Ingin Awet Muda? Baca Dulu tentang Penuaan (Aging) itu Apa Sih?

Sumber Gambar

Juan Ponce de Leon (1460-1521) adalah seorang Conquistador Spanyol legendaris, sama seperti pemuda di zamannya, mencari ketenaran dan kekayaan dengan jalan mengeksplorasi ‘Dunia Baru’. Sebelum menjadi gubernur di Puerto Rico selama 2 tahun, dia menetap di Hispaniola (sekarang Republik Dominika), kemudian, dia digantikan oleh anak Christopher Columbus yang bernama Diego.

Orang-orang menyangka, bahwa ia telah mendengar dongeng mistis dari orang lokal tentang ‘fountain of youth’  atau ‘air mancur keabadian untuk muda selamanya’, oleh karena itu, dia terpaksa berlayar sekali lagi.

Masyarakat berasumsi dia mendarat pada tahun 1513 dekat dengan kota St. Augustine di sekitar timur laut Florida, setelah itu, ia sibuk mengembara nyaris di seluruh kota Bahama. Dia kemudian menamakan penemuan anyar ini dengan nama Florida, diambil dari Bahasa Spanyol, yaitu florido yang artinya penuh bunga.

Sumber Gambar

Tetapi, sampai dia meninggal, dia nggak juga menjumpai ‘fountain of youth’ atau mata air awet muda, mata air elusif, meski dia telah melanjutkan eksplorasi ke seluruh Florida Keys dan Florida Coast.

By: Dokter Jason Fung (What is aging?)

Ini termasuk well-known story atau kisah popular yang hanya fiksi total 100%. Lucunya, Ponce de Leon di dalam tulisannya, tidak menyebutkan mata-air-awet-muda, dan penjelajahannya yang penuh gairah dan pantang menyerah ini, kayaknya lebih cocok untuk bikin orang semangat jalan kaki aja.

Alasan sesungguhnya, sepertinya, sih, untuk menjaring emas, menemukan tanah untuk  dikolonisasi, dan menyebarkan agama Kristen. Namun, legenda ini berdenging selama puluhan tahun, mungkin karena gagasan tentang zat mistis adanya sumber air awet muda ini powerful banget. Ini berarti bahwa semua orang kepingin kekal-dan-awet-muda, dong.

Sumber Gambar

Pertanyaan selanjutnya adalah, sebenarnya, apa, sih, penuaan itu? Secara insting, semua tau apa artinya menjadi tua, tetapi secara sains, untuk bisa men-tackle semua problematika, kita butuh definisi yang akurat.  Kita bisa melihat arti kata tua dengan setumpuk cara pandang yang berbeda-beda.

Manifestasi Penuaan adalah Adanya Perubahan Penampilan

Rambut berwarna abu-abu, keriput, dan ‘metamorfosis’ superficial lainnya merupakan sinyal yang me-lambari-nya. Mungkin, ini merupakan cerminan adanya perubahan fisiologi, misalnya penyusutan produksi pigmen folikel rambut atau elastis kulit yang memburuk. Memang, sih, transisi penampakan ini bisa diubah dengan operasi kosmetik, tetapi nggak bisa memermak fisiologi yang menjadi fondasi krusialnya

Menua bisa Ditafsirkan Karena Adanya Fungsi Tubuh yang Hilang

1. Seiring bergulirnya waktu, kesuburan pada wanita akan melandai sampai akhirnya stop total—menopause—dan proses ini ditentukan banget oleh usia.

Sumber Gambar

2. Tulang melemah sehingga menghebatkan risiko patah tulang seperti fraktur pada tulang pinggul, yang mana jarang terlihat pada anak muda.

3. Otot menjadi letoi juga, ini menjelaskan mengapa atlet dan binaragawan biasanya masih muda.

Jika dilihat pada level seluler dan molekuker, respons terhadap hormon juga meredup sejalan dengan merayapnya usia

Mitokondria, komponen seluler substansial yang memproduksi energi dan umumnya dikenal sebagai “pembangkit tenaga sel”, menjadi kurang efisien dan nggak sanggup membikin energi. Menukiknya efisiensi tubuh yang menua menelurkan stadium penyakit yang lebih banter. Bertambahnya usia secara eksponensial menumbuhkan risiko penyakit kronis dan kematian. Serangan jantung, misalnya, hampir tidak ada pada anak-anak, tetapi sering terjadi pada orang sepuh.

