan resistensi insulin dan kondisi ini bahkan berasosiasi dengan acanthosis nigricans. Intinya adalah, insulin yang tinggi menyebabkan resistensi insulin. Menurunkan insulin bisa mengusir insulin resisten.

Perawatan biasa dari kondisi ini adalah operasi untuk menghilangkan insulinoma. Melakukan hal ini membalikkan resistensi insulin dan bahkan kondisi terkait seperti acanthosis nigricans. Intinya adalah ini – kadar insulin yang tinggi menyebabkan resistensi insulin. Mengambil tingkat insulin tinggi akan membalikkan resistensi insulin.

Sumber Gambar

Langkah selanjutnya, apakah kita bisa membuat manusia mengalami resistensi insulin. Ini adalah yang telah mereka lakukan pada paper selanjutnya Production of insulin resistance by hyperinsulinemia in man” Diabetologia 28:70 –75, 1985 Rizza RA12 partisipan yang tidak mengalami kegemukan diberi waktu selama 40 jam. Satu grup diberikan dosis insulin yang tinggi dan semakin dinaikkan dosisnya, dan grup lain diberikan saline (grup yang dikontrol)

Gula darah tetap stabil dengan infus glukosa. Pada akhir percobaan, subjek diuji untuk mengetahui apakah resistensi insulin telah berkembang. Subjek yang memiliki infus insulin menunjukkan kemampuan 15% lebih rendah untuk menggunakan glukosa dibandingkan dengan yang tidak menerima insulin. Dengan cara lain, kelompok insulin mengembangkan resistensi insulin 15% lebih besar.

Implikasinya adalah ini—saya bisa membuat Anda resisten terhadap insulin. Saya bisa membuat setiap manusia di muka bumi ini mengalami insulin resisten. Yang perlu saya lakukan adalah memberi mereka insulin. Insulin menyebabkan resistensi insulin.

Studi lain menunjukkan hal yang sama, namun dengan dosis insulin fisiologis. Effect of sustained physiologic hyperinsulinemia and hyperglycemia on insulin secretion and insulin sensitivity in man Diabetologia Oct1994, Vol37, Iss 10, 1025-1035 Del Prato S. Penelitian sebelumnya menggunakan dosis insulin yang jauh lebih tinggi daripada yang terlihat secara alami. Penelitian ini menggunakan dosis insulin yang sering terlihat pada manusia.

Subjek penelitian adalah 15 pemuda sehat. Mereka diberi 96 jam infus insulin konstan. Subjek ini tidak gemuk, tidak pre-diabetes atau diabetes. Mereka adalah subyek sehat normal. Setelah 96 jam infus insulin, sensitivitas insulin mereka turun sebesar 20-40%.

Implikasinya sangat mengejutkan. Saya bisa membuat insulin resisten kepada pria kurus sehat ini. Karena diabetes tipe 2 adalah semua tentang resistensi insulin, itu berarti bahwa saya bisa membuat manusia sesehat apa pun mengalami resistensi insulin hanya dalam jangka waktu tiga hari. Tingginya level insulin bisa menyebabkan insulin resisten. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan sama seperti bayangan pada tubuh.

Sumber Gambar

Kita bisa melihat pola yang sama persis pada pasien diabetes tipe 2. Mari kita lihat studi menarik ini Intensive Conventional Insulin Therapy for Type II Diabetes Perawatan Diabetes 1993 16: 23-31 Henry RR. Pemikiran konvensional (dan yang keliru) pada saat itu adalah, mengendalikan gula darah adalah bagian terpenting dari diabetes.

Anda mungkin berpikir bahwa semakin lihai Anda mengendalikan gula, semakin baik diabetes dan Anda akan lebih sehat. Anda mungkin juga amburadul dan menyebabkan kerusakan tingkat tinggi yang tidak dapat diperbaiki lagi.

Tetapi, itu adalah pemikiran konvensional. Jadi mereka memilih penderita diabetes tipe 2 ini dan mengintensifkan pengobatan insulin mereka untuk mengendalikan gula darah secara ketat. Mereka memulai tanpa insulin, kemudian selama 6 bulan mengkonsumsi 100 unit sehari. Gula di dalam darah itu sangat, sangat terkontrol dengan perfek.

