Baju Penangkal Flek Hitam, Melasma, atau Sun Spot

Sumber Gambar

Adakah cara terjempolan untuk menangkis bahaya sinar matahari (UVR), secara kita nih kan harus kerja, travel, dan kadang-kadang bermain di luar? Jawabannya? Ada, Sob.

Efek ‘biadab’ dari sinar matahari bisa dihalau dengan manfaatin pakaian yang korek, dan ini umumnya, merupakan pilar yang vital. Sayangnya, nggak semua pakaian punya standar yang sama, banyak juga yang nggak ngasih perlindungan UV sama sekali. Pertanyaan krusialnya, apa sih sebenernya yang membikin pakaian itu mantap sebagai tameng dari matahari?

More Is More

Sinar matahari akan merusak setiap jengkal area tubuh yang terbuka, namun sifatnya kumulatif, jadi nggak langsung keliatan ya, inilah yang membuat risiko penuaan kulit dini dan kanker kulit menanjak. Jadi, sederhananya, semakin banyak kulit yang Anda tutupi, semakin perfek.

  1. Kemeja lengan panjang lebih memayungi kulit daripada T-shirt, terutama jika memiliki leher tinggi atau kerah yang melindungi bagian belakang leher.
  2. Celana panjang menyelubungi lebih banyak kulit daripada celana pendek.
  3. Topi bertepi lebar menudungi lebih luas dibanding topi baseball, dan.
  4. Kacamata hitam dengan cover yang pas menaungi lebih merata di ‘sektor’ sekitar mata daripada lensa mini.

Elemen Kain

Of course, Anda dapat memakai kain di setiap inci persegi tubuh Anda, tetapi jika matahari meretasnya, itu nggak ngaruh, sia-sia aja jadinya. Kain berpangkal dari serat-serat ‘subtil’ dirajut menjadi satu. Di balik mikroskop, kita bisa mendapati ruang yang melimpah di celah serat; oleh karena itu, UV dengan frontal menerobos bolongan-bolongan ini, lantas menjangkau kulit. Kian erat rajutan atau tenunan, semakin renik lubang dan bertambah minim UV yang sanggup menembusnya.

Twill, yang dipake untuk merakit bahan wol atau denim, adalah contoh kain tenun yang berapit, doski dibikin super rapat.

Kain tenun terbuka menyodorkan proteksi yang sedikit banget. Kain dapat diproduksi dari beraneka tipe serat, termasuk kapas, wol, dan nilon. Mayoritas serabut kain naturalnya memang menyerap sejumlah radiasi UV, dan beberapa punya benang elastis yang membetot serat sekuat Bima, sehingga sanggup memangkas ruang di antara lubang.

Serat sintetis seperti poliester, lycra, nilon, dan akrilik lebih ‘defensif’ ketimbang kapas yang diputihkan, dan kain semi-sintetik mengilap atau berkilau seperti rayon memantulkan lebih banyak UV daripada yang matte, seperti linen, yang cenderung menyerap daripada mantulin UV.

Sumber Gambar

Selain itu, pertimbangkan tentang berat dan kerapatan kain—ringan, kasa sutra tipis kurang membentengi daripada denim kapas tebal. Lima contoh kain otentik, seluruhnya dengan kuantitas fiber atau benang yang berbeda per unit luas permukaan dan ngasih jumlah perlindungan matahari yang juga lain. Semakin banter UPF (elemen tameng pada ultraviolet), kian agam variabel perlindungannya.

Komparasi Warna

Sebagian besar busana kita dibikin dengan color yang memikat atau fungsional. Multipel pewarna menyerap UV, yang ngebantu banget menyusutkan paparan. Warna yang lebih gelap cenderung menghisap UV lebih melimpah dibandingkan color yang lebih terang, termasuk putih dan pastel, tetapi warna-warna cerah seperti merah juga memungkinkan sinar UV diabsorpsi secara substansial.

Semakin mencolok warnanya, semakin gigantis perlindungannya; kemeja kuning cerah lebih protektif daripada kemeja pucat. Tetapi bahkan kain pucat bisa cukup cespleng ngelindungin kita dari UV, jika kain, bahan, berat, dll memenuhi standar UPF. Dan banyak kain putih memiliki “zat pemutih optik,” senyawa kimia yang sangat menyerap UVR, lebih-lebih UVA.1,2.

Peringkat UPF


Meskipun mengevaluasi konten kain, warna, berat dan tenunan dengan mata sangat membantu dalam mengukur perlindungan UV, sulit untuk menentukan seberapa protektif sepotong pakaian hanya dengan menatap dengan mata telanjang.

Memegangnya di bawah cahaya bisa jadi berkontributif mengindikasikan berapa banyak cahaya yang melewati kain, tetapi ini nggak ideal, karena mata manusia nggak bisa melihat radiasi UV. Salah satu solusinya adalah memilah busana dengan label UPF.

UPF, sebuah konsep yang pangkalnya distandarisasi di Australia pada tahun 1996, singkatan dari faktor perlindungan ultraviolet, yang mengukur seberapa efektif selembar perisai pakaian terhadap matahari. Label tersebut berarti kain tersebut telah diuji di laboratorium dan konsumen bisa yakin tentang kualitas preservasi yang tertempel.

Sumber Gambar

Dengan fondasi berdasarkan konten, berat, warna, dan konstruksi kain, dan nunjukkin seberapa banyak UV dapat merembes pada kain. Misalnya, kemeja dengan UPF 50 ini mengindikasikan hanya 1/50 radiasi UV matahari untuk menggapai kulit Anda.

Dalam riset yang dikerjain di Australia, kain lycra/ elastane adalah yang paling mungkin memiliki UPF 50 atau lebih tinggi, diikuti oleh nilon dan poliester. Saat ini, sistem untuk memverifikasi dan nentuin UPF serupa sejagat raya.

Di banyak negara, termasuk AS, mereka pake kriteria ASTM Internasional (sebelumnya disebut American Society for Testing and Materials) untuk penilaian UPF; Label UPF di AS mengindikasikan bahwa suatu barang memenuhi standar ASTM International.

Apakah ini berarti bahwa setiap orang harus membeli pakaian berlabel UPF—teruji/ UPF secara khusus, yang naasnya, paling sering mempromosikan merek tertentu?

Apakah pakaian ini lebih juarak daripada pakaian sehari-hari sehingga sepadan dengan biaya ekstra dan keruwetan nemuin baju kayak gini? Belum tentu.

Beberapa item pakaian, seperti denim dan korduroi, adalah yang terhebring dari semua pakaian, label UPF atau tanpa label. Namun, kemeja UPF tinggi yang dibuat khusus, misalnya, dengan lengan panjang dan lapisan ganda kain di pundak—area ini akan terpapar sinar UV paling brutal—dapat dibuat dengan bahan ringan yang menyodorkan kenyamanan dan kesejukan yang superior bagi pemakainya serta aman dari radiasi matahari. Kelebihan lain adalah, label UPF ngasih kepastian bahwa ukurannya sudah mutlak.

Do-It-Yourself

Sebagai alternatif, konsumen bisa kok meningkatkan level UPF. Pertama, cuci aja dulu. Ini biasanya mengubah garmen sedikit menyusut, menutup lubang pada kain yang lazimnya bisa ditembus oleh radiasi UV.