Sumber Gambar

Humans face “a wall of death”. Manusia menghadapi “tembok maut”. Sebenarnya, menjadi tua bukanlah penyakit, tetapi menaikkan probabilitas penyakit lain, yang mana, di usia tua ini, mereka merupakan target terbaik untuk membuat penyakit kronis merajalela. Usia, dengan kronologis tahun, memang nggak bisa diganggugugat, tetapi, tua, secara fisiologi tidak berdasarkan usia.

The cornerstone atau landasan vital untuk kesehatan dan umur panjang adalah nutrisi, ini berdasarkan Hippocrates—bapak pengobatan kuno dari zaman Yunani. Zaman itu, kelaparan yang menyebabkan kurang gizi mungkin merupakan salah satu The Horsemen of The Apocalypse atau Penunggang Kuda Kiamat, sementara problematika di dunia modern terdiri dari:

  1. Obesitas.
  2. Resistensi insulin, dan.
  3. Diabetes.

Karakternya podo bae, sama-sama mematikannya. Di kedua kasus tersebut, makanan memegang peran sangat penting untuk mempromosikan atau mencegah seluruh problem yang eksis. Autophagy, adalah nama mekanisme untuk memperbaiki sel yang rusak.

Sumber Gambar

Di dunia kedokteran, hadiah nobel tahun 2016 diberikan pada Yoshinori Ohsumi pada penemuannya mengenai mekanisme autophagy, dan kita wajib menggarisbawahi bahwa ini adalah proses yang sangat krusial.

Dalam sistem mengontrol kualitas, autophagy, memegang peranan nomor wahid. Prosesnya itu sendiri melibatkan organel, lantas, bagian dari seluler ini akan dipecah dan didaur ulang secara periodik. Sel harus me-replace organelnya secara teratur untuk mempertahankan fungsi normal, ini sama aja kayak mobil yang butuh penggantian oli, filter, sabuk kipas secara regular.

Sumber Gambar

Tubuh akan memastikan organel tua akan di-remove dan digantikan dengan yang baru, ini terjadi ketika organel seluler melewati masa kadaluwarsanya, tujuannya supaya kerusakan residual nggak menghambat fungsi. Ternyata, prosedur yang mengendalikan kerusakan ini sangat-sangat-dipengaruhi-sekali oleh makanan yang kita santap, ini adalah kunci penemuan di seperempat abad terakhir. But why do we age at all? Tapi mengapa kita menua?

Evolusi nggak peduli jika Anda bertambah tua


Evolusi via seleksi alam bekerja di level gen, bukan pada organisme individual. Maksudnya bagaimana? Kita semua membopong ribuan gen yang berbeda, lantas mewariskannya pada anak-anak kita. Gen yang paling cocok untuk lingkungan mereka akan bertahan lebih baik, lalu, akan memproduksi lebih banyak keturunan. Seiring bertambahnya waktu, gen-gen yang bermanfaat ini menjadi menyebar luas di populasi. Apakah yang sangat menentukan impak gen terhadap populasi? Usia.

Sumber Gambar

Gen yang mengalami hal fatal pada usia 10 (sebelum mendapatkan anak), bisa dieliminasi dengan mudah dan cepat dari populasi, karena orang yang membawa gen itu nggak akan menurunkannya pada anak-anak. Orang yang mempunyai gen yang fatal pada usia 30, tetap bisa diemilimasi (meski lebih lambat), karena orang-orang tanpa gen buruk bisa punya anak lebih banyak.

Orang yang mempunyai gen fatal pada usia 70 mungkin nggak pernah bisa dieliminasi, karena, mungkin, gen tersebut telah diturunkan pada generasi selanjutnya, jauh sebelum ia memanifestasikan efek yang mematikan itu.

Perang melawan kerusakan akibat penuaan, dengan demikian, dianggap sebagai pertikaian melawan alam, jika dilihat dengan kaca mata ini. Jadi, proses penuaan adalah hal yang alami, walaupun derajat dan kecepatannya bervariasi.

Cara hidup dan makan yang selaras dengan alam sepenuhnya, nggak mencegah penuaan. Alam dan evolusi nggak peduli tentang sepanjang apa umur Anda, yang menjadi prioritas adalah bagaimana si gen bisa bertahan. Dalam arti tertentu, kita harus melihat melampaui alam untuk memperlambat atau mencegah penuaan.

Penuaan dan penyakit

Hampir tanpa preseden dalam sejarah umat manusia, anak-anak sekarang berumur lebih pendek dibandingkan orang tua mereka, ini hal yang mengejutkan. Lucunya, pada abad 20, kita telah menyaksikan kemajuan besar di bidang kedokteran dan kesehatan yang secara signifikan telah meningkatkan harapan hidup rata-rata.