Namun apa yang terjadi dengan resistensi insulin mereka? Semakin banyak insulin yang mereka konsumsi,  resistensi insulin mereka semakin menanjak. Karena diabetes adalah penyakit resistensi insulin, itu berarti diabetes mereka semakin parah! Tingkat insulin yang tinggi menyebabkan resistensi insulin.

Di sinilah segala sesuatunya menjadi sangat menarik. Saya juga mengatakan bahwa insulin menyebabkan obesitas. Jika ini benar, Anda bisa berharap bahwa saat kita meningkatkan dosis insulin dari nol menjadi 100 unit/ hari selama 6 bulan, pasien akan menggemuk. Yup, memang betul, itulah yang terjadi. Berat badan pasien bertambah menjadi 8,7 kg (19 lbs) selama 6 bulan.

Sumber Gambar

Tapi perhatikan baik-baik asupan kalori mereka. Mereka mengonsumsi kurang dari 300 kalori pada awal penelitian. Jika Anda yakin tentang teori Pengurangan Kalori sebagai Primer (CRAP)—semua tentang mengurangi kalori—Anda akan menggaruk kepala Anda dengan bertanya-tanya bagaimana Anda bisa mengurangi 300 kalori per hari dan masih berat badan Anda bertambah hampir 20 pound.

 Tapi kita tahu bahwa kalori memang sama sekali tidak penting, tidak signifikan. Pertanyaan mayor dalam obesitas adalah: Apa yang mendorong insulin saya? Karena tingkat insulin naik, tubuh akan menimbun lemak. Mengurangi asupan kalori tidak berpengaruh apa pun. Jika kita mengurangi kalori, tubuh akan memangkas kalori yang dibakar dan membuat kita semakin gemuk. Jadi gimana dong? Jawabannya adalah insulin menyebabkan kita menumpuk lemak.

Itu membawa kita kembali ke pertanyaan tentang kenapa kita menggemuk? Insulin mendorong kenaikan berat badan. Tapi apa yang mendorong insulin? Hipotesis Karbohidrat-Insulin mengasumsikan bahwa asupan karbohidrat mendorong insulin, tapi itu tidak lengkap. Insulin sendiri akan mendorong resistensi insulin yang akan meningkatkan insulin dalam siklus self-reinforcing.

Semakin lama dan semakin tinggi kadar insulin, semakin tinggi resistensi insulin. Semakin tinggi resistansi, insulin semakin melonjak. Inilah yang menggerakkan efek ketergantungan waktu dari obesitas. The fat get fatter. Si gendut semakin bulat. Jika Anda mengalami obesitas dalam jangka waktu yang sudah cukup lama, maka semakin sulit untuk membasminya. Insulin menyebabkan kegemukan.

Semua orang tahu tentang kegemukan tergantung pada waktu. Namun, pemikiran terkini tentang obesitas sama sekali mengabaikan efek ini meskipun jelas terlihat bagi siapa saja dan semua orang. Karena diabetes tipe 2 adalah semua tentang resistensi insulin—ini juga membawa kita pada kesimpulan yang tak terhindarkan bahwa insulin merupakan penyebab diabetes.

Insulin menyebabkan obesitas dan diabetes. Inilah ilmu baru dari Diabesity. Dengan pemahaman baru ini, mengarah pada kemungkinan baru untuk penyembuhan penyakit diabetes. Jika kadar insulin tinggi adalah penyebabnya, maka penyembuhannya adalah menurunkan kadar insulin. Kita bisa menyembuhkan diabetes tipe 2 tanpa obat? Beneran, nih? Ya, tapi kita masih punya beberapa PR sebelum kita tiba di sana.

Tips Hepi: Bagaimana Menghentikan Overthinking

Sumber gambar

How to Stop Overthinking Everything: 9 Simple Habits

Apa yang menahan orang dari hip-hip hura atau bahagia to the max? Menurut saya hal yang paling umum dan merusak adalah mereka berpikir terlalu njelimet atau hal tidak penting pun dipikirkan bolak-balik.

Mereka menerobos setiap masalah kecil sehingga masalahnya membesar dan menjadi lebih menakutkan daripada keadaan yang sesungguhnya. Mereka memikirkan segala sesuatu sehingga tidak terasa positif lagi.

Atau overanalyze dan melakukan dekonstruksi pada hal-hal dan kebahagiaan yang datang, dan lupa untuk sekedar menikmati sesuatu pada saat itu, hingga rasa yang menyenangkan itu tiba-tiba lenyap.