Sumber Gambar

Tes juga mengekspos nyuci bisa menambah perlindungan ekstra dan meningkatkan derajat UPF dengan pewarna penyaring UV dan zat tambahan lainnya.

Berikut adalah sejumlah tips eminen untuk menyortir busana dengan bonus perisai UV:

  1. Beli pakaian yang klop dengan target.
  2. Anda nggak perlu baju kerja yang berat untuk pantai, tetapi bahan linen yang sudah kuno dan lepas dari tenunan bisa lebih dingin dan merupakan jalan keluar yang smart juga lho.
  3. Jika Anda membeli pakaian elastis seperti legging, pastikan Anda membeli ukuran yang akurat—terlalu renggang akan melingsirkan peringkat UPF.
  4. Cari pakaian dengan UPF seenggaknya 30, sehingga Anda tahu Anda dapet perlindungan matahari yang ampuh.
  5. Pilih pakaian yang menutupi lebih banyak kulit—nggak ada gunanya memakai bikini UPF tinggi. Sebagai gantinya, pertimbangkan a rash guard atau baju renang tangan panjang. Kelebihan lain, doski ‘dirakit’ dari bahan ringan dan elastis seperti spandex. Atasan atletik ini akan menutupi tubuh bagian atas Anda tanpa membebani Anda.
  6. Anda juga bisa mengemas rok pantai atau sarung, jadi Anda bisa memakainya saat Anda meninggalkan air.
  7. Cuci garmen anyar yang bahannya katun atau campuran kapas seenggaknya dua atau tiga kali.
  8. Pilih topi bertepi lebar (setidaknya berdiameter 3 ”) yang menaungi wajah, leher, dan telinga Anda.
  9. Ketika sedang melakukan aktivitas outdoor, cari tempat teduh di bawah tenda atau pohon dan meminimalkan waktu Anda di bawah sinar matahari direk.
  10. Be aware, bahwa sinar UV dapat memantul dari permukaan seperti air dan kaca, mengenai kulit Anda dua kali dan melambungkan intensitas eksposur.
  11. Gunakan kacamata hitam UV filter dan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 15 untuk paparan insidental sehari-hari dan 30 atau lebih luks untuk paparan yang dieksten.
  12. Oleskan tabir surya di semua zona yang terbuka—pakaian nggak bisa menutupi semuanya.
  13. Remember, pakaian pelindung matahari nggak harus ngebosenin kok: itu bisa ringan dan cerah serta modis plus fun. Dan ketika dipilih dan digunakan dengan benar, ini adalah bentuk proteksi dari matahari tersakti.

Ingin Ramping? Mari Menilik Zona Biru dan Bukan Biru

Sumber Gambar

Penulis National Geographic—Dan Buettner—pada tahun 2018 telah mendeskripsikan beberapa area di dunia yang mana masyarakatnya berumur panjang dan juga lebih sehat, orang-orang tersebut berada di area “Blue Zones” atau Zona Biru.

Dan ini mencakup:

  1. Okinawa, Jepang.
  2. Sardinia, Italia.
  3. Loma Linda, California.
  4. Semenanjung Nicoya atau Nicoya Peninsula, Costa Rica.
  5. Ikaria, Yunani.

Orang yang tinggal di lokasi Blue Zones, bisa mencapai usia 90, bahkan bisa melewati usia 100 tahun (dinamakan centenarians) dengan penyakit tua yang relatif sedikit.

Lucunya, meskipun mereka tersebar di seantero belahan dunia, dan tentunya, dengan diet dan gaya hidup yang berbeda, tetapi, mungkin kita bisa nyontek’, apa sih rahasia mereka sehingga mereka sanggup hidup lebih lama dan fuller lives atau lebih ‘hip-hip-hore’.

Orang-orang ini jarang merokok, move more atau banyak bergerak dalam level moderat, dan memprioritaskan keluarga serta suka sekali bersosialisasi. Pola makan mereka seringkali plant based, tetapi nggak selalu berbasis tanaman sih, namun memang cenderung dengan asupan rendah protein, terutama dari hewani.

By: Dokter Jason Fung  (Longevity Lesson dari The Blue and ‘unBlue’ Zones)

Oleh karena itu, ini nggak ngebuktiin, bahwa mayoritas diet sehat di dunia ‘sakagurunya’ adalah tumbuh-tumbuhan.

Sumber Gambar

Meski demikian, tetap saja, kita bisa meniru dari para superstar-sang-master-panjang-umur, pokoknya formula mereka mesti kita jiplak. Alasan sains di balik itu ada pada postingan The Longevity Solution.

Okinawa, Jepang

Jumlah rata-rata orang yang hidup di atas 100 tahun, di seluruh dunia, hanya 6,2 per 100.000 orang. Jepang menduduki proporsi tertinggi di dunia yaitu sekitar 34.85 dari 100.000 populasi, berdasarkan sensus tahun 2017. Di tahun 1990, perfektur yang imut di Okinawa itu cukup menghancurkan perasaan, karena jumlahnya 39,5 per 100.000. Ini sungguh mengezutkan.

Para pria Okinawa tipikalnya hidup sampai usia 84 tahun, sementara wanita rata-rata 90 tahun, terlepas dari fakta bahwa Okinawa merupakan daerah termiskin di Jepang, pendapatan perkapita mereka juga paling rendah, dan jumlah dokter paling sedikit. Lucunya, rates mereka menderita penyakit yang lumrahnya membunuh  Westeners, yaitu:

  1. Penyakit Jantung.
  2. Kanker Prostat.
  3. Kanker Payudara.
  4. Penyakit Alzheimer.

Setengahnya dari penduduk barat.

Sumber Gambar

Tetapi, diet Okinawa berubah secara signifikan di beberapa tahun terakhir, menjadi lebih westernized atau kebarat-baratan pada tahun 2000, sungguh aneh sekali, dan ini mengakibatkan penduduk di sana tak lagi berumur panjang. Namun demikian, data yang mumpuni mengenai makanan diet tradisional Okinawa bisa memberi kita clue, mengapa mereka bisa hidup lebih lama.

Okinawa mempunyai makanan tradisional yang mana terdiri dari 80% karbohidrat yang terdiri dari:

  1. Ubi
  2. Sayuran
  3. Dan, biji-bijian.

70% kalori Okinawan berasal dari protein berkapasitas marhaen, nutrisi dari ubi dalam kuantitas rabung, dan serat. Ini terjadi tepat pada perang dunia ke II.

Standar diet Amerika, sangat bertolak belakang, karena diet mereka bertendensi rendah nutrisi terutama potassium, magnesium, vitamin C, karotenoid dan serat.

Ubi yang menjalar di mana-mana, merupakan hidangan nomor wahid, diiringi sayuran lain 10%, nasi dan biji-bijian lainnya nyaris 20%. Asupan harian kacang-kacangan 30%, memang di atas rata-rata penduduk Jepang, asupan sayuran hijau dan kuning 50% lebih tinggi, ini berdasarkan data tahun 1988. Ada juga sedikit daging, terutama babi, bersama dengan tanaman yang melimpah, ini jika melihat diet tradisional Okinawa.

Ada hal yang cukup mencengangkan dari catatan tertua yang ter-record, sejak tahun 1880, ternyata, 93% kalori orang-orang Okinawa berasal dari ubi. Hal ini persisten sampai dengan tahun 1949, plus, mereka makan hanya 40 gram protein per hari.