Sumber Gambar

Syukurnya, akhir-akhir ini, ancaman epidemi penyakit kronis ini mulai diperlambat dan dibalikkan, hal ini berdasarkan enviable record atau catatan yang patut ditiru. Dengan kemajuan bidang sanitasi dan obat-obatan, penyakit menular, yang mana merupakan penyebab utama kematian pada era sebelum industri modern, bisa dihilangkan.

Pada tahun 1900, harapan hidup untuk pemuda Amerika adalah 46 tahun, sementara perempuan adalah 48 tahun, mayoritas disebabkan karena tingginya kematian bayi dan anak-anak. Namun, jika mereka sanggup bertahan sampai dewasa, mereka bisa mempunyai kesempatan hidup sampai usia yang lebih tua.

4 top besar penyebab kematian pada tahun 1900, semuanya karena infeksi:

  1. Pneumonia.
  2. Flu.
  3. TBC.
  4. Infeksi saluran cerna.

Rentang usia menjadi tidak penting, dan penyakit infeksi ini bisa menyerang anak-anak dan orang tua yang memang sudah rentan. Tetapi, situasi hari ini sangat berbeda.

Sementara zaman now, penyebab utama kematian adalah:

  1. Penyakit kardiovaskuler.
  2. Kanker.

Keduanya, sangat berkaitan dengan usia tua. Contohnya, penyakit kardiovaskuler—serangan jantung dan stroke—adalah penyebab kematian nomor 1 di Amerika, dan menyumbang 1 dari 7 kematian, dan kuantitasnya bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Anak-anak jarang mengalami serangan jantung, namun pada usia 65, mayoritas pria memiliki penyakit kardiovaskular, wanita? 85 tahun.

Sumber Gambar

Untuk kanker? Kasusnya sama aja. Anak-anak dan remaja, hanya 1% saja untuk kasus kanker setiap tahun. Orang dewasa yang berusia 25 hingga 49 tahun menyumbang sekitar 10%, sementara orang usia 50 ke atas, potensi kankernya sekitar 89%.

Penyakit lain yang jelas terkait dengan penuaan adalah:

  1. Katarak.
  2. Osteoporosis.
  3. Diabetes tipe 2.
  4. Alzheimer.
  5. Parkinson.
  6. Ginjal.

Penyakit yang bersinggungan dengan penuaan ini bertanggungjawab sekitar 2/3 dari 150.000 orang yang meninggal di dunia nyaris setiap hari. Ini adalah penyakit yang merajai hampir semua orang di bawah usia 40 tahun.

Sumber Gambar

Proporsi manusia yang meninggal karena penyakit akibat penuaan mendekati angka 90%, di negara-negara industri maju. Ketika pengobatan modern menaklukkan atau memangkas banyak penyakit menular seperti cacar, salah satu konsekuensi dari keberhasilannya sendiri adalah populasi yang menua dengan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi seperti kanker, penyakit kardiovaskular, gangguan autoimun, dan diabetes. Tapi itu bukan keseluruhan cerita.

Munculnya obesitas dan epidemi diabetes tipe 2 yang tampaknya tak terhentikan dan tak tertandingi menempatkan risiko kanker dan penyakit jantung di urutan paling puncak.

Tetapi, tenang aja, ada setumpuk modifikasi pola makan dan gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk menelungkupkan risiko penyakit kronis ini.

Sumber Gambar

Penuaan adalah akumulasi kerusakan sel yang berjalan lambat karena melandainya kapabilitas tubuh untuk merombaknya. Ini melantarkan taraf peradangan yang inferior, sehingga karakteristik penuaan yang disebut “radang”. Stres oksidatif, suatu kondisi di mana radikal bebas mengalahkan sistem antioksidan internal tubuh, melambung seiring bertambahnya usia. Namun sekali lagi, Anda dapat membuat perubahan gaya hidup hari ini sehingga peluang tua-tapi-sehat bisa menjulang.

Anda dapat menumbuhkan, nggak hanya masa hidup Anda, tetapi ‘healthspan’ atau  ‘kesehatan Anda’.

Nggak ada yang sudi menghabiskan tahun-tahun terakhir mereka dengan posisi rapuh, sakit dan di panti jompo. Pencegahan penuaan adalah hidup sehat sepanjang tahun yang lebih makro, bebas dari penyakit dan kedaifan lain akibat usia tua, plus juga kuat dan energik, bonus lain, antusiasme untuk hidup dan living. Umur jenjang berarti MEMPERPANJANG USIA MUDA, bukan memperlama usia tua.

Postingan selanjutnya adalah, makanan apa aja yang bisa membuat Anda lebih muda.