BY: HENRIK EDBERG

Memang, di satu sisi memikirkan segalanya bisa menjadi hal yang hebat tentunya. Tapi menjadi overthinker bisa berakibat kita mati berdiri. Bisa juga membuat seseorang menyabotase dirinya sendiri dari hal-hal baik yang terjadi dalam hidup.

Saya tahu rasanya. Karena dulu saya terlalu banyak memikirkan hal-hal printilan dan hal itu menghambat saya dalam banyak hal, dan percayalah, hal itu tidak menyenangkan sama sekali.

Tapi dalam 8 tahun terakhir ini saya telah belajar bagaimana membuat masalah ini memudar sehingga jarang sekali muncul. Dan jika itu terjadi, saya tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Pada artikel ini saya ingin berbagi 9 kebiasaan yang telah membantu saya melompat pada tingkatan pemikir yang lebih sederhana dan cerdas, dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan kurang menakutkan.

  1. Put things into a wider perspective.

Memandang segala sesuatu dalam perspektif yang lebih luas.

Kita sangat mudah terjerumus ke dalam perangkap—yang membebani pikiran kita dengan hal-hal minor dalam kehidupan.

Jadi saat Anda berpikir lagi dan lagi tentang hal yang sama, terjebak dan menganalisa hal itu lagi dan lagi, coba Anda bertanya pada diri sendiri:

Apakah hal ini penting dalam 5 tahun? Atau bahkan dalam 5 minggu?

Saya telah menemukan bahwa memperluas perspektif dengan menggunakan pertanyaan sederhana ini dapat membuat saya cepat-cepat keluar dari overthinking dan membantu saya membiarkan situasinya berjalan dan memfokuskan waktu dan energi saya pada sesuatu yang benar-benar penting bagi saya.

  1. Set short time-limits for decisions.

Tetapkan batas waktu singkat untuk membuat sebuah keputusan.

Jika Anda tidak memiliki batas waktu, Anda akan terus memandang segala sesuatu dari semua sudut.

Jadi mulai sekarang, tentukan tenggat waktu dalam keseharian Anda, apa pun keputusan yang ingin Anda ambil, baik keputusan kecil atau pun keputusan besar.

Inilah yang telah berhasil untuk saya.

Untuk keputusan kecil seperti apakah hari itu saya harus pergi ke suatu tempat atau wajibkah saya mencuci piring, ataukah kapankah saya membalas email, saya biasanya memberi diri saya 30 detik atau kurang untuk membuat keputusan.

 Untuk keputusan yang agak lebih besar yang akan membuat saya berhari-hari atau berminggu-minggu memikirkannya di masa lalu, saya menggunakan tenggat waktu selama 30 menit atau saya segera mengerjakannya sesaat setelah saya bekerja.

  1. Become a person of action.

Menjadi orang yang mengambil tindakan.

Bila Anda membiasakan diri untuk langsung saja beraksi tanpa berpikir berlarut-larut, dan Anda praktikkan hal ini secara konsisten setiap hari, maka overthinking Anda akan berkurang banyak.

Menetapkan tenggat waktu adalah hal yang sangat penting dan telah mengubah saya  menjadi orang yang sedikit-bicara-tapi-banyak-bekerja atau lakukan sajalah jangan banyak pertimbangan.

Sumber Gambar

Mengambil langkah kecil di depan muka dan hanya memusatkan perhatian pada satu langkah kecil pada satu waktu adalah kebiasaan yang sangat baik.

Ini bekerja dengan baik karena Anda tidak merasa terbebani dan Anda tidak ingin melarikan diri dari penundaan. Dan meskipun Anda mungkin takut, mengambil langkah kecil sangat efektif karena Anda tidak lumpuh karena ketakutan.

  1. Realize that you cannot control everything.

Sadarilah bahwa Anda tidak bisa mengendalikan segalanya.

Mencoba memikirkan hal sebanyak 50 kali bisa menjadi cara untuk mencoba mengendalikan segala sesuatunya. Untuk menutupi setiap kemungkinan sehingga Anda tidak berisiko melakukan kesalahan, gagal atau terlihat seperti orang bodoh.