Apakah yang biasa dimakan oleh mereka?

  1. Ubi
  2. Sup miso
  3. Dan beranekaragam sayuran.

Dan mereka memakannya untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

Jika kita membahas ubi, tingkat anthocyanin akan menentukan warna ubi, dari merah sampai dengan kuning tua. Semakin banter, semakin merah. Zat tersebut menentukan jenjangnya kadar polifenol dan anti oksidan.

Mengapa Okinawa bisa membiakkan ubi sampe subur banget?  Karena, wilayahnya terisolasi di kepulauan sub tropis dan hanya ada dua musim tumbuh. Karena padi nggak bisa tumbuh, maka diganti oleh ubi, ini telah berproses sejak tahun 1600-an.

Mereka jarang makan daging, tetapi jika pun makan, biasanya ikan dan babi, ini umumnya, dilakukan sebulan sekali, ketika berlangsungnya beraneka festival. Jika dilihat secara historis, daging dan ikan, jika diberkaskan, presentasenya hanya 1% kalori, di mana mereka juga jarang makan produk olahan susu dan telur.

Jadi supply kalori mereka hanya 1800/ hari (bila dibandingkan orang Amerika yang biasanya 2.500 kalori), dan ini adalah pola makan vegan yang efektif. Namun, seiring berjalannya waktu, konsumsi daging mengangkasa.

Di daerah pesisir, lazimnya mereka makan ikan dan daging babi. Babi di sana biasanya free range atau babi liar, yang mana makan sayuran sisa, berbeda dengan di western yang biasanya diberi pakan berupa biji-bijian. Hasilnya, asam lemak omega-3 bisa dibilang termasuk kategori luks, dan omega-6 PUFA rendah. Jadi, lebih sehat. Sementara itu, asupan sodium Okinawa cukup rafi, yang mana merupakan karakter spesial dari masakan Jepang.

Dari manakah tingginya asupan garam?

  1. Kecap asin.
  2. Miso
  3. Ikan asin
  4. Dan acar sayuran.

Hal terunik dari hidangan Okinawa adalah konsumsi rumput laut konbu yang tinggi. Pada umumnya, di daerah Jepang lain, rumput laut hanya dipake untuk memasok sejumput rasa pada sup, namun, Okinawa sedikit ajaib, mereka mengonsumsi rumput laut langsung dalam jumlah melimpah.

Konbu, tumbuh di air laut, tinggi serat, mineral, lemak omega 3 EPA dan DHA. Minuman terpopuler adalah teh hijau dan kohencha—teh semi fermentasi. Ini membuktikan teori bahwa, rendahnya asupan protein nggak membuat kesehatan manusia menjadi bobrok, dan faktanya mereka tetap berumur panjang tuh.

Sumber Gambar

Memang sih, perawakan mereka lebih mungil, dan total massa otot yang lebih rendah bukan berarti bisa langsung diekstrapolasi pada orang Amerika-yang-hobi-melakoni-weightlifting, tetapi ini bisa jadi bahwa sesungguhnya kita nggak butuh banyak protein terutama jika kita nggak melakukan resistance exercise atau olahraga resisten yang intens.

Pasca perang dunia ke-2, lebih-lebih pada tahun 1988, asupan daging terus menanjak, dan menjangkiti orang Jepang kebanyakan. Rata-rata asupan daging mereka adalah 90 gram/ orang/ hari, dan ‘dosis’ kacang-kacangan yang proporsional.

Dengan menggelar alasan di atas, sekarang kita bisa tau, mengapa orang Okinawa bisa melakoni diet dengan ciamik, meski dalam kondisi rendah protein dan banter karbohidrat.

Sementara itu, mayoritas kultur barat memakan daging dengan asupan tinggi yaitu 200 gram/ hari. (Catatan—1 gram daging nggak sama dengan 1 gram protein, karena daging mengandung lemak yang signifikan, tergantung tipe spesifik mana dari daging).

Tetapi, diet Okinawa modern telah beralih. Asupan kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sayuran kuning menyusut drastis, bahkan jika cuma di-compare dengan skala nasional. Sesama wilayah Jepang lainnya aja mereka ‘kalah’ kok. Sementara itu, kalori dan lemak naik di atas 30%.

Yang mempraktikkan diet kebarat-baratan adalah anak-anak muda dan remaja putra, residen inilah yang paling tampak eksplisit. Mereka bertendensi menyingkirkan makanan tradisional champuru—daging (biasanya babi) atau tahu yang digoreng dengan sayuran. Konsumsi ikan mereka juga merosot jika dibandingkan generasi yang lebih tua.

Seperti lazimnya orang Jepang lainnya, orang Okinawa minum teh banyak-banyak, terutama teh hijau. Green tea ala-ala Okinawa biasanya ditambah aroma melati dan kunyit, mereka menamakan teh mereka shan-pien, jika kita terjemahkan secara asal-asalan artinya ‘teh dengan sedikit aroma.’ Dan mereka biasanya meminum setidaknya 2 gelas per hari.

Secara tradisional orang Okinawa mengikuti tradisi Konfusianisme super kuno yang dinamakan ‘Hari Hachi Bu.’ Apakah itu? Stop makan dengan sengaja setelah merasa 80% kenyang. Secara metodis  ini sama aja mengurangi kalori sebanyak 20%. Mereka nggak pernah makan sampai full. Mereka hanya bersantap sampai mereka nggak lapar lagi. Ini adalah perbedaan lumayan agam. Gede juga lho, Sob.

Ini yang dinamakan mindfulness eating atau makan dengan tumani’nah atau diresapi. Kelihatan banget, Okinawan sudah mengaplikasikan hal ini sepanjang ratusan tahun.

Jika Anda rajin ‘menggarap’ Hari Hachi Bu, mengekang makanan akan menjadi sesuatu di bawah alam sadar. Beberapa tips ini membuat membatasi kalori menjadi lebih gampang.

Ingat rumus ini, jika Anda makan, makanlah seperfek mungkin. Tetapi jika saat itu bukanlah jam makan, ya, jangan memamah biak.

  1. Jangan pernah makan tanpa berpikir.
  2. Jangan makan di depan TV.
  3. Jangan makan sambil membaca.
  4. Jangan makan di depan komputer.

Berkonsentrasilah pada apa yang Anda makan dan nikmati. Jika Anda tidak lagi lapar, maka berhentilah. Tip esensial lainnya untuk Hari Hachi Bu adalah bersantap perlahan. Sinyal kenyang di perut kita butuh waktu untuk register. Jika kita makan sampai kenyang, mudah untuk menjadi overshoot.

Bayangkan, ketika Anda harus makan prasmanan. Ketika melahap semua hidangan itu sih, semuanya baik-baik aja. Tetapi, 10 atau 15 menit kemudian, sinyal kenyang mulai menekan tombolnya, Anda merasa sangat full, bahkan mungkin agak mual sedikitTampilkan lainnyaTampilkan lebih sedikit.

Sumber Gambar

Jadi, gunakan piring yang lebih mini. Mengapa begitu, secara nggak langsung, Anda akan memangkas porsi. Problemnya adalah, sudah tertancap di bawah alam sadar dari kecil, kita kudu ngabisin apa pun yang terhidang di piring kita. Jadi, apakah ada banyak atau sedikit porsi di piring, itu bukan lagi persoalan. Kita akan terus menumpuk makanan di piring kita/ overfill, dan bertendensi untuk mengunyah lagi dan lagi, nggak peduli, apakah kita sesungguhnya udah kenyang atau belum.