Apakah Penyebab Utama dari Jerawat? Hormon Insulin

Sumber Gambar

Beberapa bulan yang lalu wajah saya lebat dengan jerawat. Saya super gelisah. Karena saya jarang mengalami hal itu. Lantas, saya cari solusinya, dong. Setelah menggeledah beberapa basis info, destinasi tiba pada dokter Berg. Ternyata, penyebab jerawat, paling krusialnya adalah karena hormon insulin. Simpelnya, jika kita tidak memonitor kadar insulin kita, jerawat itu akan kronik alias tumbuh lagi dan lagi.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa penyebab jerawat adalah karena:

  1. Hormon Testosteron.
  2. DHT (Dihydrotestosterone).

Bisa jadi memang benar, sih. Tetapi, kedua hormon tersebut nggak ngaruh-ngaruh amat jika dibandingkan monstrositas dari insulin. Mengapa demikian? Karena kadar insulin yang tinggi menyebabkan kadar sebum Anda menjadi super melimpah, plus meningkatkan DHT juga. Jadi efeknya ekstra.

Sebetulnya, insulin bukanlah sejenis hormon ‘iblis’, bahkan substansial banget . Tetapi, menjadi

Sumber Gambar

boomerang a.k.a  senjata makan tuan jika kadarnya SELALU menjulang. Karena mengetahui fakta tersebut, saya lantas melakukan beberapa eksperimen.

Percobaan pertama adalah puasa selama 3 hari berdasarkan puasa panjang dokter Jason Fung. Sebetulnya, puasa yang saya lakukan tidak sepenuhnya puasa, saya masih memakan buah, sayur, minyak kelapa, kacang koro, selai kacang, buah kranberi kering, madu, kelapa parut dan kaldu.

Tapi ternyata meski puasa saya asal-asalan seperti itu, jerawat saya bisa hilang tuh. Asumsi saya, karena insulin saya memang menanjak ketika makan, hanya saja tidak permanen. Atau dengan kata lain saya nggak ngalamin resistensi insulin.

Mayoritas, kita mengantongi tingkat insulin yang tinggi, dan kemungkinan besar Anda juga mengalami hal yang sama. Jadi, sekarang terjawab sudah, mengapa jerawat tumbuh subur di wajah Anda, penyebabnya, si ‘penjahat’ nomor wahid adalah insulin yang semampai.

Penasaran? Sekarang, mari kita melompat pada solusi.

Kok, bisa Insulin Kita Melonjak?

Apa, sih, peran dasar dari insulin? Menyalurkan nutrisi ke dalam sel, tetapi zat ‘gizi’ yang digondol saat ini kebanyakan adalah karbohidrat. Lantas, si nutrisi dari karbohidrat itu akan menjadi apa, dong? Itu adalah sumur energi kita. Insulin inilah yang bertugas mengekstrak makanan menjadi bahan bakar. Dari kecil kita sudah dibrainwash untuk mengamini bahwa sumber tenaga yang jempolan adalah dari karbohidrat.

Sumber Gambar

Begini cara kerjanya

Per karbohidrat yang Anda lahap kemudian akan diubah menjelma jadi glukosa—bentuk gula dalam darah Anda. Anda comot karbohidrat—akan diubah menjadi glukosa (gula dalam darah). Sepiring kentang dipecah lalu menjabat jadi glukosa, dan sepotong kue manis akan berprofesi jadi glukosa juga.

Oleh karena itu, makan karbohidrat apapun menyebabkan eskalasi gula darah dan inilah yang melibatkan insulin. Apa, sih, benefit lain dari insulin? Glukosa yang bergelimang akan disalin menjadi glikogen—format energi yang mudah dipake, kemudian mengangkutnya ke gudang penyimpanan glikogen. Si glikogen ini akan selalu siap sedia setiap saat dan dengan spontan difungsikan saat kita berjalan, bersepeda, angkat beban dan olahraga versi apa pun.

Jadi, sebenarnya, insulin adalah hormon yang vital. Oleh sebab itu, si insulin ini akan selalu melilit dalam segenap aktivitas fisik. Tanpa itu kita nggak bertenaga dan akan mati. Namun, masalahnya adalah, zaman sekarang ini, kita bukannya defisit insulin, tetapi malah meluber alias tumpeh-tumpeh.

Sumber Gambar

Nah, cara untuk mengeksploitasi insulin adalah dengan olahraga. Karena gudang glikogen kapasitasnya minim, maka jika glikogen tumpah-ruah, akan ditimbun menjadi lemak, terkunci di sekitar organ perut (hati, ginjal, dll).