Tapi kesalahan-kesalahan itu adalah bagian dari menjalani kehidupan dimana Anda benar-benar meregangkan zona nyaman Anda, dan itu sehat untuk Anda. Setiap orang yang Anda kagumi atau seseorang yang telah mengilhami Anda pernah melakukan kesalahan. Mereka pernah gagal juga.

Tapi dalam banyak kasus, mereka melihat kegagalan sebagai umpan balik yang berharga untuk dipelajari. Hal-hal yang mungkin terlihat negatif telah banyak mengajari mereka dan sangat berharga untuk membantu mereka bertumbuh.

Jadi berhentilah mencoba mengendalikan semuanya. Kita semua tidak bisa melihat segala sesuatu atau memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, kita pun tidak sanggup mengetahui semua skenario yang mungkin akan terjadi.

Hal ini tentunya lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Jadi lakukan dalam langkah kecil yang membuat Anda nyaman.

  1. Say stop in situation where you know you cannot think straight.

Katakanlah STOP dalam situasi dimana Anda tahu bahwa Anda tidak bisa berpikir jernih.

Terkadang saat saya lapar atau saat berbaring di tempat tidur dan akan mulai tidur, pikiran negatif mulai berdengung di dalam pikiran saya.

Dulu pikiran negatif itu bisa melakukan sedikit kerusakan. Saat ini saya menjadi ahli dalam menangkap mereka dengan cepat dan berkata kepada diri sendiri:

No, no, kita tidak akan memikirkan hal ini sekarang.

Sumber Gambar

Saya tahu bahwa ketika saya lapar atau mengantuk maka pikiran saya kadang cenderung rentan untuk tidak berpikir jernih dan negatif.

Jadi saya menindaklanjuti kalimat dengan berkata “tidak, tidak …” dan saya berkata kepada diri sendiri bahwa saya akan memikirkan situasi atau masalah ini ketika saya tahu bahwa pikiran saya sanggup bekerja lebih baik.

Misalnya, setelah saya makan sesuatu atau di pagi hari setelah saya tidur lelap.

Butuh sedikit latihan untuk membuat ini berhasil, tapi saya cukup pandai dalam menunda si pikiran buruk dengan cara ini. Dan saya tahu dari pengalaman bahwa ketika saya meninjau kembali situasi dengan kepala dingin, maka dalam 80% kasus, masalahnya sangat kecil, bahkan nyaris tidak ada.

Dan jika ada masalah nyata, maka pikiran saya siap menghadapinya dengan cara yang jauh lebih ciamik dan lebih konstruktif.

  1. Do not get lost in vague fears.

Jangan tersesat dalam ketakutan yang samar-samar.

Jebakan lain yang telah berkali-kali saya alami karena terlalu banyak berpikir adalah bahwa saya tersesat dalam ketakutan yang samar tentang situasi dalam hidup saya. Jadi, pikiran saya pun berlari liar, lantas menciptakan skenario bencana tentang apa yang bisa terjadi jika saya melakukan sesuatu.

 

Sumber Gambar

Jadi saya sudah belajar bertanya pada diri sendiri: hei, buddy, sebenernya hal terburuk apa sih yang mungkin terjadi?

Jika saya telah menemukan jawabannya, biasanya saya sudah siap dengan konsekuensinya, sehingga saya menjadi tidak memusingkannya lagi.

Saya telah menemukan bahwa hal terburuk yang dapat terjadi secara realistis biasanya tidak separah yang saya takutkan. Pikiran saya menjadi liar dengan ketakutan kabur malah memperburuk keadaan yang sebenernya mungkin tidak buruk. Jadi, dengan menanyakan segala sesuatunya kepada diri saya sendiri sampai menjadi jelas, biasanya lebih melegakan.

Menemukan kejelasan dengan cara ini biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit dan sedikit energi namun bisa menghemat banyak waktu dan penderitaan Anda.

  1. Work out.

Berolahraga.

Ini kedengarannya agak aneh

Sumber Gambar

Tapi dalam pengalaman saya berolahraga—terutama dengan mengangkat beban—dapat membantu saya melepaskan ketegangan dan kekhawatiran yang terpendam.

Hal ini paling sering membuat saya merasa lebih pasti dalam menentukan sebuah keputusan, dan ketika saya lebih banyak mengalami overthinking, dengan berolahraga sanggup mengubah ruang kepala saya menuju ke situasi yang lebih konstruktif.