Jika kita mengganti piring dengan ukuran lebih imut, kita akan menghapus godaan ini, dan memaksa diri kita untuk bertanya-tanya, apakah kita masih lapar atau gimana, sebelum menjangkau lebih banyak hidangan.

Sayang sekali, keistimewaan orang Okinawa tentang panjang umurnya ini telah menghilang secepat kilat. Pasca perang dunia ke-2, ubi manis tersayang ini telah digantikan oleh roti putih dan nasi putih.

Sumber Gambar

Orang Okinawa generasi muda sekarang cenderung melakukan American-style fast food, alias makan sampah ala Amerika, sehingga mereka menggemuk dengan sejadi-jadinya.  Mereka makan daging lebih banyak, sementara intake sayuran hijau dan kuning berkurang.

Faktanya, obesitas prefektur menjadi tertinggi di Jepang. Fitur baruLogikanya, kita nemu dong apa sih penyebab orang Okinawa zaman dulu lebih sehat dan berumur panjang, tampaknya, kunci rahasianya adalah makanan, bukan lifestyle atau lingkungan.

Lets see, bagaimana Okinawa merakit teka-teki panjang umur mereka:

  1. Kalori yang dibatasi/ puasa, terutama menggunakan metode Hari Hachi Bu.
  2. mTOR—diet rendah protein hewani.
  3. Teh/ Kopi/ Wine—warga Okinawa, sama saja seperti orang Jepang lainnya, tergila-gila dengan teh.
  4. Konsumsi garam—generally, tinggi garam, contohnya dalam miso dan kecap asin.
  5. Lemak—ikan adalah makanan pokok mereka—emang sih, nggak berlemak tinggi, tetapi berlimpah dengan rasio omega-6 dan omega-3.
  6. Tidak ada minyak sayur.

 

The unBlue Zone – The Southern Diet


Kontras dengan ‘Zona Biru’ yang apik, diet tertentu, di beberapa ‘fragmen’ dunia, diasosiasikan dengan risiko penyakit jantung yang menanjak dan umur lebih pendek. Kenapa kita harus meninjau Zona Unblue? Karena ini sangat berfaedah untuk mengusut apa yang nggak boleh dikerjain. Salah satu region yang direkomendasikan banget untuk ditilik adalah wilayah tenggara Amerika Serikat.

Studi REGARDS— The Reasons for Geographic and Racial Differences in Stroke— yang diikuti lebih dari 17.000 peserta dewasa selama 5 tahun mengekspos pasal di bawah ini:

  1. Berbagai pola diet ngaruh banget pada tingkat obesitas dan penyakit lainnya.
  2. Ini menjadi sangat tipikal, dinamakan diet Southern karena ciri khas mereka memang bisa dikenali sekali.
  3. Pola makan Southern sugih akan hidangan yang digoreng, dan ekstra lemak (mayoritas dari minyak sayur), telur, daging organ, daging olahan, dan minuman yang dimaniskan dengan gula.

Di mana sebagian besar pola diet yang telah diriset biasanya berefek netral pada kesehatan jantung, diet Southern menonjol jeleknya, terutama menjadi momok bagi kesehatan manusia, yaitu:

Dengan eskalasi hiper, yakni sebesar 56% dalam risiko penyakit kardiovaskular.

  1. 50% penyakit ginjal bertambah.
  2. 30% peningkatan stroke.
  3. Ada lebih banyak obesitas.
  4. Tekanan darah tinggi.
  5. Diabetes tipe 2.

Kalori diet Southern nggak terlalu tinggi, rata-rata sekitar 1500 kalori per hari. Komposisi makronutrien juga divergen dari yang lain—sekitar 50% karbohidrat dan 35% lemak—mengaksentuasikan sekali lagi, bahwa kita harus memeriksa makanan tertentu kemudian mengobservasi apa imbasnya, dan bukan hanya berpijak pada kategori standar seperti makronutrien.

Kuantitas total daging merah dalam makanan Southern nggak terlalu banter, tetapi jumlah daging olahan jauh dari grafik. Ada gap akbar antara steak iga dan hot dog. Pemrosesan daging berpotensi terpapar dengan beraneka ragam bahan kimia dan aditif lainnya (gula, pemanis, nitrat, fosfat, dll). Yang dapat berimpak keji bagi kesehatan.

Sumber Gambar

Selain itu, pola makan Southern mengonsumsi roti dalam jumlah makro. The Southern Diet adalah contoh dari diet yang membikin kita mati muda. Nggak ada limitasi kalori, mereka juga nggak mengenal yang namanya puasa, plus, asupan gula yang adiluhung, yang artinya, bahwa kadar insulin jangkung membenihkan level obesitas yang sialnya, lumrah dijumpai di Amerika Serikat bagian tenggara.

Emang, sih, tiga top teratas dengan penduduk paling gemuk di Amerika Serikat pada tahun 2014 adalah Mississippi, Virginia Barat dan Louisiana. Konsumsi daging Amerika yang relatif tinggi berarti mTOR tetap gendut.

Alih-alih menyantap lemak alami, ada konsumsi lemak ekstra dengan jumlah sangat gala, hampir semuanya adalah minyak nabati. Jamuan yang digoreng rata-rata dimasak dalam minyak biji industri karena harganya yang murah dan ketersediaannya yang mudah.

Checklist Resep Umur Panjang:

  1. Pembatasan Kalori/ Puasa—none. Tidak ada. Nasihat diet orang Amerika yang biasa adalah makan lebih dari 3 kali sehari.
  2. mTOR—Konsumsi daging dan daging olahan? ‘Bombastis’.
  3. Teh/ Kopi/ Wine—nggak kedengeran mereka sering minum jenis ini. Es teh dikonsumsi, tetapi ditambah gula dengan kadar ekstrim.
  4. Garam—mereka melahap garam berlimpah-limpah, namun lazimnya dari makanan olahan.
  5. Lemak—Tinggi minyak nabati.

 

Testimonial Pasien Sukses Meramping: Dolly

 

Sumber Gambar

Dr. Jason Fung: Minggu ini saya memuat cerita Dolly. Dia mampu mengendalikan kesehatannya, memangkas lebih dari 100 pound dalam prosesnya. Menariknya, dia nggak berproblem dengan kulit menjadi kendor, kami juga ngalamin hal yang sama lho. Dalam 5 tahun program IDM, saya belum merujuk satu pasien pun untuk operasi mengangkat kulit meskipun dalam kasus ‘berat’, seperti Dolly, ia telah kehilangan lebih dari 100 pon. Hanya ada sedikit data tentang mengapa kita punya fenomena ini, saya menduga, mungkin si tubuh membakar surplus protein untuk energi.

Inilah kisahnya.

Dolly: Saya mulai dengan ucapan terima kasih segenap hati kepada Dr. Fung, Megan, dan semua staf dan anggota program IDM dan Nadia LCHF/ Keto Facebook Group. Anda telah mengembalikan hidup saya lagi, literally, saya sungguh bersyukur sepanjang waktu telah menemukan mereka.

The process is one of serious intent and diligent effort accompanied by joyful scientific curiosity and kind support. Ini adalah salah satu upaya yang serius, plus, persisten, juga, karena saya ingin tau sekali dasar ilmiahnya, untungnya saya dapet suport yang baik dari mereka.