Logikanya adalah, jika Anda ogah kalo si glikogen menjadi karung lemak, maka Anda harus melakukan jumpalitan-olah-raga-jor-joran. Tapi, nggak mungkin juga Anda berolahraga selama 24 jam. Dan ini bukan solusi yang solutif. Siasat insulin menata benteng—agar glikogen nggak masuk lagi—adalah dengan merakitnya sehingga resisten terhadap insulin, dengan kata lain, dia tidak responsif ketika dirangsang oleh insulin.

Ditambah, bukanlah hal yang sehat jika kadar glukosa dalam darah di level selalu rabung. Anda kudu memangkasnya. Tubuh Anda harus mengusut jalan keluar untuk membasminya.

Bagaimana formulanya? Dia akan merespons dengan cara memompa insulin sehingga insulin berubah menjulang lagi dan lagi. Targetnya? Agar bisa menjejalkan aneka rupa glukosa kalo perlu sampe gudang pol. Siklus terus berlanjut, berulang-ulang, bertahun-tahun, menjadi lingkaran setan, dan gudang insulin menjadi lebih resisten terhadap insulin, akibatnya pankreas harus menggenjot insulin dengan kadar yang ekstra jangkung.

Lalu, Bagaimana bisa Insulin Menyebabkan Jerawat

Jika Anda menderita insulin resisten, berlandaskan siklus tadi, derajat insulin rata-rata Anda selalu lebih adiluhung dibanding orang sehat.  Buntutnya adalah bahwa produksi sebum Anda akan mendekati atap.

Sebum adalah minyak yang konsisten banget memblokir pori-pori kulit Anda. Ini dipabrikasi di kelenjar sebasea pada kulit Anda, dan insulin menstimulasi mereka untuk menjadi aktif. Semakin deras insulin, sebum yang dirakit semakin banyak. Hal ini melahirkan suatu kondisi di mana pori-pori Anda tersumbat, dan hanya masalah waktu sebelum jerawat panen.

Bakteri P. Acnes akan membanjiri permukaan kulit yang mampet, lantas akan diserang dengan meradang, dan pori-pori di sekitarnya akan membengkak dan menjadi merah. Dengan kata lain, jerawat akan lahir, mending kalo cuma satu, biasanya, sih, berduyun-duyun. Sangat sulit menyingkirkan masalah apabila persentase insulin yang tinggi. Insulin akan memicu terbentuknya IGF-1, kemudian menstimulasi sebum dalam jumlah gigatis, bonus lain, androgen meloncat, trio kombo inilah yang menyebabkan jerawat.

Jika Anda mempunyai sistem kekebalan yang sempurna, Anda memang bisa lolos, sih. Sistem

Sumber Gambar

tubuh Anda akan menjadi sangat aktif sehingga pada akhirnya menjadi bahan kimia inflamasi, peradangan kronis ini disebabkan oleh serangan pada bakteri.

Mengapa roti dan pasta adalah penyebab jerawat yang masif

Tetapi, jika Anda mengontrol insulin, maka pori-pori nggak akan pernah terblokir. Hal lainnya adalah, Anda juga harus BERUSAHA SANGAT KERAS untuk  mengekang peradangan. Namun dengan adanya bakteri yang menyusup ke dalam pori-pori yang siap tempur dengan kuda-kuda menyerang, sistem kekebalan yang aktif banget, ditambah secubit saja ada kesempatan, bisa jadi oportuniti manis untuk melahirkan jerawat. Tetapi jika bakteri tidak menerobos, tubuh dengan sistem kekebalan tubuh yang apik nyaris tidak akan menelurkan jerawat.

Solusi sederhana

Nah, sekarang jika Anda menjadi freaking out atau takut akan penyebab jerawat, kalem aja, semua ada jalan keluarnya.  Dilema ini sangat sederhana untuk ditamatkan, dan jika Anda mengikutinya, impaknya akan sangat signifikan.

Hal perdana dan super esensial yang harus Anda lakukan adalah puasa intermitten, kurangi karbohidrat dan menambah porsi olahraga. Dan yang ter-urgen adalah jumlahnya harus akurat. Untuk mencegah resistensi insulin, maka hormon insulin Anda harus setakar. Insulin Anda akan menjadi lebih sensitif dan gudang glikogen juga nggak kepenuhan. Oleh karena itu, jika Anda berjerawat, hal paling fardu yang perlu Anda lakukan adalah menumbuhkan sensitivitas insulin. Caranya? Sekali lagi, Anda harus menjaga gudang glikogen Anda tidak berjejal. Anda sebaiknya menyusutkan asupan gula, nasi, biji-bijian, kentang, dan sumber karbohidrat lain.

Skincare dari Siput Lendir itu Bikin Kita Cantik, Mitos atau Fakta?