  1. Spend more of your time in the present moment.

Luangkan lebih banyak waktumu di kerangka the present moment.

Dengan membiasakan diri berada di fase the present moment dalam kehidupan sehari-hari Anda, Anda bisa memangkas waktu yang terbuang percuma dengan sibuk menganalisa atau melamun berlebihan. Jika Anda terbuai masa lalu, atau mengkhayalkan masa depan, giring pikiran Anda pada saat sekarang.

Tiga cara yang sering saya gunakan untuk berhubungan kembali dengan momen saat ini adalah:

  • Slow down.

    Memperlambat aktivitas apa pun yang sedang Anda kerjakan saat ini. Bergerak lebih lambat, bicara lebih pelan atau naik sepeda lebih perlahan misalnya. Dengan demikian Anda menjadi lebih sadar dengan panca indera Anda dan apa yang terjadi di sekitar Anda.

  • Katakan pada diri sendiri:

    Sekarang saya sedang melakukan … Saya sering mengatakan pada diri saya sendiri bahwa: Sekarang saya adalah X. Dan X sedang menyikat gigi. X sedang berjalan-jalan di hutan. Atau mencuci piring. Pengingat sederhana ini membantu pikiran saya untuk berhenti berkeliaran dan membawa fokus saya kembali ke apa yang terjadi pada saat ini.

  • Disrupt and reconnect.

    Jika Anda merasa tersesat dalam overthinking maka rusak pikiran itu—dalam pikiran Anda—meneriaki diri Anda sendiri:STOP! Kemudian hubungkan kembali dengan momen sekarang dengan hanya memakan waktu 1-2 menit untuk fokus sepenuhnya pada apa yang sedang terjadi di sekitar Anda. Ambillah semuanya dengan segenap panca inderamu. Rasakan, dengar, cium, lihat dan rasakan di kulit Anda.

9. Spend more of your time with people who do not overthink things.

Luangkan lebih banyak waktumu dengan orang-orang yang tidak overthinking.

Lingkungan sosial Anda memainkan peran besar. Dan bukan hanya orang dan kelompok yang dekat dengan Anda dalam kehidupan nyata. Tapi juga apa yang Anda baca, dengarkan dan saksikan. Blog, buku, forum, film, podcast dan musik dalam hidup Anda.

Jadi pikirkan apakah ada sumber dalam hidup Anda—dekat atau jauh—yang mendorong dan cenderung menciptakan lebih banyak pemikiran negatif di dalam pikiran Anda. Dan pikirkan tentang orang atau sumber apa yang memiliki efek sebaliknya pada Anda.

Temukan cara untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan perhatian Anda dengan orang-orang dan sumber yang memiliki efek positif pada pemikiran Anda dan kurangi interaksi dengan orang yang bisa memperburuk kebiasaan overthinking Anda.

 

 

Ingin Kurus dan Langsing: Baca Tentang Dilema Daging Merah (1)

Sumber Gambar

Dilema Daging Merah – Hormon Obesitas

Apakah sebenarnya dilema daging dan protein hewani itu?

  1. Di satu sisi, protein hewani menaikkan insulin, sehingga bisa membuat kita gemuk,
  2. Di sisi lain, protein hewani mempunyai efek memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan rasa kenyang sehingga sanggup membikin kita menjadi ramping.

Dalam satu ‘balutan’ kita dihadapkan pada dua efek. Lantas manakah efek yang lebih kuat?

By: Dokter Jason Fung

Salah satu studi asosiasi terbesar beberapa saat yang lalu berasal dari analisis data dengan menggabungkan tiga studi kohort yang sangat besar, yaitu:

  1. The Nurses Health Studies I.
  2. The Nurses Health Studies II.
  3. The Health Professional’s Follow Up study.

Melihat data gabungan ini, perbandingan dibuat antara makanan tertentu dan dan risiko obesitas. Meskipun ini bukan percobaan acak, namun data tersebut masih mengandung sejumlah data bermanfaat. Changes in Diet and Lifestyle and Long-Term Weight Gain in Women and Menditerbitkan di New England Journal of Medicine pada tahun 2011.