Dalam waktu kurang dari setahun, saya sudah mendepak 105+ pound, ini sama kayak menghempas 2 orang berdiri di atas timbangan. Ketika saya memulai Program IDM pada tahun 2017, berusia 61 tahun dan, tinggi 5’4 dengan berat 260,9 pound, sangat gembrot lah pokoknya.

Saya juga telah memupuk kasus Plantar Fasciitis fatal, yang membikin saya nggak bisa jalan kaki. Saya nggak mau ngerjain kegiatan berbau fisik, karena saya cemas, dokter saya akan bersikeras bahwa saya harus pergi ke Joslin Center. Belum didiagnosa aja saya udah ngeri duluan, malas sekali rasanya harus menginjeksi diri sendiri dengan insulin.

Sumber Gambar

Program IDM adalah salah satu karunia termolek yang dimiliki oleh Alam Semesta, yang ditawarkan pada saat-saat terendah Anda, ketika kita udah putus asa banget. Buku Dr. Fung, “The Obesity Code”, secara harfiah melompat dari rak perpustakaan ke arah saya, ketika saya menabraknya, kala saya merunduk di antara tumpukan-tumpukan buku agar tidak dilihat oleh seorang teman lama.

Saya merasa sangat malu dan tertekan karena betapa gemuknya saya, sejak terakhir kali saya ketemu dengan orang ini, meski hanya membayangkannya, saya udah nggak tahan. Saya membaca sedikit dan kemudian saya nggak sanggup menaruh buku itu, sang buku begitu sempurna, berbicara langsung kepada saya tanpa basa-basi, sesuai banget dengan pengalaman saya sendiri.

By: Dokter Jason Fung (Dolly – IDM Success Story)

Saya menemukan ceramah Dr. Fung di YouTube dan Program IDM. Saya sangat tertekan pada saat itu, takut banget, dan sudah mencoba seribu hal ini dan itu, tapi nggak ada satu pun yang gol. Setelah pensiun dan memiliki gaji tetap, saya pikir, “udah lah bayar aja itu program dengan uang yang saya tabung.”

Dan itu terbukti benar.

Saya juga terbius oleh ketulusan dan perhatian yang kentara banget dari setiap kata-kata dan sikap Dr. Fung. Dia adalah seorang dokter yang ngerti bahwa orang-orang nggak bohong ketika pasien mengisahkan bahwa mereka benar-benar mencoba menghitung kalori, dan makan rendah lemak, atau makan enam kali sehari seperti yang disarankan, dan berolahraga, dll. Dll. Dll.

Tetapi hal kacau macam gitu nggak akan bertahan lama. Kita pasti tau juga kebenarannya. Dia nggak berpendapat bahwa saya malas, atau rakus, atau kurang kontrol diri. Dia mengerti bahwa tidak peduli berapa banyak yang saya telan, saya masih selalu lapar, bahkan paradoksnya, saya kenyang tapi lapar pada saat yang bersamaan.

Dan dia tahu lho, apa yang melahirkan rasa lapar di dalam tubuh saya, dan bukan karena cacat karakter; tetapi karena terlalu banyak insulin!

Sumber Gambar

Salah satu kekhawatiran tergadang adalah, saya takut punya kulit bergelambir jika saya berhasil menyingkirkan 100+.pound. Kita sering kan liat foto-foto mengerikan orang-orang memegang segenggam besar kulit longgar di perut mereka.

Di atas 60 tahun saya memiliki kulit yang kurang elastis. Tetapi saya senang melaporkan bahwa, meskipun kehilangan semua berat badan hanya dalam setahun, ekses kulit saya sedikit banget, dan itu tanpa susah payah mengangkat beban atau melakukan olahraga tenaga kuda yang menguras energi. Amazing bukan?

Saya nggak punya cara untuk membuktikannya, tapi saya pikir itu karena konsisten, pada esensinya saya berpuasa 3 hari seminggu (mungkin ada proses autophagy di sini?).

Saya puasa selama setahun, dikombinasikan dengan makan keto (tapi makan semau saya  pada hari-hari pesta, biasanya selama 2 hari). Saya benar-benar berpesta ketika hari raya, makan hidangan yang rasanya benar-benar saya nikmati, dan selalu makan sampe kenyang.

Kesalahan terbesar saya, pada awalnya nggak makan cukup lemak. Dr. Nadia menyokong saya banget, ia mengarahkan saya ke arah yang valid. Dia memegang situs web dengan resep keto yang lezat dan variasi resepnya banyak banget. Anda bisa, kok, punya banyak makanan lezat tanpa ribet memasak sama sekali.

Saya nggak pernah bosan dengan seporsi besar salad keto untuk makan malam dengan banyak EVOO dan ACV mentah, dan telur dengan alpukat dan sayuran yang difermentasi untuk sarapan. Hampir setiap hari saya juga memakan sepotong keju dan kacang mentah. Sweet tooth saya yang dulunya gede bingit, sekarang udah terpuaskan hanya dengan melahap beberapa bongkah kecil cokelat hitam 95% yang dicelupkan ke dalam krim kelapa kecil dengan segenggam penuh raspberry.

Seandainya mereka tau betapa endesnya itu. Saya, sih, merasa beruntung, karena keluarga dan teman-teman saya mendukung saya, full 100%. Pada saat kami hang out, biasanya mereka berasumsi bahwa saya akan menyerah dan kembali ke SAD (Standar Diet Amerika), dan kemudian sengsara lagi.

Sumber Gambar

Tapi saya nggak mau menyerah begitu aja, saya akan tetap berjuang. Sebaliknya, mereka tetap dibanjiri menu-menu SAD, sementara itu saya santai aja tuh menikmati segelas air putih sedap dengan potongan jeruk nipis, tetap berpuasa, dan masih sanggup menikmati obrolan.

Mudah aja sebenernya! Saya bisa berbaur karena saya baik-baik aja, nggak kelaparan, karena waktu ini saya adalah seorang pembakar lemak. Saya pikir saya akan kecanduan pada makanan untuk selamanya, tapi ternyata enggak tuh, di otak saya isinya ndak melulu tentang makanan.

Saya seringkali belajar dari Nadia dan anggota IDM lainnya dalam hal ini. Jika Anda merasa ingin mengubur kepala Anda di pasar karena merasa kacau, JANGAAAAAN! Banyak postingan materi di forum atau Facebook, sehingga Anda nggak merasa sendirian. Anda akan kagum karena reaksi mereka gercep alias gerak cepat, dan banyak sekali yang akan menyuport Anda, tanpa menghakimi.

Saya mempunyai banyak teman baik sejenis itu. Saya sekarang bisa jalan-jalan di pantai karena Plantar Fasciitis saya hilang!

Setelah saya mengikuti enam bulan program IDM, ini hasilnya:

  1. Berat badan saya melorot sebanyak 75 pon.
  2. Insulin puasa anjlok menjadi 4,3 mikro IU/ M.
  3. Dan glukosa darah puasa saya adalah 75 mg/ dl.

Bukan hanya menjadi normal, tapi hasilnya sungguh luar biasa. Kagum bingit. Namun dokter saya belum berkontributif. Ketika pertama kali saya bercerita kepadanya tentang pengalaman saya tentang puasa (saya sudah menjalani puasa selama 3 bulan, dan sudah memangkas banyak berat badan), dia marah sekali dan mengatakan kepada saya bahwa saya telah ditipu dan mengatakan bahwa menghilangkan semua lemak itu berbahaya, sebaiknya, saya membaca buku tentang Veganisme sebagai gantinya, dan fokus aja dengan itu deh.