 

Sumber Gambar

Melakukan eksperimen itu asyik. Tapi, saat saya mendengar bahwa lendir siput itu manfaatnya segunung, sejujurnya saya agak skeptis, bingung, boleh dibilang a bit downright grossed out a.k.a jorok bingit dah ah, bener nggak?

Faktanya, baru mendiskusikannya sama temen kantor aja udah merinding jijik gitu. Bayangin aja, itu lendir siput diolesin ke sejujur wajah. Hmm, yucks. Tetapi, saat saya meriset sedikit, bagaimanapun, saya merasa terkonversi atau tertantang. Tapi kayak biasa, di produk kecantikan memang lumrah kalau kita menemukan bahan dasar yang ajaib, seperti:

  1. Lanolin (minyak wol domba).
  2. Ambergris (muntahan paus).
  3. Carmine (sisik serangga).
  4. Guanine (sisik ikan).

    Sumber Gambar

Tapi, akhir-akhir ini saya melirik produk Korea, sejak mereka mempromosikan formulasi dan konten dengan transparan, plus ngasih bukti nyata before dan after. Tapi, sebenarnya, jawaban apa, sih, yang kita dapet atas pertanyaan, “apakah lendir siput baik untuk kulit?”

Jawabannya, “Yoi, sista. Bagus banget lho.”

Inilah teorinya:

Lendir yang disekresikan oleh siput (dikenal sebagai snail mucin) mendongrak tubuh untuk memulihkan luka dan melindungi bakteri serta sinar UV. Membantu merangsang produksi kolagen dan elastin, melindungi dari radikal bebas, menenangkan peradangan, memperbaiki jaringan yang rusak, dan meningkatkan hidrasi—yang mengarah ke kulit lebih jernih, cerah, halus.

Jadi si lendir siput kaya akan:

  1. Protein
  2. Asam hyaluronic
  3. Anti-mikroba
  4. Peptida tembaga—tapi yang ini untuk penggunaan manusia.

Lendir siput cocok untuk hampir semua jenis kulit. Manfaatnya adalah:

  1. Memudarkan bekas jerawat dan bintik-bintik gelap.
  2. Menghaluskan keriput.

 

Sumber Gambar

Ingin Ramping dan Kurus? Baca Tentang Puasa Bukanlah Ide Gila

Sumber Gambar

Pada postingan kali ini, saya akan menerjemahkan curahan hati dokter Jason Fung selama berusaha menyebar luaskan ide puasa pada masyakarat. Silakan disimak.

By: Dokter Jason Fung (What? Fasting is NOT crazy, batsh@* stupid?)

Megan Ramos dan saya mulai mengaplikasikan puasa intermiten dalam program Manajemen Diet Intensif sekitar tahun 2013. At the time, the entire notion of fasting smelled faintly of quackery. Pada saat itu, seluruh ide puasa berbau klenik, mejik, samar-samar kayak praktik dukun. ‘Kearifan’ yang berlaku pada saat itu adalah jika Anda melewatkan makan, maka itu sama aja kayak nyakitin diri sendiri, ide bunuh diri total.

Menurut mereka diterawang dari sudut pandang dunia-langsing-melangsing ini sungguh bodoh sekali. Lagi pula, semua orang ‘tahu’ bahwa melalaikan makan akan membikin Anda sangat lapar sehingga Anda nggak berdaya, lantas Anda akan menyisipkan sekuintal donat ke mulut Anda.

Sumber Gambar

Memang, ketika kami mulai meriset puasa, saya belum pernah mendengar orang berbincang tentang tetek bengek ini. Ide itu aja baru kepikiran oleh saya, jika Anda ingin melengserkan berat badan, mungkin absen makan adalah gagasan yang perlente. Bener, nggak?

Saya adalah seorang dokter, dan saya menghendaki orang untuk melakukan saum sepanjang waktu.

  1. Saat pasien akan melakukan operasi, mereka harus berpuasa semalam sebelumnya.
  2. Ketika orang akan melakukan kolonoskopi, mereka harus berpantang makanan selama 24-48 jam.
  3. Tatkala pasien akan memeriksa darah puasa, mereka harus mengosongkan perut dengan nggak makan apa pun.

Jadi, saya tahu bahwa segala hal nggak ada yang murni di luar gelanggang perdebatan. Manusia pada dasarnya memang seneng drama. Oleh karena itu, reaksi yang saya terima, ketika saya mengemukakan prelude saya terhadap puasa adalah, “Jason, udah lah mingkem bae, ini nggak mungkin berhasil. Mustahil, Bro.”