Salah satu hal terpenting yang dilakukan peneliti adalah melihat makanan tertentu. Beberapa dekade terakhir muncul aliran ‘nutrisisme’ dimana derajat makanan menjadi turun karena telah diklasifikasikan sebagai ‘karbohidrat’, protein dan lemak. Namun, dengan menggunakan metode itu, tetap tidak sanggup menangkap kompleksitas ilmu pangan. Sebuah alpukat, misalnya mengandung 88% lemak, 16% karbohidrat, dan protein 5% dengan serat 4,9 gram. Dengan kandungan nutrisi semacam itu, kemudian alpukat diklasifikasikan sebagai makanan dengan derajat rendah bahkan ‘buruk’ selama bertahun-tahun karena kandungan lemaknya yang tinggi, lantas sekarang direklasifikasi kembali sebagai makanan super. Sungguh perlakuan rasis pada makanan, dan mencla-mencle alias tidak konsisten. (Useful online tool for this sort of useless thing here). Ini adalah alat ukur yang sungguh tidak berguna. Perlu kita ketahui, dan ini merupakan wawasan yang sangat menarik, sesungguhnya ada ratusan nutrisi dan fitokimia dalam makanan yang mempengaruhi metabolisme kita yang tidak tertangkap oleh analisis sederhana semacam ini.

Sumber Gambar

Jadi sekali lagi, alat ini sungguh tidak bermanfaat, by the way, pada saat kita mengelompokkan makanan pada label makanan, sesungguhnya tidak menjelaskan mengapa mereka tidak membuat perbedaan yang signifikan. Saya membayangkan bahwa salah kaprah nutrisi membuat situasi menjadi amburadul alias acak-acakan dari masa ke masa. Coba Anda bayangkan saat dimana para pendukung aliran-rendah-lemak-garis-keras di tahun 1970an yang membagi makanan dalam tiga kelompok besar makro nutrisi. Awalnya, mereka berpikir semua lemak adalah makanan terkutuk. Setelah itu semua karbohidrat adalah buruk. Kemudian muncul lagi kelompok karbohidrat tercela dan karbohidrat baik. Lantas, muncul lagi lemak baik dan lemak jahat. Lalu, protein terpuji dan protein merugikan (hewani vs nabati misalnya). Faktanya, tidak semudah itu untuk membuat geng-geng makanan. Kita juga telah membuat klasifikasi artifisial pada tipe-tipe makanan—buah-buahan misalnya. Pisang adalah makanan yang harus diasingkan dan berry adalah buah-buahan yang diagung-agungkan. Basis pengelompokan ini berdasarkan gagasan indeks glisemik, jumlah lemak, atau jumlah gula.

Setelah memperhatikan sebanyak 120.877 laki-laki dan perempuan berusia di atas 12 sampai 20 tahun, para peneliti menghitung hubungan antara asupan makanan tertentu dan penambahan berat badan. Secara keseluruhan kenaikan berat badan rata-rata selama periode 4 tahun adalah 3,35 pound—mendekati 1 pon per tahun sesuai dengan perkiraan. Meskipun ini mungkin tidak terdengar banyak, lebih dari 40 tahun, katakanlah dari usia 20 sampai usia 60, akan membuat orang kelebihan berat badan sekitar 40 pounds, katakanlah berat badan rata-rata adalah 160 pound, 40 tahun kemudian akan menjadi 200 pound pada pasien pra-diabetes.

Penting untuk diingat bahwa studi asosiasi seperti ini tidak dapat membuktikan sebab-akibat. Namun, salah satu kekuatan penelitian ini adalah untuk dapat melihat hasil jangka panjang—sesuatu yang tidak dapat dilakukan pada uji coba acak. Karena kenaikan berat badan akan berakumulasi selama beberapa dekade, percobaan jangka pendek beberapa tahun mungkin tidak memberi tahu apa yang harus kita ketahui.

Tetapi, masih menarik untuk melihat datanya di sini. Cukup mudah untuk mengerti mengapa keripik kentang dan kentang goreng bisa menggemukkan.

Keduanya mengandung karbohidrat olahan tinggi yang meningkatkan insulin dan glukosa secara signifikan. Untuk alasan yang sama, permen dan makanan pencuci mulut, dan tepung dan semua makanan olahan sangat terkait dengan obesitas. Memang, sulit menemukan siapa saja yang berpendapat bahwa keripik kentang, makanan pencuci mulut dan roti putih tidak menggemukkan.

Tapi ada juga asosiasi yang kuat antara daging olahan, daging yang belum diproses dan mentega dengan obesitas. Karena mereka bukan karbohidrat, orang mungkin berasumsi bahwa mereka tidak menggemukkan.