Sumber Gambar

Saya menyarankan agar ia membacanya terlebih dahulu, tapi dia nggak mau terima. Ketika saya menjalani medical check up tahunan di bulan November 2018, dan ia melihat angka-angka yang keren banget itu, dia masih bersikeras bahwa cara saya tetaplah keliru. Idih, ini dokter maunya apa, sih?

Bulan lalu, berat badan saya turun lagi dan sekarang mencapai angka 105 pound, saya super hepi dan sehat, dia masih mencecar dengan pertanyaan apakah saya masih mengikuti diet yang sama? Saya menjawab, “pastinya, dong.” Dan saya juga merekomendasikan buku terbaru Dr. Fung, “The Diabetes Code”, ini ngebantu pasien banget, lho. Dan dokter Fung menulisnya sendiri.

Saya sangat nggak sabar, nih, nungguin hasil medical check up bulan November mendatang.

Saya minjemin “The Diabetes Code”, kepada seorang teman yang suaminya menderita diabetes dan telah mengonsumi insulin selama bertahun-tahun. Tau nggak, sekarang dia nggak pake insulin, dong! Adik perempuan saya, yang mana merupakan pelari marathon/ triathlon bahkan ultra-marathon, masih saja bergulat dengan berat badannya (seperti biasa, ia ngelakuin diet CICO).

Dia telah mencoba puasa juga dan dia sukak! Meskipun saya telah beralih menjadi ukuran 3X, dari ukuran sebenarnya 12, saya masih ingin tetap mengurangi lingkar pinggang. Saya ngambil jeda selama enam minggu dari puasa karena saya harus bermigrasi ke kota anyar dan melakoni dua operasi katarak.

Kala itu, saya terus makan dua kali karbohidrat rendah, makan lemak tinggi setiap hari dengan jadwal 16 puasa per 8 jam makan, nggak ngemil, dan saya senang banget melaporkan bahwa bobot badan saya angkanya ‘kekal’, dong, pasti di bawah 155.

Saya agak takut bahwa begitu saya stop berpuasa tiga hari seminggu timbangan saya akan menggila; saya super bahagia, ternyata bukan itu perkaranya. Ini benar-benar gaya hidup yang asik dan bisa dipertahankan. Saya nggak lagi membenci diri sendiri di pasal diet. Sebaliknya, saya merasakan gairah, self-love, dan menginspirasi orang lain ngelakuin hal yang serupa.

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman dan saya menggarap daftar alasan, mengapa kami ingin meramping. Ini termasuk:

  1. Mampu menyematkan celana pendek karena lutut kita tidak lagi bergesekan dan membuat ruam.
  2. Dapat membeli blus yang mengekspresikan kepribadian kita, bukan muumuus hitam.
  3. Mampu membaca angka di timbangan.
  4. Melakukan Pilates.
  5. Membungkuk untuk mengikat sepatu kami tapi si perut nggak menghalangi jalan.
  6. Mampu memelihara kebersihan pribadi dengan mudah.
  7. Bisa menyantap apa pun yang kami inginkan di restoran tanpa orang-orang menatap ke arah kami dan bertanya, “kalian beneran mau makan itu?”
  8. Pergi ke spa kelas atas tanpa khawatir mereka mungkin nggak menyimpan jubah yang cocok untukku.
  9. Saya telah bertemu semua objek nyata dan pakaian renang saya yang baru dan seksi dan, saya akan pergi ke spa musim gugur ini.

Teori-Teori Penuaan

Sumber Gambar

Organisme bersel single yang sederhana disebut prokariota, seperti bakteri di kehidupan terawal bumi. Mereka masih melimpah hingga kini. Tak lama kemudian, berkembang menjadi organisme yang lebih rumit tetapi masih dengan format bersel tunggal yang dinamakan eukariota. Setelah itu, datanglah form multi seluler dinamakan metazoa.

Semua sel hewan, termasuk manusia, diberi nama sel eukariotik. Karena asal-usulnya sama, mereka mirip satu sama lain. Sepanjang perkembangan genetika menuju evolusi yang lebih kompleks, banyak mekanisme molekuler (gen, enzim, dll) dan jalur biokimia yang dilestarikan.

By: Dokter Jason Fung (Theories of Aging)

Manusia berbagi sekitar 98,8% gen mereka dengan simpanse. Tetapi, perbedaan genetik yang cuma 1,2% ini udah sanggup memisahkan dua jenis spesies. Namun, setelah mempelajari tentang organime sesimpel ragi, dan spesies se-complicated manusia, yang sangat mengejutkan adalah, kita mempunyai jenis gen yang sama, dan lucunya, jumlahnya cukup melimpah, lho.

Seenggaknya, 20% gen manusia yang nyebabin penyakit, ternyata, punya rekan yang sama dalam ragi.

Ketika para ilmuwan membubuhkan 400 lebih genetik manusia yang beraneka rupa ke tubuh ragi Saccharomyces Cerevisiae, mereka menemukan bahwa 47% fungsi sanggup mengambil alih si gen ragi itu sendiri.

Kami menjaring kemiripan yang lebih mega, dengan organisme yang lebih ribet, seperti tikus. Dengan 4000 gen lebih yang diteliti, antara tikus versus manusia, telah ditemukan perbedaan tapi totalnya kurang dari 10. Ini amazing.

Sumber Gambar

Tetapi, dari semua protein—coding genes atau gen coding protein—nggak termasuk yang dinamakan “junk” DNA—ternyata, gen tikus dan manusia sebanyak 85% adalah identik. Jadi, secara genetis, manusia ataupun tikus itu nyaris serupa. Banyak gen terkait penuaan dilestarikan di seluruh spesies, sehingga mungkin banget bagi para ilmuwan ini untuk menganalisis ragi dan tikus, tujuannya? Membedah wawasan vital bagi biologi manusia.

Setumpuk penelitian yang dikutip dalam buku ini, melibatkan organisme yang beragam seperti ragi, tikus, dan monyet rhesus, dan tingkat kesamaannya dengan manusia semuanya bervariasi.

Memang sih, nggak semua hasilnya bisa diaplikasikan pada manusia, namun untuk mayoritas kasus, hasilnya cukup dekat, sehingga kita bisa belajar tentang penuaan dari mereka. Idealnya, sih, kita langsung, aja, ngelakuin eksperimen pada manusia, tetapi untuk banyak kasus, ini nggak mungkin, oleh karena itu kita mengandalkan riset pada binatang.

Teori-teori penuaan
Disposable Soma/ Soma sekali pakai.

Profesor di University of Newcastle, Thomas Kirkword, mengusulkan the disposable soma theory of aging a.k.a Teori Penuaan Soma Sekali Pakai, dan berpegang teguh pada keyakinan bahwa organisme punya jumlah energi terbatas, yang bisa dipake untuk pemeliharaan, perbaikan tubuh (soma), atau reproduksi.

Seperti pleiotropi antagonis, ada sebuah a trade-off atau barter: jika Anda mengalokasikan energi untuk maintenance dan perbaikan, Anda hanya mengantongi sedikit resource/ sumber tenaga untuk reproduksi.