Kemudian finis begitu aja. Ide yang dimuntahkan tanpa dicerna lebih dulu. Saya termenung sendiri, “Kenapa tidak bisa?”

Ini nggak ada dalilnya, lho. Sama sekali. Saya juga memiliki kognisi yang kordial tentang fisiologi manusia dan tahu bahwa tubuh menyetok persediaan lemak seandainya tidak ada yang dimakan.

Sumber Gambar

Jadi, jika kita memberi tubuh kita kesempatan, ia bisa membakar lemak yang dikemas dengan hati-hati ini.

Tubuh kita adalah mesin yang canggih. Jadi, saya mulai meneliti itu. Hampir nggak ada yang nulis tentang PUASA dalam 40 tahun belakangan ini. Beberapa body builders telah menulis segenap bahan yang sangat ekselen pada puasa intermiten, tetapi saya lebih tertarik menggunakan puasa dengan tujuan terapeutik untuk memulihkan penyakit. Pada tahun 2012, Dr. Michael Mosley di BBC telah mencetuskan film dokumenter yang luar biasa tentang problematika ini. Tapi itu hanya ala-ala gitu lah.

Sumber Gambar

Jadi, kami bereksperimen aja, mencoba nyembuhin penyakit pasien dengan memakai berbagai protokol puasa. Dan hasilnya sangat menakjubkan. Kami memiliki pasien yang sanggup menjungkirbalikkan diabetes tipe 2 lama mereka hanya dalam beberapa bulan. Mereka mengusir diabetes untuk selama-lamanya. Kami memiliki pasien yang menendang lemak ratusan pound. Tidak semua orang menggarap ide saya, tentu saja, ada aja yang nggak mau puasa, tetapi mereka yang melakukannya, umumnya kehilangan berat badan. Lagi pula, jika Anda tidak makan, Anda biasanya akan menumpas berat badan.

Tapi semua orang masih aja menganggap saya gila, batsh ** bodoh.

  1. Saya mendengar kalimat menghina ini dari dokter.

2. Saya mendengarnya dari ahli diet.

3. Saya direndahkan perawat.

4. Saya dicemooh oleh personal trainer.

Sumber Gambar

Sekitar saat itu, saya mulai ‘menyebarkan’ ceramah di konferensi Low Carb High Fat/ Ketogenic. Beberapa tahun yang lalu, umumnya manusia berasumsi bahwa ide-makan-banyak-lemak adalah bentuk KE-EDAN-AN yang kafah. Total sinting-nya.

Ketogenic diet, sejak itu, telah menjadi sangat universal, dengan buku masak Keto secara melodius berada dalam daftar penjualan terbaik. Dan di ruang para peserta ‘ajaib’ ini, orang-orang akan melongok saya dan berpikir ‘Orang ini gila’.

Sungguh aneh. Bagaimana hal-hal telah berubah dalam kurang lebih beberapa tahun yang sumir. Pada 2018, survei Food & Health tahunan yang dilakukan oleh International Food Information Council Foundation menemukan bahwa sekitar 1/3 dari konsumen mengekor diet ini.

Yang paling populer? Puasa intermiten ada di sekitar angka 10% dari diet, yang mencorakkan dua kali lipat dari Low-carb dan Whole 30 (masing-masing 5%). Survei yang sama juga menjaring bahwa orang semakin menyalahkan gula (33%) dan karbohidrat (25%) untuk arena-panjat-berat-badan, mereka mulai melek, bahwa kedua komponen itulah yang menyebabkan kita menggemuk, persentasenya hampir dua kali lipat dari angka yang menuding lemak sebagai penjahat.

Pada 1990-an, semua jenis lemak dianggap barang haram jadah. Kita mengasingkan semua lemak, pokoknya, semuanya harus RENDAH LEMAK, Broooo…

Tetapi mengonsumsi santapan rendah lemak seperti roti putih, pasta, dan jellybeans tentunya nggak ngebantu menggelincirkan berat badan. Pedoman Diet, terus aja menekankan hidangan-cekak-lemak sebagai pesan inti mereka untuk kesehatan yang apik. Anda nggak akan bisa membodohi selalu orang.

Google Trends menunjukkan minat yang mengambung tinggi di segmen puasa intermiten. Hingga sekitar tahun 2016, ketika saya menulis The Obesity Code dan Panduan komprehensif untuk Puasa, animo untuk topik ini rendah banget. Setelah 2016, interes telah ‘berkecambah’ secara signifikan. Ada lebih dari 3 kali jumlah eksplorasi harian pada topik tersebut. 2018 tampaknya menjadi tahun yang mana puasa intermiten benar-benar menarik afeksi pada arus utama.