Tapi faktanya, mereka juga membuat kita menjadi gemuk. Begitu Anda menyadari bahwa protein juga merangsang insulin, itu mulai membuat beberapa pengertian bahwa makanan ini juga dapat menyebabkan obesitas.

Namun daging dan dairy products tidak menggiring kita menjadi obesitas, terlepas dari fakta bahwa protein dari dairy akan menstimulasi insulin dengan derajat lebih tinggi. Masalahnya di sini mungkin mengenai kuantitas dari daging versus dairy yang telah kita bahas di last post. Jadi, meski Anda mengonsumsi dairy, namun jumlahnya tidaklah banyak.

Ada juga makanan yang membuat Anda tetap langsing–misalnya kacang-kacangan dan sayuran.

Hubungannya di sini tampak straightforward alias langsung tepat sasaran. Keduanya rendah gula dan seratnya sangat tinggi. Kedua efek tersebut akan cenderung menurunkan insulin dan melindungi terhadap penambahan berat badan. Tapi gandum utuh dan buah juga protektif. Sebuah kejutan bagi penggemar Atkin, sepertinya kandungan serat yang tinggi dalam makanan ini mungkin bersifat protektif.

Di antara minuman, minuman manis dan jus buah dikaitkan dengan obesitas. Tidak mengherankan—keduanya sangat tinggi gula dan seratnya sangat rendah. Susu skim mungkin memiliki sedikit hubungan, tapi susu utuh tidak. Lemak susu yang lebih tinggi mungkin menjadi pelindung di sini. Diet soda sangat protektif, tapi saya ragu apakah ini adalah efek sebenarnya atau apakah itu hanya mencerminkan fakta bahwa orang yang meminum diet soda memang sedang melakukan diet sehingga memang menurunkan asupan makanan.

Untuk mempermudah Anda memahami grafik, coba lihat makanan yang membuat Anda menggemuk, benang merahnya sama, semua makanan itu cenderung meningkatkan insulin. Kelompok makanan yang tidak menaikkan berat badan cenderung mengandung faktor pelindung—serat, fermentasi (yogurt), dan lemak.

Ini mungkin merupakan petunjuk untuk mengungkap mengapa diet Atkin’s menjadi bubar jalan. Awalnya dibayangkan sebagai karbohidrat rendah, diet tinggi lemak, namun ia berevolusi menjadi Atkins versi 2.0 pada 1990-an. Meski masih rendah karbohidrat, kegilaan rendah lemak tersebut mengubah reboot Atkins sebagai karbohidrat rendah, rendah lemak namun tinggi protein. Penggemar Atkins berpaling dari makanan asli ke kreasi Frankenfood seperti milkshake protein yang dipermanis dengan fruktosa, makanan pengganti artifisial dan protein bar.

Perusahaan farmasi, seperti Matt Taibbi’s vampire squid yang tergila-gila dengan uang, memadamkan saluran darahnya menjadi sesuatu yang berbau DUIT, dibuat menjadi sangat hepi karena bisa menggaruk laba maksimal dengan menciptakan produk nutrisi baru dalam rangka memenuhi kegemaran baru ini. Boost.  Ensure.  Optifast.  Slimfast. Pernahkah Anda membaca ingredients of these meal replacements alias kandungan dari makanan pengganti ini? Ini akan membuat Anda ngeri. Susu protein, fruktosa, minyak canola, minyak kedelai dan multivitamin. Apakah ini terdengar baik untuk Anda? Atau periksa the ingredients of Atkins Nutritionals Bar, atau bar Atkins Nutritionals. Lapisan rasa coklat, lapisan rasa selai kacang, gliserin, campuran protein, selulosa, dll. Ada gliserol yang lebih menyeramkan daripada protein!

Sumber Gambar

Tidak menyadari sebuah fakta bahwa TIDAK semua karbohidrat secara inheren menggemukkan, mereka juga menghindari buah dan sayuran yang lezat dan bergizi. Hal ini membuat diet sulit ditoleransi dan sudah pasti, para pengikutnya tidak patuh. Ini bukan diet yang bisa Anda ikuti seumur hidup, meski banyak yang mengklaim telah mengikuti diet ini. Revolusi Diet Dr. Atkin telah selesai.