Sumber Gambar

Reproduksi merupakan tujuan transenden, oleh karena itu evolusi langsung menyalurkan sejibun energi pada reproduksi, yang mana ngebantu banget proses penyebaran pada generasi organisme selanjutnya, kemudian si soma setelah reproduksi ¾-nya akan dibuang.

Mengapa sumber daya yang berharga itu dicurahkan untuk hidup lebih lama, yang mana nggak ngebantu mewariskan gen sama sekali? Strategi jempolan adalah mendapat keturunan sebanyak mungkin, kemudian individu itu akan mati, itu di beberapa perkara. Contohnya adalah salmon Pacific, dia bertelur hanya sekali seumur hidup, lantas mati. Pasca itu cenderung ‘simply to fall apart’ atau hancur morat-marit, sebelumnya, ia telah mencurahkan segala sumberdayanya untuk reproduksi.

Evolusi nggak akan membikin organisme menjadi cepat sepuh, jika ada secercah peluang salmon akan survive dari predator dan bahaya lain untuk menggenapi ronde lain dari reproduksi.

Tikus beranakpinak cukup fantastis, mencapai ‘baligh’ secara seksual pada usia dua bulan. Tikus mengalokasikan energi lebih mumbung pada proses reproduksi dibandingkan menangkis kerusakan tubuh mereka, ini jika tunduk pada azas a heavy predation atau predasi berat.

Di sisi lain, usia yang lebih panjang mengizinkan development untuk mekanisme koreksi yang lebih oke. Sementara seekor gajah berumur 2 tahun baru saja memulai hidupnya, tetapi di bagian lain, tikus dianggap sudah tua jika telah berusia 2 tahun.

Gajah melahirkan keturunan lebih minim, oleh karena itu, energinya kebanyakan untuk pertumbuhan. Periode kehamilan gajah adalah 18-22 bulan, pasca itu, cuma 1 anak yang diproduksi. Tikus menghasilkan 14 anak, dan memiliki 5 atau 10 littlers per tahun. Ada problematika serius dengan teori soma sekali pakai, meski memang framework atau kerangka kerja ini berfaedah banget.

 

Sumber Gambar

Teori ini memprediksi bahwa kalori yang dipangkas dengan disengaja, via membatasi sumber secara keseluruhan, akan membuahkan reproduksi yang lebih langka atau rentang hidup yang lebih ‘cepak’. Tetapi anehnya, hewan yang dibatasi kalorinya, bahkan sampai nyaris lapar, mereka nggak mati muda tuh, mereka malah hidup lebih lama.

Secara konsisten efek ini selalu keliatan pada berbagai jenis binatang. Konsekuensinya, merampas makanan mereka nyebabin mereka mengalokasikan sebagian besar resource untuk memerangi penuaan.

Selanjutnya, fakta lain adalah mayoritas betina adalah spesies yang hidup lebih lama dibandingkan yang jantan. Nah ini yang menjadikan teori disposable soma menjadi cacat, karena perempuan yang harusnya mencurahkan energi lebih banyak untuk reproduksi, jadinya mereka nggak punya energi lebih untuk disisihkan untuk memelihara sel.

Verdict/ kesimpulan: Emang, sih, teori ini fit dengan sejumlah fakta, tapi pastinya masih ada beberapa masalah. Entah itu nggak komplet atau salah.

Teori Radikal Bebas


Proses biologis menelurkan radikal bebas, yaitu molekul yang dapat membobol jaringan di sekelilingnya. Memang betul bahwa sel bisa menetralisir mereka dengan hal-hal seperti anti oksidan, tapi proses ini nggak sempurna sehingga kerusakannya terakumulasi setiap waktu, menyebabkan efek penuaan.

Vitamin C atau vitamin E, secara paradoks meninggikan tingkat kematian atau berekses kesehatan merosot, ini adalah hasil uji coba dalam skala ensiklopedis. Jadi tetap aja antioksidan ini nggak ada benefitnya jika dikonsumsi dalam jumlah melimpah.

 

Sumber Gambar

Apakah variabel-variabel yang bisa meninggikan level kesehatan dan lifespan atau harapan?

  1. Pembatasan kalori.
  2. Olahraga.

Dua hal di atas juga meningkatkan produksi radikal bebas, yang mana merupakan sinyal untuk meng-upgrade defense atau pertahanan seluler dan produsen energi mitokondria. Antioksidan juga bisa menghabisi efek olahraga yang seharusnya bisa ‘mereparasi’ kesehatan.

Verdict pada teori radikal bebas: Sayangnya, banyak fakta yang telah membantahnya. Entah ini karena nggak lengkap atau memang salah kaprah.

Teori Penuaan Mitokondria


Generator tenaga sel disebut sebagai mitokondria adalah komponen dari bagian-bagian sel (organel). Kerusakan yang mereka alami sangat banyak sehingga harus didaur ulang secara periodik dan diganti agar bisa menjaga efisiensi puncak. Sel-sel yang menjalani autophagy dan mitochondria memiliki proses yang sama dalam pemusnahan organel yang rusak untuk penggantian yang disebut mitophagy.

Mitokondria mengandung DNA mereka sendiri, yang akan mengakumulasi koyak dan rusak seiring berjalannya waktu.

Ini membuat mitokondria kurang efisien, sehingga ngakibatin lebih banyak kerusakan, dan ini berlangsung seperti lingkaran setan. Manifestasi penuaan adalah energi dari sel-sel itu mungkin mengalami kematian.

Sumber Gambar

Atrofi otot terkait dengan tingginya tingkat ke-rongsok-an mitokondria. Anehnya, produksi energi pada mitokondria beda tipis aja tuh, antara orang muda dan tua. Tingginya mutasi pada mitokondria DNA nggak menghasilkan akselerasi penuaan, tapi ini berlaku pada tikus.

Verdict: Emang, sih, ini menarik, tapi riset ini masih sangat dini dan perlu tindak lanjut. Lagian ini masih bisa diperdebatkan.

 

Hormesis

Pada 120 SM, Mithridates VI adalah pewaris Pontus, sebuah wilayah di Asia Kecil, sekarang Turki modern. Saat jamuan makan, ibunya meracuni ayahnya untuk naik takhta. Mithridates melarikan diri dan menghabiskan tujuh tahun di hutan belantara. Karena paranoid sendiri bahwa orang lain akan meracuninya, ia pun menjumput racun dosis kecil untuk menempa dirinya supaya menjadi kebal.

Dia kembali ke kerajaan untuk menggulingkan ibunya karena ingin merebut tahta tersebut dan menjadi raja yang sangat kuat. Selama masa pemerintahannya, ia menentang Kekaisaran Romawi, tetapi nggak sanggup menahan mereka.

Sebelum penangkapannya, Mithridates mutusin untuk bunuh diri dengan menenggak racun. Meskipun dosis besar, ia gagal mati dan penyebab pasti kematiannya masih merupakan misteri sampe hari ini.

What doesn’t kill you, may make you stronger. Apa yang tidak membunuhmu, bisa membuatmu lebih setrong.

Hormesis adalah fenomena di mana dosis pemicu yang rendah yang biasanya beracun malah memperkuat organisme, dan membuatnya resisten terhadap dosis atau stressor lebih tinggi.