Sebuah artikel di Good Morning America mengutip Robin Foroutan, seorang ahli gizi terdaftar dan juru bicara untuk Akademi Nutrisi dan Diet, organisasi utama untuk ahli diet di Amerika Serikat mengartikulasikan “Sangat amikal ketika sesuatu yang populer dan benar-benar konsisten”.

Wow.

Puasa berubah dari ide yang benar-benar gila pada tahun 2013, menjadi sebuah praktik yang digemakan sebagai hal-yang-populer-DAN-bermutu-perfek oleh para ahli diet. Zaman now, bagi mereka yang sulit menahan nafsu makan saat berpuasa, produk baru udah banyak yang dijual, fantastis dan pilihannya beraneka. Sebuah nama baru dari jenis teh dirilis tahun ini, sehingga bisa menekan rasa lapar selama pantang makan.

Program IDM Jason Fung juga membangun komunitas, mengakomodasi orang lain dengan cepat, dan juga memberikan konseling yang dipersonalisasi, jadi tergantung kebutuhan masing-masing gityu.

Yahoo menulis tentang “Bagaimana Puasa Intermiten mengakomodasi orang ini sehingga mampu menendang berat badan sebanyak £125”.

Sumber Gambar

Ini bukan dari kalangan umum. Dia adalah seorang dokter, lulus dari praktis medis selama bertahun-tahun lantas beralih ke puasa intermiten untuk membenahi masalah berat badannya sendiri. Dia mampu melorotkan berat badan, dan untuk membentenginya, dia beralih ke puasa intermiten, sebuah cara meramping dari zaman kerajaan Sumeria. Tentunya, jika para dokter menerapkannya sendiri, mereka pasti percaya bahwa itu adalah sesuatu yang kondusif dan persisten.

Bagian teruwet dari perjalanan meramping adalah nggak ngalamin diet yoyo, atau naik turun nggak jelas. Part paling-selit-belit adalah mengawal si berat badan agar nggak melonjak, dan di situlah puasa dapat benar-benar memberi orang opsi.

Bahkan institusi akademis yang dihormati seperti Harvard telah menyelipkan puasa dalam spekulasi mereka. Dalam Blog Kesehatan Harvard baru-baru ini, Dr. Tello menulis ‘pembaruan-bikin-syok’ pada puasa intermiten—bahwa puasa mungkin tokcer. Dia mengutip Dr. Wexler dari Harvard University, Direktur Pusat Diabetes Rumah Sakit Umum Massachusetts “Ada bukti yang mengulas bahwa pendekatan puasa sirkadian rhythm, dimana jam makan dibatasi untuk periode delapan hingga 10 jam di siang hari, efektif”.

Saran untuk makan 6 atau 8 atau 10 kali sehari dan untuk selalu melahap sarapan bahkan jika nggak lapar tidak pernah ada akarnya dalam ilmu apa pun. Nggak ada penelitian yang menyuratkan bahwa nasihat semacam ini beneran ampuh.

Sumber Gambar

Tetapi jika Anda tidak makan, maka orang-orang tidak dapat menjual sesuatu pada Anda. Jadi, makan all-day-all-night pastinya oke untuk bisnis, bahkan jika itu artinya tidak damai untuk garis pinggang Anda.

Gagasan untuk memamah-biak-tiada-henti sering diulang lagi dan lagi, advis untuk caploklah 10 makanan kecil per hari ini, menangkap kilau tiara penghargaan yang nggak pantas sama sekali. Jika Anda tidak lapar, maka jangan mengunyah. Itu mosi yang cukup logis. Sebaliknya, kami percaya, dan memberi tahu anak-anak kami bahwa, “Bahkan jika kamu nggak lapar, kamu tetap harus melahap beberapa granola batangan atau kamu akan sakit-sakitan.”

Kemudian kita berbalik dan bertanya-tanya mengapa kita mengalami krisis obesitas pada masa kanak-kanak.

Ilustrasi: anak saya minggu ini pergi ke kamp sekolah untuk robotika. Pada selebaran yang berisikan informasi untuk orang tua, mereka meyakinkan saya bahwa mereka akan melimpahi anak saya makan siang dan 2 camilan per hari.

ARGHH. Mengapa anak saya, atau anak mana pun ‘didesak’ untuk makan 2 camilan? Namun, karena berasal dari sekolah berarti kita mengindoktrinasi anak-anak kita untuk percaya bahwa mereka harus mengunyah terus-menerus agar sehat.

Sebaliknya, pada tahun 1970-an, ketika saya teenager, tidak ada seorang pun yang mengunyah makanan ringan. Zaman itu obesitas bukanlah dilema.