Tetapi, hormesis malah memberikan implikasi besar untuk teori-teori lain, jadi bukan satu-satunya teori yang digunakan untuk menangkal penuaan. Doktrin fundamental dari toksikologi adalah ‘dosis besar bisa membikin racun’.

Sementara itu, dosis rendah mungkin akan membuat Anda lebih sehat. Pembatasan kalori dan olahraga contoh dari aplikasi hormesis. Misalnya, membuat otot sedikit stres mencetuskan tubuh bereaksi dengan men-double bahkan triple-kan kekuatan, ini  adalah prinsip yang dipakai pada olahraga. Olahraga weight lifting atau menahan beban akan membuat tulang stres, yang mana nyebabin tubuh bereaksi dengan menambah kekuatan pada tulang.

 

Sumber Gambar

Bed rest atau tidur sepanjang hari atau berada di tempat dengan gravitasi 0, contoh para astronot akan menyulut kondisi otot melemah dengan kecepatan ekspres.

Mengerem kalori di kuantitas minim dapat dianggap sebagai pemicu stres, dan melahirkan kortisol— hormon stres—melambung. Inflamasi akan melandai begitu pula dengan produksi protein heat shock (HSP). Derajat stres yang merendah akan nguatin resistensi terhadap stressor subsekuen. Oleh karena itu, persyaratan hormesis bisa dipenuhi oleh kalori restriksi.

Karena olahraga dan limitasi kalori adalah bentuk stres, mereka melibatkan ‘pabrikasi’ radikal bebas.

Hormesis bukanlah fenomena langka. Alkohol, misalnya, bertindak via hormesis. Penggunaan alkohol moderat secara konsisten dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik daripada abstain total. Tetapi, heavy drinkers atau peminum parah memiliki kesehatan yang lebih buruk, sering kali menderita penyakit hati.

Olahraga diketahui membopong efek kesehatan yang bermanfaat, tetapi olahraga ekstrem dapat berisiko fatal karena menyebabkan patah tulang karena stres.

Bahkan radiasi dosis mini dapat membikin kita afiat, di mana dosis superior akan membunuh Anda.

Segepok efek profitabel dari makanan tertentu mungkin disebabkan oleh hormesis. Polifenol adalah senyawa dalam buah dan sayuran, serta kopi, coklat, dan anggur merah, dan mereka meningkatkan kesehatan, mungkin sebagian dengan bertindak sebagai racun takaran rendah.

Mengapa hormesis penting untuk penuaan?

 

Sumber Gambar

Teori penuaan lainnya adalah merupakan presuppose/ berandai-andai bahwa semua kerusakan adalah negatif, dan terakumulasi dari waktu ke waktu. Tetapi fenomena hormesis mengindikasikan si tubuh memiliki potensi merombak kerusakan, dan bekerja dengan cukup ampuh, artinya ini bermanfaat banget saat diaktifkan.

Berolah raga sebagai contoh. Weight lifting/ angkat beban menyebabkan robekan mikroskopis pada otot kita. Kedengarannya sangat ‘sadis’. Namun dalam proses repair, otot kita menjadi lebih kukuh. Gravitasi memberi tekanan pada tulang kita. Latihan menahan beban, seperti berlari membuahkan patah tulang mikro pada tulang kita. Dalam proses perbaikan, tulang kita menjadi lebih singset.

Situasi yang berlawanan ada di gravitasi nol ruang angkasa. Tanpa tekanan gravitasi, tulang kita menjadi osteoporosis dan lemah. Nggak semua kerusakan buruk—dosis kecil kerusakan faktanya adalah baik.

Apa yang kami deskripsikan adalah siklus renewal/ pembaruan. Hormesis memungkinkan breakdown/ kerusakan jaringan seperti otot atau tulang yang kemudian dibangun kembali untuk menahan stres yang sengaja diterapkan pada mereka. Otot dan tulang tumbuh lebih solid. Tetapi tanpa kerusakan dan perbaikan, Anda nggak bisa menjadi lebih perkasa.

Pertumbuhan Versus Panjang Umur

Hormesis, seperti the disposable soma theory, mensugestikan bahwa ada fundamental trade-off atau barter yang mendasar banget antara pertumbuhan dan umur panjang. Semakin besar dan pesat suatu organisme tumbuh, semakin pendek usianya.

Pleiotropi antagonis bisa jadi ada peranan di kasus ini, karena sejumlah gen yang berfaedah dalam awal fase hidupnya, mungkin bikin rugi nantinya. Ketika Anda membandingkan lifespan/ rentang hidup untuk spesies yang sekufu, seperti tikus [18], dan anjing, hewan yang lebih kecil (lebih sedikit pertumbuhan oleh karena itu bentuknya lebih mini) hidup lebih lama.

Wanita, rata-rata lebih kecil dari pria, juga hidup lebih panjang umur. Di antara pria, lelaki pendek meninggal lebih lambat.

Sumber Gambar

Pikirkan tentang seseorang yang berusia 100 tahun. Manakah yang ada di bayangan Anda? Ia adalah seorang laki-laki 6’6 ‘dengan otot 250 pon, atau seorang wanita mungil?

Obesitas, yang disebabkan oleh membiaknya sel-sel lemak yang lebay, jelas berkorelasi dengan kesehatan yang nggak asik. Tetapi, jika dibandingkan dengan spesies yang berbeda, hewan yang lebih guede hidup lebih lama.

Gajah, misalnya, lebih panjang umur dibanding tikus. Tapi ini bisa dipaparkan bahwa pertumbuhan hewan yang lebih besar, selalu lebih lelet. [21] Predator yang minus untuk hewan ‘raksasa’, berarti bahwa evolusi kian menyukai pertumbuhan yang makin pelan, dan penuaan yang lebih lamban.

Hewan kecil, misalnya kelelawar, predatornya juga lebih sikit daripada hewan lain dengan ukuran yang identik, juga hidup lebih lama. Penuaan nggak sengaja terprogram, tetapi mekanisme fisiologis yang serupa, merangsang pertumbuhan, plus, melecut penuaan. Penuaan cuma kelanjutan dari skedul pertumbuhan yang sama dan digenjot oleh komponen pertumbuhan dan nutrisi yang sama.

Jadi, makanan dan proses yang itu-itu aja, membikin kita menjadi sepuh. Jika Anda menyetel mesin mobil ultra cepat, Anda dapat menyabet kecepatan adiluhung, tetapi, meneruskan putaran mesin juga akan membenihkan kelelahan.

Ini adalah metode esensial yang ekuivalen, tetapi rentang waktu yang berbeda (kinerja jangka pendek versus umur panjang). Seluruh teori penuaan menonjolkan trade-off/ pertukaran prinsipil ini.

Ini adalah data yang powerful karena strategi spesifik mungkin bermanfaat pada periode tertentu dalam kehidupan kita. Selama masa muda misalnya, kita perlu tumbuh. Namun, pada usia menengah dan lebih tua, program pertumbuhan luks ini dapat membenihkan penuaan dini, oleh karena itu akan berfaedah banget untuk menangguhkan pertumbuhan.

Karena hidangan yang kita lahap melakonkan peran sebesar samudera dalam pemrograman ini, kita dapat merintis adaptasi yang disengaja dengan diet kita untuk bisa tetap awet muda sekaligus mengayomi ‘healthspan’ kita.

Untuk informasi lebih lanjut tentang penuaan yang sehat, lihat buku baru Dokter Fung, The Longevity Solution.